Liputan6.com, Jakarta - Klub Liga Inggris Aston Villa langsung menggelar latihan usai tiba di Jakarta pada Kamis (30/7/2026) malam WIB. Pasukan Unai Emery berlatih di Stadion Utama Gelora Bung Karno siang hari bolong.
Sesi latihan Aston Villa dilakukan Jumat (31/7/2026) siang. Latihan berlangsung mulai pukul 13.00 saat cuaca Jakarta sedang panas menyengat.
Meski panas sangat terik, pemain Aston Villa tetap bersemangat melakukan latihan. Mereka melakukan latihan ringan. Namun awak media cuma diizinkan meliput latihan Villa selama 15 menit saja.
Emery mempersiapkan tim dengan serius karena Villa akan menghadapi Piala Super Eropa melawan Paris Saint Germain. Emery tak ingin konsentrasi tim terganggu.
Pemain-pemain yang dibawa Emery tampak ikut berlatih seperti John McGinn, Tyrone Mings, Tammy Abraham hingga pemain baru Alejandro Garnacho.
Laga bertajuk Aston Villa Pre-Season Tour Indonesia 2026 itu dipromotori oleh Sound Rhythm dan menjadi kunjungan perdana klub asal Birmingham tersebut ke Indonesia.
Kehadiran Aston Villa menjadi momen spesial bagi suporter sepak bola nasional. Pasalnya, tim asuhan Unai Emery datang dengan status sebagai juara UEFA Europa League sekaligus akan berlaga di UEFA Champions League musim 2026/2027.
Didirikan pada 1874, Aston Villa merupakan salah satu klub paling bersejarah di Inggris. Klub ini merupakan pendiri Football League dan Premier League, serta memiliki koleksi tujuh gelar Liga Inggris, tujuh trofi FA Cup, lima League Cup, satu European Cup, dan satu UEFA Super Cup.
Selain menyaksikan pertandingan, para penggemar juga akan disuguhkan berbagai rangkaian kegiatan seperti sesi latihan terbuka, konferensi pers, meet and greet, program pengembangan sepak bola, kegiatan komunitas, CSR, hingga berbagai aktivitas bersama sponsor.
Head of Marketing Communication Sound Rhythm, Ahmad Satrio, mengatakan pihaknya bangga dapat menghadirkan salah satu klub terbaik Eropa ke Indonesia.
"Kami bangga dapat menghadirkan juara UEFA Europa League ke Indonesia. Prestasi Aston Villa musim ini telah menjadikan mereka salah satu klub paling menarik dan paling banyak diperbincangkan di sepak bola Eropa," ujar Ahmad Satrio.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Persib vs Tampines Rovers Sudah Tayang, Dapatkan Link Live Streaming Piala Presiden 2026
Jumat, 31 Juli 2026 - 14:35 WIB
Jakarta, VIVA – Fakta baru terungkap dalam kasus penyelundupan narkotika yang melibatkan seorang pilot maskapai asing asal Malaysia. Selain diduga membawa puluhan ribu butir ekstasi ke Indonesia, pelaku juga diketahui positif mengonsumsi beberapa jenis narkotika berdasarkan hasil tes urine.
Baca Juga
Pilot berinisial Mohd Saufi bin Othman (MSO) ditangkap tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta setelah kedapatan membawa narkotika jenis ekstasi dan sabu saat tiba di Indonesia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso menjelaskan penangkapan berlangsung di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.
Baca Juga
Pengungkapan kasus bermula ketika petugas Bea Cukai melakukan pemeriksaan rutin terhadap barang bawaan penumpang internasional menggunakan mesin x-ray. Saat itu, petugas menemukan sebuah koper yang dinilai mencurigakan.
Baca Juga
Setelah koper tersebut diambil oleh pemiliknya yang diketahui merupakan pilot maskapai asal Malaysia, petugas langsung melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Dari hasil pemantauan petugas Bea Cukai di x-ray penumpang internasional terlihat salah satu koper mencurigakan. Setelah koper tersebut diambil oleh pemiliknya, MOS yang merupakan pilot salah satu maskapai penerbangan asing, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Brigjen Eko Hadi Santoso dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7/2026).
Dari hasil penggeledahan koper milik pelaku, aparat menemukan narkotika dalam jumlah besar.
Barang bukti yang diamankan meliputi:
Eko menjelaskan ekstasi tersebut dikemas dalam 14 bungkus besar, sementara sabu ditemukan dalam satu paket terpisah yang disimpan di dalam koper.
Besarnya jumlah barang bukti membuat kasus ini menjadi salah satu pengungkapan penyelundupan narkotika dengan modus kurir internasional yang melibatkan awak penerbangan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam pemeriksaan awal, MSO mengaku hanya bertugas membawa narkotika dari Malaysia menuju Jakarta.
Menurut pengakuannya kepada penyidik, aksi tersebut dilakukan atas perintah seorang bandar narkoba yang diduga berada di Malaysia. Setelah tiba di Jakarta, pelaku disebut akan diarahkan kepada seseorang yang akan mengambil barang tersebut di sebuah hotel.
Halaman Selanjutnya
Sebagai imbalan, pelaku dijanjikan bayaran sebesar 50 ribu Ringgit Malaysia apabila berhasil mengantarkan seluruh paket narkotika.
Jumat, 31 Juli 2026 - 14:35 WIB
VIVA – Gelombang panas atau heatwave semakin sering terjadi di berbagai belahan dunia dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini membuat suhu udara melonjak jauh di atas rata-rata normal dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak anak, ibu hamil, hingga penderita penyakit kronis.
Baca Juga
Banyak orang menganggap cuaca panas hanya menimbulkan rasa tidak nyaman. Padahal, paparan suhu udara yang terlalu tinggi dalam waktu lama dapat mengganggu kemampuan tubuh mengatur suhu internal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut bisa menyebabkan dehidrasi, kelelahan akibat panas, bahkan heatstroke yang merupakan keadaan darurat medis. Lantas, pada suhu berapa udara mulai berbahaya bagi kesehatan manusia? Berikut penjelasannya, sebagaimana dihimpun Viva dari situs World Health Organization (WHO), Jum'at, 31 Juli 2026.
Baca Juga
1. Suhu 30°C, Risiko Mulai Meningkat
Ketika suhu udara mencapai sekitar 30 derajat Celsius, tubuh mulai bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tetap normal. Pada kondisi ini, tubuh akan mengeluarkan lebih banyak keringat untuk membantu proses pendinginan.
Baca Juga
Bagi orang yang sehat, kondisi ini umumnya masih dapat ditoleransi. Namun, kelompok rentan seperti lansia, bayi, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung atau paru paru memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan akibat paparan panas.
2. Suhu 35°C Sampai 39°C, Berbahaya untuk Aktivitas Berat
Saat suhu udara berada di kisaran 35 hingga 39 derajat Celsius, risiko mengalami kelelahan akibat panas atau heat exhaustion meningkat, terutama jika Anda beraktivitas di luar ruangan.
Gejala yang dapat muncul antara lain tubuh terasa lemas, pusing, sakit kepala, mual, berkeringat berlebihan, hingga dehidrasi. Jika kondisi tersebut tidak segera ditangani, gangguan kesehatan bisa berkembang menjadi lebih serius.
3. Suhu 40°C atau Lebih, Termasuk Panas Ekstrem
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Suhu udara yang mencapai 40 derajat Celsius atau lebih tergolong panas ekstrem dan dapat membahayakan hampir semua orang, terutama jika berlangsung selama beberapa jam atau beberapa hari berturut-turut.
Pada suhu ini, tubuh akan semakin sulit menjaga suhu inti tetap stabil. Bahkan, kipas angin biasa tidak selalu mampu membantu mendinginkan tubuh secara efektif ketika suhu udara sudah sangat tinggi.
Halaman Selanjutnya
4. Kelembapan Udara Juga Menentukan Tingkat Bahaya
"Pada hari ini, Jumat (31/7), Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Dompu menyatakan upaya hukum kasasi terhadap Penetapan Nomor 12/Pid.Sus-TPK/2026/PN Mtr tentang permohonan banding yang dinyatakan tidak memenuhi syarat formal,"
Dompu (ANTARA) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu, Nusa Tenggara Barat, mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung atas penetapan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Mataram yang menyatakan permohonan banding jaksa terhadap vonis bebas terdakwa bernama Amiruddin, korupsi irigasi Sori Paranggi tidak memenuhi syarat formal.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Dompu, Danny Curia Novitawan di Dompu, Jumat, mengatakan pernyataan kasasi diajukan melalui Ketua Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Mataram Kelas IA.
"Pada hari ini, Jumat (31/7), Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Dompu menyatakan upaya hukum kasasi terhadap Penetapan Nomor 12/Pid.Sus-TPK/2026/PN Mtr tentang permohonan banding yang dinyatakan tidak memenuhi syarat formal," katanya.
Menurut Danny, langkah hukum itu ditempuh setelah Pengadilan Tinggi Nusa Tenggara Barat mengembalikan berkas permohonan perlawanan (verzet) yang diajukan jaksa atas penetapan Pengadilan Negeri Mataram terkait permohonan banding dalam perkara tersebut.
"Sudah dikirim ke Pengadilan Negeri. Ini merupakan kasasi atas penolakan verzet yang kami ajukan sebelumnya," ujarnya.
Surat Panitera Pengadilan Tinggi NTB Nomor 1132/PAN.PT.W25-U/HK2.1/VII/2026 tertanggal 21 Juli 2026 menyebutkan objek yang diajukan jaksa merupakan verzet terhadap Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Mataram Nomor 12/Pid.Sus-TPK/2026/PN Mtr tentang permohonan banding yang tidak memenuhi syarat formal.
Pengadilan Tinggi NTB menyatakan penetapan pengadilan negeri bukan merupakan objek upaya hukum banding sehingga tidak menjadi kewenangan pengadilan tinggi untuk memeriksa dan mengadilinya. Dalam surat tersebut juga dijelaskan bahwa pihak yang masih keberatan dapat menempuh upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung.
Danny mengatakan pengajuan kasasi dilakukan berdasarkan Pasal 197 ayat (1) dan ayat (3), Pasal 168, Pasal 169, dan Pasal 285 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), dengan memperhatikan Penetapan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor 6/PEN.PID-PLW/2026/PT DKI tanggal 11 Juni 2026.
Perkara tersebut bermula dari dugaan tindak pidana korupsi proyek rehabilitasi Daerah Irigasi Sori Paranggi pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Dompu Tahun Anggaran 2020. Berdasarkan hasil audit Inspektorat Provinsi NTB, proyek senilai sekitar Rp2,15 miliar itu diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp638 juta.
Dalam putusannya, majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram membebaskan Amirudin dari seluruh dakwaan karena menilai unsur-unsur tindak pidana yang didakwakan tidak terbukti.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Jumat, 31 Juli 2026 - 14:31 WIB
VIVA – Pengamat sepak bola Vietnam menegaskan bahwa Timnas Indonesia bukanlah pesaing utama dalam perburuan gelar juara Piala AFF 2026. Dia menganggap Thailand masih menjadi yang terberat.
Baca Juga
Skuad Garuda akan melakoni laga kedua mereka di Piala AFF 2026 pada Jumat (31/7/2026) ini. Tim asuhan John Herdman sudah tiba di Thailand untuk bermain menghadapi Timor Leste pada sore nanti.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Timnas Indonesia berusaha melanjutkan tren positifnya setelah mengalahkan Kamboja dengan skor telak 5-1 pada awal pekan ini. Sedangkan di partai lain, Vietnam akan bermain menghadapi Singapura pada nanti malam.
Baca Juga
Baik Indonesia maupun Vietnam baru sama-sama memainkan satu laga dan berhasil meraih kemenangan. Jadi, duel pada hari ini sama-sama wajib dimenangkan oleh mereka demi menjaga asa menjadi juara Grup A.
Penentuan di antara kedua negara ini adalah pada Senin (3/8/2026) mendatang. Timnas Indonesia akan menjadi tuan rumah di Stadion Pakansari, Bogor menghadapi Vietnam.
Baca Juga
Vietnam merupakan salah satu unggulan dalam perburuan gelar juara Piala AFF 2026. Hal itu tidak mengherankan mengingat tim asuhan Kim Sang-sik merupakan juara bertahan.
Namun, lawan yang mereka hadapi di laga pertama adalah Timor Leste. Jadi kemenangan telak 7-0 di laga tersebut adalah sesuatu yang memang sudah bisa diprediksi sebelumnya.
Soal kualitas Timnas Indonesia, pengamat sepak bola Vietnam Quang Huy mengakui bahwa mereka adalah salah satu yang terbaik di ajang ini. Namun, dia menganggap skuad Garuda masih tanpa kekuatan terbaiknya.
"Saya rasa Indonesia seharusnya masih termasuk dalam empat besar kandidat juara. Itu berarti di grup kami, mereka masih bersaing memperebutkan posisi teratas dengan Vietnam," kata Quang Huy, dilansir media Vietnam, Soha.
“Singapura juga memenangkan kedua pertandingan pembuka mereka. Namun, saya tetap berpikir Indonesia, bahkan tanpa pemain naturalisasi terbaik mereka, adalah lawan yang layak dan mampu bersaing setara dengan Vietnam,” tambahnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Quang Huy menyadari bahwa Indonesia masih menjadi pesaing utama untuk Grup A. Namun, untuk perburuan trofi, menurut Quang Huy, pesaing Vietnam adalah Thailand.
“Thailand berbeda. Maksud saya, Indonesia masih berada di 4 besar, artinya di grup kita, mereka akan menjadi pesaing langsung Vietnam,” kata Quang Huy.
Halaman Selanjutnya
“Melihat turnamen secara keseluruhan, saya masih percaya Thailand dan Vietnam akan menjadi dua tim yang bersaing untuk posisi pertama dan kedua,” sambungnya.
Daftar Isi
Jakarta -
Bali menjadi pilihan utama wisatawan mancanegara yang ingin menikmati wisata alam, pantai, kuliner, festival dan budaya. Oleh karena itu, internet andal jadi bagian yang tidak terpisahkan.
Tingginya minat terhadap Bali turut terlihat dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Pada April 2026, tercatat 553.328 kunjungan langsung ke Bali. Angka tersebut meningkat 4,50% menjadi 578.251 kunjungan pada Mei 2026.
Aktivitas penerbangan domestik juga menunjukkan mobilitas yang tinggi, dengan 301.620 penumpang tercatat berangkat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai pada April 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama berlibur, wisatawan juga semakin mengandalkan koneksi internet. Mereka memakainya untuk mencari lokasi melalui maps, memesan transportasi, melakukan pembayaran digital, membuat konten, hingga membagikan perjalanan mereka secara langsung melalui media sosial.
Karena itu, koneksi internet yang stabil kini menjadi bagian penting dari pengalaman berlibur. Internet kencang bukan lagi sekadar fasilitas tambahan.
Seiring meningkatnya aktivitas digital, sejumlah operator seluler terus memperkuat kualitas jaringannya di Bali. Indosat Ooredoo Hutchison atau IOH, Telkomsel, dan XL menjadi beberapa operator yang melayani kebutuhan konektivitas pengguna di Pulau Dewata.
Berdasarkan laporan Mobile Network Experience Opensignal edisi Juli 2026, Indosat mencatat skor Pengalaman Video tertinggi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara sebesar 68,7 poin. Posisi berikutnya ditempati XL dengan 67,1 poin dan Telkomsel dengan 65,8 poin.
Skor pengalaman video (Foto: Open Signal)
Capaian tersebut menjadi validasi independen terhadap pengalaman pengguna Indosat dalam menikmati layanan video di Bali dan Nusa Tenggara. Bagi wisatawan, koneksi yang stabil dapat mendukung aktivitas seperti streaming, video call, navigasi, mengakses media sosial, hingga merekam dan mengunggah konten selama perjalanan.
Skor pengalaman gaming (Foto: Open Signal)
Secara nasional yang mencakup wilayah Bali Nusra, Indosat juga mencatat skor tertinggi pada kategori Pengalaman Gaming bersama Telkomsel, masing-masing sebesar 91,1 poin, diikuti XL dengan 90,8 poin. Capaian ini mencerminkan dukungan jaringan yang mampu menghadirkan pengalaman bermain game yang lebih responsif dengan latensi dan gangguan yang minim.
Tri sebagai salah satu brand Indosat yang dekat dengan anak muda juga mendukung aktivitas digital masyarakat Bali. Dengan jaringan Indosat 5G yang tersedia di Kuta, Tabanan, Gianyar, hingga Denpasar, pengguna Tri dapat tetap terhubung saat berpindah destinasi.
Kebutuhan terhadap akses internet semakin penting seiring berkembangnya Bali sebagai destinasi wisata, pusat penyelenggaraan event, serta ruang beraktivitas bagi masyarakat lokal, kreator konten, dan pelaku usaha.
Kebutuhan terhadap jaringan yang dapat diandalkan tidak hanya dirasakan masyarakat lokal maupun wisatawan yang datang untuk berlibur singkat atau menghadiri event. Internet juga menjadi kebutuhan penting bagi turis mancanegara yang tinggal selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan di Bali.
Selama menjalani long stay, para traveler yang menjadi digital nomads tetap membutuhkan koneksi untuk bekerja secara remote, seperti mengikuti rapat virtual, mengakses dokumen berbasis cloud dan layanan perbankan, hingga berkomunikasi dengan keluarga.
Dengan jaringan seluler yang berkualitas, traveler tidak harus terus bergantung pada Wi-Fi hotel, vila, kafe, atau coworking space. Dukungan jaringan yang diperkuat oleh layanan 5G di sejumlah titik strategis di Bali juga dapat menunjang kebutuhan tersebut.
Karena itu, koneksi yang stabil kini jadi kebutuhan utama, baik saat masyarakat lokal beraktivitas, wisatawan menjelajahi destinasi dan menghadiri event, maupun turis long stay tinggal dan bekerja di Pulau Dewata.
(fay/rns)
TAGSLIHAT LAINNYA
Parik Malintang (ANTARA) - Petang belum berkunjung tapi hari sudah terasa kelabu bagi Darmawati, wanita paroh baya yang tinggal di pelosok Nagari III Koto Aur Malintang Selatan, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Hampir setiap hari ia terpaksa menggenggam erat dan mengayunkan parang untuk membelah buah pinang meski tenaganya terasa telah renta karena penyakit di tubuhnya yang perlahan menggerogotinya.
Di rumah yang belum berplester itu, ia terus melawan salah satu penyakit yang memaksanya pulang kampung sekitar tiga tahun lalu dalam kondisi kurus dan batuk sesekali berdarah.
Di sela rutinitasnya tersebut, ia kembali merasakan lapar, padahal baru dua jam yang lalu menyantap sepiring nasi lengkap dengan lauk sisa semalam. Jantungnya berdebar, badannya bergetar, dan keringat dingin membasahi baju yang ia kenakan. Kondisi ini merupakan ciri khas dari hipoglikemia atau gula darah rendah.
Ia mengidap penyakit gula (diabetes), penyakit ini diketahui ketika mengidap batuk (tuberkulosis).
Ia memandang nanar motor yang sesekali melintas di depan rumahnya yang jaraknya hanya beberapa meter sambil menunggu reaksi obat yang dibelinya di apotek beberapa pekan lalu.
Segala obat herbal hingga pengobatan alternatif pun telah dijalankan, namun tidak satupun yang berhasil. Malahan menimbulkan efek samping sehingga pengobatan jenis ini pun ia hentikan.
Sayangnya ia dan keluarga belum terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang merupakan program perlindungan sosial dari pemerintah yang dijalankan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Berbeda cerita dengan lansia penjaga kantin SMKN 1 IV Koto Aur Malintang, Mina Sikumbang (60). Tokoh adat dengan bergelar Pamuncak Rajo Rangkayo Saradeyo tersebut merasakan kekhawatiran setelah saudaranya terpaksa dirawat di rumah sakit yang beberapa hari kemudian meninggal dunia. Namun pihak keluarga tidak mampu membayar biaya pengobatannya yang lebih dari Rp9 juta.
Selama ini ia berobat ke Puskesmas, tapi itu penolong sementara.
Jika penyakit tersebut diperlukan penanganan lebih lanjut maka harus dirujuk ke rumah sakit yang tentunya memerlukan biaya besar sedangkan penghasilannya tidak mampu membiayainya.
Berbeda hal jika terdaftar sebagai peserta JKN, lanjutnya karena melalui program tersebut mereka tidak perlu lagi memikirkan pembiayaan.
Salah seorang tokoh rantau Kabupaten Padangpariman, H. Azwar Wahid (73) suaranya bergetar saat menceritakan kondisi kampung halamannya yang jauh dari pusat pemerintahan.
Menurutnya karena letak geografis tersebut yang membuat kampung halaman yang dicintainya itu jarang dikenal masyarakat luas serta kurang disentuh pembangunan.
Karena itulah tokoh rantau yang dikenal sebagai Haji Sagi itu bersama perantau lainnya selalu aktif membantu dalam pembangunan infrastruktur jalan dan rumah ibadah serta mendanai kegiatan sosial dan agama di kampung halaman.
Namun ia merasa apa yang dilakukan selama ini belum betul-betul membantu warga di kampung halamannya yang mayoritas berprofesi sebagai petani.
Perasaan itu diperkuat setelah pemerintah nagari setempat menginformasikan terkait salah seorang warga kampung halamannya meninggal di salah satu rumah sakit namun pihak keluarga kesulitan memulangkan jenazahnya karena terkendala biaya.
"Saya tidak ingin lagi orang kampung halaman saya tidak bisa membayar biaya di rumah sakit," tegasnya.
Pasca peristiwa itu ia meminta pemerintah nagari mendata lansia dan warga dengan penyakit kronis yang ekonominya miskin. Ia menyatakan dirinya akan berupaya membiayai premi kepesertaan warga tersebut di BPJS Kesehatan.

Wali Nagari III Koto Aur Malintang Selatan Era Jaya mengatakan partisipasi aktif perantau selama ini membangun kampung halaman membuat efisiensi anggaran tidak berpengaruh besar pada pembangunan di desa yang disebut di Ranah Minang sebagai nagari tersebut.
Setidaknya hampir Rp500 juta per tahunnya pembangunan fisik salah satunya pembangunan jalan antar kampung dapat dilaksanakan berkat partisipasi perantau.
Namun pembangunan yang dijalankan selama ini ternyata belum menyelesaikan persoalan mendasar bagi warganya. Pasalnya, banyak warga miskin khususnya lansia dan memiliki penyakit menahun tidak bisa berobat ke rumah sakit karena terkendala biaya. Oleh karena itu, Pemerintah Nagari Aur Malintang Selatan menjalin kerjasama dengan BPJS Kesehatan Cabang Padang pada 30 Juni 2026.
Melalui kerjasama itu pemerintah nagari dapat mendaftarkan lansia dan warga penyakit menahun dengan ekonomi miskin sebagai peserta JKN yang preminya dibayar oleh Unit Pengelola Zakat (UPZ) nagari setempat serta dibantu perantau.
Untuk tahap awal sekitar 100 warga didaftarkan sebagai peserta JKN. 50 peserta didaftarkan melalui dukungan UPZ nagari, sedangkan sekitar 50 peserta lainnya dibantu oleh perantau, salah satunya H. Azwar Wahid.
Jumlah penerima bantuan tersebut diperkirakan masih akan bertambah karena masih banyak warga yang belum terakomodir serta sejumlah perantau lainnya juga menyatakan kesiapan untuk ikut membantu.
Pemerintah nagari tidak sembarangan mendaftarkan warganya ke JKN karena harus melakukan verifikasi berdasarkan data di tingkat nagari serta Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional. Tujuannya agar program yang dimulai semenjak akhir Juni lalu dapat tepat sasaran.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padang Meri Lestari menilai kolaborasi tersebut menjadi terobosan yang belum pernah dijumpai di wilayah kerjanya.
"Ini merupakan hal yang baru, selama ini di BPJS Cabang Padang baru sebatas keterlibatan badan usaha saja, belum melibatkan para perantau," katanya.
Menurutnya kehadiran perantau memperlihatkan bahwa kearifan lokal 'badoncek' atau patungan dapat menjadi kekuatan baru dalam memperluas perlindungan kesehatan masyarakat.
Kolaborasi tersebut tentu menjadi angin segar bagi upaya Padang Pariaman mencapai Universal Health Coverage (UHC). Hal tersebut karena tingkat kepesertaan JKN di daerah itu hingga pertengahan 2026 sekitar 86 persen dari sekitar 460 ribu penduduk.
Angka itu jauh dari cakupan kepesertaan minimal UHC yaitu 98 persen sehingga masih terdapat sekitar 64 ribu warga yang perlu didorong menjadi peserta JKN.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman juga telah menambah alokasi subsidi UHC sebesar Rp5 miliar dari Rp16 miliar menjadi Rp21 miliar pada akhir Juli 2026.
Asisten II Sekretariat Daerah Padang Pariaman Elfi Delita mengatakan pihaknya menargetkan daerah itu dapat memperoleh UHC pada 2027. Menurutnya target tersebut mustahil dapat tercapai di tengah keterbatasan kemampuan APBD sehingga diperlukan bantuan dari banyak pihak.
Bagi Pemkab Padang Pariaman UHC bukan sekadar predikat namun komitmen agar seluruh warganya dapat mengakses pelayanan kesehatan tanpa khawatir pembiayaan.
Meskipun Pemkab telah lama menyadari kearifan lokal 'badoncek' yang melibatkan perantau telah banyak membantu pemerintah daerah dalam berbagai hal. Namun inovasi dari Aur Malintang Selatan menunjukkan bahwa jaminan kesehatan bukan semata urusan pemerintah namun juga perantau.
Ketika budaya 'badoncek' bertemu dengan semangat para perantau untuk membangun kampung halaman, maka lahirlah ikhtiar bersama yang menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.
Bagi Haji Sagi apa yang dilakukan saat ini seperti benih yang disemai agar nantinya dapat dituai oleh orang kampung halamannya sendiri berupa kesehatan sehingga bisa beraktivitas dengan nyaman untuk menghidupi keluarga. Bagi Darmawati dan Mina kolaborasi pemerintah dan BPJS Kesehatan merupakan jawaban atas doa dan ketakutan mereka akan biaya pengobatan.
Program ini bukan sekadar pembayaran iuran wajib atau premi kepesertaan JKN di BPJS Kesehatan namun menjadi kepastian bahwa ketika sakit datang, pelayanan kesehatan tetap dapat diakses tanpa dibayangi kekhawatiran biaya pengobatan.
Jumat, 31 Juli 2026 - 14:27 WIB
Jakarta, VIVA – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan rotasi jabatan di lingkungan Polri. Selain memutasi 146 perwira tinggi (Pati), penyegaran organisasi juga menyasar sejumlah jabatan kepala kepolisian resor (Kapolres) di berbagai daerah.
Baca Juga
Rotasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1584/VII/KEP./2026 tertanggal 30 Juli 2026 yang ditandatangani atas nama Kapolri oleh Asisten SDM Polri Inspektur Jenderal Polisi Anwar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mutasi kali ini meliputi promosi jabatan, rotasi, hingga pengisian sejumlah posisi Kapolres di berbagai wilayah Indonesia. Dalam daftar mutasi, Ajun Komisaris Besar Polisi Ruri Prastowo dipercaya menjabat Kapolres Musi Banyuasin menggantikan pejabat sebelumnya yang mendapat penugasan baru.
Baca Juga
Sementara itu, jabatan Kapolres Ogan Komering Ulu Timur kini diemban AKBP Lalu Hedwin Hanggara. Adapun kursi Kapolres Lubuklinggau dipercayakan kepada AKBP Catur Erwin Setiawan.
Rotasi juga terjadi di wilayah Lampung. AKBP Ramadhona ditunjuk sebagai Kapolres Way Kanan, sedangkan AKBP Rinto Haivan Simbolon dipercaya memimpin Polres Pesisir Barat.
Baca Juga
Di Jawa Tengah, AKBP Erma Rahayu Kusuma Ningrum mendapat amanah sebagai Kapolres Purworejo menggantikan pejabat sebelumnya yang dipromosikan ke jabatan lain. Sementara itu, AKBP Riyana Purwasari ditunjuk menjadi Kapolres Padang Pariaman, Sumatra Barat.
Untuk wilayah Papua Barat Daya, Kapolri menunjuk AKBP Praja Gandha Wratama sebagai Kapolres Sorong Selatan, AKBP Eddwar Martua Pandjaitan sebagai Kapolres Tambrauw, AKBP Jems Oktovianus Tegay sebagai Kapolres Sorong, AKBP Boma Wedhayanto Purnomo sebagai Kapolres Raja Ampat, serta AKBP Jandry Denny Sairlela sebagai Kapolres Maybrat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain itu, AKBP Adi Dharma Pramudhita dipercaya mengemban jabatan baru sebagai Kapolres Asahan, Sumatra Utara.
Sebelumnya, Kapolri juga merotasi dan mempromosikan 146 perwira tinggi dan perwira menengah Polri melalui dua surat telegram yang diterbitkan pada 30 Juli 2026. Mutasi tersebut merupakan bagian dari penyegaran organisasi, pembinaan karier personel, serta penguatan struktur organisasi Polri.
VIVA.co.id
31 Juli 2026
Jumat, 31 Juli 2026 - 14:27 WIB
VIVA – Timnas Indonesia akan menghadapi ujian baru saat berjumpa Timor Leste pada laga lanjutan Grup A Piala AFF 2026. Untuk pertama kalinya sejak dilatih John Herdman, skuad Garuda akan memainkan pertandingan di luar kandang.
Baca Juga
Dalam lima laga sebelumnya bersama Herdman, Timnas Indonesia selalu tampil di depan pendukung sendiri. Situasi itu berubah ketika Garuda dijadwalkan menghadapi Timor Leste di Stadion Chonburi, Thailand, pada Jumat, 31 Juli 2026 pukul 17.00 WIB.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski menjalani laga tandang perdana di era Herdman, kepercayaan diri Timnas Indonesia tetap terjaga. Hasil positif yang diraih dalam lima pertandingan sebelumnya menjadi bekal penting untuk melanjutkan tren kemenangan.
Baca Juga
Dari lima pertandingan tersebut, Garuda mencatatkan empat kemenangan. Satu-satunya kekalahan terjadi saat menghadapi Bulgaria melalui adu penalti setelah pertandingan berlangsung sengit melawan wakil Eropa itu.
Photo :
Baca Juga
Ketajaman lini serang juga menjadi salah satu keunggulan Timnas Indonesia di bawah kepemimpinan Herdman. Garuda telah mengoleksi 13 gol, atau rata-rata mencetak 3,25 gol dalam setiap pertandingan.
Tidak hanya produktif di depan, pertahanan Indonesia juga tampil impresif. Tiga dari empat kemenangan berhasil diraih tanpa kebobolan alias mencatatkan clean sheet.
Satu-satunya kemenangan yang diwarnai gol lawan terjadi saat Indonesia mengalahkan Kamboja pada pertandingan pembuka Grup A Piala AFF 2026. Meski sempat kebobolan, Garuda tetap mampu mengamankan kemenangan dengan skor meyakinkan.
Menghadapi Timor Leste, Indonesia tetap menjadi favorit meski berstatus sebagai tim tamu. Banyak prediksi menyebut Garuda berpeluang meraih kemenangan dengan margin gol yang cukup besar.
Photo :
Perbedaan kualitas kedua tim menjadi alasan utama. Berdasarkan ranking FIFA terbaru, Indonesia berada di peringkat 118 dunia, sedangkan Timor Leste masih menempati posisi ke-201.
Dominasi Indonesia juga terlihat dari rekor pertemuan kedua negara. Sejak 2010, Garuda selalu menang dalam enam pertemuan melawan Timor Leste tanpa pernah kehilangan poin.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam enam laga tersebut, Indonesia berhasil mencetak 21 gol, sementara Timor Leste hanya mampu membalas dua gol.
Pertemuan terakhir terjadi pada 30 Januari 2022 saat Timnas Indonesia masih ditangani Shin Tae-yong. Kala itu, Garuda menang 3-0 berkat gol Terens Puhiri, Ramai Rumakiek, dan Ricky Kambuaya.
Halaman Selanjutnya
Kedua tim juga sempat bertemu di Piala AFF 2018. Indonesia kembali keluar sebagai pemenang dengan skor 3-1 meski sempat tertinggal lebih dulu.
Jakarta, CNN Indonesia --
Nama lengkapnya Franchino Baresi, tetapi lebih dikenal Franco Baresi. Ialah orang pertama yang tercatat sebagai one man club AC Milan.
Baresi lahir di Travagliato, Brescia, Italia pada 8 Mei 1960. Lahir di kota kecil, Baresi tidak pernah bercita-cita menjadi pemain bola. Ia juga baru menonton bola di televisi saat berusia 10 tahun.
Pada 1972, saat berusia 12 tahun, Baresi masuk akademi AC Milan. Memainkan peran di beberapa posisi, Baresi akhirnya mantap menjadi bek selama berada di akademi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan Redaksi
Setelah lima tahun berada di tim pembinaan, Baresi promosi ke tim utama Rossoneri. Tepat pada 23 April 1978, Baresi debut bersama AC Milan dalam Serie A 1977/1978. Saat itu usianya 17 tahun.
Pada musim tersebut Baresi hanya main sekali. Setelah debut itu Baresi tidak dimainkan lagi hingga akhir musim. Namun, pada musim 1978/1979, nama besar Baresi mulai mencuat.
Pada musim tersebut Baresi tampil 30 kali sebagai libero. Posisinya tidak tergantikan. Ia absen hanya saat akumulasi kartu. Baresi juga langsung jadi pilihan utama di pentas Eropa.
Pada musim tersebut AC Milan meraih scudetto. Performa Baresi membuat Milan kembali jadi yang terbaik, menghentikan dominasi Juventus sekaligus mengakhiri puasa gelar 10 musim.
Sayangnya, setelah meraih scudetto, Milan degradasi ke Serie B pada musim berikutnya. Milan diputuskan turun kasta karena terlibat dalam skandal Totonero, taruhan hasil pertandingan.
Turun kasta, membuat sejumlah pemain AC Milan memutuskan pensiun. Salah satu di antaranya Fabio Capello. Begitu AC Milan diputuskan degradasi, Capello langsung gantung sepatu.
Dalam situasi sulit itu, Baresi banyak digoda klub Italia lainnya, termasuk klub dari Spanyol dan Inggris. Namun Baresi muda memilih bertahan. Ia ingin membawa AC Milan promosi.
Begitu kembali ke Serie A pada 1981/1982, AC Milan kembali turun kasta pada 1982/1983. Tidak seperti sebelumnya banyak pemain bertahan, kali ini pada hengkang. Namun Baresi tetap bertahan.
Baresi pun membela AC Milan selama 20 tahun atau hingga 1997. Saat memutuskan pensiun, Baresi jadi pemain AC Milan pertama yang tidak pernah pindah klub sepanjang karier.
Baresi mempersembahkan enam gelar Serie A, dua gelar Serie B, dan empat Supercoppa Italiana. Baresi juga mempersembahkan tiga gelar Liga Champions, dua Super Cup, dan dua Intercontinental Cup.
Karena pengabdiannya itu Baresi mendapat penghormatan khusus. Nomor punggung yang dipakai Baresi, nomor enam, dipensiunkan. Nomor enam hanya untuk Baresi.
Kini, pemilik julukan Kaiser Franz tersebut telah meninggal dunia pada Kamis (30/7). Warisannya di San Siro abadi. Saat menyebut posisi libero, bisa dibilang Baresi yang terbaik.
[Gambas:Video CNN]
(abs/jal)