Main 10 Orang Selama 60 Menit, Kevin Diks Minta Perjuangan Timnas Indonesia Dihargai

calendar_today 29.09.2026 - person  - timer ~

Selasa, 29 September 2026 - 14:51 WIB

VIVA – Kapten Timnas Indonesia, Kevin Diks, meminta perjuangan rekan-rekannya saat bermain dengan 10 pemain melawan Malaysia tetap dihargai.

Baca Juga

Indonesia bermain imbang 0-0 dengan Malaysia pada matchday kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin, 28 September 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hasil itu terasa berat bagi skuad Garuda karena harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37. Thom Haye mendapat kartu merah setelah wasit meninjau insiden melalui VAR.

Baca Juga

Indonesia kemudian lebih banyak bertahan untuk menjaga gawangnya tetap aman. Malaysia yang unggul jumlah pemain juga gagal memanfaatkan situasi tersebut hingga pertandingan berakhir. Namun, reaksi sebagian suporter setelah laga justru membuat Diks angkat bicara.

Sejumlah penonton terdengar meneriakkan nama Shin Tae-yong, pelatih yang pernah menangani Timnas Indonesia, ketika pertandingan selesai.

Baca Juga

Diks menilai reaksi tersebut tidak tepat karena para pemain dan pelatih sudah berjuang dalam kondisi sulit.

"Saya rasa ini tidak benar. Ini tidak baik bagi para pemain dan tidak baik bagi pelatih," ujar Diks dalam keterangan resmi PSSI, Selasa, 29 September 2026.

Bek Borussia Moenchengladbach itu juga meminta kartu merah Thom Haye tidak dijadikan alasan untuk menyalahkan gelandang Timnas Indonesia tersebut.

Menurut Diks, insiden seperti itu bisa terjadi dalam pertandingan dan bukan sesuatu yang sengaja dilakukan Haye.

"Thom tidak melakukannya dengan sengaja. Itu bisa terjadi kepada siapa saja, termasuk saya," kata Diks.

Bermain dengan 10 orang selama sekitar satu jam membuat Indonesia harus mengerahkan tenaga ekstra. Diks pun mengaku bangga melihat rekan-rekannya mampu mempertahankan skor hingga peluit panjang.

"Saya bangga kepada para pemain yang berjuang dengan 10 orang. Berjuang dengan 10 orang sangat sulit, tetapi kami tetap bangga kepada para pemain," tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hasil imbang membuat Indonesia tetap menempati posisi kedua Grup A dengan koleksi empat poin, sama seperti Malaysia yang berada di puncak klasemen.

Peluang Indonesia untuk lolos ke final masih terbuka. Syaratnya, Garuda harus mengalahkan Bangladesh pada pertandingan terakhir Grup A, Kamis, 1 Oktober 2026, dengan selisih gol yang besar sembari menunggu hasil pertandingan Malaysia kontra Singapura.

Halaman Selanjutnya

Diks pun tidak ingin terlalu jauh memikirkan skenario tersebut. Menurutnya, fokus utama Indonesia adalah mencetak gol sebanyak mungkin saat menghadapi Bangladesh.