Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengatakan aspek perlindungan pekerja dan perluasan akses kerja harus berimbang dan tercantum dalam Revisi Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan yang tengah dibahas di Komisi IX DPR RI.
“Kita menyampaikan, kalau mau pakai nama UU Perlindungan Pekerja, kita perlu melihat, mesti berimbang gitu ya, tidak hanya perlindungan, tapi juga peluasan kesempatan kerja,” kata Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani di Jakarta, Senin.
“Saya rasa ini penting karena penciptaan lapangan pekerjaan juga menjadi satu hal utama. Jadi ini kita harus, apa pun penamaannya, yang penting kan substansi isinya harus mencakup keseimbangan itu,” ujarnya menambahkan.
Lebih lanjut, Shinta mengatakan saat ini pembahasan masih berjalan di antara perwakilan dunia usaha dan industri dengan perwakilan serikat pekerja/buruh, bersama dengan Komisi IX DPR RI.
Masing-masing pihak memberikan masukan agar RUU Ketenagakerjaan dapat memberikan perlindungan bagi para pekerja dan pelaku usaha, di tengah dinamika dunia kerja yang berubah dengan cepat dan menuntut kelincahan untuk beradaptasi.
“Jadi ini baru dari masing-masing pihak, kita sudah bertemu beberapa kali tapi ini bukan joint draft, jadi lebih sebagai masukan-masukan dari masing-masing. Nantinya kami juga akan duduk bersama dengan serikat buruh/pekerja untuk (membahas) draf kami dan draf mereka, untuk kemudian dinaikkan,” jelasnya.
“Nah, masukan ini penting karena tentunya DPR akan memasukkan draf mereka, karena kan prosesnya di DPR harus berjalan,” katanya lagi.
Sementara itu, DPR RI bersama pemerintah saat ini tengah membahas RUU Ketenagakerjaan sebagai tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Lebih jauh, pembahasan RUU Ketenagakerjaan pun ditargetkan rampung pada Oktober tahun ini.
Pembahasan RUU Ketenagakerjaan sendiri mencakup sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan kondisi pasar kerja Indonesia, antara lain status Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), aturan alih daya (outsourcing), pengupahan, pesangon, jaminan sosial ketenagakerjaan, hingga pelindungan pekerja platform digital.
Senin, 24 Agustus 2026 16:18 WIB
Tim PKM-PM Sahabat Disleksia memberikan sosialisasi kepad para guru dan wali murid. ANTARA/HO-UMS
Solo (ANTARA) - Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar sosialisasi dan workshop pendampingan bertajuk Sahabat Disleksia di SD Negeri Nayu Barat 1 Surakarta.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru dan orang tua dalam mendampingi anak dengan disleksia melalui pendekatan multisensori dan teknologi digital.
Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi erat antara jajaran guru, staf pendidik, serta para orang tua/wali murid di SD Negeri Nayu Barat 1 Surakarta. Kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah krusial dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya pendampingan membaca sejak fase awal pada anak berkebutuhan khusus, khususnya anak dengan kondisi disleksia.
Berdasarkan hasil observasi dan asesmen awal yang dilakukan oleh tim PKM-PM UMS, sebanyak 14 siswa di SD Negeri Nayu Barat 1 Surakarta teridentifikasi mengalami tantangan disleksia, seperti kesulitan mengenali huruf, mengeja, hingga penurunan tingkat fokus akibat banyaknya distraksi saat pembelajaran di kelas reguler.
Tim PKM-PM UMS diketuai oleh Ela Fitriana dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) bersama anggota tim yaitu Aisyah Aditya Wulandari (Pendidikan Teknik Informatika), Shandy Yusril Fadlullah (Pendidikan Teknik Informatika), Inggar Widya Firstiyani (PGSD), dan Puput Rahmawati (Psikologi) menghadirkan solusi inovatif berbasis teknologi digital dan metode psikoedukasi multisensori. Program ini turut didampingi oleh dosen pembimbing dari prodi PGSD yaitu Ika Candra Sayekti, S.Pd., M.Pd.
“Pendidikan inklusif tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan membutuhkan kolaborasi harmonis antara guru di kelas dan orang tua di rumah. Melalui sosialisasi program Sahabat Disleksia ini, kami ingin menyatukan pemahaman dan langkah dalam mengimplementasikan metode multisensori yang mengintegrasikan indra penglihatan, pendengaran, perabaan, serta gerakan kinestetik siswa,” kata Ela sebagai ketua tim, Senin.
Dalam sesi paparan materi, Senin (20/7), tim mempresentasikan rangkaian media pembelajaran adaptif yang dirancang khusus untuk merangsang kemampuan literasi dan motorik anak disleksia. Media tersebut meliputi Fun Motion (penggunaan pasir edukasi dan plastisin untuk motorik halus), Rainbow Book, Phoneme Adventure berbasis Augmented Reality (AR) dan flashcard interaktif, serta media interaktif Alphabet Adventure Box.
“Kami sangat menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran tim PKM-PM UMS dengan program Sahabat Disleksia ini. Kehadiran media berbasis Augmented Reality dan pendekatan multisensori ini menjadi jawaban atas tantangan yang kami hadapi di sekolah rujukan inklusi ni, di mana keterbatasan media dan metode adaptif selama ini cukup menyulitkan guru,” kata Wahyu Ratnawati, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Sekolah SDN Nayu Barat 1 Surakarta.
Sosialisasi ini sendiri berfokus pada peningkatan kesadaran tentang pentingnya pendampingan membaca sejak dini bagi anak disleksia, pelatihan pembelajaran interaktif bagi guru dan orang tua, pelatihan penggunaan media Augmented Reality, flashcard Phono Bright, dan Alphabet Adventure Box, serta pendampingan pemantauan perkembangan membaca dan fokus siswa melalui buku panduan Self-Motion.
Para orang tua murid yang hadir terlihat sangat antusias dan aktif berdiskusi mengenai penanganan anak saat belajar di rumah. Kegiatan dilanjutkan dengan peragaan langsung penggunaan media AR oleh tim kepada para guru dan orang tua, sehingga mereka mendapatkan gambaran riil mengenai cara membimbing anak secara mandiri.
Sebagai langkah keberlanjutan program, tim PKM-PM UMS bersama pihak sekolah merencanakan pembentukan tim pelaksana dan pengawas antara guru dan orang tua murid, serta menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Surakarta dan Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif (PLDPI) agar model pembelajaran Sahabat Disleksia ini dapat terus diterapkan secara berkelanjutan.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pupuk Indonesia (Persero) senantiasa memperluas perannya sebagai perusahaan penyedia solusi pertanian atau agro solution company dari sebelumnya yang hanya berperan sebagai produsen pupuk saja.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi menjelaskan, hal ini dilakukan guna memastikan petani tidak hanya mendapatkan pupuk, melainkan juga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraannya. Transformasi ini meliputi perubahan pada sisi bisnis dan tata kelola industri pupuk.
"Salah satu hal yang kita lakukan adalah kita mengembangkan precision farming. Precision farming ini sangat penting karena pupuk itu seperti makanan bagi manusia. Kalau terlalu sedikit dia bisa stunting, kalau terlalu banyak dia bisa sakit," ungkap dia dalam Squawk Box CNBC Indonesia, Senin (24/8/2026).
Maka dari itu, lanjut Rahmad, pemberian pupuk harus tepat guna dan tepat sasaran. Pada dasarnya, setiap jenis tanaman atau lahan membutuhkan pupuk yang berbeda.
"Precision farming adalah memastikan pupuknya tepat untuk tanaman tepat di lokasi yang ada," sambung dia.
Di samping itu, ia mengatakan, Pupuk Indonesia juga harus bertransformasi menjadi perusahaan yang lebih agile, efisien, dan profitable. Dengan begitu, Pupuk Indonesia mampu meningkatkan kualitas layanan kepada petani.
Tak ketinggalan, Pupuk Indonesia juga terus memperkuat program MAKMUR yang mengusung konsep closed loop ecosystem. Program ini mengintegrasikan pendampingan teknologi dan agronomi, akses pasar, hingga pembiayaan bagi para petani.
Melalui skema ini, Pupuk Indonesia tidak hanya menjual pupuk, tetapi memberikan dukungan mulai dari proses budidaya hingga hasil panen terserap pasar. Bahkan, Pupuk Indonesia juga memiliki produk pendukung lain seperti pestisida.
Lebih lanjut, Pupuk Indonesia juga melakukan transformasi di bidang digital. Digitalisasi telah memberikan dampak terhadap efisiensi perusahaan dan distribusi pupuk. Digitalisasi juga membuat rantai pasok dari pengadaan, produksi hingga distribusi dapat dipantau secara lebih terintegrasi dan real time.
Transformasi ini akhirnya berdampak pada pendapatan Pupuk Indonesia yang meningkat sekitar 50% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara laba bersih setelah pajak meningkat 253%.Tidak hanya itu, margin laba bersih Pupuk Indonesia juga naik dari 6,1% menjadi 14,3%.
Meski demikian, Pupuk Indonesia menganggap bahwa keberhasilan transformasi tidak dapat diukur dari kinerja keuangan semata. Kepastian pasokan pupuk untuk para petani juga menjadi tolok ukur kinerja Pupuk Indonesia.
Rahmad bilang, penebusan pupuk bersubsidi hingga Juli 2026 meningkat sekitar 1 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi kapasitas, Pupuk Indonesia memiliki sekitar 14,6-14,8 juta ton per tahun dan terus melakukan revitalisasi pabrik, termasuk rencana pembangunan tujuh pabrik dari Aceh hingga Bontang.
Pada masa mendatang, Pupuk Indonesia bakal memperluas jaringan distribusi dengan menambah outlet, termasuk melalui Korporasi Desa Merah Putih dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Rahmad mengatakan, jaringan tersebut berpotensi memperkuat akses pupuk hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang selama ini sulit dijangkau outlet komersial.
Lantas, Pupuk Indonesia tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pupuk, melainkan juga memastikan pupuk tepat waktu, tepat kualitas, tepat penerima, sekaligus mendorong produktivitas dan kesejahteraan petani.
(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]
Perbesar:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325611/original/064178700_1786884152-POSTER_LANDSCAPE_LOVE_BARISTA_MAIN_KV.jpg)
Jadi intinya...
Liputan6.com, Jakarta - Film Love Barista mengikuti kisah Kang Jun-woo, aktor Korea Selatan terkenal yang secara tak terduga terdampar di Vietnam. Dalam kondisi tersebut, Jun-woo bertemu dengan Thao, perempuan Vietnam yang memiliki impian untuk menjadi seorang barista.
Disutradarai oleh Kim Sung-Hoon, film yang tayang di Vidio ini memadukan unsur komedi dan romantis melalui pertemuan tak terduga kedua karakter di Vietnam. Dibintangi Lee Kwang-soo dan Hoang Ha, film Korea ini menghadirkan kisah romansa lintas negara dengan berbagai situasi komedi yang menghibur.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325612/original/066620000_1786884152-hq720__2_.jpg)
Perbesar
Kisah dalam film Love Barista berpusat pada Kang Jun-woo (Lee Kwang-soo), seorang aktor ternama Korea Selatan yang ketenarannya mulai tergeser oleh aktor lain. Saat Kang Jun-woo sedang menjalani syuting di Vietnam, sebuah insiden tak terduga membuat Jun-woo tertinggal pesawat dan terdampar di Vietnam tanpa paspor maupun akses mudah untuk kembali ke Korea.
Dalam kondisi tersebut, Jun-woo bertemu dengan Thao (Hoang Ha), perempuan Vietnam sederhana yang memiliki impian besar untuk menjadi seorang barista. Pertemuan keduanya bermula dari sebuah kejadian tak terduga, tetapi keadaan membuat Jun-woo dan Thao semakin sering menghabiskan waktu bersama.
Terbiasa dengan kemewahan, Jun-woo kini harus beradaptasi dengan kehidupan Thao yang sangat bertolak belakang dengan dunianya. Kehidupan sederhana bersama Thao perlahan membuat Jun-woo melihat dunia dari sudut pandang berbeda, hubungan mereka pun perlahan berkembang menjadi kedekatan yang tidak terduga.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331763/original/039577300_1787563063-Screenshot_2026-08-24_161729.jpg)
Perbesar
Kang Ha-neul tampil dalam film Love Barista sebagai Cha Do-hoon, seorang aktor pendatang baru yang menjadi pesaing Kang Jun-woo di industri hiburan. Kehadirannya menjadi bagian dari konflik karier Jun-woo yang mulai menghadapi ancaman dari bintang baru.
Meski bukan pemeran utama, Kang Ha-neul hadir sebagai cameo dengan kemunculan singkat sebagai sosok yang mengancam posisi Jun-woo sebagai bintang populer. Perannya turut memperlihatkan salah satu sumber tekanan yang dihadapi Jun-woo sebelum ia terdampar di Vietnam.
Bagi penggemar film komedi romantis dengan kisah cinta lintas negara, film Love Barista bisa menjadi pilihan tontonan yang menarik. Akankah kedekatan Kang Jun-woo dan Thao berkembang menjadi kisah cinta di tengah jauhnya perbedaan kehidupan mereka?
Saksikan kisah Lee Kwang-soo dan Hoang Ha dalam Love Barista secara resmi di Vidio. Tempat nonton film Love Barista untuk ikuti pertemuan tak terduga dan kisah romantis keduanya hanya di Vidio.
Penulis: Dianita Atika Putri
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Adrian Yunan Sempat Ingin Menyerah karena Matanya, Kini Rilis Album Solo
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) dinilai perlu diikuti penguatan industri dalam negeri agar keterbukaan pasar tidak hanya meningkatkan arus perdagangan, tetapi juga memberi dampak terhadap kapasitas industri nasional. Penguatan tersebut mencakup investasi, hilirisasi, transfer teknologi, tenaga kerja, hingga keberlanjutan rantai pasok.
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan, mengatakan implementasi FTA perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap kinerja industri nasional. Hal tersebut disampaikan Akbar dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dampak Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) terhadap Kinerja Ekonomi dan Industrialisasi Indonesia” di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Dalam FGD yang turut dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tersebut, pemerintah menyoroti perlunya pendekatan berbasis data dalam mengukur dampak FTA terhadap sektor industri. Pemetaan sektor yang terdampak menjadi salah satu dasar untuk menentukan strategi penguatan industri dan penyusunan peta jalan industrialisasi serta revitalisasi manufaktur.
Akbar mengatakan keterbukaan pasar melalui FTA perlu berjalan seiring dengan peningkatan daya saing industri dalam negeri.
“FTA harus membuka pasar sekaligus memperkuat daya saing industri nasional. Yang perlu kita lihat bukan hanya bagaimana perdagangan menjadi lebih terbuka, tetapi bagaimana keterbukaan tersebut memberikan manfaat nyata bagi perekonomian dan industri nasional,” ujar Akbar dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).
Menurut Akbar, industri baja memiliki keterkaitan yang luas dengan rantai pasok dan industri lainnya. Setiap aktivitas senilai 1 dolar AS di industri baja disebut dapat mendorong sekitar 2,5 dolar AS di rantai pasok dan hingga 13 dolar AS di industri terkait.
Karena itu, menurut dia, dampak FTA perlu dilihat tidak hanya dari sisi perdagangan, tetapi juga terhadap investasi, utilisasi industri, penyerapan tenaga kerja, serta keberlanjutan rantai pasok nasional.
Akbar juga mendorong kebijakan perdagangan yang dapat memperluas akses pasar sekaligus mendukung investasi, hilirisasi, transfer teknologi, dan peningkatan daya saing industri. Penerapan trade remedies yang responsif serta penguatan Rules of Origin (ROO) dinilai dapat menjadi instrumen dalam menjaga kepentingan industri nasional.
“Pada akhirnya, kebijakan atau skema apa pun harus dilihat dari manfaat nyatanya bagi industri dan perekonomian nasional. FTA harus menjadi instrumen untuk membuka pasar, tetapi pada saat yang sama memperkuat fondasi industrialisasi Indonesia,” ujar Akbar yang juga menjabat Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).
Penguatan industri tersebut sejalan dengan agenda pemerintah untuk melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi guna meningkatkan nilai tambah produksi di dalam negeri.
ILUSTRASI. Hingga Juni 2026, outstanding pembiayaan inklusif PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) ?telah mencapai Rp 114,17 triliun. (Dok/BSI)
Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat pembiayaan ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hingga Juni 2026, outstanding pembiayaan inklusif BSI telah mencapai Rp 114,17 triliun.
Dari total pembiayaan inklusif tersebut, Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) BSI mencapai 33,65% per Juni 2026. Rasio tersebut berada di atas batas minimum 30% yang ditetapkan Bank Indonesia.
Direktur Human Capital & Compliance BSI Arief Adhi Sanjaya mengatakan, dukungan perseroan terhadap UMKM tidak hanya dilakukan melalui penyaluran pembiayaan, tetapi juga pengembangan ekosistem pendampingan secara terintegrasi.
Baca Juga: Laba BNI (BBNI) di Juli 2026 Tertekan Biaya Dana, Analis Pasang Target di Rp 4.800
"Sektor UMKM mempekerjakan 114,7 juta orang dan memberikan kontribusi lebih dari 60% terhadap PDB Republik Indonesia. Sebagai bank syariah terbesar, BSI hadir memberikan solusi finansial, sosial, dan spiritual untuk mendampingi UMKM agar bisa naik kelas, bankable, hingga mampu menembus pasar global," ujar Arief dalam siaran pers, Senin (24/8/2026).
Selain pembiayaan inklusif, BSI juga mencatat pertumbuhan portofolio pembiayaan berkelanjutan. Hingga Juni 2026, pembiayaan berkelanjutan BSI telah menembus lebih dari Rp 75 triliun.
Portofolio tersebut terdiri dari pembiayaan sosial sebesar Rp59 triliun, dengan sekitar 90% di antaranya disalurkan kepada UMKM. Sementara pembiayaan hijau mencapai Rp16 triliun, yang didominasi produk eco-efficient sebesar 65,2%.
Baca Juga: Dana Murah Berlimpah, BBCA Andalkan Kredit Produktif
BSI juga memperkuat pendampingan UMKM melalui BSI UMKM Center yang telah hadir di Aceh, Yogyakarta, Surabaya dan Makassar. Perseroan juga menyiapkan UMKM Center di Bandung.
Secara keseluruhan, BSI mencatat 6.037 UMKM binaan melalui ekosistem pendampingan tersebut.
Di sisi digital, BSI menghadirkan Portal Go UMKM dan Salam Digital untuk mempermudah pengajuan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil.
Perseroan juga menjalankan pendekatan hyperlocal melalui Lapak BSI yang hadir di pasar tradisional maupun modern. Selain itu, BSI telah menginisiasi 23 Desa Binaan Bangun Sejahtera Indonesia, termasuk program Kampung Nelayan BSI Warloka yang berfokus pada pengembangan klaster perikanan.
Baca Juga: Laba BNI (BBNI) Tumbuh 5% Jadi Rp 12,52 Triliun Hingga Juli 2026
Program pendampingan tersebut juga diarahkan untuk membantu UMKM memperluas pasar hingga mancanegara.
Salah satu hasilnya adalah keberhasilan ekspor perdana kopi robusta (green bean coffee) dari UMKM asal Lampung ke Oman. Ekspor tersebut merupakan hasil business matching yang difasilitasi dalam ajang BSI International Expo.
Arief mengatakan, kolaborasi dengan Bank Indonesia dan berbagai pemangku kepentingan dalam KKI 2026 diharapkan semakin memperkuat daya saing UMKM.
"Melalui sinergi bersama Bank Indonesia dan para pemangku kepentingan di KKI 2026 ini, BSI berharap dapat terus menjadi akselerator utama yang memperkuat daya saing UMKM lokal, mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan, dan membawa produk-produk kebanggaan Indonesia bersaing di kancah internasional," tutup Arief.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Tag
Belitung (ANTARA) - Aktivitas pertambangan timah masih memiliki pengaruh besar terhadap denyut perekonomian masyarakat di Kabupaten Belitung Timur. Ketika aktivitas dan perdagangan timah bergerak, dampaknya turut dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), warung kopi, pedagang hingga sektor jasa.
Sebaliknya, ketika aktivitas timah melemah, pelaku usaha di tingkat masyarakat juga ikut merasakan dampaknya. Kondisi tersebut disampaikan Endang Purwono, pelaku UMKM asal Kampung Baru yang juga aktif dalam pengembangan komunitas ekonomi kreatif di lingkungannya.
Menurut Endang, dalam beberapa hari terakhir kondisi perekonomian di lingkungan masyarakat yang ia amati masih cenderung sepi. Aktivitas perdagangan di pasar maupun warung-warung kopi belum menunjukkan pergerakan yang signifikan.
“Kalau saya lihat dalam beberapa hari ini situasi masih sama saja. Kegiatan aktivitas di kawasan kami juga masih biasa-biasa saja. Kondisi ekonomi memang jauh, tidak bergerak,” kata Endang.
Ia mencontohkan kondisi warung kopi yang biasanya menjadi salah satu tempat masyarakat berkumpul. Menurutnya, sejumlah pemilik warung kopi mengaku mengalami penurunan omzet dibandingkan kondisi sebelumnya.
“Dari pasar, kegiatan aktivitas di pasar sepi. Di warung-warung kopi juga sepi. Saya sempat ngobrol dengan teman yang punya warung kopi, omzetnya jauh turun. Malam hari yang seharusnya orang santai dan ngopi, sekarang sepi,” ujarnya.
Sebagai pelaku UMKM, Endang menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa perekonomian masyarakat Belitung Timur masih memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas pertambangan timah.
Menurut dia, ketika masyarakat memperoleh penghasilan dari aktivitas timah, uang tersebut kemudian berputar kembali di berbagai sektor ekonomi lokal. Masyarakat berbelanja, makan di warung, menikmati kopi, membeli produk UMKM hingga melakukan perjalanan dan aktivitas konsumsi lainnya.
“Memang terasa. Kalau timahnya harganya lebih bagus, masyarakat punya uang lebih, pasar pasti ramai. Mereka juga punya uang lebih untuk jalan-jalan atau belanja produk UMKM,” katanya.
Ia mencontohkan masyarakat Belitung Timur yang berkunjung ke daerah lain untuk berbelanja. Menurutnya, pergerakan tersebut menunjukkan bahwa dampak ekonomi dari timah tidak berhenti pada aktivitas pertambangan, tetapi mengalir ke sektor perdagangan dan UMKM.
“Kalau timah goyang, kelihatan benar. Belitung Timur memang masih belum bisa move on dari timah,” ujarnya.
Terkait aktivitas pertambangan timah, Endang menilai masyarakat juga membutuhkan kepastian, terutama bagi mereka yang menggantungkan penghasilan dari sektor tersebut.
Ia mengakui bahwa aktivitas pertambangan harus tetap mengikuti aturan. Namun, menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat juga perlu menjadi pertimbangan dalam mencari solusi.
Karena itu, ia berharap solusi terhadap persoalan timah masyarakat dapat menghadirkan kepastian bagi penambang sekaligus tetap berada dalam koridor hukum. Salah satu yang menurutnya perlu diperhatikan adalah akses pemasaran dan jumlah mitra pembelian.
“Yang pertama masalah harga. Yang kedua perbanyak mitranya agar masyarakat tidak merasa kebingungan harus menjual ke mana. Kalau hanya belasan mitra, saya rasa belum cukup untuk meng-cover mereka. Sampai harus antre berjam-jam,” ujarnya.
Selain itu, Endang berharap masyarakat mendapatkan sosialisasi yang lebih intensif mengenai aturan pertambangan dan mekanisme perdagangan timah.
Ia juga mendorong PT TIMAH untuk terus membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.
“Harus ada kepastian hukum. Masyarakat yang menambang merasa dilindungi dan dirangkul lebih dekat, disosialisasikan. PT TIMAH jangan takut turun ke masyarakat. Kalau merasa benar, jangan takut. Turun dan lebih dekatlah dengan masyarakat,” katanya.
Endang menilai komunikasi yang baik antara masyarakat, pemerintah dan perusahaan penting agar kebijakan dapat dipahami secara utuh dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial, terutama di tengah perkembangan teknologi dan maraknya informasi yang belum tentu benar.
“Sekarang zamannya AI. Kita harus bisa melihat mana berita yang hoaks dan mana yang benar-benar nyata. Jangan semuanya ditelan mentah-mentah. Jangan sampai informasi yang kita terima justru merugikan diri sendiri, orang lain, dan keluarga,” pesannya.
Pewarta: Aprionis
Uploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Senin, 24 Agustus 2026 15:59 WIB
Kepala Dinas Tenaga Kerja Sleman Epiphana Kristiyani. ANTARA/Sutarmi
Sleman (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus menggencarkan program pelatihan kerja guna memperkuat karakter dan kesiapan mental para pencari kerja lokal maupun calon tenaga kerja Indonesia (TKI) yang akan bekerja di luar negeri.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman Epiphana Kristiyani, di Sleman, Senin, mengatakan bahwa kemampuan teknis yang didapat pencari kerja dari pendidikan formal sering kali belum cukup untuk menghadapi dunia kerja, khususnya bagi para pemula (fresh graduate).
"Kalau hanya mempunyai kemampuan teknis dari pendidikan formal itu belum cukup. Mereka perlu tambahan soft skill seperti kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, inovasi, hingga kepekaan dalam lingkungan kerja," kata Epiphana.
Ia menjelaskan tantangan di dunia industri saat ini menuntut ketahanan mental yang kuat. Di sektor industri manufaktur seperti garmen, misalnya, pekerja lokal tidak jarang berinteraksi langsung dengan tenaga kerja asing (TKA) atau pengawas dari luar negeri yang memiliki budaya kerja sangat tegas.
Menurut dia, tanpa pembekalan karakter, pekerja lokal rentan mengalami kejutan budaya (culture shock) hingga memilih mengundurkan diri.
Selain penyiapan tenaga kerja domestik, pembekalan karakter dan pemahaman budaya juga diberikan secara khusus kepada calon pekerja yang menyasar pasar kerja internasional seperti Malaysia, Taiwan, hingga negara-negara di kawasan Eropa.
Mengenai realisasi program, Epiphana menyebutkan Pemkab Sleman telah menyelesaikan sebanyak sembilan paket pelatihan kerja sepanjang tahun 2026, meskipun terdapat penyesuaian anggaran. Pihaknya dijadwalkan akan kembali membuka paket pelatihan kerja lanjutan pada Oktober mendatang.
"Melalui program pelatihan terpadu ini, Pemkab Sleman berharap angkatan kerja lokal tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga memiliki adaptabilitas dan daya saing tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja industri maupun internasional," katanya.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mendorong pengembangan bahan pemadam kebakaran berbasis tepung ubi atau singkong sebagai alternatif untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Saat memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Sumatera Selatan, Senin, Presiden Prabowo awalnya menanyakan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengenai kemungkinan penggunaan zat kimia yang lebih efektif dibandingkan air untuk memadamkan api.
"Apakah ada zat kimia yang lebih efektif untuk menutup api daripada air," tanya Presiden Prabowo dipantau secara daring di Jakarta, Senin.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo kemudian menyampaikan adanya bahan berbasis tepung yang sebelumnya telah ditemukan dan disebut dapat membantu mencegah serta memadamkan api. Bahan tersebut menggunakan bahan baku utama tepung dari ubi atau singkong.
Namun, Listyo menyampaikan bahwa bahan tersebut berasal dari tepung ubi. Menurutnya, bahan itu dapat digunakan untuk mencegah api dan memadamkan api pada tahap awal.
Presiden Prabowo pun tertarik dengan inovasi tersebut dan meminta agar bahan itu diteliti lebih lanjut serta diproduksi dalam skala besar.
Prabowo kemudian meminta agar riset dan produksi bahan tersebut segera dilakukan. Ia juga meminta pengajuan anggaran untuk mendukung pengembangannya.
"Intinya dia bisa meredam. Menarik sekali itu. Bahan bakunya dari ubi, dari singkong. Coba diproduksi dalam skala besar," katanya.
Ia pun berseloroh menyebut konsep tersebut sebagai "ubi bombing" atau alternatif dari metode water bombing yang selama ini digunakan untuk memadamkan karhutla dari udara.
Presiden Prabowo juga meminta agar efektivitas bahan berbasis tepung tersebut diuji, termasuk kemungkinan penggunaannya dalam jumlah besar melalui helikopter atau pesawat untuk menjangkau wilayah yang terbakar.
Menurutnya, berbagai alternatif teknologi dan inovasi perlu dikembangkan untuk memperkuat penanganan karhutla. Ia menekankan pentingnya mengerahkan seluruh upaya untuk menghadapi kebakaran hutan yang berdampak luas terhadap masyarakat.
Sebelumnya, pemerintah terus mengerahkan helikopter water bombing untuk memadamkan karhutla di Sumatera Selatan. Presiden juga meminta seluruh jajaran mengevaluasi kebutuhan di lapangan dan segera mengajukan tambahan bantuan apabila diperlukan.
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Uploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Liputan6.com, Jakarta - Musim 2026/2027 resmi dimulai dengan dinamika besar di sepak bola Eropa. Pergantian pelatih, aktivitas transfer, hingga munculnya penantang baru memberi warna persaingan yang kian ketat. Seluruh pertandingan dari liga-liga top Eropa dapat disaksikan melalui platform streaming resmi Vidio.
Di Inggris, Manchester City memasuki era baru usai kepergian Pep Guardiola. Di Spanyol, Real Madrid memanggil kembali Jose Mourinho setelah 13 tahun, sementara Como 1907 bersiap menjalani debut di UEFA Champions League bersama Cesc Fabregas.
Musim ini juga menjadi panggung bagi talenta muda. Lamine Yamal dan Kenan Yildiz mendapat sorotan seiring peran yang makin besar di klub masing-masing. Premier League, LaLiga, Serie A, dan Ligue 1 diprediksi menyajikan banyak cerita sepanjang musim berjalan.
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/4931228/original/028990000_1724909784-WhatsApp_Image_2024-08-29_at_12.30.53_PM.jpeg)
Perbesar
UEFA Super Cup menjadi penanda awal musim pada 13 Agustus 2026. PSG menghadapi Aston Villa dan mengawali musim dengan trofi usai keluar sebagai juara.
Tiga hari kemudian, Arsenal dan Manchester City berduel di FA Community Shield. The Gunners tampil meyakinkan dan menang 3-0 pada 16 Agustus 2026 untuk mengamankan gelar Community Shield ke-18 sepanjang sejarah klub.
LaLiga 2026/2027 mulai bergulir pada 16 Agustus 2026. Alaves menjadi tim pertama yang meraih kemenangan setelah menundukkan Getafe 3-0. Perhatian besar juga tertuju ke Real Madrid yang kembali ditangani Jose Mourinho. Los Blancos melakukan perombakan skuad dengan mendatangkan enam pemain baru setelah dua musim tanpa gelar. Barcelona membidik titel LaLiga ketiga beruntun dengan tetap bertumpu pada generasi muda dan rencana transfer guna menjaga dominasi domestik.
Premier League 2026/2027 resmi dimulai pada 22 Agustus 2026. Arsenal membuka kompetisi dengan menghadapi Coventry, sementara Manchester United melakoni laga tandang ke markas Hull City.
Perubahan di kursi pelatih mewarnai klub-klub Big Six. Manchester United kini ditangani Michael Carrick, Tottenham Hotspur menunjuk Roberto De Zerbi, Manchester City memercayakan tim kepada Enzo Maresca, Liverpool dilatih Andoni Iraola, dan Chelsea memasuki era Xabi Alonso. Arsenal menjadi satu-satunya anggota Big Six yang tetap mempertahankan pelatih sebelumnya.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Perombakan itu dibarengi aktivitas di bursa transfer. Elliot Anderson, Sandro Tonali, Andrey Santos, dan Morgan Rogers termasuk di antara nama yang diharapkan memberi dampak signifikan untuk klubnya. Selain itu, Kevin De Bruyne menjadi salah satu pemain yang dinantikan kiprahnya setelah kembali dari cedera.