Bapanas tegaskan produsen wajib penuhi klaim gizi beras fortifikasi

calendar_today 07.08.2026 - person  - timer ~

Bapanas tegaskan produsen wajib penuhi klaim gizi beras fortifikasi

Jumat, 7 Agustus 2026 10:30 WIB

Image Print

Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Sutanto (kiri) mengecek beras fortifikasi di ritel modern. ANTARA/HO-Bapanas

Jakarta (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan produsen beras fortifikasi wajib memastikan kandungan gizi sesuai klaim pada label kemasan sebagai bagian penguatan pengawasan keamanan, mutu, dan perlindungan konsumen.

"Kandungan nilai gizi harus sesuai dengan yang tertera pada label kemasan. Itu harus dipatuhi para produsen beras," kata Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Sutanto saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan beras fortifikasi merupakan beras yang diperkaya dengan zat gizi tertentu sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), sedangkan beras berklaim gizi dapat mengandung dua atau lebih zat gizi.

"Jadi begini, beras fortifikasi itu adalah beras yang diperkaya nilai gizi. Kalau fortifikasi ada SNI (Standar Nasional Indonesia). (Lalu) beras yang diperkaya dengan nilai gizi, itu bisa mengandung 2 (zat gizi), bisa lebih, rata-rata 2. Makanya masuk kelompok beras khusus," ujar Andriko.

Andriko menambahkan beras yang diperkaya kandungan gizi termasuk kelompok beras khusus karena memiliki karakteristik berbeda dibandingkan beras biasa serta wajib memenuhi ketentuan perizinan dan pengawasan pemerintah.

Ia menegaskan izin edar beras fortifikasi harus mencantumkan jenis zat gizi mikro yang ditambahkan sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan dan berpenghasilan rendah.

"Beras khusus itu salah satunya adalah beras fortifikasi atau beras yang diperkaya. Itu di dalam izin edar ditulis di situ," jelasnya.

"Zat gizi mikro yang ditambahkan ke dalam beras yang berhubungan dengan meningkatkan nilai gizi, targetnya saudara kita yang masih miskin, itu kita sebut beras fortifikasi," tambah dia.

Adapun beras fortifikasi merupakan beras sosoh yang ditambahkan dengan kernel beras fortifikan minimal 1 persen dengan tujuan untuk mendapatkan komposisi zat gizi tertentu. Untuk diketahui, sudah terbit standar yaitu Standar Nasional Indonesia (SNI) 9372:2025.

SNI tersebut menetapkan per 100 gram beras fortifikasi mengandung vitamin B1 minimal 0,25 miligram, asam folat 0,25 sampai 0,38 miligram, vitamin B12 di 1,0 sampai 1,5 mikrogram, zat besi 3,50 sampai 5,25 miligram, dan seng 3,0 sampai 4,5 miligram.

Produsen beras fortifikasi di Indonesia harus dapat memperoleh izin edar PSAT sebelum didistribusikan ke pasaran. Izin tersebut diampu oleh Bapanas bersama Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) di setiap provinsi Indonesia.

Sebelumnya, Bapanas menemukan adanya ketidaksesuaian pada beberapa merek beras khusus di tempat peredaran berdasarkan hasil pengawasan pada bulan April 2026 di wilayah Jakarta.

Diperoleh 15 sampel yang terdiri dari 3 sampel beras fortifikasi dan 12 sampel beras dengan klaim gizi. Dari 15 sampel yang menjadi hasil pengawasan Bapanas itu berasal dari 9 produsen dengan 15 merek dagang.

Hasil laboratorium menunjukkan dari 12 sampel beras dengan klaim gizi, 3 sampel memenuhi persyaratan, sedangkan 9 sampel tidak memenuhi persyaratan. Kemudian ada 3 sampel yang tidak mencantumkan informasi nilai gizi berupa persentase Angka Kecukupan Gizi (AKG) pada label kemasannya.

Pewarta : Muhammad Harianto
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Aksi Demo di Resto Nonhalal Milik Wilgoz hingga 7 Bahan Pengganti Garam

calendar_today 07.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta -

Chef William Gozali (Wilgoz) membongkar kronologi aksi pemerasan di balik demo restoran miliknya. Ada juga informasi mengenai 7 pengganti garam yang lebih sehat.

Chef William Gozali mengungkap dugaan pemerasan yang berujung aksi demo di restoran nonhalal miliknya. Ia membagikan kronologi lengkapnya melalui media sosial.

Jakarta punya banyak restoran Indonesia dengan cita rasa autentik yang layak dicoba. Wonderful Indonesia merilis daftar lima restoran terbaik untuk menikmati hidangan Nusantara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengurangi garam bukan berarti masakan jadi hambar. Ada sejumlah bahan alami yang bisa jadi pengganti sekaligus membuat hidangan tetap lezat dan lebih sehat.

Berikut tiga berita terpopuler detikFood yang menarik perhatian kemarin (6/8).

1. Dugaan Pemeraan di Restoran Chef Wilgoz

Chef Wilgoz Bongkar Aksi Pemerasan di Balik Demo Restoran Nonhalal MiliknyaChef Wilgoz Bongkar Aksi Pemerasan di Balik Demo Restoran Nonhalal Miliknya Foto: Instagram @chefwillgoz

Chef William Gozali mengaku restoran nonhalal miliknya, Naked Papa di BSD, menjadi sasaran dugaan pemerasan berkedok aksi demonstrasi.

Aksi itu terjadi setelah ia menolak permintaan uang dari oknum tertentu. Wilgoz menyebut oknum sudah tiga kali meminta uang sejak restoran dibangun.

Tak lama kemudian, aksi demo digelar dengan membawa isu restoran nonhalal. Menurut Wilgoz, persoalan ini bukan soal agama, melainkan dugaan premanisme yang merugikan pelaku usaha.

2. 5 Restoran Indonesia Terbaik di Jakarta Versi Wonderful Indonesia

Kementerian Pariwisata melalui Wonderful Indonesia membagikan rekomendasi lima restoran Indonesia terbaik di Jakarta. Tempat makan ini menawarkan cita rasa Nusantara dengan konsep berbeda.

Daftarnya mencakup Plataran Menteng, Seribu Rasa, Bunga Rampai, KAUM, dan Daun Muda Soul Food by Andrea Peresthu. Masing-masing dikenal lewat menu khas daerah dengan penyajian autentik hingga modern.

Kelima restoran itu dinilai cocok untuk wisatawan yang ingin mencicipi kuliner Indonesia. Selain rasa yang khas, suasana dan pelayanan juga menjadi daya tarik utamanya.

3. 7 Bahan Pengganti Garam yang Lebih Sehat

Rahasia Cepat Langsing, Minum Air Jinten yang Kaya KhasiatIlustrasi jinten. Foto: Getty Images/iStockphoto/chictype

Konsumsi garam berlebih dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi hingga gangguan ginjal. Karena itu, penggunaan garam bisa dikurangi dengan bahan alternatif yang lebih sehat.

Beberapa pilihan pengganti garam adalah bawang putih, perasan lemon, lada hitam, bawang bombai, cuka, dan paprika bubuk. Bahan-bahan ini memberi rasa yang lebih kaya pada masakan.

Aneka rempah seperti rosemary, thyme, basil, oregano, kunyit, hingga jinten juga bisa dimanfaatkan. Selain menambah aroma, rempah membantu mengurangi kebutuhan garam saat memasak.

Halaman 2 dari 2

Simak Video "Potensi Besar Kuliner Indonesia Masuk Pasar Internasional "
[Gambas:Video 20detik] (raf/adr)

Taiwan Uji Pertahanan Jembatan Strategis Dekat Taipei, Antisipasi Serangan China dalam Latihan Perang Han Kuang

calendar_today 07.08.2026 - person  - timer ~

Pada Kamis (6/8), tentara Taiwan berlatih mengamankan Jembatan Danjiang, infrastruktur penting yang dianggap memiliki nilai strategis tinggi karena menghubungkan jalur menuju kawasan sekitar Taipei.

Jembatan Danjiang Jadi Titik Kunci Pertahanan Taipei

Jembatan Danjiang membentang di pintu masuk Sungai Tamsui, jalur air yang mengarah ke Taipei. Meski secara administratif berada di wilayah Kota New Taipei yang berbatasan langsung dengan ibu kota, jembatan tersebut dinilai memiliki peran penting dalam melindungi akses menuju pusat pemerintahan Taiwan.

Dalam latihan malam hari, pasukan Taiwan memasang berbagai penghalang pertahanan seperti kawat berduri, barikade, serta posisi perlindungan menggunakan karung pasir.

Sejumlah kendaraan militer dan truk pengangkut dikerahkan ke atas jembatan. Para prajurit terlihat memasang kawat berduri, menurunkan perlengkapan pertahanan, serta menyiapkan posisi tempur untuk menghadapi skenario serangan.

Meski latihan berlangsung, sebagian jalur jembatan tetap digunakan oleh masyarakat. Pengendara sepeda dan pejalan kaki masih dapat melintas melalui bagian yang tidak ditutup oleh militer.

Jembatan Danjiang sendiri merupakan salah satu jembatan kabel asimetris dengan satu tiang utama terpanjang di dunia, dan baru mulai beroperasi pada tahun ini.

Taiwan Khawatir Jembatan Bisa Jadi Jalur Masuk Pasukan China

Peneliti dari Institut Riset Pertahanan dan Keamanan Nasional Taiwan, Chieh Chung, mengatakan perlindungan terhadap Jembatan Danjiang akan menjadi faktor penting jika konflik bersenjata benar-benar terjadi.

Menurutnya, jika pasukan penyerang berhasil merebut dan mempertahankan akses jembatan tersebut, mereka dapat dengan cepat memindahkan pasukan serta logistik menyeberangi sungai menuju wilayah luar Taipei.

“Jika Jembatan Danjiang tetap terbuka, pasukan utama dapat dengan cepat menyeberang menuju sisi utara Sungai Tamsui dan kemudian bergerak ke Taipei,” kata Chieh.

Ia menjelaskan, keberhasilan mempertahankan jembatan itu dapat menentukan kemampuan Taiwan dalam memperlambat pergerakan pasukan musuh, terutama dalam skenario pendaratan amfibi besar-besaran dari wilayah pantai utara Taiwan.

Menurutnya, apabila pasukan China berhasil menguasai jembatan tersebut dan menjaganya tetap berfungsi, mereka dapat mengalirkan pasukan serta persediaan dalam jumlah besar dari lokasi pendaratan menuju wilayah dekat ibu kota.

Latihan Han Kuang Uji Respons Cepat Militer Taiwan

Chieh mengatakan latihan kali ini memang tidak mensimulasikan penutupan total jembatan dalam kondisi perang. Namun, latihan tersebut memberikan data penting mengenai kecepatan pasukan teknik militer dalam memasang penghalang serta jumlah sumber daya yang diperlukan untuk menutup akses strategis.

Latihan Han Kuang menjadi agenda rutin Taiwan untuk meningkatkan kesiapan militer menghadapi berbagai skenario konflik, termasuk kemungkinan serangan dari China.

Pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan Beijing atas wilayahnya dan menegaskan bahwa masa depan Taiwan harus ditentukan oleh rakyatnya sendiri.

Sementara itu, China tetap menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menyatakan bahwa penyatuan kembali dapat dilakukan dengan cara paksa apabila diperlukan.

Sumber: Asiaone

KP2MI jajaki peluang penempatan pekerja migran terampil ke Ceko

calendar_today 07.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani menjajaki peluang perluasan penempatan pekerja migran Indonesia ke Republik Ceko, menyusul informasi Kedubes RI Praha terkait kebutuhan tenaga kerja di sejumlah sektor strategis di negara itu.

"Kami menerima brafaks dari KBRI Praha mengenai kemungkinan peluang-peluang yang bisa dimanfaatkan oleh pekerja migran Indonesia," ujar Christina saat berdiskusi daring dengan Duta Besar RI untuk Republik Ceko, Rina P. Soemarno, pada Kamis, sebagaimana keterangan KP2MI, Jumat.

"Karena itu kami ingin mendalami kebutuhan tenaga kerja di Republik Ceko sekaligus melihat peluang kerja sama apa saja yang bisa dikembangkan," imbuh Christina.

Meski jumlah pekerja migran Indonesia di Republik Ceko masih relatif kecil, ia optimistis angkanya akan meningkat seiring dukungan KBRI Praha dan terbukanya peluang di berbagai sektor.

"Kami berharap dengan dukungan KBRI Praha, jumlah pekerja migran Indonesia di Republik Ceko dapat terus meningkat. Kami ingin memastikan penempatan dilakukan secara legal, terampil, dan sesuai kebutuhan dunia kerja di sana," katanya.

Dia menyebutkan bahwa Republik Ceko juga memberlakukan beberapa skema untuk pintu masuk pekerja migran Indonesia ke sana, di antaranya skema employee card yaitu izin tinggal sekaligus izin kerja dengan kuota tertentu, kemudian skema blue card yang diperuntukkan bagi tenaga kerja dengan kualifikasi tinggi.

Selain itu, pemerintah Republik Ceko juga memiliki program percepatan untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja terampil di sejumlah sektor prioritas seperti manufaktur, logistik, hospitality, IT, kesehatan, welder, teknisi mesin, hingga teknisi kelistrikan.

Adapun syaratnya yaitu lulusan politeknik, berusia 21-29 tahun, serta memiliki kemampuan berbahasa Inggris.

"Penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu persyaratan utama. Ini menjadi catatan penting bagi kita agar calon PMI yang disiapkan benar-benar memiliki kompetensi, termasuk kemampuan bahasa yang dibutuhkan oleh negara tujuan," ujar Wamen P2MI itu.

Dalam kesempatan itu, Wamen juga memperkenalkan program direktif Presiden Prabowo Subianto, yaitu SMK Go Global, yang menjadi salah satu strategi pemerintah menyiapkan tenaga kerja Indonesia berdaya saing internasional.

Program itu tidak hanya menyasar lulusan SMK, tetapi juga masyarakat umum, termasuk lulusan diploma, sarjana, maupun pekerja yang ingin meningkatkan kompetensi untuk bekerja di luar negeri.

"Target pemerintah adalah menempatkan 500 ribu pekerja migran Indonesia secara bertahap hingga 2029," katanya.

"Kami menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional, khususnya pada sektor-sektor prioritas seperti caregiver, welder, hospitality, perawat, truck driver, dan bidang lainnya," imbuhnya.

Christina menambahkan bahwa pertemuannya dengan KBRI Praha merupakan langkah awal untuk memetakan peluang kerja sama yang dapat ditindaklanjuti kementeriannya.

"Pertemuan ini menjadi inisiatif awal untuk membahas lebih jauh peluang-peluang yang dapat dimanfaatkan pekerja migran Indonesia di Republik Ceko," katanya.

Ditreskrimsus Polda Jambi tertibkan PETI di Kawasan Geopark Merangin - ANTARA News Jambi

calendar_today 07.08.2026 - person  - timer ~

Jambi (ANTARA) - Personel Unit III Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi bersama unsur gabungan menggelar patroli penertiban terhadap aksi Penambangan emas tanpa izin (Prtu) di kawasan UNESCO Global Geopark (UGGp) Kabupaten Merangin.

"Penertiban Peti di kawasan Geopark dipimpin langsung Bupati Merangin H. Muhammad Syukur serta personil gabungan," kata Dirreskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Taufik Nurmandia, di Jambi Jumat.

Hadir dalam kegiatan itu  apel GM UGGp Kabupaten Merangin Dr. Agus Zainudin serta tim terpadu penanganan pertambangan rakyat Kabupaten Merangin.

Bupati Merangin H. M. Syukur menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap penertiban aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

"Kami berharap tidak ada lagi aktivitas pertambangan ilegal di wilayah kawasan UNESCO Global Geopark, seluruh kawasan harus steril, tidak ada lagi akses menuju lokasi pertambangan. Tujuan utama kegiatan ini adalah menyelamatkan kelestarian lingkungan dan menjaga kawasan Geopark," ujarnya.

Sementara itu pihak kepolisian menginstruksikan seluruh personel mengutamakan keselamatan, menjaga komunikasi, dan tidak berpencar mengingat lokasi berada di daerah jauh dengan keterbatasan jaringan.

Tim akan melakukan penyisiran pada titik-titik yang diperkirakan masih terdapat aktivitas pertambangan untuk dilakukan penertiban dan sterilisasi sesuai prosedur.

Dalam penyisiran di bantaran sungai, tim menemukan empat buah rakit yang diduga digunakan untuk aktivitas penambangan rakyat menggunakan mesin sedot atau kompresor di area Muara Karing. Namun para pekerja tidak berada di lokasi. 

Tim yang dipimpin Kabag Ops bersama Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jambi AKP Syahril Haryono, Satreskrim Polres Merangin AKP Epy Koto, Polsek Sungai Manau IPTU Hari Prasetya, dan GM UGGp kemudian mengamankan barang bukti untuk dibawa ke Polres Merangin.

Petugas tidak menemukan aktivitas pertambangan menggunakan alat berat jenis ekskavator. Yang ditemukan hanya bekas aktivitas penambangan menggunakan rakit-rakit kecil.

Barang bukti yang diamankan hasil operasi tiga mesin kompresor, dua mesin genset dan dulang, enam karpet, empat selang berwarna biru dan selang air dan delapan buah tali panjang.

Selain penertiban, personel juga melakukan komunikasi dengan masyarakat sekitar. Warga diimbau tidak terlibat maupun mendukung kegiatan penambangan rakyat ilegal dalam bentuk apa pun.

Petugas juga menegaskan ancaman pidana bagi pelaku, penyedia peralatan, maupun pihak yang memfasilitasi PETI, serta mengajak masyarakat menjaga kamtibmas dan mendukung langkah pemerintah dan kepolisian dalam penertiban.

Pewarta: Rilis/Nanang Mairiadi
Editor : Nanang Mairiadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Indonesia Wajib Menang, tapi Singapura Masih Unggul dalam Rekor Pertemuan Piala AFF

calendar_today 07.08.2026 - person  - timer ~

Laga Indonesia kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), menjadi pertandingan hidup-mati bagi kedua tim di Grup A Piala AFF 2026. Garuda datang dengan tekanan lebih besar karena hanya kemenangan yang bisa membawa mereka melangkah ke semifinal.

Meski begitu, catatan pertemuan di ajang Piala AFF justru masih berpihak kepada tuan rumah. Singapura lebih sering keluar sebagai pemenang saat bertemu Indonesia di kompetisi sepak bola terbesar Asia Tenggara tersebut.

Singapura Lebih Sering Menang di Piala AFF

Indonesia dan Singapura sudah 11 kali berhadapan di Piala AFF. Dari seluruh pertemuan itu, Singapura mengoleksi lima kemenangan, sedangkan Indonesia baru meraih tiga kemenangan. Tiga laga lainnya berakhir imbang.

Pertemuan pertama terjadi pada edisi 1998. Saat itu Singapura menang 2-1 atas Indonesia, sebelum akhirnya keluar sebagai juara turnamen.

Indonesia baru mampu memetik kemenangan perdana atas The Lions di Piala AFF pada edisi 2012. Gol tunggal Andik Vermansyah memastikan kemenangan 1-0 bagi Garuda. Ironisnya, Singapura kembali mengakhiri turnamen sebagai juara.

Sejak kemenangan tersebut, performa Indonesia saat menghadapi Singapura mulai membaik. Dalam empat pertemuan berikutnya di Piala AFF, Garuda mencatat dua kemenangan, sekali imbang, dan sekali kalah.

BACA JUGA:

Kemenangan terakhir Indonesia atas Singapura di turnamen ini terjadi pada leg kedua semifinal Piala AFF 2020. Saat itu Garuda menang 4-2 dan memastikan tiket menuju partai final.

Indonesia Masih Dominan Secara Keseluruhan

Jika melihat seluruh ajang, Indonesia justru memiliki catatan yang lebih baik.

Sejak pertemuan pertama pada Turnamen Merdeka, 31 Agustus 1958, kedua negara telah bertemu sebanyak 59 kali. Indonesia membukukan 30 kemenangan, sedangkan Singapura meraih 19 kemenangan. Sepuluh pertandingan lainnya berakhir tanpa pemenang.

Namun statistik tersebut belum tentu menjadi jaminan di laga kali ini.

Singapura datang dengan modal lebih nyaman. Mereka menempati posisi kedua Grup A dengan tujuh poin dan hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke semifinal.

Sebaliknya, Indonesia berada di peringkat ketiga dengan enam poin setelah kalah dari Vietnam pada pertandingan sebelumnya. Situasi itu membuat Garuda tidak memiliki pilihan selain membawa pulang tiga poin dari markas Singapura.

Head to Head Indonesia vs Singapura di Piala AFF

  • 03/09/1998: Indonesia 1-2 Singapura (Piala AFF 1998)
  • 09/12/2004: Indonesia 0-0 Singapura (Piala AFF 2004)
  • 08/01/2005: Indonesia 1-3 Singapura (Piala AFF 2004)
  • 16/01/2005: Singapura 2-1 Indonesia (Piala AFF 2004)
  • 17/01/2007: Singapura 2-2 Indonesia (Piala AFF 2006)
  • 09/12/2008: Indonesia 0-2 Singapura (Piala AFF 2008)
  • 28/11/2012: Indonesia 1-0 Singapura (Piala AFF 2012)
  • 25/11/2016: Singapura 1-2 Indonesia (Piala AFF 2016)
  • 09/11/2018: Singapura 1-0 Indonesia (Piala AFF 2018)
  • 22/12/2021: Singapura 1-1 Indonesia (Piala AFF 2020)
  • 25/12/2021: Singapura 2-4 Indonesia (Piala AFF 2020)
  • Tag
  • Timnas Indonesia
  • Timnas Singapura

Sarwendah Dihantui Debt Collector, Ditagih Cicilan Mobil Mini Cooper yang Bukan Miliknya

calendar_today 07.08.2026 - person  - timer ~

Jadi intinya...

  • Sarwendah diganggu debt collector terkait tagihan mobil Mini Cooper yang bukan miliknya.
  • Kuasa hukumnya menegaskan Sarwendah tidak pernah memiliki kendaraan tersebut.
  • Bukti-bukti akan diserahkan di persidangan untuk membantah tuduhan penagihan.

Liputan6.com, Jakarta - Sarwendah dikabarkan sempat mengalami gangguan dari sejumlah orang yang mengaku sebagai debt collector. Kuasa hukumnya, Mark Adrianus mengungkapkan adanya tagihan kendaraan yang menurut kliennya bukan merupakan miliknya.

Mark menjelaskan, salah satu alasan Sarwendah memutuskan meninggalkan rumah di kawasan BDN adalah karena sering didatangi pihak penagih utang. Selain persoalan rencana lelang rumah, kondisi tersebut dinilai sudah mengganggu kenyamanan anak-anak.

"Klien kami itu keluar dari rumah yang di BDN ke rumah yang sekarang, bukan hanya karena ada datang debt collector, tapi salah satunya ya tadi itu, karena rumah mau dilelang," ujar Mark Adrianus saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).

Mark kemudian memperlihatkan bukti percakapan beserta surat dari perusahaan pembiayaan yang terus menghubungi Sarwendah. Tagihan tersebut disebut berkaitan dengan sebuah mobil Mini Cooper.

"Ini dari Bank CIMB Niaga Finance. Ini terkait mobil apa? Mobil Mini Cooper. Yang pasti setelah kami tanyakan konfirmasi ke klien kami, klien kami merasa tidak pernah memiliki mobil Mini Cooper," jelas Mark.

Tak Pernah Membeli Mobil

Menurut Mark, Sarwendah mengaku tidak pernah membeli maupun memiliki kendaraan tersebut. Namun, ia tetap menerima berbagai pesan dari pihak penagih dalam beberapa bulan terakhir.

"Ini April tanggal 6 2026, ini tanggal 7 juga, ini juga Mei, yang terbaru itu bulan Mei juga kan dihubungi berkali-kali. Ditanya terkait mobil Mini Cooper," ungkapnya.

Tanggapi Pihak Lawan

Mark juga menanggapi keraguan pihak lawan mengenai keberadaan debt collector tersebut. Ia menegaskan bahwa semua tudingannya disertai bukti yang dimiliki oleh tim kuasa hukum.

"Kalau dia bilang 'Masak media ini ya', faktanya ini kok. 'Masak debt collector nggak baca berita', ya faktanya ini. Ada buktinya," ucap Mark.

Bukti Disiapkan di Proses Persidangan

Seluruh bukti yang telah dikumpulkan, kata Mark, akan disampaikan pada waktu yang tepat di hadapan majelis hakim dalam proses persidangan.

"Cuman, kembali lagi seperti kami bilang, yang tepat bagi kami untuk menyampaikan bukti ini di mana? Di pengadilan. Bukan di sini, gitu loh," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Tayang dalam Format IMAX, Simak 3 Faktanya

Menhut pastikan negara hadir untuk mencegah karhutla

calendar_today 07.08.2026 - person  - timer ~

Menhut pastikan negara hadir untuk mencegah karhutla

Jumat, 7 Agustus 2026 10:28 WIB

Image Print

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni usai melakukan pengecekkan Indonesia Forest and Land Fire Management Center di Daerah Operasi Manggala Agni Sumatera XVII/OKI, Sumatera Selatan, Kamis (6/8/2026). (ANTARA/HO-Kemenhut RI)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah untuk melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi terjadi di musim kemarau.

“Perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto jelas, pemerintah siap melindungi warga negara kita dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Negara hadir untuk mencegah kebakaran hutan,” kata Menhut Raja Antoni dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Ia mengingatkan karhutla tidak hanya merusak hutan, tetapi juga mengganggu kehidupan masyarakat. Menurutnya, karhutla dapat memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), meliburkan sekolah, menghambat aktivitas ekonomi hingga mengganggu operasional bandara.

“Ini tidak boleh terjadi lagi,” ujar Menhut.

Lebih lanjut, Raja Antoni optimistis Indonesia mampu menekan angka karhutla meski El Nino tahun ini diperkirakan datang lebih cepat akibat perubahan iklim.

“Mudah-mudahan tahun ini angka karhutla jauh lebih rendah dibandingkan 2023, dengan dampak yang seminimal mungkin bagi masyarakat,” kata dia.

Selain itu, Menhut Raja Antoni juga mengapresiasi Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api yang menjadi garda terdepan dalam pengendalian karhutla. Menurutnya, para petugas telah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan nyawa untuk melindungi hutan dan masyarakat.

Raja Antoni juga menegaskan bahwa pengendalian karhutla hanya dapat berhasil melalui kolaborasi seluruh pihak.

“Terus jalin komunikasi dan kolaborasi yang baik. Hanya dengan kolaborasi, persoalan besar seperti karhutla dapat kita selesaikan bersama,” kata Menhut Raja Antoni.

Menhut Raja Antoni mengatakan, pengalaman Indonesia dalam menghadapi karhutla terus menunjukkan perbaikan dari tahun ke tahun.

Menurutnya, pemerintah menargetkan luas kebakaran hutan dan lahan tetap dapat ditekan meski tahun ini dihadapkan pada ancaman El Nino yang datang lebih cepat akibat perubahan iklim.

“Mudah-mudahan tahun ini kita bisa membuktikan bahwa meskipun El Nino datang lebih cepat, angka karhutla jauh lebih rendah dibandingkan 2023, dengan dampak yang seminimal mungkin bagi masyarakat,” katanya.

Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Mengenal Sejarah Singkat Kemerdekaan Korea Selatan: Perjuangan Panjang Melawan Penjajahan Jepang

calendar_today 07.08.2026 - person  - timer ~

Sejarah singkat kemerdekaan Korea Selatan – Halo, Grameds! Korea Selatan yang sekarang dikenal sebagai negara maju ternyata memiliki perjalanan sejarah yang panjang sebelum meraih kemerdekaan. 

Selama kurang lebih 35 tahun, Semenanjung Korea berada di bawah penjajahan Jepang. Masa tersebut membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat, mulai dari politik, budaya, hingga ekonomi.

Lalu, bagaimana perjalanan sejarah kemerdekaan Korea Selatan? Yuk, simak pembahasannya berikut ini, Grameds!

Daftar Isi

  • Latar Belakang Penjajahan Jepang di Korea
      • Timeline Awal Penjajahan
  • Kehidupan Masyarakat Korea Selama Masa Penjajahan
      • Dampak Penjajahan Jepang
  • Gerakan 1 Maret 1919: Awal Kebangkitan Nasional Korea
      • Dampak Gerakan 1 Maret
      • Tokoh yang Berperan dalam Kemerdekaan Korea Selatan
  • Bagaimana Korea Akhirnya Merdeka?
      • Proses Menuju Kemerdekaan
  • Mengapa Korea Terbagi Menjadi Korea Selatan dan Korea Utara?
      • Perbedaan Korea Selatan dan Korea Utara
      • Dampak Kemerdekaan bagi Korea Selatan
      • Fakta Menarik tentang Kemerdekaan Korea Selatan
  • Peran Pendidikan dalam Mempertahankan Identitas Korea
  • Kondisi Korea Setelah Lepas dari Penjajahan Jepang
    • Kesimpulan
    • Rekomendasi Buku Terkait
      • 1. Belajar Bahasa Korea Bersama K-Pop Stars
      • 2. Korea dalam Kemelut Ideologi
      • 3. 30 Hari Mahir Bahasa Korea dari Nol
      • Buku Terkait Sejarah Indonesia
      • Materi Terkait Sejarah Dunia

Latar Belakang Penjajahan Jepang di Korea

Grameds, sebelum menjadi negara yang merdeka, Korea merupakan sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Dinasti Joseon. Namun, letaknya yang strategis membuat Korea menjadi sasaran perebutan pengaruh oleh negara-negara besar, termasuk Jepang.

Timeline Awal Penjajahan

Tahun Peristiwa
1894–1895 Perang Tiongkok–Jepang memperkuat pengaruh Jepang di Korea
1905 Korea menjadi negara protektorat Jepang
1910 Jepang resmi mencaplok Korea melalui Perjanjian Aneksasi

Beberapa faktor yang menyebabkan Jepang berhasil menguasai Korea antara lain:

  • Letak geografis yang strategis

Korea berada di antara Tiongkok, Jepang, dan Rusia sehingga menjadi wilayah yang diperebutkan.

  • Lemahnya pemerintahan Dinasti Joseon

Kondisi politik yang kurang stabil membuat Jepang lebih mudah memperluas pengaruhnya.

  • Kemenangan Jepang dalam beberapa perang

Keberhasilan Jepang mengalahkan Tiongkok dan Rusia memperkuat posisinya di Asia Timur.

Kehidupan Masyarakat Korea Selama Masa Penjajahan

Grameds, selama masa penjajahan, kehidupan masyarakat Korea berubah cukup drastis. Pemerintah kolonial Jepang menerapkan berbagai kebijakan untuk memperkuat kekuasaannya.

Dampak Penjajahan Jepang

Bidang Dampaknya
Politik Kebebasan masyarakat dibatasi.
Pendidikan Kurikulum diarahkan mengikuti kepentingan Jepang.
Budaya Bahasa dan budaya Korea ditekan.
Ekonomi Sumber daya dimanfaatkan untuk Jepang.
Sosial Banyak rakyat mengalami kerja paksa.

Beberapa kebijakan yang diterapkan Jepang, yaitu:

  • Pembatasan kebebasan politik

Organisasi yang dianggap menentang pemerintah kolonial dibubarkan.

  • Penghapusan identitas budaya

Masyarakat didorong menggunakan nama dan bahasa Jepang.

  • Eksploitasi sumber daya

Hasil pertanian dan industri banyak dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan Jepang.

  • Kerja paksa

Banyak warga Korea dikirim untuk bekerja di berbagai proyek dan industri.

Gerakan 1 Maret 1919: Awal Kebangkitan Nasional Korea

Grameds, salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah kemerdekaan Korea adalah Gerakan 1 Maret atau Samil Movement. Gerakan ini menjadi simbol semangat rakyat Korea dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Gerakan tersebut dipicu oleh keinginan masyarakat untuk terbebas dari penjajahan dan memperoleh hak menentukan masa depan negaranya sendiri.

Dampak Gerakan 1 Maret

  • Meningkatkan semangat nasionalisme

Semakin banyak masyarakat yang mendukung perjuangan kemerdekaan.

  • Mendapat perhatian dunia internasional

Perjuangan rakyat Korea mulai dikenal oleh berbagai negara.

  • Melahirkan Pemerintahan Sementara Republik Korea

Pemerintahan ini dibentuk di Shanghai sebagai pusat perjuangan dari luar negeri.

  • Menjadi simbol perjuangan rakyat Korea

Hingga kini, Gerakan 1 Maret masih diperingati sebagai salah satu momen penting dalam sejarah Korea.

Tokoh yang Berperan dalam Kemerdekaan Korea Selatan

Grameds, keberhasilan Korea memperoleh kemerdekaan nggak lepas dari peran para tokoh yang memiliki strategi perjuangan berbeda-beda.

Tokoh Peran
Kim Gu Memimpin Pemerintahan Sementara Republik Korea.
Yu Gwan-sun Memimpin aksi dalam Gerakan 1 Maret.
Ahn Jung-geun Simbol perlawanan terhadap penjajahan Jepang.
Syngman Rhee Memperjuangkan kemerdekaan melalui diplomasi.

Mereka berjuang melalui berbagai cara, seperti:

  • Diplomasi internasional untuk memperoleh dukungan dunia.
  • Demonstrasi damai sebagai bentuk penolakan terhadap penjajahan.
  • Perlawanan langsung terhadap pemerintah kolonial.
  • Membangun organisasi kemerdekaan untuk menyatukan rakyat Korea.

Bagaimana Korea Akhirnya Merdeka?

Grameds, kemerdekaan Korea terjadi bersamaan dengan berakhirnya Perang Dunia II. Ketika Jepang mulai mengalami kekalahan, peluang Korea untuk memperoleh kemerdekaan semakin besar.

Proses Menuju Kemerdekaan

Tahun Peristiwa
1945 Jepang menyerah kepada Sekutu.
15 Agustus 1945 Korea memperoleh kemerdekaan.
1948 Berdiri Korea Selatan dan Korea Utara.

Beberapa peristiwa penting menjelang kemerdekaan, yaitu:

  • Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Dunia II

Posisi Jepang semakin melemah setelah menghadapi Sekutu.

  • Jepang menyerah tanpa syarat

Penyerahan ini mengakhiri masa penjajahan di Korea.

  • Rakyat Korea menyambut kemerdekaan

Tanggal 15 Agustus kemudian diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Korea.

Mengapa Korea Terbagi Menjadi Korea Selatan dan Korea Utara?

Grameds, setelah merdeka, Korea ternyata nggak langsung menjadi satu negara. Wilayah Korea dibagi menjadi dua zona pendudukan yang akhirnya berkembang menjadi dua negara berbeda.

Perbedaan Korea Selatan dan Korea Utara

Korea Selatan Korea Utara
Didukung Amerika Serikat Didukung Uni Soviet
Beribu kota Seoul Beribu kota Pyongyang
Menganut sistem demokrasi Menganut sistem sosialis

Beberapa penyebab pembagian Korea, yaitu:

  • Perbedaan ideologi politik antara Amerika Serikat dan Uni Soviet.
  • Pembagian wilayah di Paralel ke-38 setelah Jepang menyerah.
  • Terbentuknya dua pemerintahan pada tahun 1948.
  • Munculnya Perang Korea beberapa tahun kemudian.

Dampak Kemerdekaan bagi Korea Selatan

Kemerdekaan menjadi awal perubahan besar bagi Korea Selatan dalam berbagai bidang kehidupan.

  • Terbentuknya pemerintahan sendiri

Korea Selatan mulai membangun sistem pemerintahannya secara mandiri.

  • Budaya Korea kembali berkembang

Bahasa, tradisi, dan identitas nasional kembali digunakan secara luas.

  • Pembangunan ekonomi dimulai

Korea Selatan mulai menyusun berbagai program pembangunan nasional.

  • Pendidikan mengalami perubahan

Sistem pendidikan dikembangkan sesuai kebutuhan bangsa Korea.

  • Hubungan internasional semakin luas

Korea Selatan mulai menjalin kerja sama dengan banyak negara.

Fakta Menarik tentang Kemerdekaan Korea Selatan

Grameds, ada beberapa fakta menarik yang membuat sejarah kemerdekaan Korea semakin menarik untuk dipelajari.

Fakta Penjelasan
Lama penjajahan Sekitar 35 tahun (1910–1945).
Hari Kemerdekaan Diperingati setiap 15 Agustus.
Nama peringatannya Gwangbokjeol atau Hari Kembalinya Cahaya.
Gerakan terbesar Gerakan 1 Maret 1919.
Pemerintahan sementara Berdiri di Shanghai, Tiongkok.

Beberapa fakta lainnya:

  • Banyak pejuang melanjutkan perjuangan dari luar negeri.
  • Gerakan kemerdekaan melibatkan berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga tokoh agama.
  • Kisah perjuangan masih menjadi bagian penting dalam pendidikan di Korea Selatan.
  • Hari Kemerdekaan selalu diperingati dengan upacara dan berbagai kegiatan nasional.

Peran Pendidikan dalam Mempertahankan Identitas Korea

Grameds, pendidikan menjadi salah satu cara masyarakat Korea mempertahankan identitas bangsa selama masa penjajahan Jepang. Meskipun menghadapi berbagai pembatasan, masyarakat tetap berusaha menjaga bahasa dan budaya Korea.

Beberapa bentuk perjuangan melalui pendidikan, yaitu:

  • Mempertahankan bahasa Korea

Bahasa menjadi simbol identitas bangsa yang terus dijaga agar nggak hilang.

  • Menyebarkan pengetahuan tentang sejarah Korea

Pendidikan digunakan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa.

  • Mendirikan lembaga pendidikan alternatif

Beberapa kelompok berusaha menyediakan pendidikan bagi masyarakat Korea.

Kondisi Korea Setelah Lepas dari Penjajahan Jepang

Setelah Jepang menyerah pada Perang Dunia II tahun 1945, Korea akhirnya terbebas dari penjajahan. Namun, masa setelah kemerdekaan menjadi periode yang penuh tantangan.

Bidang Kondisi Setelah Kemerdekaan
Pemerintahan Mulai membangun sistem politik baru.
Ekonomi Melakukan pemulihan setelah masa penjajahan.
Sosial Masyarakat berusaha membangun kehidupan yang lebih stabil.

Kesimpulan

Grameds, sejarah singkat kemerdekaan Korea Selatan merupakan perjalanan panjang yang dipenuhi perjuangan untuk mempertahankan identitas dan kebebasan bangsa. 

Setelah mengalami penjajahan Jepang selama puluhan tahun, masyarakat Korea terus berusaha memperjuangkan kemerdekaan melalui berbagai cara, mulai dari gerakan nasional, pendidikan, hingga diplomasi internasional.

Kemerdekaan yang diraih pada tahun 1945 menjadi awal baru bagi Korea untuk membangun negaranya sendiri. Meskipun setelahnya Korea menghadapi berbagai tantangan hingga mengalami pembagian wilayah, semangat perjuangan para tokoh dan masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam sejarah Korea Selatan.

Rekomendasi Buku Terkait

1. Belajar Bahasa Korea Bersama K-Pop Stars

Belajar Bahasa Korea Bersama K-Pop Stars

Belajar bahasa Korea akan terasa lebih menyenangkan bersama para idol K-Pop favorit. Sebelum mempelajari tata bahasa, buku ini terlebih dahulu mengajak chingu berkenalan dengan Hangeul (huruf Korea) beserta dasar-dasarnya sehingga proses belajar menjadi lebih mudah diikuti. Melalui sapaan hangat seperti “Annyeong, chingudeul! Jal jinaejyo? Deudieo uriga dasi mannayo,” pembaca diajak menikmati pengalaman belajar yang santai dan interaktif. Tidak hanya bisa ikut bernyanyi, berjoget, atau melakukan fan chant saat lagu boy group maupun girl group diputar, pembaca juga akan memahami arti lirik yang dinyanyikan oleh uri oppadeul dan eonnideul.

Buku ini dilengkapi lirik dalam Hangeul, romanisasi, beserta terjemahannya sehingga lebih mudah dipelajari. Selain itu, materi tata bahasa disusun secara lengkap mulai dari penjelasan, latihan soal, hingga kunci jawaban sehingga cocok digunakan oleh penggemar K-Pop yang ingin belajar bahasa Korea dengan cara yang lebih seru.

2. Korea dalam Kemelut Ideologi

Korea dalam Kemelut Ideologi

Buku ini merupakan hasil pengembangan tesis penulis di Program Studi Magister Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, yang telah disunting dan disesuaikan untuk kebutuhan penerbitan. Pembahasannya berfokus pada gerakan kemerdekaan Korea dan konflik ideologi yang terjadi di antara berbagai kelompok pejuang sejak 1919 ketika Korea masih berada di bawah penjajahan Jepang. Tekanan dari pemerintah Jepang membuat banyak pejuang melarikan diri ke berbagai negara seperti Tiongkok, Vladivostok, dan Amerika Serikat, tetapi semangat perjuangan tetap berlanjut melalui berbagai organisasi kemerdekaan. Penulis menyoroti dua kekuatan utama, yaitu Pemerintahan Provisional Korea dan Partai Komunis Korea, yang sama-sama memperjuangkan kemerdekaan tetapi memiliki landasan ideologi yang berbeda.

Perbedaan tersebut akhirnya memicu perebutan legitimasi setelah Korea merdeka dan melahirkan dua pemerintahan pada 1948 yang kemudian menjadi awal terbentuknya Korea Selatan dan Korea Utara serta memicu Perang Korea. Dengan menggunakan metode sejarah dan konsep “bangsa” dari Benedict Anderson, buku ini mengulas akar konflik kedua kubu sekaligus menghadirkan sumber-sumber dari Korea Utara yang masih jarang digunakan dalam kajian sejarah Korea sehingga memberikan sudut pandang yang lebih luas dan berbeda dibandingkan penelitian sejenis.

3. 30 Hari Mahir Bahasa Korea dari Nol

30 Hari Mahir Bahasa Korea dari Nol

Meningkatnya popularitas budaya Korea di Indonesia membuat semakin banyak orang tertarik mempelajari bahasa Korea. Buku 30 Hari Mahir Bahasa Korea dari Nol hadir sebagai panduan praktis bagi siapa saja yang ingin belajar dari dasar tanpa merasa kesulitan. Materinya disusun secara bertahap dalam tiga bagian utama, yaitu pengenalan Hangeul sebagai fondasi membaca dan menulis, pembelajaran kosakata, ungkapan, serta percakapan yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, hingga materi tata bahasa yang dijelaskan secara sistematis dan dilengkapi latihan soal.

Dengan penyajian yang sederhana dan mudah dipahami, buku ini cocok menjadi teman belajar bagi pemula yang ingin menguasai bahasa Korea secara bertahap dalam waktu singkat.

4. Sejarah Korea: Semenanjung Korea dari Masa ke Masa

Sejarah Korea: Semenanjung Korea dari Masa ke Masa

Buku ini menyajikan perjalanan panjang sejarah Korea selama lebih dari 5.000 tahun dengan pembahasan yang komprehensif mengenai perkembangan sosial, budaya, dan politik di Semenanjung Korea. Ditulis oleh seorang profesor yang memiliki kecintaan terhadap Indonesia, buku ini mengajak pembaca menelusuri asal-usul masyarakat Korea serta perkembangan budayanya sejak masa awal hingga terbentuknya dua negara Korea pada masa modern.

Berbagai periode penting dibahas secara runtut, mulai dari era Tiga Kerajaan, Silla Bersatu, Balhae, Goryeo, Joseon, masa imperialisme Jepang, hingga perjuangan kemerdekaan Korea. Melalui penyajian yang sistematis, pembaca dapat memahami bagaimana dinamika sejarah, tradisi, dan perubahan politik membentuk Korea menjadi salah satu negara yang memiliki pengaruh besar di dunia saat ini.

5. Nunchi: Seni Membaca Pikiran dan Perasaan Orang Lain–Rahasia Hidup Bahagia dan Sukses dari Korea

Nunchi: Seni Membaca Pikiran dan Perasaan Orang Lain--Rahasia Hidup Bahagia dan Sukses dari Korea

Buku Nunchi mengupas konsep nunchi, yaitu kemampuan khas masyarakat Korea dalam membaca situasi, memahami pikiran, serta menangkap perasaan orang lain. Buku ini menjelaskan apa itu nunchi, berbagai hambatan yang membuat kemampuan tersebut sulit diterapkan, filosofi “dua mata, dua telinga, satu mulut”, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun hubungan yang harmonis dan penuh kepercayaan. Menurut penulis, nunchi telah dipraktikkan masyarakat Korea selama lebih dari 5.000 tahun dan dipercaya menjadi salah satu faktor yang mendukung perkembangan Korea menjadi negara maju. Bahkan, para orang tua di Korea menganggap mengajarkan nunchi kepada anak sama pentingnya dengan mengajarkan keselamatan dasar dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui buku ini, pembaca diajak mengembangkan kecerdasan emosional dengan lebih banyak mengamati, mendengarkan, dan memahami orang lain sehingga mampu menjalin hubungan sosial yang lebih baik sekaligus meraih kehidupan yang lebih bahagia dan sukses.

Lapas Kolonodale bekali WBP keterampilan wirausaha lewat Gerobak Sayur

calendar_today 07.08.2026 - person  - timer ~

Lapas Kolonodale bekali WBP keterampilan wirausaha lewat Gerobak Sayur

Jumat, 7 Agustus 2026 10:27 WIB

Image Print

Warga binaan pemasyarakatan Lapas Kolonodale memasarkan hasil pertanian kepada masyarakat lewat program Gerobak Sayur. ANTARA/HO-Humas Kanwil Ditjenpas Sulteng

Morowali, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kolonodale, Sulawesi Tengah, membekali warga binaan dengan keterampilan bertani dan berwirausaha melalui program Gerobak Sayur.

Kepala Lapas Kelas III Kolonodale Bambang Hari Widodo di Morowali, Jumat, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang mengajarkan warga binaan mengelola hasil pertanian hingga memasarkannya.

"Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya belajar mengelola lahan pertanian hingga menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memahami proses pemasaran hasil panen," katanya.

Ia berharap keterampilan tersebut dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat sekaligus mendukung program ketahanan pangan pemerintah.

Menurut ia, Gerobak Sayur dibuka setiap kali masa panen. Warga binaan memasarkan hasil pertanian dari lahan pembinaan yang dikelola bersama petugas.

Berbagai hasil panen dijual kepada masyarakat, seperti kangkung, bayam, sawi, terong, cabai, kacang panjang, dan aneka sayuran lainnya dengan harga mulai Rp5.000.

Sementara itu, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulteng Herman Mulawarman mengatakan pembinaan warga binaan tidak cukup hanya memberikan keterampilan produksi, tetapi juga perlu membangun kemampuan berwirausaha.

"Pembinaan harus menghasilkan perubahan yang nyata. Melalui program seperti Gerobak Sayur, warga binaan belajar mengelola usaha, memahami proses pemasaran, dan membangun rasa percaya diri," katanya.

Ia mengatakan pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal bagi warga binaan untuk hidup mandiri setelah kembali ke lingkungan sosialnya.

Menurut ia, program tersebut sejalan dengan arah kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan serta 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memperkuat pembinaan kemandirian sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.

Kakanwil mendorong seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Sulawesi Tengah terus menghadirkan inovasi pembinaan yang produktif, adaptif, dan memiliki nilai ekonomi.

"Ketika warga binaan memperoleh keterampilan sekaligus pengalaman berwirausaha, peluang mereka untuk kembali produktif di tengah masyarakat akan semakin besar," ujarnya.

Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026