Melampaui Energy Trilemma untuk Membangun Ekonomi Hijau Indonesia

calendar_today 03.08.2026 - person  - timer ~

Catatan: Artikel ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi CNBCIndonesia.com

Selama lebih dari dua dekade, perdebatan kebijakan energi global hampir selalu berangkat dari kerangka konsep Energy Trilemma. Konsep yang diperkenalkan World Energy Council menempatkan tiga tujuan yang harus diraih secara bersamaan, yakni keamanan energi, keterjangkauan energi, dan keberlanjutan lingkungan.

Ketiganya lalu menjadi kompas bagi pemerintah, lembaga internasional, pelaku industri, dan akademisi dalam menilai keberhasilan sebuah sistem energi. Indonesia pun mengadopsi semangat serupa melalui target bauran energi nasional, percepatan energi baru terbarukan, peningkatan rasio elektrifikasi, hingga Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang semakin berorientasi pada transisi energi.

Energy Trilemma telah memberi fondasi penting. Namun, perubahan ekonomi dan geopolitik beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa tiga dimensi itu belum cukup untuk menjawab tantangan abad ke-21.

Energi kini bukan sekadar komoditas atau layanan publik. Ia telah menjadi instrumen untuk membangun daya saing, menguasai teknologi masa depan, menarik investasi, dan memperkuat posisi sebuah negara dalam rantai nilai global.

Pandemi COVID-19 membuka aspek rapuhnya rantai pasok energi dan industri. Konflik Rusia-Ukraina mendorong lonjakan harga minyak, gas, dan batu bara, serta memaksa banyak negara mengubah strategi energinya dalam waktu singkat. Ketegangan di Timur Tengah terus menciptakan ketidakpastian terhadap pasokan minyak dunia.

Pada saat yang sama, rivalitas teknologi Amerika Serikat dan China menggeser perhatian global dari sekadar produksi energi menuju penguasaan teknologi energi bersih, mineral kritis, baterai, kendaraan listrik, hidrogen hijau, dan kecerdasan buatan yang menopang sistem kelistrikan modern.

Dalam lanskap baru ini, negara yang mampu menghubungkan kebijakan energi dengan strategi industrialisasi akan memperoleh manfaat jauh lebih besar daripada negara yang hanya berfokus pada penyediaan energi. Energi telah berubah menjadi instrumen pembangunan ekonomi sekaligus sumber keunggulan kompetitif nasional.

Karena itu, paradigma yang hanya mengejar pasokan aman, harga terjangkau, dan emisi rendah tidak lagi memadai apabila kebijakan energi gagal menciptakan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan.

Indonesia sesungguhnya berada pada posisi strategis. Kita memiliki cadangan nikel yang sangat besar sebagai bahan baku industri baterai kendaraan listrik. Indonesia juga dianugerahi potensi energi surya karena berada di kawasan tropis, panas bumi yang besar, sumber daya angin di berbagai wilayah pesisir, biomassa dari sektor pertanian dan kehutanan, serta energi laut yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Modal itu dilengkapi pasar domestik yang besar, bonus demografi, dan posisi geografis sebagai penghubung jalur perdagangan internasional. Seluruhnya seharusnya tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, tetapi juga untuk membangun industri masa depan, meningkatkan ekspor, menciptakan pekerjaan berkualitas, dan memperkuat struktur ekonomi.

Masalahnya, Energy Trilemma belum secara tegas menempatkan daya saing ekonomi sebagai tujuan utama kebijakan energi. Akibatnya, banyak proyek masih dinilai berdasarkan kapasitas pembangkit, biaya produksi listrik, atau penurunan emisi, tanpa cukup mengukur dampaknya terhadap pengembangan industri nasional dan transformasi ekonomi jangka panjang.

Di sinilah Indonesia perlu memperluas cara pandang dari Energy Trilemma menuju Energy Quadrilemma. Kerangka ini mempertahankan tiga pilar lama, tetapi menambahkan dimensi keempat, yaitu economic competitiveness atau daya saing ekonomi. Penambahan tersebut bukan sekadar istilah baru. Ia mengubah cara kita memandang setiap investasi energi sebagai investasi ekonomi.

Pembangunan pembangkit, jaringan transmisi, fasilitas penyimpanan, dan infrastruktur energi lainnya harus dirancang untuk menghasilkan efek berganda bagi industri, inovasi teknologi, investasi, ekspor, dan penciptaan lapangan kerja. Keberhasilan proyek tidak cukup diukur dari jumlah megawatt atau besarnya emisi yang berkurang. Kita juga harus menghitung kontribusinya terhadap produktivitas nasional dan posisi Indonesia dalam persaingan global.

Benih pendekatan ini sebenarnya sudah terlihat. Hilirisasi mineral, terutama nikel, menunjukkan bagaimana sumber daya mulai diposisikan sebagai penggerak industrialisasi. Ekosistem kendaraan listrik, industri baterai, kawasan industri hijau, dan pembangunan smelter memperlihatkan upaya mengubah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi.

Logika yang sama perlu diterapkan pada energi terbarukan. Pembangunan pembangkit surya tidak boleh berhenti pada pemasangan panel. Ia harus menjadi momentum untuk membangun industri panel, inverter, kabel, struktur baja, perangkat digital, serta pusat riset teknologi energi bersih.

Pembangkit angin juga seharusnya mendorong manufaktur turbin, logistik maritim, konstruksi lepas pantai, dan pengembangan tenaga kerja berkeahlian tinggi. Dengan cara itu, setiap rupiah yang ditanamkan di sektor energi menghasilkan manfaat yang jauh lebih luas daripada sekadar listrik.

Energy Quadrilemma juga menawarkan perspektif baru dalam mengevaluasi kebijakan nasional. Keamanan energi tetap dijaga melalui diversifikasi sumber, cadangan strategis, penguatan jaringan, dan ketahanan terhadap gangguan geopolitik. Keterjangkauan tetap penting agar masyarakat memperoleh energi dengan harga wajar dan industri tetap kompetitif.

Keberlanjutan lingkungan terus diperkuat melalui bauran energi terbarukan, efisiensi, penurunan emisi, dan pencapaian target net zero emissions. Namun, ketiganya harus berjalan bersama peningkatan daya saing melalui pengembangan industri dalam negeri, penguasaan teknologi, kandungan lokal, riset, inovasi, dan penciptaan pekerjaan berkualitas.

Empat dimensi itu bukan tujuan yang saling meniadakan. Proyek yang dirancang dengan baik dapat sekaligus memperkuat pasokan, menjaga harga, menekan emisi, dan melahirkan industri baru.

Perubahan ukuran keberhasilan itu penting karena keputusan investasi energi selalu membawa konsekuensi jangka panjang. Pembangkit, jaringan, fasilitas penyimpanan, dan kawasan industri akan beroperasi selama puluhan tahun. Apabila sejak awal proyek hanya dirancang untuk mengejar kapasitas termurah, Indonesia dapat kehilangan kesempatan membangun kemampuan manufaktur, teknologi, dan sumber daya manusia sendiri.

Sebaliknya, apabila setiap proyek disusun sebagai bagian dari strategi industrialisasi, belanja energi dapat menjadi sarana memperbesar basis produksi nasional.
Dimensi daya saing juga membantu pemerintah melihat pertukaran kepentingan secara lebih jernih.

Kebijakan kandungan lokal, misalnya, tidak cukup dinilai dari persentase komponen domestik. Ukurannya harus mencakup kualitas teknologi yang dikuasai, biaya yang tetap kompetitif, kemampuan pemasok nasional memenuhi standar internasional, serta peluang produknya memasuki pasar ekspor. Dengan demikian, perlindungan industri tidak berhenti sebagai kewajiban administratif, tetapi menjadi jalan menuju peningkatan kapasitas.

Hal yang sama berlaku pada investasi asing. Modal dan teknologi global tetap dibutuhkan untuk mempercepat transisi. Namun, investasi harus dirancang agar menghasilkan transfer pengetahuan, pengembangan pemasok domestik, pusat riset, dan peningkatan keterampilan tenaga kerja.

Indonesia tidak boleh puas hanya menjadi lokasi proyek atau pemasok bahan baku. Tujuannya harus naik kelas menjadi produsen teknologi, komponen, dan layanan energi yang mampu bersaing di pasar regional maupun global.

Pendekatan inilah yang akan menentukan keberhasilan Indonesia memanfaatkan transisi energi global. Dunia sedang berlomba membangun ekonomi hijau. Pemenangnya bukan semata negara dengan sumber energi terbarukan terbesar, melainkan negara yang mampu menguasai teknologi, membangun kapasitas industri, menarik investasi berkualitas, dan menempati posisi penting dalam rantai pasok dunia.

Indonesia memiliki prasyarat untuk berada di barisan depan. Faktor yang dibutuhkan saat ini adalah keberanian untuk mengubah kebijakan energi dari pendekatan sektoral menjadi agenda pembangunan nasional yang terintegrasi. Kebijakan energi tidak dapat lagi berjalan terpisah dari kebijakan industri, perdagangan, investasi, pendidikan, serta riset dan inovasi. Semuanya harus bergerak dalam satu arah yaitu menjadikan energi sebagai mesin pertumbuhan.

Visi Indonesia Emas 2045 menempatkan transformasi ekonomi sebagai agenda utama. Dalam konteks itu, energi menjadi fondasi bagi seluruh aktivitas ekonomi. Namun, fondasi tersebut hanya memberi manfaat maksimal apabila menciptakan nilai tambah yang luas bagi masyarakat.

Karena itu, keberhasilan transisi energi tidak boleh hanya diukur dari kapasitas energi terbarukan yang terpasang atau emisi yang berhasil ditekan. Indikatornya harus mencakup industri baru yang lahir, investasi yang masuk, ekspor produk berteknologi tinggi, tenaga kerja terampil yang terserap, kandungan lokal yang meningkat, serta posisi Indonesia dalam rantai nilai global.

Sudah saatnya Indonesia melampaui Energy Trilemma. Menambahkan daya saing ekonomi tidak mengurangi arti keamanan, keterjangkauan, atau keberlanjutan. Justru dimensi keempat memastikan ketiganya menghasilkan manfaat ekonomi nyata bagi bangsa.

Pemerintah memiliki peluang untuk menjadikan Energy Quadrilemma sebagai landasan baru perencanaan energi nasional. Dengan menyelaraskan kebijakan energi, industri, investasi, perdagangan, pendidikan, dan riset, Indonesia dapat membangun sistem energi yang tidak hanya aman, terjangkau, dan berkelanjutan, tetapi juga produktif, inovatif, dan kompetitif.

Langkah itu akan memperkuat industrialisasi, membuka pekerjaan berkualitas, meningkatkan ekspor, dan membawa Indonesia menjadi kekuatan ekonomi hijau yang diperhitungkan dunia.

(miq/miq)

Herdman fokus benahi kerapatan formasi jelang hadapi Singapura di Piala AFF 2026

calendar_today 03.08.2026 - person  - timer ~

Herdman fokus benahi kerapatan formasi jelang hadapi Singapura di Piala AFF 2026

Selasa, 4 Agustus 2026 05:53 WIB

Image Print

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memberikan instruksi kepada anak latihnya saat melawan Timnas Kamboja saat pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (27/7/2026). Indonesia menang atas Kamboja dengan skor akhir 5-1. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/agr

Jakarta (ANTARA) - Pelatih tim nasional sepak bola Indonesia John Herdman menyebutkan kerapatan formasi tim asuhannya harus diperbaiki untuk menghadapi laga berikutnya pada fase grup Piala AFF 2026.

"Saya rasa bagi kami, kami harus tetap menjaga kerapatan formasi. Baik saat kami menyerang maupun bertahan, formasi harus tetap rapat," kata John Herdman dalam konferensi pers usai laga melawan Vietnam di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Senin.

Ia menyampaikan hal itu berkaitan dengan evaluasinya terhadap permainan timnya setelah menelan kekalahan 0-3 dari Vietnam pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026.

Herdman menjelaskan bahwa selain kerapatan formasi, manajemen permainan juga harus secara lebih baik lagi yang dimulai dari pelatih, bukan dari pemain, dalam mengelola pertandingan.

Dalam pertandingan melawan Vietnam, kata dia, timnya ingin bermain menyerang, mengalirkan permainan ke lini depan atau pertahanan lawan.

Pihaknya tidak ingin menjadi tim yang hanya bertahan di area sendiri dan mengandalkan serangan balik, meski strategi semacam itu membutuhkan keberanian serta memiliki risiko tersendiri.

"Kami hanya harus mempelajari momen-momen yang tepat agar pertahanan kami rapat saat diserang dan transisi bertahan kami terorganisasi dengan lebih baik," katanya.

Herdman menambahkan bahwa kunci utama adalah manajemen permainan yang lebih baik dan transisi bertahan tim. Kedua aspek itu, kata dia, yang akan dibawa saat bertandang ke markas Singapura pada 7 Agustus mendatang.

"Kami harus tetap bersatu karena kami masih memiliki satu pertandingan lagi untuk dimainkan, dan itu adalah pertandingan yang besar," katanya.

Kekalahan skuad Garuda dari Vietnam merupakan kekalahan pertama di fase grup setelah memetik dua kemenangan berturut-turut atas Kamboja (5-1) dan Timor Leste (3-0).

Selanjutnya, Indonesia akan melakoni laga terakhir di fase grup melawan Singapura yang menjadi laga krusial yang menentukan nasib untuk melaju ke babak semifinal Piala AFF 2026.
Baca juga: Timnas Indonesia kalah telak 0-3 atas Vietnam di Piala AFF
Baca juga: Fokus pulihkan cidera, Marselino dipastikan absen hingga akhir Piala AFF 2026
Baca juga: Indonesia cukur Kamboja pada laga Grup A Piala AFF 2026
Baca juga: Herdman puji performa Mitchell Baker di pemusatan latihan timnas Indonesia

Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: Rajib Rizali
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

GMR membuka peluang perluas investasi di bandara lain Indonesia

calendar_today 03.08.2026 - person  - timer ~

Visakhapatnam, India (ANTARA) - GMR Airports Limited (GMR Airports), perusahaan operator bandara asal India, membuka peluang untuk memperluas investasinya di Indonesia.

Business Chairman International Airports & Energy GMR Group Srinivas Bommidala menyatakan pihaknya siap berpartisipasi dalam pengembangan bandara lain di Indonesia apabila pemerintah membuka kesempatan bagi swasta untuk terlibat dalam pengelolaannya.

“Jika pemerintah membuka kesempatan bagi swasta, kami sangat tertarik untuk ikut dalam proses penawaran. Semuanya bergantung pada pemerintah Indonesia. Jika pemerintah terbuka untuk privatisasi (bandara), kami siap berpartisipasi,” kata Bommidala di Visakhapatnam, India, Senin.

Baca juga: PM Modi meresmikan Bandara Internasional Alluri Sitarama Raju di India

Ketika ditanya apakah GMR siap mengikuti peluang tersebut kapan saja, Bommidala menegaskan kesiapan perusahaannya.

"Kita tahu, Indonesia adalah salah satu negara yang sangat penting, karena itu kami berminat untuk meningkatkan investasi di Indonesia," ujarnya.

Meski pihaknya telah berinvestasi di Indonesia dengan menanamkan investasi di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara, hal itu dirasa perlu diperluas. Sebab, menurut Bommidala, Indonesia merupakan negara yang penting bagi India, serta memiliki hubungan sejarah yang kuat selama berabad-abad, bahkan sebelum kedua negara terbentuk. Sebagaimana diketahui, GMR Airports memiliki investasi di Indonesia melalui kemitraan dengan PT Angkasa Pura II dalam pengembangan Bandara Internasional Kualanamu.

Kemitraan tersebut dilakukan melalui pendirian perusahaan patungan (joint venture) PT Angkasa Pura Aviasi dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Dalam skema itu, GMR Airports menguasai 49 persen saham, sedangkan 51 persen sisanya dimiliki PT Angkasa Pura II.

Baca juga: BNNP NTB ungkap penyelundupan sabu satu kilogram dari Malaysia

Kemitraan diarahkan untuk mengelola Kualanamu menjadi salah satu hub penerbangan internasional utama di kawasan barat Indonesia sekaligus memperkuat konektivitas penerbangan dengan Asia Selatan.

Terminal penumpang Kualanamu saat ini dirancang untuk menampung sekitar 8 juta hingga 9 juta penumpang per tahun. Pengembangan Bandara Kualanamu dilakukan secara bertahap dalam empat fase dengan target kapasitas terminal mencapai 65 juta penumpang per tahun pada 2047.

Ketertarikan GMR terhadap pasar Indonesia juga sejalan dengan strategi pengembangan jaringan penerbangan internasional perusahaan tersebut.

Bommidala memandang Indonesia merupakan pasar strategis untuk memperkuat konektivitas India dengan Asia Tenggara sekaligus membuka akses penerbangan langsung menuju sejumlah destinasi internasional.

Peluang tersebut semakin terbuka seiring dengan pengembangan Bandara Internasional Alluri Sitarama Raju (Bandara Bhogapuram) di Provinsi Andhra Pradesh, India. Bandara tersebut baru diresmikan pada Sabtu lalu (1/8), dan ditargetkan mulai beroperasi penuh pada Senin mendatang (17/8).

“Dengan operasi dan kemitraan yang mencakup India, Indonesia, Filipina, dan Yunani, kami membangun platform penerbangan internasional terpadu yang menghubungkan perekonomian, mendorong pariwisata, memfasilitasi perdagangan, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Bommidala.

Pewarta : Bayu Saputra
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Fulham resmi rampungkan transfer Garcia dari Real Madrid

calendar_today 03.08.2026 - person  - timer ~

Fulham resmi rampungkan transfer Garcia dari Real Madrid

Selasa, 4 Agustus 2026 05:52 WIB

Image Print

Pemain Real Madrid Gonzalo Garcia berselebrasi setelah sukses mencetak gol ke gawang Real Oviedo pada laga pekan ke-36 Liga Spanyol 2025/26 di Stadion Santiago Bernabeu, Jumat. Madrid menang 2-0. (X/LaLiga)

Dengan senang hati klub mengumumkan perekrutan Gonzalo Garcia dari Real Madrid

Jakarta (ANTARA) - Fulham resmi merampungkan transfer penyerang muda Gonzalo Garcia dari Real Madrid pada musim panas 2026

"Dengan senang hati klub mengumumkan perekrutan Gonzalo Garcia dari Real Madrid," demikian bunyi pernyataan Fulham melalui situs resmi pada Selasa.

Penyerang asal Spanyol berusia 22 tahun itu menandatangani kontrak hingga 2031, dengan Fulham memiliki opsi perpanjangan selama satu tahun.

Media Spanyol melaporkan nilai transfer Garcia mencapai sekitar 40 juta euro (sekitar Rp750 miliar). Sementara itu, Real Madrid dikabarkan tetap mempertahankan klausul penjualan kembali (sell-on clause) sebesar 30 persen bila sang pemain dijual di masa mendatang.

Garcia menjalani musim paling produktif dalam kariernya bersama Real Madrid pada 2025/26. Ia mencetak delapan gol di semua kompetisi, termasuk enam gol di LaLiga.

Salah satu penampilan terbaiknya terjadi pada Januari saat mencetak hattrick ke gawang Real Betis.

Setelah diperkenalkan sebagai pemain baru Fulham, Garcia mengaku antusias memulai petualangan barunya di Liga Inggris.

"Saya sangat bersyukur dan sangat senang bisa berada di sini. Saya ingin berterima kasih kepada jajaran klub dan Arbeloa atas kepercayaan yang mereka berikan kepada saya. Saya sangat bersemangat untuk segera memulai," ujar Garcia kepada FFCtv.

Kedatangan Garcia juga membuatnya kembali bekerja sama dengan Alvaro Arbeloa. Fulham menunjuk mantan pelatih Real Madrid itu sebagai pelatih kepala pada musim panas ini.

Arbeloa mengambil alih kursi pelatih Fulham menyusul kepergian Marco Silva pada akhir Juni lalu.

Garcia bukan satu-satunya pemain muda Spanyol yang hijrah dari Real Madrid ke Craven Cottage. Gelandang serang berusia 21 tahun, Cesar Palacios, juga bergabung dengan Fulham setelah menembus tim utama Madrid di bawah asuhan Arbeloa dalam beberapa bulan terakhir.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Fulham resmi rampungkan transfer Gonzalo Garcia dari Real Madrid

Pewarta : Hendri Sukma Indrawan
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Kejagung geledah kantor Don Ritto terkait kasus TPPU Febrie Adriansyah - ANTARA News Bangka Belitung

calendar_today 03.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Kejaksaan Agung menggeledah sejumlah lokasi, termasuk kantor pihak swasta Don Ritto di Jakarta Selatan, dalam penyidikan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat tersangka Febrie Adriansyah.

“Saat ini, tim penyidik (Tim 9) melakukan penggeledahan kantor DR dan rekan di Jakarta Selatan,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Anang Supriatna dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Selain kantor Don Ritto, penyidik juga menggeledah rumah tersangka Nurman Herin di Depok, Jawa Barat, serta kantor PT HI, PT PIS, PT KPE, dan PT SME di Jakarta Selatan.

Pada hari yang sama, penyidik turut memeriksa empat saksi, yakni T, ER, DH, dan HH yang merupakan pihak swasta.

Anang mengatakan seluruh langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh alat bukti, memperjelas konstruksi perkara, serta menelusuri aset yang diduga berasal dari hasil tindak pidana.

Ia menegaskan penyidikan akan terus dilakukan secara profesional, independen, dan akuntabel dengan tetap menjunjung asas praduga tidak bersalah serta prinsip kehati-hatian.

"Tim penyidik akan terus menyampaikan perkembangan penanganan perkara kepada publik sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan peraturan perundang-undangan," ujarnya.

Dalam perkara dugaan TPPU tersebut, penyidik telah menetapkan dua tersangka, yakni mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah dan pihak swasta Nurman Herin.

Penyidikan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor Print-03/F.2/Fd.2/07/2026 yang diterbitkan pada 20 Juli 2026.

Surat perintah penyidikan itu diterbitkan setelah Kejaksaan Agung menerima pelimpahan berkas perkara dan barang bukti dari Polri berupa emas seberat 74 kilogram serta uang valuta asing senilai ratusan miliar rupiah.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung juga menerbitkan tiga surat perintah penyidikan (sprindik) setelah menerima pengalihan perkara dari Polri.

Ketiga surat perintah penyidikan tersebut meliputi perkara dugaan tindak pidana korupsi dan TPPU di PT KNI, dugaan korupsi tata kelola batu bara di PLTU yang diduga memicu pemadaman listrik, serta dugaan korupsi dan TPPU dalam penanganan perkara PT Asabri.

Dalam perkara PT Asabri, Polri menetapkan Febrie Adriansyah sebagai tersangka dugaan korupsi dan TPPU, sedangkan Don Ritto ditetapkan sebagai tersangka TPPU.

Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Menkomdigi Soroti Konten Kreator Rekam Video Tanpa Izin, Sebut Langgar UU PDP

calendar_today 03.08.2026 - person  - timer ~

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:30 WIB

VIVA –Kasus dugaan perekaman tanpa izin yang dilakukan oleh konten kreator  Ebem Martono yang merekam usher atau SPG dalam pameran otomotif terbesar di Indonesia mendapat kritik keras dari berbagai pihak.

Baca Juga

Menyusul dengan permasalahan tersebut,  Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebutkan kreator konten yang merekam video tanpa persetujuan dari pihak yang bersangkutan bisa disebut melanggar Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Terkait dengan perekaman tanpa izin terhadap seorang perempuan ini juga kita mendapat banyak masukan. Pada prinsipnya adalah kita perlu sekali mengingatkan bahwa ini pelanggaran terhadap Undang-Undang PDP yang pertama, dan yang kedua pelanggaran terhadap etika," kata Meutya di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Senin 3 Agustus 2026.

Baca Juga

Untuk diketahui, UU PDP, wajah dan citra diri termasuk sebagai data pribadi bersifat biometrik dan itu harus dilindungi karena wajah merupakan data unik yang melekat pada identitas fisik seseorang. Maka dari itu, perekaman wajah tanpa izin oleh kreator konten terhadap pihak terkait dapat menjadi bentuk pelanggaran regulasi yang berlaku di Indonesia

Di sisi lain terkait dengan dalil konten kreator yang menyebut video diambil di ruang publik, tetap saja hal itu melanggar ketentuan UU PDP.

Baca Juga

"Jadi tidak boleh ada orang yang merekam tanpa izin meskipun di ranah publik. Ini kasusnya kurang lebih sama dengan ketidaknyamanan yang disampaikan teman-teman misalnya yang sedang olahraga di jalan-jalan raya kemudian direkam tanpa izin. Jadi kita akan berlakukan ini sebagai hal yang sama," kata Meutya.

Dalam hal pelanggaran etika, kasus ini menurut Meutya telah melanggar keamanan bagi perempuan di ruang publik. Padahal seharusnya dalam pembuatan konten yang positif, kelompok rentan seperti anak-anak dan perempuan justru harus dilindungi.

"Dalam kerangka menjaga tidak hanya perempuan ya, tapi khususnya perempuan dan anak-anak. Kegiatan perekaman tanpa izin ini harus kita setop," kata Meutya. (Ant)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Permintaan Maaf Konten Kreator

Konten kreator yang dimaksud ternyata bernama Emanuel Bryan atau dikenal dengan Ebe Martono. Menyusul dengan insiden ini dirinya juga terlihat membuat klarifikasi permintaan maaf terkait permasalahan tersebut.

Halaman Selanjutnya

“Beberapa hari ini sedang ramai terjadinya kegaduhan sebelumnya saya Brian saya ingin  minta maaf atas semua kesalahan yang timbul dari kelakuan saya. Saya tidak membenarkan, saya hanya meminta maaf atas semua pihak yang merasa dirugikan,” kata dia dikutip dari akun Instagram miliknya.

Bahlil tegaskan tambang yang beroperasi di Raja Ampat hanya GAG Nikel - ANTARA News Jawa Timur

calendar_today 03.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan tambang yang beroperasi di Raja Ampat, Papua Barat Daya, hanya tersisa satu yakni PT GAG Nikel.

“Aku kan udah bilang, kalau di Raja Ampat itu izin yang masih beroperasi tinggal punya BUMN, GAG Nikel itu,” ujar Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin.

Bahlil menjelaskan bahwa perusahaan GAG Nikel sudah ada sebelum ia menjabat sebagai Menteri ESDM.

Untuk izin-izin pertambangan lainnya di Raja Ampat, kata Bahlil, sudah dicabut oleh pemerintah pada 2025. Selain itu, izin yang telah dicabut sebelumnya dikeluarkan oleh kepala daerah dari wilayah tersebut, seperti gubernur dan bupati.

“Bukan gubernur dan bupati yang salah juga, mazhabnya waktu itu adalah undang-undang kewenangan daerah. Jadi tidak ada izin yang keluar dari pusat,” ucap Bahlil.

Pernyataan tersebut merespons pernyataan Greenpeace Indonesia. Dikutip dari laman resmi Greenpeace Indonesia, laporan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tersebut menyatakan setidaknya ada tiga perusahaan yang tengah memproses izin pertambangan nikel, dengan rencana wilayah operasi di bagian timur Pulau Waigeo.

Salah satu dari tiga perusahaan nikel tersebut juga berusaha mengaktivasi izin pertambangan batu bara di Pulau Misool. Selain itu terdapat dua perusahaan minyak dan gas yang beroperasi di darat dan laut sekitar Pulau Salawati.

Temuan-temuan tersebut menunjukkan sejauh mana ancaman industri energi kotor mengintai Raja Ampat, kawasan yang juga dikenal sebagai ‘surga terakhir di Bumi’ dan ruang hidup bagi banyak komunitas Masyarakat Adat.

Terkait hal tersebut, Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno menyampaikan pemerintah sudah mencabut izin-izin pertambangan di kawasan Raja Ampat dan menyisakan izin pertambangan untuk GAG Nikel.

“Dulu ada beberapa, tetapi kan sudah dicabut. Tinggal GAG Nikel,” kata Tri Winarno.

Pada 2025, pemerintah mendapatkan aduan dari masyarakat terkait aktivitas pertambangan di Raja Ampat, karena lokasi tersebut merupakan pusat keanekaragaman hayati dengan ekosistem yang rentan jika terpapar potensi pencemaran.

Pemerintah akhirnya mencabut empat izin usaha pertambangan (IUP) di Raja Ampat, karena beberapa di antaranya masuk kawasan lindung, yaitu PT Anugerah Surya Pratama, PT Nurham, PT Melia Raymond Perkasa, dan PT Kawai Sejahtera.

Sedangkan PT Gag Nikel, yang merupakan anak usaha PT Antam Tbk, hanya dihentikan sementara operasinya untuk peninjauan dan audit lingkungan. Kemudian, sejak Rabu (3/9/2025), perusahaan itu kembali diizinkan beroperasi.

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Sumbawa menyerahkan tujuh kontainer sampah perkuat layanan kebersihan

calendar_today 03.08.2026 - person  - timer ~

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyerahkan tujuh unit kontainer sampah guna memperkuat layanan kebersihan hingga ke wilayah-wilayah kecamatan.

Wakil Bupati Sumbawa Mohamad Ansori menegaskan bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan pelayanan publik serta memastikan setiap anggaran daerah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Penggunaan anggaran sekecil apa pun, bahkan satu rupiah uang rakyat, harus benar-benar bermanfaat untuk rakyat," tegas Wabup pada kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah dan penyerahan kontainer sampah di Kecamatan Utan, melalui keterangan resmi di Mataram, Senin.

Wabup mengapresiasi dukungan DPRD melalui alokasi dana pokok-pokok pikiran (pokir) yang diwujudkan dalam pengadaan kontainer sampah tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat dapat diterjemahkan menjadi program yang langsung dirasakan manfaatnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak cukup hanya dengan penyediaan sarana, tetapi juga memerlukan perubahan perilaku masyarakat. Karena itu, warga diimbau mulai memilah sampah dari rumah, mengolah sampah organik secara mandiri, dan memanfaatkan kontainer hanya untuk sampah residu sehingga volume sampah yang masuk ke TPA dapat terus ditekan.

Selain itu, Wabup turut mendorong lahirnya inovasi melalui penyelenggaraan car free night di kawasan Taman Utan sebagai ruang aktivitas masyarakat sekaligus wadah pemberdayaan UMKM lokal.

Pengadaan kontainer tersebut bersumber dari dana pokir anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Utan dan sekitarnya, yang dialokasikan melalui DPA Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa sebagai wujud sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa Pipin Sakti Bitongo mengatakan enam unit kontainer ditempatkan di Desa Stowe Brang, Pukat, Motong, Orong Bawa, Sabedo, dan Jorok, sedangkan satu unit lainnya disiapkan sebagai kontainer cadangan untuk menjamin keberlangsungan pelayanan.

Baca juga: Halal bukan lagi isu agama, tetapi simbol kesehatan dan kebersihan

"Pengangkutan sampah akan didukung armada arm roll truck menuju TPA Raberas sesuai jadwal yang telah ditetapkan," ujarnya.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sumbawa M. Berlian Rayes mengakui persoalan lingkungan, pengelolaan sampah, dan penataan pasar menjadi tiga isu utama yang perlu mendapat perhatian di Kecamatan Utan.

Baca juga: ITDC intensifkan kebersihan kawasan KEK Mandalika

"Penyelesaiannya memerlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, DPRD, dan masyarakat," katanya.

Senada dengan itu, Camat Utan Sartono juga mengakui persoalan sampah masih menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian bersama.

"Oleh karena itu, dukungan sarana dan prasarana dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa diharapkan mampu meningkatkan kualitas kebersihan lingkungan sekaligus membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab," katanya.

Menkomdigi: KIP garda depan informasi jernih dan perangi hoaks - ANTARA News Bangka Belitung

calendar_today 03.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan Komisi Informasi Pusat (KIP) menjadi garda terdepan untuk menghadirkan informasi jernih kepada publik Indonesia dan juga berperan penting memerangi hoaks yang beredar di ruang digital.

Hal itu disampaikan Meutya usai melantik sebanyak tujuh anggota KIP periode 2026-2030 di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Senin.

"Keterbukaan informasi adalah bagian dari demokrasi terutama di masa-masa di mana kita juga harus berjibaku untuk melawan perang terhadap demokrasi melalui hoaks. Jadi hoaks itu adalah musuh dari demokrasi dan tentu KIP menjadi garda terdepan juga untuk memberikan informasi yang sebenar-benarnya kepada publik," kata Meutya.

Ketujuh anggota KIP yang dikukuhkan di periode 2026-2030 di antaranya adalah Handoko Agung Saputro sebagai Ketua, Hafidhah, Arman Fauzi, Dery Hendryan, Edi Purwanto, Joemarthine Chandra, dan Rini Purwandari.

Meutya mengatakan dengan susunan komisioner yang baru diharapkan KIP dapat memastikan keterbukaan informasi berjalan dengan lebih optimal di Indonesia lewat inovasi-inovasi baru.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyaksikan penandatanganan dokumen pengambilan Sumpah Jabatan dan Pengukuhan Anggota KIP periode 2026-2030 di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026) (ANTARA/HO-Kementerian Komunikasi dan Digital)

Para komisioner ini dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 77/P tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Komisi Informasi Pusat.

Beberapa tugas yang diamanatkan agar dijaga penanganannya oleh para komisioner KIP periode 2026-2030 di antaranya penyelesaian sengketa informasi dan pemerataan akses layanan publik di berbagai instansi tidak hanya di tingkat pusat tapi juga berbagai daerah di Indonesia.

Selain itu, Meutya juga menargetkan agar indeks Keterbukaan Informasi Publik sebagai ukuran kinerja KIP yang terukur dapat ditingkatkan pada 2027.

Adapun pada tahun ini indeks tersebut bernilai 66,43 poin, dan ditargetkan pada tahun depan dapat meningkat minimal menjadi 75 poin.

Harapannya dengan meningkatnya indeks Keterbukaan Informasi Publik maka dapat terlihat komitmen negara hadir, memastikan keterbukaan informasi berjalan dengan baik untuk masyarakat luas.

Pewarta: Livia Kristianti
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Merasa Keuangan Selalu Tertinggal? Bisa Jadi 6 Pola Pikir Ini yang Diam-diam Menghambatmu

calendar_today 03.08.2026 - person  - timer ~

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:28 WIB

VIVA – Banyak orang merasa kondisi keuangannya selalu tertinggal dibandingkan orang lain. Padahal, mereka sudah bekerja keras, memiliki tabungan, bahkan mulai belajar berinvestasi. Meski begitu, perasaan "belum cukup" atau "masih kalah jauh" tetap menghantui.

Baca Juga

Fenomena ini tidak selalu disebabkan oleh jumlah penghasilan. Sering kali, akar masalahnya justru berasal dari cara seseorang memandang uang dan kesuksesan finansial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Media sosial, tekanan lingkungan, hingga ekspektasi tentang pencapaian di usia tertentu membuat banyak orang merasa gagal, meski kenyataannya mereka sedang berada di jalur yang tepat.

Baca Juga

Berikut enam keyakinan yang umum dimiliki orang yang selalu merasa tertinggal secara finansial, melansir dari YourTango. 

1. Menganggap semua orang sudah sukses mengatur keuangan

Baca Juga

Di era media sosial, mudah sekali melihat teman membeli rumah, berlibur ke luar negeri, atau memamerkan mobil baru. Hal tersebut membuat banyak orang berpikir bahwa semua orang sudah mapan secara finansial, kecuali dirinya.

Padahal, apa yang terlihat di media sosial hanyalah sebagian kecil dari kenyataan. Bisa saja liburan tersebut telah direncanakan bertahun-tahun, rumah dibeli dengan bantuan keluarga, atau kendaraan diperoleh melalui cicilan panjang.

Banyak orang yang tampak sukses sebenarnya juga sedang menghadapi tekanan finansial yang tidak mereka tampilkan di depan publik.

2. Merasa seharusnya sudah mencapai target tertentu

Tidak sedikit orang memiliki daftar pencapaian yang dianggap wajib diraih saat memasuki usia tertentu. Misalnya, harus sudah memiliki rumah sebelum usia 30 tahun, dana pensiun yang cukup, atau penghasilan tinggi.

Padahal, perjalanan hidup setiap orang berbeda-beda. Ada yang harus membayar biaya kuliah sendiri, memiliki tanggungan keluarga, berganti karier, atau memulai usaha dari nol.

Karena itu, membandingkan pencapaian pribadi dengan standar yang dibentuk masyarakat hanya akan membuat seseorang merasa gagal, meski sebenarnya ia terus mengalami perkembangan.

3. Percaya satu kesalahan finansial akan menghancurkan masa depan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kesalahan dalam mengelola uang memang bisa terjadi pada siapa saja. Misalnya, terlilit utang kartu kredit, salah memilih investasi, atau mengambil keputusan keuangan yang kurang tepat.

Namun, satu kesalahan tidak berarti masa depan telah berakhir. Banyak pengusaha dan investor sukses juga pernah mengalami kegagalan finansial. Bedanya, mereka menganggap kesalahan sebagai pelajaran, bukan identitas yang akan melekat selamanya.

Halaman Selanjutnya

Selama masih ada kesempatan memperbaiki kondisi keuangan, peluang untuk bangkit tetap terbuka.