Liputan6.com, Jakarta - Mabes Polri kembali mengerahkan personel, tim SAR, anjing pelacak K9, serta bantuan logistik ke wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemberangkatan dilakukan dari Bandar Udara Pondok Cabe Polri, Tangerang Selatan, Minggu (16/8/2026).
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisno Andiko menyebut, pengiriman personel merupakan arahan langsung dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo guna membantu proses evakuasi, penyelamatan, maupun mitigasi wilayah terdampak gempa.
"Upaya kami untuk memberikan bantuan dan menjalankan misi kemanusiaan Polri, sebagaimana arahan dan perintah Bapak Kapolri kepada jajaran Mabes Polri, khususnya dalam membantu Polda Nusa Tenggara Timur,” ujar Trunoyudo di Bandar Udara Pondok Cabe Polri, Minggu (16/8/2026).
Dia menerangkan, personel yang disiapkan untuk diberangkatkan sebanyak 260. Sebanyak 137 personel telah diberangkan pada Sabtu, 15 Agustus 2026 malam.
Trunoyudo menegaskan, para personel yang dikerahkan memiliki kapabilitas dan kompetensi bidang penyelamatan dan Search and Rescue (SAR).
Selain itu, Korps Brimob Polri telah mengerahkan 101 personel yang terdiri dari tenaga kesehatan lapangan, dokter beserta peralatan medis, serta personel logistik. Mereka bertugas melakukan pemetaan dan kurasi kebutuhan di wilayah yang terdampak.
Pada Minggu, (16/8/2026) pagi, Polri kembali mengerahkan tim SAR dari Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri. Trunoyudo menjelaskan, tim tersebut membawa peralatan pendukung pencarian korban dan bantuan logistik dengan total berat sekitar 2,5 ton.
“Khusus untuk kompetensi SAR dari Direktorat Polisi Satwa, kami memberangkatkan 21 personel beserta 10 ekor anjing K9 yang memiliki kompetensi untuk melakukan pencarian korban,” kata Trunoyudo.
Dia menilai, kecepatan dan ketepatan merupakan dua hal penting yang harus dilakukan dalam proses evakuasi. Tim yang diberangkatkan akan berkoodinasi dengan Polda NTT untuk melakukan pembagian tugas dan wilayah prioritas.
Beberapa wilayah yang menjadi perhatian awal dalam proses mitigasi dan pencarian korban yaitu Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur. Meski demikian, penyaluran bantuan tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.
“Namun demikian, apabila terdapat daerah lain yang juga membutuhkan bantuan, tentu kami akan melakukan langkah-langkah mitigasi dan pencarian korban sesuai kebutuhan,” tuturnya.
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan menyerahkan 47 alat musik kepada kelompok binaan Yayasan Annida Tanjungsari.
Kegiatan yang berlangsung di Warkop Simpang Sentul, Cibinong, Bogor tersebut merupakan bagian dari program bantuan pemerintahan untuk menunjang kegiatan seni dan keagamaan.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon mengatakan bahwa bahwa program fasilitasi sarana dan prasarana kebudayaan merupakan perintah dari Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan revitalisasi dan pengembangan budaya.
Baca juga: Menbud apresiasi kontribusi Is Haryanto bagi musik Indonesia
“Kita juga harus menggerakkan komunitas-komunitas musik di seluruh Indonesia. Misalnya di lingkungan Jabodetabek, di 12 kota, kita memberikan bantuan kepada sanggar, komunitas musik jalanan, sehingga pemusik jalanan dilatih dan difasilitasi oleh Kementerian Kebudayaan,” kata Fadli Zon dalam keterangan resminya, Minggu.
Adapun bantuan yang disalurkan mencakup angklung, rebana, marawis, hadroh, gamelan, speaker aktif, serta sejumlah perlengkapan musik lainnya yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan kesenian.
Menurut Fadli, penguatan komunitas musik menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ekosistem kebudayaan.
Baca juga: Menbud tekankan pentingnya fasilitas kebudayaan perkuat ekosistem seni
Kementerian Kebudayaan juga menjalankan program fasilitasi bagi sanggar dan komunitas musik, termasuk komunitas musik jalanan di sejumlah wilayah Jabodetabek.
“Semoga bantuan-bantuan ini dapat menunjang kegiatan berseni. Karena berkesenian dan berbudaya adalah kegiatan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Selain itu, kami berharap hadroh, gamelan, sound system ini juga bisa digunakan untuk kegiatan-kegiatan di berbagai tempat, dan juga digunakan untuk aktivitas seni,” ucap Fadli Zon.
Dalam kesempatan tersebut, Fadli turut menyoroti posisi Bogor dan Jawa Barat sebagai salah satu pusat kebudayaan Nusantara.
Baca juga: Menbud dorong komunitas seni dan budaya di Jambi manfaatkan dana abadi
Hal itu ditandai dengan keberadaan berbagai peninggalan sejarah, seperti Prasasti Batu Tulis, Ciaruteun, Jambu, Kebon Kopi, hingga Arca Domas.
Melalui program penyaluran bantuan alat musik, Kementerian Kebudayaan mempertegas komitmennya dalam mendukung ruang kreatif berbasis komunitas di daerah, khususnya melalui sanggar dan komunitas seni.
Langkah ini bertujuan agar ekosistem musik terus berkembang sebagai sarana ekspresi, sarana belajar, serta penguat identitas lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca juga: Kemenbud serahkan bantuan alat musik bagi musisi jalanan
Baca juga: Menbud serahkan alat musik dan perkuat Seni Jalanan Malioboro
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Minggu, 16 Agustus 2026 13:53 WIB
Guru Besar Universitas Diponegoro (UNDIP) sekaligus Dekan Sekolah Vokasi UNDIP, Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si. (HO - Sekolah Vokasi Undip)
Semarang (ANTARA) - Konsep link and match selama ini menjadi salah satu fondasi penting dalam pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia. Namun, perubahan teknologi dan dunia kerja yang semakin cepat membuat hubungan antara perguruan tinggi dan industri perlu berkembang lebih jauh, dari sekadar kesesuaian kompetensi menuju kolaborasi untuk menciptakan solusi dan inovasi bersama.
Link and match tetap relevan, tetapi tidak lagi cukup untuk menjawab tantangan pendidikan vokasi abad ke-21.
Link and match adalah fondasi yang sangat penting. Namun, kampus dan industri sekarang tidak cukup hanya terhubung dan memiliki kesesuaian. Keduanya perlu terlibat lebih dalam, bekerja bersama, melakukan penelitian bersama, dan menciptakan inovasi bersama.
Paradigma tersebut perlu berkembang menuju Industry Engagement Ecosystem, yakni sebuah ekosistem yang menempatkan industri bukan hanya sebagai pengguna lulusan, tetapi sebagai mitra strategis dalam pendidikan, penelitian terapan, pengembangan teknologi, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia.
Industri Bukan Hanya Pengguna Lulusan
Hubungan perguruan tinggi dengan industri selama ini sering kali masih diukur dari jumlah kerja sama, mahasiswa magang, praktisi yang mengajar di kampus, atau jumlah lulusan yang terserap dunia kerja.
Indikator tersebut tetap penting, tetapi menurutnya belum menggambarkan keseluruhan nilai dari kolaborasi kampus dan industri.
Pertanyaan jangan berhenti pada berapa banyak MoU yang ditandatangani atau berapa mahasiswa yang magang. Tapi perlu ditanya lebih jauh: berapa persoalan industri yang berhasil diselesaikan? Berapa inovasi yang dihasilkan bersama? Berapa teknologi yang benar-benar digunakan? Dan apa perubahan nyata yang dihasilkan dari kolaborasi tersebut?
Dalam konsep Industry Engagement Ecosystem, industri dapat berperan sebagai co-educator, co-researcher, sekaligus co-innovator.
Sebagai co-educator, industri terlibat dalam pengembangan kurikulum, pembelajaran berbasis proyek, magang, sertifikasi profesional, dan teaching factory.
Sebagai co-researcher, berbagai persoalan nyata yang dihadapi industri dapat menjadi sumber penelitian terapan bagi dosen dan mahasiswa.
Sementara sebagai co-innovator, kampus dan industri dapat bersama-sama mengembangkan produk, teknologi, proses produksi, maupun model layanan baru.
Jadi, hubungan kampus dan industri bergerak dari partnership menuju co-creation. Kampus dan industri tidak hanya bekerja sama, tetapi menciptakan sesuatu bersama.
Teaching Factory Harus Menghasilkan Nilai
Teaching factory juga perlu dimaknai lebih luas daripada sekadar fasilitas praktik mahasiswa yang menyerupai lingkungan industri.
Teaching factory dapat menjadi ruang pertemuan antara pendidikan, penelitian terapan, industri, inovasi, dan kewirausahaan.
Mahasiswa dapat belajar melalui persoalan nyata, dosen mengembangkan penelitian berdasarkan kebutuhan lapangan, sementara industri memperoleh alternatif solusi dari perguruan tinggi.
Teaching factory seharusnya bukan hanya tempat mahasiswa belajar bekerja. Tapi harus berkembang menjadi platform penciptaan nilai bersama antara kampus dan industri.
Model tersebut dinilai semakin penting ketika perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat, termasuk dengan semakin luasnya pemanfaatan Artificial Intelligence.
Perubahan teknologi kini sering berlangsung lebih cepat dibandingkan siklus pembaruan kurikulum. Karena itu, keterlibatan industri secara berkelanjutan menjadi penting agar pendidikan tetap relevan dengan perubahan dunia kerja.
Pada saat yang sama, perguruan tinggi juga dapat membantu industri mengembangkan pemanfaatan teknologi baru melalui penelitian terapan, pengembangan prototipe, peningkatan kompetensi pekerja, serta inovasi.
Dari Kolaborasi Menuju Real-World Impact
Pada akhirnya, Industry Engagement Ecosystem bukanlah tujuan akhir.
Kolaborasi antara kampus dan industri harus mampu menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata.
Manfaat tersebut dapat berupa peningkatan produktivitas, efisiensi energi, pengembangan teknologi baru, peningkatan kualitas produk, penyelesaian persoalan lingkungan, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, hingga penciptaan lapangan kerja baru.
Karena itu, transformasi hubungan kampus dan industri dapat digambarkan melalui empat tahapan:
Link and Match → Industry Engagement → Co-Creation → Real-World Impact.
Link and match membangun keterhubungan dan kesesuaian. Industry engagement membangun keterlibatan. Co-creation menghasilkan solusi dan inovasi bersama. Pada akhirnya, semua itu harus bermuara pada Real-World Impact.
Dikembangkan dalam Transformasi Sekolah Vokasi UNDIP
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari transformasi Sekolah Vokasi UNDIP menuju World-Class Vocational School.
Sekolah Vokasi UNDIP mengembangkan Vocational Excellence Ecosystem yang mengintegrasikan keunggulan akademik, Industry Engagement, Global Employability, Character Development, Innovation and Applied Research, Applied Media and Global Visibility, serta Sustainability and Social Impact.
Industry Engagement ditempatkan sebagai salah satu ekosistem sekaligus strategic pathway untuk menghasilkan Real-World Impact.
Perubahan paradigma tersebut penting karena masa depan pendidikan vokasi tidak cukup hanya ditentukan oleh seberapa dekat kampus dengan industri, tetapi oleh seberapa besar nilai yang mampu mereka ciptakan bersama.
Masa depan kolaborasi kampus dan industri bukan sekadar menyesuaikan pendidikan dengan kebutuhan industri. Kita perlu bergerak lebih jauh: kampus dan industri harus bersama-sama menciptakan masa depan.
Paradigma tersebut dapat mendorong pendidikan vokasi di Indonesia berkembang dari institusi yang terutama mempersiapkan tenaga kerja menjadi mitra strategis industri dalam menghasilkan talenta, penelitian terapan, inovasi, teknologi, dan solusi bagi berbagai persoalan nyata.
Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan vokasi bukan hanya ketika lulusannya memperoleh pekerjaan. Keberhasilan yang lebih besar adalah ketika kompetensi, penelitian, dan inovasi yang kita hasilkan benar-benar memberikan manfaat bagi industri, masyarakat, bangsa, dan dunia. Itulah Real-World Impact.
*Guru Besar Universitas Diponegoro (UNDIP) sekaligus Dekan Sekolah Vokasi UNDIP, Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si
Oleh Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si*
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Toboali, Bangka Selatan (ANTARA) - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama dengan paskibraka setempat membagikan 2.000 Bendera Merah Putih di depan Tugu Adipura, Toboali.
"Pembagian bendera ini menindaklanjuti surat edaran Kementerian Dalam Negeri terkait gerakan nasional pencanangan dan pembagian 10 juta bendera se Indonesia," kata Kepala Kesbangpol Bangka Selatan, Nirmayani di Toboali, Sabtu.
Ia mengatakan, sebanyak 2000 Bendera Merah Putih dibagikan kepada masyarakat untuk memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
"Kami juga sudah membagikan ribuan bendera kepada masyarakat melalui sekolah-sekolah baik tingkat SD, SMP dan juga yang di koordinir oleh Cabang Dinas wilayah III Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," ujarnya.
Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan program ini, baik OPD, Cabdin wilayah III Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sekolah, BUMN, maupun swasta.
Kabid Ideologi Fenny Alfiati mengatakan, untuk memeriahkan HUT ke 81 Republik Indonesia, dihimbau kepada seluruh masyarakat untuk memasang Bendera Merah Putih selama sebulan penuh mulai 1-31 Agustus 2026.
"Kita sudah melaksanakan pencanangan pembagian Bendera yang langsung di lakukan oleh Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid, dan semua Forkopimda, pada pengukuhan Paskibraka Bangka Selatan. Dan hari ini kita turun lapangan langsung membagikan kepada masyarakat di beberapa titik," ujarnya.
Ia mengatakan, pihaknya selalu mendukung kegiatan pemerintah pusat dalam pembagian Bendera Merah Putih kepada masyarakat demi wujudkan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air kepada bangsa dan negara Republik Indonesia.
"Tujuan aksi nyata yang di tumbuhkan bagi generasi muda dalam membangkitkan wawasan kebangsaan dan menanamkan ideologi pancasila," ujarnya.
Pewarta: Rusdiyanto
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Dody Hanggodo bergerak menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mempercepat penanganan gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores. Dody membawa 50.000 paket sembako bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat terdampak.
Dody mengatakan, Kementerian PU telah meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan di NTT, termasuk untuk menangani infrastruktur yang terdampak gempa.
“Kesiapan personel, alat berat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan,” kata Dody, dalam keterangab, dikutip Minggu (16/8/2026).
Di sektor jalan, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT menangani 12 titik longsoran di tiga ruas jalan nasional. Rinciannya, tiga titik di ruas Ruteng–KM 210, satu titik di KM 210–Batas Kabupaten Manggarai, dan delapan titik di ruas Aegela–Batas Kota Ende.
Kementerian PU mengerahkan loader dan excavator untuk membersihkan material longsor agar akses tetap berfungsi.
Sementara itu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II memeriksa Bendungan Napungete dan Waerita di Kabupaten Sikka serta Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo. Ketiga bendungan tersebut secara visual dalam kondisi baik, meski pemeriksaan teknis lebih lanjut masih berlangsung.
Gempa juga berdampak pada Bendung dan jaringan Daerah Irigasi Waelaku di Manggarai Timur. Pemeriksaan awal menemukan kerusakan ringan pada bendung dan longsoran yang menutup saluran sekunder.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 terjadi pada Sabtu sekitar pukul 04.58 WIB. Pusat gempa berada sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami sebelum mengakhirinya pada pukul 09.00 WITA setelah tidak terpantau tsunami.
Pemerintah masih melakukan verifikasi dampak gempa terhadap masyarakat dan infrastruktur di Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Nagekeo, dan Sikka.
Tanjung (ANTARA) - Jajaran Kepolisian Resor Tabalong, Polda Kalimantan Selatan, mengamankan pembukaan Karya Jalur Bersama Racing Team (KJBRT) Grasstrack Open 2026 Bupati Cup Tabalong pada Minggu (16/8/2026) di Sirkuit Putra Sulung, Desa Tamiyang, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong.
Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J mengatakan pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan Grasstrack Open 2026 berlangsung aman, tertib dan lancar.
Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib, pengamanan dilaksanakan oleh personel Polres Tabalong, Polsek Tanta serta Kodim 1008/Tanjung.
Kapolres Tabalong juga mengajak seluruh pihak menjunjung tinggi sportivitas dan mematuhi ketentuan selama kegiatan, sehingga ajang olahraga otomotif dapat berjalan baik serta memberikan manfaat positif bagi masyarakat dan pembinaan generasi muda di daerah.
Pada seremoni pembukaan, Bupati Tabalong Muhammad Noor Rifani menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, PT KJB, seluruh sponsor dan pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana.
"Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga otomotif, namun hiburan bagi masyarakat sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia," jelas Haji Fani (sapaan bupati).
Adapun kelas yang diperlombakan meliputi GTX 13 SE s/d 65 cc Pro Usia 13 Tahun ke bawah Open, GTX 3 Bebek Modifikasi 4 Langkah s/d 125 cc Open (Poin JU), GTX 4 Trail Tune Up 4 Langkah 180 cc Pemula dan GTX 7 Trail Standar 4 Langkah 155 cc Wanita.
Kemudian kelas GTX 9 Bebek Standar 2 Langkah 110 cc dan 4 Langkah 125 cc Open (Poin JU), GTX 12 Trail Standar 4 Langkah 155 cc Standar Showroom Usia 23 Tahun Pembinaan Porprov, serta GTX 10 Bebek Standar Kalsel 2 Langkah 110 cc dan 4 Langkah 125 cc.
Pewarta: Herlina Lasmianti
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta, CNN Indonesia --
Polri mengirim sekitar 2,5 ton logistik dan peralatan, termasuk makanan dan kebutuhan kelompok rentan, untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut diberangkatkan bersama 21 personel Direktorat Polisi Satwa dan 10 ekor anjing K9 menggunakan pesawat Polisi Udara Polri dari Bandar Udara Pondok Cabe menuju Labuan Bajo, Minggu (16/8).
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pengiriman logistik merupakan bagian dari operasi kemanusiaan Polri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain makanan dan kebutuhan kelompok rentan, logistik yang dibawa meliputi peralatan SAR, obat-obatan, tenda lapangan, serta 10 unit Wi-Fi portable.
"Polri kembali melanjutkan upaya kemanusiaan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur," kata Trunoyudo.
Sementara itu, tim K9 akan membantu pencarian korban dan berkoordinasi dengan Polda NTT untuk menentukan lokasi prioritas, khususnya di wilayah Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur.
Polri menyatakan personel, K9, maupun bantuan logistik akan dikerahkan sesuai perkembangan dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Lainnya, Pesawat CN-295/P-4501 juga membawa 21 personel tim K9, termasuk pawang, dokter hewan dan paramedis K9, serta 10 ekor anjing K9 yang memiliki kemampuan pencarian korban.
Sebelum diberangkatkan, seluruh K9 dipastikan dalam kondisi sehat dan siap menjalankan tugas. Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh dokter hewan dan paramedis K9, termasuk memastikan kondisi fisik, kesiapan kerja, kebutuhan pakan, perlengkapan serta kennel selama perjalanan dan pelaksanaan tugas di lapangan.
Kesiapan kesehatan K9 menjadi bagian penting agar anjing pelacak dapat bekerja secara optimal dalam kondisi medan bencana yang membutuhkan kemampuan fisik dan konsentrasi tinggi.
Pesawat dijadwalkan berangkat dari Pondok Cabe pukul 12.15 WIB dan tiba di Labuan Bajo sekitar pukul 17.05 WITA.
(asa)
AKURAT.CO Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menerjunkan 1.476 patriot bangsa, yang terbagi dalam 246 tim, ke 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. Program ini menjadi bagian dari komitmen Transmigrasi Patriot untuk mendorong pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.
Juru Bicara Kementrans, Eva Julianti Yunizar, mengatakan pembangunan kawasan tidak boleh lagi mengabaikan peran penting dari keterlibatan para akademisi dan masyarakat lokal.
"Kalau kita bicara tentang pembangunan, pertanyaannya bukan hanya apa yang dibangun, tetapi siapa yang ikut membangunnya. Melalui Transmigrasi Patriot, 1.476 patriot bangsa dalam 246 tim hadir di 53 kawasan transmigrasi prioritas," ujar Eva dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).
Baca Juga: Ekspedisi Patriot, Negara Hadir Bangun Kawasan Transmigrasi Lewat Ilmu Pengetahuan
Para patriot yang terdiri dari lulusan sarjana hingga profesor ini membawa ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk menindaklanjuti hasil riset sebelumnya. Langkah ini dilakukan sekaligus untuk mendampingi masyarakat secara langsung dalam mengoptimalkan potensi kawasan.
Program ini dirancang agar tidak berjalan sepihak, melainkan menjadi wadah kolaborasi aktif antara berbagai pihak yang berkepentingan.
Baca Juga: AHY Ingin Kawasan Transmigrasi Jadi Magnet Investasi: Bukan Lagi Sekadar Relokasi Penduduk
"Transmigrasi Patriot bukan tentang membangun daerah tanpa melibatkan masyarakat. Program ini mempertemukan masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, dan para patriot untuk tumbuh bersama," tambah Eva.
Kementrans menekankan bahwa hasil akhir dari program ini diproyeksikan untuk memberikan dampak yang dapat dirasakan langsung oleh warga sekitar, bukan sekadar pemenuhan beban administratif.
"Tujuannya bukan sekadar menghasilkan laporan, tetapi memastikan pengetahuan dan inovasi dapat diterapkan dan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. Karena Indonesia yang maju adalah Indonesia yang tumbuh bersama," pungkasnya.
Minggu, 16 Agustus 2026 13:45 WIB
IPARI Kabupaten Sleman menggelar kegiatan Gelar Seni dan Budaya 2026 di SMK As-Syafi'i, Selasa (11/8). ANTARA/HO-Kemenag
Yogyakarta (ANTARA) - Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan Gelar Seni dan Budaya 2026 di SMK As-Syafi'i, Selasa (11/8), sebagai sarana memperkuat nilai-nilai moderasi dan kerukunan umat beragama melalui pendekatan kebudayaan.
Mengusung tema “Dengan Gelar Seni dan Budaya Kita Mantapkan Kerukunan Umat Beragama untuk Membangun Manusia yang Sejati” kegiatan ini diikuti anggota IPARI lintas agama se-Kabupaten Sleman, Pokjaluh/Pokbin masing-masing agama, unsur pondok pesantren, serta tokoh agama dan pemangku kepentingan lainnya.
Kepala Kantor Kemenag Sleman Nadhif mengapresiasi inisiatif IPARI yang menjadikan seni dan budaya sebagai medium memperkuat kerukunan dan menurutnya tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan kehidupan beragama saat ini, terutama dalam membangun kesadaran toleransi bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bersama dalam kehidupan masyarakat yang majemuk.
“Saya ikut bahagia dan berterima kasih atas inisiatif kegiatan ini. Gelar seni budaya menjadi metode yang keren, relevan, dan relatif lebih familiar bagi generasi muda maupun masyarakat," katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pertunjukan seni, tetapi berlanjut pada pemahaman dan penguatan nilai-nilai moderasi beragama serta membekali para penyuluh agar semakin hadir di tengah masyarakat.
Indonesia, lanjutnya, memiliki keragaman agama, budaya dan tradisi yang menjadi kekuatan nasional sekaligus membutuhkan pengelolaan secara bijaksana dan dalam konteks tersebut, penyuluh agama di tengah masyarakat memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menyampaikan pesan keagamaan yang menyejukkan, membangun dialog, serta merawat persatuan.
Di sisi lain, Nadhif menyoroti tantangan baru yang dihadapi penyuluh agama di era digital. Aksesibilitas dan pola komunikasi masyarakat telah berubah, sehingga penyuluh dituntut mampu menghadirkan pesan-pesan keagamaan melalui media dan pendekatan yang sesuai dengan karakter masyarakat saat ini.
“Tantangan penyuluh hari ini bukan hanya bagaimana pesan disampaikan, tetapi bagaimana pesan itu dapat didengar, hadir, dan mendapatkan simpati masyarakat. Karena itu, kreativitas dalam membangun komunikasi menjadi penting," tegasnya.
Gelar Seni dan Budaya IPARI juga menjadi ruang kolaborasi lintas agama dan dalam kepengurusan IPARI Kabupaten Sleman terdapat empat bidang yang menopang penguatan peran penyuluh, yakni Bidang Moderasi Beragama, Seni dan Budaya, Sumber Daya Manusia, serta Pengabdian Masyarakat.
Keempat bidang tersebut diarahkan untuk memperkuat eksistensi penyuluh agar semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh pemuka lintas agama dan unsur pemerintahan, di antaranya Ketua FKUB Yulianinongo tokoh lintas agama seperti Romo Bela Riantata dan Pendeta Bakoh Jatmiko serta Untung Waluyo sebagai narasumber. Hadir pula utusan yang mewakili Kapolresta Sleman.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Sleman Bidang Kesejahteraan Rakyat Samsul Bakri yang menyampaikan sambutan Bupati Sleman memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut, karena kerukunan merupakan modal sosial sekaligus fondasi penting bagi pembangunan masyarakat Sleman secara utuh.
“Perbedaan suku, agama, dan ras bukan alasan untuk tidak bergerak bersama. Kerukunan adalah modal sosial dan fondasi pembangunan masyarakat Sleman seutuhnya,” ujarnya.
Ia menegaskan pembangunan infrastruktur sosial harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur fisik, sebab pemahaman moderasi beragama yang tepat, menurutnya, akan melahirkan kehidupan sosial yang indah melalui sikap saling menghargai hak orang lain.
“Sleman adalah masyarakat yang sangat kompleks dan dinamis. Mari kita jaga Sleman sebagai rumah bersama dengan sikap terbaik untuk kita semua,” pesannya.
Samsul juga mengingatkan masyarakat agar semakin bijak menghadapi derasnya arus informasi yang kerap beredar lebih cepat sebelum sempat diverifikasi, sehingga budaya tabayun perlu terus diperkuat agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum teruji kebenarannya.
Pewarta : N008
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Jakarta, CNBC Indonesia - Militer Myanmar meningkatkan serangan udara yang menyasar warga sipil menjelang pemilu yang digelar pada Desember 2025 hingga Januari 2026. Di tengah eskalasi konflik tersebut, seluruh pihak yang terlibat dalam perang saudara di Myanmar diduga melakukan kejahatan perang dan pelanggaran berat, termasuk penyiksaan dan kekerasan seksual, menurut penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Temuan tersebut diungkap Independent Investigative Mechanism for Myanmar (IIMM) dalam laporan yang dirilis pada Selasa (11/8/2026). Dalam laporan itu, IIMM menyatakan tingkat kekerasan dalam konflik Myanmar terus meningkat sepanjang satu tahun terakhir.
"Selama satu tahun terakhir, investigasi Mekanisme menunjukkan bahwa frekuensi dan intensitas kejahatan perang serta kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh militer Myanmar dan berbagai kelompok bersenjata terus meningkat," tulis IIMM dalam laporannya, sebagaimana dikutip Reuters.
IIMM dibentuk pada 2018 untuk menyelidiki berbagai pelanggaran hak asasi manusia di Myanmar sejak 2011. Mandatnya mencakup kejahatan yang dilakukan terhadap minoritas Muslim Rohingya pada 2017, ketika ratusan ribu orang terpaksa melarikan diri akibat operasi militer, serta berbagai pelanggaran lain sejak kudeta militer pada 2021.
Dalam laporan tersebut, IIMM menyatakan serangan terhadap warga sipil terus berlangsung selama satu tahun terakhir dan kekerasan meningkat menjelang pemilu yang dikelola militer antara Desember 2025 hingga Januari 2026.
Pemilu tersebut sebelumnya dikritik pemerintah Barat dan kelompok hak asasi manusia karena dianggap tidak bebas dan tidak adil. Pemilu itu dimenangkan oleh partai yang didukung militer, sehingga pemimpin junta saat itu, Min Aung Hlaing, dapat menjabat sebagai presiden.
Min Aung Hlaing juga melakukan kunjungan penting ke Thailand pada bulan ini dalam upaya memperoleh legitimasi internasional.
IIMM mengatakan pihaknya mendokumentasikan pola serangan udara yang disengaja terhadap rumah warga, sekolah, fasilitas kesehatan, bangunan keagamaan, hingga kamp-kamp pengungsi internal.
Lembaga itu menyoroti adanya peningkatan signifikan serangan udara dalam beberapa bulan menjelang pelaksanaan pemilu.
Menurut laporan tersebut, militer Myanmar makin banyak menggunakan paramotor berbiaya rendah, girokopter, dan pesawat nirawak untuk melakukan serangan dari ketinggian rendah menggunakan bahan peledak tanpa sistem pemandu.
IIMM juga menyatakan sedang menyelidiki sejumlah insiden di Wilayah Sagaing, di mana pilot diduga mematikan mesin pesawat sebelum mencapai sasaran sehingga pesawat dapat meluncur tanpa suara.
Taktik tersebut membuat warga sipil hampir tidak memiliki peringatan sebelum serangan terjadi.
"Kami sedang menyelidiki insiden di Wilayah Sagaing di mana pilot diduga mematikan mesin sebelum mencapai target, memungkinkan mereka meluncur tanpa suara dan memberikan sedikit peringatan kepada warga sipil," tulis laporan itu.
Kepala IIMM, Nicholas Koumjian, mengatakan masyarakat Myanmar hidup di bawah ancaman kekerasan yang terus-menerus dan harus menghadapi dampak jangka panjang dari konflik tersebut.
"Komunitas di seluruh Myanmar tidak hanya hidup di bawah ancaman kekerasan yang konstan, tetapi juga menghadapi dampak mendalam dan berkepanjangan dari apa yang telah mereka alami," kata Koumjian.
Selain serangan udara, penyelidik PBB juga mengumpulkan bukti yang luas mengenai penahanan sewenang-wenang, penyiksaan, dan kekerasan seksual di fasilitas yang dikelola militer Myanmar.
Laporan itu menyebut adanya dugaan penyiksaan fisik dan seksual, serta kematian dalam tahanan.
IIMM juga sedang memeriksa tuduhan kekerasan seksual terkait konflik yang diduga dilakukan oleh kelompok-kelompok bersenjata anti-junta.
Kelompok anti-junta tidak memberikan komentar atas temuan yang disampaikan dalam laporan tersebut.
Koumjian mengatakan pengumpulan bukti selama penyelidikan bukan perkara mudah. Meski demikian, ia berharap pengadilan internasional pada akhirnya dapat memberikan keadilan bagi para korban konflik di Myanmar.
"Saya berharap pengadilan internasional pada akhirnya dapat memberikan keadilan bagi para korban di Myanmar dan bahwa para pelaku potensial mengetahui bahwa seseorang sedang mengawasi," ujar Koumjian kepada wartawan.
Perang saudara di Myanmar pecah setelah kudeta militer pada 2021 yang menggulingkan pemerintahan sipil terpilih yang dipimpin peraih Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi.
Menurut laporan tersebut, konflik yang telah berlangsung lebih dari lima tahun itu diperkirakan telah menewaskan sekitar 100.000 orang dan memaksa jutaan warga mengungsi.
PBB juga mencatat bahwa puluhan ribu orang telah ditahan sejak kudeta militer terjadi.
(ven/luc)