Jumat, 7 Agustus 2026 10:27 WIB
Warga binaan pemasyarakatan Lapas Kolonodale memasarkan hasil pertanian kepada masyarakat lewat program Gerobak Sayur. ANTARA/HO-Humas Kanwil Ditjenpas Sulteng
Morowali, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kolonodale, Sulawesi Tengah, membekali warga binaan dengan keterampilan bertani dan berwirausaha melalui program Gerobak Sayur.
Kepala Lapas Kelas III Kolonodale Bambang Hari Widodo di Morowali, Jumat, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang mengajarkan warga binaan mengelola hasil pertanian hingga memasarkannya.
"Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya belajar mengelola lahan pertanian hingga menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memahami proses pemasaran hasil panen," katanya.
Ia berharap keterampilan tersebut dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat sekaligus mendukung program ketahanan pangan pemerintah.
Menurut ia, Gerobak Sayur dibuka setiap kali masa panen. Warga binaan memasarkan hasil pertanian dari lahan pembinaan yang dikelola bersama petugas.
Berbagai hasil panen dijual kepada masyarakat, seperti kangkung, bayam, sawi, terong, cabai, kacang panjang, dan aneka sayuran lainnya dengan harga mulai Rp5.000.
Sementara itu, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulteng Herman Mulawarman mengatakan pembinaan warga binaan tidak cukup hanya memberikan keterampilan produksi, tetapi juga perlu membangun kemampuan berwirausaha.
"Pembinaan harus menghasilkan perubahan yang nyata. Melalui program seperti Gerobak Sayur, warga binaan belajar mengelola usaha, memahami proses pemasaran, dan membangun rasa percaya diri," katanya.
Ia mengatakan pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal bagi warga binaan untuk hidup mandiri setelah kembali ke lingkungan sosialnya.
Menurut ia, program tersebut sejalan dengan arah kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan serta 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memperkuat pembinaan kemandirian sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kakanwil mendorong seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Sulawesi Tengah terus menghadirkan inovasi pembinaan yang produktif, adaptif, dan memiliki nilai ekonomi.
"Ketika warga binaan memperoleh keterampilan sekaligus pengalaman berwirausaha, peluang mereka untuk kembali produktif di tengah masyarakat akan semakin besar," ujarnya.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026