Jumat, 7 Agustus 2026 - 01:10 WIB
VIVA – Di tengah tekanan besar yang tengah dihadapi Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026, pelatih John Herdman menegaskan bahwa turnamen ini hanyalah bagian dari perjalanan panjang yang sedang dibangun Skuad Garuda.
Baca Juga
Indonesia memang berada dalam situasi genting. Kekalahan 0-3 dari Vietnam membuat langkah Marc Klok dan kawan-kawan berada di ujung tanduk. Garuda kini wajib mengalahkan Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat malam, 7 Agustus 2026, jika ingin menjaga asa lolos ke babak semifinal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, di balik tekanan tersebut, Herdman mengungkapkan target besarnya sejak pertama kali menerima tawaran menangani Timnas Indonesia.
Baca Juga
Pelatih asal Inggris itu menegaskan ambisi utamanya bukan sekadar membawa Indonesia berjaya di Piala AFF, melainkan mengantarkan Garuda tampil di Piala Dunia 2030.
"Kalau dilihat dari sudut pandang pelatih, Piala Dunia 2030 adalah tujuan utama bagi Indonesia," kata Herdman dalam konferensi pers jelang laga melawan Singapura.
Baca Juga
Menurut Herdman, seluruh agenda yang dijalani Timnas Indonesia saat ini merupakan bagian dari tahapan menuju target besar tersebut.
Ia menyebut Piala Asia 2027 hingga ASEAN Championship menjadi proses penting dalam membentuk tim yang mampu bersaing di level tertinggi.
"Kalau ditarik mundur dari target itu, ada Piala Asia 2027, kemudian FIFA ASEAN Cup dan AFF. Semua itu adalah bagian dari perjalanan kami," ujarnya.
Herdman menilai turnamen seperti ASEAN Championship memberikan pengalaman yang tidak bisa diperoleh hanya melalui laga uji coba internasional.
Baginya, atmosfer kompetisi dengan sistem fase grup hingga babak gugur menjadi ujian sesungguhnya bagi mental dan karakter pemain.
"Semua langkah ini membantu kami memahami sepak bola turnamen. Turnamen sangat berbeda dibanding sekadar memainkan pertandingan FIFA Matchday. Kami harus memahami bagaimana menghadapi tekanan dan dinamika kompetisi seperti ini," ucapnya.
Tak hanya itu, Herdman mengungkapkan ASEAN Championship 2026 juga menjadi panggung untuk menilai kualitas pemain-pemain yang berkompetisi di liga domestik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selama lebih dari satu bulan terakhir, ia mengaku memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membangun fondasi permainan sekaligus mengenali karakter para pemain.
"Kami sudah bersama sekitar 33 hari. Kami membangun rasa persaudaraan, membentuk identitas permainan, dan mengenal para pemain lebih dalam."
Halaman Selanjutnya
"Turnamen ini menjadi kesempatan bagi pemain-pemain domestik Indonesia untuk menunjukkan bahwa mereka layak menjadi bagian dari skuad menuju Piala Asia 2027 dan Piala Dunia 2030," jelasnya.
Jumat, 7 Agustus 2026 - 00:50 WIB
Jakarta, VIVA – Polemik penemuan ratusan senjata api di sebuah yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel), memasuki babak baru.
Baca Juga
Kubu mantan Ketua Yayasan berinisial IWD membantah adanya kepemilikan senjata ilegal dan mengklaim seluruh senjata yang ditemukan telah mengantongi izin.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin sekaligus kuasa hukum IW, Alhadid Endar Putra, mengatakan 995 senjata yang menjadi temuan tersebut telah berada di lokasi sejak 2020.
Baca Juga
"Kalau mau tahu sejarahnya itu dulunya di situ udah ada dari tahun 2020," ujar Alhadid kepada wartawan, dikutip Jumat, 7 Agustus 2026.
Menurut Alhadid, ratusan senjata tersebut sebelumnya digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak di lingkungan yayasan. Namun, aktivitas itu disebut terhenti setelah muncul sengketa internal di yayasan.
Baca Juga
"Dan semua orang juga tahu, kita LOKTA, PT Lokta Karya Perbakin itu berizin dan itu sudah disepakati dan diketahui untuk kegiatan ekskul menembak," tuturnya.
Ia juga menegaskan, 995 senjata yang dimaksud bukan merupakan senjata api, melainkan airsoft gun. Bahkan, menurutnya, seluruh airsoft gun tersebut sudah tidak lagi dapat digunakan.
Di sisi lain, Alhadid membantah temuan senjata api, narkoba maupun VCD porno yang sebelumnya disebut ditemukan di lokasi merupakan milik kliennya.
"Bukan. Senpi yang api itu bukan. Kita udah klarifikasi juga di Polres, itu ada pemiliknya dan itu ada izinnya juga. Kita kasih izinnya. Nah kalau narkoba ini sama video porno ini apa ya itu vcd lagi Saya nggak tahu punya siapa," kata dia.
Ia mengaku pihaknya tidak mengetahui kondisi ruangan ketua yayasan sejak April 2026. Menurutnya, sejak saat itu kliennya tidak lagi memiliki akses masuk ke ruangan tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Nah, kita nggak tahu, kita nggak boleh masuk ini dari April. Jadi apa aja yang mereka rencanakan, apa aja yang mereka taruh di dalam situ, apa aja yang mereka setting dalam situ kita nggak tahu," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, polisi tengah menyelidiki temuan senjata yang terdiri atas senjata api dan airsoft gun di salah satu ruangan yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Halaman Selanjutnya
Kasus tersebut kini masih dalam tahap penyelidikan. Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Polisi Joko Adi Wibowo mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan senjata tersebut pada 15 Juli 2026.
Jumat, 7 Agustus 2026 - 00:40 WIB
VIVA – Timnas Indonesia dihadapkan pada laga penentuan saat bertandang ke markas Singapura dalam pertandingan terakhir Grup A ASEAN Championship 2026. Duel di Stadion Jalan Besar, Jumat malam, 7 Agustus 2026, bukan sekadar soal gengsi, tetapi menjadi penentu nasib Skuad Garuda di turnamen.
Baca Juga
Pasukan John Herdman wajib membawa pulang tiga poin jika ingin memastikan langkah ke babak semifinal. Hasil imbang ataupun kekalahan akan membuat Indonesia harus mengakhiri perjalanan lebih cepat di ajang sepak bola terbesar Asia Tenggara tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski di atas kertas Indonesia memiliki materi pemain yang lebih mentereng, Garuda tak boleh terlena. Singapura sudah membuktikan diri sebagai salah satu tim paling konsisten di Grup A.
Baca Juga
The Lions saat ini menempati posisi kedua klasemen dengan koleksi tujuh poin, unggul satu angka atas Indonesia yang berada di peringkat ketiga.
Sepanjang fase grup, Singapura sukses mengalahkan Kamboja dengan skor 2-1 dan menundukkan Timor Leste 2-0. Mereka juga mampu menahan imbang Vietnam tanpa gol, sebuah hasil yang menunjukkan kokohnya organisasi permainan tim asuhan Gavin Lee.
Baca Juga
Di balik hasil impresif tersebut, Singapura memiliki satu senjata yang patut diwaspadai Timnas Indonesia, yakni serangan dari sektor sayap.
Skema itu menjadi andalan The Lions dalam membongkar pertahanan lawan.
Saat menghadapi Kamboja, gol pembuka Singapura lahir dari pergerakan cepat di sisi lapangan. Umpan terobosan dari sektor kanan berhasil dimanfaatkan Shawal Anuar untuk membawa timnya unggul.
Gol kedua juga berawal dari bola mati di sisi sayap. Umpan yang dikirim ke kotak penalti berhasil menciptakan kemelut sebelum akhirnya diselesaikan Ilhan Fandi menjadi gol.
Ancaman serupa kembali terlihat ketika Singapura menghadapi Timor Leste. Gelandang kreatif Kyoga Nakamura menjadi aktor utama lewat kualitas umpan silangnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada gol pertama, umpan akurat Nakamura dari sisi lapangan disambut sundulan Ilhan Fandi yang gagal diantisipasi kiper lawan.
Tak berhenti sampai di situ, Nakamura kembali menunjukkan visi bermainnya saat mengirim umpan silang matang yang diselesaikan Song Ui Young melalui sundulan untuk memastikan kemenangan 2-0.
Halaman Selanjutnya
Melihat pola permainan tersebut, Timnas Indonesia dituntut tampil disiplin, terutama dalam mengawal pergerakan pemain-pemain sayap Singapura.
Jumat, 7 Agustus 2026 - 00:36 WIB
VIVA – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mulai membenahi sejumlah kekurangan skuad Garuda jelang menghadapi Singapura pada lanjutan ASEAN Championship 2026.
Baca Juga
Salah satu perhatian utama pelatih asal Inggris tersebut adalah masalah penyelesaian akhir yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi anak asuhnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Timnas Indonesia akan menjalani laga krusial menghadapi Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat 7 Agustus 2026. Pertandingan tersebut menjadi penentu langkah Garuda untuk menjaga peluang lolos ke babak semifinal.
Baca Juga
Tekanan besar kini berada di pundak Marc Klok dan kawan-kawan setelah mengalami kekalahan telak 0-3 dari Vietnam pada pertandingan sebelumnya.
Sebelum tumbang dari Vietnam, Timnas Indonesia sempat tampil meyakinkan dengan mengalahkan Kamboja 5-1 dan Timor Leste 3-0. Namun, performa lini depan Garuda mendapat sorotan karena masih kesulitan membongkar pertahanan lawan.
Baca Juga
Saat menghadapi Timor Leste, Indonesia bahkan baru mampu memecah kebuntuan pada 15 menit terakhir pertandingan. Situasi tersebut membuat Herdman melihat ada aspek yang harus segera diperbaiki.
Menurutnya, para pemain Garuda perlu lebih tenang dan efektif ketika sudah memasuki area berbahaya lawan.
"Menurut saya, area yang perlu ditingkatkan adalah akurasi kami saat berada di dalam maupun di sekitar kotak penalti," ujar Herdman dalam konferensi pers jelang laga melawan Singapura, Kamis 6 Agustus 2026.
Meski demikian, Herdman tidak ingin para pemainnya justru terbebani dengan tuntutan mencetak gol. Ia menilai tekanan berlebihan bisa membuat pemain kehilangan ketenangan saat mengambil keputusan.
"Semakin besar perhatian yang dicurahkan pada hal itu, semakin besar pula tekanan dan beban mental yang dirasakan para pemain. Padahal mereka membutuhkan ketenangan agar bisa memanfaatkan momen-momen tersebut," jelasnya.
Mantan pelatih Timnas Kanada itu menegaskan, persoalan finishing bukan satu-satunya faktor yang akan menentukan hasil pertandingan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Herdman meminta para pemain tetap percaya dengan proses permainan yang sedang dibangun, terutama setelah melihat beberapa hal positif saat menghadapi Vietnam.
"Menurut saya itu bukan sesuatu yang secara khusus kami fokuskan. Ketika melihat realitas turnamen, kami harus memperhatikan aspek yang perlu ditingkatkan dan melihat perkembangannya," kata Herdman.
Halaman Selanjutnya
"Selalu ada keseimbangan agar tidak terlalu membebani pemain untuk mencetak gol. Bagi kami, yang lebih penting adalah prosesnya. Ada
Jumat, 7 Agustus 2026 - 00:34 WIB
VIVA – John Herdman tak ingin kekalahan dari Vietnam menjadi beban yang terus menghantui Timnas Indonesia. Pelatih asal Kanada itu justru melihat laga melawan Singapura sebagai kesempatan emas bagi skuad Garuda untuk menunjukkan karakter sekaligus membuktikan bahwa mereka layak melangkah ke semifinal ASEAN Championship 2026.
Baca Juga
Duel krusial tersebut akan digelar di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat, 7 Agustus 2026. Hanya kemenangan yang bisa membawa Indonesia menjaga asa melangkah ke babak semifinal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memastikan anak asuhnya sudah siap bangkit. Ia menegaskan kekalahan dari Vietnam tidak boleh terus menghantui para pemain.
Baca Juga
Menurut Herdman, masih banyak hal positif yang ditunjukkan skuad Garuda pada pertandingan sebelumnya. Namun, ia mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi, terutama dalam transisi bertahan.
"Ada banyak hal positif dari penampilan kami saat melawan Vietnam, meski transisi bertahan kami beberapa kali terlalu terbuka. Itu adalah area yang akan kami perbaiki," ujar Herdman, dikutip dari situs resmi ASEAN United.
Baca Juga
Pelatih asal Kanada itu juga menilai Singapura merupakan lawan dengan karakter permainan yang sangat berbeda dibanding Vietnam. Karena itu, ia meminta para pemain melupakan hasil pertandingan sebelumnya dan fokus sepenuhnya menghadapi tantangan baru.
"Singapura adalah tim yang sangat berbeda dengan Vietnam. Setiap pertandingan menghadirkan tantangan yang berbeda, dan Singapura memiliki identitas serta kualitas yang berbeda. Para pemain memahami betapa pentingnya pertandingan ini," katanya.
Menghadapi laga hidup-mati tersebut, Herdman menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara ketenangan dan semangat juang.
Ia ingin para pemain tetap disiplin menjalankan strategi, namun tetap tampil penuh determinasi demi mengamankan kemenangan.
"Tugas saya sebagai pelatih adalah menjaga mereka tetap tenang dan fokus pada proses yang menyatukan tim serta membantu kami memenangkan pertandingan. Mereka akan siap," tegasnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Situasi Indonesia memang tidak mudah. Sementara Garuda wajib menang, Singapura hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan tiket ke semifinal.
Meski demikian, Herdman tidak yakin tim tuan rumah akan memilih bermain bertahan sepanjang pertandingan.
Halaman Selanjutnya
Menurutnya, Singapura tetap memiliki keberanian untuk memainkan sepak bola menyerang sehingga duel nanti diprediksi berlangsung terbuka.
Jumat, 7 Agustus 2026 - 00:30 WIB
Jakarta, VIVA – Ratusan senjata api (senpi), amunisi, aksesoris senjata, alat pembuat peluru hingga barang yang diduga narkotika ditemukan di ruang eks ketua yayasan sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Baca Juga
Temuan tersebut berawal saat pihak yayasan membuka ruangan tersebut pada 10-11 Juli 2026. Hasilnya, ditemukan 995 pucuk senjata beserta amunisi serta aksesori senjata.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ruangan lain kemudian dibuka pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kemudian, ditemukan komponen senjata, peluru, alat pembuat amunisi, barang yang diduga sabu, dua linting ganja, serta sekitar puluhan CD porno.
Baca Juga
“Pada tanggal 10 dan tanggal 11 Juli hampir satu bulan yang lalu kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk ada amunisi dan juga beberapa aksesoris senjata yang lain,” ungkap kuasa hukum yayasan, Hermawanto, dikutip Jumat, 7 Agustus 2026.
“Pada tadi malam kami menemukan kembali beberapa senjata. Termasuk juga menemukan narkoba dan juga menemukan CD porno,” sambungnya.
Baca Juga
Hermawanto menjelaskan ruangan tersebut baru bisa dibuka setelah yayasan meminta pendampingan Polres Metro Jakarta Selatan.
Menurut dia, pengurus baru tidak memiliki akses karena seluruh kunci ruangan dibawa mantan ketua yayasan setelah diberhentikan dari jabatannya.
“Ketika mereka tidak boleh lagi beraktivitas atas nama yayasan, seluruh kunci-kunci itu dibawa sama mereka sehingga kita tidak punya akses. Akhirnya kita meminta pendampingan kepolisian untuk membuka ruangan itu. Ketika kita buka ruangannya ternyata berisi senjata dan ada narkobanya,” kata dia.
Ia menegaskan seluruh temuan terbaru berasal dari ruangan yang sebelumnya digunakan oleh eks ketua yayasan.
"Hari ini kami membuat pelaporan baru yaitu temuan narkotika, CD porno dan alat pencetak peluru. Semua ditemukan di dalam ruangan Ketua Yayasan yang sudah kami pecat,” katanya.
Menurut Hermawanto, setiap pembukaan ruangan selalu dilakukan bersama polisi agar seluruh proses terdokumentasi dan setiap barang yang ditemukan bisa langsung diamankan penyidik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kami meminta pendampingan dari kepolisian. Kepolisian Polres Metro Jakarta Selatan selalu mendampingi kami dari setiap prosesnya,” ujarnya.
Ia juga meminta penyidik mengusut tuntas asal-usul seluruh senjata melalui pemeriksaan forensik.
Halaman Selanjutnya
“Persisnya senjata itu apa saja, jenisnya bagaimana, kewenangan penyidik untuk melakukan verifikasi. Kami minta ada uji forensik juga terhadap senjata itu untuk memberikan kepastian bahwa senjata ini milik siapa juga, jenisnya apa dan sebagainya,” kata Hermawanto.
Jumat, 7 Agustus 2026 - 00:18 WIB
Jakarta, VIVA – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengatakan, burn out bukan alasan bagi tenaga kesehatan dan tenaga medis untuk bersikap buruk ke pasien, merespons dugaan komentar nirempati di media sosial dari nakes ke seorang pasien BPJS Kesehatan.
Baca Juga
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar IDI Wiweka mengatakan, berdasarkan pasal 21 Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI), dokter harus menjaga kesehatannya baik kesehatan fisik maupun kesehatan mental, termasuk dari risiko burn out.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Ya mungkin dia kelelahan atau apa, tapi dalam ranah atau rangka pelaksanaan pelayanan kesehatan atau praktek profesinya dia harus mampu mengedepankan etika. Itu tidak dibenarkan," katanya.
Baca Juga
Photo :
Dia menyebutkan, menjadi tenaga kesehatan dan tenaga medis berarti menjunjung etika terhadap pasien, terlebih pelayanan kesehatan berkaitan dengan nyawa orang. Dokter, katanya, bukan menjanjikan hasil, namun menjanjikan perbuatan yang terbaik.
Baca Juga
Wiweka menyebutkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) guna klarifikasi, merespons identifikasi 10 tenaga kesehatan dan tenaga medis yang diduga mengirimkan komentar-komentar nirempati tersebut.
Setelah itu, katanya, akan dilakukan pembinaan.
Terkait sanksi, Wiweka menyebutkan bahwa sanksi diberikan sesuai pendalaman. Apabila perilaku tersebut sarat dengan dugaan pelanggaran etik, maka dilakukan sidang etik.
"Sanksinya juga sesuai dengan gradasi dugaan pelanggaran. Tapi konsepnya kita tetap adalah pembinaan, karena etika itu perlu dilakukan pembinaan, drill yang berulang-ulang sehingga bisa menjadi budaya," katanya.
Konsil Kesehatan Indonesia mengatakan, pihaknya mengidentifikasi 10 tenaga kesehatan dan tenaga medis yang diduga berkomentar nirempati ke seorang almarhum peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di media sosial, dan akan melakukan investigasi lebih lanjut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Anggota Pimpinan KKI dr. Mohammad Syahril menyebutkan, pihaknya akan melakukan investigasi bersama organisasi profesi, institusi pendidikan, fasilitas kesehatan, pemerintah daerah untuk menentukan jenis pelanggaran yang dilakukan, apakah pelanggaran etika, disiplin profesi, atau pelanggaran hukum.
Seiring investigasi, katanya, ada potensi diidentifikasinya lebih banyak tenaga kesehatan dan tenaga medis yang diduga mengirimkan komentar nirempati ke almarhum peserta JKN Yurizal Tri Chaerawan. (Ant)
VIVA.co.id
7 Agustus 2026
Jumat, 7 Agustus 2026 - 00:12 WIB
VIVA – Timnas Indonesia tak punya pilihan lain selain menang saat menghadapi Singapura pada laga terakhir Grup A ASEAN Championship 2026. Duel penentuan itu akan berlangsung di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat malam, 7 Agustus 2026.
Baca Juga
Laga ini menjadi penentu nasib Skuad Garuda di turnamen. Kekalahan telak 0-3 dari Vietnam pada pertandingan sebelumnya membuat posisi Indonesia terlempar ke peringkat ketiga klasemen sementara dengan koleksi enam poin.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Artinya, hasil imbang apalagi kekalahan akan mengubur mimpi Indonesia melangkah ke babak semifinal. Sebaliknya, tiga poin menjadi harga mati jika ingin menjaga asa berburu gelar juara ASEAN Championship 2026.
Baca Juga
Di tengah tekanan tersebut, gelandang senior Timnas Indonesia, Marc Klok, memastikan suasana di dalam tim tetap positif. Pemain Persib Bandung itu mengakui kekalahan dari Vietnam memang menjadi pukulan berat, tetapi bukan alasan bagi Garuda untuk kehilangan kepercayaan diri.
"Kami datang ke Singapura dengan misi yang sangat jelas. Kami memulai turnamen ini dengan rasa percaya diri yang sangat tinggi," kata Klok dalam konferensi pers jelang pertandingan.
Baca Juga
Klok menilai setiap tim pasti pernah mengalami masa sulit. Baginya, kekalahan merupakan bagian dari perjalanan sebuah tim dan yang terpenting adalah bagaimana mampu bangkit setelah terjatuh.
"Kami mendapat pukulan beberapa hari yang lalu. Itu bagian dari kehidupan dan bagian dari sepak bola," ujarnya.
Pemain berusia 33 tahun itu menegaskan karakter sebuah tim tidak diukur saat meraih kemenangan, melainkan ketika mampu bangkit dari situasi yang penuh tekanan.
"Saya pikir cara terkuat untuk menunjukkan identitas sebuah tim adalah dengan mampu bangkit kembali ketika situasi sedang sulit."
"Ketika semuanya berjalan baik, sangat mudah untuk percaya diri dan menerima pujian. Tetapi tetap percaya diri di saat penuh keraguan dan kesulitan, di situlah tim sejati dan pemimpin sejati akan terlihat," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Klok pun memastikan seluruh pemain siap mengerahkan kemampuan terbaik demi membawa Indonesia lolos ke semifinal.
Menurutnya, perjuangan Garuda bukan hanya untuk para pemain dan staf pelatih, tetapi juga demi jutaan masyarakat Indonesia yang selalu memberikan dukungan.
Halaman Selanjutnya
"Saya percaya kepada tim yang akan turun besok. Kami akan memberikan segalanya, bukan hanya untuk kami sebagai pemain dan staf pelatih, tetapi juga untuk lebih dari 280 juta rakyat Indonesia yang selalu mendukung kami."
Jakarta, CNN Indonesia --
Piala Presiden 2026 tuntas digelar setelah Persebaya Surabaya berhak menyandang gelar juara. Berikut daftar penghargaan turnamen pramusim edisi kali ini.
Kapten Persebaya, Francisco Rivera, dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Presiden 2026. Permainan konsisten gelandang asal Meksiko itu punya andil penting mengantar Bajul Ijo jadi juara.
"Konsisten tampil impresif sejak fase grup hingga partai final, Francisco Rivera dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Piala Presiden 2026."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan Redaksi
"Kontribusi, kualitas, dan pengaruhnya di atas lapangan menjadi bagian penting dalam perjalanan Persebaya Surabaya meraih gelar juara," demikian keterangan resmi turnamen di Instagram.
Sementara pemilik Sepatu Emas atau predikat top skor Piala Presiden jatuh kepada striker Arema FC, Gustavo Henrique, yang sukses mengemas empat gol di sepanjang gelaran.
"Ketajaman di depan gawang mengantarkan Gustavo Henrique meraih penghargaan sebagai Pencetak Gol Terbanyak Piala Presiden 2026."
"Penampilan konsisten dan insting mencetak gol yang tajam menjadikannya salah satu pemain paling menonjol sepanjang turnamen," demikian keterangan resmi Piala Presiden 2026.
Adapun status pemain muda terbaik diberikan kepada bintang Persija Jakarta, Arlyansyah Abdulmanan.
Penampilan penuh percaya diri, konsistensi, dan kualitas di setiap kesempatan mengantarkan Arlyansyah meraih penghargaan sebagai Pemain Muda Terbaik Piala Presiden 2026.
Performa impresifnya menjadi bukti bahwa talenta muda Indonesia terus berkembang dan siap bersaing di level tertinggi.
Juara: Persebaya Surabaya
Runner up: Persib Bandung
Peringkat ketiga: Persija Jakarta
Peringkat keempat: Arema FC
Pemain Terbaik: Francisco Rivera (Persebaya Surabaya)
Pemain Muda Terbaik: Arlyansyah Abdulmanan (Persija Jakarta)
Top Skor: Gustavo Henrique (Arema FC) - 4 gol
Suporter Terbaik: Persebaya Surabaya
[Gambas:Video CNN]
(jun)
Jumat, 7 Agustus 2026 - 00:10 WIB
VIVA – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memastikan skuad Garuda datang ke Singapura dengan tekad membara untuk mengamankan tiket semifinal ASEAN Championship 2026. Menurutnya, kekalahan dari Vietnam justru membuat timnya semakin lapar untuk bangkit.
Baca Juga
Timnas Indonesia akan menghadapi Singapura pada laga pamungkas Grup A di Stadion Jalan Besar, Jumat, 7 Agustus 2026. Duel ini menjadi partai hidup-mati bagi kedua tim karena hasilnya akan menentukan siapa yang berhak melaju ke babak semifinal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Indonesia wajib meraih kemenangan. Hasil imbang apalagi kekalahan akan membuat langkah skuad Garuda terhenti di fase grup.
Baca Juga
Meski akan bermain di hadapan pendukung lawan, Herdman menegaskan anak asuhnya tidak gentar menghadapi tekanan.
Menurut pelatih asal Kanada itu, Singapura merupakan tim yang sangat disiplin dan memiliki organisasi permainan yang rapi. Namun, Indonesia juga datang dengan kualitas yang tak kalah mumpuni.
Baca Juga
"Kami harus fokus pada proses. Kami datang ke kandang lawan yang tentu akan memberikan tekanan. Singapura adalah tim yang terorganisasi dengan baik dan sulit dikalahkan. Mereka juga tidak banyak kebobolan," ujar Herdman dalam konferensi pers, Kamis, 6 Agustus 2026.
Meski memberikan respek kepada lawannya, Herdman tetap percaya diri dengan kekuatan yang dimiliki Garuda.
"Kami tahu kualitas mereka, tetapi kami juga tahu siapa kami. Indonesia adalah tim yang kuat dengan perpaduan pemain berpengalaman dan pemain muda yang lapar akan prestasi," katanya.
Herdman bahkan menyebut laga kontra Singapura menjadi ujian penting dalam proses pembentukan karakter tim nasional.
"Pertandingan seperti inilah yang dibutuhkan sebuah tim. Ini akan menjadi ujian besar bagi kami dan sangat penting untuk perkembangan tim dalam turnamen ini," ucapnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pelatih berusia 51 tahun itu juga mengakui penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah setelah Indonesia kesulitan mencetak gol dalam dua laga terakhir. Namun, ia tak ingin para pemain terbebani dengan target berlebihan.
"Kami memang perlu meningkatkan ketajaman di sekitar kotak penalti. Tetapi jika kami terlalu memikirkan itu, justru pemain akan bermain dengan beban. Yang terpenting adalah tetap percaya pada proses permainan yang sudah kami bangun," tutur Herdman.
Halaman Selanjutnya
Herdman juga menilai pertandingan melawan Vietnam tak bisa dijadikan acuan karena Singapura memiliki karakter permainan yang berbeda.