Jadi intinya...
Liputan6.com, Jakarta - Nabila Syakieb membagikan momen kebersamaan bersama keluarga melalui media sosial. Dalam unggahan terbarunya, aktris yang kini fokus menjalani kehidupan sebagai ibu dan istri ini memperlihatkan suasana liburan singkat yang dihabiskan bersama orang-orang terdekat. Momen tersebut tampak sederhana, tetapi penuh kehangatan dan kebersamaan.
Dalam foto yang dibagikan, Nabila Syakieb terlihat berada di sebuah resort bersama suami dan kedua anaknya. Nabila tampil santai mengenakan outfit sleeveless berwarna putih. Sementara itu, keluarganya terlihat mengenakan pakaian kasual yang cocok untuk menikmati suasana pantai.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331715/original/056862600_1787561062-Screenshot_2026-08-24_152533.jpg)
Perbesar
Mereka berpose bersama di tepi pantai dengan latar belakang hamparan laut dan langit biru. Keempatnya mengabadikan momen tanpa banyak gaya, sehingga foto itu memberikan kesan natural.
Melengkapi unggahannya, Nabila menuliskan keterangan singkat dalam bahasa Inggris. "Short getaway, forever memories," tulisnya, disertai emoji tangan berbentuk hati.
Unggahan itu pun menjadi salah satu cara Nabila mengabadikan waktu berkualitas bersama keluarga. Di tengah kesibukan, kesempatan menikmati liburan bersama tentu menjadi momen yang berarti, terlebih ketika dapat dilakukan dengan suasana santai di tepi pantai.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331716/original/060787400_1787561063-SaveClip.App_783753408_18617920141017244_1735727309544117692_n.jpg)
Perbesar
Foto keluarga tersebut juga memperlihatkan kedekatan Nabila dengan kedua anaknya. Mereka terlihat berdiri berdekatan sambil menghadap kamera, dengan suasana resort sebagai latar. Potret liburan keluarga Nabila Syakieb ini pun menghadirkan sisi hangat kehidupan sang aktris di luar aktivitasnya di dunia hiburan. Kebersamaan, suasana pantai, dan ekspresi bahagia mereka menjadi daya tarik tersendiri dalam unggahan tersebut.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Bintang Sinetron Biarkan Hati Bicara Bangga Terlibat di Perayaan HUT SCTV 36 Xtraordinary
Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto memastikan pemanfaatan water bombing dan tim Pasukan Reaksi Penanggulangan Cepat (PRCPB) yang melibatkan penerjun-penerjun bebas atau freefall untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Riau."
Jadi saya minta titik panasnya itu, hotspotnya sudah? Segera, bor air, sudah mulai kita antisipasi. APD sudah cukup? Jadi tim yang terdekat sama titik api atau titik panas harus pakai APD? Tim freefall? Freefall-nya bisa pakai APD nggak? Pakai. Pakai ya? Bisa ya? Alatnya? Alatnya, oke. Bagus, bagus," ujar Presiden Prabowo saat memimpin rapat terbatas penanganan karhutla di Posko Aju, Pekanbaru, Riau pada Senin.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga mengapresiasi langkah tersebut serta memastikan agar personel yang diterjunkan ke lokasi titik panas atau titik api dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) yang memadai.
Selain kemampuan freefall, jajaran juga menyiapkan metode lapeling, fast roping, paramotor, serta dukungan drone untuk membantu pemantauan dan penanganan titik-titik karhutla
"Ini saya kira pertama kali ya kita lakukannya dalam sejarah ini ya. Bagus. Iya benar, jadi freefall itu jangan hanya untuk upacara saja, tapi ini sekarang kita pakai untuk bantu rakyat. Baik, bagus," ujar Prabowo.
Hal itu merespons laporan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo bahwa saat ini lima helikopter water bombing untuk pemadaman udara telah dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla di Riau. Menurutnya, strategi yang dilakukan tidak hanya mengandalkan pemadaman, tetapi juga pencegahan agar api tidak meluas.
Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa TNI telah membentuk Tim PRCPB. Tim tersebut diperkuat penerjun-penerjun freefall yang disiapkan untuk melakukan pemadaman secara langsung di lokasi tertentu yang sulit dijangkau.
"Kami sudah siapkan penerjun-penerjun terbaik untuk melaksanakan freefall di daerah-daerah tertentu untuk bisa secara langsung on the spot memadamkan api," ujar Agus.
Selain pemadaman dari udara, jajaran di Riau juga membangun sekat bakar dan sekat kanal sebagai strategi untuk mengendalikan pergerakan api. Sekat tersebut dibuat untuk memutus jalur api sehingga kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar.
"Ini Bapak Presiden cukup efektif, kita lebarkan karena lahan ini gambut, ketika pendinginan dia akan terbawa angin akan jadi lagi maka yang kita lakukan strategi sekarang ini yang bisa memotong jalur api agar tidak bisa melebar adalah dengan sekat bakar atau kontainer. Kemudian, sekat air, sekat kanal," demikian Agus Hadi Waluyo.
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menebar ancaman baru di industri kedirgantaraan global. Lewat memorandum kepresidenan teranyar bertajuk National Space Transportation Policy, Gedung Putih mematok target megah, yakni menggenjot frekuensi peluncuran dan pendaratan pesawat luar angkasa komersial hingga menembus lebih dari 1.000 misi per tahun pada 2030 mendatang.
Target ini terbilang sangat agresif. Sebagai gambaran, sepanjang tahun 2025 AS tercatat 'baru' merampungkan 178 misi peluncuran antariksa. Meski angka tersebut sudah melonjak 10 kali lipat dibanding posisi 2013, yang mayoritas disumbang SpaceX, kebijakan baru Trump dipastikan bakal mengocok ulang peta bisnis antariksa dunia.
"Kebijakan ini merespons pertumbuhan yang sangat pesat sekaligus mengamankan posisi AS sebagai pemimpin di era baru antariksa," tegas Direktur Kebijakan Sains dan Teknologi Gedung Putih, Michael Kratsios, dikutip dari TechRadar, Senin (24/8/2026).
Menggantikan regulasi lama yang berlaku sejak 2013, aturan baru ini memberi tenggat waktu 90 hari bagi seluruh instansi pemerintah untuk menyisir lahan-lahan milik federal. Lahan tersebut bakal dialokasikan sebagai lokasi spaceport (bandara antariksa) baru untuk aktivitas lepas landas dan pendaratan.
Sederet kemudahan regulasi juga disiapkan demi memuluskan ambisi tersebut. Salah satunya, evaluasi dampak lingkungan (environmental review) dan izin operasional fasilitas peluncuran akan disederhanakan serta diakselerasi. Dampak lingkungan ini bisa jadi turut meluas ke belahan dunia lain. Pasalnya, peluncuran roket menyumbang emisi yang sangat besar di lapisan Bumi.
Selain itu, pemerintah AS memprioritaskan alokasi spektrum nirkabel, koordinasi navigasi udara, hingga penyediaan SDM sektor antariksa secara masif. Lembaga pemerintah dilarang keras membuat kebijakan atau aktivitas yang dapat mematikan daya saing pemain swasta.
Regulasi ekspor teknologi antariksa akan direvisi secara berkala untuk melindungi hak kekayaan intelektual AS sekaligus membuka keran penjualan ke pasar internasional.
Memorandum ini juga menyentil badan antariksa NASA untuk mengakselerasi program lunar. Pemerintah menargetkan astronot AS sudah bisa kembali menginjakkan kaki di Bulan sebelum akhir 2028, disusul pembangunan pangkalan komersial dua tahun setelahnya sebagai batu loncatan menuju Mars.
Saat ini, SpaceX milik miliarder Elon Musk masih menjadi 'penguasa tunggal' industri antariksa AS setelah sukses mengeksekusi 170 Misi dan menerbangkan 2.500 satelit sepanjang tahun lalu.
Otoritas Penerbangan Federal (FAA) bahkan menyebut SpaceX mematok target yang jauh lebih gila, yakni 10.000 penerbangan per tahun dalam lima tahun mendatang.
Kendati demikian, mimpi 1.000 peluncuran saban tahun ini berpotensi membentur tembok tebal di Kongres AS. Sejumlah politisi dilaporkan terus menekan NASA untuk tetap fokus pada proyek Artemis yang telah menyedot anggaran negara hingga miliaran dolar, menandakan bahwa masalah anggaran dan peta politik bakal menjadi batu ganjalan utama bagi ambisi Trump.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]
Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan sempat melakukan sosialisasi antikorupsi di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) sebelum melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Norman Arie Prayogo.
"Sebelumnya, KPK menggelar sosialisasi antikorupsi di Unsoed," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Senin.
Berdasarkan laman Unsoed yang diakses di Jakarta, Senin, sosialisasi tersebut dilakukan pada 17 Juli 2025. Akhmad Sodiq maupun Norman Arie turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Selain itu, Budi mengatakan KPK bersama sejumlah pimpinan perguruan tinggi, serta guru besar perwakilan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Forum Rektor Indonesia (FRI), Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), Dewan Guru Besar Indonesia, dan Asosiasi Profesor Indonesia sempat menyepakati pembentukan program penguatan integritas ekosistem perguruan tinggi negeri (PIEPTN) pada 2022.
Baca juga: Rektor Unsoed dan lima orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka
Ia mengatakan PIEPTN kemudian diluncurkan di Yogyakarta pada 14-15 November 2022 dengan mengundang seluruh pimpinan PTN maupun PTKN.
Lebih lanjut, dia mengatakan Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed Prof. Noor Farid dan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unsoed Prof. Kuat Puji Prayitno menjadi bagian dari 109 pimpinan dari 85 PTN dan PTKN yang hadir dalam peluncuran tersebut.
"Pada kegiatan tersebut dirumuskan 12 area risiko korupsi dan delapan perangkat antikorupsi untuk penguatan integritas di perguruan tinggi," kata Budi.
Ia mengatakan sebagai tindak lanjut kemudian disusun instrumen asesmen PIEPTN pada 2023 dan pelaksanaan asesmen mandiri PTN pada 2024.
"Unsoed merupakan salah satu PTN yang ikut serta dalam asesmen mandiri tersebut," ujarnya.
Baca juga: KPK duga Warek Unsoed peras ortu calon mahasiswa Rp650 juta
Menurut dia, hasil asesmen mandiri Unsoed memberikan rekomendasi penguatan area risiko di pembelajaran, penerimaan mahasiswa baru, dan akreditasi.
"Sementara perangkat antikorupsi yang diusulkan adalah pengendalian konflik kepentingan, pengelolaan informasi publik, dan pengendalian gratifikasi," katanya.
Oleh sebab itu, dia mengatakan kasus dugaan korupsi yang menjerat Rektor dan Wakil Rektor Unsoed harus menjadi upaya upaya perbaikan kampus.
"Dengan adanya peristiwa ini, komitmen dan upaya perbaikan tata kelola ekosistem kampus harus lebih serius dilakukan," ujar Budi.
Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pihak dari jajaran Rektorat Unsoed pada 20 Agustus 2026.
Sehari setelahnya, KPK menetapkan Sodiq, Norman, Kepala Bagian Akademik Unsoed Eko Sumanto, Mulyono selaku keponakan Sodiq, Dian Mulia Wardhana dan Adhi Wiharto selaku perantara sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru Unsoed.
Baca juga: KPK ungkap peran guru di penawaran kursi Unsoed seharga Rp50-500 juta
KPK menduga Norman melalui Dian dan Adhi memeras orang tua calon mahasiswa baru hingga Rp650 juta agar anaknya bisa masuk Fakultas Kedokteran, namun tetap tidak diloloskan.
Selain itu, KPK menduga Sodiq memerintahkan keponakannya untuk menerima pemberian calon orang tua mahasiswa baru hingga mendapatkan Rp680 juta selama 2025-2026. Uang tersebut kemudian dipakai Sodiq untuk membeli tiga bidang tanah, tetapi diatasnamakan Mulyono.
Terakhir, KPK menduga Sodiq memberikan akses persetujuan kelulusan kepada Eko setelah Kabag Akademik Unsoed tersebut menerima Rp1,12 miliar dari pengepul yang berprofesi sebagai guru selama 2025-2026.
Pewarta: Rio Feisal
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Senin, 24 Agustus 2026 15:44 WIB
Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Ma’shum Faqih (ANTARA/HO-PBNU)
Jakarta (ANTARA) - Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’shum Faqih mengajak seluruh elemen NU atau Nahdliyin agar menjaga persatuan, ketenangan, serta menjunjung tinggi adab dan akhlakul karimah menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.
Gus Ma'shum dalam keterangan di Jakarta, Senin mengatakan Muktamar NU harus menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan konsolidasi jam’iyah, bukan justru menjadi arena saling menjatuhkan melalui pembentukan opini, fitnah, maupun narasi yang dapat menimbulkan keresahan di tengah warga NU.
"Jangan membuat warga NU resah dengan membangun opini yang menjatuhkan, menyebarkan fitnah, apalagi menggunakan cara-cara yang tidak beradab. Perbedaan pandangan dalam organisasi adalah hal yang biasa, tetapi adab dan akhlak tidak boleh ditinggalkan," katanya.
Anggota Majelis Masyayikh Pondok Pesantren Langitan, Widang, Tuban, ini mengingatkan NU merupakan jam’iyah diniyah ijtima’iyah yang dibangun para ulama dan kiai dengan landasan khidmah. Karena itu, orientasi utama ber-NU semestinya bukanlah perebutan kekuasaan, posisi, maupun kepentingan politik.
"Kita ini tidak sedang berebut posisi atau jabatan politis. Kita sedang berkhidmah untuk umat. Kalau niat kita benar-benar khidmah, maka tidak perlu saling menjatuhkan, apalagi mengorbankan persaudaraan hanya karena berbeda pilihan atau pandangan," ujarnya.
Gus Ma’shum menegaskan, dinamika menjelang Muktamar merupakan sesuatu yang wajar dalam organisasi sebesar NU. Perbedaan gagasan, pilihan, maupun pandangan tentang masa depan organisasi harus ditempatkan dalam koridor musyawarah dan tradisi pesantren yang mengedepankan penghormatan kepada sesama.
Ia meminta seluruh pihak menahan diri dari penggunaan media sosial sebagai ruang untuk menyerang kehormatan pribadi, menyebarkan tuduhan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, ataupun membangun persepsi negatif terhadap sesama kader dan pengurus NU.
"Silakan berbeda pendapat. Silakan mempunyai pilihan. Tetapi jangan sampai perbedaan itu membuat kita kehilangan adab. Jangan karena Muktamar, sesama warga NU kemudian saling mencaci, memfitnah dan menjatuhkan kehormatan satu sama lain," ucap Gus Ma'shum.
Menurutnya, jabatan dalam NU bukanlah hadiah ataupun tujuan akhir perjuangan, melainkan amanah dan ruang pengabdian. Siapa pun yang nantinya mendapat amanah harus dipandang sebagai pihak yang memikul tanggung jawab besar untuk melayani jam’iyah, jamaah, pesantren dan umat.
Gus Ma’shum juga mengingatkan bahwa Muktamar pada akhirnya akan selesai. Kepengurusan akan berganti, tetapi persaudaraan di antara warga NU harus tetap terjaga.
Karena itu, ia berharap seluruh pihak berpikir jauh melampaui kontestasi dan dinamika menjelang Muktamar. Karena itu, ia berharap seluruh pihak berpikir jauh melampaui kontestasi dan dinamika menjelang Muktamar.
Ia mengatakan, kebesaran NU selama satu abad lebih tidak terlepas dari keteladanan para pendiri dan tetua yang mampu menjaga perbedaan dengan ilmu, kebijaksanaan, kesabaran dan akhlak.
Oleh karena itu, Gus Ma’shum mengajak seluruh jajaran NU untuk bersama-sama menjaga suasana yang teduh. Ia juga mengingatkan bahwa dinamika internal NU menjadi perhatian masyarakat luas. Karena itu, setiap kader memiliki tanggung jawab menjaga marwah organisasi yang diwariskan para ulama.
"“Mari kita jaga persatuan. Tetap beradab dan berakhlakul karimah. Jangan mudah terprovokasi, jangan menyebarkan sesuatu yang belum jelas kebenarannya, dan jangan menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk merendahkan saudara sendiri," tutur Ma'shum Faqih.
Pewarta : Sean Filo Muhamad
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Jakarta, CNN Indonesia --
PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil meningkatkan produktivitas padi di Desa Lumban Toruan, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara menjadi 12,3 ton per hektare. Jumlah iin dua kali lipat dibandingkan produktivitas sebelumnya 6 ton per hektare.
Peningkatan produktivitas ini terjadi di lahan demplot Pupuk Indonesia yang berkolaborasi dengan pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Dairi.
"Keberhasilan demplot ini diharapkan dapat membangkitkan kembali kepercayaan diri para petani untuk kembali mengolah sawah setelah sebelumnya sempat lesu akibat penurunan hasil panen yang drastis," kata Assistant Officer Pendukung Penjualan Regional 1 Pupuk Indonesia, Hendra Sagita.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hendra mengatakan bahwa produktivitas padi mencapai 12,3 ton per hektar diperoleh melalui pengukuran secara transparan melalui pengambilan contoh atau sampel ubinan. Sampel ini dilakukan secara bersama antara Pupuk Indonesia, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), petani setempat sehingga hasil panen dapat diketahui secara objektif.
Peningkatan produktivitas tidak terlepas dari pengolahan lahan yang tepat, pola pemupukan terukur atau berimbang, serta pendampingan intensif yang diberikan Pupuk Indonesia selama musim tanam berlangsung.
"Keberhasilan demplot diharapkan menjadi pemicu bagi petani di Kabupaten Dairi untuk mengoptimalkan lahan persawahan. Dengan peningkatan produktivitas dan penerapan budidaya yang tepat, upaya mengembalikan Dairi sebagai salah satu lumbung pangan di Sumatera Utara diharapkan dapat diwujudkan secara bertahap," kata Hendra.
Keberhasilan peningkatan produktivitas padi mendapat apresiasi dari Kepala Bidang DKPP Kabupaten Dairi, Sukaedah Angkat. Menurut dia, capaian demplot menunjukkan pengelolaan lahan dan pemupukan yang tepat dapat meningkatkan produktivitas secara signifikan.
Selain itu, dia mengatakan perbaikan kondisi tanah menjadi salah satu faktor penting sebelum petani memasuki masa tanam. Oleh karena itu, dirinya mendorong petani menggunakan pupuk organik dan kapur pertanian.
"Langkah ini penting untuk memperbaiki pH tanah agar penyerapan unsur hara berjalan maksimal, dengan penerapan metode ini kita optimistis dapat mendukung swasembada pangan yang berkelanjutan," kata Sukaedah.
(tim/sur)
Senin, 24 Agustus 2026 15:43 WIB
PT Vale Indonesia Tbk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur. ANTARA/HO-Humas PT Vale Indonesia
Palu (ANTARA) - PT Vale Indonesia Tbk menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan darurat, dan obat-obatan bagi korban gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) dini hari.
"Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari kepedulian perusahaan dalam mendukung upaya penanggulangan bencana," kata Wakil Presiden Direktur dan Chief Operation and Infrastructure Officer PT Vale Indonesia Abu Ashar di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin.
Penyaluran bantuan kemanusiaan tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian perusahaan tambang dan pengolahan nikel terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi.
"Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap saudara-saudara sebangsa yang menghadapi bencana di NTT," ujar dia.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan PT Vale Indonesia yang diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT yang kemudian disalurkan kepada penyintas bencana.
Menurutnya, keberlanjutan perusahaan tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan lingkungan dan pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasi, tetapi juga membangun kepedulian dan solidaritas ketika masyarakat di tanah air menghadapi situasi sulit.
"Semoga bantuan ini meringankan beban saudara-saudara kita di NTT," kata dia.
Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami yang kemudian berakhir pada pukul 07.30 WIB.
BNPB melaporkan lindu yang terjadi di NTT menyebabkan 31 orang meninggal dunia di Manggarai, 30 di Manggarai Timur, sembilan di Sikka, dua di Ende, satu di Manggarai Barat, 13 di Nagekeo dan empat orang di Ngada.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PT Vale salurkan bantuan kemanusiaan bagi korban gempa bumi NTT
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
REPUBLIKA.CO.ID,ANKARA -- Umat Islam di Turki dan seluruh dunia bersiap memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, yang tahun ini jatuh pada hari Senin, 24 Agustus 2025, untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Peringatan malam keagamaan ini berlangsung mulai petang tanggal 24 Agustus hingga pagi hari tanggal 25 Agustus 2026, dengan perayaan yang menyoroti ajaran beliau tentang kasih sayang, keadilan, persatuan, dan akhlak mulia.
Diperingati pada tanggal 12 bulan Rabiul Awal dalam kalender Islam, Maulid Nabi telah dirayakan oleh masyarakat Muslim selama berabad-abad melalui upacara keagamaan, khotbah, pembacaan syair, dan karya-karya yang didedikasikan untuk Sang Nabi.
Istilah maulid, yang berarti tempat dan waktu kelahiran, digunakan dalam budaya Islam untuk merujuk pada kelahiran Nabi Muhammad SAW serta upacara dan karya tulis yang dibuat untuk memperingati peristiwa tersebut.
Hari kelahiran Nabi dirayakan dengan upacara resmi pada masa Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman), Mamluk, Ayyubiyah, dan Fatimiyah, sementara sastra Turki dan Arab menghasilkan banyak karya yang mengungkapkan pengabdian dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Salah satu karya paling terkenal yang berkaitan dengan perayaan Maulid adalah "Vesiletü'n Necat" (Sarana Keselamatan) karya Suleyman Celebi, yang sering dilantunkan di kalangan masyarakat Muslim, khususnya di Turki.
Peringatan ke-1.501 kelahiran Nabi Muhammad tahun ini mengusung tema "Nabi Kita dan Akhlak Mulia."
Presidensi Urusan Agama Turki juga menyelenggarakan berbagai acara di dalam dan luar negeri sebagai bagian dari Pekan Maulid Nabi, dengan program-program yang berfokus pada ajaran dan nilai-nilai moral Nabi.
Huseyin Ari, seorang ahli di Dewan Tinggi Urusan Agama, mengatakan kepada Anadolu Agency (AA) pada Ahad bahwa peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW telah dirayakan oleh masyarakat Muslim selama berabad-abad dengan penuh kerinduan, rasa syukur, dan antusiasme.
Ari menyebutkan bahwa perayaan di Turki secara tradisional diisi dengan pembacaan syair Maulid karya Suleyman Celebi, sementara khotbah dan ceramah keagamaan berfokus pada keteladanan akhlak Nabi serta memperbarui rasa pengabdian dan kecintaan kepada beliau. Ia mengatakan bahwa Maulid Nabi dan Pekan Maulid Nabi tidak boleh dipandang semata-mata sebagai peringatan peristiwa sejarah, melainkan juga sebagai kesempatan untuk merenungkan prinsip-prinsip keadilan, kasih sayang, dan akhlak yang dikaitkan dengan sosok Nabi Muhammad SAW.
"Maulid Nabi dan Pekan Maulid Nabi bukan sekadar peringatan hari kelahiran dalam sejarah, tetapi juga pengingat akan prinsip-prinsip keadilan, kasih sayang, dan akhlak yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW," ujar Ari, dikutip dari laman Daily Sabah, Senin (24/8/2026)
Ia menyatakan bahwa akhlak kenabian sangat relevan di dunia saat ini, di mana rasa keadilan telah melemah, kasih sayang terkadang tergantikan oleh kemarahan dan kekerasan, serta sikap mementingkan diri sendiri semakin mempengaruhi hubungan antarmanusia.
Ari juga menyebutkan bahwa Pekan Maulid Nabi menjadi kesempatan untuk mengenang kembali penekanan Nabi pada persatuan dan persaudaraan di kalangan umat Islam.
Menyinggung kondisi orang-orang yang menderita akibat konflik dan penindasan di seluruh dunia, ia mengatakan bahwa umat Islam dapat membantu mengatasi penderitaan tersebut dengan bersatu dalam memegang teguh ajaran dan nilai-nilai moral Nabi.
Ari mengatakan bahwa tema "Nabi Kita dan Akhlak Mulia" memiliki makna khusus mengingat berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.
Ia menegaskan bahwa akhlak mulia tidak terbatas pada perilaku individu saja, melainkan mencakup kehidupan keluarga, hubungan dengan tetangga, kehidupan profesional, solidaritas sosial, serta interaksi dengan semua orang.
Presidensi Urusan Agama menyelenggarakan berbagai program peringatan, kegiatan keagamaan, serta siaran radio dan televisi untuk menyoroti nilai-nilai luhur Nabi, termasuk kasih sayang, keadilan, kedermawanan, kebaikan hati, dan kerendahan hati.
Ari mengatakan bahwa kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran akan keterkaitan antara iman, ibadah, dan akhlak.
"Meneladani akhlak mulia Nabi serta membangun kembali ikatan yang tak terpisahkan antara iman, ibadah, dan akhlak merupakan tanggung jawab yang mutlak bagi umat Islam," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa meneladani karakter Nabi Muhammad SAW dapat memberikan panduan dalam menghadapi tantangan spiritual yang dialami masyarakat di dunia modern.
ILUSTRASI. Pergerakan Saham BBNI-Suasana pelayanan nasabah di Bank BNI Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)
Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) pada Juli 2026 menghadapi tekanan dari kenaikan biaya dana alias cost of fund (CoF) dan beban operasional. Kondisi tersebut menekan margin bunga bersih alias net interest margin (NIM) dan laba bersih.
Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas Senin (24/8/2026), BBNI membukukan laba bersih sekitar Rp 1,6 triliun pada Juli 2026. Angka tersebut turun 13% secara bulanan (month on month/mom) dan 6% secara tahunan (year on year/yoy).
Penurunan laba terutama dipicu kenaikan CoF dan beban operasional (opex). Tekanan tersebut hanya sebagian tertahan oleh penurunan biaya pencadangan (provision).
Baca Juga: Laba BNI (BBNI) Tumbuh 5% Jadi Rp 12,52 Triliun Hingga Juli 2026
NIM BBNI turun menjadi 3,4% pada Juli 2026, menyusut 13 basis poin (bps) secara bulanan dan 41 bps secara tahunan.
Penurunan NIM terjadi seiring kenaikan CoF menjadi 3,2%, naik 40 bps secara bulanan dan 11 bps secara tahunan. Kenaikan biaya dana tersebut mengimbangi peningkatan imbal hasil aset produktif (earning asset yield) yang naik 31 bps secara bulanan menjadi 6,6%.
Kondisi ini menunjukkan penyesuaian imbal hasil kredit terhadap kenaikan biaya likuiditas masih tertinggal.
Tekanan terhadap profitabilitas BBNI juga datang dari kenaikan beban operasional. Beban operasional meningkat 20% secara bulanan dan 8% secara tahunan.
Kenaikan tersebut membuat laba operasional sebelum pencadangan alias pre-provision operating profit (PPOP) turun 11% secara bulanan menjadi Rp3 triliun. Namun, secara tahunan PPOP masih tumbuh 12%.
Rasio biaya terhadap pendapatan (cost to income ratio/CIR) meningkat menjadi 49%, naik 725 bps secara bulanan. Meski demikian, angka tersebut masih lebih rendah 93 bps dibandingkan Juli 2025.
Di sisi lain, penurunan biaya pencadangan memberikan bantalan terhadap laba. Beban pencadangan turun 44% secara bulanan sehingga cost of credit (CoC) turun menjadi 0,8%, atau berkurang 62 bps secara bulanan dan 9 bps secara tahunan.
Dari sisi pendanaan, simpanan nasabah BBNI tumbuh 4% secara bulanan dan 29% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit yang mencapai 2% secara bulanan dan 27% secara tahunan.
Baca Juga: Implementasikan PSAK 117, Laba Indonesia Re Melompat Hampir 550%
Total kredit BBNI mencapai sekitar Rp 970 triliun. Pertumbuhan simpanan yang lebih cepat membuat rasio kredit terhadap dana pihak ketiga alias loan to deposit ratio (LDR) turun menjadi 85,5%, atau turun 226 bps secara bulanan dan 125 bps secara tahunan.
Kualitas dana murah juga membaik. Porsi current account saving account (CASA) meningkat 53 bps secara bulanan menjadi 66,4%. Perbaikan tersebut didorong pertumbuhan giro (current account/CA) sebesar 9% secara bulanan, sementara tabungan (saving account/SA) relatif stabil.
Secara kumulatif Januari-Juli 2026, kinerja BBNI masih menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik.
BBNI membukukan laba bersih Rp 12,5 triliun dalam tujuh bulan di 2026, tumbuh 6% secara tahunan. Realisasi tersebut setara 60% dari proyeksi laba pada tahun 2026 BRI Danareksa Sekuritas dan 59% dari konsensus analis.
Pencapaian tersebut relatif sejalan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika realisasi laba mencapai 59% dari estimasi setahun penuh.
Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) tumbuh 14% secara tahunan menjadi Rp25,3 triliun, ditopang pertumbuhan kredit yang kuat sebesar 27% secara tahunan.
Pertumbuhan kredit tersebut terjadi meski NIM turun 23 bps secara tahunan menjadi 3,6%. Penurunan NIM terutama disebabkan imbal hasil aset produktif yang turun 29 bps menjadi 6,4%.
Sementara itu, CoF secara kumulatif justru turun 21 bps secara tahunan menjadi 2,8%.
Baca Juga: Mandiri Utama Finance Tetapkan DP Mulai dari 10% untuk Pembiayaan Motor Listrik
PPOP masih tumbuh 14% secara tahunan menjadi Rp20,9 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang pendapatan operasional lainnya yang naik 11%, meski sebagian tergerus oleh kenaikan beban operasional sebesar 12%.
Alhasil, CIR berada di level 46,1%, membaik 31 bps dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Namun, beban pencadangan meningkat 33% secara tahunan menjadi Rp5,4 triliun. Kenaikan tersebut mendorong CoC naik 9 bps menjadi 1%.
Meski meningkat, CoC BBNI masih berada dalam panduan manajemen sebesar 1,0%-1,2%.
Dari sisi struktur pendanaan, porsi CASA BBNI turun menjadi 66%, atau berkurang 464 bps secara tahunan.
Penurunan tersebut terutama disebabkan pertumbuhan deposito berjangka (time deposit/TD) yang mencapai 50% secara tahunan, jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan giro yang sebesar 29%.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dalam riset mengatakan, kinerja BBNI pada Juli 2026 berada dalam kategori netral.
Baca Juga: Penyaluran Fintech Lending Tembus Rp105,14 Triliun, Responsible Lending Jadi Sorotan
Tekanan terhadap NIM akibat kenaikan biaya dana serta tingginya beban operasional dinilai cukup untuk mengimbangi pertumbuhan kredit yang kuat dan pendapatan berbasis komisi yang solid.
"Kenaikan CoF perlu dipantau karena telah mencapai level tertinggi sepanjang tahun berjalan dan sudah melampaui level tahun 2025," tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano dan Nataniella Eva Kezia dalam risetnya.
Dengan demikian, meski pertumbuhan kredit dan pendapatan nonbunga masih menopang kinerja BBNI, perkembangan biaya dana akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan ruang pertumbuhan profitabilitas bank ke depan.
Dari riset terakhir, Victor memberi rekomendasi beli saham BBNI dengan target harga Rp 4.800 per saham. Per Senin (24/8/2026) harga saham BBNI hingga pukul 15.23 WIB turun 1,61% di Rp 3.670 per saham. Sedangkan dalam lima hari saham BBNI naik 1,1%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Daftar Isi
Salah satu buku ilmiah yang akan rutin disusun oleh dosen Indonesia adalah buku monograf. Buku monograf adalah salah satu jenis buku ilmiah yang biasanya berisi hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh dosen.
Sehingga menulis dan menerbitkannya menjadi bagian dari upaya menyebarluaskan hasil penelitian dosen. Sekaligus menjadi luaran dari penelitian tersebut. Namun, karena termasuk buku ilmiah atau KTI (Karya Tulis Ilmiah) maka penyusunannya harus mengikuti ketentuan. Berikut informasinya.
Sebelum membahas bagaimana cara menyusun dan aturan penyusunan buku monograf. Para dosen tentunya perlu memahami dulu karakteristik atau ciri khasnya. Buku monograf adalah buku ilmiah yang secara umum memiliki ciri-ciri di bawah ini:
Buku monograf memiliki beberapa karakteristik atau ciri-ciri. Salah satunya adalah penyusunan didasarkan pada hasil penelitian dosen. Inilah alasan kenapa buku monograf masuk dalam tugas penelitian saat pelaporan BKD. Sedangkan dalam penilaian angka kredit, masuk dalam penilaian AK Prestasi.
Secara substansi pembahasan, buku monograf membahas satu topik yang menjadi fokus utama. Inilah yang kemudian membedakannya dengan buku referensi. Meski sama-sama didasarkan hasil penelitian, buku referensi membahas beberapa topik di suatu bidang keilmuan. Sementara di buku monograf, topiknya tunggal.
Karakteristik ketiga, buku monograf disusun dan diterbitkan dengan memenuhi kaidah ilmiah. Sehingga memenuhi standar umum penyusunan KTI dari hasil penelitian.
Misalnya mengandung rumusan masalah dengan kebaruan (novelty), mencantumkan metode penelitian yang membantu pemecahan masalah atau menjawab pertanyaan secara ilmiah, didukung oleh data mutakhir, dan lain sebagainya. Sehingga berisi fakta, bukan hasil imajinasi maupun data yang diubah.
Karakteristik ketiga, buku monograf menjelaskan suatu topik tunggal yang relevan dengan bidang kepakaran dosen. Sehingga bisa diakui dalam pelaporan BKD maupun penilaian angka kredit.
Sesuai ketentuan terbaru di dalam Kepmendiktisaintek No. 39/M/KEP/2026. Buku monograf dan referensi minimal terdiri dari 125 halaman dihitung dari bab pertama sampai bab terakhir (bagian isi utama).
Buku monograf adalah buku ilmiah karya dosen yang wajib diterbitkan dan wajib terbit dengan ISBN. Sehingga setelah selesai ditulis, dosen wajib mengurus proses penerbitannya di penerbit resmi. Baik itu penerbit yang dikelola Badan Ilmiah/ Organisasi/Perguruan Tinggi maupun Penerbit Resmi.
Buku monograf adalah salah satu jenis KTI dalam bentuk buku. Maka lumrahnya, proses penulisan atau penyusunan menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Selain memenuhi ciri khas yang dijelaskan sebelumnya. Isi dan sistematika penyusunan juga harus sesuai ketentuan. Ketentuan tersebut adalah sebagai berikut:

Ketentuan penyusunan yang pertama adalah bagian luar buku. Bagian luar disini adalah cover (sampul) dari buku monograf. Sesuai ketentuan, desain dan informasi (unsur) yang tercantum di cover buku monograf adalah sebagai berikut:
Ketentuan penyusunan buku monograf yang kedua adalah bagian dalam buku. Pada bagian dalam, terbagi menjadi 3 bagian. Yaitu:

Ketentuan penyusunan lainnya adalah pada halaman daftar pustaka. Setiap jenis KTI, termasuk buku monograf wajib menggunakan referensi. Sehingga wajib terdapat halaman daftar pustaka.
Dalam struktur penulisan buku monograf, daftar pustaka masuk pada bagian dalam buku. Yakni pada subbagian Postliminaries sesuai penjelasan sebelumnya. Namun, penyusunan halaman daftar pustaka harus sesuai ketentuan gaya sitasi.
Gaya sitasi memiliki jenis yang beragam. Sebut saja seperti APA Style, MLA Style, Chicago Style, dan masih banyak lagi yang lainnya. Naskah buku monograf harus menggunakan satu jenis gaya sitasi dan konsisten dari halaman pertama sampai halaman terakhir.
Lalu, gaya sitasi mana yang harus digunakan? Dalam konteks menyusun buku monograf, gaya sitasi menyesuaikan kebijakan perguruan tinggi. Biasanya disediakan buku panduan penulisan buku monograf dan mencakup ketentuan gaya sitasi mana yang harus digunakan.
Memahami juga bahwa buku monograf adalah jenis buku ilmiah yang berisi hasil penelitian dosen. Maka penyusunannya baru bisa dimulai setelah penelitian berhasil diselesaikan. Berikut adalah rincian seluruh tahapan dalam cara membuat (menulis) buku monograf:
Sesuai penjelasan mengenai karakteristik buku monograf yang didasarkan pada hasil penelitian. Maka sebelum mulai disusun, dosen harus memastikan kegiatan penelitian sudah diselesaikan.
Sehingga sudah ada laporan penelitian maupun KTI yang dipublikasikan sebagai luaran. Sebab keduanya, bisa menjadi acuan dosen untuk menyusun naskah buku monograf. Paling direkomendasikan adalah melakukan konversi KTI, agar proses penulisan buku monograf lebih efisien.
Tahap kedua, dosen perlu membaca dulu buku panduan penulisan buku monograf yang disediakan perguruan tinggi. Tujuannya agar memahami apa itu buku monograf, struktur penulisan, format penulisan, ketentuan substansi pembahasan, dll. Sehingga meminimalkan kesalahan.
Tahap ketiga, dosen bisa menyusun kerangka tulisan. Kerangka ini bersifat opsional, akan tetapi jika disusun maka akan memudahkan proses penulisan. Sebab membantu dosen menyusun struktur buku yang sistematis sesuai alur logika keilmuan, terfokus, dan memberi efisiensi dalam penulisan naskah.
Tahap keempat, adalah proses mencari dan memilih referensi. Meski buku monograf bisa disusun melalui proses konversi. Namun seringnya dosen membutuhkan data tambahan. Sehingga pembahasan lebih detail, mendalam, dan untuk tujuan lainnya.
Maka ada tahap mencari dan menentukan referensi yang tepat. Referensi tersebut harus sesuai topik buku monograf, kredibel, dan merupakan terbitan terkini. Sehingga memberikan data yang benar-benar sesuai dan tentunya relevan.
Tahap berikutnya adalah proses penulisan. Yakni tahap mengembangkan kerangka yang disusun sebelumnya. Penulisan dimulai dari bab pertama, kedua, dan seterusnya. Selama proses ini, dosen mungkin butuh referensi tambahan. Sehingga bisa mencari referensi kembali sesuai kebutuhan.
Setelah selesai disusun, buku monograf perlu diedit dan disunting mandiri oleh dosen. Jadi, silahkan dibaca ulang dan melakukan koreksi jika menjumpai kesalahan.
Pada tahap ini, dosen juga bisa mengecek plagiarisme atau cek skor similarity index, misalnya di Turnitin. Jadi, jika skor similarity terbilan tinggi maka bisa direvisi dulu. Langkah ini membantu melancarkan proses penerbitan, karena similarity sudah sesuai standar penerbitan buku ilmiah.
Tahap akhir dari penulisan buku monograf adalah mengurus proses penerbitan. Diawali dengan menentukan penerbit, dosen perlu memastikan penerbit tersebut kredibel agar bisa terbit ber-ISBN dan memenuhi standar Kemdiktisaintek lainnya.
Setelah menentukan penerbit, barulah naskah buku monograf dikirim sesuai prosedur yang ditetapkan penerbit tersebut. Pada tahap ini ada kemungkinan naskah diterima, ditolak, atau diterima dengan catatan penulis bersedia melakukan revisi sesuai permintaan editor. Ikuti seluruh prosesnya agar penerbitan lancar.
Memudahkan dalam menyusun buku monograf, amaka memperbanyak membaca buku monograf bisa dilakukan. Sehingga memiliki gambaran lebih jelas buku monograf penulisannya seperti apa, pembahasannya, gaya bahasanya, dan sebagainya.
Sebagai rekomendasi buku monograf yang tepat untuk dibaca dan dianalisis, berikut beberapa contoh yang sudah terbit sesuai standar Kemdiktisaintek:
Buku monograf satu ini merupakan karya dari beberapa dosen Politeknik Perikanan Negeri Tual. Yaitu Syahibul Kahfi Hamid, Tati Atia Ngangun, Frischilla Pentury dan Wellem Anselmus Teniwut.
Sesuai dengan judulnya, isi pembahasan mengenai bagaimana mengembangkan agribisnis perikanan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Penyampaian topik dibuat sederhana sehingga mudah dipahami. Sekaligus memudahkan pembaca mengetahui tahapan penerapan pengembangan potensi agribisnis di 3T.

Buku monograf ini adalah karya dari Retno Wulandari dan Ferra Naidir yang merupakan dosen di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Buku bidang teknik kimia ini membahas potensi pengolahan limbah ampas kopi. Buku ini juga menjelaskan bagaimana mengolah limbah kopi menjadi sumber biomassa. Sekaligus potensinya di pasar global.

Buku monograf satu ini karya dari 3 dosen dari Universitas Sains dan Teknologi Jayapura, yaitu Dr. Ir. Jusuf Haurissa, M.T., Prof. Dr. Hendry Y. Nanlohy, M.T. dan Santje M. Iriyanto, M.T..
Buku ini membahas mengenai potensi limbah hijau seperti sisa sampah organik rumah tangga di Papua yang bisa diolah menjadi sumber energi terbarukan. Mulai dari pengolahan menjadi biomassa hingga diolah menjadi briket yang bernilai ekspor.

Beberapa contoh buku monograf tersebut bisa dibaca. Sehingga bisa menambah pemahaman bagaimana menulis naskahnya dan bisa diterima penerbit dengan lebih mudah. Memahami buku monograf adalah buku ilmiah, maka lumrah ada banyak aturan yang menyertainya. Jadi, membaca buku panduan sangat dianjurkan sebelum mulai menulis.
1. Bagaimana cara memastikan monograf diakui secara akademik?
Pastikan buku: memiliki ISBN, diterbitkan oleh penerbit kredibel, sesuai bidang keilmuan, dan disusun secara sistematis dan ilmiah
2. Apa yang membedakan monograf dengan jenis buku ilmiah lain?
Monograf fokus pada satu topik secara mendalam, sehingga pembahasannya lebih detail dibandingkan buku referensi yang biasanya lebih luas.
3. Bagaimana cara meningkatkan kualitas monograf sebelum diterbitkan?
Lakukan editing mandiri, periksa kesesuaian referensi, serta mintalah masukan dari rekan sejawat atau editor profesional.
4. Bagaimana cara mengubah hasil penelitian menjadi buku monograf?
Langkah praktisnya adalah dengan mengembangkan laporan penelitian atau artikel jurnal menjadi beberapa bab, memperluas pembahasan, serta menambahkan analisis dan referensi pendukung agar lebih komprehensif.
Artikel Terkait:
Referensi: