Beijing (ANTARA) - Ketiga astronaut dari misi berawak Shenzhou-21 China menemui awak media di Beijing, ibu kota China, pada Rabu (5/8), menandai penampilan publik pertama mereka setelah kembali ke Bumi pada Mei tahun ini.
Astronaut Zhang Lu, Wu Fei, dan Zhang Hongzhang berada dalam kondisi fisik dan mental yang baik, dengan kekuatan otot, daya tahan, dan kebugaran kardiovaskular sebagian besar telah pulih ke level sebelum penerbangan, seperti diumumkan dalam konferensi pers tersebut. Mereka kini memasuki fase observasi pemulihan dan akan melanjutkan pelatihan rutin setelah evaluasi kesehatan akhir.
Awak Shenzhou-21 menghabiskan 210 hari di orbit, dari peluncuran mereka pada 31 Oktober 2025 hingga kepulangan mereka pada 29 Mei 2026, mencatatkan rekor baru untuk masa tinggal kru tunggal berdurasi terlama oleh astronaut China.
Selama menjalankan misi, mereka menyelesaikan tiga kali aktivitas di luar wahana antariksa, atau spacewalk, dan melakukan sejumlah eksperimen sains antariksa yang ekstensif, terutama menyaksikan dan berpartisipasi dalam operasi penyelamatan darurat di orbit yang pertama dalam sejarah program antariksa berawak China.
"Sistem tanggap darurat program antariksa berawak China telah berhasil melewati ujian di dunia nyata selama masa tinggal kami," ujar Zhang Lu, komandan misi itu. "Mulai dari menangani dampak puing-puing luar angkasa terhadap wahana antariksa, menyesuaikan jadwal orbit kami dan mengganti kendaraan kepulangan, hingga melakukan peluncuran darurat, seluruh sistem beroperasi dengan lancar untuk memastikan keselamatan kami."
Zhang mengatakan hal yang paling mengesankan baginya adalah kepercayaan diri yang tenang, semangat ilmiah, dan kerja sama tim yang tak tergoyahkan dari sektor antariksa China.
Zhang telah menuntaskan tujuh spacewalk dalam dua misi, yaitu Shenzhou-15 dan Shenzhou-21, menjadikannya penjelajah antariksa (spacewalker) paling berpengalaman dalam sejarah China.
Wu Fei, yang sebelumnya berkontribusi pada pengembangan modul inti Tianhe dan modul laboratorium Wentian, mengatakan bahwa mengoperasikan peralatan di orbit yang sebelumnya telah dia uji di Bumi memberinya rasa terbiasa. "Semua pengalaman yang terkumpul dari pekerjaan saya di Bumi berubah menjadi kepercayaan diri dan ketenangan yang saya butuhkan untuk operasi yang tepat dan penilaian yang andal di antariksa," ujar Wu.
Spesialis muatan Zhang Hongzhang membagikan sejumlah terobosan ilmiah yang dicapai selama misi tersebut, termasuk keberhasilan pertama China dalam budi daya aeroponik tomat ceri dan gandum di orbit, pembiakan tikus sistem tertutup pertama di luar angkasa, dan validasi teknologi kunci untuk pemanfaatan spektrum dan air-pupuk yang efisien.
Di luar padatnya jadwal penelitian, para awak membudidayakan lebih dari 10 jenis tanaman, termasuk gandum, bunga matahari, tomat, ubi jalar, dan mint, yang tidak hanya membantu menyempurnakan teknik penanaman di orbit, tetapi juga membawa kegembiraan dalam kehidupan mereka yang intensif di luar angkasa.
Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengkaji pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sepanjang tol Trans-Jawa untuk menyukseskan program PLTS 100 GW.
“Nanti pengembangan ke depan, kemarin kami minta untuk kaji kalau sepanjang tol Jawa itu kira-kira dapat berapa (kapasitas PLTS) sih,” ujar Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis.
Tri merujuk pada keberhasilan pemasangan PLTS di pinggir tol Bali Mandara. Tri menyampaikan kajian pengembangan PLTS di sepanjang tol Trans-Jawa akan dimulai tahun ini.
Adapun yang menjadi perhatian dari pemerintah terkait pengembangan PLTS di sepanjang jalan tol adalah faktor angin yang kencang. Kondisi tersebut, menurut dia, akan memengaruhi peletakan dan posisi dari PLTS yang akan dipasang.
Aspek-aspek tersebutlah yang Tri sampaikan akan menjadi bagian dari kajian pengembangan PLTS di tepi jalan tol.
Sementara itu, untuk mengeksekusi proyek tersebut, Tri mengatakan pemerintah membutuhkan waktu paling cepat tahun depan.
“Tahun ini kan sudah Agustus. Jadi tahun depan dieksekusi,” kata Tri.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan peresmian tahap pertama program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 GW akan dilakukan di Bali oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga memastikan bahwa PLTS 100 GW tersebut sudah masuk ke revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 PLN.
Pengembangan PLTS 100 GW disebut berpotensi menekan impor energi dengan nilai substitusi mencapai 14,4 miliar dolar AS hingga 28,9 miliar dolar AS, serta berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga 26,6 miliar dolar AS.
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta, CNN Indonesia --
Petarung keturunan Indonesia, Bilal Hasan menatap panggung UFC sekaligus mengikuti jejak Jeka Saragih lewat Dana White's Contender Series (DCWS) Season 10.
Bilal Hasan bakal bertarung melawan Mridul Saikia asal India di kelas terbang atau flyweight pada Selasa (11/8) mendatang. Pemenang duel ini akan terbuka jalannya untuk lebih dekat dengan kontrak UFC.
"Jeka sudah membuka jalan [di UFC] dan saya akan mengikuti jejaknya serta menjadi lebih baik. Insya Allah satu hari nanti saya akan melakukannya dengan baik," kata Bilal, Kamis (6/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan Redaksi
Petarung dengan gaya khas strike cepat itu berupaya mengembangkan kualitas dengan gulat agar tangguh di pertarungan bawah. Fighter 25 tahun itu ingin terus memperluas spektrum kemampuannya.
"Nomor satu adalah latihan. Saya selalu latihan. Saat ini saya rutin berada di Charlie's Combat Club Washington setiap pekan untuk mengasah grappling," ujar Bilal.
Petarung kelahiran Oahu, Hawaii dari pasangan orang tua asal Bogor, Jawa Barat itu optimistis bisa menang. Kepercayaan diri itu berangkat dari caranya melihat kelemahan lawan.
"Saya lihat lawan tidak begitu bagus dengan grappling. Striking dia juga biasa saja. Saya pikir dia adalah petarung biasa," ucapnya.
Lebih lanjut, Bilal juga membentuk kepercayaan diri dengan hal menarik di luar pertarungan. Bangga dengan latarbelakang Indonesia, sebelum bertarung dirinya senantiasa makan nasi sebagai sumber karbohidrat sekaligus memperkukuh identitas keluarganya.
"Sebelum bertarung saya wajib makan nasi. Harus makan nasi. Selain itu saya juga senang mendengar lagu Michael Jackson. Kemudian harus minum kopi dan banyak minum air putih," tuturnya.
[Gambas:Video CNN]
(ikw/nva)
Jumat, 7 Agustus 2026 - 01:10 WIB
VIVA – Di tengah tekanan besar yang tengah dihadapi Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026, pelatih John Herdman menegaskan bahwa turnamen ini hanyalah bagian dari perjalanan panjang yang sedang dibangun Skuad Garuda.
Baca Juga
Indonesia memang berada dalam situasi genting. Kekalahan 0-3 dari Vietnam membuat langkah Marc Klok dan kawan-kawan berada di ujung tanduk. Garuda kini wajib mengalahkan Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat malam, 7 Agustus 2026, jika ingin menjaga asa lolos ke babak semifinal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, di balik tekanan tersebut, Herdman mengungkapkan target besarnya sejak pertama kali menerima tawaran menangani Timnas Indonesia.
Baca Juga
Pelatih asal Inggris itu menegaskan ambisi utamanya bukan sekadar membawa Indonesia berjaya di Piala AFF, melainkan mengantarkan Garuda tampil di Piala Dunia 2030.
"Kalau dilihat dari sudut pandang pelatih, Piala Dunia 2030 adalah tujuan utama bagi Indonesia," kata Herdman dalam konferensi pers jelang laga melawan Singapura.
Baca Juga
Menurut Herdman, seluruh agenda yang dijalani Timnas Indonesia saat ini merupakan bagian dari tahapan menuju target besar tersebut.
Ia menyebut Piala Asia 2027 hingga ASEAN Championship menjadi proses penting dalam membentuk tim yang mampu bersaing di level tertinggi.
"Kalau ditarik mundur dari target itu, ada Piala Asia 2027, kemudian FIFA ASEAN Cup dan AFF. Semua itu adalah bagian dari perjalanan kami," ujarnya.
Herdman menilai turnamen seperti ASEAN Championship memberikan pengalaman yang tidak bisa diperoleh hanya melalui laga uji coba internasional.
Baginya, atmosfer kompetisi dengan sistem fase grup hingga babak gugur menjadi ujian sesungguhnya bagi mental dan karakter pemain.
"Semua langkah ini membantu kami memahami sepak bola turnamen. Turnamen sangat berbeda dibanding sekadar memainkan pertandingan FIFA Matchday. Kami harus memahami bagaimana menghadapi tekanan dan dinamika kompetisi seperti ini," ucapnya.
Tak hanya itu, Herdman mengungkapkan ASEAN Championship 2026 juga menjadi panggung untuk menilai kualitas pemain-pemain yang berkompetisi di liga domestik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selama lebih dari satu bulan terakhir, ia mengaku memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membangun fondasi permainan sekaligus mengenali karakter para pemain.
"Kami sudah bersama sekitar 33 hari. Kami membangun rasa persaudaraan, membentuk identitas permainan, dan mengenal para pemain lebih dalam."
Halaman Selanjutnya
"Turnamen ini menjadi kesempatan bagi pemain-pemain domestik Indonesia untuk menunjukkan bahwa mereka layak menjadi bagian dari skuad menuju Piala Asia 2027 dan Piala Dunia 2030," jelasnya.
Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) menegaskan ancaman boikot terhadap kompetisi-kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, masih berpeluang terbuka meski rencana penjualan saham komersial kompetisi tersebut ke investor swasta telah dibatalkan.
"Bagi kami, tidak ada yang berubah (ancaman boikot). Pertama, proposal penjualan kompetisi utama harus dibatalkan sepenuhnya. Kedua, harus ada jaminan bahwa upaya yang dapat merusak sepak bola seperti itu tidak akan pernah dilakukan lagi. Syarat-syarat tersebut belum dipenuhi," demikian pernyataan UEFA yang dikutip The Guardian pada Kamis (6/8).
Menurut UEFA, pembatalan rencana tersebut masih belum cukup untuk mengembalikan kepercayaan organisasi terhadap kepemimpinan Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Sebelumnya, UEFA telah menyatakan kehilangan kepercayaan kepada Infantino dan menyebut proposal pembentukan FIFA Forward Enterprise sebagai kesepakatan yang tidak transparan serta disusun secara tertutup.
FIFA Forward Enterprise adalah perusahaan yang sebelumnya disiapkan untuk menjual sekitar 20 persen saham komersial Piala Dunia.
Baca juga: FIFA minta maaf soal penjualan hak komersial Piala Dunia
FIFA sebelumnya menyampaikan permohonan maaf atas penanganan rencana tersebut. Dalam pernyataan resminya, badan sepak bola dunia itu mengakui telah melakukan kesalahan dalam proses penyusunan proposal dan menyatakan penanganannya seharusnya dilakukan dengan cara berbeda.
Permohonan maaf itu disampaikan melalui surat kepada Dewan FIFA dan seluruh asosiasi anggota setelah rencana penjualan sekitar 20 persen saham komersial Piala Dunia senilai 20 miliar dolar AS menuai gelombang penolakan.
FIFA kemudian membatalkan proposal tersebut.
Meski demikian, pernyataan terbaru UEFA menunjukkan pencabutan proposal belum mengakhiri ketegangan antara FIFA dan sejumlah federasi Eropa.
Badan tertinggi sepak bola Eropa itu menegaskan sikapnya tidak berubah hingga FIFA memenuhi tuntutan yang telah disampaikan.
Baca juga: FIFA tak toleransi serangan integritas setelah pembatalan FFE
Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jumat, 7 Agustus 2026 - 00:50 WIB
Jakarta, VIVA – Polemik penemuan ratusan senjata api di sebuah yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel), memasuki babak baru.
Baca Juga
Kubu mantan Ketua Yayasan berinisial IWD membantah adanya kepemilikan senjata ilegal dan mengklaim seluruh senjata yang ditemukan telah mengantongi izin.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin sekaligus kuasa hukum IW, Alhadid Endar Putra, mengatakan 995 senjata yang menjadi temuan tersebut telah berada di lokasi sejak 2020.
Baca Juga
"Kalau mau tahu sejarahnya itu dulunya di situ udah ada dari tahun 2020," ujar Alhadid kepada wartawan, dikutip Jumat, 7 Agustus 2026.
Menurut Alhadid, ratusan senjata tersebut sebelumnya digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak di lingkungan yayasan. Namun, aktivitas itu disebut terhenti setelah muncul sengketa internal di yayasan.
Baca Juga
"Dan semua orang juga tahu, kita LOKTA, PT Lokta Karya Perbakin itu berizin dan itu sudah disepakati dan diketahui untuk kegiatan ekskul menembak," tuturnya.
Ia juga menegaskan, 995 senjata yang dimaksud bukan merupakan senjata api, melainkan airsoft gun. Bahkan, menurutnya, seluruh airsoft gun tersebut sudah tidak lagi dapat digunakan.
Di sisi lain, Alhadid membantah temuan senjata api, narkoba maupun VCD porno yang sebelumnya disebut ditemukan di lokasi merupakan milik kliennya.
"Bukan. Senpi yang api itu bukan. Kita udah klarifikasi juga di Polres, itu ada pemiliknya dan itu ada izinnya juga. Kita kasih izinnya. Nah kalau narkoba ini sama video porno ini apa ya itu vcd lagi Saya nggak tahu punya siapa," kata dia.
Ia mengaku pihaknya tidak mengetahui kondisi ruangan ketua yayasan sejak April 2026. Menurutnya, sejak saat itu kliennya tidak lagi memiliki akses masuk ke ruangan tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Nah, kita nggak tahu, kita nggak boleh masuk ini dari April. Jadi apa aja yang mereka rencanakan, apa aja yang mereka taruh di dalam situ, apa aja yang mereka setting dalam situ kita nggak tahu," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, polisi tengah menyelidiki temuan senjata yang terdiri atas senjata api dan airsoft gun di salah satu ruangan yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Halaman Selanjutnya
Kasus tersebut kini masih dalam tahap penyelidikan. Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Polisi Joko Adi Wibowo mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan senjata tersebut pada 15 Juli 2026.
Jumat, 7 Agustus 2026 - 00:40 WIB
VIVA – Timnas Indonesia dihadapkan pada laga penentuan saat bertandang ke markas Singapura dalam pertandingan terakhir Grup A ASEAN Championship 2026. Duel di Stadion Jalan Besar, Jumat malam, 7 Agustus 2026, bukan sekadar soal gengsi, tetapi menjadi penentu nasib Skuad Garuda di turnamen.
Baca Juga
Pasukan John Herdman wajib membawa pulang tiga poin jika ingin memastikan langkah ke babak semifinal. Hasil imbang ataupun kekalahan akan membuat Indonesia harus mengakhiri perjalanan lebih cepat di ajang sepak bola terbesar Asia Tenggara tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski di atas kertas Indonesia memiliki materi pemain yang lebih mentereng, Garuda tak boleh terlena. Singapura sudah membuktikan diri sebagai salah satu tim paling konsisten di Grup A.
Baca Juga
The Lions saat ini menempati posisi kedua klasemen dengan koleksi tujuh poin, unggul satu angka atas Indonesia yang berada di peringkat ketiga.
Sepanjang fase grup, Singapura sukses mengalahkan Kamboja dengan skor 2-1 dan menundukkan Timor Leste 2-0. Mereka juga mampu menahan imbang Vietnam tanpa gol, sebuah hasil yang menunjukkan kokohnya organisasi permainan tim asuhan Gavin Lee.
Baca Juga
Di balik hasil impresif tersebut, Singapura memiliki satu senjata yang patut diwaspadai Timnas Indonesia, yakni serangan dari sektor sayap.
Skema itu menjadi andalan The Lions dalam membongkar pertahanan lawan.
Saat menghadapi Kamboja, gol pembuka Singapura lahir dari pergerakan cepat di sisi lapangan. Umpan terobosan dari sektor kanan berhasil dimanfaatkan Shawal Anuar untuk membawa timnya unggul.
Gol kedua juga berawal dari bola mati di sisi sayap. Umpan yang dikirim ke kotak penalti berhasil menciptakan kemelut sebelum akhirnya diselesaikan Ilhan Fandi menjadi gol.
Ancaman serupa kembali terlihat ketika Singapura menghadapi Timor Leste. Gelandang kreatif Kyoga Nakamura menjadi aktor utama lewat kualitas umpan silangnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada gol pertama, umpan akurat Nakamura dari sisi lapangan disambut sundulan Ilhan Fandi yang gagal diantisipasi kiper lawan.
Tak berhenti sampai di situ, Nakamura kembali menunjukkan visi bermainnya saat mengirim umpan silang matang yang diselesaikan Song Ui Young melalui sundulan untuk memastikan kemenangan 2-0.
Halaman Selanjutnya
Melihat pola permainan tersebut, Timnas Indonesia dituntut tampil disiplin, terutama dalam mengawal pergerakan pemain-pemain sayap Singapura.
Jumat, 7 Agustus 2026 - 00:36 WIB
VIVA – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mulai membenahi sejumlah kekurangan skuad Garuda jelang menghadapi Singapura pada lanjutan ASEAN Championship 2026.
Baca Juga
Salah satu perhatian utama pelatih asal Inggris tersebut adalah masalah penyelesaian akhir yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi anak asuhnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Timnas Indonesia akan menjalani laga krusial menghadapi Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat 7 Agustus 2026. Pertandingan tersebut menjadi penentu langkah Garuda untuk menjaga peluang lolos ke babak semifinal.
Baca Juga
Tekanan besar kini berada di pundak Marc Klok dan kawan-kawan setelah mengalami kekalahan telak 0-3 dari Vietnam pada pertandingan sebelumnya.
Sebelum tumbang dari Vietnam, Timnas Indonesia sempat tampil meyakinkan dengan mengalahkan Kamboja 5-1 dan Timor Leste 3-0. Namun, performa lini depan Garuda mendapat sorotan karena masih kesulitan membongkar pertahanan lawan.
Baca Juga
Saat menghadapi Timor Leste, Indonesia bahkan baru mampu memecah kebuntuan pada 15 menit terakhir pertandingan. Situasi tersebut membuat Herdman melihat ada aspek yang harus segera diperbaiki.
Menurutnya, para pemain Garuda perlu lebih tenang dan efektif ketika sudah memasuki area berbahaya lawan.
"Menurut saya, area yang perlu ditingkatkan adalah akurasi kami saat berada di dalam maupun di sekitar kotak penalti," ujar Herdman dalam konferensi pers jelang laga melawan Singapura, Kamis 6 Agustus 2026.
Meski demikian, Herdman tidak ingin para pemainnya justru terbebani dengan tuntutan mencetak gol. Ia menilai tekanan berlebihan bisa membuat pemain kehilangan ketenangan saat mengambil keputusan.
"Semakin besar perhatian yang dicurahkan pada hal itu, semakin besar pula tekanan dan beban mental yang dirasakan para pemain. Padahal mereka membutuhkan ketenangan agar bisa memanfaatkan momen-momen tersebut," jelasnya.
Mantan pelatih Timnas Kanada itu menegaskan, persoalan finishing bukan satu-satunya faktor yang akan menentukan hasil pertandingan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Herdman meminta para pemain tetap percaya dengan proses permainan yang sedang dibangun, terutama setelah melihat beberapa hal positif saat menghadapi Vietnam.
"Menurut saya itu bukan sesuatu yang secara khusus kami fokuskan. Ketika melihat realitas turnamen, kami harus memperhatikan aspek yang perlu ditingkatkan dan melihat perkembangannya," kata Herdman.
Halaman Selanjutnya
"Selalu ada keseimbangan agar tidak terlalu membebani pemain untuk mencetak gol. Bagi kami, yang lebih penting adalah prosesnya. Ada
Jumat, 7 Agustus 2026 - 00:34 WIB
VIVA – John Herdman tak ingin kekalahan dari Vietnam menjadi beban yang terus menghantui Timnas Indonesia. Pelatih asal Kanada itu justru melihat laga melawan Singapura sebagai kesempatan emas bagi skuad Garuda untuk menunjukkan karakter sekaligus membuktikan bahwa mereka layak melangkah ke semifinal ASEAN Championship 2026.
Baca Juga
Duel krusial tersebut akan digelar di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat, 7 Agustus 2026. Hanya kemenangan yang bisa membawa Indonesia menjaga asa melangkah ke babak semifinal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memastikan anak asuhnya sudah siap bangkit. Ia menegaskan kekalahan dari Vietnam tidak boleh terus menghantui para pemain.
Baca Juga
Menurut Herdman, masih banyak hal positif yang ditunjukkan skuad Garuda pada pertandingan sebelumnya. Namun, ia mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi, terutama dalam transisi bertahan.
"Ada banyak hal positif dari penampilan kami saat melawan Vietnam, meski transisi bertahan kami beberapa kali terlalu terbuka. Itu adalah area yang akan kami perbaiki," ujar Herdman, dikutip dari situs resmi ASEAN United.
Baca Juga
Pelatih asal Kanada itu juga menilai Singapura merupakan lawan dengan karakter permainan yang sangat berbeda dibanding Vietnam. Karena itu, ia meminta para pemain melupakan hasil pertandingan sebelumnya dan fokus sepenuhnya menghadapi tantangan baru.
"Singapura adalah tim yang sangat berbeda dengan Vietnam. Setiap pertandingan menghadirkan tantangan yang berbeda, dan Singapura memiliki identitas serta kualitas yang berbeda. Para pemain memahami betapa pentingnya pertandingan ini," katanya.
Menghadapi laga hidup-mati tersebut, Herdman menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara ketenangan dan semangat juang.
Ia ingin para pemain tetap disiplin menjalankan strategi, namun tetap tampil penuh determinasi demi mengamankan kemenangan.
"Tugas saya sebagai pelatih adalah menjaga mereka tetap tenang dan fokus pada proses yang menyatukan tim serta membantu kami memenangkan pertandingan. Mereka akan siap," tegasnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Situasi Indonesia memang tidak mudah. Sementara Garuda wajib menang, Singapura hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan tiket ke semifinal.
Meski demikian, Herdman tidak yakin tim tuan rumah akan memilih bermain bertahan sepanjang pertandingan.
Halaman Selanjutnya
Menurutnya, Singapura tetap memiliki keberanian untuk memainkan sepak bola menyerang sehingga duel nanti diprediksi berlangsung terbuka.
Jumat, 7 Agustus 2026 - 00:30 WIB
Jakarta, VIVA – Ratusan senjata api (senpi), amunisi, aksesoris senjata, alat pembuat peluru hingga barang yang diduga narkotika ditemukan di ruang eks ketua yayasan sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Baca Juga
Temuan tersebut berawal saat pihak yayasan membuka ruangan tersebut pada 10-11 Juli 2026. Hasilnya, ditemukan 995 pucuk senjata beserta amunisi serta aksesori senjata.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ruangan lain kemudian dibuka pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kemudian, ditemukan komponen senjata, peluru, alat pembuat amunisi, barang yang diduga sabu, dua linting ganja, serta sekitar puluhan CD porno.
Baca Juga
“Pada tanggal 10 dan tanggal 11 Juli hampir satu bulan yang lalu kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk ada amunisi dan juga beberapa aksesoris senjata yang lain,” ungkap kuasa hukum yayasan, Hermawanto, dikutip Jumat, 7 Agustus 2026.
“Pada tadi malam kami menemukan kembali beberapa senjata. Termasuk juga menemukan narkoba dan juga menemukan CD porno,” sambungnya.
Baca Juga
Hermawanto menjelaskan ruangan tersebut baru bisa dibuka setelah yayasan meminta pendampingan Polres Metro Jakarta Selatan.
Menurut dia, pengurus baru tidak memiliki akses karena seluruh kunci ruangan dibawa mantan ketua yayasan setelah diberhentikan dari jabatannya.
“Ketika mereka tidak boleh lagi beraktivitas atas nama yayasan, seluruh kunci-kunci itu dibawa sama mereka sehingga kita tidak punya akses. Akhirnya kita meminta pendampingan kepolisian untuk membuka ruangan itu. Ketika kita buka ruangannya ternyata berisi senjata dan ada narkobanya,” kata dia.
Ia menegaskan seluruh temuan terbaru berasal dari ruangan yang sebelumnya digunakan oleh eks ketua yayasan.
"Hari ini kami membuat pelaporan baru yaitu temuan narkotika, CD porno dan alat pencetak peluru. Semua ditemukan di dalam ruangan Ketua Yayasan yang sudah kami pecat,” katanya.
Menurut Hermawanto, setiap pembukaan ruangan selalu dilakukan bersama polisi agar seluruh proses terdokumentasi dan setiap barang yang ditemukan bisa langsung diamankan penyidik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kami meminta pendampingan dari kepolisian. Kepolisian Polres Metro Jakarta Selatan selalu mendampingi kami dari setiap prosesnya,” ujarnya.
Ia juga meminta penyidik mengusut tuntas asal-usul seluruh senjata melalui pemeriksaan forensik.
Halaman Selanjutnya
“Persisnya senjata itu apa saja, jenisnya bagaimana, kewenangan penyidik untuk melakukan verifikasi. Kami minta ada uji forensik juga terhadap senjata itu untuk memberikan kepastian bahwa senjata ini milik siapa juga, jenisnya apa dan sebagainya,” kata Hermawanto.