Pemulihan infrastruktur sumber daya air pascabencana di Kota Padang, Sumatera Barat, telah mencapai sekitar 92 persen. Penanganan berikutnya difokuskan pada kawasan Batang Kuranji–Maransi untuk memulihkan fungsi sungai sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat dari risiko banjir berulang.
Penanganan selama masa tanggap darurat mencakup pengerukan sedimentasi, pemulihan aliran sungai, serta pekerjaan pengendalian banjir pada sejumlah titik terdampak. Pekerjaan fisik kini dilanjutkan dengan masa transisi hingga Desember 2026.
Balai Wilayah Sungai Sumatera V mencatat terdapat 43 titik penanganan di seluruh Sumatera Barat. Untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, sebanyak 56 paket telah diusulkan dengan perincian 16 paket telah berkontrak dan 40 paket masih menjalani proses pengadaan.
Pekerjaan fisik permanen ditargetkan mulai berkontrak pada November 2026. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah kendala, terutama penyelesaian desain, proses tender, pembebasan lahan, dan pembagian kewenangan penanganan.
Di Batang Kuranji, pengerukan sedimentasi pada bagian hilir telah memasuki tahap pelaksanaan menggunakan anggaran reguler BWS Sumatera V. Penanganan juga perlu dilanjutkan hingga bagian hulu melalui pembangunan prasarana pengendali sedimen untuk mengurangi material yang terbawa ke aliran sungai.
“Batang Kuranji memerlukan normalisasi sedimentasi dan penanganan Sabo Dam di bagian hulu,” tulis Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Posko Nasional Satgas PRR Brigjen Pol Yopie Indra Prasetyo Sepang dalam laporannya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah mendukung penanganan Batang Kuranji melalui tambahan Transfer ke Daerah sekitar Rp4 miliar. Dukungan tersebut masih perlu diperkuat karena total kebutuhan penanganan kawasan diperkirakan mencapai Rp86 miliar.
Selain Batang Kuranji, kebutuhan penanganan Batang Guo, Batang Maransi, Banda Luruh, serta kolam retensi Air Pacah–Maransi akan diusulkan melalui pembaruan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana. Kebutuhan penanganan kawasan Maransi–Air Pacah dan sekitarnya diperkirakan mencapai Rp998 miliar.
Pembaruan tersebut juga akan mengakomodasi dampak banjir 3 Agustus 2026. Pemkot Padang bersama BWS Sumatera V perlu menyiapkan data dan bukti pendukung yang menghubungkan kejadian tersebut dengan rangkaian dampak bencana akhir November 2025 agar usulan dapat dibahas dalam pembaruan Rencana Induk pada Oktober 2026.
Selain pengendalian banjir, kesiapan hunian tetap di Balai Gadang menjadi perhatian. Sebanyak 340 unit huntap bantuan Yayasan Buddha Tzu Chi direncanakan dibangun dalam dua tahap, terdiri atas 138 unit pada 2026 dan 202 unit pada tahap berikutnya. Pembangunan 202 unit tambahan masih membutuhkan dukungan anggaran untuk pematangan lahan serta prasarana, sarana, dan utilitas. Kebutuhan tersebut akan diusulkan dalam pembaruan R3P dan Renduk.
Untuk skema huntap mandiri, BNPB telah menyetujui bantuan bagi 23 unit rumah dan pemerintah daerah mengusulkan tambahan enam unit sehingga totalnya menjadi 29 unit. Saat ini, satu rumah telah selesai dibangun dan ditempati penerima selama dua bulan.
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG, – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengemukakan bahwa penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang telah menciptakan suasana wilayah yang adem ayem dan penuh ketenteraman. Hal ini ia sampaikan pada acara penutupan di Lapangan Simpang Lima, Semarang, Sabtu malam.
Ia menuturkan bahwa selama sembilan hari pelaksanaan, lantunan ayat-ayat suci Al Quran yang berkumandang di berbagai lokasi di Kota Semarang telah menghadirkan suasana yang khidmat. "Selama sembilan hari kita telah bersama-sama dalam suasana yang penuh khidmat, yaitu mengagungkan kalam ilahi," katanya.
Lebih lanjut, Ahmad Luthfi menjelaskan hikmah dari kegiatan ini sangat terasa bagi Provinsi Jawa Tengah dan 35 kabupaten/kota di dalamnya. "Hikmahnya bagi Provinsi Jawa Tengah dan 35 kabupaten/kota, selama sembilan hari adem, tenteram, ora ono kasak-kusuk terkait MTQ," ujarnya menegaskan.
Pengaruh positif pelaksanaan MTQ Nasional ini, menurut Gubernur, tidak hanya terasa di dunia nyata tetapi juga merambah ke platform digital. Ia menyoroti bahwa media sosial yang biasanya riuh dengan berbagai informasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya, kini dipenuhi dengan konten-konten positif terkait Musabaqah Tilawatil Quran.
"Media sosial dipenuhi dengan Musabaqah Tilawatil Quran selama sembilan hari," katanya. Melihat dampak positif tersebut, Ahmad Luthfi bahkan menyampaikan harapannya secara langsung kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar yang hadir dalam acara tersebut. "Kami ingin kepada Pak Menteri kalau bisa tiap hari lakukan Musabaqah Tilawatil Quran di seluruh provinsi Republik Indonesia," pintanya.
Ia berharap, penyelenggaraan MTQ Nasional dapat menjadi momentum untuk mendorong masyarakat berbuat lebih banyak kebaikan. Termasuk di antaranya adalah menghentikan kebiasaan menyebarkan informasi yang tidak benar di dunia maya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan bahwa ada empat kekuatan utama yang dimiliki Jawa Tengah sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI. Pertama, menjaga integritas dan muruah MTQ dengan memperkuat profesionalitas, objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas, terutama dalam sistem perhakiman dan penilaian.
Kedua, Jawa Tengah dinilai mampu memperkuat pembinaan MTQ secara berkelanjutan melalui kaderisasi peserta, peningkatan kompetensi pelatih dan dewan hakim, serta penguatan lembaga pendidikan Al Quran. Ketiga, provinsi ini dapat bersinergi dalam menerapkan standardisasi pembinaan, seleksi peserta, penyusunan materi, sistem perhakiman, dan tata kelola MTQ.
"Keempat, memperkuat dukungan pemerintah daerah, dukungan kebijakan, kelembagaan, dan penganggaran yang diperlukan agar pembinaan tilawatil Quran semakin kuat, berkelanjutan," pungkas Taj Yasin Maimoen.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara
Jakarta, CNN Indonesia --
Persija Jakarta menempel ketat Madura United di puncak klasemen Super League 2026/2027 usai mengalahkan Java United 1-0 dalam pertandingan pekan ketiga di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (19/9).
Satu-satunya gol Persija dalam pertandingan itu dicetak Arlyansyah Abdulmanan pada menit ke-13 setelah memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan.
Gol semata wayang Arly itu cukup membawa Persija ke papan atas klasemen Super League dengan raihan 9 poin hasil hattrick kemenangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan Redaksi
Persija kini di peringkat kedua klasemen Super League menempel Madura United yang berada di posisi teratas dengan nilai sama.
Sementara bagi Java United, kekalahan dari Macan Kemayoran membuat mereka tetap di zona degradasi dengan torehan poin -1.
Pada pertandingan lain, Persebaya Surabaya gagal memanfaatkan tampil di depan pendukung sendiri di Gelora Bung Tomo setelah ditahan Garudayaksa 1-1.
PSM Makassar meraih satu poin secara dramatis setelah mengimbangi Persita Tangerang 2-2 di Stadion Gelora BJ Habibie. Persita unggul 2-1 lewat gol Andrejik Aleksa dan Tyronne Del Pino yang dibalas Ananda Raehan.
Namun pada menit ke-83, PSM mencetak gol penyeimbang 2-2 lewat Stefan Jetvoski. Kemenangan Persita yang di depan mata pun sirna.
Bhayangkara FC meraih kemenangan pertama di Super League musim ini setelah menggilas Isenmulang Kalteng FC 2-0 di Stadion PKOR Lampung. Allano De Souza dan TM Ichsan jadi bintang kemenangan Bhayangkara FC.
Klasemen Super League:
1. Madura United 9 Poin
2. Persija 9
3. Dewa United 7
4. Bali United 6
5. Arema FC 5
6. Bhayangkara 5
7. Persita 5
8. Persebaya 5
9. Persik 4
10. Persib 3
11. Borneo FC 3
12. PSM 2
13. Garudayaksa 2
14. PSIM 1
15. PSS 0
16. Persijap 0
17. Java United -1
18. Isenmulang -2
[Gambas:Video CNN]
(sry/sry)
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG, – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan bahwa pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah, meninggalkan setidaknya empat pesan penting bagi masa depan peningkatan MTQ di Indonesia. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Menag pada acara penutupan MTQ Nasional XXXI, Sabtu malam.
Pesan pertama yang disorot adalah perlunya pengembangan MTQ Nasional dari sekadar ajang perlombaan menjadi sebuah ekosistem pembelajaran dan peradaban Al Quran. Menag menekankan bahwa pembinaan terhadap qori, hafiz, mufasir, penulis, dan kaligrafer tidak boleh berhenti setelah acara selesai.
"Pembinaan qori, hafiz, mufasir, penulis, dan kaligrafer tidak boleh berhenti setelah MTQ usai," ujar Nasaruddin Umar. Ia berharap pemerintah daerah dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) di semua tingkatan dapat melaksanakan upaya pembinaan yang terencana, berkelanjutan, dan mampu menjangkau kalangan yang lebih luas. Menag bahkan menyebut MTQ Nasional sebagai salah satu kebudayaan penting Indonesia yang unik dan tidak dimiliki negara lain.
Pesan kedua yang disampaikan adalah semakin inklusifnya MTQ dengan hadirnya ekshibisi bagi penyandang disabilitas sensorik rungu. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas akses pelayanan pembelajaran Al Quran. "Mushaf Al Quran isyarat perlu terus diperluas, disertai dengan tenaga pengajar, metode pembelajaran, dan fasilitas keagamaan yang ramah disabilitas," katanya. Ia menegaskan bahwa tidak boleh seorang pun kehilangan kesempatan mempelajari Al Quran karena keterbatasan.
Adapun pesan ketiga adalah tuntutan agar MTQ semakin adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut Menag, teknologi harus dimanfaatkan untuk memperluas pendidikan, dakwah, serta akses terhadap pengetahuan keislaman yang otoritatif. "Sambil tetap untuk waspada terhadap disinformasi, manipulasi, penyalahgunaan data, dan ujaran kebencian di ruang digital," jelasnya.
Pesan keempat yang tak kalah penting adalah dampak ekonomi dari penyelenggaraan MTQ. Kehadiran ribuan peserta dan pengunjung terbukti mendatangkan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha di sektor perhotelan, transportasi, kuliner, perdagangan, dan industri kreatif di daerah. Berdasarkan perhitungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Badan Pusat Statistik, perputaran uang selama pelaksanaan MTQ Nasional XXXI diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun.
"Jadi, MTQ ini adalah rezeki buat masyarakat Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang. Ini menunjukkan bahwa syiar Al Quran berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi rakyat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," demikian Nasaruddin Umar.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara
Semarang (ANTARA) - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan bahwa pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah, meninggalkan setidaknya empat pesan penting bagi masa depan peningkatan MTQ di Indonesia.
Pesan penting yang pertama, ia mengatakan, MTQ Nasional perlu dikembangkan dari sekadar perlombaan menjadi ekosistem pembelajaran dan peradaban Al Quran.
"Pembinaan qori, hafiz, mufasir, penulis, dan kaligrafer tidak boleh berhenti setelah MTQ usai," katanya pada acara penutupan MTQ Nasional XXXI di Semarang, Sabtu malam.
Ia berharap pemerintah daerah dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) di semua tingkatan melaksanakan upaya pembinaan yang terencana, berkelanjutan, dan bisa menjangkau kalangan yang lebih luas.
"MTQ Nasional di Indonesia ini merupakan salah satu kebudayaan penting bagi Indonesia. Tidak ada negara yang seperti Indonesia melaksanakan pesta Al Quran seperti yang dilakukan di sini," katanya.
Pesan yang kedua, menurut Menteri Agama, MTQ menjadi semakin inklusif dengan hadirnya ekshibisi bagi penyandang disabilitas sensorik rungu untuk memperluas akses pelayanan pembelajaran Al Quran.
"Mushaf Al Quran isyarat perlu terus diperluas, disertai dengan tenaga pengajar, metode pembelajaran, dan fasilitas keagamaan yang ramah disabilitas," katanya.
"Tidak boleh seorang pun kehilangan kesempatan untuk mempelajari Al Quran karena beragam keterbatasan," ia menambahkan.
Baca juga: Gubernur Jawa Tengah sebut MTQ Nasional bikin suasana jadi adem ayem
Menteri Agama menyampaikan, pesan ketiga dari pelaksanaan Nasional XXXI adalah bahwa MTQ mesti semakin adaptif dengan perkembangan ilmu dan teknologi.
"Teknologi kita manfaatkan untuk memperluas pendidikan dan dakwah serta akses pada pengetahuan keislaman yang otoritatif. Sambil tetap untuk waspada terhadap disinformasi, manipulasi, penyalahgunaan data, dan ujaran kebencian di ruang digital," ia menjelaskan.
Pesan keempatnya, ia melanjutkan, penyelenggaraan MTQ dapat menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Kehadiran ribuan peserta dan pengunjung di lokasi pelaksanaan MTQ dapat mendatangkan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha perhotelan, transportasi, kuliner, perdagangan, dan industri kreatif di daerah.
Berdasarkan perhitungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Badan Pusat Statistik, Menteri Agama mengatakan, perputaran uang selama pelaksanaan MTQ Nasional diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun.
"Jadi, MTQ ini adalah rezeki buat masyarakat Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang. Ini menunjukkan bahwa syiar Al Quran berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi rakyat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," demikian Menteri Agama.
Baca juga: Kafilah MTQ Nasional berwisata ke Desa Wisata Kandri
Baca juga: Transaksi selama pameran MTQ Nasional mencapai Rp2,4 miliar
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Minggu, 20 September 2026 - 01:12 WIB
VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan petunjuk yang diduga berkaitan dengan aliran uang dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Baca Juga
Petunjuk tersebut ditemukan saat penyidik menggeledah rumah Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN, Lampri, di wilayah Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat, 18 September 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menyita sejumlah dokumen serta barang bukti elektronik yang dinilai berkaitan dengan perkara. KPK kini masih menganalisis temuan tersebut untuk mengetahui keterkaitannya dengan dugaan aliran uang dalam kasus yang tengah diusut.
Baca Juga
“Dalam penggeledahan di wilayah Bekasi, Jawa Barat, penyidik menyita di antaranya sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik soal petunjuk dugaan aliran uang yang terkait dengan perkara di ATR/BPN,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Sabtu.
Budi menjelaskan, barang bukti yang diamankan dari rumah Lampri akan ditelaah lebih lanjut oleh penyidik. Analisis tersebut diperlukan untuk memperdalam dugaan peran Lampri yang telah ditetapkan sebagai salah satu tersangka.
Baca Juga
Selain itu, KPK ingin mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai rangkaian perkara tersebut, termasuk hubungan antara pihak-pihak yang telah diperiksa maupun ditetapkan sebagai tersangka.
Berawal dari OTT Kasus HGB Summarecon
Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di wilayah Jabodetabek pada 14 September 2026.
Operasi tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi dalam proses pengurusan hak guna bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Sehari setelah OTT, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka. Mereka terdiri dari pejabat Kementerian ATR/BPN, pihak perusahaan, serta sejumlah pihak swasta dan perantara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Delapan tersangka tersebut yakni Lampri, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung, Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi, serta Rizal Pahlevi yang disebut sebagai pihak swasta atau perantara Summarecon.
Selain itu, KPK menetapkan mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Ketua DPP Partai Golkar Fahd El Fouz alias Fahd Arafiq, serta dua pihak swasta bernama Erwin dan Muhammad Fakhry sebagai tersangka.
Halaman Selanjutnya
Keempat nama terakhir disebut KPK diduga merupakan orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.
CNN Indonesia
Minggu, 20 Sep 2026 01:01 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --
The Scandal menjadi proyek Korea terbaru yang merupakan hasil adaptasi novel Prancis Les Liaisons dangereuses karya Pierre Choderlos de Laclos.
Dalam drama romansa historis berlatar era Dinasti Joseon ini, para pemeran utama dipercayakan kepada Son Ye-jin yang kembali ke layar kaca, bersama Ji Chang-wook, dan Nana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
The Scandal berfokus pada kehidupan Madam Jo (Son Ye-jin), seorang perempuan bangsawan berparas menawan dan berotak cerdas.
Meski memiliki kapasitas diri yang mumpuni, ruang gerak Madam Jo terpasung oleh ketatnya norma sosial tatanan Konfusianisme era Joseon yang membatasi hak-hak perempuan.
Rasa gusar atas aturan diskriminatif tersebut mendorongnya merancang permainan godaan yang berisiko dan juga manipulatif.
[Gambas:Video CNN]
Madam Jo lantas melibatkan Jo Won (Ji Chang-wook), pria bangsawan kaya raya yang skeptis terhadap cinta sejati dan hanya menikmati hubungan asmara secara dangkal.
Demi memenangkan perhatian Madam Jo, Jo Won menyetujui tantangan taruhan tersebut dan bersiap menjalankan misi penaklukannya.
Sasaran permainan mereka jatuh pada Hee-yeon (Nana), janda muda yang telah bersumpah untuk menjaga kesucian hidupnya setelah sang suami meninggal dunia. Demi permainan dengan Madam Jo, Jo Won amat gencar mendekati Hee-yeon.
Pilihan Redaksi
Perempuan itu berusaha keras membentengi diri dan menolak keberadaan pria tersebut. Namun, perhatian yang intens dari Jo Won perlahan menggoyahkan keteguhan hati Hee-yeon hingga memicu pergolakan emosi yang rumit.
Niat awal yang semula sekadar permainan untuk menguji norma sosial Joseon pun berbalik menjadi bumerang.
Keterikatan emosional yang tak terduga tumbuh di antara mereka, menciptakan jaring konflik dan dilema perasaan yang mengancam Madam Jo, Jo Won, maupun Hee-yeon.
Adaptasi versi terbaru ini diarahkan sutradara Jung Ji-woo yang sebelumnya menggarap Eungyo (2012) hingga Tune in for Love (2019). Sedangkan naskahnya ia garap bersama Lee Seung-young (The Art of Negotiation), dan An Hye-song.
Sebelum The Scandal, Les Liaisons dangereuses juga pernah diadaptasi menjadi film Untold Scandal (2003) yang dibintangi Bae Yong-joon, Lee Mi-suk, serta Jeon Do-yeon. Film ini menjadi terlaris ketiga di Korea ketika rilis.
Pada 2012, karya itu juga pernah digarap menjadi Dangerous Liaisons hasil kerja sama China dan Korea Selatan yang dibintangi Zhang Ziyi, Jang Dong-geun, serta Cecilia Cheung.
Selain itu, pernah pula diadaptasi menjadi drama modern bertajuk Tempted yang dibintangi Woo Do-hwan hingga Joy Red Velvet, Moon Ga-young, serta Kim Min-jae, dan menuai banyak kritik.
Kini, The Scandal hadir dan bisa ditonton di Netflix 18 September.
(chri)
REPUBLIKA.CO.ID, TIMIKA, – Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, resmi memasang Area Traffic Control System (ATCS) di sembilan titik lampu lalu lintas di Kota Timika. Langkah ini diambil untuk mendorong kesadaran masyarakat agar lebih tertib dalam berkendara di jalan raya.
Kepala Dinas Perhubungan Mimika, Alfasiah, di Timika, Sabtu, menjelaskan bahwa setiap lampu lalu lintas kini dilengkapi dengan CCTV yang terhubung langsung ke pusat pemantauan. Sistem ini memungkinkan petugas untuk memantau dan menegur pengendara secara langsung.
"Kami sudah meluncurkan ATCS di setiap lampu lalu lintas, yang dilengkapi CCTV yang akan memantau pengendara selama perjalanan atau di pemberhentian lampu lalu lintas saat lampu menyala merah. Kehadiran ATCS ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib dalam berkendaraan," kata Alfasiah.
Mekanisme peneguran dilakukan secara real-time. Pengendara yang berhenti melewati garis henti (stop line) saat lampu merah menyala akan langsung ditegur oleh petugas melalui pengeras suara yang terintegrasi dengan sistem pusat pemantauan Dishub Mimika.
"Jadi kalau bapak ibu berhenti terus kendaraannya melewati garis henti yang telah ditentukan maka ada suara yang menegur bapak ibu di lampu lalu lintas itu," ujarnya.
Tidak hanya pelanggaran garis henti, sistem ini juga akan menegur pengendara yang tidak memakai helm. "Kalau tidak pakai helm juga ada suara yang nanti menegur bapak ibu," tegas Alfasiah.
Ia mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk mengutamakan keselamatan (safety) saat berkendara. Menurutnya, penggunaan helm bukan semata-mata untuk mematuhi aturan lalu lintas, melainkan untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain.
"Kami berharap bapak ibu keluar dari rumah dengan selamat, berbahagia dalam perjalanan, kemudian kembali ke rumah juga dengan keadaan selamat. Masyarakat wajib mematuhi aturan lalu lintas karena safety untuk kita, safety juga untuk orang lain," imbuhnya.
Pemkab Mimika telah memasang ATCS di sembilan titik lampu lalu lintas strategis di Kota Timika. Titik-titik tersebut meliputi perempatan Timika Mall, perempatan Jalan Hasanudin dan Jalan Budi Utomo, serta Jalan Merah WR Supratman.
Selanjutnya, sistem juga terpasang di depan Kantor KPPN Timika Jalan Cenderawasih SP 2, pertigaan Jalan Cenderawasih dan Jalan Budi Utomo (depan Diana), depan Gereja Katedral Tiga Raja Jalan Yos Sudarso, depan Kantor POM Lama Kwamki Baru, depan Bank Papua Jalan Yos Sudarso, dan perempatan Jalan Pendidikan dan Jalan Bougenville.
Selain ATCS, Dinas Kominfo Mimika juga telah memasang 51 unit CCTV yang tersebar di dalam kota hingga ke pinggiran Kota Timika. Pemasangan ini bertujuan untuk mendukung pengawasan keamanan warga Mimika dalam melaksanakan aktivitas keseharian.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara
Minggu, 20 September 2026 - 01:00 WIB
VIVA – Tas tak lagi sekadar pelengkap busana. Di tengah aktivitas yang semakin dinamis, satu aksesori dituntut bisa mengikuti berbagai kebutuhan, mulai dari bekerja, menghadiri acara, hingga sekadar bepergian santai.
Baca Juga
Karena itu, tas dengan desain fleksibel dan kapasitas yang terorganisasi semakin relevan bagi mereka yang ingin tetap tampil rapi tanpa harus membawa terlalu banyak aksesori.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berikut sejumlah alasan tas multifungsi menjadi pilihan menarik untuk menunjang gaya sehari-hari:
Baca Juga
1. Praktis untuk Berbagai Aktivitas
Mobilitas yang tinggi membuat kepraktisan menjadi salah satu pertimbangan ketika memilih tas. Model yang dapat digunakan untuk lebih dari satu kesempatan membuat pengguna tidak perlu berganti tas setiap kali berpindah aktivitas.
Baca Juga
Tas dengan desain yang sederhana juga relatif mudah dipadukan dengan berbagai gaya busana, baik untuk tampilan kasual maupun semi-formal.
2. Bisa Disesuaikan dengan Gaya
Tas multifungsi memberikan keleluasaan dalam menentukan cara penggunaannya. Salah satunya melalui tali yang dapat dilepas atau disesuaikan panjangnya.
Dengan fitur tersebut, satu tas bisa dikenakan sebagai handbag ketika ingin tampil lebih formal atau sebagai crossbody bag saat membutuhkan mobilitas yang lebih leluasa.
3. Ruang Penyimpanan Lebih Terorganisasi
Tampilan tas memang penting, tetapi fungsi penyimpanan juga menjadi pertimbangan. Pembagian ruang di dalam tas membantu pengguna menyimpan barang berdasarkan kebutuhan sehingga lebih mudah ditemukan.
Konsep dual compartment, misalnya, dapat memberikan ruang terpisah untuk membawa berbagai barang esensial sehari-hari. Tambahan pocket dan zipper compartment juga membantu menjaga barang tetap lebih terorganisasi.
4. Material Menentukan Karakter Tas
Selain bentuk, material turut menentukan kesan sebuah tas. Kulit dengan kualitas tertentu biasanya memberikan tampilan yang lebih elegan sekaligus memiliki karakter yang dapat digunakan dalam jangka panjang.
Penggunaan full grain leather menjadi salah satu pilihan untuk menghadirkan kesan klasik. Material tersebut juga dapat dipadukan dengan desain minimalis agar tas tetap terlihat relevan meski tren fesyen terus berubah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
5. Desain Minimalis Lebih Mudah Dipadukan
Tren minimalism dalam fesyen membuat desain dengan garis yang bersih atau clean lines tetap memiliki tempat tersendiri.
Halaman Selanjutnya
Model yang tidak terlalu banyak menggunakan ornamen memungkinkan tas berfungsi sebagai pelengkap penampilan tanpa mendominasi keseluruhan gaya. Detail kecil seperti hardware berwarna emas pun dapat digunakan sebagai aksen untuk memberikan sentuhan elegan.
Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengemukakan bahwa penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah, membuat suasana wilayah menjadi adem ayem.
"Selama sembilan hari kita telah bersama-sama dalam suasana yang penuh khidmat, yaitu mengagungkan kalam ilahi," katanya pada acara penutupan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Simpang Lima, Semarang, Sabtu malam.
Ia menuturkan bahwa lantunan ayat-ayat suci Al Quran di berbagai lokasi di wilayah Kota Semarang selama pelaksanaan MTQ Nasional XXXI menghadirkan suasana tenteram.
"Hikmahnya bagi Provinsi Jawa Tengah dan 35 kabupaten/kota, selama sembilan hari adem, tenteram, ora ono kasak-kusuk terkait MTQ," katanya.
Pengaruh pelaksanaan MTQ Nasional, menurut dia, terasa sampai ke platform media sosial yang biasanya riuh dengan berbagai informasi yang tidak semuanya jelas sumber maupun kebenarannya.
"Media sosial dipenuhi dengan Musabaqah Tilawatil Quran selama sembilan hari," katanya.
"Kami ingin kepada Pak Menteri kalau bisa tiap hari lakukan Musabaqah Tilawatil Quran di seluruh provinsi Republik Indonesia," katanya dalam acara yang dihadiri oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Dia berharap pelaksanaan MTQ Nasional bisa mendorong orang untuk berbuat lebih banyak kebaikan, termasuk berhenti menyebarkan informasi yang tidak benar di dunia maya.
Baca juga: Jawa Tengah alokasikan anggaran Rp2 miliar untuk 2.000 penghafal Al Quran
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan bahwa ada empat kekuatan Jawa Tengah sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI.
"Pertama, yaitu menjaga integritas dan muruah MTQ. Profesionalitas, objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas, terutama dalam sistem perhakiman dan penilaian harus terus diperkuat," katanya.
Kedua, Jawa Tengah dapat memperkuat pembinaan MTQ secara berkelanjutan melalui kaderisasi peserta, peningkatan kompetensi pelatih dan dewan hakim, serta penguatan lembaga pendidikan Al Quran.
Ketiga, Jawa Tengah dapat bersinergi dalam menerapkan standardisasi pembinaan, seleksi peserta, penyusunan materi, sistem perhakiman, dan tata kelola MTQ.
"Keempat, memperkuat dukungan pemerintah daerah, dukungan kebijakan, kelembagaan, dan penganggaran yang diperlukan agar pembinaan tilawatil Quran semakin kuat, berkelanjutan," katanya.
Baca juga: Nilai transaksi selama pameran MTQ Nasional mencapai Rp2,4 miliar
Baca juga: "Job Fair MTQ 2026" tawarkan lebih dari 3.000 lowongan kerja
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.