kondisi musim kemarau membuat lahan dan vegetasi lebih mudah terbakar serta berpotensi mempercepat penyebaran api apabila tidak segera ditangani.
Rantau, Kalsel (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mencatat terjadi 129 kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Tapin dengan jumlah titik panas mencapai 2.899 titik, selama periode 1-19 Agustus 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Tapin Muhammad Nor, mengatakan kebakaran belum menunjukkan tanda-tanda mereda karena kejadian masih ditemukan hampir setiap hari.
"Kalau dari awal Agustus sampai sekarang, setiap hari ada dua sampai empat kali kejadian karhutla," ujarnya, di Rantau, Tapin, Minggu.
Dikatakan, periode 1-19 Agustus luas yang terbakar sekitar 560,69 hektare.
Menurut Muhammad Nor, kondisi musim kemarau membuat lahan dan vegetasi lebih mudah terbakar serta berpotensi mempercepat penyebaran api apabila tidak segera ditangani.
"Bagi masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api agar petugas dapat melakukan penanganan sebelum kebakaran meluas," tambahnya.
Muhammad Nor menyebutkan, BPBD Tapin mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
Dengan luas lahan terbakar yang telah mencapai lebih dari 560 hektare dalam waktu kurang dari tiga pekan, kata dia, pencegahan dinilai menjadi langkah penting untuk menekan pertambahan kasus karhutla di Tapin.
"Kami mengharapkan masyarakat bersama-sama mencegah kebakaran dan segera melaporkan apabila menemukan titik api," katanya.
Baca juga: BPBD Tapin catat 17 bencana sebagian besar Karhutla
Baca juga: Polri tetapkan 72 tersangka kasus karhutla di sembilan Polda
Pewarta: Imam Hanafi
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.