Kebakaran Hebat Hanguskan 120 Rumah Adat di Dusun Sade Lombok Tengah

calendar_today 23.08.2026 - person  - timer ~

Minggu, 23 Agustus 2026, 11:31 WIB

Warta Ekonomi, Lombok Tengah -

Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman rumah adat di Dusun Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu malam (22/8/2026) sekitar pukul 20.30 WITA.

Berdasarkan informasi yang didapat dari BPBD NTB, api dengan cepat meluas dan menghanguskan sebagian besar bangunan permukiman adat serta harta benda milik warga. Penyebab kebakaran hingga kini masih belum diketahui dan masih dalam penyelidikan. Setidaknya ada 120 unit rumah di desa adat Sade yang terbakar.

Besarnya dampak kebakaran membuat total kerugian material masih dalam proses pendataan. Sementara itu, warga yang terdampak membutuhkan bantuan, terutama tempat tinggal sementara berupa tenda pengungsian.

Petugas langsung dikerahkan untuk menangani kebakaran. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lombok Tengah bersama sejumlah instansi berupaya memadamkan api dan mencegahnya meluas.

Bantuan juga datang dari Damkarmat BPBD Provinsi NTB, Damkarmat Lombok Barat, Damkarmat Lombok Timur, Damkarmat Kota Mataram, serta mobil tangki dari ITDC untuk memasok kebutuhan air selama proses pemadaman.

Penanganan di lokasi turut melibatkan personel TNI/Polri, BPBD Lombok Tengah, Dinas Sosial Lombok Tengah, dan aparat desa.

Setelah berjibaku dengan kobaran api, petugas akhirnya berhasil memadamkan kebakaran. Proses selanjutnya dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

BPBD Lombok Tengah juga telah mendirikan tenda pengungsian bagi warga yang terdampak kebakaran.

Warga Diminta Waspadai Korsleting Listrik

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran, terutama yang disebabkan oleh korsleting atau hubungan arus pendek listrik.

Warga disarankan rutin memeriksa kabel dan instalasi listrik, tidak menggunakan kabel maupun stop kontak yang rusak, serta menghindari penggunaan terlalu banyak colokan dalam satu stop kontak.

Baca Juga: Prabowo Keluarkan Peringatan Keras! Perusahaan Nakal Penyebab Kebakaran Hutan Bakal Dilibas

Baca Juga: KSAL Sebut Karhutla di Kalimantan Tidak Separah yang Viral di Media Sosial

Baca Juga: Pertamina Pulihkan 56 SPBU di Flores, Distribusi BBM Kembali Normal Usai Gempa NTT

Peralatan elektronik yang tidak digunakan juga sebaiknya dicabut, terutama ketika rumah ditinggalkan. Kabel perlu dijauhkan dari sumber panas dan air, sementara instalasi listrik sebaiknya menggunakan perangkat pengaman yang sesuai standar.

Jika muncul bau hangus, percikan api, atau tanda-tanda gangguan listrik, warga diminta segera memutus aliran listrik dan mengambil langkah pengamanan.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat juga dianjurkan menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) atau peralatan pemadaman sederhana di tempat yang aman dan mudah dijangkau.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan