ILUSTRASI. Hingga Juni 2026, outstanding pembiayaan inklusif PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) ?telah mencapai Rp 114,17 triliun. (Dok/BSI)
Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat pembiayaan ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hingga Juni 2026, outstanding pembiayaan inklusif BSI telah mencapai Rp 114,17 triliun.
Dari total pembiayaan inklusif tersebut, Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) BSI mencapai 33,65% per Juni 2026. Rasio tersebut berada di atas batas minimum 30% yang ditetapkan Bank Indonesia.
Direktur Human Capital & Compliance BSI Arief Adhi Sanjaya mengatakan, dukungan perseroan terhadap UMKM tidak hanya dilakukan melalui penyaluran pembiayaan, tetapi juga pengembangan ekosistem pendampingan secara terintegrasi.
Baca Juga: Laba BNI (BBNI) di Juli 2026 Tertekan Biaya Dana, Analis Pasang Target di Rp 4.800
"Sektor UMKM mempekerjakan 114,7 juta orang dan memberikan kontribusi lebih dari 60% terhadap PDB Republik Indonesia. Sebagai bank syariah terbesar, BSI hadir memberikan solusi finansial, sosial, dan spiritual untuk mendampingi UMKM agar bisa naik kelas, bankable, hingga mampu menembus pasar global," ujar Arief dalam siaran pers, Senin (24/8/2026).
Selain pembiayaan inklusif, BSI juga mencatat pertumbuhan portofolio pembiayaan berkelanjutan. Hingga Juni 2026, pembiayaan berkelanjutan BSI telah menembus lebih dari Rp 75 triliun.
Portofolio tersebut terdiri dari pembiayaan sosial sebesar Rp59 triliun, dengan sekitar 90% di antaranya disalurkan kepada UMKM. Sementara pembiayaan hijau mencapai Rp16 triliun, yang didominasi produk eco-efficient sebesar 65,2%.
Baca Juga: Dana Murah Berlimpah, BBCA Andalkan Kredit Produktif
BSI juga memperkuat pendampingan UMKM melalui BSI UMKM Center yang telah hadir di Aceh, Yogyakarta, Surabaya dan Makassar. Perseroan juga menyiapkan UMKM Center di Bandung.
Secara keseluruhan, BSI mencatat 6.037 UMKM binaan melalui ekosistem pendampingan tersebut.
Di sisi digital, BSI menghadirkan Portal Go UMKM dan Salam Digital untuk mempermudah pengajuan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil.
Perseroan juga menjalankan pendekatan hyperlocal melalui Lapak BSI yang hadir di pasar tradisional maupun modern. Selain itu, BSI telah menginisiasi 23 Desa Binaan Bangun Sejahtera Indonesia, termasuk program Kampung Nelayan BSI Warloka yang berfokus pada pengembangan klaster perikanan.
Baca Juga: Laba BNI (BBNI) Tumbuh 5% Jadi Rp 12,52 Triliun Hingga Juli 2026
Program pendampingan tersebut juga diarahkan untuk membantu UMKM memperluas pasar hingga mancanegara.
Salah satu hasilnya adalah keberhasilan ekspor perdana kopi robusta (green bean coffee) dari UMKM asal Lampung ke Oman. Ekspor tersebut merupakan hasil business matching yang difasilitasi dalam ajang BSI International Expo.
Arief mengatakan, kolaborasi dengan Bank Indonesia dan berbagai pemangku kepentingan dalam KKI 2026 diharapkan semakin memperkuat daya saing UMKM.
"Melalui sinergi bersama Bank Indonesia dan para pemangku kepentingan di KKI 2026 ini, BSI berharap dapat terus menjadi akselerator utama yang memperkuat daya saing UMKM lokal, mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan, dan membawa produk-produk kebanggaan Indonesia bersaing di kancah internasional," tutup Arief.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Tag