ILUSTRASI. Ilustrasi pinjol - p2p lending (KONTAN/Muradi)
Reporter: Ade Priyatin | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat laba industri pinjaman daring (pindar) mengalami pertumbuhan pada Mei 2026 sebesar 37,43% year on year (YoY) menjadi Rp1,08 triliun.
Kendati demikian, sejumlah pengamat berpendapat bahwa peningkatan laba ini tidak sepenuhnya mencerminkan perbaikan fundamental industri.
Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi, menyebut bahwa salah satu faktor yang berpotensi meningkatkan laba adalah makin banyaknya pengguna skema angsuran tenor pendek (tadpole) dengan cicilan pada periode awal yang relatif besar.
Baca Juga: Askrindo Perluas Akses Asuransi Nelayan Sorong, Perkuat Mitigasi Risiko
Skema ini dinilai bisa mendorong pendapatan perusahaan, tetapi berpotensi membebani konsumen karena kewajiban bayar jatuh dalam tempo singkat.
"Selain pertumbuhan penyaluran pinjaman, laba juga bisa dipengaruhi oleh struktur produk pembiayaan termasuk penggunaan tenor pendek dengan cicilan besar di awal," ujarnya kepada Kontan, Senin (20/7/26).
Menurutnya, perusahaan pindar harus menyediakan lebih banyak pilihan tenor yang sesuai dengan kemampuan bayar nasabah.
Selain itu, perusahaan juga harus lebih transparan terutama berkaitan dengan informasi bunga, biaya, tenor, besarnya cicilan, total pembayaran, hingga risiko pinjaman agar konsumen bisa mengambil keputusan dengan bijak.
Di sisi lain, ia juga berkata bahwa baiknya OJK Perlu mengkaji skema tadpole agar tidak terlalu membebani konsumen nantinya.
Sementara itu, Direktur Ekonomi Celios Nailul Huda menilai kenaikan laba ini kemungkinan dipengaruhi oleh penurunan beban operasional dibandingkan peningkatan pendapatan dari penyaluran pembiayaan.
"Pertumbuhan penyaluran di bulan Mei hampir sama seperti bulan-bulan lainnya, bahkan cenderung lebih lambat tapi laba melonjak tajam artinya ada penyesuaian sisi beban," terangnya.
Sebagai informasi, pada Mei 2026 outstanding pembiayaan pindar tembus Rp103,73 triliun. Meski meningkat dari bulan April yang sebesar Rp102,07 triliun. Namun, secara tahunan laju pertumbuhannya melambat dari 26,11% pada April menjadi 25,6% pada Mei 2026.
Dengan begitu, Nailul mengimbau agar industri tidak hanya fokus pada pertumbuhan laba seiring dengan TWP90 yang berada di level 4,42% atau hampir menyentuh level 5%.
Sependapat, Heru juga menilai agar perusahaan pindar tidak hanya mengejar pertumbuhan pembiayaan. Industri pindar harus berubah dan memasuki fase baru, yaitu fokus pada kualitas kredit dan kemampuan bayar nasabah.
Katanya, pertumbuhan laba saat ini bisa berubah menjadi peningkatan kredit bermasalah di kemudian hari jika pinjaman disalurkan tanpa analisis yang memadai.
Baca Juga: BRI Finance Sebut Kenaikan Harga BBM Berpotensi Kerek Permintaan Mobil Listrik
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Padang (ANTARA) - Dosen Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang Siska Oktari, M.Psi. Psikolog, berhasil meraih penghargaan Third Place Best Oral Presenter Award pada The 1st International Conference on Population and Family Development (ICoPoF) 2026.
Konferensi diselenggarakan oleh Universitas Sumatera Utara (USU) bekerja sama dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) pada 16 Juli 2026 di Digital Learning Center Building (DLCB), USU Medan.
Mengusung tema "Strengthening Population and Family Development to Achieve the Sustainable Development Goals (SDGs)", ICoPoF 2026 menjadi forum ilmiah internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, praktisi, serta mitra internasional untuk memperkuat sinergi antara hasil riset dan kebijakan pembangunan kependudukan serta pembangunan keluarga berbasis bukti (evidence-based policy).
Konferensi diikuti oleh 86 peserta, terdiri atas 34 peserta luring dan 52 peserta daring, mewakili 16 perguruan tinggi serta enam institusi dan organisasi pemerintah dari Indonesia maupun luar negeri.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Sumatera Utara Prof Muryanto Amin menegaskan bahwa tantangan pembangunan berkelanjutan di masa depan tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas disiplin, lintas sektor, dan lintas negara. Menurutnya, ICoPoF 2026 menjadi wadah penting untuk mempertemukan peneliti, pembuat kebijakan, praktisi, dan mitra internasional dalam memperkuat kolaborasi yang mampu menghasilkan kebijakan kependudukan dan pembangunan keluarga yang didasarkan pada bukti ilmiah.
Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris Kemendukbangga/Sekretaris Utama BKKBN Budi Setiyono menyampaikan konferensi ini memiliki peran strategis dalam mendukung penyusunan Desain Besar Pembangunan Kependudukan (DBPK) dan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) sebagai fondasi tata kelola kependudukan menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN Bonivasius Prasetya Ichtiarto menekankan pentingnya kemitraan antara pemerintah, perguruan tinggi, dan peneliti dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti.
Pada konferensi tersebut, Siska Oktari mempresentasikan hasil penelitian berjudul "Supporting Early Childhood Well-being: The Mediating Role of Authoritative Parenting Between Parents' Adaptive Emotion Regulation and Preschool Children's Socioemotional Difficulties." Penelitian ini merupakan hasil kolaborasi bersama dosen dari Universitas Andalas dan Universitas Kebangsaan Malaysua, yaitu Asrawati, Septi Mayangsari, Laras Alifa Putri, Indah Rizki Nurjanah, Hilwa Abdullah @ Mohd. Nor, dan Sabrina Puti Afifah.
Penelitian ini berangkat dari pentingnya perkembangan sosioemosional pada anak usia dini sebagai fondasi kesehatan mental, kemampuan belajar, penyesuaian sosial, dan kesejahteraan sepanjang kehidupan. Berlandaskan Bioecological Model dari Bronfenbrenner dan Social Learning Theory dari Bandura, penelitian ini menekankan bahwa keluarga merupakan lingkungan perkembangan terdekat bagi anak, sementara orang tua menjadi model utama dalam pembelajaran perilaku emosional dan sosial.
Penelitian menggunakan desain cross-sectional terhadap 191 orang tua yang memiliki anak usia prasekolah (4–6 tahun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan orang tua dalam meregulasi emosi secara adaptif berhubungan positif dengan penerapan authoritative parenting, yaitu pola asuh yang ditandai dengan kehangatan, responsivitas, serta konsistensi dalam menetapkan aturan sambil tetap memberikan ruang bagi kemandirian anak. Di sisi lain, pola asuh authoritative berhubungan dengan tingkat kesulitan sosioemosional anak yang lebih rendah.
Penelitian ini juga menemukan bahwa authoritative parenting berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara regulasi emosi adaptif orang tua dan kesulitan sosioemosional anak usia prasekolah. Dengan kata lain, kemampuan orang tua mengelola emosinya tidak hanya secara langsung mendukung perkembangan sosioemosional anak, tetapi juga melalui praktik pengasuhan yang lebih hangat, suportif, dan konsisten.
Temuan tersebut memberikan implikasi penting bagi pengembangan program intervensi keluarga dan pengasuhan anak usia dini. Program peningkatan kualitas pengasuhan tidak hanya perlu berfokus pada keterampilan mendisiplinkan atau mendampingi anak, tetapi juga perlu membantu orang tua mengembangkan kompetensi emosional, seperti kesadaran emosi, kemampuan mengelola stres, cognitive reappraisal, dan strategi regulasi emosi adaptif lainnya. Dengan demikian, kesejahteraan emosional orang tua dapat menjadi fondasi bagi terciptanya lingkungan keluarga yang aman, suportif, dan kondusif bagi perkembangan anak.
Atas kualitas presentasi, penguasaan materi, serta kontribusi ilmiah penelitian terhadap isu pembangunan keluarga dan kesejahteraan anak, presentasi tersebut berhasil memperoleh penghargaan Third Place Best Oral Presenter Award. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kualitas penelitian sekaligus kemampuan penyampaian hasil riset pada forum ilmiah internasional.
Capaian ini sekaligus memperkuat komitmen Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas dan berdampak bagi masyarakat. Melalui partisipasi aktif pada forum internasional, hasil-hasil penelitian dosen Universitas Andalas diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam penyusunan kebijakan berbasis bukti untuk mendukung pembangunan keluarga, peningkatan kualitas pengasuhan, serta kesejahteraan anak sebagai bagian dari upaya mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) dan Indonesia Emas 2045.
Penelitian dan partisipasi dalam konferensi ini didanai oleh Indonesian Endowment Fund for Education (LPDP) on behalf of the Indonesian Ministry of Higher Education, Science and Technology dan dikelola melalui Program EQUITY (Contract No. 4304/B3/DT.03.08/2025).
Dian Eko Prasetio
| 20 Juli 2026, 16:06 WIB

Penggawa Timnas voli putra Indonesia, Boy Arnez, saat melakukan serangan ke arah bidang lapangan Kamboja pada laga final SEA V Cup 2026 di Candon City Arena, Filipina, Minggu (19/7/2026). PBVSI
AKURAT.CO, Tim Nasional (Timnas) Voli Indonesia Putra harus puas menyandang predikat runner-up pada leg pertama SEA V Cup 2026. Skuad Merah Putih dipaksa menyerah lewat drama sengit lima set dari Kamboja dengan skor 2-3 (23-25, 26-28, 25-23, 25-22, 11-15) pada partai final di Candon City Arena, Filipina, Minggu (19/7/2026).
Kekalahan ini terbilang mengejutkan mengingat Farhan Halim dan kolega sempat melibas Kamboja dengan skor telak 3-0 di fase grup SEA V Cup 2026.
Menanggapi hasil minor di laga puncak tersebut, Asisten Pelatih Timnas Voli Indonesia Putra, Nur Widayanto, mengakui bahwa Kamboja memasuki lapangan dengan modal motivasi berlipat ganda usai secara mengejutkan menumbangkan raksasa Asia Tenggara, Thailand, di babak semifinal. Celakanya, Indonesia justru terlambat panas sejak peluit awal dibunyikan.
"Mental Kamboja sedang naik setelah kemenangan melawan Thailand. Pekerjaan rumah (PR) tim kami adalah start pertandingan yang kurang bagus, sehingga mental mereka semakin meningkat," kata Nur.
Akibat start yang lemah di set pertama, Indonesia sempat tertinggal hingga selisih tujuh angka sebelum akhirnya kalah tipis 23-25 yang berlanjut pada kekalahan dramatis di set kedua dengan skor 26-28.
Meski anak asuh Reidel Toiran sempat menunjukkan napas kedua dengan merebut set ketiga (25-23) dan set keempat (25-22), performa Boy Arnez dan kolega kembali antiklimaks di set penentuan. Nur menyoroti buruknya aliran bola pertama yang berimbas pada tumpulnya daya gedor Indonesia.
"Selain ada masalah di serangan, penerimaan bola pertama juga kurang baik, dan serangan kami tidak cukup membunuh lawan," kata Nur.
https://akurat.co/arena/874591/sea-v-cup-incar-tiket-final-timnas-voli-putra-indonesia-siapkan-taktik-khusus-hancurkan-vietnam
Evaluasi terakhir yang disoroti jajaran pelatih adalah rapuhnya lini pertahanan di depan net. Nur menyayangkan barisan blocker Indonesia yang kerap kecolongan, padahal skema serangan yang dibangun oleh para pemain Kamboja terbilang sangat terbaca dan tidak banyak variasi.
"Serangan mereka sebenarnya monoton ke arah outside hitter di posisi empat. Namun, blocker kami masih kurang sabar menunggu dan kurang rapat, sehingga serangan mereka tetap bisa tembus," tutur Nur mengevaluasi.
Misi Balas Dendam di Rumah Sendiri
Kamboja sah menjadi kejutan terbesar di leg pertama ini. Status Indonesia sebagai jawara AVC Cup 2026 seolah tidak membuat mereka gentar untuk mengunci gelar juara di Filipina. Sementara itu, Thailand harus puas menempati peringkat ketiga setelah menjinakkan Vietnam dengan skor 3-1.
Namun, perjuangan belum berakhir. Skuat Indonesia memiliki kesempatan emas untuk menebus dan melakukan balas dendam dalam waktu dekat. Leg kedua SEA V Cup 2026 dijadwalkan akan langsung bergulir di Indonesia pada 22-26 Juli 2026 mendatang.
Klungkung -
Ancaman denda sebesar Rp 50 juta ternyata tidak membuat warga Klungkung jera dan berhenti untuk membuang sampah sembarangan.
Padahal, Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Klungkung Nomor 7 Tahun 2014 sudah menyebutkan sanksi tegas bagi pelanggar berupa pidana kurungan paling lama tiga bulan dan denda maksimal Rp 50 juta.
Berdasarkan pantauan tim di lokasi, sampah rumah tangga yang tidak dipilah masih banyak berceceran di sejumlah lokasi. Bahkan, warga masih membuang sampah di sekitar banner larangan membuang sampah yang dipasang pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satunya di Kelurahan Semarapura Tengah, Kecamatan Klungkung. Petugas penyapu jalan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung, Wayan Mahastuti, mengaku kewalahan menghadapi ulah warga yang mengabaikan peringatan tersebut.
"Sudah diperingati begini, ndak mempan. Kalau membuang di sini, sampahnya diobrak-abrik anjing, jadi ke tengah jalan. Terpaksa kami yang bersihkan," ungkap Wayan sembari membersihkan sampah yang berserakan di tengah jalan, Senin pagi (20/7/2026).
Warga yang berada di kawasan rumah dinas Bupati Klungkung itu kedapatan membuang sampah saat kondisi masih gelap, yakni pada malam hari maupun sekitar pukul 05.30 Wita.
Petugas kebersihan setiap hari melakukan pengangkutan sampah. Namun, setelah dibersihkan, kantong-kantong sampah kembali memenuhi area yang telah dilarang untuk dijadikan tempat pembuangan.
Di lokasi lain, anjuran memilah sampah organik dan anorganik juga masih diabaikan. Padahal, DLHP Klungkung telah memberlakukan jadwal pengangkutan sampah berdasarkan jenisnya. Namun, petugas tetap harus mengangkut sampah yang tidak dipilah setiap hari.
Kepala DLHP Klungkung I Dewa Komang Aswin sebelumnya menegaskan sanksi denda Rp 50 juta sebagaimana diatur dalam Perda Nomor 7 Tahun 2014. Namun, menurutnya, aturan tersebut hingga kini belum berjalan efektif.
"Mau bagaimana lagi. Ini tantangan kita selama ini. Tentu dalam hal penegakan perda ini dibutuhkan pengawasan oleh lintas sektor. Baik OPD yang menangani perda dan juga kelurahan," jelas Aswin.
Ia menekankan hal terpenting adalah masyarakat mengetahui jadwal pembuangan sampah. Dengan demikian, petugas lebih mudah melakukan pengangkutan dan sampah tidak berserakan hingga ke badan jalan.
"Sebenarnya kita mempersilahkan masyarakat membuang sampahnya di tempat biasa mereka membuang. Tapi silahkan perhatikan jadwal. Kalau tidak terjadwal, misalnya sampah dibuang malam hari, atau pagi jam 4 atau 5 pagi, pasti digerayangi anjing dan berserakan," terang Aswin.
Aswin berencana meningkatkan pengawasan. Namun, ia meyakini upaya tersebut tidak akan berjalan maksimal tanpa kerja sama lintas sektor.
Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, Kepala Satpol PP dan Damkarmat Klungkung I Dewa Putu Suwarbawa belum memberikan tanggapan terkait pengawasan dalam penegakan Perda Kabupaten Klungkung mengenai pengelolaan sampah.
--------
Artikel ini telah naik di detikBali.
(wsw/wsw)
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo mengatakan, keberadaan JIAT merupakan bagian dari strategi pemerintah menjaga produktivitas pertanian di daerah rawan kekeringan.
Baca Juga: Kementerian PU Kejar Penyelesaian Tanggul Pantai Jakarta, Target Tuntas 2027
Dengan memanfaatkan potensi air tanah secara berkelanjutan, petani tetap memiliki sumber air untuk bercocok tanam meski curah hujan menurun akibat El Nino.
"Air ini harus kita hemat dan kelola dengan baik. Saya minta agar jaringan tersier segera dibangun, sehingga air tidak terbuang dan bisa menjangkau lebih banyak sawah secara efisien," kata Dody, Senin (20/7/2026).
Salah satu JIAT yang telah dibangun berada di Kelurahan Batuplat, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Infrastruktur tersebut memiliki debit air 8 liter per detik dengan kedalaman sumur 57 meter dan mampu melayani lahan pertanian seluas sekitar 9 hektare.
JIAT di Kupang dilengkapi dengan jaringan pipa sepanjang 1.000 meter, 13 box bagi, reservoir berkapasitas 50 meter kubik, serta memanfaatkan energi utama panel surya yang didukung listrik PLN sebagai cadangan.
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja NVT Air Tanah dan Air Baku Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II, Djoniur Doga mengatakan, lokasi pembangunan JIAT ditetapkan berdasarkan usulan pemerintah daerah agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Pembangunan sumur dimulai pada September 2025 dan selesai pada Desember 2025 sebagai bagian dari Program Instruksi Presiden yang membangun 18 titik JIAT di NTT.
Selain menyediakan air irigasi, JIAT juga dilengkapi fasilitas air bersih skala kecil bagi petani yang beraktivitas di sekitar lahan.
Menurut Djoniur, penyediaan fasilitas tersebut merupakan arahan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air agar petani tidak mengalami kesulitan memperoleh air bersih saat berada di area pertanian.
Djoniur menambahkan, tantangan berikutnya adalah meningkatkan efisiensi penggunaan air di tingkat petani. Menurutnya, pendampingan mengenai pola pemberian air sangat penting agar sumber air tanah yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Baca Juga: Hadapi El Nino, Kementerian PU Optimalkan Bendungan dan Jaringan Irigasi di Jabar
"Tanaman sebenarnya tidak membutuhkan air berlebihan. Yang terpenting adalah bagaimana air digunakan secara hemat dan tepat sesuai kebutuhan tanaman. Karena itu kami berharap ada pendampingan dari sektor pertanian agar pemanfaatan JIAT semakin optimal," tambahnya.
Hingga saat ini, pembangunan JIAT telah tersebar di seluruh kabupaten/kota di Provinsi NTT. BBWS Nusa Tenggara II mencatat telah membangun lebih dari 300 titik JIAT dan sekitar 1.600 infrastruktur air tanah dan air baku di wilayah NTT.
Pada tahun 2026, Kementerian PU juga menyiapkan pembangunan empat titik JIAT baru sebagai langkah antisipasi kekeringan, masing-masing dua titik di Kota Kupang dan dua titik di Kabupaten Malaka.
Bagikan:
JAKARTA - Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau Kak Seto mengusulkan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membentuk Seksi Perlindungan Anak (SPARTA) di setiap rukun tetangga (RT).
Usulan itu disampaikan dalam peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di Balai Kota DKI Jakarta.
Menurut Kak Seto, keberadaan SPARTA di tingkat RT menjadi langkah preventif untuk memperkuat perlindungan anak dari lingkungan yang paling dekat dengan keluarga. Program tersebut, kata dia, telah lebih dulu diterapkan di sejumlah daerah sejak 2011.
"Salah satu yang ingin kami usulkan adalah karena pemberdayaan masyarakat penting sekali, kami sudah merintis sejak tahun 2011 (dari) LPAI yaitu SPARTA. SPARTA adalah Seksi Perlindungan Anak di tingkat rukun tetangga," kata Kak Seto, Senin, 20 Juli.
Ia mengatakan Kota Tangerang Selatan menjadi daerah pertama yang menerapkan SPARTA di seluruh RT dan mendapat Rekor MURI. Setelah itu, program serupa diadopsi Bekasi, Bengkulu Utara, dan Belitung.
Karena itu, Kak Seto berharap Jakarta menjadi provinsi pertama yang menerapkan SPARTA di seluruh RT pada enam wilayah administrasinya.
"Kami mengusulkan kepada Bapak Gubernur DKI Jakarta, DKI Jakarta merupakan provinsi pertama yang seluruh RT-nya juga dilengkapi dengan Seksi Perlindungan Anak. Jadi di RT-RT ada seksi acara, seksi kebersihan, seksi keamanan, tambah satu lagi, Seksi Perlindungan Anak," ujarnya.
Menurut dia, keberadaan SPARTA akan membuat masyarakat di tingkat lingkungan lebih cepat mendeteksi dan mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.
Menanggapi usulan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Pemprov DKI akan mempelajari gagasan itu sebelum diputuskan lebih lanjut.
"Kak Seto, yang tadi usulannya mengenai SPARTA nanti kami kaji, kami dalami," ungkap Pramono.
Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga mengakui masih terbatasnya fasilitas ramah anak di ruang publik, khususnya ruang laktasi. Menurutnya, penyediaan ruang laktasi akan menjadi perhatian Pemprov DKI seiring upaya menjadikan Jakarta sebagai kota yang semakin ramah anak.
"Jadi untuk ruang laktasi, ya ini akan menjadi gerakan bagi siapa pun yang ingin membuka ruang publik maka ruang laktasi juga dipersiapkan karena Jakarta sekali lagi harus menjadi provinsi yang ramah, nyaman bagi anak-anak," ujarnya.
Pramono menegaskan status Jakarta sebagai kota layak anak harus diikuti dengan dukungan terhadap akses pendidikan. Ia menyebut saat ini Pemprov DKI menyalurkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) kepada lebih dari 707 ribu siswa dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) kepada sekitar 15.900 mahasiswa.
Selain itu, Pemprov DKI juga melanjutkan program pemutihan ijazah bagi lulusan yang ijazahnya masih tertahan di sekolah karena tunggakan biaya.
"Maka bagi ada kalau Saudara-saudara sekalian yang ijazah saudara-saudaranya belum terambil, Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan akan turun tangan untuk memutihkan ijazah tersebut. Biayanya sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah DKI Jakarta," imbuhnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
Senin, 20 Juli 2026 16:05 WIB
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberi sambutan pada landing ceremony Nongsa Changi Cable (NCC) Batam-Singapura di Batam, Kepri, Senin (20/7/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)
Batam (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut industri pusat data (data center) di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) tumbuh sekitar 22 persen secara tahunan (year on year/yoy), melampaui rata-rata pertumbuhan nasional yang mencapai 19 persen.
Airlangga mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan Batam semakin berkembang sebagai salah satu pusat ekonomi digital Indonesia yang didukung investasi skala internasional.
"Ekspansi industri data center di Batam tumbuh 22 persen setiap tahun, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang sekitar 19 persen. Ini sektor yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju target delapan persen," kata Airlangga di Batam, Senin.
Ia menyampaikan hal tersebut usai menghadiri peresmian Nongsa Changi Cable (NCC), kabel bawah laut internasional yang menghubungkan Batam dan Singapura untuk memperkuat konektivitas digital kedua negara tersebut.
Menurut Airlangga, Batam kini berkembang pesat sebagai gerbang digital Indonesia, didukung kehadiran kawasan Nongsa Digital Park (NDP) yang terus menarik investasi pusat data.
Selain itu, lanjutnya, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Oracle, juga telah memilih Batam sebagai lokasi pengembangan Cloud Region di kawasan Nongsa Digital Park.
"Batam sangat cepat muncul sebagai gerbang baru Indonesia. Investasi yang masuk menunjukkan kawasan ini semakin penting dalam ekosistem digital regional," ujarnya.
Airlangga mengatakan perkembangan tersebut sejalan dengan transformasi digital yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui pembangunan infrastruktur digital dan infrastruktur fisik.
Ia menjelaskan dunia kini memasuki era baru yang ditandai dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), sehingga membutuhkan konektivitas digital berkecepatan tinggi dan kapasitas pusat data yang besar.
"Di era AI, manusia dan mesin maupun antarmesin membutuhkan koneksi digital yang cepat. Karena itu transformasi digital harus didukung infrastruktur yang memadai," katanya.
“Indonesia juga menjadi pasar potensial kecerdasan buatan terbesar keempat di Asia setelah China, India, dan Jepang,” tambahnya.
Untuk mendukung pertumbuhan industri digital, kata Airlangga, pemerintah juga terus memperkuat pasokan energi melalui pengembangan bauran energi.
“Infrastruktur digital membutuhkan energi dan listrik andal. Indonesia mengembangkan energi dan bauran energi untuk memasok kebutuhan tersebut, seperti energi geotermal di Sumatera dan tenaga surya di Batam,” katanya.
Selain itu, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt (GW) dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari agenda kerja sama Indonesia dan Singapura.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menko Airlangga: Industri pusat data Batam tumbuh 22 persen per tahun
Pewarta : Amandine Nadja
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah akan mempercepat pengembangan industri bioetanol untuk mendukung penerapan Bahan Bakar Minyak (BBM) bensin dengan campuran bioetanol sebesar 10% (E10) di Indonesia.
Menurut dia, guna merealisasikan target tersebut, pemerintah membutuhkan pembangunan puluhan pabrik bioetanol baru. Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Panen Raya Serentak di Seluruh Indonesia Bersama TNI di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
Prabowo menyebut Indonesia saat ini telah memiliki kemampuan menuju penerapan E10 atau bensin dengan campuran 10% etanol. Bahkan, Indonesia berpotensi meningkatkan kadar campuran etanol hingga 20% atau E20.
"Saya melihat pameran tadi sudah mampu menuju E10, etanol 10, jadi bensin nanti dicampur 10% etanol tapi tadi para petugas mengatakan kita bisa sampai E20," ungkap Prabowo pada saat acara Panen Raya tersebut.
Namun, ia mengakui pengembangan bioetanol masih terkendala minimnya fasilitas produksi. Saat ini Indonesia baru memiliki satu pabrik bioetanol, sehingga pemerintah memutuskan untuk membangun lebih banyak pabrik guna memenuhi kebutuhan bahan baku.
"Butuh pabrik, tadi pabriknya yang kita miliki baru 1 pabrik, tadi saya putuskan kita bangun minimal 30 pabrik. Kalau perlu sampai 50 pabrik," ucapnya.
Prabowo lantas membandingkan perkembangan penggunaan bioetanol di sejumlah negara. Menurutnya, India telah menerapkan E20, sementara Brasil bahkan telah menggunakan E100 atau bahan bakar berbasis etanol murni.
"India sudah E20, India sudah E20, Brasil sudah E100. Masa Indonesia gak bisa, Indonesia bisa kan? bisa? bisa," katanya.
Sebelumnya, CEO Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) John Anis menegaskan pihaknya siap mendukung target pemerintah mempercepat pengembangan bioetanol.
"Jadi mungkin Bapak bertanya kenapa Pertamina ada di sini Pak, tapi Bapak lihat bahwa kami ingin berkontribusi di bioenergi Pak. Jadi kami juga ingin terima kasih Pak yang B50, selamat, kami juga punya cita-cita dan semangat yang sama untuk E20 Pak," kata John saat mendampingi Prabowo.
Ia mengungkapkan saat ini Indonesia baru menerapkan E5 secara terbatas di sekitar 170 SPBU Pertamina yang berada di Jawa Timur dan Jakarta. Sementara di India implementasinya sudah mencapai E20.
"Jadi kita nggak mau kalah Pak, kita harus kejar mereka. Kita baru E5 Pak. Jadi ini E5 di 170 outlet kami di Jawa Timur dan di Jakarta," katanya.
Di sisi lain, John menjelaskan Pertamina juga tengah mengembangkan bioetanol berbasis berbagai bahan baku tidak hanya tebu, namun juga aren, singkong, jagung, hingga sorgum.
Menurut John, untuk memenuhi kebutuhan nasional, Indonesia membutuhkan sekitar 20 hingga 30 pabrik bioetanol baru dalam dua tahun ke depan. Adapun, pembangunan pabrik di berbagai daerah dinilai akan meningkatkan kesejahteraan petani.
(wia)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Komisaris PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), Alexander Ramlie, menambah kepemilikan sahamnya di emiten tambang tembaga dan emas itu. Aksi tersebut dia lakukan lewat serangkaian transaksi pembelian pada perdagangan akhir pekan lalu.
Dalam laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/7), Alexander diketahui membeli total 3.138.500 saham AMMN melalui empat transaksi terpisah. Seluruh transaksi dilakukan dengan status kepemilikan langsung.
"Transksi ini bertujuan untuk investasi pribadi," ungkap Alexander dalam laporan tersebut.
Perincian transaksi menunjukkan, Alex membeli 203.800 saham di harga Rp 3.890 per unit, 1.280.600 saham di harga Rp 3.930 per unit, 269.000 saham di harga Rp 3.920 per unit, serta 1.385.100 saham pada harga Rp 3.900 per unit. Seluruh transaksi itu berlangsung pada hari atau tanggal yang sama, yakni Jumat (17/7).
Jika dihitung berdasarkan harga transaksi, nilai keseluruhan pembelian saham tersebut mencapai sekitar Rp 12,26 miliar. Nilai terbesar berasal dari pembelian 1.385.100 saham pada harga Rp 3.900 per saham atau sekitar Rp 5,40 miliar.
Pascatransaksi tersebut, kepemilikan saham Alexander Ramlie naik dari 185.777.760 saham menjadi 188.916.260 saham. Seiring dengan itu, porsi hak suara yang dia miliki juga naik dari 0,256% menjadi 0,261%.
Dalam laporan yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Alexander juga menegaskan bahwa tidak terdapat perubahan status pengendalian perusahaan maupun indikasi bahwa transaksi tersebut bertujuan mempertahankan pengendalian atas perseroan.
AMMN saat ini tengah mempercepat pengembangan bisnis hilirisasi tembaga melalui anak usahanya, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Perseroan menargetkan produksi katoda tembaga mencapai 162.662 ton pada 2026, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan realisasi 79.848 ton pada 2025, seiring rampungnya peningkatan kapasitas smelter.
Selain itu, AMMN membidik produksi 16.119 kg emas, 45.439 kg perak, dan 572.036 ton asam sulfat tahun ini.
CEO AMMN, Rachmat Makassau mengatakan, sejak Juni 2026 perusahaan telah mampu mengolah seluruh produksi konsentrat tembaga dari Tambang Batu Hijau, sehingga seluruh hasil tambang tahun ini diyakini dapat terserap oleh smelter.
Di sisi hulu, AMNT terus menggenjot eksplorasi di Blok I Batu Hijau, Blok II Elang, dan Blok III Rinti di Sumbawa, dengan total belanja eksplorasi US$ 2,84 juta pada kuartal II 2026. Fokus eksplorasi berada pada potensi mineralisasi tembaga dan emas di prospek Katala serta pengembangan sumber daya di Elang dan Gerbang Timur.
Katoda tembaga yang dihasilkan akan menjadi bahan baku penting bagi industri kabel listrik, elektronik, motor listrik, kendaraan listrik, hingga energi terbarukan.
Bagikan:
JAKARTA - Raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung, dilaporkan telah mengubah total target manufakturnya. Langkah besar ini diambil demi memprioritaskan produksi perangkat lipat terbarunya, yaitu Galaxy Z Fold 8 Wide. Keputusan strategis tersebut bahkan membuat varian Wide ini berhasil melampaui target produksi untuk model Fold 8 Ultra maupun Flip 8.
Perubahan haluan ini bukan tanpa alasan. Samsung kini beralih ke aspek rasio 4:3yang sekilas terlihat menyerupai sebuah paspor. Tren desain terbaru pada Galaxy Z Fold 8 ini sengaja didorong untuk mengantisipasi kehadiran ponsel lipat perdana milik rival abadi mereka, yaitu iPhone Ultra dari Apple. Seluruh ekosistem perangkat keras terbaru ini dijadwalkan akan memulai debut resminya dalam acara langsung Samsung Galaxy Unpacked pada 22 Juli mendatang.
Berdasarkan laporan terbaru dari rantai pasokan (supply chain), Samsung telah menyesuaikan pesanan komponen untuk perangkat lipat generasi berikutnya. Menurut outlet media Korea, ETnews, Samsung berencana memproduksi sebanyak 2,8 juta unit Galaxy Z Fold 8 edisi layar lebar (wide). Angka ini menempatkannya jauh di atas target produksi model Ultra dan Flip.
Sebagai perbandingan, target produksi untuk Galaxy Z Fold 8 Ultra—yang sebelumnya merupakan varian standar tradisional—hanya dipatok pada angka 2 juta unit. Di sisi lain, perangkat lipat model kerang (clamshell) Galaxy Z Flip 8 justru hanya ditargetkan mencapai 1,5 juta unit. Perubahan strategi ini menandai pergeseran yang cukup cepat dari rencana awal perusahaan yang sebelumnya ingin membagi lini perakitan secara merata antara varian Wide dan Ultra.
Taruhan produksi massal yang dilakukan oleh Samsung ini berpusat pada aspek rasio baru 4:3. Bentuk geometris unik ini menyerupai buku catatan kecil atau paspor yang ramping. Saat perangkat ditutup, Anda akan disuguhi layar eksternal berukuran 7,6 inci serta area kerja internal sebesar 5,4 inci. Desain yang lebih pendek namun lebih lebar ini hadir sebagai jawaban langsung atas keluhan pengguna yang merasa layar luar pada model lawas terlalu tinggi dan sempit layaknya remote control.
Para analis industri melihat langkah berani ini sebagai serangan pencegahan (preemptive strike) terhadap Apple. Sang rival dari Cupertino tersebut memang berencana untuk masuk ke arena pasar ponsel lipat pada musim gugur tahun ini. Apple diprediksi akan membawa perangkat dengan proporsi serupa yang kemungkinan besar akan debut dengan nama iPhone Ultra.
Selain perubahan bentuk dasar, acara Galaxy Unpacked juga akan memamerkan peningkatan daya tahan yang masif melalui teknologi layar Flex Titanium. Untuk mengatasi masalah lipatan layar yang mengganggu pada Galaxy Z Fold 8, Samsung memilih untuk membuang lapisan polimer internal tradisional. Sebagai gantinya, mereka menggunakan lapisan paduan titanium (titanium-alloy film) yang kaku namun fleksibel.
Peningkatan komponen ini dilaporkan mampu mencegah kaca layar melar atau melandai di area engsel. Struktur kokoh tersebut bertumpu di atas pelat titanium berlubang mikro (micro-perforated titanium plate) yang dapat melentur sempurna tanpa retak, sekaligus memperkuat panel dari bawah demi meminimalkan bekas lipatan yang kasat mata.
Di kubu sebelah, bocoran data teknis menunjukkan bahwa Apple mencoba mengatasi hambatan struktural yang sama dengan filosofi rekayasa yang sangat berbeda. Alih-alih memperkuat layar dari bawah dengan pelat titanium, desain Apple menggunakan Ultra-Thin Glass khusus.
Kaca ini dipotong secara kimia agar menjadi lebih tipis di bagian lipatan engsel dan lebih tebal di bagian tepi demi menjaga kekakuan perangkat. Selain itu, Apple kabarnya akan mengandalkan engsel hasil cetak 3D (3D-printed hinges) dengan komponen bergerak yang lebih sedikit, serta perekat khusus yang dapat mengembang untuk menyamarkan cekungan fisik saat panel dibuka.
Sangat mudah untuk memahami mengapa Samsung bertaruh begitu besar pada varian Galaxy Z Fold 8 Wide ini. Pertama, meskipun perangkat ini tidak bisa dibilang murah, beberapa bocoran harga menunjukkan bahwa ponsel ini akan dibanderol sedikit di bawah harga Galaxy Z Fold 7 (1.899 berbanding 1.999 dolar AS).
Kedua, daya tarik dari desain lebar yang baru ini akan menjadi magnet tersendiri bagi konsumen, sekaligus memberikan fitur unik di pasar global. Perlu diingat bahwa satu-satunya ponsel lipat berdesain lebar yang saat ini tersedia secara komersial di pasar hanyalah buatan Huawei, dan itu pun hanya dijual terbatas di China. Oleh karena itu, pengguna akan merasa memiliki ponsel yang eksklusif dan tiada duanya, yang mana faktor gengsi sering kali menjadi kunci utama dalam industri teknologi premium.
Sebagai tambahan, Galaxy Z Fold 8 Wide akan menjadi satu-satunya pesaing langsung berbasis Android untuk menghadapi iPhone Ultra buatan Apple. Jadi, jika Anda menginginkan ponsel lipat lebar yang menjalankan sistem operasi Android, pilihan Anda satu-satunya hanyalah berpaling ke Samsung.
Meskipun demikian, kita juga harus mengingat bahwa Samsung dan Apple baru-baru ini sempat gagal saat mencoba menetapkan tren baru di sektor ponsel pintar, salah satunya adalah ambisi untuk mempopulerkan ponsel pintar super tipis (ultra-thin), di mana Samsung bahkan tampak sudah mundur dari persaingan tersebut. Kini, kita hanya bisa menunggu dan melihat apakah sejarah kegagalan itu akan terulang kembali, atau justru bentuk lipatan lebar ini yang akan menjadi standar baru masa depan.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+