Liputan6.com, Jakarta - People’s Bank of China (PBOC) atau Bank Sentral China telah membeli emas selama 21 bulan berturut-turut. Berdasarkan data cadangan terbaru bank sentral, PBOC telah membeli 20 ton emas pada Juli 2026, kenaikan bulanan terbesar sejak Oktober 2023.
Mengutip Kitco, Minggu, (9/8/2026), sejak Maret, bank sentral itu telah meningkatkan laju pembelian bulannya.
"Hal ini meningkatkan penambahan bersih sejak awal tahun (YTD) menjadi 60 ton, dan total kepemilikan emas menjadi 2.366 ton," tutur Analis Senior wilayah EMEA di World Gold Council (WGC), Krishan Gopaul, dalam sebuah unggahan media sosial jelang akhir pekan ini.
China meski terus mendominasi pasar, Gopaul mencatat negara tersebut bukan satu-satunya bank sentral yang meningkatkan cadangan resminya. Dalam komentarnya di media sosial, ia menyebutkan Bank Nasional Ceko meningkatkan cadangannya sebesar 1,7 ton pada bulan lalu. Ia menambahkan, bank sentral tersebut kini semakin dekat dengan target kepemilikan 100 ton.
"Total pembelian bersih sejak awal tahun mencapai 12 ton, dengan kepemilikan emas kini mencapai 84 ton," kata dia.
Gopaul juga menyebutkan, Bank Nasional Kazakhstan meningkatkan cadangannya lebih dari 1 ton pada bulan lalu. Para analis menyatakan, permintaan dari bank sentral telah menjadi faktor kunci yang memungkinkan emas mempertahankan level support kritis di atas US$ 4.000 per ons.
Dalam sebuah catatan yang diterbitkan pada akhir Juli, analis komoditas di BMO Capital Markets memperkirakan meningkatnya permintaan dari China akan menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas pada paruh kedua tahun ini. Mereka menambahkan, sebagian besar cadangan emas China yang terus bertambah tersebut tidak dilaporkan secara resmi.
"Analisis terbaru kami menunjukkan bahwa China telah mengakumulasi sekitar 30.000 ton emas yang sudah ditambang (di atas tanah), jumlah yang lebih tinggi dibandingkan data resmi dan kini mendorong sekitar sepertiga dari arus permintaan global," ungkap para analis tersebut.
Minggu, 9 Agustus 2026 09:38 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed. ANTARA/HO-UMS
Solo (ANTARA) - Kader-kader Nasyiatul Aisyiyah (NA) yang mengikuti Muktamar ke-15 NA akan mendapatkan beasiswa full untuk melanjutkan studi di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Hal ini disampaikan oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum secara langsung di hadapan ratusan kader NA pada Penutupan Muktamar ke-15 NA, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (8/8).
Kegiatan yang bertempat di Ballroom Hotel Dwangsa, turut dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah, Dr. apt. Salmah Orbaniyah, M.Kes., dan Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum.
Dalam sambutannya, Harun menyampaikan tema besar yang diangkat pada Muktamar NA kali ini sejalan dengan visi besar UMS sebagai universitas Islam yang mencerahkan. Ia juga melaporkan pendaftar mahasiswa baru UMS yang telah terdata oleh sistem.
“Sebanyak 27.500 calon mahasiswa baru yang telah mendaftar di UMS, dan sebanyak 7.250 telah melakukan registrasi di UMS,” jelasnya.
Harun juga mengajak kepada seluruh kader-kader NA se-Indonesia untuk melanjutkan karir pendidikannya dengan menawarkan beasiswa program magister dan doktor di UMS. Menurutnya, beasiswa program magister dan doktor akan diberikan kepada kader NA yang siap berkomitmen dalam membumikan dan berkontribusi nyata di persyarikatan.
“Kami akan berikan beasiswa kepada kader-kader NA yang mengikuti Muktamar ke-15 NA di Surakarta ini, di program magister dan program doktor, sehingga kami dapat membantu mencetak kader-kader perempuan yang militan” ujarnya.
Senada dengan itu, Monica Subastia, M.Pd., selaku Ketua Umum terpilih periode 2026-2030 menyampaikan terpilihnya menjadi Ketua Umum NA merupakan tanggung jawab besar yang diemban selama satu periode kedepan. Menurutnya, NA harus menjadi organisasi yang mencerahkan.
“NA lahir bukan sebagai gerakan berpangku tangan, bukan sebagai gerakan emak-emak biasa. Namun, NA hadir sebagai organisasi perempuan yang dapat menjadi solusi dan memberikan pencerahan,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa gerakan NA harus dapat tersampaikan kepada akar rumput tanpa harus menanyakan kembali branding-branding gerakan. Menurutnya, gerakan akar rumput menjadi sebuah aksi nyata yang akan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Monica mengatakan bahwa gerakan akar rumput dapat dimulai dari lingkup kecil berupa keluarga. Dengan menguatkan ketahanan keluarga akan bisa menjawab tantangan zaman dan rencan-rencana NA ke depan.
“Maka, dimulai dari ekosistem kecil yang sederhana, akan menjadi satu-satunya alasan gerakan NA bisa menjawab segala tantangan zaman,” jelasnya.
Selanjutnya, Monica juga menegaskan bahwa NA juga harus berperan penting di tengah maraknya perkembangan teknologi. Menurutnya, NA perlu merebut literasi-literasi digital, agar kader-kader perempuan NA dapat mengambil referensi-referensi yang aktual dalam beramal.
“Karena itu, NA siap memberikan narasi-narasi di ruang digital yang sesuai dengan kebutuhan perempuan yang ramah dan aman,” tambahnya.
Lebih lanjut, Abdul Mu’ti dalam kuliah umumnya menyampaikan rasa optimismenya dalam mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu. Menurutnya, para kader NA mayoritas berprofesi sebagai guru yang dapat bersinergi dalam mewujudkan program-program kementerian pendidikan.
“NA menjadi mitra strategis kami untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu. Karena masih terdapat kesenjangan mutu pendidikan, dan masih ada sebagian anak-anak Indonesia yang belum mendapat pendidikan yang semestinya,” paparnya.
Dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu, Mu’ti menegaskan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berupaya memberikan layanan pendidikan seluas-luasnya yang disebutnya dengan broad based education atau pendidikan berbasis luas.
“Di mana pendidikan dapat diterima oleh anak-anak lewat kegiatan nonformal yang sering dilakukan oleh lembaga atau organisasi, salah satunya seperti Nasyiatul Aisyiyah,” pungkasnya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta -
Aktris Nikita Willy kembali menjadi perbincangan publik terkait pola asuhnya terhadap sang putra, Issa Xander Djokosoetono. Issa mulai menunjukkan perkembangan komunikasi yang sangat aktif, sehingga menuntut perhatian lebih dari kedua orang tuanya.
Nikita Willy mengungkapkan kunci utama dalam menghadapi anak pada fase ini adalah kemauan orang tua untuk benar-benar hadir dan mendengarkan setiap ucapan sang buah hati. Ia menyadari anak di usia balita memiliki rasa ingin tahu yang besar dan kebutuhan untuk divalidasi setiap kali mereka mencoba menyampaikan sesuatu.
"Masa-masa itu dia memang lagi baru dua tahun ya, jadi tau bahwa kita sebagai orang tua tuh sebenernya emang dengerin apa yang mereka katakan gitu," kata Nikita Willy saat ditemui di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu (8/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut istri Indra Priawan ini, orang tua sering kali melakukan kesalahan dengan mengabaikan omongan anak karena dianggap hanya celotehan biasa. Padahal, bagi seorang anak kecil, hal-hal sederhana yang mereka bicarakan merupakan peristiwa besar yang membutuhkan respons dari orang di sekitarnya.
Nikita Willy berusaha untuk selalu memberikan atensi penuh setiap kali Issa mulai berbicara. Ia tidak ingin melewatkan momen di mana sang putra merasa penting dan dihargai melalui percakapan-percakapan sederhana di rumah.
"Walaupun mungkin sebenernya gak penting bagi kita, tapi mungkin bagi mereka itu penting banget," ucapnya.
Aktris berusia 32 tahun itu menekankan orang tua perlu meluangkan waktu merespons komunikasi yang dibangun oleh anak sejak dini. Hal ini dianggap sebagai bentuk kasih sayang yang paling nyata dalam keseharian mereka.
"Jadi kita harus lebih sering mendengarkan apa yang mereka katakan," tuturnya.
Melihat tingkah laku Issa yang semakin pandai mengekspresikan diri, Nikita Willy mengaku sangat menikmati setiap momen perkembangan tersebut. Baginya, melihat sang anak mulai bisa bercerita dan memberikan reaksi terhadap lingkungan sekitarnya merupakan kebahagiaan tersendiri sebagai seorang ibu.
"Selucu-lucu itu sih emang," pungkasnya.
(ahs/nu2)
Minggu, 9 Agustus 2026 09:31 WIB
Dirjen Gakkum Kemenhut Dwi Januanto Nugroho memberikan paparan Multistakeholder Meeting Penegakan Hukum Terpadu Kehutanan dan Tumbuhan dan Satwa Liar diBogor, Jawa Barat, Jumat (7/8/2026). ANTARA/HO-Kemenhut
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menginisiasi perubahan paradigma penegakan hukum terpadu terkait kehutanan, tumbuhan dan satwa liar (TSL) ilegal menghadapi perubahan tren kejahatan dan dampaknya yang semakin kompleks.
Dalam keterangan dikonfirmasi dari Jakarta, Minggu, Direktur Jenderal (Dirjen) Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut Dwi Januanto Nugroho mengatakan pentingnya penerapan pendekatan hukum multidisiplin (multidoor) untuk membongkar kejahatan terorganisasi terkait kehutanan dan TSL.
"Pendekatan multidoor menjadi semakin penting. Berbagai instrumen hukum yang tersedia perlu dimanfaatkan secara optimal, termasuk tindak pidana korupsi, perpajakan, kepabeanan, hingga sektor jasa keuangan. Dengan pendekatan tersebut, kita dapat memperluas ruang penegakan hukum sekaligus meningkatkan daya ungkit dalam membongkar jaringan kejahatan yang lebih besar," ujar Dwi Januanto Nugroho.
Untuk itu, Ditjen Gakkum Kemenhut bersama program Law Enforcement for Sustainable Viable Ecosystems and Biodiversity Resilience through Multi-Sectors Engagement (LEVERAGE) menyelenggarakan Multistakeholder Meeting Penegakan Hukum Terpadu Kehutanan dan Tumbuhan dan Satwa Liar sebagai langkah strategis menanggulangi tindak pidana perdagangan tumbuhan dan satwa liar ilegal yang dilaksanakan 7-8 Agustus 2026 di Bogor, Jawa Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Januanto menyatakan pentingnya strategi penegakan hukum masa depan harus bertransformasi pada pembuktian berbasis sains dan pemutusan insentif ekonomi kejahatan.
"Kita perlu menempatkan pemulihan aset (asset recovery), pemutusan keuntungan ekonomi hasil kejahatan, serta dukungan sains forensik (forensic science) sebagai bagian utama strategi," katanya.
Hal it karena penegakan hukum yang efektif tidak hanya diukur dari jumlah pelaku yang dipidana, melainkan dari kemampuan negara membangun pembuktian presisi berbasis ilmiah dan menghilangkan motivasi ekonomi kejahatan tersebut.
Forum itu kemudian merumuskan empat langkah strategis yaitu penguatan kelembagaan, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) terintegrasi, penguatan substansi regulasi dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Forum itu sendiri dihadiri oleh sejumlah tokoh terkait termasuk Direktur D Jampidum Kejagung RI Dwi Agus Arfianto, Direktur Penuntutan KPK Budhi Sarumpaet, Direktur Penegakan Hukum Ditjen Pajak Samingun, Hakim Tinggi Yustisial BSDK/Anggota Lingkungan Hidup Mahkamah Agung R. Heru Wibowo Sukaten.
Dalam diskusi tersebut, hadir juga Staf Khusus Menteri Kehutanan Bidang Penegakan Hukum Kehutanan Irjen. Pol. K. Rahmadi dan Staf Khusus Menteri Kehutanan Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Konflik Tenurial Irjen Pol (Purn) Didik Agung Widjanarko sebagai Penanggap Utama.
Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta, CNBC Indonesia - Polusi plastik kini menjadi isu bagi kesehatan manusia karena membahayakan tubuh. Namun, kini telah menemukan titik terang setelah sebuah penelitian terbaru mengungkapkan kemampuan luar biasa dari pohon kelor atau moringa yang dijuluki sebagai "pohon ajaib".
Tanaman yang identik dengan hal mistis di Indonesia itu, ternyata mengandung kaya nutrisi dan telah terbukti sangat efisien dalam menghilangkan kandungan mikroplastik dari air minum.
Mengutip laporan CNN International, manfaat ekstrak biji dari pohon tersebut ditemukan oleh ilmuwan dari Brasil dan Inggris. Pohon kelor yang tumbuh cepat ini memiliki efektivitas yang setara dengan bahan kimia komersial dalam menyaring mikroplastik.
Penelitian yang diterbitkan pada April 2026 ini menunjukkan potensi besar penggunaan bahan alami sebagai pengganti koagulan kimia di sistem pengolahan air.
Adriano Gonçalves dos Reis, penulis studi sekaligus profesor di Institut Sains dan Teknologi Universitas Negeri São Paulo, menjelaskan bahwa pohon kelor sebenarnya telah digunakan untuk memurnikan air selama ribuan tahun oleh bangsa Yunani, Romawi, dan Mesir kuno. Bersama koleganya, dos Reis telah meneliti biji kelor selama satu dekade sebagai "koagulan" alami yang mampu membuat partikel kecil dalam air saling menempel sehingga mudah disaring.
"Benda itu sangat kecil sehingga saya tidak bisa memastikannya, namun mikroplastik telah ditemukan di mana-mana mulai dari laut dalam hingga gunung yang menjulang tinggi," ujar laporan tersebut menyoroti bahaya partikel yang dapat mengontaminasi tubuh manusia, termasuk otak dan sistem reproduksi, dikutip Minggu (9/8/2026).
Dalam penelitian ini berfokus pada pengujian pada mikroplastik jenis PVC yang dikenal sebagai salah satu yang paling berbahaya dan lazim ditemukan dalam air keran. Mereka menguji partikel berukuran rata-rata 18,8 mikrometer-sekitar seperempat ketebalan rambut manusia-dan menemukan hasil yang mencengangkan dalam sistem filtrasi.
"Ekstrak biji kelor 98,5% efektif menghilangkan mikroplastik dari air keran saat digunakan dalam sistem filtrasi," kata Gonçalves dos Reis menjelaskan efisiensi yang sebanding dengan aluminium sulfat atau tawas yang biasa digunakan di instalasi pengolahan air.
Keunggulan utama penggunaan biji kelor dibandingkan tawas adalah sifatnya yang terbarukan, mudah terurai secara hayati, dan tidak menghasilkan limbah lumpur dalam jumlah besar. Selain itu, penggunaan biji alami ini mengurangi risiko toksisitas karena aluminium dalam kadar tinggi sering dikaitkan dengan penyakit neurodegeneratif.
Matthew Campen, profesor ilmu farmasi dari University of New Mexico Health Sciences Center, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, memberikan pandangannya mengenai nilai ekonomis dari penemuan ini. Menurutnya, mengganti sistem filtrasi berbasis aluminium dengan produk alami dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan.
"Menggunakan produk alami untuk mengganti sistem filtrasi berbasis aluminium mungkin menawarkan solusi yang lebih murah dan berkelanjutan untuk penghilangan mikroplastik PVC," kata Campen.
Meski demikian, penelitian ini masih memiliki batasan dalam skala besar karena satu biji kelor hanya mampu mengolah sekitar 10 liter air. Hal ini berarti dibutuhkan jumlah biji yang sangat masif untuk instalasi pengolahan air di perkotaan besar yang memiliki aliran air sangat tinggi.
"Meskipun ini menjanjikan, hal ini akan membutuhkan jumlah biji yang sangat besar untuk instalasi pengolahan perkotaan besar. Teknik ini mungkin paling berguna untuk komunitas kecil atau tempat-tempat di mana koagulan kimia sulit diakses," tambah Gonçalves dos Reis.
Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami bagaimana ekstrak biji kelor terurai, apa yang terjadi pada PVC yang tertangkap, serta efektivitas biaya metode ini jika diterapkan secara massal. Campen menekankan pentingnya menemukan solusi mikroplastik sekarang karena paparan manusia terhadap partikel plastik diprediksi tidak akan berubah hingga beberapa dekade ke depan.
Sementara itu, di Indonesia, tanaman kelor sudah mulai dibudidayakan untuk kepentingan ekonomi baik di pedesaan maupun perkotaan. Menurut data LPEI di Januari hingga September 2024, ekspor berbasis kelor memiliki volume 4.350 ton dengan nilai US$ 13,75 juta, dengan pasar utama RI ke China, Malaysia, Jepang, dan Timur Tengah.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
5 Film Rom-Com Era 2000-an yang Seru untuk Mengisi Akhir Pekan/Foto: Freepik/Stockking
Beauties, weekend selalu menjadi hari favorit semua orang karena memberikan jeda istirahat setelah lima hari sibuk beraktivitas. Meski ada banyak cara dalam menikmati hari libur ini, menonton film atau serial di kamar sembari ditemani camilan lezat kerap jadi pilihan yang menyenangkan.
Nah, berbicara soal film atau serial yang akan ditonton, kadang kita menginginkan tontonan yang tidak membuat kita ikut berpikir keras. Oleh karena itu, agar akhir pekanmu tetap santai dan menyenangkan, film-film rom-com lawas tahun 2000-an mungkin bisa jadi pilihan.
Selain bisa bikin senyum-senyum sendiri, memberikan rasa hangat, sekaligus nostalgia, film rom-com juga sangat penuh makna karena memberikan gambaran manisnya persahabatan, tulusnya cinta, hingga proses pendewasaan diri yang sangat berharga. Yuk, simak daftar filmnya di bawah ini!

Film 13 Going on 30 memberikan gambaran nyata tentang impian masa kecil kita yang ingin cepat-cepat dewasa/Foto: Pinterest/Alisa Cornell
Waktu kecil kita sering kali memimpikan kehidupan dewasa yang menyenangkan. Pergi bekerja dengan rapi, memakai makeup, sepatu hak tinggi, dan bisa pergi ke mana pun yang kita mau. Nah, film romcom satu ini menyajikan gambaran nyata itu sembari memberikan kisah nostalgia yang epik!
Film 13 Going on 30, mengajak kita mengikuti kehidupan tokoh Jenna Rink, seorang gadis berumur tiga belas tahun yang secara ajaib terbangun di tubuh usia 30 tahunnya. Kisahnya bermula secara ajaib setelah ia bersembunyi di dalam lemari, karena merasa terhina oleh perlakuan teman-temannya di pesta ulang tahun ketiga belas. Berkat beberapa serbuk ajaib yang menaburinya, harapan dan doa Jenna pun terkabul.
Setelah itu, dengan tubuh dewasanya, ia terbangun di apartemen impian yang dilengkapi lemari pakaian yang luar biasa, pekerjaan idaman, dan dikelilingi teman-teman superstar. Sayangnya, ia kemudian menyadari bahwa bukan ini yang diinginkannya, satu-satunya yang dibutuhkan sekarang adalah sahabat masa kecilnya, Matt, seorang anak laki-laki yang dia pikir menghancurkan pestanya.

Film The Holiday akan membawa kita pada pengalaman berlibur yang sangat menyenangkan dan tak terduga/Foto: Pinterest/Hooked on House
Pernah membayangkan bertukar tempat tinggal dengan orang asing selama liburan, Beauties? Jika belum, mari berkenalan dengan Amanda dan Iris di film The Holiday (2006).
Kedua tokoh ini akan mengajak kita mengikuti perjalanan mereka bertukar ‘rumah’ selama liburan musim dingin yang tak akan terlupakan. Amanda berasal dari Los Angeles, Amerika, dengan karakter yang gila kerja khas perempuan di kota besar, sedangkan Iris yang berasal dari pedesaan yang tenang di Inggris. Mereka berdua kemudian bertukar tempat tinggal sementara lewat bantuan situs online. Pertukaran ini sebagai respons dari rasa jenuh pada kehidupan asmara masing-masing yang sedang berantakan.
Berasal dari dua negara dengan ritme kehidupan yang berbeda jauh, mereka pun mengalami culture shock yang justru menambah keseruan cerita. Namun, jangan khawatir, karena tanpa disangka, keputusan nekat ini justru dapat membawa mereka pada kebahagiaan dan romansa baru yang tak terduga. Di balik adegan-adegannya yang manis dan mengundang tawa kita saat menonton, The Holiday mengajarkan kita tentang keberanian untuk melepaskan diri dari masa lalu yang menyakitkan, berhenti menangisi orang yang salah, dan menyadari betapa berharganya diri kita.

Film Music and Lyrics memberikan makna mendalam pada kita tentang kesempatan kedua yang indah/Foto: Pinterest/Seven Spot
Percaya atau tidak, kesempatan kedua selalu datang menghampiri kita yang berani untuk percaya pada diri sendiri. Itulah yang ditawarkan oleh film Music and Lyrics (2007).
Kita akan diajak mengikuti cerita seorang Alex Fletcher, mantan bintang pop yang popularitasnya mulai redup, dan Sophie Fisher, perempuan yang memiliki bakat menulis lirik lagu tetapi masih dihantui oleh perasaan tidak percaya diri yang mendalam. Keduanya kemudian dipertemukan lewat sebuah kesempatan untuk menciptakan lagu bersama.
Nah, Beauties, dari proses tersebut, hubungan keduanya perlahan berkembang menjadi lebih dari sekadar rekan kerja biasa. Lewat perjalanannya, film Music and Lyrics pun tidak hanya menghadirkan kisah cinta yang manis ala romcom, tetapi juga menunjukkan bahwa terkadang seseorang hanya membutuhkan kesempatan kedua untuk kembali menemukan jati dirinya sendiri.
Selain itu, film ini juga dibalut oleh nuansa musik pop era 1980-an, humor yang ringan, serta chemistry para pemerannya yang super menggemaskan, cocok menjadi teman Minggu pagi.

Film 27 Dresses mengajarkan kita untuk berani berkata
Beauties, menjadi orang yang nggak enakan dan selalu sedia membantu orang lain membuat kita sering kali lupa dengan kebahagiaan diri sendiri, bukan? Nah, kira-kira begitulah premis awal film ini!
Film romcom berjudul 27 Dresses akan membawa kita pada kisah Jane, perempuan yang selalu jadi pengiring pengantin (bridesmaid) dan sudah mengoleksi 27 gaun di lemarinya. Konflik memuncak ketika adik perempuannya merebut hati bos yang diam-diam Jane taksir, kemudian ia dipaksa menjadi perencana pernikahan mereka!
Namun, di tengah usahanya menyembunyikan patah hati tersebut, Jane bertemu dengan Kevin, seorang jurnalis sinis yang diam-diam meliput kisah hidupnya. Film ini dipenuhi adegan komedi ikonis, terutama saat Jane memamerkan semua gaun anehnya. Lebih dari itu, film 27 Dresses juga mengajarkan kita untuk belajar berkata “tidak” pada hal yang menyakiti kita dan lebih berani lagi untuk melangkah menjadi pemeran utama di dalam kehidupan kita sendiri.

Film Definitely, Maybe menyuguhkan cerita teka-teki ringan dari rasa penasaran sang anak pada kehidupan romantis kedua orang tuanya yang akan berpisah/Foto: Pinterest/Ani
Film romcom berjudul Definitely, Maybe (2008), sangat cocok untuk kamu yang suka cerita teka-teki ringan dan seru untuk diikuti. Cerita film ini berpusat pada Will Hayes yang sedang dalam proses bercerai dengan istrinya.
Namun, di tengah perceraian itu ada seorang anak perempuannya yang berusia sebelas tahun, yaitu Maya, tiba-tiba saja ingin tahu bagaimana kedua orang tuanya dulu bertemu. Rasa penasaran anaknya inilah yang kemudian membuat Will menceritakan kisah masa lalunya dengan tiga perempuan berbeda. Nah, menariknya Beauties, ia sengaja menyamarkan nama mereka sehingga Maya harus menebak siapa yang akhirnya menjadi ibunya.
Alurnya sangat mengalir, menghangatkan hati, dan penuh dengan komedi segar seputar lika-liku pencarian jodoh dan kesalahpahaman. Makna terbaik dari film ini juga akan membuat Minggu pagimu semakin manis, karena film Definitely, Maybe mengajarkan bahwa kisah cinta itu sering kali rumit, masalah waktu (timing) adalah segalanya, dan terkadang akhir yang tidak sesuai harapan pun tetap bisa membawa hal-hal terindah dalam hidup kita.
Jadi, bagaimana Beauties? Setelah membacanya kira-kira film romcom mana dulu dari daftar di atas yang akan kamu tonton minggu ini?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
Pilihan Redaksi
(dmh/dmh)
Bagikan:
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu didominasi kondisi berawan hingga berawan tebal.
Sejumlah kota yang diprakirakan mengalami cuaca tersebut antara lain Banda Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, dan Samarinda.
“Sementara itu hujan ringan berpotensi terjadi di Pekanbaru dan Padang,” kata Prakirawan BMKG M. Rizki dalam siaran harian yang diikuti dari Jakarta, seperti dikutip ANTARA, Minggu, 9 Agustus.
BMKG juga memprakirakan kondisi udara kabur di Palembang, Yogyakarta, dan Tanjung Selor. Sementara itu, Bandar Lampung berpotensi mengalami kondisi udara berupa asap atau kabut.
Beralih ke kawasan Indonesia bagian timur, cuaca di sejumlah kota diperkirakan berada dalam kondisi cerah berawan hingga berawan tebal. Kondisi tersebut berpotensi terjadi di Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, dan Manokwari.
Adapun hujan ringan diperkirakan mengguyur Mamuju, Ambon, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke. Sedangkan Sorong berpotensi mengalami kondisi asap atau kabut.
Meski sebagian besar kota besar diprediksi berawan, BMKG mengingatkan masyarakat mengenai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah daerah.
Potensi hujan tersebut dipengaruhi oleh keberadaan daerah perlambatan angin atau konvergensi yang terpantau di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Selain konvergensi, BMKG juga mendeteksi daerah pertemuan angin atau konfluensi di sejumlah perairan, yakni Selat Malaka bagian utara, Laut Andaman, Laut Cina Selatan, Laut Sulawesi, serta Samudra Pasifik di utara Pulau Halmahera hingga wilayah utara Papua.
Fenomena atmosfer tersebut berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan di sekitar jalur konvergensi maupun konfluensi.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki potensi hujan sedang hingga lebat, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi cuaca.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
Harga RAM PC kembali menjadi topik perbincangan panas belakangan ini. Setelah sempat stabil dalam beberapa waktu terakhir, kini harga modul DDR4 maupun DDR5 mulai menunjukkan tren kenaikan.
Penyebabnya sudah jelas, mulai dari berkurangnya produksi chip DDR5, pergeseran industri menuju memori berkapasitas lebih besar, hingga meningkatnya permintaan dari sektor AI dan data center. Akibatnya, upgrade PC yang sebelumnya terasa mudah kini mulai menguras kantong.
Kondisi ini lalu memicu sebuah pertanyaan yang menarik untuk diulik. Mengapa solusi yang selalu ditawarkan justru meminta gamer untuk upgrade RAM? Mengapa bukan developer yang berusaha membuat game lebih efisien?

Dalam beberapa tahun terakhir, spesifikasi minimum dan rekomendasi game AAA naik sangat cepat. Dulu RAM 8 GB sudah cukup memainkan hampir semua game ketika itu. Kemudian standar bergeser menjadi 16 GB. Sekarang, semakin banyak game yang menyarankan 32 GB untuk mendapatkan pengalaman bermain yang benar-benar nyaman.
Angka sejujurnya bukan inti dari pembahasan kali ini. Persoalan terbesar adalah apakah kenaikan kebutuhan RAM itu benar-benar dibutuhkan, atau justru hanya jadi jadi jalan pintas karena optimalisasi game semakin ala kadarnya.
Tidak sedikit game yang dirilis dalam kondisi performa acakadut. Frame rate tidak stabil, muncul stuttering saat menjelajahi area baru, shader compilation membuat permainan tersendat, hingga penggunaan RAM yang terasa berlebihan bahkan ketika pengaturan grafis sudah diturunkan.
Lucunya, beberapa bulan kemudian game tersebut mendapatkan patch besar yang mampu meningkatkan performa secara signifikan. Penggunaan RAM turun, loading menjadi lebih cepat, dan stuttering berkurang. Jadi, dapat disimpulkan bahwa sejak awal masalahnya bukan karena hardware kurang kuat, melainkan proses optimalisasi yang belum selesai ketika game dirilis.

Industri game saat ini sudah mulai terbiasa dengan pola “yang penting rilis dulu”. Selama bug masih bisa diperbaiki melalui update, game tetap dirilis sesuai jadwal. Akibatnya, gamerlah yang menjadi pengetes game secara masal meskipun sejatinya mereka telah membeli game tersebut dan seharusnya mendapatkan pengalaman terbaik.
Ketika performa buruk menjadi hal yang dianggap normal, muncul anggapan bahwa solusi terbaik adalah membeli hardware baru. Jika RAM kurang, tambah RAM. Jika prosesor sudah tua, ganti prosesor. Jika kartu grafis mulai kewalahan, upgrade GPU.
Padahal kalau mau ditelisik, ada banyak game lawas yang hingga hari ini masih menjadi contoh bagaimana optimalisasi yang baik mampu memperpanjang umur sebuah game. Berbagai judul dari era PlayStation 4 bahkan masih berjalan sangat baik di PC kelas menengah. Beberapa game open world juga mampu menghadirkan dunia yang luas tanpa memakan RAM secara berlebihan.

Sayangnya, perkembangan teknologi terkadang justru membuat sebagian developer terlena. Teknologi seperti upscaling, frame generation, SSD super cepat, hingga RAM berkapasitas besar memang membuka banyak kemungkinan baru. Namun teknologi tersebut seharusnya menjadi pelengkap, bukan alasan untuk mengurangi perhatian terhadap optimalisasi dasar.
Sering kali kita melihat game yang tampil biasa saja secara visual, tetapi justru membutuhkan RAM jauh lebih besar dibanding game lain dengan kualitas grafis yang lebih baik. Yang seperti ini tentu menimbulkan pertanyaan: Apakah penggunaan memori sudah diperiksa secara menyeluruh sebelum peluncuran? Pertanyaan-pertanyaan tersebut semakin relevan ketika harga RAM mulai naik.
Contoh yang cukup sering menjadi sorotan adalah Black Myth: Wukong. Secara visual game ini memang sangat mengesankan, tetapi banyak review dari media luar seperti Digital Foundry menyoroti bahwa beban grafisnya sangat tinggi, bahkan untuk GPU kelas atas. Pada pengaturan maksimal, pengalaman bermain yang nyaman praktis lebih mudah dicapai ketika DLSS atau FSR diaktifkan.
Tidak semua gamer tinggal di negara dengan daya beli tinggi. Di Indonesia misalnya, membangun sebuah PC gaming sudah menjadi investasi yang cukup mahal. Harga prosesor, kartu grafis, motherboard, SSD, hingga RAM terus mengalami perubahan mengikuti kondisi pasar global akibat gencarnya penggunaan RAM di sektor AI.
Bagi sebagian konsumen, menambah RAM dari 16 GB menjadi 32 GB bukan keputusan yang bisa diambil seenak jidat. Perlu adanya pertimbangan biaya baru yang cukup besar, apalagi jika harus mengganti seluruh kit agar kompatibel dengan platform terbaru. Alangkah baiknya jika developer mengerti akan kondisi seperti ini dan melakukan optimalisasi lebih baik.

Tidak semua gamer menggunakan PC dengan spesifikasi tertinggi. Justru sebagian besar masih berada di kelas mid-range. Mereka menginginkan game yang tetap nyaman dimainkan tanpa harus melakukan upgrade setiap beberapa tahun sekali.
Steam Hardware Survey selama bertahun-tahun juga menunjukkan bahwa mayoritas pemain menggunakan spesifikasi yang tidak selalu mengikuti perkembangan hardware terbaru. Fakta ini seharusnya menjadi pertimbangan penting ketika menentukan target optimalisasi. Jika mayoritas pemain masih menggunakan RAM 16 GB, bukankah lebih masuk akal apabila developer memastikan game dapat berjalan dengan baik pada kapasitas tersebut?
Game modern memang semakin kompleks. Dunia semakin luas, NPC semakin banyak, kualitas tekstur semakin tinggi, simulasi fisika semakin rumit, dan berbagai sistem AI membutuhkan sumber daya lebih besar dibanding satu dekade lalu. Memang benar, semua itu butuh RAM besar. Namun kebutuhan yang meningkat seharusnya tetap diimbangi dengan efisiensi.
Optimalisasi bukan berarti membuat grafis menjadi jelek. Optimalisasi yang baik adalah bagaimana developer menggunakan sumber daya seefisien mungkin agar kualitas visual tetap tinggi tanpa membebani hardware secara berlebihan. Barulah kelihatan developer mana yang benar-benar menguasai teknologinya dengan developer yang sekadar mengandalkan spesifikasi tinggi.

Sejarah industri game sudah berkali-kali membuktikan bahwa keterbatasan hardware justru sering melahirkan kreativitas. Pada era PlayStation 2, Xbox 360, hingga PlayStation 4, banyak studio menemukan berbagai teknik cerdas untuk menghemat penggunaan memori. Mulai dari texture streaming, level of detail yang agresif, asset compression, hingga pengelolaan objek secara dinamis.
Teknik-teknik tersebut tidak tiba-tiba menjadi usang hanya karena RAM komputer modern lebih besar.Justru karena harga RAM kembali naik, pendekatan seperti itu menjadi semakin relevan.
Ketika sebuah game dirilis dengan performa buruk, first impression sulit untuk diperbaiki. Walaupun patch besar hadir beberapa bulan kemudian, tidak semua gamer akan kembali mencoba. Sebagian sudah meminta refund, sebagian memberi ulasan negatif di Steam, dan sebagian lagi memilih menunggu diskon besar. Semua itu sebenarnya bisa diminimalisir apabila optimalisasi menjadi prioritas sejak awal pengembangan.
Pada akhirnya, krisis harga RAM bukan semata-mata problem dari sisi konsumen. Ia seharusnya menjadi pengingat bahwa industri game tidak bisa terus mengandalkan peningkatan spesifikasi hardware sebagai solusi utama.
Developer memang tidak bisa mengendalikan harga DRAM di pasar global. Namun mereka bisa mengendalikan bagaimana game mereka memanfaatkan memori yang tersedia. Gamer tentu memahami bahwa teknologi terus berkembang dan kebutuhan hardware akan meningkat dari waktu ke waktu. Tidak ada yang berharap game AAA tahun 2026 bisa berjalan mulus di PC dari sepuluh tahun lalu.
Yang diharapkan sebenarnya jauh lebih sederhana. Jika sebuah game meminta RAM lebih besar, pastikan memang benar-benar dibutuhkan, bukan karena proses optimalisasi belum selesai. Di saat harga RAM kembali merangkak naik, menghargai keterbatasan hardware pengguna bukan hanya keputusan teknis, melainkan juga bentuk penghormatan terhadap konsumen yang telah membeli game tersebut. Kamu setuju tidak?
Dapatkan informasi keren di Gamebrott terkait Tech atau artikel sejenis yang tidak kalah seru dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].
Minggu, 9 Agustus 2026 09:28 WIB
Ilustrasi bermain gim. ANTARA/Pexels/Yan Krukau
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan reaktivasi dari Indonesia Game Rating System (IGRS) ditargetkan dapat rampung pada tahun 2026 setelah seluruh proses evaluasi benar-benar selesai dilakukan secara menyeluruh.
"Reaktivasi pasti setelah semuanya selesai baru kembali dilakukan dan ada penyesuaian juga karena evaluasinya ini kan secara menyeluruh. Gak cuma di sisi sistem saja, tapi juga di sisi kebijakan. Jadi persis timeline-nya untuk reaktivasi belum bisa kami sampaikan tapi yang jelas di tahun ini," kata Ketua Tim Pengembangan Ekosistem Gim Kementerian Komunikasi Tita Ayuditya Surya dalam wawancara cegat di Jakarta, Sabtu.
Tita mengatakan setelah IGRS ditunda implementasinya sejak April 2026, pihaknya melakukan evaluasi menyeluruh dengan melibatkan lebih banyak pihak yang terkait dengan industri gim dan pihak-pihak yang bakal terdampak kebijakan tersebut.
Dari sisi asosiasi pelaku industri gim seperti Asosiasi Games Indonesia (AGI), misalnya sejak awal AGI sudah dilibatkan dalam proses evaluasi.
Lalu dari sisi kementerian dan lembaga, ada Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) yang memang memiliki tanggung jawab karena gim termasuk sebagai subsektor ekonomi kreatif dan ada juga Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA).
Tita juga mengatakan ada juga perwakilan dari komunitas orang tua yang mewakili masyarakat umum dalam proses evaluasi IGRS mengingat sistem klasifikasi gim ini tentunya bakal berdampak besar bagi anak-anak yang memainkan gim.
Agar sistem ini berjalan dengan tepat sesuai kebutuhan masyarakat setelah evaluasi maka dari itu Kemkomdigi melakukan penilaian secara menyeluruh dan berhati-hati.
Sebelumnya warta terkait dengan penundaan implementasi IGRS diumumkan pada April 2026.
Pada Jumat (17/4) diwartakan bahwa penundaan implementasi sistem klasifikasi gim berbasis usia itu dilakukan setelah adanya kekeliruan tampilan rating IGRS di platform distribusi Steam menjadi sorotan publik.
Maka dari itu, agar hal ini dapat diselesaikan dengan baik Kemkomdigi membentuk tim khusus untuk menyelidiki persoalan tersebut.
Tim investigasi itu menelusuri seluruh aspek penerapan IGRS, mulai dari sistem, proses, sampai tata kelolanya.
Selama penundaan IGRS berlangsung, Kemkomdigi memastikan tidak akan memblokir atau membatasi akses terhadap gim-gim tanpa rating yang beredar di Indonesia.
Pewarta : Livia Kristianti
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:28 WIB
VIVA – Pengamat sepak bola nasional Anton Sanjoyo menilai pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, tidak perlu dipecat meski Skuad Garuda gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026.
Baca Juga
Timnas Indonesia dipastikan tersingkir dari Piala AFF 2026 setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga terakhir Grup A di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat 7 Agustus 2026. Hasil tersebut membuat Indonesia finis di posisi ketiga klasemen dengan tujuh poin, di bawah Vietnam dan Singapura yang lolos ke babak semifinal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Anton menilai kegagalan tersebut memang mengecewakan, tetapi tidak seharusnya menjadi dasar untuk mengakhiri kerja sama dengan John Herdman. Menurutnya, target utama Timnas Indonesia sejak awal bukanlah Piala AFF, melainkan membangun tim yang siap bersaing di Piala Asia 2027.
Baca Juga
Photo :
"Sejak John Herdman menangani tim pada Januari 2026, saya selalu menekankan bahwa tolok ukur utama adalah Piala Asia, bukan Piala AFF," kata Anton Sanjoyo dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu 8 Agustus 2026.
Baca Juga
Ia juga menilai hasil melawan Singapura memperlihatkan kualitas pemain pelapis Timnas Indonesia masih belum cukup kompetitif. Kegagalan menembus pertahanan lawan, menurut Anton, menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi apabila Indonesia ingin bersaing di level yang lebih tinggi.
Karena itu, Anton meminta para suporter melihat kegagalan di Piala AFF dalam perspektif yang lebih luas. Menurutnya, tantangan sesungguhnya akan dihadapi Timnas Indonesia ketika bersaing dengan negara-negara elite Asia seperti Jepang, Korea Selatan, dan Australia.
Meski menolak wacana pergantian pelatih, Anton menegaskan John Herdman tidak boleh berpuas diri. Ia meminta mantan pelatih Kanada tersebut bekerja lebih keras untuk menemukan strategi terbaik sesuai karakter pemain yang dimiliki.
"Proses itu masih berjalan, dan pergantian pelatih hanya akan merusak fondasi yang sedang dibangun," ujarnya.
Anton juga menyarankan agar Herdman mengevaluasi kembali pendekatan taktik yang digunakan. Menurutnya, skema 3-4-3 perlu dikaji ulang apabila kualitas bek tengah yang tersedia belum mampu memenuhi kebutuhan sistem permainan tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Photo :
Selain itu, ia meminta Herdman lebih intens membangun komunikasi dengan pelatih-pelatih di Super League dan Liga 2. Menurut Anton, pelatih klub merupakan sumber informasi penting mengenai perkembangan pemain lokal yang layak mendapat kesempatan memperkuat Timnas Indonesia.
Halaman Selanjutnya
Di akhir pernyataannya, Anton menyampaikan peringatan kepada Herdman bahwa waktu menuju Piala Asia 2027 semakin singkat. Oleh sebab itu, ia menilai sang pelatih harus segera menunjukkan kualitasnya dalam meramu strategi dan memaksimalkan potensi skuad Garuda.