Prospek kinerja PT Bayan Resources Tbk (BYAN) diproyeksikan akan tertekan setelah sejumlah anak usahanya menyatakan force majeure imbas Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 yang belum diterbitkan pemerintah.
Jauh sebelum persoalan persetujuan RKAB terbaru mencuat, Senior Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Fauzan Luthfi Djamal telah menyoroti langkah pemerintah yang lebih dulu memangkas kuota produksi emiten tambang batu bara itu.
Fauzan menyebut Bayan Resources menjadi salah satu emiten yang menghadapi risiko pemangkasan kuota produksi ketika pemerintah mewacanakan penyesuaian RKAB. Saat itu, kata Fauzan, emiten konglomerat Low Tuck Kwong itu mengajukan kuota produksi sekitar 80 juta ton, tetapi berpotensi hanya memperoleh sekitar separuh dari volume yang diajukan.
“Kita ingat waktu sempat ada kisruh RKAB dipotong, Bayan itu salah satu yang dipotong hampir setengahnya dari kuota produksi yang mereka ajukan. Kalau tidak salah sekitar 80 juta ton dan mereka hanya mendapat sekitar 50%-nya,” kata Fauzan dalam Media Day September 2026: Navigating Indonesia’s Market: Policy Shifts, Commodities & Opportunities secara daring, Selasa (15/9).
Selain itu Fauzan menilai kondisi itu sudah memberikan gambaran tekanan terhadap kinerja operasional Bayan Resources. Meski saat ini perusahaan belum merilis data terbaru realisasi produksi sepanjang semester pertama 2026, ia melihat prospek produksi BYAN tahun ini cukup menantang.
Menurut Fauzan, tekanan utama berasal dari kuota produksi yang disetujui tahun ini sekitar 38 juta ton. Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan realisasi produksi Bayan Resources pada 2025 yang mencapai sekitar 68 juta ton.
“Itu sudah menjadi gambaran kalau secara operasional produksinya agak sedikit tertekan. Ini menjadi proyeksi yang secara outlook cukup negatif,” kata Fauzan.
Ia menilai penurunan volume produksi berpotensi menjadi tantangan bagi Bayan Resources untuk mempertahankan kinerja operasionalnya. Terutama apabila kuota produksi tidak mengalami penyesuaian hingga akhir tahun.
“Dan prospek sahamnya menurut saya juga agak susah buat dijustifikasi dari sisi fundamental, sih,” ucap Fauzan.
Apabila menilik kinerja operasionalnya, Bayan Resources mencatat sejumlah rekor sepanjang 2025. Produksi batu bara perseroan mencapai 68 juta ton, naik 19,6% dibandingkan rekor sebelumnya sebesar 56,9 juta ton pada 2024.
Bayan juga mencatat rekor penanganan batu bara melalui Balikpapan Coal Terminal (BCT) serta Kalimantan Floating Transfer Station (KFT) 1, 2, dan 3 dengan total 55,9 juta ton, meningkat 18,9% dibandingkan 2024.
Dari sisi penjualan, perseroan membukukan rekor 70,8 juta ton sepanjang 2025 atau melonjak 25,9% dibandingkan capaian terbaik sebelumnya pada 2024.
Dari lantai bursa, saham BYAN ditutup anjlok hingga 8,11% ke Rp 10.200 per saham dan kapitalisasi pasarnya menjadi Rp 340 triliun pada Selasa (15/9) kemarin. Adapun saham BYAN sempat ke Rp 17.275 pada 18 Agustus 2026 dan kini sudah terperosok hingga 29,17%. Tak hanya itu, secara year to date (ytd) sudah anjlok hingga 35,03%.
Hal itu usai usai tiga anak usahanya belum mengantongi persetujuan RKAB 2026 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yaitu PT Tiwa Abadi (TA), PT Tanur Jaya (TJ), dan PT Fajar Sakti Prima (FSP).
“Pada 11 September 2026 menyampaikan pemberitahuan kejadian/keadaan yang bersifat memaksa (keadaan kahar/force majeure) terhadap kewajiban pemenuhan penyediaan batu bara berdasarkan Perjanjian Penyediaan Batubara/Coal Supply Agreement kepada para pelanggannya,” tulis manajemen BYAN dalam keterbukaan informasi BEI, Senin (15/9) malam.
Manajemen Bayan Resources mengatakan persetujuan perubahan RKAB 2026 untuk tiga anak usahanya belum terbit, meski perusahaan telah mengajukan permohonan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Hal itu mengingat persetujuan RKAB penting demi anak usaha Bayan bisa menjalankan produksi batu bara secara sah. Belum terbitnya persetujuan tersebut membuat kegiatan produksi terganggu dan memengaruhi kemampuan BYAN memenuhi kewajiban pasokan batu bara kepada pelanggan.
Atas kondisi tersebut, Bayan bersama anak usahanya menetapkan force majeure kepada para pelanggan. Perseroan menyebut belum terbitnya persetujuan perubahan RKAB memberikan dampak cukup material terhadap kelangsungan usaha perusahaan.
“Namun dengan dilakukannya pemberitahuan keadaan/kejadian yang bersifat memaksa (Keadaan Kahar/Force Majeure) ini, diharapkan dapat meminimalisir risiko dan/atau konsekuensi bagi BYAN dan anak-anak perusahannya,” tulis manajemen.
Penulis Katadata.co.id telah meminta konfirmasi kepada Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno terkait belum terbitnya persetujuan perubahan RKAB 2026 tiga anak usaha Bayan Resources. Namun, hingga berita ini ditulis, Tri belum merespons.
Ditawar Murah oleh Haji Isam
Persoalan RKAB tersebut muncul ketika tambang Bayan Resources tengah dibidik oleh crazy rich Kalimantan.
Di saat operasional sejumlah anak usahanya terganjal izin produksi, pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, disebut mengincar perusahaan batu bara milik konglomerat Low Tuck Kwong itu.
Dalam pemberitaan Bloomberg, entitas yang dikendalikan Haji Isam disebut tengah mengajukan penawaran tunai kepada BYAN. Haji Isam disebut lagi bernegosiasi untuk mengakuisisi 62% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Nilai penawarannya dinilai mencapai sekitar US$ 3 miliar atau Rp 52,65 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.550 per dolar AS. Harga tersebut jauh di bawah harga pasar BYAN.
“Pembayaran kemungkinan akan dilakukan secara bertahap, bukan sekaligus, kesepakatan dengan harga tersebut akan mewakili diskon sekitar 80% dari level pasar saat ini,” kata sumber Bloomberg seperti dikutip Rabu (9/9).
Meski begitu, sebelumnya manajemen Jhonlin Grup melalui PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dalam penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia menyatakan belum mendapat informasi tentang rencana akuisisi.
"Namun pemegang saham pengendali perseroan telah menyampaikan kepada kami bahwa dari waktu ke waktu sebagai investor mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di perseroan," ujar manajemen JARR.
Lebih jauh Bloomberg menyebut keluarga Low berpotensi melepas kepemilikan mayoritas di Bayan dengan diskon besar dari harga saham di pasar. Terbatasnya jumlah saham yang beredar di publik atau free float dan tipisnya volume perdagangan BYAN dinilai membuat harga saham di pasar tidak sepenuhnya mencerminkan valuasi dalam transaksi berjumlah besar.
Haji Isam merupakan pengusaha asal Kalimantan yang menjadi salah satu pendukung Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden 2024. Konglomerasi bisnisnya, PT Jhonlin Group, telah menjadi salah satu pemain besar di industri pertambangan batu bara Indonesia.
Bloomberg sebelumnya melaporkan Jhonlin mengajukan kuota produksi batu bara kepada pemerintah sekitar 60 juta ton pada tahun ini. Apabila berhasil mengambil alih 62% saham Bayan, transaksi tersebut akan semakin memperkuat posisi Haji Isam di industri batu bara nasional.
Rencana transaksi tersebut muncul ketika perusahaan tambang batu bara Indonesia tertekan dari kebijakan produksi pemerintah. Prabowo memangkas kuota produksi sejumlah produsen batu bara terbesar untuk mendorong kenaikan harga komoditas tersebut.
Sejumlah perusahaan tambang juga menghadapi denda besar terkait pelanggaran izin penggunaan kawasan hutan. Bayan menjadi salah satu perusahaan yang paling terdampak pemangkasan kuota produksi tersebut.
Sementara itu, sejumlah pesaing seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) terhindar dari dampak pemangkasan tersebut, sebagaimana dilaporkan Bloomberg pada Februari.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menggunakan delapan use case analitik untuk mengidentifikasi dan memantau potensi underinvoicing, transfer pricing, hingga repatriasi Devisa Hasil Ekspor (DHE) pada komoditas strategis ekspor.
“Untuk menjalankan mandat, DSI akan menggunakan delapan use case analitik untuk mengidentifikasi dan memantau potensi underinvoicing, transfer pricing dan repatriasi DHE,” kata Direktur Legal dan Kepatuhan DSI Ivan Ferdiansyah Baely dalam rapat bersama Badan Legislatif DPR RI terkait RUU Komoditas Strategis, di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Ivan menjelaskan, use case pertama berupa rekonsiliasi kuantitas dengan membandingkan tonase yang dideklarasikan dalam Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dengan sertifikat surveyor, serta settlement tujuan.
Kedua, DSI akan melakukan rekonsiliasi kualitas, yakni membandingkan grade yang tercantum dalam PEB dengan sertifikat surveyor dan settlement tujuan.
Ketiga, dilakukan klasifikasi kode Harmonized System (HS) melalui perbandingan kode HS dalam PEB dengan sertifikat surveyor, serta hasil di tujuan.
Keempat, DSI akan melakukan perbandingan harga dengan mencocokkan harga deklarasi dengan referensi pemerintah. Kelima, rekonsiliasi dengan negara tujuan dilakukan melalui perbandingan volume dan nilai ekspor yang dideklarasikan.
Keenam, DSI akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak terafiliasi. Ketujuh, dilakukan pelacakan rute dengan membandingkan tujuan yang dideklarasikan dengan jejak aktual kapal, pembayaran pembeli, dan settlement tujuan.
Sementara untuk yang kedelapan adalah rekonsiliasi DHE, devisa masuk dalam Simodis dengan ekspektasi dari nilai dan ketentuan PEB.
Menurut Ivan, untuk tahap awal terdapat tiga komoditas strategis yang akan menjadi cakupan DSI, yakni batu bara, kelapa sawit atau CPO, dan ferroalloy.
Terkait pelaksanaan mandat tersebut, Ivan menegaskan DSI mendukung pemerintah serta kementerian dan lembaga terkait dalam menentukan kebijakan karena DSI berperan sebagai pelaksana.
Ivan menyampaikan DSI dapat menjalankan fungsi sebagai intermediary atau single interface, termasuk memperoleh data, melakukan verifikasi dan analisis transaksi, serta menyampaikan laporan apabila ditemukan indikasi yang perlu diperhatikan.
Apabila ditemukan ketidaksesuaian, tindak lanjut tetap dilakukan oleh lembaga terkait yang memiliki kewenangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
DSI juga menilai prinsip kesinambungan atau non-disrupsi penting dalam penerapan tata kelola baru komoditas strategis. Pelaku usaha yang telah memiliki hubungan dagang dan kontrak berjalan perlu memperoleh kepastian agar perubahan tata kelola tidak secara otomatis mengganggu kontrak maupun proses ekspor yang telah berjalan.
DSI menyarankan agar RUU Komoditas Strategis mengatur secara khusus mengenai sumber dana, tujuan, tata kelola, penggunaan, dan akuntabilitas.
“Namun dalam perspektif DSI, apabila DSI memiliki peran dalam ekosistem komoditas strategis, dasar hukum dan peran tersebut sebaiknya juga dinyatakan secara jelas dalam undang-undang. Bukan hanya melalui pengaturan administratif di bawahnya,” ujar Ivan.
sumber : Antara
Rabu, 16 September 2026 09:53 WIB
Ilustrasi - Pengunjung melintas disamping layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (7/8/2026). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/hma
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI), David Nathanael Sutyanto menilai pengangkatan Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara, dapat membuka kesempatan untuk dilakukannya perluasan kebutuhan pembiayaan jangka panjang melalui pasar modal Indonesia.
Perluasan kebutuhan pembiayaan tersebut berpotensi dilakukan melalui saham, obligasi korporasi, sukuk, serta instrumen berbasis aset yang memiliki arus kas jelas.
"Pengembangan instrumen harus disertai keterbukaan informasi serta perlindungan investor. Semakin beragam sumber pembiayaan yang sehat, semakin besar kemampuan dunia usaha berkembang tanpa seluruh kebutuhan ditumpukan pada APBN dan kredit bank,” ujar David sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Sebagai pelaku pasar modal, David melihat pengangkatan Menkeu baru juga sebagai kesempatan untuk memperkuat kesinambungan kebijakan dan memperjelas arah pembiayaan pembangunan.
“Kepercayaan pasar perlu dijaga agar pemerintah dan dunia usaha dapat memperoleh dana dengan biaya yang wajar,” ujar David.
Namun demikian, Ia mengingatkan bahwa pasar modal juga sangat dipengaruhi oleh kredibilitas fiskal dalam negeri.
Ia mencontohkan, saat ketidakpastian meningkat, investor dapat meminta imbal hasil (yield) lebih tinggi untuk memegang Surat Berharga Negara (SBN).
Selain itu, Ia mencontohkan kenaikan biaya pembiayaan negara kemudian dapat mempengaruhi biaya penerbitan obligasi perusahaan.
Menurut David, kebijakan yang cukup berbeda pada jaman Sri Mulyani dan Purbaya Yudhi Sadewa, dapat dimanfaatkan oleh Suahasil untuk saling melengkapi sepanjang penggunaan ruang fiskal tetap disertai pengukuran manfaat dan risiko.
Ia mengatakan pelaku pasar akan menilai kemampuan pemerintah memenuhi target APBN melalui penerimaan yang realistis dan belanja yang efektif.
Menurutnya, penguatan administrasi pajak serta kepastian pelayanan perlu menjadi prioritas.
“Di sisi pengeluaran, percepatan penyerapan perlu disertai kesiapan kegiatan dan ketepatan sasaran. Belanja yang cepat namun tidak menghasilkan manfaat hanya akan mempersempit kemampuan anggaran pada tahun berikutnya,” ujar David.
Selain agenda di pasar modal, Ia berharap Menkeu Suahasil juga dapat membagi secara jelas tanggung jawab dalam kerja sama antara Kemenkeu dengan BUMN dan Danantara.
“Kewajiban yang berpotensi kembali membebani anggaran perlu disampaikan secara transparan. Memindahkan pembiayaan ke luar APBN belum tentu menghilangkan risiko bagi keuangan negara,” ujar David.
Dalam masa awal kepemimpinannya, Ia berharap Menkeu Suahasil memperjelas rencana pembiayaan dan pengelolaan kas hingga akhir tahun, menyampaikan evaluasi penempatan dana pemerintah, serta memastikan prioritas belanja mempunyai hasil yang terukur.
“Koordinasi dengan BI, OJK, dan LPS perlu menghasilkan kebijakan yang saling mendukung dengan tetap menghormati mandat masing-masing lembaga,” ujar David.
Menurutnya, ukuran keberhasilannya dapat dilihat dari biaya pembiayaan yang lebih efisien, tambahan investasi produktif, akses modal bagi usaha yang layak, serta penciptaan pekerjaan.
“Masyarakat pada akhirnya perlu merasakan bahwa pengelolaan fiskal yang baik membantu menjaga daya beli sekaligus memperluas kesempatan memperoleh penghasilan,” ujar David.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PAEI: Menkeu baru buka peluang perluasan pembiayaan lewat pasar modal
Pewarta : Muhammad Heriyanto
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Jakarta (ANTARA) - Dinamika pengelolaan keuangan negara memang selalu menarik perhatian pasar karena setiap perubahan di dalamnya dapat mempengaruhi persepsi terhadap arah perekonomian.
Yang terbaru, pergantian kepemimpinan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menjadi menarik karena sekaligus menandai babak baru dalam pengelolaan arsitektur fiskal nasional.
Di tengah volatilitas pasar keuangan global dan ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung, pergantian tersebut bukan sekadar perubahan figur di pucuk pimpinan Kementerian Keuangan.
Transisi ini dapat dibaca sebagai sinyal pemerintah untuk menjaga stabilitas, profesionalisme teknokratis, dan kehati-hatian dalam mengelola perekonomian yang menghadapi tantangan semakin kompleks.
Pasar merespons transisi kepemimpinan tersebut dengan nada positif cenderung netral. Respons itu memiliki alasan.
Suahasil mempunyai latar belakang akademis dan pengalaman panjang dalam birokrasi Kementerian Keuangan sehingga rekam jejak dan pendekatan kebijakannya relatif telah dikenal oleh pelaku pasar.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting ketika pemerintah harus menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembiayaan pembangunan dan disiplin fiskal.
Dalam situasi ekonomi global yang mudah berubah, kesinambungan kebijakan menjadi penting karena pelaku ekonomi membutuhkan kepastian dalam mengambil keputusan investasi maupun bisnis.
Dalam ekonomi politik, kepercayaan dan kepastian merupakan dua modal penting. Kehadiran figur teknokratis memberikan ekspektasi bahwa arah kebijakan fiskal tidak akan berubah secara drastis, tetapi tetap berpijak pada prinsip kehati-hatian atau
prudent fiscal policy.
Kepastian semacam itu menjadi semakin penting ketika ruang fiskal menghadapi berbagai kebutuhan. Pemerintah harus menjaga kemampuan APBN dalam membiayai pembangunan, melindungi masyarakat ketika terjadi tekanan ekonomi, sekaligus mempertahankan kredibilitas pengelolaan keuangan negara.
Di sinilah konsistensi kebijakan fiskal menjadi salah satu fondasi kepercayaan terhadap perekonomian.
Menjaga APBN
Tantangan terdekat adalah menjaga momentum penyusunan RAPBN 2027. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara bukan sekadar kumpulan angka belanja dan target penerimaan, melainkan instrumen penting yang mencerminkan arah pembangunan nasional.
Di tengah suku bunga global yang masih menjadi perhatian dan kondisi likuiditas yang ketat, penyusunan APBN yang kredibel membutuhkan presisi tinggi.
Kebijakan fiskal dituntut memainkan peran ganda secara seimbang, yakni menjadi peredam guncangan atau shock absorber bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjadi instrumen untuk menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Dua fungsi tersebut tidak selalu mudah dipertemukan. Ketika perekonomian menghadapi tekanan, kebutuhan belanja pemerintah dapat meningkat.
Pada saat bersamaan, disiplin anggaran harus tetap dipertahankan agar kemampuan fiskal tidak tergerus dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, kualitas kebijakan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh ketepatan prioritas dan kemampuan menjaga keseimbangan fiskal.
Mempertahankan konsolidasi fiskal di tengah kebutuhan pembiayaan berbagai program pembangunan tentu bukan perkara sederhana. Sebagian pihak mungkin melihat perubahan nakhoda Kementerian Keuangan sebagai tantangan terhadap kontinuitas program yang sedang berjalan.
Namun, pergantian kepemimpinan tidak dengan sendirinya berarti diskontinuitas kebijakan. Kementerian Keuangan telah memiliki fondasi kelembagaan dan tata kelola yang terbangun dalam waktu panjang.
Sistem kelembagaan tersebut memungkinkan proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan tetap berjalan meskipun terjadi pergantian kepemimpinan.
Kepemimpinan baru justru memiliki ruang untuk menjaga konsistensi perancangan RAPBN 2027 agar cukup fleksibel merespons dinamika eksternal sekaligus disiplin menjaga kesehatan fiskal dan defisit anggaran dalam batas aman.
Fleksibilitas dibutuhkan agar pemerintah mempunyai ruang merespons perubahan, sedangkan disiplin diperlukan untuk menjaga kredibilitas APBN.
Selain penyusunan anggaran, salah satu persoalan yang membutuhkan penanganan taktis adalah kepastian mengenai beban utang proyek Kereta Cepat Whoosh. Proyek infrastruktur tersebut telah menghadirkan transformasi dalam mobilitas antarkawasan.
Namun, dari perspektif manajemen keuangan publik, penataan struktur utang dan skema penyelesaiannya memerlukan solusi fiskal yang komprehensif, terukur, dan tidak membebani kesehatan APBN dalam jangka panjang.
Teknokratis solutif
Menteri Keuangan baru diharapkan menghadirkan pendekatan teknokratis dan solutif terhadap persoalan tersebut. Kepastian mengenai skema penyelesaian kewajiban Whoosh penting karena berkaitan dengan persepsi terhadap risiko fiskal dan pengelolaan kewajiban pemerintah.
Persoalan tersebut membutuhkan kejelasan agar setiap kewajiban dapat ditempatkan secara proporsional.
Pengelolaan proyek infrastruktur berskala besar tidak hanya berkaitan dengan manfaat ekonomi dan pelayanan yang dihasilkan, tetapi juga menyangkut bagaimana kewajiban pembiayaannya dikelola secara berkelanjutan.
Kemampuan pemerintah menunjukkan penyelesaian kewajiban pembiayaan infrastruktur secara transparan dan akuntabel dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan investor terhadap instrumen surat utang negara.
Kepercayaan tersebut pada akhirnya juga berhubungan dengan kemampuan pemerintah mengelola biaya utang atau cost of debt secara berkelanjutan.
Maka dari itu, penanganan kewajiban proyek infrastruktur tidak semata-mata berbicara mengenai pembayaran utang. Persoalan tersebut juga menjadi bagian dari ujian terhadap kualitas pengelolaan fiskal Indonesia dan kemampuan pemerintah menjaga keseimbangan antara pembangunan dengan keberlanjutan keuangan negara.
Keberanian menghadapi kewajiban keuangan secara pragmatis melalui kombinasi efisiensi belanja, optimalisasi pendapatan, serta restrukturisasi utang secara bijak merupakan bagian dari pengelolaan makroekonomi yang matang.
Setiap pilihan tentu harus mempertimbangkan konsekuensinya terhadap APBN, keberlanjutan fiskal, serta kepentingan masyarakat dalam jangka panjang.
Pragmatisme dalam kebijakan fiskal bukan berarti mengabaikan disiplin anggaran. Sebaliknya, pendekatan tersebut diperlukan untuk menemukan pilihan yang paling terukur ketika pemerintah menghadapi kebutuhan pembangunan sekaligus keterbatasan sumber daya. Kebijakan fiskal harus mampu beradaptasi tanpa kehilangan prinsip kehati-hatian.
Transisi kepemimpinan di Kementerian Keuangan perlu ditempatkan dalam kerangka konsolidasi pengelolaan fiskal. Kepemimpinan baru menghadapi kebutuhan untuk menjaga stabilitas institusional sekaligus meningkatkan daya tanggap terhadap perubahan lingkungan ekonomi.
Kemampuan menavigasi RAPBN 2027 dan menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah, termasuk kewajiban pembiayaan infrastruktur, akan menjadi ujian terhadap konsistensi kebijakan fiskal Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Pergantian Menteri Keuangan merupakan langkah Presiden Prabowo Subianto dalam menata kembali pengelolaan keuangan negara. Tantangan berikutnya adalah memastikan transisi tersebut mampu menjaga kepercayaan pasar, stabilitas makroekonomi, dan kesinambungan kebijakan fiskal.
Kepemimpinan teknokratis yang baru juga menghadapi tugas menjaga kontinuitas penyusunan RAPBN 2027 di tengah tekanan ekonomi global sekaligus menyediakan landasan pragmatis untuk menyelesaikan ketidakpastian terkait kewajiban proyek infrastruktur seperti Whoosh secara terukur dan akuntabel.
Dengan kepemimpinan teknokratis yang padu, pengelolaan fiskal pada akhirnya tidak sekadar berbicara mengenai bagaimana negara membelanjakan dan memperoleh anggaran.
Lebih dari itu, kebijakan fiskal merupakan upaya membangun kepercayaan, menjaga ruang bagi pertumbuhan, mempertahankan kesehatan keuangan negara, serta meletakkan fondasi ketahanan ekonomi yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.
*) Penulis adalah Profesor Ekonomi Universitas YARSI dan Direktur Riset GREAT Institute.
Uploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Memasuki pertengahan September 2026, perhitungan astrologi Tionghoa mencatatkan adanya pergeseran energi penting yang membawa perubahan positif bagi beberapa pemilik shio. Perubahan ini membuka kesempatan besar bagi sejumlah individu untuk keluar dari situasi sulit dan menikmati kehidupan yang jauh lebih seimbang.
Berdasarkan analisis astrologi dari Editor Senior Horoskop dan Zodiak YourTango, Aria Gmitter, kehidupan mulai terasa jauh lebih baik bagi empat pemilik shio mulai Selasa, 15 September 2026. Momen ini bertepatan dengan hadirnya energi Water Dragon Danger Day di bawah pilar bulan Fire Rooster dan pilar tahun Fire Horse. Kehadiran energi Danger Day justru menjadi momen penting pembuka tabir realitas, tempat pola-pola masalah masa lalu terlihat lebih jelas sehingga keputusan strategis dapat diambil dengan tepat.
Dalam ulasan ramalan shio sepekan ke depan, pergeseran energi tersebut memberikan keberanian bagi individu yang sebelumnya ragu dalam mengambil keputusan tegas. Proses munculnya keberuntungan ini tidak hadir secara tiba-tiba, melainkan tumbuh melalui ketajaman intuisi, keberanian bersikap jujur, serta keputusan untuk mengeliminasi hal-hal negatif dari lingkungan.
Kehadiran hari bahaya (Danger Day) pada hari Selasa memberikan kejernihan berpikir bagi masyarakat untuk mengenali hal-hal yang kurang sehat di sekitar mereka.
Kondisi tersebut membuat prediksi shio pada pertengahan September 2026 menunjukkan peningkatan keberuntungan yang berlipat ganda, khususnya bagi individu yang berani mendengarkan kata hati. Kejelasan situasi yang muncul membantu menghentikan pola kebingungan yang sebelumnya sempat menghambat langkah.
Stabilitas dan keberanian mengambil keputusan tegas sepanjang pekan ini turut mendorong terciptanya hubungan sosial yang lebih sehat. Selain itu, kesadaran dalam membatasi pengaruh eksternal membantu menghemat energi mental secara signifikan.

ramalan shio dan prediksi shio (unsplash.com)
Peluang memperoleh keberuntungan dan perbaikan kehidupan pada pekan ini terbuka bagi pemilik shio yang memiliki keselarasan energi paling optimal. Berdasarkan analisis astrologi dari Aria Gmitter di YourTango, terdapat empat shio yang dicatat mengalami perbaikan kualitas hidup secara signifikan minggu ini, mulai Selasa, 15 September 2026. Kualitas hidup ini tidak semata-mata soal finansial, melainkan juga perbaikan di bidang lainnya.
Adapun ulasan detail mengenai empat pemilik shio yang diperkirakan mengalami perbaikan nasib shio serta lonjakan keberuntungan meliputi:
Shio Naga: Kehadiran energi Water Dragon Danger Day di hari Selasa memperkuat intuisi alami pemilik Shio Naga. Mereka menjadi sangat peka terhadap situasi negatif dan memilih bertindak bijak dengan menghindari masalah atau percakapan yang berpotensi merugikan. Berdasarkan ulasan ramalan shio, Shio Naga tidak ragu menolak undangan yang terasa kurang tepat, menolak pekerjaan yang tidak sesuai, serta jujur mengakui ketidaktahuan. Keberanian mengatasi rasa takut akan kehilangan membuat kualitas hidup Shio Naga meningkat drastis.
Shio Tikus: Pemilik Shio Tikus mendapatkan keberanian untuk mencari kejelasan atas status hubungan yang selama ini menggantung. Dibandingkan terus menebak-nebak, Shio Tikus memilih membuka dialog jujur untuk mengonfirmasi perasaan pasangannya. Menurut prediksi shio pekan ini, keputusan untuk mengedepankan transparansi ketimbang sekadar mencari pengakuan menjadi kunci utama yang mendatangkan ketenangan emosional dan kepastian hubungan.
Shio Monyet: Pemilik Shio Monyet berhasil keluar dari situasi pemutarbalikan fakta yang sempat membuat mereka meragukan diri sendiri. Kehadiran peristiwa di hari Selasa memberikan kejernihan pikiran sehingga Shio Monyet mampu menilai situasi secara objektif tanpa perlu meminta pendapat orang lain. Penyesuaian nasib shio bagi Shio Monyet ditandai dengan keberanian untuk mengatakan tidak secara tegas, yang pada akhirnya membuat mereka merasa lebih kuat dan mandiri.
Shio Ayam: Pemilik Shio Ayam yang dikenal cukup pemilih dalam lingkaran pertemanan menjadi semakin selektif terhadap orang-orang di sekitar mereka. Momen kesadaran hadir ketika seseorang menunjukkan kepedulian tulus. Berdasarkan analisis ramalan shio, pengalaman merasakan bentuk pertemanan sejati ini mendorong Shio Ayam untuk hanya mempertahankan hubungan yang berkualitas dan saling menghargai.
Perubahan cara pandang yang dialami oleh keempat pemilik shio tersebut membawa efek domino yang positif bagi kelangsungan hidup. Keputusan untuk bertindak tegas pada pertengahan minggu ini membendung potensi kerugian emosional yang lebih besar di masa mendatang.
Selain itu, terbentuknya pola pikir selektif membantu menciptakan ekosistem pertemanan yang saling mendukung. Lingkungan yang kondusif ini memperkuat optimisme dalam menghadapi berbagai tantangan hingga akhir bulan September.
Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
16 September 2026 09:50
Jakarta, CNBC Indonesia - Tekanan dolar Amerika Serikat (AS) kembali membayangi pasar valuta Asia pada perdagangan Rabu (16/9/2026). Mayoritas mata uang kawasan melemah, seiring pasar menanti keputusan suku bunga bank sentral AS (The Fed) malam nanti.
Merujuk data Refinitiv per pukul 09.20 WIB, dari sembilan mata uang Asia yang dipantau, sebanyak enam mata uang melemah terhadap dolar AS. Sementara dua mata uang menguat dan satu lainnya stagnan.
Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan tekanan paling dalam di Asia pagi ini. Won melemah 0,56% ke posisi KRW 1.369,67/US$.
Rupiah juga ikut tertekan dari greenback pada pagi ini, setelah mengalami pelemahan dalam empat hari perdagangan beruntun. Mata uang Garuda terpantau melemah 0,23% ke posisi Rp17.720/US$.
Yen Jepang terkoreksi 0,13% ke JPY 155,29/US$, disusul dong Vietnam yang melemah 0,10% ke VND 25.984/US$.
Dolar Singapura turun 0,07% ke SGD 1,2732/US$, sementara dolar Taiwan melemah 0,06% ke TWD 31,834/US$.
Di sisi lain, peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam di Asia pagi ini. Peso naik 0,07% ke posisi PHP 62,721/US$.
Baht Thailand juga bergerak positif dengan penguatan 0,03% ke THB 32,25/US$. Sementara yuan China stagnan di posisi CNY 6,7113/US$.
Arah mata uang Asia pagi ini masih banyak ditentukan oleh penguatan dolar AS. Indeks dolar AS (DXY) pada waktu yang sama terpantau naik 0,09% ke posisi 99,704 atau semakin mendekatin level psikologisnya di 100.
Dolar AS bergerak menguat terhadap mayoritas mata uang utama setelah lonjakan harga minyak mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kondisi ini semakin memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pekan ini.
Yield Treasury AS tenor 10 tahun sempat menembus 5,041% pada perdagangan Selasa waktu setempat, level tertinggi sejak 2007. Kenaikan yield membuat aset berbasis dolar AS kembali lebih menarik bagi investor.
Harga minyak juga masih bertahan tinggi di atas US$105 per barel. Kenaikan ini terjadi setelah kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan baru ke Arab Saudi dan pembicaraan Teluk-Iran ditunda.
Kenaikan harga energi membuat kekhawatiran inflasi kembali meningkat. Situasi tersebut memperkuat keyakinan pasar bahwa The Fed masih memiliki alasan untuk menaikkan suku bunga dalam pertemuan 15-16 September 2026.
Berdasarkan CME FedWatch, pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed mencapai 92,4%. Angka ini membuat kenaikan suku bunga pada pekan ini hampir sepenuhnya diperhitungkan pasar.
Meski demikian, pasar tetap mewaspadai potensi kejutan dari The Fed. Fokus investor tidak hanya tertuju pada keputusan suku bunga, tetapi juga arah pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh setelah keputusan diumumkan.
"Anda harus siap menghadapi hal yang tidak terduga. Ini adalah masa volatilitas," ujar Juan Perez, senior director of trading Monex USA, dikutip dari Reuters.
Perez menilai, meski The Fed menaikkan suku bunga, sebagian sentimen positif untuk dolar AS kemungkinan sudah tercermin di pasar. Karena itu, arah dolar berikutnya akan sangat bergantung pada nada pernyataan The Fed mengenai peluang kenaikan suku bunga lanjutan.
"Apa nada yang Anda berikan kepada kami? Apakah setelah itu kami bisa memikirkan Desember dan sisa tahun ini? Itulah yang benar-benar akan memengaruhi arah mata uang," ujar Perez.
Yen Jepang juga kembali melemah dan menjauh dari level tertinggi tujuh bulan. Dolar AS sempat naik 0,5% terhadap yen pada perdagangan Selasa, ketika mata uang Jepang sempat melemah melewati level 155 per dolar AS.
Pasar kini juga menanti keputusan Bank of Japan (BOJ). OCBC memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 16-17 September.
Dengan dolar AS yang kembali menguat, tekanan terhadap mata uang Asia masih cukup besar.
CNBC INDONESIA RESEARCH
[email protected]
(evw/evw)
Sangatta (ANTARA) - Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Provinsi Kalimantan Timur Ardiansyah Sulaiman mengatakan bahwa daerah itu perlu mengupayakan regenerasi petani di tengah target pemerintah daerah memperluas lahan pertanian tanaman pangan hingga 20 ribu hektare.
“Ternyata ada tantangan lain, yakni tenaga petani yang tidak ada. Generasi muda atau anak-anak muda yang berminat ke sektor pertanian masih sangat sedikit,” ujar Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Selasa (15/9).
Dia mengatakan keterbatasan jumlah petani, khususnya dari kalangan generasi muda, menjadi salah satu tantangan utama dalam pengembangan sektor pertanian.
Pemerintah tidak hanya membutuhkan lahan untuk mencapai target tersebut, tetapi juga tenaga kerja yang mampu mengelola dan mengembangkan kawasan pertanian.
“Kami sedang berupaya keras mencari dan menumbuhkan minat petani-petani baru demi mendukung keberlanjutan sektor pertanian ini, supaya mereka melihat sektor pertanian sebagai bidang yang memiliki peluang ekonomi dan dapat menjadi sumber penghidupan," katanya.
Ia mengatakan mayoritas petani yang masih aktif saat ini berasal dari kelompok yang telah lama bekerja di sektor pertanian. Sementara minat generasi muda untuk meneruskan profesi tersebut dinilai masih rendah.
Kondisi itu menjadi tantangan bagi keberlanjutan sektor pertanian Kutim. Sebab, perluasan lahan tanpa diimbangi regenerasi petani berpotensi membuat lahan yang tersedia tidak dikelola secara optimal.
Di sisi lain, Pemkab Kutim terus melakukan pendataan terhadap wilayah yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan pertanian baru. Dari target pengembangan 20 ribu hektare padi sawah, sekitar 7.000 hektare telah masuk dalam proses pendataan.
Lebih dari 5.000 hektare di antaranya merupakan lahan yang sudah tersedia atau memiliki potensi untuk segera dikelola.
Pemkab juga membuka peluang pemanfaatan kawasan potensial yang masih berada dalam wilayah kehutanan. Namun, pemanfaatan akan ditempuh melalui prosedur dan perizinan sesuai ketentuan pemerintah pusat.
“Jika ada kawasan potensial yang masuk dalam wilayah kehutanan, selagi bisa kita perjuangkan perizinan melalui Kementerian Kehutanan, tentu akan kita lakukan,” katanya.
Pewarta: Muhammad Hafif Nikolas
Editor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Liputan6.com, Jakarta - Aktris senior Tutie Kirana kembali berkarya dalam perannya di film Desember Jani sebagai Oma. Beliau menghadiri konferensi pers Teaser film Desember Jani dan Music Video Release Kopi Kaleng, yang dilaksanakan di kawasan Kuningan, Jakarta pada (14/9/2026) dan berbicara mengenai perjalanannya sebagai seorang aktris.
Pada kesempatan itu ia berkata perannya sebagai Oma ini membuatnya menemukan sesuatu yang berbeda yaitu keluarga yang tak bisa lepas dari permasalahan.
“Bicara tentang film Desember Jani ini, dalam kurun waktu perjalanan karier saya yang sudah lumayan panjang, memang saya menemukan sesuatu yang lain. Artinya gini, Sebuah keluarga tidak pernah lepas dari sebuah permasalahan setiap hari, setiap saat,” kata Tutie.
Ia melanjutkan dengan berkata bahwa hal yang sama terjadi pula padanya.
“Yang terjadi di saya sendiri juga begitu, tapi itu bukan sebuah permasalahan dalam tanda kutip untuk menjadikan keluarga itu semakin broken ya,” ucap Tutie.
Sebagai Oma dirinya menyebut bahwa ia selalu membawa anak dan cucunya dalam yang diistilahkan dengan ‘rasa’.
“Kalau saya selalu mengistilahkan rasa, saya sebagai ibu, sebagai Oma di film ini ya khususnya, tapi sehari-hari bahkan sebagai buyut dari cicit-cicit saya, itu saya selalu membawa rasa. Di mana pun saya selalu membawa anak-anak saya, cucu-cucu saya itu dalam rasa saya,” ucap Tutie.
Tutie menambahkan, perannya sebagai Oma bukan hanya peran semata, tetapi ruang lain yang sama-sama mengalirkan kasih sayangnya.
“Jadi di film ini ketika saya membaca skripnya lalu bergabung bersama mereka, saya juga gak merasa bahwa ini sebuah peran. Tapi ini adalah sebuah tempat lain di mana saya merasakan hal yang seperti itu,” ungkap Tutie.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348896/original/029775600_1789462395-IMG_5468.jpg)
Perbesar
Tutie ikut membawa hal yang ia sebut dengan ‘rasa’ saat baru kenal dengan para pemain Desember Jani.
“Kepada Winnie, padahal saya baru kenal loh yang namanya Sigi Wimala di film ini, juga dengan Chempa, Mika, saya coba raih mereka pertama kali itu dengan rasa saya. sehingga mungkin tidak ada batasan-batasan, apalagi sebatas sebagai ‘Ah, Oma senior’ itu enggak sama sekali,” tutur Tutie.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Tutie juga menyebut bahwa generasinya tak hanya mengungkapkan rasa kasih sayang dengan kata-kata tetapi membawa keluarga dalam ‘rasa’. “Semuanya tuh mengalir dan kalau melihat poinnya di peran Oma ini, generasi seumur saya itu tidak cuma mengekspresikan cintanya hanya dengan ucapan I love you atau apa, tapi justru dengan rasa itu,” kata Tutie.
Rabu, 16 September 2026 09:49 WIB
UIN Walisongo dan Kejaksaan Agung memperkuat sinergi akademik dan praktik hukum melalui kerja sama tridarma. Pembahasan dan finalisasi draf nota kesepahaman berlangsung di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Kyai Soleh Darat, Rektorat UIN Walisongo Semarang, Senin (14/9/2026). (ANTARA/HO-UIN Walisongo Semarang)
Semarang (ANTARA) - UIN Walisongo dan Kejaksaan Agung memperkuat sinergi akademik dan praktik hukum melalui kerja sama tridarma. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sekaligus mendekatkan mahasiswa dengan praktik penegakan hukum.
Pembahasan dan finalisasi draf nota kesepahaman berlangsung di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Kyai Soleh Darat, Rektorat UIN Walisongo Semarang, Senin (14/9/2026). Hadir dalam acara tersebut Kepala Biro AAKK Dr. M. Fatah, M. Pd., Ketua dan Sekretaris Jurusan Ilmu Hukum, serta tim kerja sama.
Sementara itu dari Kejaksaan Agung hadir Kepala Bagian Kerja Sama dan Hubungan Luar Negeri Ricky Tommy Hasiholan, S.H., M.H., Kasubag Kerja Sama Antarinstansi Pemerintah L. Rinanto Haribuwono, S.H., M.H., dan Jaksa Ahli Madya pada Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri Sri Muntari Rustianingrum, S.H., M.H.
M. Fatah, dalam sambutanya mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari upaya memperluas ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan institusi penegak hukum. Menurut dia, hubungan tersebut dapat memberikan pengalaman praktis sekaligus memperkuat pembelajaran mahasiswa.
“Selama ini kami sudah melaksanakan PPL di beberapa instansi seperti PN, PA, dan kejaksaan. Kami berharap kerja sama dengan Kejaksaan Agung bisa memberikan pengalaman bagi mahasiswa kami.”
Pengalaman di lingkungan institusi penegakan hukum, lanjut dia, penting agar mahasiswa tidak hanya memahami hukum dari sisi akademik, tetapi juga mengenali penerapannya dalam praktik. Kerja sama tersebut diharapkan sekaligus mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
“Kerja sama ini terutama kami harapkan dapat mendukung tridarma, khususnya dalam bidang pendidikan, sehingga mahasiswa dapat memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan praktik,” tambahnya.
Dari pihak Kejaksaan Agung, Ricky Tommy mengatakan hubungan antara praktisi dan akademisi diperlukan untuk membangun kesinambungan antara pengetahuan hukum yang dipelajari di perguruan tinggi dan penerapannya di lapangan.
“Dalam praktiknya kami sebagai praktisi juga membutuhkan akademisi. Kita mencoba membangun kultur ilmu hukum yang sama dari apa yang dipelajari di kampus dan di praktik itu sama.”
Menurut Ricky, keselarasan tersebut penting agar tidak terjadi kesenjangan antara hukum yang seharusnya (das sollen) dan hukum yang berlangsung dalam kenyataan (das sein).
“Sehingga apa yang dipelajari dalam das sollen dan das sein itu sejalan, tidak ada kesenjangan,” pungkasnya.
Pembahasan nota kesepahaman dipandu PJ Kerja Sama UIN Walisongo, Ely Fauzatun. Finalisasi naskah tersebut menjadi tahapan untuk memastikan ruang lingkup dan arah kerja sama kedua institusi dapat berjalan secara konkret, termasuk dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan hubungan antara akademisi dan praktisi hukum
Pewarta: Teguh/KSM
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Padang (ANTARA) - Dinas Sosial Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mencatat sebanyak 68 ribu dari 86 ribu kepala keluarga (KK) yang masuk desil satu hingga empat telah mendaftarkan diri dalam program perlindungan sosial (Perlinsos) hingga 31 Agustus 2026.
"Data tersebut menjadi dasar bagi kami untuk menelusuri masyarakat yang masih belum masuk dalam program Perlinsos. Kami akan melakukan pengecekan bersama kelurahan agar pendataan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh," kata Kepala Dinas Sosial Kota Padang Eri Sendjaya di Padang, Selasa.
Ia menyatakan upaya untuk mengetahui warga Kota Padang yang belum terdaftar dengan cara mencocokkan data pada Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG) dengan data capaian Perlinsos.
SIKS-NG merupakan data kumpulan informasi kesejahteraan sosial yang dikelola oleh Kementerian Sosial yang bertindak sebagai infrastruktur dan motor utama pengolahan data untuk menjalankan seluruh program Perlinsos di Indonesia.
"Data ini akan kami padupadankan dan kami cek satu per satu melalui SIKS-NG. Dari sana akan terlihat warga yang berada di desil satu hingga empat yang belum mendaftar, kemudian akan kami datangi," ujarnya.
Ia menyatakan proses pendaftaran tersebut ditargetkan dapat diselesaikan hingga akhir 2026.
Dinsos Kota Padang mencatat dari sekitar 300 ribu KK di daerah itu sebanyak 86 ribu KK di antaranya masuk desil satu hingga empat yang berpotensi menerima bantuan sosial.
Ia mengatakan digitalisasi bantuan sosial melalui Perlinsos menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan keterbukaan sistem sekaligus memperbaiki kualitas data penerima bantuan.
"Melalui sistem ini, kami ingin proses pendataan penerima bantuan menjadi lebih terbuka dan mudah dipantau. Data yang semakin akurat juga akan membantu pemerintah memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang memang membutuhkan," kata dia.
Menurut dia, penerapan digitalisasi bantuan sosial secara nasional tersebut direncanakan mulai diterapkan pada 2027.
Ia menyatakan pemadanan data antara pemerintah kelurahan dan data Perlinsos diharapkan dapat membantu memastikan masyarakat yang memenuhi kriteria tidak terlewat dalam proses pendataan.