Jakarta, CNN Indonesia --
Seorang remaja berusia 16 tahun di India menghabiskan sebagian besar waktunya berendam di kolam selama lebih dari lima tahun untuk meredakan rasa sakit akibat kondisi kulit yang belum diketahui secara pasti.
Kini, ia mendapat perawatan medis setelah warga setempat mengadakan kampanye karena khawatir dengan kondisinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Remaja bernama Iqbal Sheikh itu berasal dari sebuah desa di Distrik Murshidabad, Bengal Barat, India. Ia mengaku merasakan sensasi terbakar yang hebat di seluruh tubuh setiap kali keluar dari air.
Kondisi tersebut membuat Iqbal lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam kolam. Air memberikan rasa lega sementara ketika rasa terbakar dan nyeri menyerang tubuhnya.
Kisah Iqbal kemudian menjadi perhatian publik setelah warga menyuarakan kekhawatiran mengenai kondisinya. Ia akhirnya diterbangkan ke Mumbai pada pekan ini untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Sir HN Reliance.
Dokter menduga Iqbal mengalami eritromelalgia, yaitu kondisi langka yang dapat menyebabkan rasa nyeri seperti terbakar, kemerahan, dan sensasi panas pada kulit.
Menurut National Health Service (NHS), eritromelalgia biasanya menyerang kaki. Kondisi tersebut dapat ditangani dengan sejumlah metode, termasuk penggunaan krim, gel, semprotan, atau obat dalam bentuk tablet.
Dokter melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi yang dialami Iqbal. Ia diperkirakan akan tetap menjalani perawatan di rumah sakit hingga dokter menentukan diagnosis dan rencana pengobatan yang sesuai.
Biaya transportasi Iqbal ke Mumbai disebut ditanggung oleh miliarder India, Anant Ambani, menurut laporan media lokal.
Sebelum mendapatkan bantuan medis, video mengenai kondisi Iqbal sempat beredar luas di media sosial. Dalam salah satu video, Iqbal terlihat berendam di kolam sambil menyantap makanan ringan.
Video lainnya memperlihatkan Iqbal menangis karena kesakitan saat berada di rumah. Ia tampak hanya mengenakan handuk dan dikelilingi anggota keluarganya.
Orang tua Iqbal sebelumnya telah membawa anak mereka ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pengobatan. Namun, keluarga tersebut akhirnya menghentikan perawatan karena menghadapi keterbatasan keuangan.
Dalam wawancara dengan kru televisi, Iqbal juga mengatakan bahwa ia sempat mengaitkan penyakitnya dengan keberadaan "jin" atau entitas supernatural yang diyakini mengendalikan tubuhnya.
Berendam di dalam air memang dapat memberikan kelegaan sementara bagi Iqbal. Namun, dokter memperingatkan bahwa kebiasaan tersebut dalam jangka panjang dapat menimbulkan masalah kesehatan baru.
Seorang dokter kulit menjelaskan bahwa kulit yang terus-menerus terendam air dalam waktu lama dapat menjadi sangat lunak dan pucat. Kondisi tersebut membuat lapisan kulit lebih rentan terhadap kerusakan serta meningkatkan risiko infeksi akibat jamur dan bakteri.
Keluarga juga optimistis bahwa pengobatan yang berkelanjutan dapat membuat Iqbal kembali menjalani kehidupan normal tanpa harus terus-menerus berendam di dalam kolam, dikutip dari Irish Star.
(mge/bac)
Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Direktur PT Guna Cipta Energi untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan mesin electronic data capture atau EDC di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) atau Bank BRI.
“KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi atas nama HEG selaku Direktur PT Guna Cipta Energi,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Rabu.
Budi mengatakan pemeriksaan terhadap HEG diagendakan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Sebelumnya, KPK pada 26 Juni 2025 mengumumkan memulai penyidikan terkait kasus dugaan korupsi dalam pengadaan mesin EDC.
Pada 30 Juni 2025, KPK mengumumkan nilai proyek pengadaan mesin EDC tersebut sebesar Rp2,1 triliun.
Untuk sementara, KPK mengatakan kerugian keuangan negara terkait kasus tersebut mencapai Rp700 miliar atau 30 persen dari total nilai proyek pengadaan yang Rp2,1 triliun. KPK menyampaikan pernyataan tersebut pada 1 Juli 2025.
KPK pada 9 Juli 2025, menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus tersebut, yakni mantan Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto (CBH) dan mantan Direktur Digital, dan Teknologi Informasi BRI sekaligus Dirut Allo Bank Indra Utoyo (IU).
Selain itu, Dedi Sunardi (DS) selaku SEVP Manajemen Aktiva dan Pengadaan BRI, Elvizar (EL) selaku Dirut PT Pasifik Cipta Solusi (PCS), serta Rudy Suprayudi Kartadidjaja (RSK) selaku Dirut PT Bringin Inti Teknologi.
Sementara itu, Elvizar ditahan KPK pada 4 Agustus 2026 sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam pengadaan digitalisasi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) PT Pertamina (Persero) tahun 2018-2023.
Baca juga: KPK panggil Sekda Pemalang hingga dua anggota DPRD sebagai saksi
Baca juga: KPK panggil Kepala Bulog Jateng dan 37 saksi kasus bansos beras
Pewarta: Rio Feisal
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rabu, 9 September 2026 12:23 WIB
Sejumlah tenaga kesehatan sedang beraktivitas di RS darurat yang dibangun dengan tenda di Ende. ANTARA/Ho-Humas Pemprov NTT
Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena meminta Pemerintah Kabupaten Ende memberi perhatian khusus kepada tenaga kesehatan yang turut terdampak gempa Flores agar pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal.
“Ini saya minta perhatian serius dari Pak Bupati, Wakil Bupati dan jajaran untuk memberikan perhatian khusus juga kepada para nakes kita yang merupakan garda terdepan dalam urusan penanganan gempa ini," katanya di Ende, Rabu.
Hal ini disampaikan Gubernur Melki saat meninjau RSUD Ende di Jalan W.Z. Johanes, Ende, Rabu pagi, dalam rangkaian kunjungannya untuk memastikan penanganan dampak gempa di Pulau Flores berjalan optimal.
Melki meminta agar Pemda Ende memastikan kalau ada rumah Nakes yang rusak, harus didata dengan baik untuk kemudian dapat dibantu,” tegas Melki.
Melki menilai perhatian terhadap tenaga kesehatan penting karena mereka merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan dan menangani masyarakat terdampak bencana, meskipun sebagian dari mereka juga mengalami dampak langsung gempa.
Karena itu, ia meminta Bupati dan Wakil Bupati Ende beserta jajaran segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap tenaga kesehatan yang rumah atau tempat tinggalnya mengalami kerusakan.
Dalam peninjauan itu, Gubernur juga memastikan kondisi para tenaga kesehatan, keluarga, serta tempat tinggal mereka.
“Nakes sehat? Keluarga aman? Rumah aman?” tanya Gubernur kepada para tenaga kesehatan.
Ia mengapresiasi dedikasi para tenaga kesehatan yang tetap menjalankan tugas pelayanan di tengah situasi tanggap darurat dan mengingatkan mereka agar tetap menjaga kesehatan.
“Jaga kesehatan, ya,” pesan Gubernur Melki.
Sementara itu, sejumlah pelayanan RSUD Ende secara bertahap mulai kembali menggunakan gedung rumah sakit setelah sebelumnya dilaksanakan di tenda darurat.
Berdasarkan rekomendasi teknis Dinas Pekerjaan Umum, gedung pelayanan rumah sakit masih berada dalam kategori hijau sehingga dapat digunakan. Namun, pelayanan Perinatal dan Intensive Care Unit (ICU) masih dilakukan di tenda sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan pasien.
Melki menegaskan Pemerintah Provinsi NTT bersama pemerintah daerah akan terus memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan serta kebutuhan penanganan fasilitas dan tenaga kesehatan yang terdampak gempa dapat segera ditindaklanjuti.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur minta nakes terdampak gempa di Ende dapat perhatian khusus
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rabu, 9 September 2026 12:23 WIB
Tim pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang membakar dua kandang ayam di Dukuh Ngronggah, Desa Sempu, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Selasa (8/9/2026) malam. ANTARA/Gunawan.
Blora (ANTARA) - Dua kandang ayam di Dukuh Ngronggah, Desa Sempu, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengalami kebakaran dan mengakibatkan 30.000 ekor ayam mati, sehingga pemilik mengalami kerugian hingga Rp1,8 miliar, Selasa.
"Kebakaran dua kandang ayam tersebut diperkirakan terjadi pada Selasa (8/9) pukul 19.00 WIB," kata Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora Agung Triyono di Blora, Rabu.
Sementara ayam yang mati terpanggang tersebut, kata dia, baru berusia sekitar satu minggu.
Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran tersebut diawali dengan suara letupan seperti benda terbakar di bagian tengah kandang.
Saksi kemudian meminta pertolongan warga. Kemudian warga yang berdatangan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, tetapi kobaran api semakin membesar.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada Polsek Kunduran dan BPBD dan Damkar Blora. Petugas gabungan segera melakukan pemadaman serta menyuplai air untuk mendukung proses pemadaman.
"Dua kandang terdampak dalam kebakaran tersebut. Kandang I berukuran sekitar 54 x 12 meter, sedangkan kandang II berukuran sekitar 38 x 12 meter," ujarnya.
Selain menyebabkan 30.000 ekor ayam mati, kebakaran juga menghanguskan sejumlah peralatan peternakan, di antaranya 20 blower, empat mesin diesel, satu kulkas, sekitar 600 tempat pakan, 100 karung pakan, dua pemanas, satu springbed, satu televisi, enam kamera CCTV, satu jet pump, 15 unit pompa air Sanyo, tiga toren, dan satu genset.
Berdasarkan penanganan awal di lokasi, sumber api diduga berasal dari bagian selatan kandang II dan diperkirakan dipicu korsleting listrik pada dinamo blower.
"Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam pemeriksaan pihak kepolisian," katanya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara kerugian material yang dialami pemilik peternakan diperkirakan mencapai sekitar Rp1,8 miliar.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin/Gunawan
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Liputan6.com, Toraja Utara - Semangat perempuan untuk berkarya dan memberikan kontribusi kini hadir di berbagai ruang, termasuk wilayah yang memiliki tantangan geografis. Hal tersebut tercermin dari perjalanan Elce Putri Bontong, Mantri BRI yang menjalankan tugas di Unit Bolu, Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan.
Medan perjalanan menuju sejumlah desa terpencil menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi Elce. Bertugas di wilayah kerja 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), ia tetap menjalankan tugasnya untuk mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat.
Perjalanan menuju pelosok bagi Elce bukan hanya rutinitas pekerjaan. Di balik perjalanan tersebut, ada upaya untuk memastikan masyarakat di wilayah terpencil tetap memiliki akses terhadap layanan keuangan yang dapat mendukung aktivitas ekonomi mereka.
Semangat tersebut tumbuh seiring perjalanan karier Elce di BRI. Ia bergabung pada 2013 dan mengawali karier sebagai teller. Setelah itu, ia dipercaya menjalankan tugas sebagai customer service.
Pengalaman melayani nasabah dari dalam kantor kemudian mendorong Elce untuk mengambil peran yang lebih dekat dengan masyarakat. Pada 2020, ia mengikuti rekrutmen Mantri BRI. Setelah dinyatakan lolos, Elce mendapat penempatan di wilayah Toraja.
"Tertarik menjadi Mantri karena menurut saya jangkauan pelayanannya akan lebih luas. Kalau sebelumnya sebagai teller dan CS kan terbatas di dalam gedung saja, jadi menunggu nasabah datang. Saya mau jemput bola juga di lapangan makanya saya tertarik menjadi Mantri. Kalau di luar kan nasabahnya lebih beragam kebutuhannya," cerita Elce.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344013/original/054237300_1788931024-toraja_1.jpeg)
Perbesar
Unit Bolu menjadi unit kedua yang ditangani Elce selama menjalankan tugas sebagai Mantri BRI. Dari sana, ia melayani nasabah di Desa Karre Pananian, Kecamatan Nanggala, Kabupaten Toraja Utara.
Wilayah tersebut berada sekitar 35 kilometer dari kantor unit. Meski jaraknya tidak terlihat terlalu jauh, perjalanan menuju desa harus melewati jalan pegunungan dengan kondisi medan yang menantang.
“Bolu berbatasan langsung dengan Palopo. Meski unit kerja kami dekat pasar dan cukup ramai, wilayah binaannya mencapai sekitar 35 km dengan medan yang didominasi pegunungan. Perjalanan ke desa memakan waktu lama, ditambah lokasi nasabah yang berjauhan. Karena itu, setiap kunjungan harus direncanakan dengan matang agar lebih efektif," ungkap Elce.
Sebagai perempuan, medan perjalanan menuju desa tentu bukan tanpa risiko. Jalanan yang sepi, melewati hutan dan perbukitan, menjadi tantangan yang harus dihadapi hampir setiap hari. Namun, Elce memiliki cara tersendiri untuk memastikan keamanan selama bertugas.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344014/original/013892000_1788931025-Toraja_3.jpeg)
Perbesar
Perjalanan menuju desa tersebut bukan perkara mudah. Namun, di balik jarak dan medan yang harus ditempuh, Elce membawa misi untuk membuka akses layanan keuangan bagi masyarakat yang masih jauh dari fasilitas perbankan.
"Kalau nasabah di desa kebanyakan itu petani dan peternak, seperti peternak babi, kerbau. Layanan keuangan yang saya berikan biasanya pinjaman dan tabungan. Kalau pinjaman biasanya digunakan untuk menambah modal, misalnya beli indukan, penggemukkan, pokoknya untuk mengembangkan usahanya," jelas Elce.
Selain memberikan akses pembiayaan, ia juga aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menabung di bank. Hal ini menjadi tantangan tersendiri, karena sebagian warga masih terbiasa menyimpan uang tunai di rumah.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menghadirkan BRILink Agen di desa. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan transaksi keuangan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
"Saya juga edukasikan pelan-pelan pentingnya menabung di bank. Saya buat juga satu BRILink Agen di desa, tujuannya untuk mempermudah masyarakat menyimpan atau mengambil uang. Orang Toraja ini kan perantau ya, banyak yang anak-anaknya kerja di luar kota, luar pulau. Jadi, mereka tidak perlu titip uang ke orang lain lagi kalau mau kirim uang ke keluarganya," jelas Elce.
Bagi Elce, kepuasan dalam menjalankan tugas bukan sekadar ketika layanan perbankan bisa menjangkau lebih banyak masyarakat. Ia justru merasa bahagia saat melihat usaha yang dijalankan para nasabah perlahan berkembang.
"Tentunya saya merasa bangga. Kalau awalnya melihat nasabah yang mungkin baru punya ternak 1-2, lalu setahun kemudian ketemu saya lagi dan ternaknya sudah jadi 100 setelah mendapatkan pinjaman modal dari BRI, saya merasa ikut senang karena bisa membantu mereka. Meskipun itu bukan uang saya, tapi ada rasa bahagia tersendiri bisa membantu menggerakkan perekonomian masyarakat. Itu yang bikin saya bangga," tuturnya.
(*)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Rabu, 9 September 2026 12:22 WIB
Peserta mengikuti praktik pembuatan aneka produk olahan rumah tangga dalam pelatihan pemberdayaan ekonomi umat yang digelar Kemenag Kabupaten Belu di Atambua, NTT, Senin (7/9/2026). (ANTARA/HO-Kemenag NTT)
Kupang, NTT (ANTARA) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur menggelar pelatihan pemberdayaan ekonomi guna mendorong umat mengembangkan usaha produktif berbasis potensi lokal melalui keterampilan pengolahan kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) dan aneka sabun.
“Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belu bersama Pusat Pelatihan Misi Terpadu (PPMT) Soe mendorong kemandirian ekonomi umat melalui pelatihan pengolahan produk rumah tangga,” kata Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kabupaten Belu Ayub Timu Nahum dalam keterangan resmi yang diterima di Kupang, Selasa.
Ayub Timu Nahum yang lebih dikenal sebagai seorang praktisi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), penasihat/instruktur pelatihan ekonomi kreatif itu sering memberikan pelatihan keterampilan ekonomi kemandirian (seperti pembuatan minyak VCO, budidaya pakan ternak, dan wirausaha) di berbagai wilayah NTT.
Kini ia menjadi narasumber dalam pelatihan yang berlangsung di Pondok Mercy di Atambua Ibu Kota Kabupaten Belu itu guna membekali pemimpin gereja dan jemaat dengan keterampilan mengolah kelapa menjadi VCO serta membuat sabun garam, kopi, dan kelor.
Ia mengatakan pelatihan tersebut diikuti perwakilan pemimpin gereja dan jemaat dari 12 gereja Kristen di wilayah Atambua, sekaligus memperkuat kolaborasi antara Kementerian Agama, lembaga pelatihan, dan komunitas gereja. Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas dampak pemberdayaan dengan mendorong peserta menularkan keterampilan yang diperoleh kepada jemaat lainnya.
Selain memperoleh materi, peserta mengikuti praktik langsung sehingga memiliki pengalaman membuat produk yang berpotensi dikembangkan sebagai usaha produktif di lingkungan keluarga maupun kelompok jemaat.
“Pendekatan praktik dipilih agar keterampilan yang diperoleh tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Ia memandang keterampilan tersebut sebagai salah satu modal pemberdayaan umat. Pemanfaatan potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi diharapkan dapat membuka peluang usaha sekaligus memberikan nilai tambah bagi ekonomi keluarga dan jemaat.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi Penyuluh Agama Kristen dalam mendukung program Asta Protas Kementerian Agama, khususnya pemberdayaan ekonomi umat. Peran penyuluh tidak hanya diarahkan pada pembinaan kehidupan keagamaan, tetapi juga pada pendampingan masyarakat agar mampu mengembangkan potensi dan meningkatkan kemandirian.
“Ke depan, produk VCO dan aneka sabun hasil pelatihan diharapkan tidak hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk usaha berbasis keluarga maupun kelompok. Dengan demikian, kegiatan penyuluhan keagamaan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi kehidupan umat,” ujar Ayub.
Melalui pelatihan tersebut, Kemenag Kabupaten Belu menunjukkan bahwa pembinaan umat dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat. Umat tidak hanya didorong untuk bertumbuh dalam kehidupan spiritual, tetapi juga memiliki keterampilan dan kemandirian yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga dan komunitas.
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Sekretaris Daerah Kabupaten Pemalang Bagus Sutopo (BS) hingga anggota DPRD Kabupaten Pemalang Nuryani (NUR) dan Fahmi Hakim (FH) untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan pemerasan yang menjerat Bupati Pemalang nonaktif Anom Widiyantoro.
“KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi-saksi di Polrestabes Semarang, Jawa Tengah, atas nama BS selaku Sekda Pemalang, serta NUR dan FH selaku anggota DPRD Pemalang,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Rabu.
Selain mereka, Budi mengatakan KPK memanggil ibu rumah tangga berinisial CAT, Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Pemalang Eko Daryanto, sopir Bupati Pemalang berinisial IK, serta mantan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang Basuki.
Sebelumnya, KPK pada Senin (7/9) memanggil Noor Faizah Maenofie selaku istri Anom Widiyantoro, anggota tim pemenangan Anom dalam Pilkada 2024 berinisial IA, serta dua pihak swasta berinisial TBA dan RSA untuk diperiksa sebagai saksi.
KPK pada Selasa (8/9) memanggil sejumlah saksi yang di antaranya adalah Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah Imam Teguh Purnomo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang Wiji Mulyati, pengurus DPD Partai Golkar Jawa Tengah berinisial TIS, Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Pemalang Endro Johan Kusuma, Camat Pemalang Prasetyo Widyatmoko, aparatur sipil negara pada Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang berinisial RMS, serta pihak swasta berinisial DNU.
Perkara tersebut bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 28 Juli 2026. Salah seorang yang ditangkap dalam operasi tersebut adalah Anom Widiyantoro.
KPK pada 30 Juli 2026 mengumumkan hasil OTT dan menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam dua klaster dugaan pemerasan.
Klaster pertama adalah dugaan pemerasan oleh Anom terhadap jajaran Pemerintah Kabupaten Pemalang dan pihak swasta. Dalam klaster ini, KPK menetapkan Anom dan orang kepercayaannya, Mohamad Haris alias Gus Haris, sebagai tersangka.
KPK menduga Anom melalui Haris meminta uang kepada sejumlah perangkat daerah dan pihak swasta untuk kepentingan pribadi. Haris diduga mengumpulkan uang hingga Rp1,98 miliar.
Klaster kedua adalah dugaan pemerasan terhadap Anom yang melibatkan Setya Budi Dias Oktavianto dan ayahnya, Lilik Budi Suprianto. Setya merupakan anggota Polri yang diperbantukan sebagai staf administrasi di KPK.
KPK menduga Setya memberikan informasi terkait proses administrasi penanganan perkara kepada Lilik. Informasi tersebut kemudian diduga dimanfaatkan Lilik untuk meminta uang kepada Anom dengan menawarkan pengurusan perkara di KPK.
Baca juga: KPK panggil Ketua Komisi A DPRD Jateng terkait kasus Bupati Pemalang
Baca juga: KPK panggil Sekda hingga Kepala Dinas PUPR Pemalang sebagai saksi
Pewarta: Rio Feisal
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Aekkanopan (ANTARA) - PT Agrinas Palma Nusantara (APN) Desa Sukaramai Kecamatan Kualuhhulu Labuhanbatu Utara menggelar pasar murah dan pengobatan gratis. Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula Kantor Desa Sukaramai dan Lapangan Bola Sukaramai, Rabu (9/9).
Dalam sambutannya, Chief Regional Officer (CRO) PT APN Aceh-Sumut mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggungjawab sosial perusahaan kepada masyarakat, khususnya yang berada di sekitar perusahaan.
Dijelaskannya, kegiatan ini merupakan yang kedua setelah sebelumnya dilaksanakan di salah satu kabupaten di Provinsi Aceh. "Ini merupakan yang kedua setelah kegiatan serupa yang dilaksanakan di Aceh," ujarnya.
Kegiatan itu selain untuk menjalin silaturahmi dengan masyarakat, juga diharapkan dan sedikit meringankan beban masyarakat sekitar serta memberi pelayanan kesehatan bagi warga secara gratis.
Dikatakannya, perusahaan berharap kegiatan itu dapat berkelanjutan. Untuk itu, pihaknya terus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak termasuk dari pemerintahan.
Camat Kualuhhulu Maruli Tanjung yang hadir mewakili Bupati Labura pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih atas kegiatan perusahaan milik negara itu.
Kegiatan yang berlangsung sederhana itu juga dihadiri Dan Ramil 01/Ak Mayor Inf P Sinaga, Kades Sukaramai Jalaluddin Silaen, Kades Sukaramai Baru Zaini dan unsur pimpinan PT APN Sukaramai.
Paket dengan nilai lebih dari Rp200 ribu tersebut ditebus warga dengan hanya membayar Rp100 ribu. Isi paket antara lain beras 5 kg, minyak goreng, gula, susu dan beberapa jenis bahan lainnya.
Sementara untuk pelayanan gratis yang bekerjasama dengan Puskesmas Sukaramai disiapkan untuk 200 warga yang membutuhkannya.
Pewarta: Sukardi
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta -
Seorang pria asal Australia ketiban rezeki setelah tidak sengaja menemukan puluhan modul memori (RAM) DDR4 di garasi rumahnya. Tak main-main, tumpukan memori bekas yang sempat berdebu tersebut diperkirakan bernilai lebih dari USD 12.000 (sekitar Rp 188 juta) berdasarkan harga pasar saat ini.
Melalui unggahan di Reddit, pengguna dengan nama akun VastOption875 membagikan kisahnya saat membongkar unit server lama yang telah tersimpan di garasinya. Perangkat keras tersebut merupakan server bekas tempat kerjanya terdahulu yang diizinkan untuk dibawa pulang setelah perusahaan melakukan peremajaan sistem.
Setelah dibongkar, server tersebut ternyata berisi 30 keping modul RAM DDR4-2666 dengan kapasitas masing-masing 64GB, sehingga total memorinya mencapai hampir 2 Terabyte (TB).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di platform e-commerce global seperti Amazon dan Newegg, satu keping RAM DDR4 64GB kelas server rata-rata dibanderol sekitar USD 400. Karena merupakan modul dual-rank ECC yang dirancang khusus untuk server berkinerja tinggi (seperti prosesor Intel Xeon dan AMD Epyc), nilainya di pasar sekunder bahkan bisa lebih mahal dibandingkan RAM konsumen biasa.
Penemuan ini menjadi sangat bernilai mengingat harga RAM generasi terbaru (DDR5) yang tengah melambung tinggi di pasaran. Tingginya harga DDR5 membuat permintaan akan memori DDR4 kembali melonjak tajam, baik di tingkat konsumen maupun korporasi.
Fenomena tingginya harga DDR5 bahkan memaksa perusahaan teknologi sekelas Meta untuk memutar otak. Pada Juli lalu, Meta mengonfirmasi bahwa mereka memanfaatkan kembali (reuse) RAM DDR4 dari server-server bekas untuk dipasang pada mesin server AI terbaru mereka dengan bantuan chip khusus CXL ASIC.
Lonjakan minat pasar ini mendorong para produsen semikonduktor untuk kembali meningkatkan volume produksi memori DDR4 dan papan induk (motherboard) pendukungnya.
Salah satu produsen semikonduktor global melaporkan bahwa penjualan RAM DDR4 mencatatkan pertumbuhan hingga angka ganda (double-digit) pada kuartal II (Q2) 2026, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Rabu (9/9/2026).
(asj/asj)
TAGS
LIHAT LAINNYA
AKURAT.CO Pengasuh Pondok Pesantren Ammanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, KH Asep Saifuddin Chalim, mengungkap alasan dirinya menjadi salah satu kontributor buku Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam. Ia mengatakan tulisannya dalam buku tersebut bertujuan mendorong Presiden Prabowo Subianto mengambil pelajaran dari kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Aziz.
Kiai Asep mengatakan sosok Umar bin Abdul Aziz menjadi tokoh yang terlintas dalam pikirannya ketika panitia meminta dirinya menulis untuk buku tersebut. Ia berharap kepemimpinan Umar yang dikenal tegas dalam memberantas korupsi, nepotisme, dan kolusi dapat menjadi inspirasi bagi Prabowo.
"Saat panitia minta tulisan, hanya saya satu yang ada dalam pikiran saya, barangkali Pak Prabowo bisa terinspirasi atau mau mengambil ibrah (pelajaran) tentang kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang sangat tegas dalam memberantas korupsi dan memberantas nopotisme serta kolusi," kata Kiai Asep dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
Menurut Kiai Asep, keterlibatannya dalam buku tersebut merupakan bagian dari upaya dakwah. Ia menilai kebijakan presiden memiliki pengaruh besar terhadap kondisi bangsa sehingga nilai-nilai kepemimpinan Islam perlu disampaikan kepada para pemimpin.
"Itulah motif saya menulis di buku tersebut. Jadi semangat saya, semangat untuk berdakwah. Kita semua kan tahu bahwa kebijakan presiden sangat menentukan nasib bangsa Indonesia," imbuhnya.
Kiai Asep juga membantah jika tulisannya dimaksudkan untuk membandingkan Prabowo dengan Umar bin Abdul Aziz. Ia menegaskan harapannya sebatas agar Prabowo mengambil pelajaran dari kepemimpinan khalifah tersebut.
"Tulisan saya bisa dicek. Saya hanya berharap Pak Prabowo yang baru menjadi presiden bisa meniru kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz yang dalam waktu singkat bisa memakmurkan dan mensejahterakan rakyatnya," terang Kiai Asep.
Ia menyebut Umar bin Abdul Aziz mampu membawa perubahan dalam waktu relatif singkat. Bahkan, menurutnya, kesejahteraan pada masa pemerintahan Umar membuat masyarakat kesulitan menyalurkan zakat karena kondisi ekonomi yang sudah membaik.
"Ya, dalam jangka waktu sangat pendek, 2,3 tahun Umar bin Abdul Aziz sukses. Bahkan masyarakat kesulitan menyalurkan zakat karena semua orang sudah kaya raya," ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu) itu.
Baca Juga: Guntur Romli: Buku Islam Ala Prabowo Terkesan Dipaksakan
Kiai Asep mengatakan kisah kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz juga kerap ia sampaikan ketika mengisi ceramah di hadapan pejabat pemerintahan. Pesan yang ditekankan terutama terkait ketegasan dalam memberantas korupsi dan nepotisme.
"Setiap saya diundang ceramah di depan pejabat, baik kepala daerah maupun menteri, saya selalu menceritakan tentang kehebatan pemimpin Islam Umar bin Abdul Aziz dengan harapan bisa menginspirasi, terutama dalam ketegasannya memberantas korupsi dan nepotisme," imbuhnya.
Terkait polemik judul buku Islam Ala Prabowo, Kiai Asep mengaku sejak awal telah mengingatkan panitia agar judul tersebut diubah. Menurut dia, penggunaan judul itu berpotensi menimbulkan sorotan karena dinilai sensitif.
"Ketika panitia buku itu minta tulisan kepada saya, saya sudah mengingatkan sejak awal agar judulnya diubah karena sangat sensitif," tandas Kiai Asep.