Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyerahkan tujuh unit kontainer sampah guna memperkuat layanan kebersihan hingga ke wilayah-wilayah kecamatan.
Wakil Bupati Sumbawa Mohamad Ansori menegaskan bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan pelayanan publik serta memastikan setiap anggaran daerah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Penggunaan anggaran sekecil apa pun, bahkan satu rupiah uang rakyat, harus benar-benar bermanfaat untuk rakyat," tegas Wabup pada kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah dan penyerahan kontainer sampah di Kecamatan Utan, melalui keterangan resmi di Mataram, Senin.
Wabup mengapresiasi dukungan DPRD melalui alokasi dana pokok-pokok pikiran (pokir) yang diwujudkan dalam pengadaan kontainer sampah tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat dapat diterjemahkan menjadi program yang langsung dirasakan manfaatnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak cukup hanya dengan penyediaan sarana, tetapi juga memerlukan perubahan perilaku masyarakat. Karena itu, warga diimbau mulai memilah sampah dari rumah, mengolah sampah organik secara mandiri, dan memanfaatkan kontainer hanya untuk sampah residu sehingga volume sampah yang masuk ke TPA dapat terus ditekan.
Selain itu, Wabup turut mendorong lahirnya inovasi melalui penyelenggaraan car free night di kawasan Taman Utan sebagai ruang aktivitas masyarakat sekaligus wadah pemberdayaan UMKM lokal.
Pengadaan kontainer tersebut bersumber dari dana pokir anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Utan dan sekitarnya, yang dialokasikan melalui DPA Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa sebagai wujud sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa Pipin Sakti Bitongo mengatakan enam unit kontainer ditempatkan di Desa Stowe Brang, Pukat, Motong, Orong Bawa, Sabedo, dan Jorok, sedangkan satu unit lainnya disiapkan sebagai kontainer cadangan untuk menjamin keberlangsungan pelayanan.
Baca juga: Halal bukan lagi isu agama, tetapi simbol kesehatan dan kebersihan
"Pengangkutan sampah akan didukung armada arm roll truck menuju TPA Raberas sesuai jadwal yang telah ditetapkan," ujarnya.
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sumbawa M. Berlian Rayes mengakui persoalan lingkungan, pengelolaan sampah, dan penataan pasar menjadi tiga isu utama yang perlu mendapat perhatian di Kecamatan Utan.
Baca juga: ITDC intensifkan kebersihan kawasan KEK Mandalika
"Penyelesaiannya memerlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, DPRD, dan masyarakat," katanya.
Senada dengan itu, Camat Utan Sartono juga mengakui persoalan sampah masih menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian bersama.
"Oleh karena itu, dukungan sarana dan prasarana dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa diharapkan mampu meningkatkan kualitas kebersihan lingkungan sekaligus membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab," katanya.