kondisi musim kemarau membuat lahan dan vegetasi lebih mudah terbakar serta berpotensi mempercepat penyebaran api apabila tidak segera ditangani.
Rantau, Kalsel (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mencatat terjadi 129 kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Tapin dengan jumlah titik panas mencapai 2.899 titik, selama periode 1-19 Agustus 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Tapin Muhammad Nor, mengatakan kebakaran belum menunjukkan tanda-tanda mereda karena kejadian masih ditemukan hampir setiap hari.
"Kalau dari awal Agustus sampai sekarang, setiap hari ada dua sampai empat kali kejadian karhutla," ujarnya, di Rantau, Tapin, Minggu.
Dikatakan, periode 1-19 Agustus luas yang terbakar sekitar 560,69 hektare.
Menurut Muhammad Nor, kondisi musim kemarau membuat lahan dan vegetasi lebih mudah terbakar serta berpotensi mempercepat penyebaran api apabila tidak segera ditangani.
"Bagi masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api agar petugas dapat melakukan penanganan sebelum kebakaran meluas," tambahnya.
Muhammad Nor menyebutkan, BPBD Tapin mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
Dengan luas lahan terbakar yang telah mencapai lebih dari 560 hektare dalam waktu kurang dari tiga pekan, kata dia, pencegahan dinilai menjadi langkah penting untuk menekan pertambahan kasus karhutla di Tapin.
"Kami mengharapkan masyarakat bersama-sama mencegah kebakaran dan segera melaporkan apabila menemukan titik api," katanya.
Baca juga: BPBD Tapin catat 17 bencana sebagian besar Karhutla
Baca juga: Polri tetapkan 72 tersangka kasus karhutla di sembilan Polda
Pewarta: Imam Hanafi
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui karya yang berdampak bagi kepentingan sosial serta menjaga persatuan dalam keberagaman.
Surabaya (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono mengajak masyarakat memperkuat toleransi, kerukunan, dan semangat persatuan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah derasnya arus informasi.
"Semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga menjadi bukti bahwa nasionalisme masih tumbuh kuat di tengah masyarakat," kata Bambang saat menghadiri peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang digelar masyarakat di Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Minggu.
“Kalau masyarakat tetap guyub, rukun, dan bersatu, berbagai tantangan, termasuk disrupsi informasi dan sentimen negatif terhadap nilai kebangsaan, bisa kita hadapi bersama,” ujarnya.
Bambang menegaskan semangat nasionalisme tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga harus diterjemahkan dalam karya dan tindakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui karya yang berdampak bagi kepentingan sosial serta menjaga persatuan dalam keberagaman,” katanya.
Ia juga menilai persatuan merupakan modal penting untuk mengoptimalkan potensi ekonomi dan sumber daya Indonesia demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia mengapresiasi antusiasme warga dalam memeriahkan peringatan kemerdekaan melalui berbagai kegiatan, termasuk gerak jalan sehat dan aktivitas yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurut Bambang, keterlibatan UMKM dalam kegiatan masyarakat menjadi momentum untuk mendorong pelaku usaha agar berkembang dan naik kelas.
Penguatan sektor tersebut dinilai dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya di Surabaya dan Jawa Timur.
Dalam kesempatan itu, pihaknya turut menyampaikan belasungkawa atas bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan mendoakan para korban.
Pewarta: Faizal Falakki
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Muaro Jambi, Jambi (ANTARA) - Polres Muaro Jambi menertibkan sebanyak 137 kendaraan bermotor dalam dua kali razia malam untuk menekan potensi kriminal jalanan, aksi geng motor, dan balap liar di wilayah tersebut.
Kapolres Muaro Jambi AKBP Bayu Noormansyah di Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Minggu, mengatakan razia terakhir berlangsung mulai Sabtu (22/8) pukul 23.00 WIB hingga Minggu pukul 01.30 WIB dengan menertibkan 65 kendaraan.
"Penertiban ini bertujuan untuk menciptakan keamanan dan keselamatan berlalu lintas, menekan potensi kriminalitas jalanan, serta mencegah ruang gerak kelompok geng motor yang dapat membahayakan masyarakat," kata Bayu.
Ia mengatakan razia tersebut merupakan respons kepolisian terhadap keluhan masyarakat terkait aksi ugal-ugalan, balap liar, dan penggunaan knalpot bising.
Razia menyasar kendaraan roda dua maupun roda empat yang diduga tidak memenuhi ketentuan. Pengendara yang terjaring didominasi kalangan remaja dan pemuda.
Dalam razia terakhir, petugas menertibkan 65 kendaraan bermotor yang mayoritas menggunakan knalpot bising dan tidak dilengkapi dokumen kendaraan secara lengkap.
Petugas juga mengamankan sejumlah knalpot bising untuk dimusnahkan.
Menurut Bayu, penggunaan knalpot bising tidak hanya mengganggu kenyamanan dan waktu istirahat masyarakat, tetapi juga berpotensi memicu gesekan maupun perselisihan di jalan raya.
Sebelumnya, Polres Muaro Jambi menggelar razia pertama di lokasi yang sama pada Selasa (18/8) malam dan menertibkan 72 kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot bising.
Dengan demikian, sebanyak 137 kendaraan bermotor telah ditertibkan dalam dua kali razia tersebut.
Bayu menegaskan pihaknya akan terus merespons keluhan dan pengaduan masyarakat, khususnya terkait knalpot bising, balap liar, maupun aktivitas kendaraan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ia mengimbau pengendara untuk mematuhi peraturan lalu lintas, melengkapi dokumen kendaraan, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta tidak melakukan balap liar yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.
Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan Polisi 110 untuk menyampaikan informasi, laporan, maupun pengaduan kepada kepolisian.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Polres Muaro Jambi tertibkan 137 kendaraan dalam dua razia
Pewarta: Agus Suprayitno/Amrizal Fadli
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Minggu, 23 Agustus 2026 17:41 WIB
Petani merawat tanaman bawang merah di ladang seluas 200 hetare di Dusun Bulak Bungkus, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (20/8/2026). ANTARA/Agung Dwi Prakoso
Yogyakarta (ANTARA) - Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memanfaatkan sejumlah teknologi pertanian untuk mempermudah penggarapan lahan bawang merah seluas 200 hektare.
Ketua Gapoktan Kalurahan Parangtritis Kadiso di Bantul, Minggu, mengatakan pemanfaatan teknologi tersebut salah satunya diterapkan pada sistem penyiraman tanaman bawang merah melalui elektrifikasi.
"Jadi dengan menggunakan pompa listrik," katanya.
Ia menilai penggunaan teknologi tersebut dapat memperingan pekerjaan petani sekaligus menekan biaya penyiraman sehingga meningkatkan keuntungan petani.
"Efisiensi biaya penyiraman bisa tertekan sebesar 88 persen dibanding dengan pompa Bahan Bakar Minyak (BBM)," ujarnya.
Selain diterapkan pada sistem penyiraman, menurut dia, elektrifikasi juga dimanfaatkan petani untuk memasang light trap sebagai sarana pengendalian hama dan penyakit yang ramah lingkungan serta relatif murah.
Light trap merupakan alat perangkap hama yang menggunakan cahaya lampu dan dipasang di lahan bawang merah untuk menarik serta menjebak hama sebelum bertelur pada tanaman.
"Light trap ini efektif sekali," katanya.
Ia mengatakan pemanfaatan teknologi lainnya berupa penggunaan pesawat nirawak atau drone untuk pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang dinilai efektif, hemat, terutama dalam meningkatkan efisiensi tenaga kerja.
"Akan tetapi drone tadi yang diterbangkan itu biasa dipinjam dari Maksitani, harapannya bisa punya drone sendiri," ujarnya.
Para petani bawang merah di kawasan tersebut juga menerapkan pola tanam serentak yang di beberapa bagian lahannya dikombinasikan dengan sistem tumpang sari.
"Jadi kalau di sini ada bawang merah, semua bawang merah, tidak ada tanaman lain kecuali tanaman tumpangsari cabai," katanya.
Dengan perpaduan pemanfaatan teknologi dan penerapan sistem pertanian tersebut, para petani dapat memperoleh hasil panen yang optimal dengan rata-rata produksi mencapai 21 ton bawang merah per hektare.
"Sebanyak 21 ton itu sudah bersih, sudah dikemas, tidak ada daun dan akar, sedangkan total lahan di sini 200 hektare, tinggal dikalikan," ujarnya.
Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Cirebon (ANTARA) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menyisir empat kecamatan di daerah tersebut dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) dan menyita ratusan botol minuman keras (miras).
Kabid Tibumtranmas Satpol PP Kabupaten Cirebon Soko Guruning Gemi di Cirebon, Sabtu, mengatakan operasi tersebut menyasar peredaran minuman beralkohol yang dijual tanpa izin.
“Petugas hari ini menertibkan minuman beralkohol yang penjualannya tidak berizin,” katanya.
Ia menyampaikan di Kecamatan Pabuaran petugas menyita 43 botol dengan nilai penjualan sekitar Rp2,15 juta, kemudian di Kecamatan Ciledug ditemukan 40 botol dengan nilai penjualan sekitar Rp2 juta.
Jumlah barang bukti terbanyak, kata dia, ditemukan di Kecamatan Karangwangi yakni 66 botol dengan nilai penjualan minuman tersebut diperkirakan mencapai Rp3,3 juta.
Ia menyampaikan untuk di Kecamatan Sumber, petugas mengamankan 60 botol dengan nilai penjualan sekitar Rp3 juta.
Soko mengatakan penertiban tersebut, dilakukan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Cirebon Nomor 7 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum khususnya Pasal 17 ayat (1) dan ayat (2) yang mengatur tertib kegiatan usaha minuman beralkohol
“Petugas juga berpedoman pada Peraturan Bupati Cirebon Nomor 50 Tahun 2018 tentang Penjualan dan Labelisasi Minuman Beralkohol,” katanya.
Ia menuturkan seluruh barang bukti hasil operasi kemudian dibawa ke Kantor Satpol PP Kabupaten Cirebon, untuk kepentingan tindak lanjut penegakan.
“Operasi pekat tersebut menjadi bagian dari upaya Satpol PP Kabupaten Cirebon mengendalikan peredaran minuman beralkohol yang tidak sesuai ketentuan sekaligus menjaga ketenteraman dan ketertiban umum,” ucap dia.
Pewarta: Fathnur Rohman
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Pangkalpinang (ANTARA) - Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan mengerahkan personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Manggala Agni dari Pulau Sumatra dan Jambi menuju Sumatera Selatan (Sumsel), guna memadamkan karhutla di wilayah tersebut.
"Kami menarik personel Manggala Agni di Bangka dan Jambi untuk diperbantukan mengendalikan karhutla di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan," kata Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kemenhut Ferdian Krisnanto di Pangkalpinang, Minggu.
Ia mengatakan, pengerahan personel BKO dari Jambi dan Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menuju Sumatera Selatan ini dilakukan guna mengantisipasi penyebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir.
"Berdasarkan citra satelit, terdeteksi sumber asap besar terdapat di Ogan Komering Ilir yang menguat dan menyebar ke arah utara, menyatu dengan sumber asap di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang berdampak ke Jambi," katanya.
Sementara itu, kebakaran di Riau saat ini menyebabkan sumber asap besar ada di Kerumutan (Inhu) dan Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera juga tengah mempersiapkan BKO tambahan dari Sumatera Utara.
Ia menyatakan, personel Manggala Agni yang dikerahkan melalui skema BKO ini merupakan pasukan khusus pengendalian kebakaran hutan dan lahan.
Mereka selalu siap siaga di garda terdepan untuk menjaga kelestarian hutan, melindungi satwa liar, serta memastikan udara yang dihirup masyarakat tetap bersih.
"Untuk Sumatra saat ini tersedia 954 personel Manggala Agni dan terkonsentrasi penanganan karhutla di Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Kondisi eskalasi tertinggi dan dampak terbesar ada di Sumatera Selatan," katanya.
Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Martapura (ANTARA) - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan terus dimaksimalkan melalui pembasahan lahan gambut yang masih berasap.
Pembasahan tersebut dilakukan Satgas Darat yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Kondisi lahan gambut masih mengeluarkan asap meski api di permukaan sudah tidak terlihat, jadi perlu terus pembasahan," kata dia saat meninjau langsung penanganan karhutla di Penggalaman, Kabupaten Banjar, Minggu.
Menhut mengatakan lokasi peninjauan tersebut berada di area non-kawasan yang berbatasan langsung dengan hutan lindung. Diperkirakan, luas area yang terbakar mencapai sekitar 36 hektare.
Menurut dia, karakter lahan gambut membuat proses pemadaman harus dilakukan secara menyeluruh.
Meski tidak ada api di atas, tetapi dari bawah masih ada asap. Oleh karena itu, dia menekankan upaya penanggulangan harus dilakukan secara tuntas agar api tidak muncul lagi.
Di tengah penanganan karhutla tersebut, Menhut menyebut kondisi hotspot di Kalimantan Selatan sempat mengalami penurunan signifikan.
Berdasarkan data sipongi, jumlah hotspot pada 21 Agustus mencapai 157 titik, kemudian turun menjadi 11 titik pada malam 22 Agustus pukul 21.00 WIB.
Namun, berdasarkan pemantauan pagi ini (23/8) pukul 06.00 Wita, jumlahnya kembali meningkat menjadi 44 titik tersebar di sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Hulu Sungai Selatan, dan Tapin.
Menurut dia, penurunan hotspot sebelumnya tidak terlepas dari operasi gabungan melalui pengerahan pasukan darat dan dukungan operasi udara.
Dalam operasi water bombing tersebut, sebanyak 176 kali pengeboman air dilakukan dalam satu hari.
Meski titik panas menurun, Menhut meminta agar semua pihak tetap meningkatkan kesiapsiagaan. Hal ini diperlukan mengingat fenomena El Nino masih berlangsung dengan puncak pada September.
“Jangan melakukan land clearing dengan cara membakar,” tegasnya.
Pewarta: Firman
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Pangkalpinang (ANTARA) - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani menyebutkan Pulau Rengit di Kabupaten Belitung menjadi percontohan nasional pembangunan ekosistem energi bersih kepulauan, guna mendukung kebutuhan energi untuk aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
"Kehadiran Green Energy Ecosystem Technopark (GEET) Pulau Rengit sebagai langkah nyata menghadirkan energi bersih untuk membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat kepulauan," kata Hidayat Arsani di Pangkalpinang, Minggu.
Ia mengatakan Pemprov Kepulauan Bangka Belitung bersama PT PLN (Persero) menghadirkan GEET Pulau Rengit untuk menjawab tantangan keterbatasan pasokan listrik yang sebelumnya dihadapi masyarakat Pulau Rengit, sekaligus mendukung kebutuhan energi untuk aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di pulau kecil tersebut.
“Bagi kami, ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur kelistrikan, tetapi sebagai langkah nyata menghadirkan energi bersih di wilayah kepulauan, sekaligus menjawab tantangan pemenuhan energi di pulau-pulau kecil,” ujarnya.
Ia menyatakan GEET Pulau Rengit mengintegrasikan sejumlah teknologi energi bersih, meliputi pembangkit listrik tenaga surya, sistem penyimpanan energi, turbin angin, hidrogen hijau, fuel cell, agrovoltaic, serta sistem manajemen energi.
"Ekosistem GEET di Pulau Rengit ini menjadi contoh pemanfaatan teknologi energi bersih yang dapat dikembangkan secara nyata di wilayah kepulauan," katanya.
Menurut dia, kehadiran GEET memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, karena pasokan listrik yang sebelumnya terbatas kini dapat tersedia selama 24 jam dengan energi yang lebih bersih dan rendah emisi.
"Kondisi ini tentunya membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan aktivitas ekonomi, termasuk nelayan melalui pemanfaatan cold storage serta pemanfaatan lahan dengan konsep agrovoltaic," katanya.
Anggota Dewan Energi Nasional RI, Sripeni Inten Cahyani mengapresiasi kolaborasi PLN dan pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan energi, termasuk di wilayah 3T dan pulau-pulau yang tersebar.
“Ini menjadi contoh nyata bagaimana ketahanan energi daerah dapat mendukung ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Direktur Teknologi, Engineering dan Keberlanjutan PT PLN (Persero) Edwin Nugraha Putra menilai pembangunan energi hijau di Pulau Rengit memiliki dampak yang lebih luas, tidak hanya bagi pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat, tetapi juga bagi pengembangan sektor ekonomi.
"Kami berharap energi bersih tidak hanya menyelesaikan persoalan kelistrikan, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi dan peningkatan nilai tambah bagi masyarakat Pulau Rengit," katanya.
Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Festival Prawirotaman yang menyajikan beragam kegiatan, mulai bazar pernak pernik, pakaian, kuliner, hingga 'Fashion on the Street' menjadi daya tarik kunjungan wisman
Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta berupaya mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke daerah ini melalui Festival Prawirotaman yang berlangsung di kawasan Jalan Prawirotaman pada 22–23 Agustus 2026.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Lucia Daning Krisnawati di Yogyakarta, Minggu, mengatakan Festival Prawirotaman yang menyajikan beragam kegiatan, mulai bazar pernak pernik, pakaian, kuliner, hingga 'Fashion on the Street' menjadi daya tarik kunjungan wisman.
"Tantangan dari Pak Wali Kota adalah bagaimana caranya untuk mendongkrak wisman agar bisa hadir dan menjadikan Yogyakarta sebagai tujuan wisata luar negeri," katanya.
Menurut dia, berdasarkan data hingga 31 Desember 2025, kunjungan wisman ke Kota Yogyakarta berada di kisaran 316 ribu orang, sementara kunjungan wisatawan nusantara mencapai sekitar 11 juta orang.
Oleh karena itu, Festival Prawirotaman menjadi salah satu daya tarik yang mampu menjaring wisman, terutama karena periode Juli dan Agustus menjadi salah satu masa tingginya kunjungan wisatawan asing ke Yogyakarta.
Baca juga: Yogyakarta belajar kelola Wisata Sungai Maron Pacitan
Baca juga: KAI Yogyakarta pastikan perjalanan KA selamat dan aman pascagempa
"Festival Prawirotaman juga telah masuk dalam Kalender Event Kota Yogyakarta, dengan harapan dapat terus diperkuat agar mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara dari tahun ke tahun," katanya.
Menurut dia, sebagai kawasan yang identik dengan wisman atau sering disebut sebagai "kampung bule", Prawirotaman, menjadi salah satu kampung yang dikenal sebagai kawasan internasional di Kota Yogyakarta.
Inisiator Fashion on the Street Prawirotaman Lia Mustofa mengatakan kegiatan tersebut telah diselenggarakan untuk ke-11 kalinya, yang pada 2026 Fashion on the Street tidak hanya digelar di Prawirotaman 1, tetapi juga diperluas ke Prawirotaman 2.
Menurut dia, Fashion on the Street juga melibatkan generasi muda, baik sebagai desainer maupun model, bahkan beberapa wisatawan dan mahasiswa dari luar negeri turut ambil bagian, di antaranya dari Belanda, Jepang dan Korea.
"Kami memang mengkhususkan para desainer dan modelnya adalah generasi muda. Ingin ada keberlanjutan," katanya.
Baca juga: KAI Daop 6 Yogyakarta layani 45.678 penumpang pada HUT Ke-81 RI
Baca juga: Wali Kota sebut pameran foto di Titik Nol Yogyakarta jadi daya tarik
Pewarta: Hery Sidik
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Sejumlah fitur teknologi pada mobil modern ternyata jarang digunakan oleh pemilik kendaraan meskipun dirancang untuk meningkatkan kenyamanan, kemudahan, dan keselamatan berkendara, menurut sebuah studi di Inggris.
Studi yang dilakukan Censuswide terhadap 1.350 pengendara di Inggris pada musim panas 2026 itu menemukan tingkat penggunaan sejumlah fitur kendaraan berbeda-beda, bahkan sebagian pengemudi mengaku tidak mengetahui cara mengoperasikannya.
Carscoops, Sabtu (22/8), melaporkan penelitian yang dilakukan atas permintaan jaringan diler otomotif Inggris Dick Lovett tersebut menemukan 25,9 persen pemilik mobil yang dilengkapi "adaptive cruise control" tidak pernah mengaktifkan fitur itu.
Sebanyak tujuh persen lainnya mengaku tidak mengetahui cara menggunakan "adaptive cruise control".
Sebagian pengemudi menilai sistem bantuan tersebut terlalu agresif sehingga dianggap menimbulkan lebih banyak gangguan dibandingkan manfaatnya.
Fitur asisten suara juga tidak digunakan oleh 17,8 persen pengemudi yang memilikinya.
Sementara itu, sebanyak 17,1 persen pengemudi yang memiliki "augmented reality head-up display" tidak mengaktifkan fitur tersebut dan tujuh persen lainnya mengaku tidak mengetahui cara mengoperasikannya.
Studi juga menemukan sejumlah fitur kenyamanan relatif jarang digunakan secara rutin.
Dari responden yang memiliki kendaraan dengan kursi pijat, 22 persen mengatakan rutin menggunakan fitur tersebut. Sebanyak 22,4 persen responden yang memiliki "augmented reality head-up display" menggunakannya secara rutin, sedangkan 24,5 persen rutin menggunakan fitur menyalakan mesin dari jarak jauh.
Namun, sejumlah fitur itu juga belum banyak tersedia pada kendaraan responden.
Sebanyak 67,3 persen kendaraan responden tidak dilengkapi kursi pijat, 62 persen tidak memiliki fitur menyalakan mesin dari jarak jauh, 60,5 persen tidak memiliki "augmented reality head-up display", dan 57,3 persen tidak memiliki pengaturan suhu kabin melalui aplikasi.
Baca juga: Mengenal baterai canggih dan lebih aman "Blade Battery" dari BYD
Sebaliknya, teknologi yang lebih sederhana cenderung lebih banyak digunakan.
Studi menemukan 58,3 persen responden rutin menggunakan konektivitas Bluetooth, diikuti kamera mundur sebanyak 45,7 persen, navigasi satelit bawaan kendaraan 44,5 persen, dan kaca depan berpemanas 41 persen.
Sementara itu, sebanyak 27,3 persen responden rutin menggunakan mode berkendara. Tingkat penggunaannya lebih tinggi pada kelompok usia 25 hingga 34 tahun, yakni 38,3 persen.
Usia juga berkaitan dengan perbedaan penggunaan sejumlah teknologi kendaraan.
Bluetooth rutin digunakan oleh 68,5 persen pengemudi berusia 25–34 tahun dan 68,8 persen pada kelompok usia 35–44 tahun. Angkanya turun menjadi 49,7 persen pada pengemudi berusia 55 tahun ke atas.
Penggunaan fitur menyalakan mesin dari jarak jauh juga menurun dari lebih dari seperempat pengemudi berusia di bawah 35 tahun menjadi 5,1 persen pada kelompok usia 55 tahun ke atas.
Sebaliknya, penggunaan kaca depan berpemanas meningkat dari 27,2 persen pada pengemudi berusia 18–24 tahun menjadi hampir 45 persen pada kelompok usia 45–54 tahun.
Temuan tersebut menunjukkan tingkat pemanfaatan teknologi kendaraan tidak selalu sejalan dengan banyaknya fitur yang tersedia pada mobil.
Pakar otomotif Dick Lovett, Alex Lee, mengatakan pemilik kendaraan perlu meluangkan waktu untuk memahami berbagai teknologi yang tersedia pada mobil mereka.
“Seiring mobil menjadi semakin canggih, meluangkan waktu untuk mempelajari kemampuan kendaraan Anda bukan hanya soal mendapatkan manfaat yang sepadan dengan uang yang dikeluarkan, tetapi juga dapat membantu meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan pengalaman berkendara secara keseluruhan," kata Lee.
Fitur mobil yang paling sering digunakan:
Pewarta: Pamela Sakina
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.