Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) siap untuk merumuskan agenda ketahanan ekonomi nasional dalam Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) Apindo ke-35 yang akan digelar di Makassar, Sulawesi Selatan pada 3-5 Agustus 2026.
Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa, mengatakan hal ini seiring dengan tantangan ganda ketahanan ekonomi nasional yang dipengaruhi oleh gejolak geopolitik dan fragmentasi perdagangan global, serta persoalan struktural domestik.
“Apindo memandang tantangan ekonomi tidak cukup dijawab dengan diagnosis. Dunia usaha membutuhkan kepastian kebijakan, penyelesaian hambatan secara end-to-end, serta kolaborasi yang berorientasi pada implementasi solusi,” kata Shinta.
Ketua Bidang UMKM sekaligus Ketua Pokja Program Strategis Apindo Ronald Walla mengatakan, Rakerkonas ini menjadi forum strategis untuk mengonsolidasikan persoalan nyata dunia usaha dari pusat dan daerah, membangun dialog dengan pemerintah, dan menerjemahkannya menjadi rekomendasi kebijakan serta program kerja yang implementatif.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Apindo Sanny Iskandar memaparkan bahwa sepanjang satu tahun terakhir Apindo menjalankan tujuh program strategis.
Adapun ketujuh program strategis itu adalah agenda ketenagakerjaan, advokasi kebijakan, Task Force Debottlenecking Hambatan Berusaha, dan agenda utilisasi perjanjian perdagangan internasional.
Lebih lanjut, Apindo Investment Unit untuk menghubungkan investor dengan potensi daerah; Apindo Family Business Network; hingga program unggulan seperti Apindo UMKM Merdeka, Gerakan Pengusaha Mengajar, dan GAS-KIPAS Stunting.
“Capaian ini akan kami bawa ke hadapan seluruh Dewan Pengurus Provinsi untuk dievaluasi secara terbuka. Rakerkonas bukan forum seremoni, tapi ruang pertanggungjawaban dan penajaman arah kerja ke depan,” ujar Sanny.
Melalui Rakerkonas ke-35, lanjut dia, Apindo menegaskan bahwa ketahanan ekonomi nasional bukan sekadar tanggung jawab pemerintah, melainkan hasil sinergi kolektif antara negara, dunia usaha, pekerja, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Hasil rekomendasi Rakerkonas Apindo akan disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia (Prabowo Subianto) sebagai masukan strategis dalam memperkuat arah kebijakan ekonomi nasional,” kata dia.
Baca juga: Apindo: Arah kebijakan moneter penting dalam transisi kepemimpinan BI
Baca juga: Askrindo gandeng Apindo memperkuat ekosistem usaha di Kalimantan Utara
Baca juga: Apindo masih mencermati perkembangan tarif dagang AS
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.