...Belum tentu sejumlah 1.066 ini semuanya ASN Kabupaten Bandung
Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, segera memverifikasi data 1.066 aparatur sipil negara (ASN) yang terindikasi bermain judi daring karena data tersebut belum memastikan seluruhnya merupakan pegawai Pemkab Bandung.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bandung Teguh Purwayadi mengatakan data itu masih berdasarkan domisili masyarakat di Kabupaten Bandung sehingga perlu dicocokkan dengan data kepegawaian.
"Belum tentu sejumlah 1.066 ini semuanya ASN Kabupaten Bandung," kata Teguh di Kabupaten Bandung, Sabtu.
Teguh mengatakan pencocokan data akan dilakukan bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) setelah data berdasarkan nama dan alamat tersedia.
"Nanti ketika ada hasil by name by address-nya, kita akan desk-kan dengan BKPSDM, apakah betul ASN ini bekerja di Kabupaten Bandung atau mereka ini berdomisili di Kabupaten Bandung tapi bekerja di luar Kabupaten Bandung," ujarnya.
Baca juga: Kemensos gandeng Polri tindaklanjuti penerima bansos bermain judol
Menurut dia, data yang dimiliki menunjukkan adanya peningkatan jumlah ASN yang terindikasi bermain judi daring, dari sekitar 600 orang pada 2020 menjadi 1.000 lebih pada 2025.
Temuan tersebut telah menjadi perhatian Bupati Bandung yang meminta Diskominfo bersama BKPSDM segera menindaklanjutinya untuk mengetahui status dan identitas pegawai yang masuk dalam data tersebut.
Teguh mengatakan apabila hasil verifikasi membuktikan adanya ASN Pemkab Bandung yang melakukan pelanggaran, penanganannya akan mengacu pada ketentuan kepegawaian yang berlaku.
"Nanti apakah masuk dalam kategori hukuman disiplin ringan, sedang, atau berat sesuai dengan undang-undang tersebut," katanya.
Selain verifikasi terhadap ASN, Pemkab Bandung juga mulai mengidentifikasi potensi pemain judi online dari sekitar 3,9 juta penduduk berdasarkan data agregat untuk mengetahui gambaran penyebarannya di setiap wilayah.
Ia mengatakan hasil identifikasi tersebut akan digunakan sebagai dasar edukasi dan literasi mengenai risiko digital serta dampak judi online kepada masyarakat.
"Ini yang harus kita lakukan, mitigasi yang berkelanjutan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.
Baca juga: Kemensos tangguhkan 1,49 juta penerima bansos terindikasi judi online
Baca juga: Bareskrim bongkar judi daring deposit pulsa bertransaksi Rp890 miliar
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengungkapkan dugaan pembalakan liar di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan di Riau saat melakukan pengawasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan telah menetapkan enam orang tersangka.
Dalam keterangan dikonfirmasi dari Jakarta, Sabtu, Kepala Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Sumatera Kemenhut Hari Novianto mengapresiasi jajaran Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau yang berhasil menemukan aktivitas tersebut melalui patroli dan pemantauan udara. Ia menegaskan penyidikan terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat.
"Enam orang sudah kami proses dan beberapa pelaku lainnya masih dalam pengejaran. Penyidikan terus kami kembangkan untuk mengetahui siapa yang menyuruh, membiayai, menyiapkan peralatan, maupun menerima kayu hasil pembalakan tersebut," kata Hari.
Kasus tersebut terungkap setelah Tim SMART Patrol BBKSDA Riau melakukan pemantauan udara dalam rangka menindaklanjuti laporan kebakaran hutan dan petugas menemukan indikasi aktivitas pembalakan liar di dalam kawasan konservasi itu.
Penanganan perkara selanjutnya dilakukan Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Sumatera, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan yang kemudian menemukan tumpukan kayu olahan sekitar 60 meter kubik diduga merupakan hasil pembalakan liar pada 16 Agustus 2026.
Untuk kepentingan pembuktian, penyidik mengamankan tiga keping kayu olahan sebagai penyisihan barang bukti, tiga unit chainsaw, dua unit ban sepeda, serta empat telepon genggam.
Menurut Hari, diduga aktivitas telah berlangsung sekitar dua bulan dengan temuan kayu mencapai sekitar 60 meter kubik menunjukkan perlunya pengembangan perkara hingga ke pihak-pihak yang memiliki peran di balik kegiatan tersebut.
Dalam pernyataan serupa, Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menegaskan bahwa gangguan terhadap SM Kerumutan perlu mendapat perhatian serius karena berdampak tidak hanya pada tegakan hutan, tetapi juga pada habitat satwa liar dan fungsi ekologis kawasan.
"Kerumutan menghadapi tekanan dari kebakaran hingga pembalakan liar. Yang kita lindungi bukan hanya tegakan hutan, tetapi juga habitat Harimau Sumatra dan satwa liar lainnya, serta fungsi hutan yang menopang kehidupan masyarakat sekitar," kata Januanto.
Menurutnya, perlindungan kawasan perlu terus diperkuat melalui pengamanan di tingkat tapak, dukungan personel dan teknologi, serta keterlibatan masyarakat yang hidup di sekitar kawasan.
Dia memastikan Kemenhut akan terus memperkuat pengamanan dan perlindungan SM Kerumutan dari berbagai bentuk gangguan, baik kebakaran hutan maupun aktivitas ilegal.
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta, CNN Indonesia --
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan kinerja solid pada Semester I 2026 setelah menuntaskan transformasi teknologi. Jumlah nasabah Perseroan mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah BSI atau all-time high.
Hingga Juni 2026, jumlah nasabah BSI tercatat 24,3 juta, tertinggi sejak Perseroan berdiri. Tren pertumbuhan nasabah terlihat sejak Januari 2026.
Memasuki Mei 2026, setelah transformasi teknologi rampung, jumlah nasabah tumbuh di atas 200 ribu per bulan. Pertumbuhan itu menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan BSI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peningkatan nasabah turut memperbesar potensi pengembangan bisnis melalui dana murah, pembiayaan, transaksi digital, wealth management, bisnis emas, hingga layanan haji dan umrah. Kondisi ini diperkuat kombinasi dual licence sebagai bank syariah dan bank emas atau bulion.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan investasi besar yang dilakukan Perseroan dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas sistem teknologi informasi. Investasi itu juga ditujukan untuk membangun pengalaman transaksi yang lebih cepat, aman, dan andal bagi jutaan nasabah.
"Bagi BSI, teknologi telah menjadi mesin pertumbuhan bisnis. Semakin baik pengalaman nasabah, semakin tinggi tingkat kepercayaan, semakin besar akuisisi nasabah, dan semakin luas peluang untuk mengembangkan seluruh ekosistem layanan keuangan syariah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/8).
Menurut Anggoro, penguatan kapabilitas teknologi meningkatkan kapasitas sistem BSI secara signifikan. Kapasitas itu mampu mengakomodasi pertumbuhan volume transaksi dan jumlah pengguna digital yang terus meningkat.
Fondasi teknologi yang semakin kuat menjadi landasan BSI untuk terus mengembangkan layanan digital melalui BYOND by BSI. Aplikasi itu kini menjadi kanal utama transaksi nasabah dengan berbagai layanan perbankan syariah.
Interaksi nasabah pada BYOND by BSI tercermin dari 1 miliar akses login sepanjang 2026. Melalui BYOND by BSI, nasabah memperoleh pengalaman layanan yang semakin terintegrasi dalam satu platform digital.
Layanan itu mencakup transaksi harian, investasi, pembiayaan, pengelolaan emas, pengelolaan haji, hingga layanan keuangan lainnya. BSI juga terus memperluas solusi digital melalui Hasanah KKI Card Digital.
Hasanah KKI Card Digital merupakan kartu KKI syariah pertama di Indonesia sekaligus strategi memperkuat penetrasi pembiayaan ritel. Melalui Hasanah Digital, kartu pembiayaan virtual tanpa kartu fisik, nasabah dapat mengakses pembiayaan lebih mudah, fleksibel, dan real time melalui aplikasi BYOND by BSI.
Nasabah dapat mengakses limit pembiayaan mulai dari Rp4 juta hingga Rp100 juta. Sejumlah fitur yang tersedia antara lain cicilan 0%, sumber dana pembayaran QRIS, pemantauan limit, tagihan, riwayat transaksi, hingga notifikasi transaksi secara real time.
Inovasi itu diharapkan memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan aktivitas transaksi digital nasabah. BYOND by BSI juga dilengkapi sejumlah fitur unggulan lain.
Fitur tersebut antara lain Nabung Rutin Haji, Gadai dari Cicil Emas yang akan lunas, hingga pembukaan rekening tabungan yang terintegrasi dengan tabungan emas dan tabungan haji. BYOND by BSI juga menghadirkan fitur BYOND Affiliate, mekanisme referral baru bagi nasabah yang merekomendasikan BYOND.
Melalui BYOND Affiliate, nasabah dapat memperoleh reward menarik sebagai affiliator. Penguatan digital itu turut memperbesar ekosistem bisnis BSI.
Hingga Juni 2026, Perseroan melayani 7,69 juta nasabah haji dan 1,22 juta nasabah emas. BSI juga melayani 594,6 ribu nasabah cicil emas dan 209,7 ribu nasabah gadai emas.
Di samping itu, BSI mencatat lebih dari 585 ribu merchant QRIS. Ekosistem yang terus berkembang memperkuat posisi BSI sebagai bank syariah nasional dengan layanan yang lengkap dan modern.
Penguatan fondasi teknologi berjalan seiring dengan pertumbuhan kinerja keuangan yang sehat. Hingga Juni 2026, BSI membukukan laba bersih Rp4,16 triliun, meningkat 11% secara tahunan.
Pertumbuhan laba didukung ekspansi bisnis yang berkualitas, peningkatan kontribusi bisnis emas, serta penghimpunan dana yang semakin kuat. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 22% menjadi Rp393 triliun.
Pertumbuhan DPK didorong peningkatan dana murah atau CASA menjadi Rp238 triliun. Pertumbuhan CASA berasal dari tabungan sebesar Rp173 triliun dan giro sebesar Rp65,5 triliun.
Komposisi pendanaan yang semakin efisien menurunkan Cost of Fund menjadi 2,19%. Penurunan itu memberi ruang lebih besar bagi Perseroan untuk meningkatkan daya saing sekaligus menjaga profitabilitas.
Di sisi intermediasi, pembiayaan BSI tumbuh merata di seluruh segmen bisnis. Pembiayaan wholesale mencapai Rp95 triliun, pembiayaan ritel dan UMKM sebesar Rp55,83 triliun, sedangkan pembiayaan konsumer meningkat menjadi Rp189,25 triliun.
Pertumbuhan pembiayaan tetap diiringi kualitas aset yang terjaga. Hal ini tercermin dari NPF Gross sebesar 1,80% dan NPF Net sebesar 0,33%.
Diversifikasi sumber pendapatan turut semakin kuat. Fee Based Income meningkat 38,15% menjadi Rp4,1 triliun, didorong ekosistem bisnis BSI termasuk bisnis emas dan transaksi digital.
Secara keseluruhan, total aset BSI mencapai Rp464,5 triliun, tumbuh 16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Anggoro menegaskan peningkatan jumlah nasabah bukan tujuan akhir, melainkan awal dari peluang pertumbuhan bisnis yang lebih besar.
"Dengan fondasi teknologi yang semakin kuat, kapasitas sistem yang semakin andal, dan basis nasabah yang terus bertambah, kami memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan pendalaman hubungan dengan nasabah melalui berbagai solusi keuangan syariah," papar dia.
Ke depan, kata Anggoro, fokus BSI bukan hanya menambah jumlah nasabah. Fokus itu juga mencakup peningkatan nilai yang diberikan kepada setiap nasabah melalui layanan digital yang relevan, mudah, dan terintegrasi.
(rir)
Banjarbaru (ANTARA) - Festival tangkap ikan sapu-sapu di Sungai Kemuning, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, berlangsung semarak diikuti sekitar 300 peserta yang berasal dari Kecamatan Banjarbaru Selatan, Sabtu.
Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Muhammad Mirhansyah membuka kegiatan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI.
Muhammad Mirhansyah mengatakan festival tidak sekadar hiburan dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga bentuk kepedulian pemkot terhadap kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem sungai.
"Melalui kegiatan menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus bentuk kepedulian pemkot terhadap lingkungan, diharapkan mencegah perkembangbiakan ikan sapu-sapu yang bersifat invasif," ujarnya.
Ia mengatakan keberadaan ikan sapu-sapu di perairan umum perlu dikendalikan karena memberikan dampak yang negatif terhadap keseimbangan ekosistem sungai, khususnya di Sungai Kemuning.
"Diharapkan pula, lomba membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan ekosistem sungai dan membawa manfaat bagi kita semua karena lingkungan sungai menjadi lebih bersih," ucapnya.
Ditekankan, kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat sehingga ikut menjaga kelestarian sungai.
Sementara, Camat Banjarbaru Selatan Muhammad Firmansyah mengatakan kegiatan juga dirangkai dengan bazar kemerdekaan yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah bagi masyarakat.
"Peserta yang mengikuti kegiatan adalah warga Kecamatan Banjarbaru Selatan, kurang lebih 300 orang. Kami berharap kegiatan lebih mempererat silaturahmi dan penuh kekeluargaan bagi warga," katanya.
Hasil pelaksanaan festival, peserta berhasil menangkap ikan sapu-sapu sebanyak 2.417 kilogram atau sekitar 2,4 ton dengan tangkapan terbanyak berasal dari Kelurahan Loktabat Selatan seberat 173 kilogram.
Seluruh ikan sapu-sapu hasil tangkapan kemudian dimusnahkan dengan cara dikubur sebagai bagian dari upaya mencegah ikan tersebut kembali masuk dan berkembang biak di perairan Sungai Kemuning.
Pewarta: Yose Rizal
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
ILUSTRASI. Posisi kredit investasi pada Juli mencapai Rp 2.733,3 triliun, meningkat dari Rp 2.712,1 triliun pada Juni (KONTAN/Baihaki)
Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan kredit perbankan pada Juli 2026 semakin ditopang oleh pembiayaan untuk kegiatan usaha. Bank Indonesia mencatat kredit investasi (KI) tumbuh paling tinggi di antara tiga kelompok penggunaan kredit utama, yakni mencapai 23,1% secara tahunan.
Menilik data uang beredar periode Juli 2026 yang dipublikasikan Jumat (21/8/2026), posisi kredit investasi pada Juli mencapai Rp 2.733,3 triliun, meningkat dari Rp 2.712,1 triliun pada Juni. Pertumbuhan 23,1% secara tahunan tersebut juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Juni sebesar 22,5%.
Pertumbuhan kredit investasi terutama didorong oleh penyaluran kredit ke sektor konstruksi dan jasa-jasa. Dalam data sektoral BI, kredit investasi sektor konstruksi mencapai Rp 299,9 triliun pada Juli dan tumbuh 74,3% secara tahunan. Sementara kredit investasi sektor jasa-jasa mencapai Rp 158,7 triliun, tumbuh 37,1%.
Kredit investasi pada sektor pengangkutan dan komunikasi juga cukup besar, mencapai Rp 408,2 triliun dengan pertumbuhan 21% secara tahunan. Sementara kredit investasi industri pengolahan mencapai Rp 454,5 triliun atau tumbuh 27,1%.
Di sisi lain, kredit modal kerja (KMK) mencapai Rp 3.833,8 triliun pada Juli, tumbuh 11,6% secara tahunan. Pertumbuhan ini meningkat cukup signifikan dari 9,6% pada Juni.
Baca Juga: Kredit Korporasi Tumbuh 20,9% di Juli, Jadi Motor Pertumbuhan Kredit Perbankan
Peningkatan KMK antara lain didorong oleh penyaluran kredit ke sektor listrik, gas dan air bersih, industri pengolahan, serta konstruksi. Kredit modal kerja sektor industri pengolahan mencapai Rp 953,7 triliun dan tumbuh 13,1% secara tahunan.
Kredit modal kerja sektor perdagangan, hotel dan restoran masih menjadi salah satu yang terbesar, yakni Rp 1.086,4 triliun, meski pertumbuhannya 0,9% secara tahunan.
Adapun kredit konsumsi mencapai Rp 2.403 triliun pada Juli, tumbuh 5,3% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut melambat dari 5,7% pada Juni.
Di dalam kredit konsumsi, kredit pemilikan rumah (KPR) mencapai Rp 855,9 triliun dengan pertumbuhan 4,3% secara tahunan. Kredit kendaraan bermotor mencapai Rp129,3 triliun dan terkontraksi 10%, sedangkan kredit multiguna mencapai Rp1.417,8 triliun dengan pertumbuhan 7,6%.
Dengan perkembangan tersebut, dari total kredit Rp 8.970,2 triliun, kredit modal kerja menyumbang sekitar Rp 3.833,8 triliun, kredit investasi Rp 2.733,3 triliun dan kredit konsumsi Rp 2.403 triliun.
Sekadar informasi, Bank Indonesia memberi catatan angka realisasi di Juli 2026 masih merupakan angka sementara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Tag
Denpasar (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali meningkatkan pangsa pasar UMKM khususnya sektor wastra dan kerajinan melalui pameran di Karya Kreatif Indonesia (KKI).
“Partisipasi itu semakin memperluas akses pasar dan memperkuat jejaring bisnis,” kata Kepala Perwakilan BI Bali Achris Sarwani di Denpasar, Bali, Sabtu.
Tak hanya itu, ia juga mendorong daya saing pelaku UMKM baik di kancah nasional dan global.
Bank sentral perwakilan Bali itu memberi ruang sebanyak 45 pelaku UMKM binaan untuk berpameran secara daring melalui laman resmi KKI.
Selain itu, ada juga 18 UMKM binaan mengikuti koneksi bisnis secara langsung dengan para konsumen dan investor potensial pada pameran KKI di Jakarta hingga Minggu (23/8).
UMKM itu memproduksi wastra, perhiasan, aksesoris, desa wisata, serta UMKM makanan dan minuman olahan melalui sistem toko ritel.
Pelaku UMKM itu merupakan usaha yang sudah maupun memiliki peluang untuk berorientasi ekspor.
Untuk itu, mereka diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan menjaga konsistensi produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Achris mengharapkan perluasan akses pasar UMKM dapat membantu geliat ekonomi daerah di tegah ketidakpastian dan tantangan global salah satunya krisis geopolitik di Timur Tengah.
Adapun perekonomian Bali pada triwulan II-2026 menunjukkan kinerja yang tetap kuat dengan pertumbuhan sebesar 5,78 persen, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,58 persen.
Capaian itu juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.
Di tengah pertumbuhan tersebut, inflasi Bali pada Juni 2026 tetap terkendali sebesar 3,27 persen, atau lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,34 persen.
Meski begitu, capaian inflasi tersebut perlu terus mendapat perhatian agar tidak melebihi target yaitu 1,5-3,5 persen.
“KKI ini sebagai langkah strategis untuk mendorong pengembangan UMKM yang berkelanjutan, berdaya saing, serta berbasis kekayaan budaya Nusantara,” imbuh Achris.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Oleh: Imam Taufiq, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang dan Guru Besar UIN Walisongo Semarang
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada satu kalimat yang hampir selalu muncul setiap kali orang berbicara tentang Nahdlatul Ulama: "NU adalah pesantren besar, dan pesantren adalah NU kecil." Ungkapan yang biasa dinisbahkan kepada KH Muchith Muzadi memang benar dalam sejarah. NU memang didirikan pada 1926 oleh para kiai pesantren, dan selama puluhan tahun keduanya nyaris tak terpisahkan. Masalahnya, kalimat itu kini lebih sering dipakai untuk menjelaskan keadaan saat ini ketimbang mengenang asal-usulnya. Keadaan itu sendiri sudah jauh berubah, sehingga kalimat tersebut tidak lagi menggambarkan keadaan tersebut dengan tepat.
NU hari ini sudah bukan versi besar dari sebuah pondok. Ia sudah menjelma menjadi organisasi masyarakat sipil yang jaringannya melintasi benua. Yang menggerakkannya bukan hanya kiai dan santri di kampung, melainkan juga dosen, dokter, pengacara, pegawai kantoran, hingga diaspora yang menggelar pengajian dari Kairo hingga Melbourne. Mengurus organisasi seluas itu dengan naluri pesantren jelas sudah tidak cukup. Pesantren boleh berpusat pada satu kiai yang titahnya nyaris mutlak; NU tidak bisa begitu. Ketika kepemimpinannya tetap terlalu personal dan paternalistik, yang muncul bukan kewibawaan, melainkan kemandekan.
Cara pandang lama itu juga tidak adil bagi pesantren. Anggapan bahwa setiap pondok adalah "NU kecil" mengabaikan hal yang mudah dilihat oleh siapa pun yang pernah berkeliling: dunia pesantren tidak seragam. Kemenag mencatat lebih dari 42.000 pesantren, dan tak semuanya membaca tahlil atau berqunut. Ada pondok Muhammadiyah, ada milik Persis, ada sekolah berasrama modern yang mengajarkan coding di samping nahwu, ada pula yang bercorak salafi dan justru rajin mengkritik amaliah NU. Menyamakan semuanya hanya karena sama-sama berlabel "pesantren" akan melahirkan bias, apalagi jika cara berpikir seperti itu ikut memengaruhi perumusan kebijakan.
Perlu ditegaskan: yang tak cocok bagi NU bukanlah pesantrennya, melainkan kebiasaan memusatkan segalanya pada satu orang. Sebagai sumber ilmu, pesantren justru harus diletakkan kembali sebagaimana adanya, sebagai lembaga yang berdiri sendiri. Di forum bahtsul masail, kitab yang usianya ratusan tahun dihadapkan pada persoalan paling kekinian, dari hukum uang kripto hingga AI. Di sanalah tradisi diuji, bukan sekadar diwariskan. Dan di zaman ketika ceramah agama bisa viral dari kamar kos siapa saja lalu ditentukan oleh algoritma, kemampuan menimbang semacam itu justru makin langka dan makin dibutuhkan. Pesantren bukan cabang dari ormas mana pun. Ia adalah salah satu sumber utama ilmu keislaman kita, tradisi yang usianya jauh lebih tua dari republik ini dan bertahan melalui sanad keilmuan yang tak terputus dari guru ke murid.
Menopangnya, karena itu, bukan sekadar mengurus lembaga pendidikan, melainkan merawat salah satu peradaban ilmu tertua yang kita miliki.
NU punya tugas yang lain. Ia yang membawa hasil kajian pesantren ke luar lingkungan pondok: ke ruang sidang, ke forum kebudayaan, dan ke forum diplomasi. Tanpa NU, ilmu pesantren berisiko berhenti menjadi urusan lokal yang berjalan sendiri-sendiri. Tanpa pesantren, NU kehilangan landasan keilmuannya, dan gerakannya di ruang publik mudah berubah menjadi retorika tanpa isi.
Kekuatan kultural, sebesar apa pun, tetap membutuhkan dukungan material untuk bertahan. Pesantren butuh gedung, gaji guru, izin, dan anggaran—hal-hal membosankan yang justru menentukan. Di sinilah peran negara masuk, bukan sebagai pelengkap, melainkan sebagai penentu apakah semua itu bisa bertahan atau tidak. Selama ini pesantren diperlakukan setengah hati. Ia dituntut memenuhi standar layaknya sekolah negeri, tetapi didukung jauh lebih sedikit. Banyak pondok berdiri dan bertahan dari iuran santri, sedekah, dan wakaf; tak sedikit kiai yang menanggung biaya bangunan dan gaji ustaz dari uang pribadinya. Ketika madrasah menerima dana bantuan operasional, pesantren dan pendidikan diniyah yang murni kerap hanya menerima bantuan yang jauh lebih kecil.
Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.
Sumber gambar, REUTERS/Nathalia Angarita
Telah diterbitkan 42 menit yang lalu
Waktu membaca: 7 menit
Enam tahun lalu, Pangeran Harry dan Meghan Markle meninggalkan United Kingdom (UK) untuk membangun kehidupan baru di California, Amerika Serikat.
Sebagai pasangan yang membawa nama besar keluarga kerajaan, mereka disambut berbagai peluang bisnis dan hiburan bernilai jutaan dolar. Namun, impian membangun kehidupan baru di Amerika ternyata tidak selalu berjalan mulus.
Dalam wawancara dengan Oprah Winfrey pada tahun 2021, Meghan mengatakan bisa menentukan jalan hidupnya sendiri membuatnya merasa lebih "lepas".
Di sisi lain, Harry juga mengatakan bahwa Amerika Serikat memberi dirinya dan keluarganya tingkat privasi dan kebebasan yang "pasti tidak akan bisa" mereka nikmati di UK.
Harry bahkan menyebut kehidupan seperti itu sebagai sesuatu yang kemungkinan diinginkan ibunya, Putri Diana, untuk dirinya.
Pasangan itu kemudian menetap di Montecito, California, kawasan elite yang menjadi rumah bagi sejumlah selebritas ternama seperti Oprah Winfrey, Gwyneth Paltrow, dan Rob Lowe.
Tak lama kemudian, berbagai kontrak bernilai jutaan dolar datang menghampiri mereka. Kesepakatan dengan Netflix dan Spotify menjadi bukti betapa besar daya tarik pasangan Sussex tersebut di dunia hiburan.
"Mereka sangat dicari, nama-nama mereka akan langsung muncul di media dan menarik perhatian," kata Stacy Jones, kepala eksekutif Hollywood Branded, sebuah agensi pemasaran dan PR.

Sumber gambar, Getty Images for Netflix
"Ada pesta yang tak ada habisnya, acara yang tak ada habisnya, dan hal-hal yang tak ada habisnya untuk dilakukan jika Anda seorang selebriti di Hollywood," katanya. "Tetapi Anda akan segera menyadari bahwa semua hal yang tak ada habisnya itu hanyalah upaya mempromosikan sesuatu untuk dijual."
Dan pasangan kerajaan itu punya banyak hal untuk "dijual".
Elizabeth Holmes, pengamat keluarga kerajaan dan jurnalis yang berbasis di Los Angeles serta penulis HRH: So Many Thoughts on Royal Style, mengatakan kabar kepindahan pasangan Sussex dari AS cukup mengejutkannya.
"Saya rasa salah satu alasan mengapa kabar ini mengejutkan adalah karena mereka tampak sudah mulai menetap dan menjalani kehidupan mereka di California," ujarnya.

Tidak semua orang sedih melihat mereka pergi. New York Post, yang kerap melontarkan kritikan pedas terhadap pasangan tersebut, menyambut berita kepergian mereka dengan judul utama "Takhta Telah Kembali!", menyatakan bahwa "mimpi buruk nasional Amerika yang berkepanjangan telah berakhir".
Sindiran tersebut cenderung mengabaikan satu pencapaian langka Harry dan Meghan di Hollywood. Mereka berhasil melakukan sesuatu yang jarang mampu dicapai para pendatang baru di industri hiburan itu, yakni meyakinkan sejumlah perusahaan terbesar untuk menanamkan investasi besar pada mereka.
Namun, mendapatkan investasi awal ternyata jauh lebih mudah dibandingkan mempertahankannya.
Kontrak multi-tahun mereka dengan Spotify, yang nilainya dilaporkan mencapai US$25 juta atau sekitar Rp442 miliar, melahirkan podcast Meghan yang terdiri dari 12 episode, Archetypes, dengan menghadirkan tamu-tamu ternama seperti Serena Williams dan Mariah Carey.
Namun pada 2023, Spotify dan Archewell Audio, perusahaan audio milik Harry dan Meghan, mengumumkan bahwa keduanya "sepakat untuk mengakhiri kerja sama".
Kontrak mereka dengan Netflix yang berdurasi lima tahun, ditandatangani pada 2020 dan dilaporkan bernilai antara US$60 juta hingga US$100 juta (sekitar Rp1,06 triliun hingga Rp1,77 triliun), menghasilkan sejumlah program.
Namun sejak saat itu, kesepakatan tersebut digantikan oleh kerja sama baru yang nilainya disebut tidak sebesar kontrak sebelumnya, di tengah perlambatan yang melanda industri hiburan secara lebih luas.
Di balik berbagai proyek tersebut, perusahaan produksi milik pasangan Sussex juga mengalami tingkat pergantian karyawan yang tinggi. Sejumlah laporan bahkan menyebut beberapa mantan pegawai secara informal menjuluki diri mereka sebagai "Sussex Survivors Club" atau "Klub Penyintas Sussex".
Harry juga meraih kesuksesan komersial, meski sebagian besar datang ketika ia membagikan kisah pribadinya sebagai anggota keluarga kerajaan.
Memoarnya, yang bertajuk Spare, menjadi fenomena di dunia penerbitan. Buku itu dilaporkan diperoleh penerbit melalui kesepakatan dengan uang muka sebesar US$20 juta atau sekitar Rp354 miliar.
Lebih dari enam juta eksemplar terjual di seluruh dunia, menjadikannya buku nonfiksi dengan penjualan tercepat dalam sejarah.
Sebagai bagian dari promosi buku tersebut, Harry menggelar diskusi publik dengan pakar trauma Dr Gabor Maté. Dalam percakapan itu, ia membahas bagaimana masa kecilnya sebagai anggota keluarga kerajaan membentuk dirinya.
Dalam wawancara dengan BBC Newsnight pada Kamis (20/08), Maté mengatakan Harry terlihat sebagai sosok yang "sangat mudah diajak berinteraksi dan sangat peka", serta seseorang yang berupaya keras memastikan bahwa "trauma yang dialaminya tidak diwariskan kepada anak-anaknya".

Duke of Sussex tetap memiliki daya jual yang sangat tinggi, terutama ketika pembahasannya berkaitan dengan dirinya sendiri, keluarga kerajaan Inggris, atau berbagai isu yang selama ini dekat dengannya.
Ia sempat menjabat sebagai Chief Impact Officer di perusahaan pembinaan karier BetterUp yang berbasis di Silicon Valley. Bersama Oprah Winfrey, Harry juga ikut menciptakan dan menjadi produser eksekutif serial kesehatan mental Apple TV+, "The Me You Can't See".
Sejumlah proyeknya di Netflix pun banyak berangkat dari minat dan kegiatan yang telah lama ia geluti.
Serial dokumenter Heart of Invictus mengikuti perjalanan para veteran militer yang terluka saat mempersiapkan diri untuk mengikuti Invictus Games, ajang olahraga yang didirikan Harry. Sementara itu, "Polo" mengangkat salah satu minat lama sang pangeran, yakni olahraga polo.
Namun, kedua program tersebut tidak mampu menarik perhatian publik sebesar serial dokumenter enam bagian "Harry & Meghan" maupun pengungkapan Harry dalam memoarnya, Spare.
Dalam salah satu penampilan publik besarnya yang relatif jarang, Harry juga menyampaikan pidato utama dalam pertemuan informal Majelis Umum PBB di New York pada 2022 untuk memperingati Hari Internasional Nelson Mandela. Dalam pidato tersebut, ia berbicara tentang ibunya, kedekatannya dengan Afrika, serta warisan perjuangan Mandela.
Meski demikian, Harry tampaknya kesulitan melepaskan diri dari citranya sebagai anggota keluarga kerajaan di Amerika Serikat.

Sumber gambar, Handout/Netflix
Sementara itu, Meghan, yang dikenal luas lewat serial Suits, mencoba peruntungan di genre lain melalui serial memasak dan gaya hidup di Netflix.
Program tersebut menampilkan gambaran kehidupan pasangan Sussex yang serba nyaman di California, lengkap dengan ayam peliharaan hasil penyelamatan, stroberi yang dipanen dari kebun sendiri, serta pemandangan Pegunungan Santa Ynez yang indah.
Meski "With Love, Meghan" dihentikan setelah dua musim, serial itu berhasil meraih nominasi Emmy dalam kategori Serial Gaya Hidup Terbaik.
Netflix juga mengakhiri keterlibatannya dalam merek gaya hidup Meghan, As Ever, pada awal tahun ini.
"Netflix memproduksi film. Netflix tidak memproduksi selai," kata Jones.

Sumber gambar, AFP via Getty Images
Sejumlah kritikus menilai gaya hidup yang ditampilkan Meghan, yang disajikan dengan sangat terkurasi, terasa kurang peka terhadap kondisi yang dihadapi banyak orang. Namun dari sudut pandang pencitraan merek, Jones mengatakan bahkan publisitas negatif pun dapat bernilai selama seseorang tetap menjadi pusat perhatian publik.
Berbagai proyek Meghan membuat namanya tetap terlihat dan memberi audiens sesuatu untuk ditonton maupun dibeli.
"Dengan kembali ke UK, tampaknya mereka masih berupaya mempertahankan kedekatan dengan keluarga kerajaan untuk memperkuat legitimasi diri mereka atau, dalam beberapa kasus, untuk tujuan komersial," kata Kinsey Schofield, pembawa acara podcast yang berfokus pada keluarga kerajaan Inggris.
"Sejak meluncurkan As Ever, Meghan pada dasarnya terus membangun citra sebagai anggota keluarga kerajaan sambil memasarkan produk teh dan selai buahnya," ujarnya.
Meski demikian, pasangan Sussex masih memiliki sejumlah proyek yang sedang dikembangkan. Mereka baru-baru ini merilis sebuah film dokumenter tentang Girl Scouts, organisasi kepanduan perempuan di Amerika Serikat, dan tengah menggarap serial drama yang berlatar dunia eksklusif tim-tim polo, yang akan diproduksi oleh tim kreatif di balik serial Gossip Girl.
Namun secara keseluruhan, pengalaman Harry dan Meghan di Amerika juga memperlihatkan bahwa ketenaran memiliki batasnya sendiri di Hollywood.
Nama besar mungkin dapat membuka pintu kesempatan, tetapi itu tidak menjamin seseorang mampu mempertahankan relevansi dan kesuksesan dalam jangka panjang.

Sumber gambar, IMAGN IMAGES/Reuters Connect
"Hollywood saat ini sedang menghadapi masa yang sangat sulit dan industrinya berada dalam kondisi yang terpecah-pecah," kata Jones.
Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), restrukturisasi yang berulang, serta tingginya pergantian karyawan telah mengguncang banyak perusahaan di industri hiburan.
"Mendirikan sebuah perusahaan, meluncurkannya, lalu mempertahankannya agar tetap berjalan bukanlah hal yang mudah," ujarnya. "Apalagi jika perusahaan itu dibangun oleh seorang bintang media berskala global. Dibutuhkan tim pendukung yang benar-benar kuat."
Posisi Harry dan Meghan mungkin tidak lagi sama seperti ketika pertama kali tiba di Amerika. Dan meskipun mereka mengatakan ingin kembali ke UK untuk menjalani kehidupan sebagai warga biasa, kecil kemungkinan pasangan itu akan benar-benar menghilang dari sorotan publik.
"Mereka tidak akan pernah menjadi warga biasa, di mana pun mereka berada," kata Jones.
"Mereka bukan tipe orang yang bisa berada di latar belakang. Mereka adalah bintang dalam kisah mereka sendiri, atau bintang dalam kisah orang lain. Kalaupun pamornya tidak sebesar dulu, mereka tetaplah bintang."
Kami menggunakan AI untuk membantu menerjemahkan artikel ini, yang awalnya ditulis dalam bahasa Inggris. Jurnalis BBC memeriksa terjemahan tersebut sebelum diterbitkan. Selengkapnya tentang bagaimana kami menggunakan AI.
Sabtu, 22 Agustus 2026 07:00 WIB
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi Achmad Taufik Husein menunjukkan dokumentasi barang bukti hasil operasi tangkap tangan, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (21/8/2026). ANTARA/Rio Feisal
Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan alasan sempat memeriksa Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof. Noor Farid dan Warek Bidang Umum dan Keuangan Unsoed Prof. Kuat Puji Prayitno.
"Tentunya menjadi pihak yang memberikan tambahan alat bukti," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (21/8) malam.
Noor Farid sebelumnya sempat dimintai keterangan di Polresta Banyumas, Jawa Tengah. Sementara permintaan keterangan terhadap Kuat Puji dilakukan di Gedung Merah Putih KPK.
Baca juga: KPK ungkap OTT Rektorat Unsoed terkait penerimaan mahasiswa baru
Baca juga: KPK tangkap jajaran Rektorat Unsoed
Sementara itu, Taufik menjelaskan KPK menetapkan Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unsoed Prof. Norman Arie Prayogo sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan mahasiswa baru Unsoed karena berdasarkan kecukupan alat bukti.
"Ini sudah dibahas oleh tim penyelidik, penyidik, dan penuntut umum, dan sudah dilakukan gelar perkara," katanya.
Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pihak dari jajaran Rektorat Unsoed pada 20 Agustus 2026.
KPK pada 21 Agustus 2026, menetapkan Sodiq, Norman, Mulyono selaku keponakan Sodiq, Dian Mulia Wardhana dan Adhi Wiharto selaku perantara, serta Kepala Bagian Akademik Unsoed Eko Sumanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru Unsoed.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KPK jelaskan alasan sempat periksa Warek Unsoed Kuat dan Noor Farid
Pewarta : Rio Feisal
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Medan (ANTARA) - PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Medan menyalurkan bantuan pangan kepada warga yang terdampak bencana di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara.
General Manager PLN UID Sumatera Utara Rizky Mochamad mengatakan bantuan pangan di antaranya beras, mi instan, tepung, telur tersebut merupakan bentuk empati pegawai terhadap masyarakat yang mengalami terdampak bencana.
"Kehadiran kami bukan hanya melalui pelayanan kelistrikan, tapi juga melalui kepedulian sosial ketika masyarakat membutuhkan dukungan," ujar Rizky di Medan, Jumat.
Ia mengatakan semangat gotong royong terus menjadi bagian dari insan PLN, sehingga keberadaan perusahaan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama ketika menghadapi kondisi sulit.
Lebih lanjut, kepedulian tersebut merupakan bagian dari semangat PLN untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat serta membangun hubungan yang harmonis dengan lingkungan di setiap wilayah pelayanan.
"Melalui aksi kemanusiaan tersebut, kami membangun kepedulian dan semangat kebersamaan dengan masyarakat di wilayah tersebut," ucapnya.
Penyaluran bantuan dipimpin Manager PLN UP3 Medan M. Harryadi Poel, bersama jajaran serta melibatkan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP3 Medan, Srikandi PLN UP3 Medan, dan Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati (PIKK) UP3 Medan.
"Bantuan yang dihimpun melalui kepedulian insan PLN tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga dalam masa pemulihan pasca-bencana," ucapnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Sumatera Utara mencatat rumah rusak akibat cuaca ekstrem yang melanda Kota Medan pada Selasa (18/8) malam bertambah jadi 307 rumah.
Kepala BPBD Medan Yunita mengatakan jumlah tersebut merupakan data terbaru setelah pihaknya kembali melakukan pendataan korban yang terdampak.
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.