Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
23 August 2026 11:45
Jakarta, CNBC Indonesia - Peta produksi emas dunia mengalami perubahan besar dalam 15 tahun terakhir. Sejumlah negara berhasil meningkatkan produksi secara agresif, sedangkan beberapa pemain lama justru kehilangan posisinya.
China masih menguasai peringkat pertama dengan produksi sebanyak 384 ton pada 2025. Angka tersebut meningkat dari 351 ton pada 2010, berdasarkan data World Gold Council per Desember 2025 yang dihimpun Visual Capitalist.
Rusia menjadi negara dengan produksi terbesar kedua setelah menghasilkan 345 ton emas. Produksinya melonjak 70% dibandingkan 2010 yang mencapai 203 ton. Kenaikan tersebut mengangkat Rusia dari posisi kelima menjadi kedua.
Australia menempati posisi ketiga dengan produksi 293 ton. Jika digabungkan, China, Rusia, dan Australia menghasilkan lebih dari 1.000 ton emas sepanjang 2025.
Indonesia berada di peringkat ke-10 produsen emas terbesar dunia pada 2025 dengan produksi sebanyak 104 ton. Posisi ini turun dibandingkan 2010 ketika Indonesia menempati peringkat ketujuh.
Produksi emas Indonesia menyusut sebanyak 28 ton atau sekitar 21,2% dalam periode tersebut, dari 132 ton pada 2010 menjadi 104 ton pada 2025.
Indonesia masih berada di atas Afrika Selatan yang menghasilkan 99 ton, tetapi tertinggal dari Meksiko dengan 114 ton dan Uzbekistan sebanyak 125 ton.
Kanada mencatat salah satu kenaikan terbesar. Produksinya meningkat lebih dari dua kali lipat dari 102 ton menjadi 213 ton. Negara tersebut pun naik dari posisi kedelapan pada 2010 menjadi peringkat keempat pada 2025.
Ghana juga hampir menggandakan produksi dari 94 ton menjadi 187 ton. Hasil tersebut membawa Ghana naik dari peringkat kesembilan menjadi produsen emas terbesar keenam dunia.
Secara persentase, Kazakhstan mencatat pertumbuhan tertinggi di antara negara-negara dalam tabel. Produksinya melonjak sekitar 173% dari 30 ton menjadi 82 ton.
Perubahan sebaliknya terjadi di Amerika Serikat. Produksi emas negara tersebut turun 32% dari 231 ton menjadi 157 ton. Posisinya ikut merosot dari urutan ketiga menjadi ketujuh.
Afrika Selatan mengalami penurunan yang lebih dalam. Produksinya menyusut lebih dari separuh, dari 210 ton pada 2010 menjadi hanya 99 ton pada 2025. Negara tersebut turun dari posisi keempat menjadi ke-11.
Pada saat yang sama, porsi BRICS dan negara-negara yang berafiliasi dengan kelompok tersebut terhadap produksi emas dunia meningkat dari 38% pada 2010 menjadi 50% pada 2025. Pergeseran ini memperlihatkan bahwa pasokan emas global semakin terkonsentrasi di negara berkembang dan kekuatan ekonomi non-Barat.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
[email protected]
(gls/gls)
AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air terus memperkuat penanganan dampak kekeringan akibat El Nino kuat di berbagai wilayah Indonesia.
Hingga 21 Agustus 2026, tercatat sebanyak 1.229 lokasi telah mendapat penanganan, mencakup sektor pertanian, permukiman, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan ketersediaan air menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan, terutama di sektor pertanian yang sangat bergantung pada kepastian pasokan air.
“Layanan air yang berkualitas merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, terutama bagi wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber daya air dan dampak perubahan iklim,” kata Dody dalam keterangannya, Minggu (23/8/2026).
Berdasarkan rekapitulasi Kementerian PU, sebanyak 1.072 lokasi telah selesai ditangani, sementara 157 lokasi lainnya masih dalam proses penanganan.
Dari total tersebut, penanganan kekeringan mencakup 157 lokasi sawah, 931 lokasi permukiman, dan 141 lokasi karhutla. Hasil penanganan telah membantu menyelamatkan sekitar 41.252 hektare area sawah serta melayani kebutuhan air bersih bagi 616.033 jiwa.
Di sektor pertanian, berbagai langkah dilakukan untuk menjaga lahan sawah tetap produktif di tengah ancaman kekeringan. Penanganan meliputi pemompaan air dari sungai ke areal persawahan, normalisasi saluran irigasi, pembuatan saluran darurat, hingga optimalisasi jaringan air.
Dari 157 lokasi penanganan sawah, sebanyak 124 lokasi telah selesai ditangani. Pemompaan air dari sungai ke sawah menjadi salah satu metode utama, diterapkan di 69 lokasi atau sekitar 43,9 persen dari total penanganan sektor pertanian.
Sementara itu, di wilayah permukiman, Kementerian PU memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui distribusi air bersih. Dari 931 lokasi penanganan, sebanyak 811 lokasi telah selesai.
Distribusi air menjadi bentuk penanganan terbesar dengan 902 lokasi atau sekitar 96,9 persen dari total penanganan kekeringan di kawasan permukiman.
Penanganan juga dilakukan terhadap ancaman karhutla. Sebanyak 141 lokasi tercatat mendapatkan penanganan, dengan 137 lokasi telah selesai melalui upaya pemadaman titik api.
Secara regional, wilayah Jawa menjadi kawasan dengan cakupan penanganan terbesar, mencapai 728 lokasi. Penanganan di Pulau Jawa juga memberikan manfaat terhadap 26.346 hektare sawah dan pelayanan air bersih bagi 533.604 jiwa.
Melalui berbagai langkah tersebut, Kementerian PU terus mengerahkan sumber daya dan infrastruktur yang tersedia untuk menghadapi dampak kekeringan, menjaga ketersediaan air bagi masyarakat, serta melindungi lahan pertanian agar produktivitas pangan tetap terjaga.
“Pemberian izin khusus tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap kebutuhan operasional penanganan karhutla di sejumlah wilayah Indonesia,” kata Lukman dalam keterangannya, Minggu (23/8/2026).
Lukman menjelaskan bahwa pesawat udara asing yang telah memperoleh izin khusus dapat dipindahkan ke lokasi lain yang membutuhkan dukungan penanganan bencana sesuai Keputusan Dirjen Perhubungan Udara nomor KP. 9 Tahun 2021 tentang Otorisasi Pengoperasian Pesawat Udara Asing.
Untuk mendukung respons yang cepat terhadap kondisi karhutla yang dapat berubah sewaktu-waktu, pesawat yang telah memperoleh izin khusus dapat dipindahkan (reposisi) ke lokasi lain yang terdampak bencana.
“Operator cukup menyampaikan pemberitahuan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dalam waktu 1 x 24 jam terkait reposisi tersebut,” ujarnya.
Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, kata Lukman juga melaksanakan fungsi pengawasan dan sertifikasi terhadap aspek kelaikudaraan, termasuk apabila terdapat modifikasi pesawat yang diperlukan untuk mendukung kegiatan operasional pemadaman karhutla.
Setelah aspek sertifikasi dan persyaratan teknis terpenuhi, pelaksanaan operasi penerbangan menjadi tanggung jawab operator sesuai dengan ketentuan dan otorisasi dalam Air Operator Certificate (AOC) yang dimilikinya.
Sementara itu, penentuan lokasi penempatan dan pelaksanaan kegiatan pesawat dalam penanganan karhutla disesuaikan dengan kebutuhan penanganan bencana dan koordinasi pihak yang berwenang, antara lain BNPB/BPBD, pemerintah daerah, maupun instansi atau pihak lain yang menggunakan atau menyewa pesawat tersebut.
Selain fasilitasi izin khusus pesawat asing, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga memastikan ketersediaan ruang udara yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas pemadaman karhutla dan informasi penerbangan yang akurat dan terkini.
“Hal ininuntuk memastikan keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan melalui koordinasi dengan Airnav Indonesia selaku penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan yang menerbitkan informasi melalui Notice to Airmen (NOTAM),” tutur Lukman
Per 20 Agustus 2026, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mencatat terdapat tiga NOTAM aktif yang berkaitan dengan aktivitas penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Ketiganya mencakup NOTAM A3042/26 mengenai reservasi ruang udara untuk kegiatan water bombing, NOTAM B0860/26 terkait reservasi ruang udara untuk kegiatan water bombing dan air patrol di wilayah Kalimantan Barat.
Kemudian NOTAM B0815/26 yang menginformasikan tidak tersedianya Taxiway Alpha di Bandar Udara Banjarmasin akibat aktivitas pesawat water bombing.
Selain itu, terdapat satu NOTAM aktif terkait penutupan bandar udara akibat kondisi asap karhutla, yaitu NOTAM C0977/26 yang menginformasikan penutupan sementara Bandar Udara Nabire akibat kondisi asap yang berasal dari kebakaran hutan.
Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Riau, mendeteksi sebanyak 2.610 titik panas atau hotspot di Pulau Sumatra berdasarkan pembaruan data pada Minggu (23/8) pukul 07.00 WIB.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang, mengatakan titik panas ini tersebar di sembilan provinsi di Pulau Sumatra, dengan jumlah terbanyak di Sumatera Selatan yang mencapai 1.311 titik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wilayah lain yang turut menyumbang angka tinggi adalah Provinsi Riau dengan 355 titik, Jambi 278 titik, Bangka Belitung dengan 268 titik, dan Lampung dengan 187 titik, disusul Aceh 67 titik, Kepulauan Riau 55 titik, Sumatera Utara 45 titik, Sumatera Barat 27 titik, dan Bengkulu 17 titik," kata Elisa.
Sementara itu, Provinsi Riau terdeteksi memiliki 355 titik panas tersebar di 11 kabupaten/kota. Kabupaten Pelalawan menjadi area paling krusial di Riau dengan temuan 216 titik panas, diikuti oleh Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 80 titik, dan Kabupaten Kuantan Singingi 12 titik.
Selebihnya, seperti diberitakan Antara pada Minggu (23/8), titik panas terdeteksi di Kabupaten Kampar sebanyak 11, Siak 10 titik, Kepulauan Meranti 7 titik, Inderagiri Hulu 6 titik, Bengkalis 5 titik, Rokan Hilir dan Rokan Hulu masing-masing 3 titik, serta Kota Dumai 2 titik.
Ribuan titika panas tersebut menyebabkan jarak pandang menjadi memendek akibat asap, seperti yang terjadi di Pekanbaru pada Sabtu (22/8) malam. Sedangkan kualitas udara pada dini hari dan pagi berdasarkan PM 2,5 masuk kategori tidak sehat.
Lembaga pengendalian kebakaran hutan dan lahan Kementerian Kahutanan, Manggala Agni, menyebut dalam beberapa hari terakhir menurut kebakaran lahan di Riau sudah menghanguskan 700 hektare lebih, terbanyak di Kabupaten Inderagiri Hulu seluas 434 hektare dan Pelalawan 300 hektare.
Selain dua daerah tersebut, Manggala Agni juga menangani sejumlah kebakaran lahan di Provinsi Riau, di antaranya Kabupaten Kampar, Siak, dan Bengkalis.
(antara/end)
Jakarta (ANTARA) - Sejumlah fitur teknologi pada mobil modern ternyata jarang digunakan oleh pemilik kendaraan meskipun dirancang untuk meningkatkan kenyamanan, kemudahan, dan keselamatan berkendara, menurut sebuah studi di Inggris.
Studi yang dilakukan Censuswide terhadap 1.350 pengendara di Inggris pada musim panas 2026 itu menemukan tingkat penggunaan sejumlah fitur kendaraan berbeda-beda, bahkan sebagian pengemudi mengaku tidak mengetahui cara mengoperasikannya.
Carscoops, Sabtu (22/8), melaporkan penelitian yang dilakukan atas permintaan jaringan diler otomotif Inggris Dick Lovett tersebut menemukan 25,9 persen pemilik mobil yang dilengkapi "adaptive cruise control" tidak pernah mengaktifkan fitur itu.
Sebanyak tujuh persen lainnya mengaku tidak mengetahui cara menggunakan "adaptive cruise control".
Pola serupa ditemukan pada sejumlah fitur bantuan pengemudi. Hampir 18 persen pengemudi tidak menggunakan "lane-keeping assist", sedangkan 21,3 persen mematikan fitur pengereman darurat otomatis.
Baca juga: "Lane Keep Assist" wajib ada di mobil baru di Australia mulai 2029
Sebagian pengemudi menilai sistem bantuan tersebut terlalu agresif sehingga dianggap menimbulkan lebih banyak gangguan dibandingkan manfaatnya.
Fitur asisten suara juga tidak digunakan oleh 17,8 persen pengemudi yang memilikinya.
Sementara itu, sebanyak 17,1 persen pengemudi yang memiliki "augmented reality head-up display" tidak mengaktifkan fitur tersebut dan tujuh persen lainnya mengaku tidak mengetahui cara mengoperasikannya.
Studi juga menemukan sejumlah fitur kenyamanan relatif jarang digunakan secara rutin.
Dari responden yang memiliki kendaraan dengan kursi pijat, 22 persen mengatakan rutin menggunakan fitur tersebut. Sebanyak 22,4 persen responden yang memiliki "augmented reality head-up display" menggunakannya secara rutin, sedangkan 24,5 persen rutin menggunakan fitur menyalakan mesin dari jarak jauh.
Baca juga: Fitur Omoda O4, mobil listrik dengan teknologi AI harga Rp400 jutaan
Namun, sejumlah fitur itu juga belum banyak tersedia pada kendaraan responden.
Sebanyak 67,3 persen kendaraan responden tidak dilengkapi kursi pijat, 62 persen tidak memiliki fitur menyalakan mesin dari jarak jauh, 60,5 persen tidak memiliki "augmented reality head-up display", dan 57,3 persen tidak memiliki pengaturan suhu kabin melalui aplikasi.
Sebaliknya, teknologi yang lebih sederhana cenderung lebih banyak digunakan.
Studi menemukan 58,3 persen responden rutin menggunakan konektivitas Bluetooth, diikuti kamera mundur sebanyak 45,7 persen, navigasi satelit bawaan kendaraan 44,5 persen, dan kaca depan berpemanas 41 persen.
Sementara itu, sebanyak 27,3 persen responden rutin menggunakan mode berkendara. Tingkat penggunaannya lebih tinggi pada kelompok usia 25 hingga 34 tahun, yakni 38,3 persen.
Baca juga: Rivian digugat terkait dugaan klaim menyesatkan fitur swakemudi
Usia juga berkaitan dengan perbedaan penggunaan sejumlah teknologi kendaraan.
Bluetooth rutin digunakan oleh 68,5 persen pengemudi berusia 25–34 tahun dan 68,8 persen pada kelompok usia 35–44 tahun. Angkanya turun menjadi 49,7 persen pada pengemudi berusia 55 tahun ke atas.
Perbedaan juga terlihat pada pengisian daya nirkabel yang digunakan 44,4 persen pengemudi berusia 35–44 tahun, dibandingkan 20,7 persen pada pengemudi berusia 55 tahun ke atas.
Penggunaan fitur menyalakan mesin dari jarak jauh juga menurun dari lebih dari seperempat pengemudi berusia di bawah 35 tahun menjadi 5,1 persen pada kelompok usia 55 tahun ke atas.
Sebaliknya, penggunaan kaca depan berpemanas meningkat dari 27,2 persen pada pengemudi berusia 18–24 tahun menjadi hampir 45 persen pada kelompok usia 45–54 tahun.
Baca juga: Chery Q tawarkan berbagai fitur keselamatan
Temuan tersebut menunjukkan tingkat pemanfaatan teknologi kendaraan tidak selalu sejalan dengan banyaknya fitur yang tersedia pada mobil.
Pakar otomotif Dick Lovett, Alex Lee, mengatakan pemilik kendaraan perlu meluangkan waktu untuk memahami berbagai teknologi yang tersedia pada mobil mereka.
“Seiring mobil menjadi semakin canggih, meluangkan waktu untuk mempelajari kemampuan kendaraan Anda bukan hanya soal mendapatkan manfaat yang sepadan dengan uang yang dikeluarkan, tetapi juga dapat membantu meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan pengalaman berkendara secara keseluruhan," kata Lee.
Fitur mobil yang paling sering digunakan:
Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dunia pendidikan tinggi dinilai perlu segera mengubah pendekatan pembelajaran untuk menjawab perubahan kebutuhan industri. Keterlibatan praktisi, penguatan keterampilan nonteknis, hingga pengalaman langsung dosen di dunia usaha dinilai semakin penting di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau AI.
Hal tersebut mengemuka dalam CEO Talks 2026: Shaping the Future of Business Education yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga di Tugu Kunstkring Paleis, Menteng, Jakarta.
Dua tokoh bisnis yang hadir, Ignasius Jonan dan CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi, sama-sama menyoroti masih adanya kesenjangan antara pendidikan yang diberikan perguruan tinggi dan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.
Jonan menilai salah satu perubahan yang perlu dilakukan adalah memperbesar keterlibatan praktisi dalam proses pendidikan. Menurut dia, sedikitnya sepertiga tenaga pengajar di perguruan tinggi, terutama pada program pascasarjana, seharusnya berasal dari kalangan praktisi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Praktisi, kata Jonan, dapat terlibat sebagai dosen pengampu mata kuliah utama maupun asisten pengajar. Kehadiran mereka dinilai penting agar mahasiswa tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga memahami persoalan nyata yang dihadapi dunia usaha.
Jonan juga menyoroti aspek kesejahteraan tenaga kependidikan. Menurut dia, perguruan tinggi tidak mungkin membangun kualitas pendidikan yang berkelanjutan apabila kesejahteraan orang-orang yang menjalankan institusi pendidikan masih diabaikan.
"Sistem pendidikan yang unggul tidak dapat berjalan tanpa kesejahteraan pengelola yang layak. Jika penghasilan dan kompensasi tidak mendukung, kualitas yang ditargetkan mustahil tercapai," kata Jonan.
Ia membandingkan pengelolaan tersebut dengan praktik di institusi pendidikan global seperti London Business School, yang menurutnya menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu fondasi utama pendidikan.
Sementara itu, CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi menilai tantangan pendidikan tinggi menjadi semakin besar seiring meluasnya penggunaan AI. Menurut Neneng, akses terhadap teori dan pengetahuan formal kini semakin mudah. Mahasiswa dapat memanfaatkan berbagai teknologi berbasis AI untuk memperoleh informasi atau mempelajari konsep akademik dalam waktu singkat.
Kondisi tersebut membuat perguruan tinggi perlu menggeser fokus pendidikan menuju kemampuan yang tidak mudah digantikan teknologi.
"Transformasi ini sangat mendesak. Teori kini bisa dipelajari dari mana saja menggunakan AI, namun soft skills dan pengalaman praktis tidak dapat digantikan," kata Neneng.
Ia menyebut kemampuan interpersonal, berpikir kritis, beradaptasi, berkomunikasi, serta menyelesaikan persoalan nyata akan menjadi pembeda penting bagi lulusan ketika memasuki pasar kerja.
Karena itu, Neneng menilai program magang tidak cukup hanya diberikan kepada mahasiswa. Perguruan tinggi juga perlu membuka ruang bagi dosen untuk memperoleh pengalaman langsung di perusahaan melalui skema faculty immersion.
"Selain program magang mahasiswa yang berkualitas, para dosen juga perlu terjun langsung menjadi bagian dari dinamika perusahaan agar memiliki pemikiran yang lebih terbuka terhadap kebutuhan nyata industri," kata Neneng.
Menurut dia, pengalaman tersebut dapat membantu dosen memahami bagaimana teknologi, pola kerja, kebutuhan kompetensi, dan model bisnis berubah secara cepat.
sumber : Antara
Palangka Raya (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran mengajak masyarakat meningkatkan ikhtiar lahir dan batin dalam menghadapi musim kemarau panjang yang berpotensi memperparah kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Salah satunya melalui pelaksanaan shalat istisqa serta doa bersama di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu, yang diikuti jajaran pemerintah daerah, TNI/Polri, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan masyarakat.
"Musim kemarau ini telah memicu terjadinya kekeringan serta meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan yang mengancam kesehatan, lingkungan, serta roda perekonomian masyarakat kita," kata Agustiar di Palangka Raya, Minggu.
Pemprov Kalteng bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI/Polri, relawan, dan masyarakat telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi dan menangani karhutla.
Upaya tersebut, kata dia, dilakukan melalui penyiagaan personel, pemadaman titik api melalui jalur darat dan udara, hingga pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.
"Namun, berbagai ikhtiar lahiriah tersebut perlu kita sempurnakan dengan ikhtiar batiniah, yakni berserah diri dan memohon pertolongan Allah SWT," ujarnya.
Menurut Agustiar, shalat istisqa dan doa bersama menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk melakukan muhasabah, mengoreksi diri, bertaubat serta memohon ampunan atas berbagai kekhilafan dan dosa.
"Sebagai makhluk yang lemah di hadapan Sang Pencipta, segala ikhtiar fisik tersebut harus kita sempurnakan dengan ikhtiar batiniah," katanya.
Agustiar juga mengingatkan masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan selama musim kemarau. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta menggunakan persediaan air bersih secara bijak dan efisien.
Ia juga mengimbau masyarakat menjaga kesehatan dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk serta menggunakan masker sebagai upaya perlindungan diri.
Pewarta: Muhammad Arif Hidayat
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Minggu, 23 Agustus 2026 11:33 WIB
Aktivitas keberangkatan dan kedatangan penumpang kereta api di Stasiun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (22/8/2026). ANTARA/HO-KAI Purwokerto
Purwokerto (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto menilai sejumlah kegiatan di wilayah Purwokerto, Kabupaten Banyumasan, Jawa Tengah, turut meningkatkan mobilitas masyarakat menuju kota tersebut.
Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto M As’ad Habibuddin di Purwokerto, Minggu, mengatakan hal itu terlihat dari jumlah penumpang yang tiba di Stasiun Purwokerto pada Sabtu (22/8) mencapai 6.870 orang.
Menurut dia, jumlah tersebut menunjukkan peningkatan sekitar 32 persen dibandingkan rata-rata harian kedatangan penumpang selama Agustus 2026 sebanyak 5.190 penumpang.
Selain itu, kata dia, peningkatan jumlah kedatangan tersebut menunjukkan kereta api menjadi salah satu pilihan transportasi masyarakat untuk menghadiri berbagai kegiatan di Purwokerto dan sekitarnya.
“Kami senang dapat mendukung kemudahan akses masyarakat untuk datang ke Purwokerto dengan perjalanan yang aman dan nyaman,” katanya.
Menurut dia, sejumlah kegiatan yang berlangsung pada akhir pekan turut menjadi faktor yang mendorong peningkatan mobilitas masyarakat menuju Purwokerto.
Ia mencontohkan Festival Kentongan Banyumas 2026 yang digelar pada Sabtu (22/8) malam tidak hanya menjadi ruang pelestarian seni dan budaya lokal, juga salah satu atraksi wisata yang menarik minat masyarakat dari berbagai daerah.
Sementara Purwokerto City Run 2026 yang digelar pada Minggu (23/8) pagi, kata dia, turut menjadi daya tarik bagi pelari dari berbagai daerah untuk datang ke Banyumas.
“Berdasarkan data KAI Daop 5 Purwokerto, mayoritas penumpang yang tiba di Stasiun Purwokerto pada Sabtu (22/8) berasal dari sejumlah kota besar di Pulau Jawa, antara lain Jakarta, Yogyakarta, serta berbagai daerah lainnya,” kata dia menjelaskan.
Lebih lanjut, dia mengatakan KAI Daop 5 Purwokerto terus mendukung kemudahan mobilitas masyarakat yang ingin menghadiri berbagai kegiatan maupun melakukan aktivitas wisata dan perjalanan lainnya di wilayah Purwokerto dan sekitarnya.
Selain berbagai kegiatan tersebut, kata dia, momentum libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW pada Selasa (25/8) juga berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat.
Menurut dia, hal itu disebabkan sebagian masyarakat mengambil cuti pada hari Senin (24/8) sehingga berpotensi menjadi bagian dari periode libur panjang yang mendorong peningkatan perjalanan masyarakat menggunakan kereta api.
Sebagai upaya untuk mendukung kenyamanan pelanggan, pihaknya menghadirkan berbagai fasilitas dan layanan, antara lain area bermain anak secara gratis di sejumlah stasiun besar, menjaga kebersihan dan kenyamanan fasilitas stasiun, serta memberikan pelayanan optimal dari petugas di stasiun maupun selama perjalanan.
“Kepercayaan masyarakat menjadi motivasi bagi KAI untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di seluruh aspek operasional. Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi, termasuk untuk mengakses berbagai kegiatan dan destinasi di Banyumas,” katanya..
Ia mengatakan KAI terus mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama sekaligus menghadirkan layanan yang semakin andal, nyaman dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.
Pihaknya ingin setiap perjalanan bersama kereta api menjadi pengalaman yang aman, nyaman dan berkesan bagi masyarakat.
“Oleh karena itu, kami terus melakukan peningkatan kualitas layanan, baik di stasiun maupun selama perjalanan, agar semakin mampu menjawab kebutuhan pelanggan,” kata As’ad.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Minggu, 23 Agustus 2026, 11:31 WIB
Warta Ekonomi, Lombok Tengah -
Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman rumah adat di Dusun Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu malam (22/8/2026) sekitar pukul 20.30 WITA.
Berdasarkan informasi yang didapat dari BPBD NTB, api dengan cepat meluas dan menghanguskan sebagian besar bangunan permukiman adat serta harta benda milik warga. Penyebab kebakaran hingga kini masih belum diketahui dan masih dalam penyelidikan. Setidaknya ada 120 unit rumah di desa adat Sade yang terbakar.
Besarnya dampak kebakaran membuat total kerugian material masih dalam proses pendataan. Sementara itu, warga yang terdampak membutuhkan bantuan, terutama tempat tinggal sementara berupa tenda pengungsian.
Petugas langsung dikerahkan untuk menangani kebakaran. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lombok Tengah bersama sejumlah instansi berupaya memadamkan api dan mencegahnya meluas.
Bantuan juga datang dari Damkarmat BPBD Provinsi NTB, Damkarmat Lombok Barat, Damkarmat Lombok Timur, Damkarmat Kota Mataram, serta mobil tangki dari ITDC untuk memasok kebutuhan air selama proses pemadaman.
Penanganan di lokasi turut melibatkan personel TNI/Polri, BPBD Lombok Tengah, Dinas Sosial Lombok Tengah, dan aparat desa.
Setelah berjibaku dengan kobaran api, petugas akhirnya berhasil memadamkan kebakaran. Proses selanjutnya dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
BPBD Lombok Tengah juga telah mendirikan tenda pengungsian bagi warga yang terdampak kebakaran.
Warga Diminta Waspadai Korsleting Listrik
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran, terutama yang disebabkan oleh korsleting atau hubungan arus pendek listrik.
Warga disarankan rutin memeriksa kabel dan instalasi listrik, tidak menggunakan kabel maupun stop kontak yang rusak, serta menghindari penggunaan terlalu banyak colokan dalam satu stop kontak.
Baca Juga: Prabowo Keluarkan Peringatan Keras! Perusahaan Nakal Penyebab Kebakaran Hutan Bakal Dilibas
Baca Juga: KSAL Sebut Karhutla di Kalimantan Tidak Separah yang Viral di Media Sosial
Baca Juga: Pertamina Pulihkan 56 SPBU di Flores, Distribusi BBM Kembali Normal Usai Gempa NTT
Peralatan elektronik yang tidak digunakan juga sebaiknya dicabut, terutama ketika rumah ditinggalkan. Kabel perlu dijauhkan dari sumber panas dan air, sementara instalasi listrik sebaiknya menggunakan perangkat pengaman yang sesuai standar.
Jika muncul bau hangus, percikan api, atau tanda-tanda gangguan listrik, warga diminta segera memutus aliran listrik dan mengambil langkah pengamanan.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat juga dianjurkan menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) atau peralatan pemadaman sederhana di tempat yang aman dan mudah dijangkau.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Minggu, 23 Agustus 2026 11:31 WIB
Peserta Tel-U Purwokerto City Run 2026 kategori 5 kilometer meninggalkan garis start di jalanan Telkom University (Tel-U) Kampus Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (23/8/2026) pagi. ANTARA/Sumarwoto
Purwokerto (ANTARA) - Direktur Telkom University (Tel-U) Kampus Purwokerto Tenia Wahyuningrum mengatakan Tel-U Purwokerto City Run (PCR) 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, juga sarana memperkenalkan budaya dan produk UMKM lokal kepada peserta dari berbagai daerah.
Ditemui di sela penyelenggaraan PCR 2026 yang mengambil start dan finis di Tel-U Kampus Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu pagi, dia mengatakan pemilihan Purwokerto sebagai lokasi kegiatan bertujuan memperkenalkan karakter Kota Purwokerto, mulai dari budaya lokal hingga potensi UMKM yang dimiliki daerah tersebut.
“Selain lari, event olahraga itu mau mengangkat budaya lokal Purwokerto dan UMKM juga,” katanya menegaskan.
Dia mengatakan rangkaian PCR 2026 meliputi lomba lari dengan tiga kategori, yakni 10 kilometer, 5 kilometer, dan 3 kilometer.
Setelah lomba, kegiatan dilanjutkan dengan hiburan Zumba serta pemberian penghargaan kepada para peserta.
Dia menjelaskan PCR merupakan kegiatan tahunan yang telah digelar sejak 2017, namun sempat terhenti pada 2024-2025 karena proses penyatuan institusi dan kembali digelar pada 2026 dengan membawa nama Tel-U.
“Pada 2026 kita bangkit lagi. Dulu masih menggunakan nama ITTP (Institut Teknologi Telkom Purwokerto),” katanya menjelaskan.
Oleh karena itu, kata dia, PCR 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan Tel-U Kampus Purwokerto sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan lari.
Selain mengangkat potensi lokal, kata dia, PCR 2026 menghadirkan pengalaman berbeda melalui penerapan teknologi digital.
Menurut dia, peserta dapat memanfaatkan fitur live tracking untuk memantau perjalanan dan hasil lomba.
“Baru pertama kali ada city run yang ada live tracking-nya. Semuanya sudah digital, bisa di-track nanti waktunya dan personal best-nya berapa,” ujarnya.
Tenia mengatakan penerapan teknologi tersebut sejalan dengan tema PCR 2026, yakni Digital on Larine Urip, yang memadukan olahraga, teknologi, serta pengenalan potensi lokal Purwokerto.
Sementara itu, Rektor Tel-U Prof Suyanto mengatakan PCR 2026 merupakan pelaksanaan yang kesembilan sejak pertama kali digelar pada 2017.
Menurut dia, kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.200 peserta dari berbagai kalangan.
“Alhamdulillah, ini pertama kalinya saya ikut meramaikan,” katanya.
Ia mengaku mengikuti kategori lari 5 kilometer dan menyelesaikannya tanpa berhenti dalam waktu sekitar 37 menit.
Ia menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk menikmati suasana Kota Purwokerto sekaligus berinteraksi dengan peserta lainnya.
“Sambil ngobrol, diskusi, sambil lari pelan-pelan menjaga kebersamaan dan ketahanan sampai finis,” katanya.
Ia memastikan kegiatan PCR akan terus dilaksanakan setiap tahun dan semakin berkembang.
Bahkan, Prof Suyanto mengharapkan kegiatan sejenis dapat digelar di lingkungan Tel-U lainnya, termasuk Bandung yang memiliki jumlah mahasiswa lebih besar.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.