Minggu, 02 Agustus 2026, 23:50 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Akademisi Cross Culture Lecturer Ali Syarief mengkritik negara yang dinilainya tidak mengambil peran dalam menyelesaikan polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Menurut Ali, seharusnya negara bisa meminta Jokowi menunjukkan ijazah asli agar tidak menimbulkan keonaran di masyarakat. Polemik ini telah menjerat Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa dengan tudingan ijazah palsu.
"Intinya, negara tidak hadir untuk sekadar meminta Jokowi menunjukkan ijazah aslinya; mengapa menjadi kewajiban negara? Supaya tidak terjadi keonaran. Selanjutnya, indikasi tindak pidana kriminal sudah telanjang," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Minggu (2/8).
Sebagai informasi, Dokter Tifa menghadapi langsung persidangan pokok perkara kasus tudingan ijazah palsu Jokowi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim).
Pada 23 Juli 2026, Majelis Hakim PN Jaktim mengabulkan eksepsi tim kuasa hukum Dokter Tifa. Hakim menyatakan surat dakwaan JPU batal demi hukum karena dinilai tidak cermat, tidak jelas, dan tidak lengkap.
Kejaksaan tidak mengajukan perlawanan atas putusan sela tersebut, melainkan memperbaiki surat dakwaan. Berkas perkara yang telah direvisi kemudian dilimpahkan kembali ke PN Jaktim pada akhir Juli 2026.
Pengadilan menetapkan nomor perkara baru (354/Pid.B/2026/PN Jaktim). Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan dijadwalkan berlangsung Kamis, 6 Agustus 2026.
Baca Juga: Bukan Roy Suryo dan Tifa, Rismon Justru 'Benar' di Kasus Ijazah
Dengan dakwaan yang telah diperbaiki, Dokter Tifa tidak bisa lagi menghindari pemeriksaan pokok perkara. Ia harus siap mempertanggungjawabkan hasil kajian akademisnya (metode neuroscience) terkait tudingan ijazah di hadapan hakim.
Berbeda dengan Dokter Tifa, Roy Suryo memilih jalur praperadilan secara bertubi-tubi untuk menggugurkan prosedur penegakan hukum terhadap dirinya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Koba, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menjadikan KOBALORASI #4 sebagai ruang promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal, sekaligus sarana edukasi sejarah Kota Koba dalam memperingati HUT ke-172 Kota Koba pada 18-22 Agustus 2026.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Bangka Tengah Irwandi, di Koba, Minggu, mengatakan KOBALORASI yang memasuki penyelenggaraan keempat itu merupakan agenda kolaboratif yang mempertemukan pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas seni dan budaya, serta masyarakat untuk menggerakkan ekonomi lokal dan memperkuat kecintaan terhadap sejarah daerah.
"KOBALORASI edisi keempat bukan sekadar rangkaian hiburan dalam memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia yang dirangkaikan dengan HUT ke-172 Kota Koba, tetapi juga menjadi wadah edukasi sejarah sekaligus ruang promosi bagi pelaku UMKM lokal," katanya.
Ia mengatakan pula, KOBALORASI #4 mengusung tema "Koba, Dari Masa ke Masa" yang menggambarkan perjalanan sejarah Kota Koba,sekaligus menjadi media untuk memperkenalkan identitas daerah kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Selama lima hari pelaksanaan, masyarakat dapat mengunjungi bazar UMKM yang menampilkan berbagai produk unggulan lokal, pameran sejarah Kota Koba, pentas seni dan budaya, jalan sehat, senam bersama, kegiatan membaca dan bercerita, pawai budaya, karnaval, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Menurut Irwandi, konsep kolaborasi menjadi kekuatan utama dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut karena melibatkan berbagai unsur masyarakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas, baik dari sisi ekonomi, sosial maupun budaya.
Melalui kegiatan itu, pemerintah daerah berharap transaksi pelaku UMKM meningkat, ruang kreativitas bagi seniman dan pelaku budaya semakin terbuka, serta masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai sejarah dan perkembangan Kota Koba.
"Ketika masyarakat hadir bersama keluarga, pelaku UMKM memperoleh pembeli, seniman memiliki ruang berekspresi, sementara generasi muda dapat belajar mengenai sejarah daerahnya. Inilah esensi KOBALORASI, menghadirkan manfaat bagi semua pihak," ujarnya.
Selain bazar dan pameran, KOBALORASI #4 juga akan dimeriahkan penampilan sejumlah musisi dan kelompok seni, antara lain Jacson Zeran, Hari Gamma 1, DJ Maxsound, Hybrid Theory Band, Infinity Band, Kawanan Band, Maxsound Band, Disko Randa, Big Noeng, DJ Big Mouse, serta atraksi Kuda Lumping Ngesti Budoyo Turonggo Mudo.
Irwandi mengajak masyarakat memanfaatkan momentum HUT ke-172 Kota Koba dengan mengunjungi KOBALORASI #4 sekaligus membeli produk-produk UMKM lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Kami mengundang seluruh masyarakat datang bersama keluarga ke Alun-Alun Kota Koba pada 18 hingga 22 Agustus 2026. Mari merayakan hari jadi Kota Koba sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui produk UMKM lokal," katanya pula.
Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Koba, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mengembangkan budi daya perikanan berbasis sister klaster sebagai strategi membangun sentra perikanan yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan melalui penguatan usaha dari sektor hulu hingga hilir.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Tengah Imam Soehadi, di Koba, Minggu, mengatakan konsep sister klaster dirancang untuk mengintegrasikan seluruh mata rantai usaha perikanan, mulai dari penyediaan benih, pakan, proses budi daya, panen, pengolahan hasil, pemasaran hingga produk diterima konsumen.
"Setiap mata rantai saling terhubung dan saling mendukung, sehingga produksi menjadi lebih efisien, biaya dapat ditekan, nilai tambah meningkat dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan pembudidaya," katanya.
Ia menjelaskan pengembangan sister klaster menjadi arah kebijakan pembangunan perikanan daerah yang difokuskan pada enam aspek utama, yakni penguatan sektor hulu, peningkatan produksi, pengolahan hasil, pemasaran, digitalisasi, dan keberlanjutan lingkungan.
Pada sektor hulu, pemerintah daerah memperkuat ketersediaan benih unggul, sarana produksi, serta pendampingan kepada pembudidaya. Peningkatan produksi dilakukan melalui penerapan teknologi budidaya yang efisien, produktif, dan ramah lingkungan.
Selanjutnya, hasil budi daya diarahkan untuk diolah menjadi produk bernilai tambah dengan standar mutu yang baik, disertai perluasan akses pemasaran melalui kemitraan usaha dan pemanfaatan teknologi digital.
"Pembangunan sektor perikanan tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi juga memastikan produk memiliki daya saing dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat," ujarnya.
Menurut Imam, keberhasilan pengembangan sister klaster membutuhkan kolaborasi pentaheliks yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, perbankan, dan masyarakat.
Pemerintah berperan sebagai regulator dan fasilitator, akademisi mendukung riset dan inovasi, dunia usaha memperkuat investasi dan kemitraan, perbankan menyediakan akses pembiayaan, sedangkan masyarakat menjadi pelaku utama dalam pengembangan usaha budidaya.
Imam mengatakan, pengembangan sister klaster juga diharapkan mampu mendukung penyediaan bahan baku untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), memperkuat koperasi dan kelembagaan ekonomi desa, serta meningkatkan konsumsi ikan sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan penurunan angka stunting.
"Tujuan akhirnya adalah menjadikan Bangka Tengah sebagai sentra budi daya perikanan yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan dengan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," katanya pula.
Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
AKURAT.CO, Alasan seseorang untuk berlari memang kerap berubah seiring berjalannya waktu. Ada yang memulainya demi menjaga kebugaran tubuh, mengejar Personal Best (PB) baru, hingga mengincar momen emosional saat menyentuh garis finish.
Namun, ritme hidup yang padat, kesibukan pekerjaan, hingga masa pemulihan cedera, tak jarang memaksa para pelari untuk gantung sepatu sejenak.
Memahami realita tersebut, HOKA menginisiasi gerakan bertajuk 'Lari Lagi, Lari Terus'. Inisiatif ini lahir dari keyakinan bahwa setiap orang selalu memiliki kesempatan untuk kembali melangkah dan menikmati perjalanan berlarinya.
HOKA Indonesia Marketing Lead, Lucky Bagus, menegaskan gerakan ini membawa semangat Together We Fly Higher serta filosofi Performance with Joy yang merupakan DNA utama HOKA.
https://www.akurat.co/sportainment/878463/sambut-hut-ke-81-ri-kemenpora-gelar-merdeka-run-2026-diikuti-8-000-pelari-hingga-drone-show
"Kami percaya bahwa perjalanan berlari menjadi lebih bermakna saat didukung energi positif komunitas. Performa terbaik lahir ketika seseorang menemukan kenyamanan dan kegembiraan di setiap langkah," kata Lucky di Kawasan Stadion Utama GBK Senayan, Jakarta, Minggu (2/8/2026).
Sebagai penanda dimulainya gerakan ini, HOKA menggelar Community Run yang memboyong sekitar 200 pelari pada Minggu (2/8/2026). Acara ini dihelat memanfaatkan momen Car Free Day (CFD) di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
GBK dipilih karena telah lama menjadi ruang inklusif dan titik kumpul favorit ribuan pelari dari berbagai latar belakang. Momen ini dimanfaatkan para peserta untuk saling menguatkan, berbagi kisah, dan merayakan langkah baru bersama.
Acara ini juga menghadirkan sosok Tania Ikhsani dan Wahyu Setiawan yang membagikan kisah inspiratif mereka saat harus bangkit dan memulai kembali rutinitas lari setelah sempat rehat.
Tania mengungkapkan bahwa kembali berlari mengajarkannya untuk lebih mendengarkan tubuh dan menghargai setiap proses sekecil apa pun tanpa perlu terburu-buru.
Semangat pantang menyerah tersebut turut digaungkan oleh para atlet HOKA seperti Septiana Nia, Hendra Siswanto, dan Ida Maharani yang membuktikan bahwa konsistensi adalah kunci utama perkembangan seorang pelari.
Untuk mendukung para pelari membangun kembali konsistensinya, HOKA juga memperkenalkan super trainer terbaru mereka, yakni HOKA Clifton PRO. Sepatu ini dirancang khusus untuk menemani berbagai fase latihan, mulai dari daily run, easy run, tempo run, hingga interval.
Ditenagai teknologi mumpuni seperti PROGLIDE™+, Aggressive MetaRocker™, dan Premium SCF EVA Midsole, Clifton PRO mampu menyajikan transisi langkah yang super mulus, responsif, dan ekstra nyaman.
Bagi kamu yang ingin merasakan sensasi sepatu baru ini, HOKA Clifton PRO sudah resmi mengudara sejak 10 Juli 2026. Koleksi ini bisa kamu dapatkan di gerai resmi HOKA, situs HOKA.com, Planet Sports Asia, The Athlete's Foot, hingga Foot Locker Indonesia.
Minggu, 2 Agustus 2026 23:39 WIB
Ilustrasi - Kebakaran yang terjadi kawasan Pasar Besar Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. ANTARA Kalteng.
Palangka Raya (ANTARA) - Kepolisian Sektor Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, masih menyelidiki adanya dugaan unsur kesengajaan dalam kebakaran yang menghanguskan sejumlah bangunan di kawasan Pasar Besar Palangka Raya.
"Betul ada yang kami amankan. Tapi belum dapat diajak berbicara," kata Kapolsek Pahandut, AKP Iyudi Hertanto, Minggu.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.55 WIB di kawasan permukiman yang berada di antara Jalan Jawa dan Jalan Kalimantan, tepatnya di sebuah gang di sisi pagar Pekuburan Kristen Pahandut. Saat kejadian, aktivitas pasar malam masih berlangsung, sehingga warga panik ketika api dengan cepat membesar.
"Nanti akan kami sampaikan informasi lebih lanjut setelah kami melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan," ucapnya.
Sementara itu, Ketua BPK Kamboja, Sucipto mengatakan, berdasarkan hasil keterangan saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian, kebakaran terjadi diduga akibat unsur kesengajaan dari salah satu pemilik rumah yang membakar rumahnya.
Upaya pemadaman melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur, di antaranya BPK Kamboja, relawan pemadam, BPBD Kota Palangka Raya, BNPB Kalimantan Tengah, Tim Karhutla, Damkar, PLN, TNI, Polri, serta masyarakat. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar dua jam.
Menurut Sucipto, kondisi permukiman yang didominasi bangunan berbahan kayu membuat api cepat merambat. Selain itu, keterbatasan sumber air di lokasi turut menjadi kendala selama proses pemadaman.
Kobaran api juga sempat menjalar ke bagian atap kawasan pemakaman Kristen Pahandut akibat bara yang diterbangkan angin. Berkat respons cepat petugas pemadam, api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Hingga proses pemadaman selesai, tidak ada laporan korban jiwa. Meski demikian, puluhan rumah dan barak dilaporkan hangus terbakar, sementara nilai kerugian masih dalam proses pendataan oleh petugas terkait.
Pewarta : Rajib Rizali
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Beijing (ANTARA) - Amerika Serikat (AS) telah lama memosisikan dirinya sebagai pendukung kuat pasar bebas di dunia. Negara tersebut mendesak negara lain untuk membuka perekonomian mereka, menurunkan hambatan perdagangan, dan merangkul persaingan. Namun, saat menghadapi persaingan dari luar negeri, Washington justru semakin meninggalkan prinsip yang selama ini diklaimnya dijunjung tersebut.
Contoh terbaru yakni keputusan Komisi Komunikasi Federal AS untuk melarang impor robot humanoid, yang disebutnya sebagai langkah untuk menjaga keamanan nasional. Meski tidak disebutkan secara eksplisit, target yang dimaksud dalam kebijakan ini jelas mengarah ke China.
Langkah ini juga bukan yang pertama kalinya bagi AS. Peralatan telekomunikasi, kendaraan listrik, dan, kini, robot humanoid China telah dimasukkan ke dalam definisi "ancaman keamanan nasional" yang cakupannya terus diperluas oleh Washington. Setiap kali perusahaan-perusahaan China memperoleh keunggulan kompetitif, respons yang semakin sering muncul adalah melakukan pembatasan, alih-alih bersaing.
Kontradiksi ini semakin tak terbantahkan. Pasalnya, Washington menuntut keterbukaan pasar di luar negeri, sementara mereka menutup pasarnya sendiri ketika industri domestik menghadapi pesaing yang lebih kuat. Di satu sisi, mereka menyerukan persaingan yang adil kepada negara lain, sementara di sisi lain, mereka kerap menukar aturan pasar dengan hambatan administratif ketika AS tidak diuntungkan. Standar ganda yang mencolok ini menyingkapkan realitas sederhana, yakni pasar bebas hanya dianut ketika sistem tersebut melayani kepentingan AS.
Langkah-langkah pembatasan ini pun tidak akan mencapai tujuan yang digaungkan AS. Daya saing China di bidang robotika dibangun di atas kemampuan manufaktur, talenta teknis, rantai pasokan industri yang lengkap, dan salah satu pasar domestik terbesar di dunia. Tidak ada larangan impor yang dapat membalikkan kemajuan teknologi yang telah dicapai China.
Sejarah telah berulang kali menunjukkan bagaimana inovasi tidak lahir dalam keterisolasian. Robotika, teknologi AI, dan teknologi mutakhir lainnya berkembang melalui persaingan, kolaborasi, dan arus ide yang bebas. Memolitisasi teknologi dan menggunakan keamanan nasional sebagai dalih hanya akan menghambat faktor-faktor pendorong tersebut, yang pada akhirnya hanya akan berdampak buruk pada perkembangan inovasi global serta daya saing AS.
Pada akhirnya, jika Washington terus melihat persaingan sebagai ancaman alih-alih katalisator inovasi, ambisinya untuk menghidupkan kembali industri dalam negeri dan mempertahankan kepemimpinan di bidang teknologi kemungkinan besar akan sulit diwujudkan.
Pewarta: Xinhua
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Selebgram Zanzabella secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Sarwendah di tengah ramainya perbincangan publik terkait kemunculan Sarwendah dalam podcast Densu. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @Zanzabella, Sabtu, 1 Agustus 2026, ia mengaku semakin memahami situasi yang dialami Sarwendah.
Menurut Zanzabella, setelah menyaksikan penjelasan Sarwendah, dirinya merasa publik mulai mengetahui gambaran yang sebenarnya mengenai persoalan tersebut.
"Sekarang setelah munculnya Sarwendah di podcastnya Densu, kita semakin sadar siapa sebenarnya si Ono. Semakin gak ada kata untuk tidak membela wanita ini, ngerti gak? Saking kelabakannya, sampai dikeluarkanlah rekaman CCTV pertengkaran, itu biasa," kata Zanzabella dikutip Minggu, 2 Agustus 2026.
Ia juga menilai publik tidak seharusnya hanya melihat rekaman pertengkaran yang beredar tanpa mengetahui penyebab yang melatarbelakanginya.
"Pertengkaran, ditanya dulu pertengkarannya karena apa? Gak mungkin pertengkaran itu adalah yang pertama dan yang terakhir. Kalau gue membaca dari gestur, pertengkaran itu kelihatan siapa yang bermasalah," ujarnya.
Lebih lanjut, Zanzabella mengaku melihat dari ekspresi dan gestur Sarwendah dalam rekaman tersebut bahwa ada beban emosional yang dirasakan sang artis.
"Karena apa? Dari kemarahan yang diluapkan oleh Sarwendah itu kelihatan kok siapa yang salah. Sampai dia berusaha kayak ngerangkul anaknya gitu kan. Kayak apa ya? Ya udahlah kita ibu lah, kita paham gitu ya," tuturnya.
Di akhir pernyataannya, Zanzabella kembali menegaskan dukungannya kepada Sarwendah serta memberikan semangat agar tetap tegar menghadapi berbagai persoalan yang sedang dihadapi.
"Pokoknya Sargios, apapun yang terjadi kita akan mendukung Sarwendah dan Gio My Papio ya. Harus kuat, harus semangat. Kita ini wanita hebat. Gimana? Geng Ruru? Marah lagi gak terima? Aduh, kepanasan banget," pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari pihak yang disebut dalam pernyataan Zanzabella terkait komentar yang disampaikannya melalui media sosial tersebut. Zanza mengaku gio lovers dan dukung sarwendah.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
Perbesar:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288615/original/060094500_1783327881-pia1.jpg)
Liputan6.com, Surabaya - Panitia pelaksana masih mengupayakan agar suporter dapat hadir menyaksikan langsung semifinal dan final Piala Presiden 2026.
Kepastian lokasi dua laga penentuan sudah diumumkan, tetapi status kehadiran suporter masih menjadi tanda tanya.
Empat tim semifinalis telah lengkap: Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, dan Arema FC.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307331/original/089214300_1784986735-WhatsApp_Image_2026-07-25_at_7.42.17_PM.jpeg)
Perbesar
Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, menegaskan keputusan soal penonton berada di luar kewenangan panitia dan sepenuhnya mengikuti otoritas wilayah tempat pertandingan digelar.
"Kehadiran penonton berada di luar kewenangan kami karena berkaitan dengan otoritas di daerah penyelenggara. Kami usahakan, kami perjuangkan, dan doakan," kata Maruarar kepada awak media di Balai Kota Surabaya, Minggu (2/8/2026).
Semifinal Piala Presiden 2026 dijadwalkan berlangsung pada 4 Agustus 2026. Dua pemenang akan melaju ke partai final, sementara yang kalah bertarung memperebutkan posisi ketiga.
Perebutan tempat ketiga dan laga final digelar pada 6 Agustus 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Persib Bandung, juara Grup A, akan menghadapi Persija Jakarta yang finis sebagai runner-up Grup B. Persebaya Surabaya, pemuncak Grup B, berjumpa Arema FC.
Arema FC mengamankan tempat di empat besar setelah menyapu bersih dua laga Grup A dengan kemenangan atas Tampines Rovers dan DPMM FC.
Duel Persebaya kontra Arema FC diprediksi menjadi salah satu laga paling menyita perhatian karena mempertemukan dua tim besar asal Jawa Timur yang memiliki rivalitas panjang.
Di luar persoalan penonton, Maruarar menyebut penyelenggaraan Piala Presiden selama delapan edisi mengedepankan transparansi dan tata kelola profesional. Akuntabilitas pelaksanaan dijaga melalui audit independen.
Panitia juga memberi perhatian pada pengelolaan sampah selama turnamen serta pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan menyediakan area berjualan tanpa biaya.
Berbagai pembenahan dilakukan untuk meningkatkan kualitas turnamen, termasuk kenaikan hadiah bagi peserta agar kompetisi semakin kompetitif dan menarik.
Panitia pelaksana membuka ruang bagi masukan dari masyarakat maupun pelaku sepak bola. Evaluasi dianggap penting agar kualitas penyelenggaraan terus meningkat dari tahun ke tahun.
Dari sisi teknis pertandingan, Maruarar menaruh perhatian pada penerapan fair play. Ia berharap setiap laga dipimpin wasit yang profesional, memahami regulasi, dan berani mengambil keputusan.
Piala Presiden juga diarahkan memberi kontribusi bagi sepak bola nasional dengan tetap melibatkan serta memberi perhatian kepada mantan pelatih dan mantan pemain Timnas Indonesia.
"Kami semua harus bisa menerima masukan, termasuk kritik karena semua itu tidak ada yang sempurna dan kritik itu jangan hanya didengar tapi diperbaiki," tuturnya.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Tantang Vietnam, Ini Skenario Timnas Indonesia Lolos ke Semifinal Piala AFF 2026
Langkah skuad Merah Putih akan dibuka dengan meladeni perlawanan Singapura pada Jumat (28/8) pukul 15.00 WIB.
Setelah mendapatkan waktu rehat sehari, anak asuh David Singleton ini bakal menantang Hong Kong pada Minggu (30/8) pukul 15.00 WIB, sebelum melakoni duel sengit kontra tuan rumah Malaysia di laga pamungkas pada Senin (31/8) pukul 18.00 WIB.
Merespons agenda krusial ini, DPP PERBASI melalui Badan Tim Nasional bergerak cepat dengan memanggil 17 pemain untuk menjalani pemusatan latihan.
Salah satu sorotan utama dalam pemanggilan kali ini adalah hadirnya Derrick Michael Xzavierro.
https://www.akurat.co/arena/866403/asian-games-timnas-basket-indonesia-putri-panggil-5-amunisi-muda-potensial
Pebasket jebolan kompetisi NCAA yang kini berkarier di Liga Jepang tersebut diproyeksikan menjadi juru gedor utama Indonesia di Seremban nanti.
Selain Derrick, deretan nama beken dan pilar senior IBL juga menghiasi skuad. Sebut saja guard kawakan Andakara Prastawa, Anthony Beane Jr, Ali Bagir, Hendrick Xavi Yonga, Kelvin Sanjaya, hingga langganan Timnas seperti Yudha Saputera, Dame Diagne, Dio Tirta, dan Rio Disi.
Para pemain dijadwalkan mulai berkumpul dan menggelar latihan perdana pada Minggu (2/8) di Dewa United Arena. Latihan akan dipimpin langsung oleh pelatih kepala David Reynard Singleton, dibantu oleh tiga asisten pelatih yaitu Andri Malay, Ismael, dan Nico Donnda Fritzgerald.
Manajer Timnas Basket Senior Putra, Rivaldo Tandra Pangesthio, menjelaskan bahwa komposisi 17 pemain ini diramu berdasarkan analisis mendalam tim kepelatihan untuk memenuhi kebutuhan taktis di lapangan.
"Daftar nama yang dipanggil ini merupakan hasil diskusi internal dari Head Coach David Singleton bersama jajaran pelatih dan manajemen. Mereka adalah pemain hasil pantauan Badan Tim Nasional DPP PERBASI bersama pemain diaspora, serta pertimbangan atas kebutuhan tim," kata Rivaldo.
Rivaldo pun mengharapkan dukungan penuh dari seluruh pencinta bola basket di Tanah Air agar langkah Indonesia berjalan mulus di ronde pertama ini.
"Mohon doa dan restu dari masyarakat Indonesia agar persiapan berjalan lancar, dan perjuangan kami di ajang ini bisa melangkah sejauh mungkin serta membawa bangga Indonesia," tutupnya.
1. Ali Bagir Wayarabi Alhadar (Satria Muda Pertamina Bandung)
2. Andakara Prastawa Dhyaksa (Pelita Jaya Jakarta)
3. Rio Disi (Dewa United Banten)
4. Hendrick Xavi Yonga (Pelita Jaya Jakarta)
5. Derrick Michael Xzavierro
6. Muhammad Reza Fahdani Guntara (Pelita Jaya Jakarta)
7. Muhammad Fhirdan Maulana Guntara (Bogor Hornbills)
8. Yudha Saputera (Satria Muda Pertamina Bandung)
9. Pandu Wiguna (Satria Muda Pertamina Bandung)
10. Dio Tirta Saputra (Dewa United Banten)
11. Daffa Dhoifullah (Pacific Caesar Surabaya)
12. Abraham Renoldi Wenas (Kesatria Bengawan Solo)
13. Antoni Erga (Bogor Hornbills)
14. Kelvin Sanjaya (Bogor Hornbills)
15. Dame Diagne (Satria Muda Pertamina Bandung)
16. Jerome Anthony Beane Jr. (Pelita Jaya Jakarta)
17. Jayden Christopher Newell
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026 akan memilih kepemimpinan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Forum tertinggi organisasi tersebut diharapkan dapat melahirkan pemimpin yang mampu menjaga peran NU sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan di tengah berbagai tantangan zaman.
Aktivis dan tokoh muda NU Hatim Gazali menilai, muktamar tidak hanya menjadi ajang memilih ketua umum baru, tetapi juga menentukan arah organisasi dalam menghadapi dinamika sosial, ekonomi, politik, hingga perkembangan teknologi yang semakin kompleks.
Ia mengutip hasil survei Alvara Research Center pada akhir 2025 yang menyebut sekitar 140 juta warga Indonesia mengidentifikasi diri sebagai Nahdliyin. Menurut dia, besarnya jumlah warga tersebut membuat kepemimpinan PBNU memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga peran NU sebagai kekuatan sosial-keagamaan sekaligus masyarakat sipil.
Karena itu, Hatim menyebut sedikitnya terdapat sembilan kriteria yang perlu dimiliki calon Ketua Umum PBNU periode mendatang. Kriteria tersebut meliputi kemampuan menjadi pemersatu di tengah dinamika internal organisasi, memiliki akar yang kuat di lingkungan pesantren, pengalaman panjang berkhidmat mulai dari tingkat ranting hingga kepengurusan pusat, serta memiliki wawasan nasional dan global.
Selain itu, calon ketua umum juga dinilai perlu menjaga independensi organisasi dengan tidak menjadi bagian dari partai politik maupun tidak sedang menduduki jabatan politik. Menurut Hatim, pemimpin NU juga harus berpihak kepada kelompok masyarakat yang lemah, mampu menjaga tradisi pesantren sembari mendorong modernisasi organisasi, serta memiliki kapasitas keulamaan, kemampuan organisasi, integritas, dan rekam jejak pengabdian yang teruji.
“Pemimpin NU perlu memiliki wawasan nasional dan global, menjaga independensi organisasi dengan tidak menjadi bagian dari partai politik maupun tidak sedang menduduki jabatan politik, serta mampu menjadikan NU sebagai kekuatan masyarakat sipil yang tetap kritis sekaligus konstruktif,” ujar Hatim dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (2/8/2026).
Menurut Hatim, kepemimpinan dengan karakter tersebut akan menjaga marwah pesantren sekaligus memperkuat kontribusi NU dalam menjawab berbagai persoalan kebangsaan dan tantangan global.
Ia berharap Muktamar Ke-35 NU tidak hanya menghasilkan figur yang memiliki dukungan luas, tetapi juga sosok yang mampu menjaga persatuan organisasi, memperkuat khidmah kepada umat, dan membawa NU memasuki abad keduanya dengan visi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Hatim juga mengajak warga Nahdliyin mengawal proses pemilihan melalui para pengurus cabang dan wilayah. Menurut dia, penilaian terhadap kandidat semestinya didasarkan pada rekam jejak pengabdian, kapasitas kepemimpinan, integritas, dan kemampuan menjaga marwah organisasi.
“Muktamar tinggal sebulan lagi. Warga Nahdliyin perlu mengawal para pimpinan cabang dan wilayah agar memilih calon ketua umum yang memenuhi kriteria tersebut,” kata Hatim.