995 Senpi di Sekolah Swasta Jaksel Disebut Buat Kegiatan Ekskul Menembak

calendar_today 06.08.2026 - person  - timer ~

Jumat, 7 Agustus 2026 - 00:50 WIB

Jakarta, VIVA – Polemik penemuan ratusan senjata api di sebuah yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel), memasuki babak baru.

Baca Juga

Kubu mantan Ketua Yayasan berinisial IWD membantah adanya kepemilikan senjata ilegal dan mengklaim seluruh senjata yang ditemukan telah mengantongi izin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin sekaligus kuasa hukum IW, Alhadid Endar Putra, mengatakan 995 senjata yang menjadi temuan tersebut telah berada di lokasi sejak 2020.

Baca Juga

"Kalau mau tahu sejarahnya itu dulunya di situ udah ada dari tahun 2020," ujar Alhadid kepada wartawan, dikutip Jumat, 7 Agustus 2026.

Menurut Alhadid, ratusan senjata tersebut sebelumnya digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak di lingkungan yayasan. Namun, aktivitas itu disebut terhenti setelah muncul sengketa internal di yayasan.

Baca Juga

"Dan semua orang juga tahu, kita LOKTA, PT Lokta Karya Perbakin itu berizin dan itu sudah disepakati dan diketahui untuk kegiatan ekskul menembak," tuturnya.

Ia juga menegaskan, 995 senjata yang dimaksud bukan merupakan senjata api, melainkan airsoft gun. Bahkan, menurutnya, seluruh airsoft gun tersebut sudah tidak lagi dapat digunakan.

Di sisi lain, Alhadid membantah temuan senjata api, narkoba maupun VCD porno yang sebelumnya disebut ditemukan di lokasi merupakan milik kliennya.

"Bukan. Senpi yang api itu bukan. Kita udah klarifikasi juga di Polres, itu ada pemiliknya dan itu ada izinnya juga. Kita kasih izinnya. Nah kalau narkoba ini sama video porno ini apa ya itu vcd lagi Saya nggak tahu punya siapa," kata dia.

Ia mengaku pihaknya tidak mengetahui kondisi ruangan ketua yayasan sejak April 2026. Menurutnya, sejak saat itu kliennya tidak lagi memiliki akses masuk ke ruangan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Nah, kita nggak tahu, kita nggak boleh masuk ini dari April. Jadi apa aja yang mereka rencanakan, apa aja yang mereka taruh di dalam situ, apa aja yang mereka setting dalam situ kita nggak tahu," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, polisi tengah menyelidiki temuan senjata yang terdiri atas senjata api dan airsoft gun di salah satu ruangan yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Halaman Selanjutnya

Kasus tersebut kini masih dalam tahap penyelidikan. Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Polisi Joko Adi Wibowo mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan senjata tersebut pada 15 Juli 2026.