Jumat, 7 Agustus 2026 10:30 WIB
Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Sutanto (kiri) mengecek beras fortifikasi di ritel modern. ANTARA/HO-Bapanas
Jakarta (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan produsen beras fortifikasi wajib memastikan kandungan gizi sesuai klaim pada label kemasan sebagai bagian penguatan pengawasan keamanan, mutu, dan perlindungan konsumen.
"Kandungan nilai gizi harus sesuai dengan yang tertera pada label kemasan. Itu harus dipatuhi para produsen beras," kata Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Sutanto saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Ia menjelaskan beras fortifikasi merupakan beras yang diperkaya dengan zat gizi tertentu sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), sedangkan beras berklaim gizi dapat mengandung dua atau lebih zat gizi.
"Jadi begini, beras fortifikasi itu adalah beras yang diperkaya nilai gizi. Kalau fortifikasi ada SNI (Standar Nasional Indonesia). (Lalu) beras yang diperkaya dengan nilai gizi, itu bisa mengandung 2 (zat gizi), bisa lebih, rata-rata 2. Makanya masuk kelompok beras khusus," ujar Andriko.
Andriko menambahkan beras yang diperkaya kandungan gizi termasuk kelompok beras khusus karena memiliki karakteristik berbeda dibandingkan beras biasa serta wajib memenuhi ketentuan perizinan dan pengawasan pemerintah.
Ia menegaskan izin edar beras fortifikasi harus mencantumkan jenis zat gizi mikro yang ditambahkan sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan dan berpenghasilan rendah.
"Beras khusus itu salah satunya adalah beras fortifikasi atau beras yang diperkaya. Itu di dalam izin edar ditulis di situ," jelasnya.
"Zat gizi mikro yang ditambahkan ke dalam beras yang berhubungan dengan meningkatkan nilai gizi, targetnya saudara kita yang masih miskin, itu kita sebut beras fortifikasi," tambah dia.
Adapun beras fortifikasi merupakan beras sosoh yang ditambahkan dengan kernel beras fortifikan minimal 1 persen dengan tujuan untuk mendapatkan komposisi zat gizi tertentu. Untuk diketahui, sudah terbit standar yaitu Standar Nasional Indonesia (SNI) 9372:2025.
SNI tersebut menetapkan per 100 gram beras fortifikasi mengandung vitamin B1 minimal 0,25 miligram, asam folat 0,25 sampai 0,38 miligram, vitamin B12 di 1,0 sampai 1,5 mikrogram, zat besi 3,50 sampai 5,25 miligram, dan seng 3,0 sampai 4,5 miligram.
Produsen beras fortifikasi di Indonesia harus dapat memperoleh izin edar PSAT sebelum didistribusikan ke pasaran. Izin tersebut diampu oleh Bapanas bersama Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) di setiap provinsi Indonesia.
Sebelumnya, Bapanas menemukan adanya ketidaksesuaian pada beberapa merek beras khusus di tempat peredaran berdasarkan hasil pengawasan pada bulan April 2026 di wilayah Jakarta.
Diperoleh 15 sampel yang terdiri dari 3 sampel beras fortifikasi dan 12 sampel beras dengan klaim gizi. Dari 15 sampel yang menjadi hasil pengawasan Bapanas itu berasal dari 9 produsen dengan 15 merek dagang.
Hasil laboratorium menunjukkan dari 12 sampel beras dengan klaim gizi, 3 sampel memenuhi persyaratan, sedangkan 9 sampel tidak memenuhi persyaratan. Kemudian ada 3 sampel yang tidak mencantumkan informasi nilai gizi berupa persentase Angka Kecukupan Gizi (AKG) pada label kemasannya.
Pewarta : Muhammad Harianto
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Jakarta -
Chef William Gozali (Wilgoz) membongkar kronologi aksi pemerasan di balik demo restoran miliknya. Ada juga informasi mengenai 7 pengganti garam yang lebih sehat.
Chef William Gozali mengungkap dugaan pemerasan yang berujung aksi demo di restoran nonhalal miliknya. Ia membagikan kronologi lengkapnya melalui media sosial.
Jakarta punya banyak restoran Indonesia dengan cita rasa autentik yang layak dicoba. Wonderful Indonesia merilis daftar lima restoran terbaik untuk menikmati hidangan Nusantara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengurangi garam bukan berarti masakan jadi hambar. Ada sejumlah bahan alami yang bisa jadi pengganti sekaligus membuat hidangan tetap lezat dan lebih sehat.
Chef Wilgoz Bongkar Aksi Pemerasan di Balik Demo Restoran Nonhalal Miliknya Foto: Instagram @chefwillgoz
Chef William Gozali mengaku restoran nonhalal miliknya, Naked Papa di BSD, menjadi sasaran dugaan pemerasan berkedok aksi demonstrasi.
Aksi itu terjadi setelah ia menolak permintaan uang dari oknum tertentu. Wilgoz menyebut oknum sudah tiga kali meminta uang sejak restoran dibangun.
Tak lama kemudian, aksi demo digelar dengan membawa isu restoran nonhalal. Menurut Wilgoz, persoalan ini bukan soal agama, melainkan dugaan premanisme yang merugikan pelaku usaha.
Kementerian Pariwisata melalui Wonderful Indonesia membagikan rekomendasi lima restoran Indonesia terbaik di Jakarta. Tempat makan ini menawarkan cita rasa Nusantara dengan konsep berbeda.
Daftarnya mencakup Plataran Menteng, Seribu Rasa, Bunga Rampai, KAUM, dan Daun Muda Soul Food by Andrea Peresthu. Masing-masing dikenal lewat menu khas daerah dengan penyajian autentik hingga modern.
Kelima restoran itu dinilai cocok untuk wisatawan yang ingin mencicipi kuliner Indonesia. Selain rasa yang khas, suasana dan pelayanan juga menjadi daya tarik utamanya.
Ilustrasi jinten. Foto: Getty Images/iStockphoto/chictype
Konsumsi garam berlebih dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi hingga gangguan ginjal. Karena itu, penggunaan garam bisa dikurangi dengan bahan alternatif yang lebih sehat.
Beberapa pilihan pengganti garam adalah bawang putih, perasan lemon, lada hitam, bawang bombai, cuka, dan paprika bubuk. Bahan-bahan ini memberi rasa yang lebih kaya pada masakan.
Aneka rempah seperti rosemary, thyme, basil, oregano, kunyit, hingga jinten juga bisa dimanfaatkan. Selain menambah aroma, rempah membantu mengurangi kebutuhan garam saat memasak.
Halaman 2 dari 2
Simak Video "Potensi Besar Kuliner Indonesia Masuk Pasar Internasional "
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)
Pada Kamis (6/8), tentara Taiwan berlatih mengamankan Jembatan Danjiang, infrastruktur penting yang dianggap memiliki nilai strategis tinggi karena menghubungkan jalur menuju kawasan sekitar Taipei.
Jembatan Danjiang Jadi Titik Kunci Pertahanan Taipei
Jembatan Danjiang membentang di pintu masuk Sungai Tamsui, jalur air yang mengarah ke Taipei. Meski secara administratif berada di wilayah Kota New Taipei yang berbatasan langsung dengan ibu kota, jembatan tersebut dinilai memiliki peran penting dalam melindungi akses menuju pusat pemerintahan Taiwan.
Dalam latihan malam hari, pasukan Taiwan memasang berbagai penghalang pertahanan seperti kawat berduri, barikade, serta posisi perlindungan menggunakan karung pasir.
Sejumlah kendaraan militer dan truk pengangkut dikerahkan ke atas jembatan. Para prajurit terlihat memasang kawat berduri, menurunkan perlengkapan pertahanan, serta menyiapkan posisi tempur untuk menghadapi skenario serangan.
Meski latihan berlangsung, sebagian jalur jembatan tetap digunakan oleh masyarakat. Pengendara sepeda dan pejalan kaki masih dapat melintas melalui bagian yang tidak ditutup oleh militer.
Jembatan Danjiang sendiri merupakan salah satu jembatan kabel asimetris dengan satu tiang utama terpanjang di dunia, dan baru mulai beroperasi pada tahun ini.
Taiwan Khawatir Jembatan Bisa Jadi Jalur Masuk Pasukan China
Peneliti dari Institut Riset Pertahanan dan Keamanan Nasional Taiwan, Chieh Chung, mengatakan perlindungan terhadap Jembatan Danjiang akan menjadi faktor penting jika konflik bersenjata benar-benar terjadi.
Menurutnya, jika pasukan penyerang berhasil merebut dan mempertahankan akses jembatan tersebut, mereka dapat dengan cepat memindahkan pasukan serta logistik menyeberangi sungai menuju wilayah luar Taipei.
“Jika Jembatan Danjiang tetap terbuka, pasukan utama dapat dengan cepat menyeberang menuju sisi utara Sungai Tamsui dan kemudian bergerak ke Taipei,” kata Chieh.
Ia menjelaskan, keberhasilan mempertahankan jembatan itu dapat menentukan kemampuan Taiwan dalam memperlambat pergerakan pasukan musuh, terutama dalam skenario pendaratan amfibi besar-besaran dari wilayah pantai utara Taiwan.
Menurutnya, apabila pasukan China berhasil menguasai jembatan tersebut dan menjaganya tetap berfungsi, mereka dapat mengalirkan pasukan serta persediaan dalam jumlah besar dari lokasi pendaratan menuju wilayah dekat ibu kota.
Latihan Han Kuang Uji Respons Cepat Militer Taiwan
Chieh mengatakan latihan kali ini memang tidak mensimulasikan penutupan total jembatan dalam kondisi perang. Namun, latihan tersebut memberikan data penting mengenai kecepatan pasukan teknik militer dalam memasang penghalang serta jumlah sumber daya yang diperlukan untuk menutup akses strategis.
Latihan Han Kuang menjadi agenda rutin Taiwan untuk meningkatkan kesiapan militer menghadapi berbagai skenario konflik, termasuk kemungkinan serangan dari China.
Pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan Beijing atas wilayahnya dan menegaskan bahwa masa depan Taiwan harus ditentukan oleh rakyatnya sendiri.
Sementara itu, China tetap menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menyatakan bahwa penyatuan kembali dapat dilakukan dengan cara paksa apabila diperlukan.
Sumber: Asiaone
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani menjajaki peluang perluasan penempatan pekerja migran Indonesia ke Republik Ceko, menyusul informasi Kedubes RI Praha terkait kebutuhan tenaga kerja di sejumlah sektor strategis di negara itu.
"Kami menerima brafaks dari KBRI Praha mengenai kemungkinan peluang-peluang yang bisa dimanfaatkan oleh pekerja migran Indonesia," ujar Christina saat berdiskusi daring dengan Duta Besar RI untuk Republik Ceko, Rina P. Soemarno, pada Kamis, sebagaimana keterangan KP2MI, Jumat.
"Karena itu kami ingin mendalami kebutuhan tenaga kerja di Republik Ceko sekaligus melihat peluang kerja sama apa saja yang bisa dikembangkan," imbuh Christina.
Meski jumlah pekerja migran Indonesia di Republik Ceko masih relatif kecil, ia optimistis angkanya akan meningkat seiring dukungan KBRI Praha dan terbukanya peluang di berbagai sektor.
"Kami berharap dengan dukungan KBRI Praha, jumlah pekerja migran Indonesia di Republik Ceko dapat terus meningkat. Kami ingin memastikan penempatan dilakukan secara legal, terampil, dan sesuai kebutuhan dunia kerja di sana," katanya.
Dia menyebutkan bahwa Republik Ceko juga memberlakukan beberapa skema untuk pintu masuk pekerja migran Indonesia ke sana, di antaranya skema employee card yaitu izin tinggal sekaligus izin kerja dengan kuota tertentu, kemudian skema blue card yang diperuntukkan bagi tenaga kerja dengan kualifikasi tinggi.
Selain itu, pemerintah Republik Ceko juga memiliki program percepatan untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja terampil di sejumlah sektor prioritas seperti manufaktur, logistik, hospitality, IT, kesehatan, welder, teknisi mesin, hingga teknisi kelistrikan.
Adapun syaratnya yaitu lulusan politeknik, berusia 21-29 tahun, serta memiliki kemampuan berbahasa Inggris.
"Penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu persyaratan utama. Ini menjadi catatan penting bagi kita agar calon PMI yang disiapkan benar-benar memiliki kompetensi, termasuk kemampuan bahasa yang dibutuhkan oleh negara tujuan," ujar Wamen P2MI itu.
Dalam kesempatan itu, Wamen juga memperkenalkan program direktif Presiden Prabowo Subianto, yaitu SMK Go Global, yang menjadi salah satu strategi pemerintah menyiapkan tenaga kerja Indonesia berdaya saing internasional.
Program itu tidak hanya menyasar lulusan SMK, tetapi juga masyarakat umum, termasuk lulusan diploma, sarjana, maupun pekerja yang ingin meningkatkan kompetensi untuk bekerja di luar negeri.
"Target pemerintah adalah menempatkan 500 ribu pekerja migran Indonesia secara bertahap hingga 2029," katanya.
"Kami menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional, khususnya pada sektor-sektor prioritas seperti caregiver, welder, hospitality, perawat, truck driver, dan bidang lainnya," imbuhnya.
Christina menambahkan bahwa pertemuannya dengan KBRI Praha merupakan langkah awal untuk memetakan peluang kerja sama yang dapat ditindaklanjuti kementeriannya.
"Pertemuan ini menjadi inisiatif awal untuk membahas lebih jauh peluang-peluang yang dapat dimanfaatkan pekerja migran Indonesia di Republik Ceko," katanya.
Jambi (ANTARA) - Personel Unit III Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi bersama unsur gabungan menggelar patroli penertiban terhadap aksi Penambangan emas tanpa izin (Prtu) di kawasan UNESCO Global Geopark (UGGp) Kabupaten Merangin.
"Penertiban Peti di kawasan Geopark dipimpin langsung Bupati Merangin H. Muhammad Syukur serta personil gabungan," kata Dirreskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Taufik Nurmandia, di Jambi Jumat.
Hadir dalam kegiatan itu apel GM UGGp Kabupaten Merangin Dr. Agus Zainudin serta tim terpadu penanganan pertambangan rakyat Kabupaten Merangin.
Bupati Merangin H. M. Syukur menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap penertiban aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
"Kami berharap tidak ada lagi aktivitas pertambangan ilegal di wilayah kawasan UNESCO Global Geopark, seluruh kawasan harus steril, tidak ada lagi akses menuju lokasi pertambangan. Tujuan utama kegiatan ini adalah menyelamatkan kelestarian lingkungan dan menjaga kawasan Geopark," ujarnya.
Sementara itu pihak kepolisian menginstruksikan seluruh personel mengutamakan keselamatan, menjaga komunikasi, dan tidak berpencar mengingat lokasi berada di daerah jauh dengan keterbatasan jaringan.
Tim akan melakukan penyisiran pada titik-titik yang diperkirakan masih terdapat aktivitas pertambangan untuk dilakukan penertiban dan sterilisasi sesuai prosedur.
Dalam penyisiran di bantaran sungai, tim menemukan empat buah rakit yang diduga digunakan untuk aktivitas penambangan rakyat menggunakan mesin sedot atau kompresor di area Muara Karing. Namun para pekerja tidak berada di lokasi.
Tim yang dipimpin Kabag Ops bersama Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jambi AKP Syahril Haryono, Satreskrim Polres Merangin AKP Epy Koto, Polsek Sungai Manau IPTU Hari Prasetya, dan GM UGGp kemudian mengamankan barang bukti untuk dibawa ke Polres Merangin.
Petugas tidak menemukan aktivitas pertambangan menggunakan alat berat jenis ekskavator. Yang ditemukan hanya bekas aktivitas penambangan menggunakan rakit-rakit kecil.
Barang bukti yang diamankan hasil operasi tiga mesin kompresor, dua mesin genset dan dulang, enam karpet, empat selang berwarna biru dan selang air dan delapan buah tali panjang.
Selain penertiban, personel juga melakukan komunikasi dengan masyarakat sekitar. Warga diimbau tidak terlibat maupun mendukung kegiatan penambangan rakyat ilegal dalam bentuk apa pun.
Petugas juga menegaskan ancaman pidana bagi pelaku, penyedia peralatan, maupun pihak yang memfasilitasi PETI, serta mengajak masyarakat menjaga kamtibmas dan mendukung langkah pemerintah dan kepolisian dalam penertiban.
Pewarta: Rilis/Nanang Mairiadi
Editor : Nanang Mairiadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Laga Indonesia kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), menjadi pertandingan hidup-mati bagi kedua tim di Grup A Piala AFF 2026. Garuda datang dengan tekanan lebih besar karena hanya kemenangan yang bisa membawa mereka melangkah ke semifinal.
Meski begitu, catatan pertemuan di ajang Piala AFF justru masih berpihak kepada tuan rumah. Singapura lebih sering keluar sebagai pemenang saat bertemu Indonesia di kompetisi sepak bola terbesar Asia Tenggara tersebut.
Indonesia dan Singapura sudah 11 kali berhadapan di Piala AFF. Dari seluruh pertemuan itu, Singapura mengoleksi lima kemenangan, sedangkan Indonesia baru meraih tiga kemenangan. Tiga laga lainnya berakhir imbang.
Pertemuan pertama terjadi pada edisi 1998. Saat itu Singapura menang 2-1 atas Indonesia, sebelum akhirnya keluar sebagai juara turnamen.
Indonesia baru mampu memetik kemenangan perdana atas The Lions di Piala AFF pada edisi 2012. Gol tunggal Andik Vermansyah memastikan kemenangan 1-0 bagi Garuda. Ironisnya, Singapura kembali mengakhiri turnamen sebagai juara.
Sejak kemenangan tersebut, performa Indonesia saat menghadapi Singapura mulai membaik. Dalam empat pertemuan berikutnya di Piala AFF, Garuda mencatat dua kemenangan, sekali imbang, dan sekali kalah.
BACA JUGA:
Kemenangan terakhir Indonesia atas Singapura di turnamen ini terjadi pada leg kedua semifinal Piala AFF 2020. Saat itu Garuda menang 4-2 dan memastikan tiket menuju partai final.
Jika melihat seluruh ajang, Indonesia justru memiliki catatan yang lebih baik.
Sejak pertemuan pertama pada Turnamen Merdeka, 31 Agustus 1958, kedua negara telah bertemu sebanyak 59 kali. Indonesia membukukan 30 kemenangan, sedangkan Singapura meraih 19 kemenangan. Sepuluh pertandingan lainnya berakhir tanpa pemenang.
Namun statistik tersebut belum tentu menjadi jaminan di laga kali ini.
Singapura datang dengan modal lebih nyaman. Mereka menempati posisi kedua Grup A dengan tujuh poin dan hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke semifinal.
Sebaliknya, Indonesia berada di peringkat ketiga dengan enam poin setelah kalah dari Vietnam pada pertandingan sebelumnya. Situasi itu membuat Garuda tidak memiliki pilihan selain membawa pulang tiga poin dari markas Singapura.
Jadi intinya...
Liputan6.com, Jakarta - Sarwendah dikabarkan sempat mengalami gangguan dari sejumlah orang yang mengaku sebagai debt collector. Kuasa hukumnya, Mark Adrianus mengungkapkan adanya tagihan kendaraan yang menurut kliennya bukan merupakan miliknya.
Mark menjelaskan, salah satu alasan Sarwendah memutuskan meninggalkan rumah di kawasan BDN adalah karena sering didatangi pihak penagih utang. Selain persoalan rencana lelang rumah, kondisi tersebut dinilai sudah mengganggu kenyamanan anak-anak.
"Klien kami itu keluar dari rumah yang di BDN ke rumah yang sekarang, bukan hanya karena ada datang debt collector, tapi salah satunya ya tadi itu, karena rumah mau dilelang," ujar Mark Adrianus saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).
Mark kemudian memperlihatkan bukti percakapan beserta surat dari perusahaan pembiayaan yang terus menghubungi Sarwendah. Tagihan tersebut disebut berkaitan dengan sebuah mobil Mini Cooper.
"Ini dari Bank CIMB Niaga Finance. Ini terkait mobil apa? Mobil Mini Cooper. Yang pasti setelah kami tanyakan konfirmasi ke klien kami, klien kami merasa tidak pernah memiliki mobil Mini Cooper," jelas Mark.
Menurut Mark, Sarwendah mengaku tidak pernah membeli maupun memiliki kendaraan tersebut. Namun, ia tetap menerima berbagai pesan dari pihak penagih dalam beberapa bulan terakhir.
"Ini April tanggal 6 2026, ini tanggal 7 juga, ini juga Mei, yang terbaru itu bulan Mei juga kan dihubungi berkali-kali. Ditanya terkait mobil Mini Cooper," ungkapnya.
Mark juga menanggapi keraguan pihak lawan mengenai keberadaan debt collector tersebut. Ia menegaskan bahwa semua tudingannya disertai bukti yang dimiliki oleh tim kuasa hukum.
"Kalau dia bilang 'Masak media ini ya', faktanya ini kok. 'Masak debt collector nggak baca berita', ya faktanya ini. Ada buktinya," ucap Mark.
Seluruh bukti yang telah dikumpulkan, kata Mark, akan disampaikan pada waktu yang tepat di hadapan majelis hakim dalam proses persidangan.
"Cuman, kembali lagi seperti kami bilang, yang tepat bagi kami untuk menyampaikan bukti ini di mana? Di pengadilan. Bukan di sini, gitu loh," pungkasnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Tayang dalam Format IMAX, Simak 3 Faktanya
Jumat, 7 Agustus 2026 10:28 WIB
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni usai melakukan pengecekkan Indonesia Forest and Land Fire Management Center di Daerah Operasi Manggala Agni Sumatera XVII/OKI, Sumatera Selatan, Kamis (6/8/2026). (ANTARA/HO-Kemenhut RI)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah untuk melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi terjadi di musim kemarau.
“Perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto jelas, pemerintah siap melindungi warga negara kita dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Negara hadir untuk mencegah kebakaran hutan,” kata Menhut Raja Antoni dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Ia mengingatkan karhutla tidak hanya merusak hutan, tetapi juga mengganggu kehidupan masyarakat. Menurutnya, karhutla dapat memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), meliburkan sekolah, menghambat aktivitas ekonomi hingga mengganggu operasional bandara.
“Ini tidak boleh terjadi lagi,” ujar Menhut.
Lebih lanjut, Raja Antoni optimistis Indonesia mampu menekan angka karhutla meski El Nino tahun ini diperkirakan datang lebih cepat akibat perubahan iklim.
“Mudah-mudahan tahun ini angka karhutla jauh lebih rendah dibandingkan 2023, dengan dampak yang seminimal mungkin bagi masyarakat,” kata dia.
Selain itu, Menhut Raja Antoni juga mengapresiasi Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api yang menjadi garda terdepan dalam pengendalian karhutla. Menurutnya, para petugas telah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan nyawa untuk melindungi hutan dan masyarakat.
Raja Antoni juga menegaskan bahwa pengendalian karhutla hanya dapat berhasil melalui kolaborasi seluruh pihak.
“Terus jalin komunikasi dan kolaborasi yang baik. Hanya dengan kolaborasi, persoalan besar seperti karhutla dapat kita selesaikan bersama,” kata Menhut Raja Antoni.
Menhut Raja Antoni mengatakan, pengalaman Indonesia dalam menghadapi karhutla terus menunjukkan perbaikan dari tahun ke tahun.
Menurutnya, pemerintah menargetkan luas kebakaran hutan dan lahan tetap dapat ditekan meski tahun ini dihadapkan pada ancaman El Nino yang datang lebih cepat akibat perubahan iklim.
“Mudah-mudahan tahun ini kita bisa membuktikan bahwa meskipun El Nino datang lebih cepat, angka karhutla jauh lebih rendah dibandingkan 2023, dengan dampak yang seminimal mungkin bagi masyarakat,” katanya.
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Sejarah singkat kemerdekaan Korea Selatan – Halo, Grameds! Korea Selatan yang sekarang dikenal sebagai negara maju ternyata memiliki perjalanan sejarah yang panjang sebelum meraih kemerdekaan.
Selama kurang lebih 35 tahun, Semenanjung Korea berada di bawah penjajahan Jepang. Masa tersebut membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat, mulai dari politik, budaya, hingga ekonomi.
Lalu, bagaimana perjalanan sejarah kemerdekaan Korea Selatan? Yuk, simak pembahasannya berikut ini, Grameds!
Daftar Isi
Grameds, sebelum menjadi negara yang merdeka, Korea merupakan sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Dinasti Joseon. Namun, letaknya yang strategis membuat Korea menjadi sasaran perebutan pengaruh oleh negara-negara besar, termasuk Jepang.
| Tahun | Peristiwa |
| 1894–1895 | Perang Tiongkok–Jepang memperkuat pengaruh Jepang di Korea |
| 1905 | Korea menjadi negara protektorat Jepang |
| 1910 | Jepang resmi mencaplok Korea melalui Perjanjian Aneksasi |
Beberapa faktor yang menyebabkan Jepang berhasil menguasai Korea antara lain:
Korea berada di antara Tiongkok, Jepang, dan Rusia sehingga menjadi wilayah yang diperebutkan.
Kondisi politik yang kurang stabil membuat Jepang lebih mudah memperluas pengaruhnya.
Keberhasilan Jepang mengalahkan Tiongkok dan Rusia memperkuat posisinya di Asia Timur.
Grameds, selama masa penjajahan, kehidupan masyarakat Korea berubah cukup drastis. Pemerintah kolonial Jepang menerapkan berbagai kebijakan untuk memperkuat kekuasaannya.
| Bidang | Dampaknya |
| Politik | Kebebasan masyarakat dibatasi. |
| Pendidikan | Kurikulum diarahkan mengikuti kepentingan Jepang. |
| Budaya | Bahasa dan budaya Korea ditekan. |
| Ekonomi | Sumber daya dimanfaatkan untuk Jepang. |
| Sosial | Banyak rakyat mengalami kerja paksa. |
Beberapa kebijakan yang diterapkan Jepang, yaitu:
Organisasi yang dianggap menentang pemerintah kolonial dibubarkan.
Masyarakat didorong menggunakan nama dan bahasa Jepang.
Hasil pertanian dan industri banyak dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan Jepang.
Banyak warga Korea dikirim untuk bekerja di berbagai proyek dan industri.
Grameds, salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah kemerdekaan Korea adalah Gerakan 1 Maret atau Samil Movement. Gerakan ini menjadi simbol semangat rakyat Korea dalam memperjuangkan kemerdekaan.
Gerakan tersebut dipicu oleh keinginan masyarakat untuk terbebas dari penjajahan dan memperoleh hak menentukan masa depan negaranya sendiri.
Semakin banyak masyarakat yang mendukung perjuangan kemerdekaan.
Perjuangan rakyat Korea mulai dikenal oleh berbagai negara.
Pemerintahan ini dibentuk di Shanghai sebagai pusat perjuangan dari luar negeri.
Hingga kini, Gerakan 1 Maret masih diperingati sebagai salah satu momen penting dalam sejarah Korea.
Grameds, keberhasilan Korea memperoleh kemerdekaan nggak lepas dari peran para tokoh yang memiliki strategi perjuangan berbeda-beda.
| Tokoh | Peran |
| Kim Gu | Memimpin Pemerintahan Sementara Republik Korea. |
| Yu Gwan-sun | Memimpin aksi dalam Gerakan 1 Maret. |
| Ahn Jung-geun | Simbol perlawanan terhadap penjajahan Jepang. |
| Syngman Rhee | Memperjuangkan kemerdekaan melalui diplomasi. |
Mereka berjuang melalui berbagai cara, seperti:
Grameds, kemerdekaan Korea terjadi bersamaan dengan berakhirnya Perang Dunia II. Ketika Jepang mulai mengalami kekalahan, peluang Korea untuk memperoleh kemerdekaan semakin besar.
| Tahun | Peristiwa |
| 1945 | Jepang menyerah kepada Sekutu. |
| 15 Agustus 1945 | Korea memperoleh kemerdekaan. |
| 1948 | Berdiri Korea Selatan dan Korea Utara. |
Beberapa peristiwa penting menjelang kemerdekaan, yaitu:
Posisi Jepang semakin melemah setelah menghadapi Sekutu.
Penyerahan ini mengakhiri masa penjajahan di Korea.
Tanggal 15 Agustus kemudian diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Korea.
Grameds, setelah merdeka, Korea ternyata nggak langsung menjadi satu negara. Wilayah Korea dibagi menjadi dua zona pendudukan yang akhirnya berkembang menjadi dua negara berbeda.
| Korea Selatan | Korea Utara |
| Didukung Amerika Serikat | Didukung Uni Soviet |
| Beribu kota Seoul | Beribu kota Pyongyang |
| Menganut sistem demokrasi | Menganut sistem sosialis |
Beberapa penyebab pembagian Korea, yaitu:
Kemerdekaan menjadi awal perubahan besar bagi Korea Selatan dalam berbagai bidang kehidupan.
Korea Selatan mulai membangun sistem pemerintahannya secara mandiri.
Bahasa, tradisi, dan identitas nasional kembali digunakan secara luas.
Korea Selatan mulai menyusun berbagai program pembangunan nasional.
Sistem pendidikan dikembangkan sesuai kebutuhan bangsa Korea.
Korea Selatan mulai menjalin kerja sama dengan banyak negara.
Grameds, ada beberapa fakta menarik yang membuat sejarah kemerdekaan Korea semakin menarik untuk dipelajari.
| Fakta | Penjelasan |
| Lama penjajahan | Sekitar 35 tahun (1910–1945). |
| Hari Kemerdekaan | Diperingati setiap 15 Agustus. |
| Nama peringatannya | Gwangbokjeol atau Hari Kembalinya Cahaya. |
| Gerakan terbesar | Gerakan 1 Maret 1919. |
| Pemerintahan sementara | Berdiri di Shanghai, Tiongkok. |
Beberapa fakta lainnya:
Grameds, pendidikan menjadi salah satu cara masyarakat Korea mempertahankan identitas bangsa selama masa penjajahan Jepang. Meskipun menghadapi berbagai pembatasan, masyarakat tetap berusaha menjaga bahasa dan budaya Korea.
Beberapa bentuk perjuangan melalui pendidikan, yaitu:
Bahasa menjadi simbol identitas bangsa yang terus dijaga agar nggak hilang.
Pendidikan digunakan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa.
Beberapa kelompok berusaha menyediakan pendidikan bagi masyarakat Korea.
Setelah Jepang menyerah pada Perang Dunia II tahun 1945, Korea akhirnya terbebas dari penjajahan. Namun, masa setelah kemerdekaan menjadi periode yang penuh tantangan.
| Bidang | Kondisi Setelah Kemerdekaan |
| Pemerintahan | Mulai membangun sistem politik baru. |
| Ekonomi | Melakukan pemulihan setelah masa penjajahan. |
| Sosial | Masyarakat berusaha membangun kehidupan yang lebih stabil. |
Grameds, sejarah singkat kemerdekaan Korea Selatan merupakan perjalanan panjang yang dipenuhi perjuangan untuk mempertahankan identitas dan kebebasan bangsa.
Setelah mengalami penjajahan Jepang selama puluhan tahun, masyarakat Korea terus berusaha memperjuangkan kemerdekaan melalui berbagai cara, mulai dari gerakan nasional, pendidikan, hingga diplomasi internasional.
Kemerdekaan yang diraih pada tahun 1945 menjadi awal baru bagi Korea untuk membangun negaranya sendiri. Meskipun setelahnya Korea menghadapi berbagai tantangan hingga mengalami pembagian wilayah, semangat perjuangan para tokoh dan masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam sejarah Korea Selatan.


Belajar bahasa Korea akan terasa lebih menyenangkan bersama para idol K-Pop favorit. Sebelum mempelajari tata bahasa, buku ini terlebih dahulu mengajak chingu berkenalan dengan Hangeul (huruf Korea) beserta dasar-dasarnya sehingga proses belajar menjadi lebih mudah diikuti. Melalui sapaan hangat seperti “Annyeong, chingudeul! Jal jinaejyo? Deudieo uriga dasi mannayo,” pembaca diajak menikmati pengalaman belajar yang santai dan interaktif. Tidak hanya bisa ikut bernyanyi, berjoget, atau melakukan fan chant saat lagu boy group maupun girl group diputar, pembaca juga akan memahami arti lirik yang dinyanyikan oleh uri oppadeul dan eonnideul.
Buku ini dilengkapi lirik dalam Hangeul, romanisasi, beserta terjemahannya sehingga lebih mudah dipelajari. Selain itu, materi tata bahasa disusun secara lengkap mulai dari penjelasan, latihan soal, hingga kunci jawaban sehingga cocok digunakan oleh penggemar K-Pop yang ingin belajar bahasa Korea dengan cara yang lebih seru.


Buku ini merupakan hasil pengembangan tesis penulis di Program Studi Magister Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, yang telah disunting dan disesuaikan untuk kebutuhan penerbitan. Pembahasannya berfokus pada gerakan kemerdekaan Korea dan konflik ideologi yang terjadi di antara berbagai kelompok pejuang sejak 1919 ketika Korea masih berada di bawah penjajahan Jepang. Tekanan dari pemerintah Jepang membuat banyak pejuang melarikan diri ke berbagai negara seperti Tiongkok, Vladivostok, dan Amerika Serikat, tetapi semangat perjuangan tetap berlanjut melalui berbagai organisasi kemerdekaan. Penulis menyoroti dua kekuatan utama, yaitu Pemerintahan Provisional Korea dan Partai Komunis Korea, yang sama-sama memperjuangkan kemerdekaan tetapi memiliki landasan ideologi yang berbeda.
Perbedaan tersebut akhirnya memicu perebutan legitimasi setelah Korea merdeka dan melahirkan dua pemerintahan pada 1948 yang kemudian menjadi awal terbentuknya Korea Selatan dan Korea Utara serta memicu Perang Korea. Dengan menggunakan metode sejarah dan konsep “bangsa” dari Benedict Anderson, buku ini mengulas akar konflik kedua kubu sekaligus menghadirkan sumber-sumber dari Korea Utara yang masih jarang digunakan dalam kajian sejarah Korea sehingga memberikan sudut pandang yang lebih luas dan berbeda dibandingkan penelitian sejenis.


Meningkatnya popularitas budaya Korea di Indonesia membuat semakin banyak orang tertarik mempelajari bahasa Korea. Buku 30 Hari Mahir Bahasa Korea dari Nol hadir sebagai panduan praktis bagi siapa saja yang ingin belajar dari dasar tanpa merasa kesulitan. Materinya disusun secara bertahap dalam tiga bagian utama, yaitu pengenalan Hangeul sebagai fondasi membaca dan menulis, pembelajaran kosakata, ungkapan, serta percakapan yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, hingga materi tata bahasa yang dijelaskan secara sistematis dan dilengkapi latihan soal.
Dengan penyajian yang sederhana dan mudah dipahami, buku ini cocok menjadi teman belajar bagi pemula yang ingin menguasai bahasa Korea secara bertahap dalam waktu singkat.
4. Sejarah Korea: Semenanjung Korea dari Masa ke Masa


Buku ini menyajikan perjalanan panjang sejarah Korea selama lebih dari 5.000 tahun dengan pembahasan yang komprehensif mengenai perkembangan sosial, budaya, dan politik di Semenanjung Korea. Ditulis oleh seorang profesor yang memiliki kecintaan terhadap Indonesia, buku ini mengajak pembaca menelusuri asal-usul masyarakat Korea serta perkembangan budayanya sejak masa awal hingga terbentuknya dua negara Korea pada masa modern.
Berbagai periode penting dibahas secara runtut, mulai dari era Tiga Kerajaan, Silla Bersatu, Balhae, Goryeo, Joseon, masa imperialisme Jepang, hingga perjuangan kemerdekaan Korea. Melalui penyajian yang sistematis, pembaca dapat memahami bagaimana dinamika sejarah, tradisi, dan perubahan politik membentuk Korea menjadi salah satu negara yang memiliki pengaruh besar di dunia saat ini.
5. Nunchi: Seni Membaca Pikiran dan Perasaan Orang Lain–Rahasia Hidup Bahagia dan Sukses dari Korea


Buku Nunchi mengupas konsep nunchi, yaitu kemampuan khas masyarakat Korea dalam membaca situasi, memahami pikiran, serta menangkap perasaan orang lain. Buku ini menjelaskan apa itu nunchi, berbagai hambatan yang membuat kemampuan tersebut sulit diterapkan, filosofi “dua mata, dua telinga, satu mulut”, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun hubungan yang harmonis dan penuh kepercayaan. Menurut penulis, nunchi telah dipraktikkan masyarakat Korea selama lebih dari 5.000 tahun dan dipercaya menjadi salah satu faktor yang mendukung perkembangan Korea menjadi negara maju. Bahkan, para orang tua di Korea menganggap mengajarkan nunchi kepada anak sama pentingnya dengan mengajarkan keselamatan dasar dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui buku ini, pembaca diajak mengembangkan kecerdasan emosional dengan lebih banyak mengamati, mendengarkan, dan memahami orang lain sehingga mampu menjalin hubungan sosial yang lebih baik sekaligus meraih kehidupan yang lebih bahagia dan sukses.
Jumat, 7 Agustus 2026 10:27 WIB
Warga binaan pemasyarakatan Lapas Kolonodale memasarkan hasil pertanian kepada masyarakat lewat program Gerobak Sayur. ANTARA/HO-Humas Kanwil Ditjenpas Sulteng
Morowali, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kolonodale, Sulawesi Tengah, membekali warga binaan dengan keterampilan bertani dan berwirausaha melalui program Gerobak Sayur.
Kepala Lapas Kelas III Kolonodale Bambang Hari Widodo di Morowali, Jumat, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang mengajarkan warga binaan mengelola hasil pertanian hingga memasarkannya.
"Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya belajar mengelola lahan pertanian hingga menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memahami proses pemasaran hasil panen," katanya.
Ia berharap keterampilan tersebut dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat sekaligus mendukung program ketahanan pangan pemerintah.
Menurut ia, Gerobak Sayur dibuka setiap kali masa panen. Warga binaan memasarkan hasil pertanian dari lahan pembinaan yang dikelola bersama petugas.
Berbagai hasil panen dijual kepada masyarakat, seperti kangkung, bayam, sawi, terong, cabai, kacang panjang, dan aneka sayuran lainnya dengan harga mulai Rp5.000.
Sementara itu, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulteng Herman Mulawarman mengatakan pembinaan warga binaan tidak cukup hanya memberikan keterampilan produksi, tetapi juga perlu membangun kemampuan berwirausaha.
"Pembinaan harus menghasilkan perubahan yang nyata. Melalui program seperti Gerobak Sayur, warga binaan belajar mengelola usaha, memahami proses pemasaran, dan membangun rasa percaya diri," katanya.
Ia mengatakan pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal bagi warga binaan untuk hidup mandiri setelah kembali ke lingkungan sosialnya.
Menurut ia, program tersebut sejalan dengan arah kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan serta 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memperkuat pembinaan kemandirian sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kakanwil mendorong seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Sulawesi Tengah terus menghadirkan inovasi pembinaan yang produktif, adaptif, dan memiliki nilai ekonomi.
"Ketika warga binaan memperoleh keterampilan sekaligus pengalaman berwirausaha, peluang mereka untuk kembali produktif di tengah masyarakat akan semakin besar," ujarnya.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026