Merasa Keuangan Selalu Tertinggal? Bisa Jadi 6 Pola Pikir Ini yang Diam-diam Menghambatmu

calendar_today 03.08.2026 - person  - timer ~

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:28 WIB

VIVA – Banyak orang merasa kondisi keuangannya selalu tertinggal dibandingkan orang lain. Padahal, mereka sudah bekerja keras, memiliki tabungan, bahkan mulai belajar berinvestasi. Meski begitu, perasaan "belum cukup" atau "masih kalah jauh" tetap menghantui.

Baca Juga

Fenomena ini tidak selalu disebabkan oleh jumlah penghasilan. Sering kali, akar masalahnya justru berasal dari cara seseorang memandang uang dan kesuksesan finansial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Media sosial, tekanan lingkungan, hingga ekspektasi tentang pencapaian di usia tertentu membuat banyak orang merasa gagal, meski kenyataannya mereka sedang berada di jalur yang tepat.

Baca Juga

Berikut enam keyakinan yang umum dimiliki orang yang selalu merasa tertinggal secara finansial, melansir dari YourTango

1. Menganggap semua orang sudah sukses mengatur keuangan

Baca Juga

Di era media sosial, mudah sekali melihat teman membeli rumah, berlibur ke luar negeri, atau memamerkan mobil baru. Hal tersebut membuat banyak orang berpikir bahwa semua orang sudah mapan secara finansial, kecuali dirinya.

Padahal, apa yang terlihat di media sosial hanyalah sebagian kecil dari kenyataan. Bisa saja liburan tersebut telah direncanakan bertahun-tahun, rumah dibeli dengan bantuan keluarga, atau kendaraan diperoleh melalui cicilan panjang.

Banyak orang yang tampak sukses sebenarnya juga sedang menghadapi tekanan finansial yang tidak mereka tampilkan di depan publik.

2. Merasa seharusnya sudah mencapai target tertentu

Tidak sedikit orang memiliki daftar pencapaian yang dianggap wajib diraih saat memasuki usia tertentu. Misalnya, harus sudah memiliki rumah sebelum usia 30 tahun, dana pensiun yang cukup, atau penghasilan tinggi.

Padahal, perjalanan hidup setiap orang berbeda-beda. Ada yang harus membayar biaya kuliah sendiri, memiliki tanggungan keluarga, berganti karier, atau memulai usaha dari nol.

Karena itu, membandingkan pencapaian pribadi dengan standar yang dibentuk masyarakat hanya akan membuat seseorang merasa gagal, meski sebenarnya ia terus mengalami perkembangan.

3. Percaya satu kesalahan finansial akan menghancurkan masa depan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kesalahan dalam mengelola uang memang bisa terjadi pada siapa saja. Misalnya, terlilit utang kartu kredit, salah memilih investasi, atau mengambil keputusan keuangan yang kurang tepat.

Namun, satu kesalahan tidak berarti masa depan telah berakhir. Banyak pengusaha dan investor sukses juga pernah mengalami kegagalan finansial. Bedanya, mereka menganggap kesalahan sebagai pelajaran, bukan identitas yang akan melekat selamanya.

Halaman Selanjutnya

Selama masih ada kesempatan memperbaiki kondisi keuangan, peluang untuk bangkit tetap terbuka.