
Barcelona tampaknya tinggal menunggu waktu untuk mendapatkan tambahan besar di lini tengah. Rodri Hernandez dilaporkan sudah menyelesaikan proses kepindahannya dari Manchester City, meski Barcelona belum mengumumkan transfer tersebut secara resmi.
Gelandang asal Spanyol itu disebut akan membuat Barcelona mengeluarkan sekitar 75 juta euro dalam biaya tetap dan variabel. Kehadirannya menjadi perubahan penting karena sebelumnya lini tengah bukan area yang diprioritaskan Barcelona untuk diperkuat pada awal musim panas.
Kesempatan mendapatkan Rodri membuat situasinya berubah.
Kualitas Rodri bahkan mendapat pengakuan langsung dari pelatih baru Manchester City, Enzo Maresca. Setelah timnya kalah 0-3 dari Arsenal pada final Community Shield, Maresca ditanya apakah absennya Rodri terasa bagi tim.
Jawabannya cukup jelas.
“Rodri adalah pemain yang baru saja memenangkan Piala Dunia, dia adalah pemenang Ballon d’Or… dia adalah pemain kelas atas dan setiap tim membutuhkan pemain seperti dia,” kata Maresca.
BERITA TERKAIT:
Maresca tidak ingin menjadikan absennya Rodri sebagai alasan atas hasil pertandingan tersebut. Ia justru memberikan apresiasi kepada pemain yang tampil.
“Ini bukan soal apakah kami merindukan Rodri atau tidak. Para pemain yang ada di lapangan hari ini… Saya pikir Elliot Anderson bermain bagus dalam pertandingan pertamanya bersama Kovacic,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan betapa tingginya penilaian Maresca terhadap Rodri. Bagi sang pelatih, kehilangan seorang gelandang seperti Rodri jelas bukan perkara kecil.
Menariknya, Barcelona tidak datang ke bursa transfer dengan kebutuhan mendesak untuk memperbaiki lini tengah.
Pedri, Frenkie de Jong, dan Dani Olmo menjadi pilihan reguler di area tersebut musim lalu. Bahkan ketika de Jong mengalami cedera, Hansi Flick masih memiliki Marc Bernal dan Marc Casado sebagai opsi.
Namun, situasi berubah ketika peluang mendatangkan Rodri muncul.
Barcelona melihat kesempatan tersebut terlalu bagus untuk dilewatkan. Rodri bukan sekadar menambah jumlah pemain di lini tengah. Kehadirannya memberikan Flick pilihan lain untuk menjaga kekuatan lini tengah sepanjang musim yang diprediksi bakal menguras tenaga.
Performa Rodri di Piala Dunia juga disebut telah menghapus keraguan yang sempat muncul setelah masalah fisik yang dialaminya.
Bagi Barcelona, tambahan Rodri membuat persaingan sekaligus opsi di lini tengah menjadi semakin kaya.
Flick sebelumnya sudah mempunyai Pedri, de Jong, Olmo, Bernal, dan Casado. Dengan Rodri masuk ke dalam komposisi tersebut, pelatih Barcelona memiliki lebih banyak pilihan untuk menjaga kondisi mesin tim tetap segar.
Ini penting karena Barcelona akan menjalani musim yang berat. Rodri memberikan pengalaman dan kualitas yang membuat area tengah tim semakin kuat.
Manchester City tentu harus mencari cara mengatasi kepergiannya. Selama tujuh tahun terakhir, Rodri disebut menjadi tulang punggung permainan mereka.
Kekalahan 0-3 dari Arsenal dalam final Community Shield juga menjadi latar ketika Maresca ditanya mengenai sosok tersebut. Namun, sang pelatih memilih melihat performa pemain yang tersedia ketimbang menjadikan Rodri sebagai alasan atas hasil pertandingan.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ibadah haji bagi umat Islam Nusantara pada masa kolonial tidak berhenti sebagai perjalanan spiritual untuk menunaikan rukun Islam. Perjalanan menuju Tanah Suci juga menjadi ruang perjumpaan, pertukaran ilmu dan gagasan, serta tumbuhnya kesadaran bersama tentang kondisi umat Islam di berbagai belahan dunia. Dari Makkah, sebagian jamaah haji Nusantara membawa pulang semangat pembaruan dan kesadaran untuk melawan penjajahan dan kolonialisme yang kemudian turut mempengaruhi gerakan perlawanan terhadap penjajah di Tanah Air.
Ibadah haji bukan hanya persoalan ritual kewajiban agama Islam, bukan pula hanya aspek ekonomi, jalinan keilmuan antara Nusantara dan Timur Tengah. Ibadah haji juga sebagai media transmisi gerakan pembaharuan dan konsolidasi gerakan perlawanan kepada pemerintah kolonial Belanda di bumi Nusantara. Selain dari itu semua, ibadah haji juga sangat jelas menunjukkan fungsi transformasi masyarakat.
Aktifitas perjalanan haji telah ada sejak masa-masa awal masuknya Islam di Nusantara. Artinya, sejarah haji di Nusantara berusia setua sejarah Islam sendiri karena begitu seseorang masuk Islam, dia dihadapkan pada lima kewajiban dasar yang harus dipenuhi yang disebut rukun Islam (arkan al-Islam), menunaikan haji ke Makkah adalah salah satu dari rukun Islam.
Di antara banyak fungsi transformatif ibadah haji, satu di antaranya ibadah haji sebagai pemersatu kesadaran nasional di bumi Nusantara. Kesadaran nasional tidak hanya terbentuk di Indonesia, tapi juga tumbuh di luar negeri terutama di Makkah dalam suasana ibadah haji karena jamaah dari berbagai daerah di Indonesia berdatangan setiap musim haji.
Bagi yang sudah mukim di Makkah mereka bebas melakukan pertemuan.
Di Makkah, jauh sebelum Sumpah Pemuda, bahasa Melayu sudah berfungsi sebagai ikatan pemersatu orang Nusantara. Bayangkan, di Makkah orang dari Jawa, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi Selatan, Kalimantan, Semenanjung Malaya, Minangkabau dan Aceh selama lima bulan bebas bergaul, tukar pengalaman dan pikiran.
Snouck Hurgronje mencatat bagaimana orang dari seluruh Nusantara ikut membicarakan perlawanan Aceh terhadap Belanda, dan bagaimana mata mereka dibuka mengenai penjajahan Belanda maupun Inggris dan Prancis atas bangsa-bangsa Islam. Di Makkah, jauh sebelum Sumpah Pemuda, bahasa Melayu sudah berfungsi sebagai ikatan pemersatu orang Nusantara.
Perbesar:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4603407/original/096282100_1696817778-AP23281627241068.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Arsenal mengawali musim 2026/2027 dengan trofi setelah mengalahkan Manchester City 3-0 pada final Community Shield. Di tengah pesta kemenangan tersebut, muncul kabar mengenai masa depan Gabriel Martinelli dan Ethan Nwaneri.
Kedua pemain tidak masuk skuad Arsenal untuk pertandingan di Stadion Principality, Cardiff. Menurut laporan talkSPORT, situasi tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa The Gunners membuka kemungkinan melepas Martinelli dan Nwaneri pada musim panas ini.
Martinelli sebelumnya masih memainkan peran penting bagi Arsenal. Penyerang Brasil itu mencatatkan 30 penampilan di Premier League musim lalu, sedangkan Nwaneri terus berkembang sejak mendapat kesempatan bersama tim utama.
Kabar kepergian keduanya kini menambah dinamika dalam skuad Mikel Arteta. Galatasaray disebut menjadi salah satu klub yang berminat, tetapi belum ada kepastian mengenai klub tujuan kedua pemain tersebut.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4603276/original/030622700_1696791061-000_33XU2TQ.jpg)
Perbesar
Martinelli telah memberikan kontribusi besar selama memperkuat Arsenal. Pemain Brasil itu mencatatkan 62 gol dalam 278 pertandingan bersama The Gunners sejak bergabung dengan klub.
Sementara itu, Nwaneri memiliki catatan tersendiri dalam sejarah Premier League. Ia masih memegang rekor sebagai pemain termuda yang tampil di kompetisi tersebut, meski rekornya kini terancam oleh pemain muda Arsenal lainnya, Max Dowman.
Menurut laporan talkSPORT, Arsenal bersiap melepas kedua pemain tersebut. Galatasaray disebut telah melakukan pembicaraan untuk mendatangkan Martinelli dan Nwaneri ke Super Lig Turki.
Martinelli bahkan disebut telah menolak tawaran lisan dari klub Turki tersebut yang nilainya hampir £40 juta. Jika terwujud, angka itu akan menjadi rekor transfer Galatasaray, tetapi belum diketahui apakah sang pemain akan kembali menjadi target klub tersebut.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325704/original/072299100_1786920755-Arsenal_s_Christos_Tzolis__center__and_Manchester_City_s_Elliot_Anderson.jpg)
Perbesar
Absennya Martinelli dan Nwaneri dalam final Community Shield menjadi perhatian di tengah kabar mengenai masa depan mereka. Meski demikian, belum jelas apakah situasi tersebut merupakan keputusan dari pemain atau bagian dari rencana Arsenal.
Arsenal sendiri tampil meyakinkan saat menghadapi Manchester City. Riccardo Calafiori dan Kai Havertz mencetak gol pada babak pertama, sebelum Martin Odegaard melengkapi kemenangan 3-0 setelah jeda.
Christos Tzolis turut menjadi sorotan setelah memberikan dua assist. Pemain yang didatangkan dari Club Brugge dengan nilai transfer hampir £35 juta itu menunjukkan bahwa Arsenal memiliki tambahan opsi di lini depan.
Kemenangan tersebut mengantarkan Arsenal meraih Community Shield untuk ke-18 kalinya. The Gunners kini menyambut musim 2026/2027 dengan modal trofi, tetapi tantangan terbesar tetap menanti di Premier League karena mereka belum pernah berhasil mempertahankan gelar liga.
Sumber: talkSPORT
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Chelsea Pasang Harga Tinggi untuk Nicolas Jackson, Bakal Laku Dijual?
Liputan6.com, Jakarta - Dua tunggal Indonesia, Alwi Farhan dan Putri Kusuma Wardani, memberikan kado manis untuk Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Keduanya sukses mengawali perjuangan di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 dengan kemenangan pada babak 64 besar.
Bertanding di Indira Gandhi Arena, New Delhi, India, Senin (17/8/2026) siang WIB, Alwi Farhan berhasil menyingkirkan wakil Korea Selatan, Yoo Tae Bin, dalam dua gim langsung.
Alwi membutuhkan waktu 42 menit untuk mengamankan kemenangan dengan straight game, 21-17, 21-12.
Pada gim pertama, Alwi sebenarnya mengawali pertandingan dengan cukup baik. Ia sempat unggul 6-3 dan kemudian memimpin 9-6.
Namun, permainan Alwi sempat goyah. Yoo mampu merebut tujuh poin secara beruntun sehingga berbalik unggul.
Alwi tidak membiarkan situasi tersebut berlarut-larut. Setelah interval, ia kembali menemukan ritme permainan. Saat kedudukan imbang 14-14, Alwi melesat dengan merebut lima poin beruntun.
Keunggulan tersebut berhasil dipertahankan hingga Alwi menutup gim pertama 21-17.
Memasuki gim kedua, Yoo kembali memberikan perlawanan. Alwi bahkan sempat kehilangan keunggulan setelah lawannya menyamakan kedudukan menjadi 10-10.
Namun, Alwi kembali menunjukkan ketenangan. Selepas interval, tunggal putra Indonesia itu mulai menjauh dan unggul 17-11.
Alwi akhirnya memastikan tiket ke babak kedua setelah smes menyilang Yoo keluar lapangan. Skor 21-12 menjadi penutup pertandingan.
Di babak kedua, Alwi akan menghadapi pemenang pertandingan antara Joakim Oldorff dari Finlandia dan Le Duc Phat asal Vietnam.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326048/original/069693600_1786953665-WhatsApp_Image_2026-08-17_at_13.17.55.jpeg)
Perbesar
Sementara itu, Putri Kusuma Wardani mengawali Kejuaraan Dunia 2026 dengan penampilan yang lebih meyakinkan.
Menghadapi wakil Filipina, De Guzman Mikaela Joy, Putri tampil dominan sejak awal pertandingan. Ia hanya membutuhkan 31 menit untuk meraih kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-12, 21-6.
Putri langsung mengambil kendali permainan pada gim pertama. Ia sempat melesat hingga unggul 15-8 setelah merebut lima poin berturut-turut.
Keunggulan tersebut terus dijaga hingga Putri mengamankan gim pertama 21-12.
Dominasi Putri semakin terlihat pada gim kedua. Ia tidak memberikan banyak kesempatan kepada De Guzman untuk mengembangkan permainan.
Putri bahkan menutup pertandingan dengan impresif setelah merebut delapan poin secara beruntun. Gim kedua pun menjadi miliknya dengan skor telak 21-6.
Kemenangan tersebut membawa Putri melangkah ke babak kedua. Ia selanjutnya akan menghadapi pemenang duel Yasmine Hamza dari Italia melawan Petra Maixnerova asal Republik Ceko.
Dua kemenangan Alwi dan Putri menjadi pembuka positif bagi kontingen bulutangkis Indonesia di Kejuaraan Dunia 2026. Di momen HUT ke-81 RI, keberhasilan keduanya melaju ke babak kedua sekaligus menjadi kado manis dari arena bulutangkis dunia.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Baru Gabung, Rodri Langsung Pimpin Daftar Gaji Pemain Barcelona Musim Ini
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memasuki usia kemerdekaan ke-81, Indonesia masih menghadapi pekerjaan rumah untuk memperkuat kemandirian ekonomi. Hal tersebut disampaikan Ekonom Senior INDEF Didin S Damanhuri. Ia menilai ketergantungan pada sektor energi, pangan, teknologi, hingga keuangan masih menjadi tantangan yang perlu diselesaikan.
“Lebih jauh, perekonomian belum mandiri secara makro, finansial, teknologi, pangan, dan energi serta kebijakan,” kata Didin dalam pesan singkat kepada wartawan, Senin (17/8/2026).
Menurut Didin, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian karena Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan selama puluhan tahun. Produk domestik bruto (PDB) meningkat 71 kali lipat sejak 1970, sedangkan harapan hidup yang sebelumnya di bawah 50 tahun kini telah lebih dari 70 tahun.
Namun, capaian tersebut masih dibayangi ketimpangan ekonomi dan politik serta ketergantungan terhadap impor bahan pokok. Didin menilai Indonesia perlu terus mendorong pembenahan agar pertumbuhan ekonomi diikuti peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di tengah tantangan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berharap momentum HUT ke-81 RI menjadi titik awal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. Pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,45 persen pada semester I 2026 ditargetkan meningkat menjadi 6 persen pada semester II.
“Kemarin kan semester pertama 5,45 persen, kita coba tekan atau dorong ke arah 6 persen di semester kedua ini. Dan ke depan mudah-mudahan lebih cepat lagi,” harap Purbaya.
Purbaya menilai Indonesia sudah waktunya bergerak lebih cepat untuk mengejar kemajuan ekonomi. “Jadi, sudah saatnya kita bergerak lebih cepat menuju Indonesia Maju,” ujarnya.
Didin menilai penguatan kemandirian ekonomi perlu menjadi bagian dari upaya Indonesia menghadapi tantangan tersebut. Selain energi dan pangan, dia menyoroti masih maraknya politik uang, korupsi, serta ketimpangan yang menurutnya menjadi pekerjaan rumah pembangunan.
Meski demikian, Didin menilai Indonesia tetap patut bersyukur atas berbagai capaian selama 81 tahun kemerdekaan. Ia berharap kekurangan yang masih ada terus dibenahi agar Indonesia dapat menjadi negara yang adil, makmur, sejahtera, dan demokratis.
Jakarta -
Ada satu elemen yang nyaris tak terpisahkan dari penampilan Soekarno: peci hitam. Penutup kepala itu menjadi bagian dari citra visual sang Proklamator, baik ketika tampil di hadapan rakyat maupun dalam berbagai momen kenegaraan.
Namun, bagi Bung Karno, peci bukan sekadar aksesori pelengkap busana. Jauh sebelum Indonesia merdeka, peci telah ia pilih sebagai simbol identitas, nasionalisme, sekaligus bentuk keberpihakan kepada rakyat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makna tersebut menjadi semakin kuat ketika pada 17 Agustus 1945, Soekarno berdiri di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta, untuk membacakan Proklamasi Kemerdekaan. Saat itu, ia mengenakan setelan putih-putih lengkap dengan peci hitam.
Peci yang telah melekat pada penampilan Soekarno selama bertahun-tahun itu pun hadir dalam salah satu momen paling bersejarah bagi bangsa Indonesia.
Kisah mengenai awal mula presiden pertama RI itu memakai peci diceritakan dalam buku semi-autobiografi 'Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia' karya Cindy Adams yang pertama kali terbit pada 1966.
@wolipopofficial Happy Independence Day! 🥳🇮🇩 Setiap 17-an, pasti sering muncul video Bung Karno lagi pidato. Dan.. ada satu aksesoris yang selalu melekat sama dirinya, yaitu peci hitamnya. Penasaran gak, apa sih sebenernya filosofi dari peci tersebut? 🧐 Creator: Daniel Ngantung Editor: Esty Rahayu #Wolipop #PeciBungKarno #17Agustus ♬ original sound - wolipop
Dalam buku tersebut, Soekarno mengisahkan pengalamannya pada 1921 ketika terlibat dalam pergerakan pemuda. Saat itu, sebagian kaum intelektual justru memandang rendah pakaian yang dikenakan rakyat biasa, termasuk blangkon dan peci atau songkok. Mereka lebih memilih bergaya seperti orang Barat untuk menunjukkan status dan pendidikan mereka.
Soekarno mengambil sikap berbeda. Ia memutuskan memakai peci beludru hitam yang saat itu identik dengan rakyat biasa. Dalam autobiografinya, ia menyebut peci sebagai bagian dari identitas yang kemudian menjadi "lambang kebangsaan".
Rengasdengklok berkaitan erat dengan sejarah kemerdekaan Indonesia. Di sana terdapat rumah yang pernah disinggahi Soekarno-Hatta jelang proklamasi kemerdekaan. (Foto: ANTARA FOTO/Muhamad Ibnu Chazar)
Keputusan tersebut bukan tanpa keraguan. Soekarno bahkan menceritakan kegugupannya sebelum masuk ke sebuah pertemuan dengan mengenakan peci. Namun, ia kemudian memantapkan diri dengan pemikiran bahwa seorang pemimpin tidak dapat memimpin massa jika tidak mau masuk ke dalam lingkungan mereka.
"Orang-orang ini bodoh dan perlu belajar bahwa seseorang tidak akan dapat memimpin rakyat banyak, jika tidak menjatuhkan diri dengan mereka. Sekalipun tidak seorang juga yang melakukan ini di antara kaum terpelajar, aku memutuskan untuk mempertalikan diriku dengan sengaja kepada rakyat jelata," kata Sukarno dalam buku tersebut.
Dalam narasinya, Soekarno juga menjelaskan bahwa Indonesia membutuhkan simbol kepribadian sendiri. Peci yang dikenakan para pekerja dan rakyat dianggapnya dapat menjadi salah satu simbol tersebut. Ia bahkan mengaitkannya secara langsung dengan cita-cita Indonesia Merdeka.
Bagi Soekarno, peci lantas bukan sekadar pilihan gaya. Ia menjadikannya sebagai pernyataan identitas.
Jika dilihat dari perspektif fashion masa kini, gaya Soekarno juga menarik untuk dibaca sebagai bentuk power dressing.
Ia kerap tampil dengan jas, kemeja, celana panjang, dan dasi yang mencerminkan busana formal modern pada zamannya. Namun, penampilan tersebut tidak sepenuhnya mengikuti gaya Barat.
Presiden Soekarno bertemu Presiden AS John F. Kennedy di Washington D.C. pada 1961. (Foto: Keystone/Getty Images)
Dan di atas semuanya itu, ada peci hitam yang memberikan karakter Indonesia pada keseluruhan penampilannya. Di sinilah kekuatan gaya Bung Karno: jas memberikan kesan formal dan berwibawa, sementara peci membawa simbol identitas dan kedekatan dengan rakyat.
Dengan kata lain, power dressing Bung Karno tidak hanya berbicara tentang kekuasaan. Ia juga berbicara tentang siapa yang ia wakili. Paduan tersebut membuat penampilannya terlihat relevan dan berwibawa, tetapi tidak sepenuhnya menciptakan jarak dengan masyarakat.
Makna tersebut terasa semakin kuat jika melihat kembali penampilan Soekarno pada 17 Agustus 1945.
Pagi itu, setelah malam sebelumnya merumuskan teks Proklamasi dan dalam kondisi kesehatan yang kurang baik, Soekarno bersiap menuju tempat pembacaan Proklamasi. Sekretariat Negara mencatat Soekarno mengenakan setelan putih-putih ketika menuju halaman rumahnya di Pegangsaan Timur 56.
Ir. Soekarno saat memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945. (Foto: Istimewa)
Dalam berbagai dokumentasi sejarah, penampilannya pada saat membacakan Proklamasi terlihat dengan jas putih dan peci hitam. Di sampingnya berdiri Mohammad Hatta dengan setelan putih serupa, tetapi tanpa peci.
Kontras tersebut membuat peci semakin menonjol secara visual. Pada hari ketika Indonesia menyatakan kemerdekaannya, Soekarno tidak tampil dengan seragam militer ataupun atribut yang menunjukkan kekuasaan formal.
(dtg/dtg)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Besarnya aktivitas pasar aset kripto di Indonesia membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai liquidity hub aset kripto di Asia Tenggara. Namun, peluang tersebut masih membutuhkan penguatan ekosistem, terutama dari sisi pengembang produk (builders), likuiditas, dan kepastian regulasi.
Vice President of Business Development Indodax James Eugene mengatakan, Indonesia telah menjadi pasar yang menarik bagi proyek blockchain global. Tingginya aktivitas pasar domestik menjadi salah satu modal untuk membangun peran yang lebih besar dalam ekosistem aset digital regional.
“Mereka (proyek global) melihat Indonesia sebagai pasar yang memiliki potensi besar dan likuiditas yang kuat. Namun, likuiditas sendiri jauh lebih kompleks karena melibatkan banyak aktor, sehingga diperlukan sinergi untuk mengembangkan produk dan ekosistem bersama,” ujar James dalam panel diskusi Indonesia Blockchain Week (IDBW) 2026.
Menurut James, besarnya pasar domestik belum otomatis menjadikan Indonesia sebagai pusat likuiditas regional. Likuiditas membutuhkan keterhubungan antara proyek, bursa aset kripto, investor, penyedia modal, dan infrastruktur pendukung lainnya.
Karena itu, pengembangan ekosistem menjadi salah satu faktor penting. Indonesia membutuhkan lebih banyak builders yang mampu mengembangkan produk dan infrastruktur blockchain dengan kapasitas untuk bersaing di pasar global.
“Kita membutuhkan lebih banyak builders. Yang kedua selalu mengenai likuiditas. Likuiditas dibutuhkan oleh proyek, exchange, dan seluruh rails dalam ekosistem blockchain. Venture capital juga memiliki peran penting untuk mendukung pertumbuhan pasar secara keseluruhan,” jelasnya.
Di sisi lain, pengembangan pasar aset kripto perlu berjalan seiring dengan kepastian regulasi. Menurut James, pelaku industri perlu mengetahui arah regulasi dan infrastruktur hukum agar dapat memperhitungkan keputusan investasi serta pengembangan bisnis dalam jangka panjang.
“Yang penting adalah kepastian mengenai bagaimana regulasi dan infrastruktur hukum akan berjalan ke depan. Bagi institusi atau perusahaan asing, hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan ketika menentukan apakah mereka ingin membangun bisnis di Indonesia,” ujarnya.
James mengatakan, pengembangan pasar juga perlu mempertemukan kepentingan inovasi dengan perlindungan konsumen. Menurut dia, exchange memiliki posisi untuk mencari titik keseimbangan antara kebutuhan pasar, perkembangan produk baru, dan kepatuhan terhadap aturan.
“Yang perlu dilakukan adalah menemukan sweet spot antara regulasi dan inovasi. Kita mencoba mendorong likuiditas, terutama di Indonesia, tetapi tentu saja kita juga harus memperhatikan regulasi. Perlindungan konsumen benar-benar menjadi salah satu hal terbesar yang harus diperhatikan,” ujarnya.
Dalam konteks tersebut, likuiditas tidak hanya berkaitan dengan besarnya nilai transaksi. Pasar yang likuid membutuhkan jumlah pelaku yang memadai, produk yang dapat diperdagangkan, infrastruktur transaksi, serta keterhubungan antara sisi permintaan dan penawaran.
Jika komponen tersebut berkembang secara bersamaan, Indonesia berpeluang menarik lebih banyak proyek, modal, dan aktivitas pengembangan aset digital dari kawasan maupun pasar global.
James menilai, penguatan ekosistem tersebut dapat membantu Indonesia bergerak dari sekadar pasar pengguna aset digital menuju salah satu simpul perdagangan dan pengembangan aset kripto di kawasan Asia Tenggara.
Sebagai bursa aset kripto yang beroperasi di Indonesia, Indodax melihat penguatan builders, likuiditas, dan kepastian regulasi sebagai sejumlah faktor yang perlu diperhatikan untuk mengembangkan posisi Indonesia dalam ekosistem aset digital regional.
Gayuh Tri Pinjungwati | Beautynesia
Senin, 17 Aug 2026 15:00 WIB
Makna Filosofi Tumpeng untuk HUT Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus/Foto: Pexels.com/ Andry Sasongko
Tumpeng bukan sekadar hidangan khas Indonesia yang sering hadir dalam acara syukuran atau perayaan penting. Nasi berbentuk kerucut dengan aneka lauk-pauk ini telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Nusantara selama bertahun-tahun. Di balik tampilannya yang menggugah selera, tumpeng menyimpan filosofi yang mengajarkan banyak nilai kehidupan.
Tak heran jika tumpeng masih menjadi pilihan utama dalam momen spesial, mulai dari ulang tahun, peresmian, hingga perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. Dilansir dari detikFood, setiap unsur dalam tumpeng memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan rasa syukur, kebersamaan, serta hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama. Mulai dari nama, bentuk, cara memasak, lauk-pauk, hingga prosesi memotongnya tidak dibuat tanpa alasan. Inilah yang membuat tradisi tumpengan tetap lestari hingga sekarang.
Nah, berikut ini penjelasan mengenai filosofi tumpeng. Yuk, simak selengkapnya.

Filosofi Kata Tumpeng/Foto/Pexels.com/ Andry Sasongko
Tumpeng sudah ada sejak masyarakat menganut kepercayaan Kapitayan. Menurut kepercayaan Kapitayan, membuat tumpeng bertujuan sebagai pemusatan kepada kekuatan Tuhan. Kata tumpeng diambil dari kata “Tu” yang memiliki arti baik dan buruk.
Kebaikan yang dimaksud dalam kata “Tu” diartikan sebagai Tuhan, sementara buruknya diartikan sebagai hantu. Kemudian, dari kata tersebut, muncul beberapa nama seperti “pintu” atau tempat lain yang dijadikan sebagai tempat untuk meletakkan sesaji berupa tumpeng.

Filosofi Cara Memasak dan Alat untuk Membuat Tumpeng/Foto: Pexels.com/ kevin yung
Beauties, salah satu alat yang digunakan dalam proses memasak tumpeng adalah mandala yang dilengkapi dengan tungku. Tungku tersebut terdiri dari tiga susun, yaitu batu bata, air, dan api. Ketiga unsur ini menjadi bagian penting dalam proses memasak sekaligus memiliki makna simbolis dalam filosofi tumpeng. Selain batu bata, air, dan api, proses memasak tumpeng juga menghasilkan asap, di mana asap tersebut diartikan sebagai simbol udara.
Bukan hanya alatnya yang memiliki makna, proses memasak tumpeng juga dianggap sakral. Ketentuan tradisional mengenai perempuan yang memasak tumpeng, yaitu harus sudah memasuki masa menopause serta berada dalam keadaan bersih dan suci.
Ketentuan tersebut merupakan bagian dari kepercayaan dan tradisi yang berkembang dalam masyarakat pada masa tertentu. Karena tumpeng digunakan dalam berbagai acara penting, proses pembuatannya pun tidak sekadar dipandang sebagai aktivitas memasak biasa. Ada penghormatan terhadap makanan yang nantinya digunakan sebagai bagian dari ritual atau perayaan.

Filosofi Bentuk Tumpeng yang Mengerucut/Foto: Unsplash.com/ Inna Safa
Bentuk tumpeng yang menjulang ke atas menyerupai gunung memiliki makna spiritual yang mendalam. Gunung sering dimaknai sebagai simbol hubungan manusia dengan Tuhan sekaligus lambang kehidupan. Karena itu, bentuk kerucut mengingatkan agar manusia selalu mengingat Sang Pencipta.
Di sisi lain, bentuk tersebut juga mengajarkan bahwa semakin tinggi pencapaian seseorang, semakin penting untuk tetap rendah hati. Kesuksesan sebaiknya tidak membuat seseorang lupa pada asal-usul maupun orang-orang yang telah mendukungnya. Sikap inilah yang menjadi salah satu nilai luhur dalam budaya Indonesia.
Beauties, filosofi sederhana ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tetap bersikap rendah hati membuat hubungan dengan orang lain menjadi lebih hangat. Selain itu, rasa syukur akan tumbuh seiring dengan kerendahan hati yang dimiliki.

Filosofi Aneka Lauk yang Ada Pada Tumpeng/Foto: Pexels.com/ Tamba Budiarsana
Tumpeng selalu ditemani berbagai lauk dengan rasa, warna, dan tekstur yang berbeda. Meski beragam, semua lauk tersebut disajikan dalam satu wadah yang harmonis. Hal ini melambangkan pentingnya hidup berdampingan dalam keberagaman.
Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki banyak suku, budaya, bahasa, dan tradisi. Perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan ketika mampu disatukan dalam semangat saling menghargai. Filosofi lauk-pauk pada tumpeng menjadi pengingat akan indahnya persatuan.
Beauties, keberagaman juga hadir dalam lingkungan kerja, keluarga, maupun pertemanan. Menghormati perbedaan akan menciptakan hubungan yang lebih sehat dan saling mendukung. Nilai tersebut menjadi salah satu pesan penting yang dibawa oleh tumpeng.

Filosofi Cara Memotong Tumpeng/Foto: Pexels.com/Noval Gani
Selama ini kita mungkin lebih sering melihat seseorang mengambil pisau lalu memotong bagian puncak tumpeng. Padahal, cara yang dianggap benar justru dimulai dari bagian bawah tumpeng dengan memotongnya sedikit demi sedikit. Cara ini bukan sekadar aturan penyajian, tetapi memiliki filosofi yang cukup mendalam.
Bagian bawah tumpeng diibaratkan sebagai masyarakat yang menjadi bagian dasar kehidupan bersama. Sementara itu, bagian puncaknya merujuk kepada Tuhan yang berada di posisi paling tinggi. Karena itu, mengambil bagian puncak secara langsung dianggap kurang sesuai dengan simbol hubungan antara manusia dan Tuhan.
Beauties, dari sini kita bisa melihat bahwa tumpeng membawa pesan tentang menghormati orang lain sekaligus menghargai kebersamaan. Tradisi sederhana seperti berbagi makanan ternyata dapat menjadi cara untuk menunjukkan rasa syukur dan penghargaan.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
Pilihan Redaksi
(naq/naq)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.
Warta Ekonomi, Jakarta -
Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah belum benar-benar berakhir meski keduanya telah bercerai pada 2024. Kini, perebutan hak asuh anak menjadi babak baru yang tengah bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Gugatan tersebut diajukan Ruben setelah dirinya mengaku mengalami kesulitan bertemu dengan kedua putrinya. Menghadapi proses persidangan, tim kuasa hukum Ruben menyatakan tidak datang tanpa persiapan. Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, bahkan menyebut bukti yang akan dibawa ke persidangan sebagai “kartu AS”.
“Semua bukti itu adalah menurut kami kartu AS, semua bukti yang akan membuktikan dalil-dalil kami itu menurut kami adalah kartu AS,” kata Minola kepada awak media, dikutip Senin (17/8/2026).
Tak hanya satu jenis bukti, kubu Ruben telah menyiapkan berbagai alat bukti yang dapat digunakan dalam proses hukum perdata. Bukti tersebut mencakup dokumen, rekaman, hingga keterangan saksi.
Baca Juga: Kubu Ruben Onsu: Sarwendah Harus Ikut Diperiksa soal Isu Penyakit Tiga Huruf
“Kita sudah punya maping, kita sudah punya planning kita akan ke mana pembuktiannya untuk membuktikan dalil-dalil kita,” ujar Minola.
Strategi tersebut, lanjut Minola, tidak berhenti pada upaya membuktikan dalil gugatan. Tim hukum Ruben juga telah mempersiapkan kemungkinan munculnya bantahan dari pihak Sarwendah selama persidangan berlangsung.
“Kita juga harus memikirkan apa bukti yang meng-counter jawaban-jawaban mereka yang mungkin itu berupa serangan kepada pihaknya Ruben sebagai penggugat. Jadi makanya ini kan bicara mengenai masalah planning ya jangka panjangnya dalam persidangan ini,” ungkap Minola.
Namun, klaim mengenai “kartu AS” tersebut berhadapan dengan penilaian berbeda dari praktisi hukum Jaenudin. Sebelumnya, ia menilai peluang Ruben untuk memenangkan gugatan hak asuh anak masih cukup tipis apabila bukti yang digunakan hanya berkaitan dengan hal-hal yang selama ini muncul di media sosial.
"Kita berharap gugatan yang dilakukan Ruben itu memiliki bukti yang kuat, kalau dasarnya bukti yang ada di media sosial ini ya terkait eksploitasi anak dan sebagainya itu, tipis kemungkinan (menang) ya," katanya kepada awak media, Rabu (12/8/2026).
Baca Juga: Denny Sumargo Bicara Masalah Sarwendah hingga Isu Iri Ruben Onsu Pilih ke Podcast Lain
Jaenudin menegaskan penilaiannya tidak dimaksudkan untuk membela Sarwendah. Ia melihat rekam pengasuhan kedua anak selama ini juga menjadi faktor yang patut diperhatikan dalam perkara tersebut.
"Saya bukan membela atau apa pun, karena kalau kita lihat dari sisi Sarwendah, sejak sebelum bercerai, yang mengasuh anak itu kan Sarwendah sampai besar," ujarnya.
Ia kemudian mempertanyakan apakah selama ini terdapat bukti Sarwendah melakukan penelantaran maupun kekerasan terhadap anak-anaknya.
"Ada nggak kita lihat Sarwendah menelantarkan anak tersebut, Sarwendah melakukan kekerasan terhadap anak tersebut, ada nggak? Nggak ada kan," ucap Jaenudin.
Persoalan lain yang turut disoroti adalah tudingan eksploitasi anak. Menurut Jaenudin, istilah tersebut harus diperjelas agar dapat diketahui apakah aktivitas anak dalam konten benar-benar memenuhi unsur eksploitasi.
"Terus bagaimana dengan eksploitasi anak, itu harus clear harus jelas, apa yang yang dimaksud dengan eksploitasi?" sambung Jaenudin.
Ia juga memberikan pandangan mengenai aktivitas siaran langsung atau live yang melibatkan anak. Menurutnya, konteks dan adanya perintah dari orang tua menjadi hal yang perlu dilihat sebelum menyimpulkan tindakan tersebut sebagai eksploitasi.
"Live itu adanya di dalam rumah. Dan bisa saja itu anak memang ingin bergabung atau ingin ikut-ikutan kan. Jadi tidak ada perintah langsung Sarwendah yang meminta anak itu live sampai berjam-jam. Nggak ada. Kalau memang itu ada, itulah eksploitasi," terang Jaenudin.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Jakarta -
Perayaan hari kemerdekaan Indonesia biasanya meriah. Tak hanya upacara atau parade, perlombaan yang menggunakan media makanan juga sering dilakukan, seperti ini!
Perlombaan 17 Agustus telah menjadi tradisi yang dilakukan untuk merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Agenda ini menjadi sarana masyarakat untuk bersatu, memupuk semangat juang dan kebersamaan, sekaligus mengenang perjuangan para pahlawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa lomba 17 Agustus juga sering menggunakan makanan sebagai media. Mulai dari semangka, nasi tumpeng, kacang hijau, sampai kerupuk dimanfaatkan untuk perlombaan seru di hari kemerdekaan ini.
Berikut 5 makanan yang sering jadi media perlombaan 17-an!
Semangka sering dijadikan media untuk lomba mengangkat koin yang ditancapkan di dalamnya, Foto: Istimewa
Buah semangka sering menjadi media lomba 17-an, khususnya untuk perlombaan gigit koin. Biasanya buah semangka utuh ditancapkan koin di sekitarnya, lalu digantung.
Para peserta lomba pun perlu mengambil koin di buah semangka menggunakan mulut. Namun, tantangannya, koinnya biasa dilumuri cokelat cair atau oli, sehingga iicin dan agak sulit diambil.
Buah semangka sering dipilih karena tekstur kulitnya yang lunak, sehingga logam atau koin bisa ditancap sempurna. Ukurannya juga pas untuk digantung.
Ada juga lomba menghias nasi tumpeng seperti ini. Foto: istimewa
Tak hanya lomba menghias sepeda sepeda, perayaan 17 Agustus juga identik dengan lomba menghias tumpeng. Nasi tumpeng yang biasanya disajikan untuk acara syukuran ini menjadi media para peserta untuk menghias sesuai dengan tema perayaan hari kemerdekaan.
Para peserta bebas berkreasi. Tumpeng nasi kuning tidak hanya dibentuk kerucut, tetapi banyak juga yang membentuknya menyerupai angka umur kemerdekaan.
Tumpeng juga tidak sekadar dihias dengan aneka lauk pauk, seperti ayam goreng hingga perkedel tetapi dihias lebih meriah. Menggunakan hiasan bendera kecil sampai garnish sayuran berbentuk bunga dari tomat atau cabai merah dan kacang panjang yang dikepang.
Selain dinikmati sebagai camilan, di perayaan Hut kemerdekaan RI, biskuit juga sering dijadikan media perlombaan.
Camilan ini biasanya diletakkan di dahi terlebih dahulu. Lalu para peserta diharuskan memindahkan biskuit dari dahi ke mulut hanya dengan menggerakkan otot wajah tanpa boleh menggunakan tangan.
Jika biskuit jatuh ke lantai sebelum masuk mulut, peserta biasanya gugur atau harus mengulang dari awal dengan biskuit baru.
lomba makan kerupuk tak pernah absen dari perayaan 17 agustus. Foto: instagram @leodiegosabrina
Lomba makan kerupuk tidak pernah absen dari perayaan 17 Agustus. Lomba ini sudah dikenal dalam rangkaian perayaan HUT RI Pada tahun 1950-an.
Lomba makan kerupuk tidak hanya menghadirkan keseruan, tetapi juga menjadi kegiatan yang dikaitkan dengan upaya mengingat kondisi sulit yang dialami masyarakat saat masa perang.
Lomba ini biasanya dilakukan dengan menggantung kerupuk menggunakan tali. Peserta kemudian harus menghabiskan kerupuk tanpa menyentuhnya dengan tangan.
Peserta yang paling cepat menghabiskan kerupuk dinyatakan sebagai pemenang. Biasanya kerupuk yang dijadikan media adalah kerupuk putih atau kerupuk uyel karena ukurannya yang lebar dan berongga, lalu mudah diikat dengan tali rafia.
Dalam merayakan HUT RI, ada juga lomba yang menggunakan media kacang hijau. Lomba ini menguji kesabaran karena peserta harus memindahkan kacang hijau dari satu tempat ke tempat lain menggunakan sumpit.
Selain karena pakai alat sumpit yang mungkin tidak biasa digunakan masyarakat Indonesia, tantangan lainnya adalah buliran kacang ijo yang kecil dan licin.
Butuh fokus tinggi untuk mengambil kacang ijo ini. Biasanya dalam perlombaan juga ada batas waktu yang ditentukan, yaitu 1-3 menit per sesi.
Halaman 2 dari 2
Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/adr)