Bank Indonesia Diproyeksi Tahan Suku Bunga Acuan, Ini Pertimbangannya

calendar_today 19.08.2026 - person  - timer ~

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:51 WIB

Jakarta, VIVA – Bank Indonesia diproyeksi akan mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 5,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Agustus 2026 yang hasilnya akan diumumkan Rabu siang ini.

Baca Juga

Head of Macroeconomic & Financial Market Research Permata Bank Faisal Rachman menjelaskan bahwa faktor pendorong proyeksi tersebut antara lain inflasi yang sudah kembali ke bawah 3 persen. Hal itu juga didukung oleh perbaikan capital inflow yang mendukung nilai tukar rupiah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Faktor lain yaitu menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed lebih cepat sejalan dengan data inflasi, tenaga kerja, dan sektor riil Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan adanya tanda pelemahan, meski ketidakpastian Timur Tengah masih cukup tinggi serta pelemahan ekonomi global yang menekan kinerja neraca dagang.

Baca Juga

“Ke depan, kami masih melihat di sisa tahun 2026, BI akan cenderung mempertahankan BI-Rate meski kami tidak me-rule out kemungkinan naik jika kondisi global secara tak terduga memburuk sangat signifikan,” kata Faisal dalam jawaban tertulisnya di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026

Sementara itu, Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) juga memperkirakan BI-Rate akan bertahan di level 5,75 persen.

Baca Juga

Sebagai catatan, inflasi pada Juli 2026 melambat menjadi 2,88 persen (year on year/yoy) dari 3,34 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.

LPEM FEB UI dalam laporannya mengingatkan bahwa tekanan inflasi diperkirakan akan meningkat di beberapa bulan mendatang seiring dengan fenomena El-Nino dan musim kemarau diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Agustus dan September 2026.

Namun demikian, BI dinilai masih memiliki ruang untuk menahan BI-Rate seiring dengan meredanya tekanan eksternal secara temporer akibat tensi geopolitik di Timur Tengah yang relatif terkendali dalam beberapa minggu terakhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari sisi global, The Fed menahan suku bunga acuannya di 3,50 persen hingga 3,75 persen pada rapat Federal Open Market Comittee (FOMC) di akhir Juli lalu, meski keputusan ini diwarnai dengan perbedaan pendapat menyusul kekhawatiran akan inflasi yang berkepanjangan.

Keputusan The Fed untuk menahan suku bunga kebijakannya dapat dijustifikasi dengan mempertimbangkan melemahnya pasar tenaga kerja AS, yang tercermin dari penurunan penyerapan tenaga kerja pada Juli 2026, meskipun tingkat pengangguran turun menjadi 4,1 persen akibat kontraksi angkatan kerja.

Halaman Selanjutnya

Dari sisi domestik, sektor keuangan mengalami guncangan menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur BI. Namun, reaksi pasar relatif terjaga dan tidak sampai memicu arus modal keluar atau tekanan berkelanjutan di sektor keuangan, seiring dengan jaminan keberlanjutan kebijakan di bawah kepemimpinan Pejabat Sementara Gubernur BI Destry Damayanti.