Sementara itu, Collins dan Murkowski tetap menolak pencalonan Blanche karena sejumlah persoalan.
Beberapa senator Republik sebelumnya mempertanyakan penanganan Blanche terhadap dokumen-dokumen terkait Jeffrey Epstein serta perannya dalam membentuk dana “anti-weaponisation” senilai US$ 1,8 miliar.
Dana tersebut awalnya direncanakan untuk memberikan kompensasi kepada orang-orang yang mengaku menjadi korban penganiayaan pemerintah. Namun, Murkowski dan para pengkritik lainnya khawatir dana tersebut justru diberikan kepada orang-orang yang diproses hukum karena terlibat dalam serangan ke Capitol pada 2021.
Setelah mendapat tekanan dari senator Republik selama sidang konfirmasi, Blanche akhirnya berjanji untuk membatalkan rencana dana tersebut.
Namun, masih belum jelas apakah komitmen itu memiliki kekuatan hukum yang mengikat atau apakah Trump nantinya dapat meyakinkan Blanche untuk menghidupkan kembali skema serupa dengan nama berbeda.
Murkowski pada Jumat menyatakan akan menolak Blanche karena kekhawatiran mengenai “politicisation” atau politisasi Departemen Kehakiman. Ia juga sebelumnya mengatakan tidak memiliki keyakinan bahwa Blanche mampu “check the worst impulses of this administration”.
Collins juga mempertanyakan peran Blanche dalam penyelesaian gugatan Trump senilai US$ 10 miliar terhadap Internal Revenue Service (IRS). Meski demikian, Collins mengatakan pada akhirnya ia mempercayai Blanche untuk memberikan nasihat hukum yang jujur kepada presiden.
Blanche sebelumnya menjabat sebagai wakil jaksa agung sebelum mengambil alih kepemimpinan sementara Departemen Kehakiman pada April, setelah Pam Bondi diberhentikan.
Kini, setelah memperoleh konfirmasi Senat, Blanche resmi menduduki posisi tertinggi dalam penegakan hukum AS.
Setelah pemungutan suara, Blanche mengatakan dirinya “deeply honoured by the trust and confidence President Trump has placed in me”.
Pengangkatannya sekaligus menempatkan seorang mantan pengacara pribadi Trump di posisi strategis untuk menentukan arah Departemen Kehakiman Amerika Serikat.