DSLNG ajak mahasiswa di Luwuk gencar kampeanye pelestarian maleo

calendar_today 28.07.2026 - person  - timer ~

DSLNG ajak mahasiswa di Luwuk gencar kampeanye pelestarian maleo

Selasa, 28 Juli 2026 20:23 WIB

Image Print

DSLNG melaksanakan kegiatan kampanye dan sosialisasi tentang endemik Sulawesi Burung Maleo yang saat ini terancam punah berlangsung di Luwuk, Kabupaten Banggai, Selasa (28/7/2026). ANTARA/HO-Humas DSLNG

Luwuk, Sulteng (ANTARA) - PT Dinggo Senoro LNG (DSLNG) mengajak mahasiswa di Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) gencar mengampanyekan pelestarian endemik Sulawesi, yakni burung maleo, karena satwa tersebut kini terancam punah.

"Mahasiswa merupakan agen perubahan, maka keikutsertaan mahasiswa menjaga kelestarian satwa endemik sangat penting," kata Relations and Communication Senior Manager DSLNG Aji Wihardandi dalam kegiatan kampanye dan sosialisasi burung maleo sebagai warisan Sulawesi untuk Indonesia dan dunia berlangsung di Luwuk, Selasa.

Ia menjelaskan kegiatan digagas pihaknya dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah menjadi satu wadah dalam membangun kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, komunitas, maupun dunia usaha untuk memperkuat upaya pelestarian satwa endemik.

Karena langkah melestarikan harus dilakukan secara kolektif, supaya endemik tersebut dapat bertahan hidup dan berkembang di kawasan konservasi yang sudah dibangun selama ini, maupun di habitat aslinya.

Maleo merupakan warisan alam yang sangat berharga bagi Sulawesi dan Indonesia. Menjaga satwa itu bukan hanya melindungi satu spesies, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem dan memastikan kekayaan hayati tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang," ujarnya.

Ia mengemukakan sebagai perusahaan LNG yang tumbuh dan beroperasi di Kabupaten Banggai, pihaknya memandang keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja operasional, tetapi juga dari kontribusi nyata terhadap lingkungan dan masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kemitraan jangka panjang bersama BKSDA Sulawesi Tengah dalam berbagai program konservasi maleo, mulai dari perlindungan habitat, dukungan terhadap peningkatan populasi, edukasi kepada masyarakat, hingga penguatan kapasitas para pemangku kepentingan yang terlibat dalam upaya pelestarian satwa endemik Sulawesi itu.

"Kami sejak 2012 telah mendirikan fasilitas pusat konservasi Maleo eksitu pertama di area kilang DSLNG dan telah berhasil melepasliarkan 127 anakan Maleo ke habitatnya," tutur Aji.

Ia berharap mahasiswa/generasi muda menjadi ujung tombak dalam mengampanyekan dan mengedukasi masyarakat untuk tidak membutuhkan dan mengambil telur satwa itu di habitatnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwuk Fahrudin Lasadam mengatakan langkah yang telah dilakukan DSLNG dalam melawat lingkungan dan menjaga kelangsungan ekosistem alam patut diapresiasi.

"Keterlibatan pihak swasta sangat membantu tugas-tugas pemerintah, terutama DLH menjaga ekosistem lingkungan sebagai rumah baru berbagai jenis satwa liar," ucapnya.

Kampanye itu ditutup dengan pembacaan komitmen bersama pelestarian Burung Maleo, sebagai simbol tekad seluruh peserta untuk terus menjaga salah satu kekayaan hayati Sulawesi.

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026