Thiago Almada Cetak Rekor Transfer Termahal, Kembali ke River Plate

calendar_today 09.08.2026 - person  - timer ~

Liputan6.com, Jakarta - Gelandang serang tim nasional Argentina, Thiago Almada, resmi kembali ke tanah airnya setelah menuntaskan kepindahan ke River Plate dari Atlético Madrid. Kesepakatan transfer ini diumumkan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, dan Almada akan menandatangani kontrak berdurasi tiga setengah tahun dengan klub barunya.

Kepindahan ini mengakhiri masa singkat Almada di Eropa yang digambarkan sebagai periode "sulit" dan "memudar" di Spanyol. Transfer Almada dilaporkan bernilai sekitar 20 juta Euro, atau setara dengan 23 juta Dolar AS, menjadikannya transfer termahal dalam sejarah sepak bola Argentina.

Sebelum petualangan singkatnya di Eropa, Almada telah menunjukkan bakat luar biasa di berbagai liga. Ia memulai karier profesionalnya di Vélez Sarsfield, Argentina, di mana ia dengan cepat menjadi salah satu prospek paling menjanjikan.

Kemudian, ia membuat gebrakan di Major League Soccer (MLS) bersama Atlanta United pada tahun 2022, di mana ia memenangkan penghargaan Pemain Pendatang Baru Terbaik MLS dan menjadi bagian dari MLS All-Star. Kemampuannya dalam menciptakan peluang, visi bermain, dan tendangan jarak jauh membuatnya menjadi sorotan, menarik perhatian klub-klub top Eropa.

Detail Transfer Bersejarah

River Plate mengakuisisi 50% hak transfer Thiago Almada dari Atlético Madrid dengan nilai 20 juta Euro. Angka ini secara resmi menempatkan Almada sebagai pemain termahal yang pernah dibeli oleh klub Argentina.

Meskipun demikian, Atlético Madrid dilaporkan masih memiliki klausul pembelian kembali (buy-back clause) untuk Almada yang ditetapkan sebesar 40 juta Euro. Kesepakatan ini merupakan langkah besar bagi River Plate, menunjukkan kemampuan mereka untuk menjadi pembeli signifikan di pasar transfer yang biasanya didominasi klub-klub Eropa.

Investasi besar ini menunjukkan ambisi River Plate untuk mendominasi kancah domestik dan bersaing di level kontinental. Dengan biaya transfer yang memecahkan rekor, tekanan akan sangat besar bagi Almada untuk segera menunjukkan performa terbaiknya dan memimpin tim meraih gelar.

Kehadirannya diharapkan dapat memberikan dimensi baru pada lini serang River Plate, yang dikenal dengan gaya bermain menyerang dan atraktif.

Perjalanan Singkat Penuh Tantangan di Eropa

Selebrasi Thiago Almada saat Argentina mempermalukan Uruguay di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Perbesar

Selebrasi Thiago Almada saat Argentina mempermalukan Uruguay di Kualifikasi Piala Dunia 2026 (AFP)

Thiago Almada bergabung dengan Atlético Madrid pada musim panas 2025 dengan biaya 21 juta Euro, setelah sebelumnya menghabiskan periode Januari hingga Juni 2025 sebagai pemain pinjaman di Lyon dari Botafogo.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Selama satu musim di Spanyol, Almada mencatatkan 40 penampilan di semua kompetisi untuk Atlético, berhasil menyumbangkan empat gol dan dua assist. Namun, sebagian besar penampilannya adalah sebagai pemain pengganti, dan ia kesulitan untuk mendapatkan tempat reguler dalam skuad yang dilatih oleh Diego Simeone. Peluang bermain Almada semakin terbatas dengan kedatangan Ademola Lookman pada Januari 2026. Meskipun demikian, ia tetap menjadi bagian dari skuad Argentina untuk Piala Dunia musim panas 2026. Sebelum petualangannya di Eropa, Almada dikenal bermain untuk Vélez Sarsfield, Atlanta United di Major League Soccer (MLS) pada 2022, dan Botafogo di Brasil pada Juli 2024. Gaya bermain Simeone yang cenderung pragmatis dan mengutamakan pertahanan seringkali tidak memberikan ruang yang cukup bagi pemain kreatif seperti Almada untuk berkembang sepenuhnya. Adaptasi terhadap tuntutan fisik dan taktis La Liga, ditambah dengan persaingan ketat di lini tengah Atlético, menjadi hambatan signifikan. Meskipun ia menunjukkan kilasan bakatnya, konsistensi dan peran utama yang ia harapkan tidak pernah terwujud, mendorongnya untuk mencari tantangan baru di lingkungan yang lebih akrab.

Cobain Yuk! Indomie Goreng Campur Mayones Hokben yang Creamy

calendar_today 09.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta -

Racikan Indomie dengan berbagai bahan viral di media sosial. Salah satunya kreasi Indomie mie goreng dengan tambahan mayones Hokben yang creamy.

Indomie menjadi mie instan paling populer di Indonesia. Varian mie goreng original yang banyak disukai hingga diolah dengan cara kreatif.

Tak sekadar ditambahkan topping lezat, tapi Indomie goreng juga bisa dikreasikan berdasarkan bumbunya. Belakangan viral di media sosial Indomie dengan campuran mayones.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan mayones biasa, melainkan buatan restoran Hokben. Mayones Hokben memang terkenal, karena rasanya yang lezat dengan sensasi creamy, asam, dan sedikit gurih.

Di TikTok kreasi Indomie campur mayones Hokben ini sudah banyak yang mencobanya. Menurut beberapa kreator video, racikan tersebut enak karena teksturnya jadi creamy.

Tim detikFood penasaran dan mencobanya sendiri. Kami menggunakan 1 bungkus Indomie goreng original dan 1 bungkus mayones Hokben.

Racikan Indomie goreng campur mayones HokbenRacikan Indomie goreng campur mayones Hokben Foto: Yenny Mustika/detikcom

Indomie goreng itu kami rebus seperti biasa, sesuai instruksi. Selama merebus Indomie, kami menyiapkan bumbunya di atas piring, serta menambahkan sebungkus mayones Hokben.

Bumbu Indomie goreng dan mayones itu diaduk sampai merata. Setelah itu, mie yang telah direbus dituang ke atasnya dan diaduk merata.

Racikan Indomie goreng campur mayones HokbenRacikan Indomie goreng campur mayones Hokben Foto: Yenny Mustika/detikcom


Menurut kami, teksturnya jadi lebih creamy. Aroma khas mayones Hokben juga tercium harum. Begitu kami santap, rasa Indomie goreng yang gurih masih terasa, tapi ada sensasi creamy-nya.

Kami juga mencecap rasa sedikit asam dan manis khas mayones. Namun, tak begitu mendominasi rasanya di lidah.

Selain itu, kami juga membandingkan kreasinya dengan campuran mayones Kewpie original. Sama seperti sebelumnya, kami menambahkan mayones itu bersama bumbu Indomie goreng original.

Aroma mayones Kewpie ini lebih pekat, rasanya juga lebih khas. Ketika kami campurkan dengan mie, tekstur creamy-nya jauh lebih terlihat.

Racikan Indomie goreng campur mayones HokbenRacikan Indomie goreng campur mayones Hokben Foto: Yenny Mustika/detikcom

Saat kami nikmati, benar saja rasa mayones dari Kewpie ini jauh lebih pekat dibandingkan milik Hokben. Rasa gurihnya jadi semakin meningkat. Tetap tercecap juga sensasi asam khas mayones Kewpie.

Kesimpulannya, tim detikFood lebih menyukai Indomie goreng yang dicampurkan mayones Kewpie. Karena lebih creamy dan gurihnya juga kuat.

Jadi, apakah kamu tertarik coba?

(yms/adr)

Myspace Siap Comeback, Instagram-TikTok-Snapchat Harus Waspada?

calendar_today 09.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta, CNBC Indonesia - Generasi milenial mungkin merasakan nostalgia saat mendengar kabar tentang rencana kebangkitan Myspace. Namun, para analis memberi peringatan bahwa platform media sosial yang pernah mendominasi ini menghadapi peluang yang cukup berat di tengah pasar yang sudah terlalu padat.

Terlebih, media sosial pada zaman sekarang didominasi oleh feed berbasis algoritma dan rentang perhatian pengguna yang semakin pendek. Pemiliknya, Tim dan Chris Vanderhook, yang juga merupakan pendiri Viant Technology, baru-baru ini tampil dalam film dokumenter berjudul "Myspace", yang disutradarai oleh Tommy Avalone. Dalam dokumenter tersebut, mereka mengisyaratkan akan melakukan "peluncuran kembali" setelah upaya sebelumnya pada 2013 gagal.

"Kami masih memiliki Myspace. Saat ini kami adalah penjaga merek Myspace, dan kami akan meluncurkan kembali Myspace. Kami hanya menunggu waktu yang tepat untuk melakukannya," kata mereka dalam dokumenter tersebut, dikutip dari CNBC, Minggu (9/8/2026).

"Dan jika yang satu itu tidak berhasil, kami akan mencobanya lagi," sambungnya.

Sebagaimana diketahui, Myspace didirikan bersama pada 2003 oleh Tom Anderson dan Chris DeWolfe, kemudian diakuisisi oleh kakak beradik Vanderhook pada 2011. Platform ini dikenang karena tampilannya yang unik, profil yang dapat dikustomisasi, desain berkilauan, serta "teman pertama" semua orang, yaitu "Tom".

Pernah menjadi situs media sosial paling populer di dunia, dengan 115 juta pengunjung per bulan pada 2008, Myspace kemudian dengan cepat dikalahkan oleh Facebook dan berubah menjadi peninggalan era Y2K.

Kakak beradik Vanderhook mencoba "memodernisasi" platform tersebut dengan membangun "Myspace yang sepenuhnya baru". Kendati begitu, dengan kepemilikan yang terus berganti serta hilangnya pengiklan yang beralih ke Facebook, platform ini kesulitan bertahan.

"Ini benar-benar berubah menjadi rentetan kerugian," kata Tim Vanderhook dalam dokumenter tersebut.

"Kami kehilangan lebih dari $150 juta," tambah Chris Vanderhook.

Meski demikian, mereka tidak memberikan jadwal yang jelas mengenai kapan peluncuran kembali tersebut akan dilakukan.

Jika Myspace benar-benar diluncurkan kembali, platform ini akan memasuki era media sosial yang jauh lebih kompleks. Di era ini, pemain dominan seperti gram milik Meta, TikTok, Snapchat, YouTube, dan Reddit, antara lain, menghadapi gelombang tuntutan dan tekanan hukum, sekaligus meningkatnya kejenuhan masyarakat terhadap dunia digital.

"Antusiasme terhadap peluncuran kembali Myspace mencerminkan nostalgia terhadap masa yang lebih analog, ketika algoritma belum begitu dominan dalam kehidupan kita," kata Kate Winick, analis utama di Forrester, kepada CNBC.

"Kita melihat hal ini dalam berbagai langkah yang dilakukan merek maupun pengguna menuju pengalaman sosial yang lebih kecil dan privat, yang terasa tidak terlalu dibuat untuk algoritma dan lebih personal bagi masing-masing pengguna. Contohnya adalah ledakan pertumbuhan Substack dan komunitas privat di Discord," kata Winick.

Hal ini juga terjadi ketika semakin banyak generasi milenial dan Gen Z yang memilih mengurangi atau meninggalkan penggunaan media sosial karena masalah kesehatan mental yang memburuk serta kecanduan yang didorong oleh platform-platform dominan.

Sebagai gantinya, mereka mulai mencari kehidupan yang lebih offline, kembali menggunakan teknologi analog, serta merindukan era 1990-an dan awal 2000-an.

Dengan berbagai tantangan tersebut, keberhasilan Myspace akan bergantung pada sejumlah faktor penting, termasuk kemampuan menarik pengiklan, mempertahankan minat pengguna, serta menghindari lingkungan regulasi yang semakin rumit.

Di sisi lain, Myspace harus menyeimbangkan selera pengguna terhadap nostalgia dengan antarmuka yang bersih, kemudahan menemukan konten, serta konten berdurasi pendek yang kini telah menjadi ciri khas media sosial modern.

"Jika Myspace mengikuti pola tradisional, mereka hanyalah pemain terkecil di pasar. Namun, jika mereka terlalu mengandalkan Myspace versi lama, mereka akan kesulitan memenuhi ekspektasi generasi yang sudah terbiasa dengan pengalaman pengguna yang jauh lebih bersih dan sederhana," kata Winick.

Ia menjelaskan bahwa antarmuka media sosial era 2000-an relatif "membutuhkan banyak usaha", terutama bagi pengguna muda yang tumbuh dengan TikTok dan Instagram.

"Tidak mungkin orang yang benar-benar ingin menghabiskan lebih sedikit waktu di internet justru memutuskan untuk menghabiskan lebih banyak waktu online demi mendapatkan estetika 'offline'. Mereka harus menemukan keseimbangan yang sangat tepat," jelasnya.

Namun, berkat pengenalan merek yang sangat kuat, Myspace memiliki keunggulan dibandingkan banyak pemain kecil lainnya dan memiliki peluang yang cukup baik untuk sukses.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan demografi yang tepat. Generasi yang masih mengingat platform ini dengan penuh nostalgia kini merupakan "orang dewasa paruh baya yang sibuk dengan karier dan keluarga", sehingga kemungkinan besar mereka tidak akan aktif membuat postingan di platform lain.

Oleh sebab itu, Winick bilang, Myspace harus membangun produk yang benar-benar berbeda dan memberikan perhatian besar untuk menarik Gen Z dan Gen Alpha.

"Salah satu alasan Myspace kalah dari Facebook bertahun-tahun lalu adalah kegagalannya menarik pengguna yang lebih tua. Salah satu hal yang memperkuat kesuksesan TikTok dari sisi bisnis adalah pertumbuhannya yang cepat di kalangan milenial dan kelompok usia yang lebih tua," katanya.

Dengan adanya berbagai regulasi yang sedang disiapkan untuk melarang atau membatasi penggunaan media sosial oleh remaja, Myspace harus menerapkan strategi yang juga mencakup pengguna yang lebih tua, kelompok yang juga merupakan konsumen utama dalam hal pengeluaran.

"Salah satu alasan Myspace kalah dari Facebook bertahun-tahun lalu adalah kegagalannya menarik pengguna yang lebih tua. Salah satu hal yang memperkuat kesuksesan TikTok dari sisi bisnis adalah pertumbuhannya yang cepat di kalangan milenial dan kelompok usia yang lebih tua," terangnya.

Bisakah Myspace Sukses dengan Komersialisasi dan Iklan?

Jamie MacEwan, Senior Research Analyst di Enders mengatakan, Myspace harus bekerja lebih keras untuk menarik pengiklan dibandingkan platform-platform besar yang sudah memiliki metrik kinerja yang terbukti.

"Pertanyaannya bagi Myspace bukanlah apakah mereka akan merebut pasar Facebook 20 tahun kemudian, melainkan apakah mereka bisa diluncurkan kembali sebagai platform iklan kecil dan tetap menghasilkan keuntungan," kata MacEwan.

Dirinya menjelaskan, Myspace harus menyeimbangkan investasi untuk pertumbuhan dengan tetap menjaga struktur perusahaan agar tetap ramping lantaran pendapatan pada platform berukuran menengah biasanya lebih rendah dan platform seperti ini lebih mudah diabaikan oleh pengiklan.

"UKM lebih mungkin mengeluarkan uang untuk platform yang sudah mereka gunakan dan memiliki kehadiran di sana."

Pada dasarnya, Myspace tidak harus menjadi platform terbesar untuk menghasilkan uang. Namun, platform ini harus mampu mendorong pengguna untuk membuat konten yang benar-benar menarik perhatian orang dan membuat mereka menghabiskan waktu untuk melihatnya, karena itulah cara menghasilkan pendapatan dari iklan.

Selain itu, Winick menambahkan bahwa sebagian besar bisnis akan menunggu untuk melihat apakah pelanggan mereka benar-benar aktif di sebuah platform media sosial sebelum mulai mengalokasikan anggaran untuk beriklan di sana.

"Adopsi platform baru sering kali menurun setelah lonjakan minat awal, contohnya Noplace, platform berbasis teks yang berfokus pada Gen Z dengan desain bergaya Myspace. Platform tersebut sempat menjadi aplikasi nomor satu di app store pada hari peluncurannya, tetapi kemudian menghilang dari daftar 'paling banyak diunduh' pada akhir hari berikutnya," jelasnya.

Bluesky, platform sosial open-source yang diluncurkan sebagai pesaing Twitter pada 2024, sempat mengalami ledakan popularitas ketika pengguna mencari alternatif dari platform milik Elon Musk tersebut.

Bluesky berhasil mendapatkan pendanaan Seri B sebesar $100 juta pada April 2025. Namun, menurut laporan, jumlah pengguna aktif harian melalui perangkat seluler turun 40% pada akhir Oktober dibandingkan 12 bulan sebelumnya.

Sementara itu, mantan pimpinan bidang engineering di Bluesky mengatakan bahwa jumlah pengguna aktif harian yang membuat postingan telah turun dari puncaknya, yaitu 1,4 juta pada akhir 2024, menjadi sekitar 600.000 pada Juni.

Contoh lainnya adalah aplikasi berbagi foto BeReal yang sempat populer dalam waktu singkat. Aplikasi tersebut mendapatkan momentum setelah pandemi, tetapi jumlah pengguna aktif bulanannya turun dari 20 juta pada puncaknya pada 2022 menjadi sekitar 16 juta, berdasarkan data SimilarWeb yang dibagikan kepada TechCrunch.

Menjual "Penawar"

MacEwan mencatat bahwa kesuksesan Myspace justru berasal dari kemampuannya membedakan diri dari platform-platform besar, termasuk dengan memanfaatkan meningkatnya kejenuhan terhadap feed yang berorientasi pada algoritma serta fitur desain yang mendorong kecanduan.

"Saya tidak serta-merta melihat peluncuran platform-platform kecil sebagai tantangan langsung terhadap jaringan yang sudah mapan," kata MacEwan.

"Ini lebih merupakan bentuk counter-programming-mengidentifikasi bagian di mana platform-platform besar sudah melangkah terlalu jauh dan kemudian mencoba menjual sesuatu sebagai penawar terhadap kelelahan pengguna," kata dia.

Meskipun strategi seperti ini jarang menghasilkan hal besar berikutnya dalam dunia teknologi, Myspace sebenarnya tidak harus bersaing langsung dengan platform-platform besar.

Sebaliknya, Myspace sebaiknya memprioritaskan keberlanjutan pertumbuhan pengguna dan tingkat keterlibatan mereka.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]

OJK Terbitkan Tiga Regulasi di Bidang PVML Sepanjang Semester I-2026

calendar_today 09.08.2026 - person  - timer ~

ILUSTRASI. Ilustrasi Pemberian Uang Sogok (DOK/Shutterstock)

Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan tiga aturan di bidang Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) sepanjang semester I-2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan salah satu ketentuan yang sudah diterbitkan, yakni Peraturan OJK (POJK) Nomor 8 Tahun 2026 tentang Pelaporan dan Permintaan Data Transaksi Pendanaan oleh Penyelenggara Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) atau fintech peer to peer (P2P) lending.

Adapun penerbitan ketentuan tersebut sebagai bagian dari penguatan regulasi industri fintech lending melalui penyelenggaraan sistem pelaporan yang andal, komprehensif, dan terintegrasi. OJK menyebut penerbitan POJK Nomor 8 Tahun 2026 merupakan salah satu langkah OJK dalam memperkuat infrastruktur data industri jasa keuangan digital. Dengan demikian, proses pengawasan dapat dilakukan secara lebih efektif, akurat, dan berbasis risiko.

Baca Juga: Insentif Kendaraan Listrik Bisa Mendongkrak Pembiayaan Kendaraan Listrik Multifinance

Melalui POJK itu, OJK mengatur kewajiban penyelenggara fintech lending untuk menyampaikan data transaksi pendanaan kepada OJK secara lengkap, akurat, terkini, utuh, dan tepat waktu melalui sistem pelaporan yang dikelola OJK. 

"Selain itu, diterbitkan juga Peraturan Anggota Dewan Komisioner (PADK) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Buy Now Pay Later (BNPL) bagi Perusahaan Pembiayaan dan Perusahaan Pembiayaan Syariah," ujar Agusman dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Jumat (7/8/2026).

Agusman sempat menerangkan PADK tersebut sebagai ketentuan pelaksanaan Peraturan OJK (POJK) Nomor 32 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Beli Sekarang Bayar Nanti. Dia menyebut terdapat sejumlah ketentuan yang tertuang dalam PADK Nomor 2 Tahun 2026, di antaranya mengatur batasan usia, pendapatan minimum calon debitur, dan rasio leverage.

"Ditambah, perusahaan pembiayaan dan persahaan pembiayaan syariah dapat melakukan strategi pengelolaan risiko dengan membatasi penyaluran pembiayaan, termasuk maksimum penggunaan platform," katanya.

Berikutnya, OJK sudah menerbitkan PADK Nomor 7 Tahun 2026 tentang Kualitas Aset PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI. Agusman menyampaikan PADK itu merupakan amanat Pasal 52 ayat (6) POJK Nomor 16 Tahun 2024 tentang Pengawasan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Dia bilang ada sejumlah ketentuan yang diatur dalam PADK tersebut.

"Adapun mengatur pedoman penilaian kualitas piutang pembiayaan berdasarkan tiga pilar, yaitu prospek usaha debitur, kinerja keuangan debitur, dan kemampuan membayar debitur," ucap Agusman.

Sementara itu, Agusman mengatakan saat ini, OJK juga sedang menyusun beberapa peraturan, antara lain perubahan regulasi terkait pengawasan, penetapan status pengawasan, dan tindak lanjut pengawasan PVML. Dia berharap aturan itu dapat diterbitkan pada Semester II-2026. 

Baca Juga: Sektor Pertambangan dan Penggalian Dominasi Pembiayaan Alat Berat Multifinance

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag



SilverFox Sebar Malware Lewat Aplikasi Claude Palsu, Indones

calendar_today 09.08.2026 - person  - timer ~

Selular.ID – Kelompok Advanced Persistent Threat (APT) SilverFox kembali memperlihatkan pola serangan yang memanfaatkan tren kecerdasan buatan (AI).

Kelompok yang disebut sebagai salah satu APT paling aktif di kawasan Asia Pasifik (APAC) tersebut kini menyebarkan malware dengan menyamar sebagai aplikasi Claude untuk Windows, macOS, dan Linux.

Temuan ini diungkap peneliti Kaspersky Global Research and Analysis Team (GReAT) dalam Kaspersky Cyber Security Weekend di Guangzhou, China.

SilverFox sebelumnya telah terdeteksi Kaspersky sejak Desember 2025 dan dikenal menggunakan metode serangan bertahap dengan infrastruktur yang dipisahkan untuk setiap tahap, sehingga lebih sulit dideteksi dan diblokir secara keseluruhan.

Baca juga:
  • Ancaman Siber Indonesia Mirip di Negara Maju, Tetapi Ada Perbedaannya
  • Apakah Masyarakat Indonesia Sadar akan Ancaman Siber? Ini Jawabannya

Menurut Ye Jin (Seth), Senior Security Researcher Kaspersky GReAT, SilverFox menjadi salah satu kelompok ancaman yang paling aktif di APAC.

Kelompok tersebut memanfaatkan tiga jalur utama untuk memasuki perangkat korban, yakni situs palsu, email phishing, dan file berbahaya yang disebarkan melalui aplikasi pesan.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

“SilverFox adalah salah satu kelompok ancaman paling aktif di seluruh kawasan APAC,” ujar Ye Jin.

Ia menjelaskan, malware yang disebarkan digunakan untuk aktivitas spionase siber jangka panjang dan pengumpulan data sensitif.

Sasar Perusahaan di Indonesia

Aktivitas terbaru SilverFox tidak hanya menyasar satu negara. Dalam kampanye sebelumnya, kelompok tersebut menargetkan perusahaan di India, Indonesia, Afrika Selatan, dan Rusia.

Sektor yang menjadi sasaran mencakup industri, konsultasi, perdagangan, hingga transportasi.

Salah satu modus yang digunakan adalah mengirim email phishing yang dibuat seolah-olah merupakan pemberitahuan resmi audit pajak.

Korban juga diarahkan untuk mengunduh sebuah arsip yang diklaim berisi “daftar pelanggaran pajak”.

Dengan memanfaatkan nama lembaga pajak serta kesan mendesak dari pesan tersebut, penyerang berupaya membuat penerima membuka file dan memulai rangkaian serangan.

Kaspersky mencatat lebih dari 1.600 email berbahaya dalam kampanye tersebut sepanjang Januari hingga Februari 2026.

Kini, SilverFox mengembangkan pendekatan dengan memanfaatkan meningkatnya penggunaan AI di lingkungan perusahaan.

Aplikasi Claude palsu menjadi umpan baru untuk menembus pertahanan organisasi.

Claude sendiri merupakan asisten percakapan berbasis large language model (LLM) yang dikembangkan Anthropic dan digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk menulis, pemrograman, menganalisis dokumen, serta menyelesaikan persoalan kompleks melalui percakapan.

Lebih dari 90% Serangan Menargetkan Greater China

Dari sisi geografis, APAC menjadi kawasan yang paling banyak terdampak aktivitas SilverFox, dengan volume serangan yang jauh lebih tinggi dibandingkan gabungan kawasan lainnya.

Greater China menjadi sasaran utama. Kaspersky menyebut lebih dari 90% seluruh serangan SilverFox menargetkan kawasan tersebut, sementara China daratan sendiri menyumbang 71%.

Myanmar, Kamboja, dan Singapura juga disebut sebagai wilayah yang perlu mendapat perhatian karena mencatat aktivitas serangan yang cukup tinggi.

Dari sektor industri, manufaktur menjadi target terbesar, dengan kontribusi lebih dari sepertiga seluruh serangan SilverFox.

Sektor teknologi informasi dan layanan berada di belakangnya, terutama karena banyak serangan phishing diarahkan kepada pekerja bidang teknologi.

Sektor kesehatan dan keuangan juga menghadapi risiko besar karena memiliki aset serta informasi bernilai tinggi.

AI Mulai Mengambil Alih Peran Penyerang

SilverFox bukan satu-satunya contoh perubahan lanskap serangan siber akibat AI. Kaspersky juga menyoroti kemunculan JADEPUFFER, yang disebut sebagai ransomware pertama yang sepenuhnya digerakkan oleh LLM.

Berbeda dengan pola serangan sebelumnya, ketika AI hanya berfungsi membantu operator manusia, JADEPUFFER menunjukkan AI dapat berperan sebagai pengambil keputusan sekaligus pelaksana serangan.

Dalam kasus tersebut, agen AI mampu menganalisis kegagalan serangan, memperbaiki pendekatan, kemudian meluncurkan serangan baru hanya dalam 31 detik.

Menurut Kaspersky, kecepatan tersebut melampaui kemampuan respons sebagian besar tim pertahanan yang masih mengandalkan proses manusia.

Perubahan ini membuat ancaman berbasis AI tidak hanya semakin cepat, tetapi juga lebih otonom.

AI agent dapat mengambil keputusan secara mandiri sepanjang proses serangan tanpa pengawasan langsung manusia.

ChatGPhish Manfaatkan Kepercayaan Pengguna pada AI

Ancaman lain yang disoroti adalah ChatGPhish, sebuah teknik indirect prompt injection yang memanfaatkan fitur AI untuk merangkum konten dari internet.

Dalam skenario tersebut, penyerang menyisipkan instruksi berbahaya ke dalam sebuah halaman web. Korban kemudian meminta asisten AI untuk merangkum halaman tersebut.

AI yang tidak menyadari keberadaan instruksi tersembunyi dapat meneruskan instruksi atau tautan berbahaya kepada pengguna.

Karena informasi tersebut muncul melalui antarmuka AI yang dipercaya pengguna, korban berpotensi lebih mudah menganggapnya aman.

Masalahnya, serangan seperti ini juga berpotensi menyulitkan perangkat keamanan tradisional.

Aktivitas yang terlihat dari sisi sistem bisa saja tampak seperti interaksi normal antara pengguna dan layanan AI, bukan serangan siber konvensional.

AI Membuat Malware Semakin Mudah Dibuat

Perkembangan AI juga menurunkan hambatan teknis bagi pelaku serangan siber.

Kaspersky mencontohkan VoidLink, framework malware berbasis AI dan cloud-native yang ditemukan pada Januari 2026.

Framework tersebut dilaporkan dikembangkan hampir seluruhnya dengan bantuan AI.

Kondisi tersebut memperlihatkan bagaimana AI generatif dapat mengubah cara malware canggih dibuat sekaligus membuat kemampuan tersebut semakin mudah diakses oleh pelaku dengan tingkat keahlian teknis yang lebih rendah.

Artinya, AI bukan hanya meningkatkan kemampuan kelompok APT yang sudah memiliki sumber daya besar.

Teknologi yang sama berpotensi memperluas akses terhadap kemampuan serangan siber yang sebelumnya membutuhkan keahlian khusus.

Kaspersky Dorong Pertahanan Berbasis AI

Menghadapi perkembangan tersebut, Kaspersky menilai strategi pertahanan juga perlu memanfaatkan AI.

Ada empat pendekatan yang disarankan untuk menghadapi ancaman berbasis AI.

Pertama, pertahanan proaktif. Perusahaan perlu beralih dari sekadar merespons insiden menjadi melakukan threat hunting berbasis AI untuk mencari ancaman yang belum dikenal.

Kedua, Zero Trust. Setiap permintaan akses perlu diverifikasi secara ketat untuk mengurangi risiko yang muncul dari kepercayaan internal dalam jaringan.

Ketiga, pertahanan sistematis. Perlindungan perlu mencakup endpoint, jaringan, aplikasi, hingga data, bukan hanya satu lapisan keamanan.

Keempat, AI versus AI. Perusahaan dapat memanfaatkan model AI dan teknologi dual-use untuk meningkatkan kemampuan deteksi serta respons secara real-time mengikuti perkembangan serangan.

“Ketika penyerang dapat memanfaatkan AI untuk mengotomatisasi pengambilan keputusan dan mempercepat setiap tahapan serangan, para defender harus merespons dengan tingkat kecerdasan yang sama,” kata Ye Jin.

Perkembangan SilverFox menunjukkan bahwa AI kini menjadi bagian dari medan pertempuran baru keamanan siber.

Bagi perusahaan di Indonesia dan kawasan APAC, ancamannya bukan lagi hanya email phishing konvensional atau malware yang mudah dikenali.

Penyamaran aplikasi AI populer, serangan berbasis AI agent, hingga kemampuan malware yang dikembangkan dengan bantuan AI memperlihatkan bahwa pertahanan siber perlu bergerak lebih cepat dari sebelumnya.

Tes Kepribadian: Gambar yang Pertama Kali Dilihat Ungkap Apa yang Kamu Harapkan dalam Asmara

calendar_today 09.08.2026 - person  - timer ~

Dimitrie Hardjo | Beautynesia

Minggu, 09 Aug 2026 16:00 WIB

Tes Kepribadian: Gambar yang Pertama Kali Dilihat Ungkap Apa yang Kamu Harapkan dalam Asmara

Tes Kepribadian: Gambar yang Pertama Kali Dilihat Ungkap Apa yang Kamu Harapkan dalam Asmara/ Foto: Dok. The Mind Journal

Dalam menjalin sebuah hubungan, hubungan seperti apa sih yang kamu inginkan? Pasangan seperti apa yang kamu harapkan? Setiap orang mungkin mempunyai jawaban berbeda. Menariknya, apa yang mungkin kamu tidak yakin, bisa kamu ketahui melalui tes ilusi optik.

Dalam sebuah tes ilusi optik yang dibagikan The Minds Journal, kamu bisa mengetahui apa yang kamu harapkan dari hubungan asmara, Beauties. Caranya mudah. Kamu cukup melihat dengan sekilas gambar ilusi optik berikut, lalu cari tahu maknanya.

Gambar Apa yang Kamu Lihat Pertama?

Tes Kepribadian: Gambar yang Pertama Kali Dilihat Ungkap Apa yang Kamu Harapkan dalam Asmara

Tes Kepribadian: Gambar yang pertama kali dilihat ungkap apa yang kamu harapkan dalam asmara/ Foto: Dok. The Mind Journal

Gambar ilusi optik di atas terdiri dari tiga gambar berbeda. Gambar bunga, wajah perempuan, gambar langit, dan kupu-kupu punya artinya masing-masing. Di antara keempat gambar itu, apa gambar pertama yang kamu lihat dalam sekilas, Beauties? Cari tahu artinya di bawah ini.

Ini Artinya…

Ilustrasi pasangan Leo dan Gemini / Foto: Pexels.com/Agung Pandit Wiguna

Tes ilusi optik bisa ungkap apa yang kamu harapkan dalam hubungan. Cari tahu arti dari gambar yang kamu lihat pertama/ Foto: Pexels.com/Agung Pandit Wiguna

1. Gambar Bunga

Jika gambar pertama yang dilihat adalah gambar bunga, itu berarti kehidupan asmaramu bukan sesuatu yang konstan, sehingga kamu mendambakan cinta romantis seperti di film-film. Namun, tentu saja realita akan terasa berbeda. Dibandingkan menunjukkan cinta dalam aksi yang besar, kamu juga perlu menghargai hal-hal sederhana, tapi penuh makna.

2. Gambar Wajah Perempuan

Jika gambar wajah perempuan adalah hal pertama yang kamu lihat, maka artinya kamu mengharapkan sebuah cinta yang membuatmu merasa utuh. Saat ini kamu berada dalam sebuah hubungan yang kurang memuaskan sehingga kamu berpikir untuk putus. Kamu dan pasanganmu perlu mengeluarkan usaha dan waktu yang seimbang untuk mempererat ikatan serta hubungan kalian.

3. Gambar Kupu-kupu

Kalau gambar pertama yang dilihat adalah gambar kupu-kupu, itu berarti kamu percaya cinta punya kekuatan besar untuk mengatasi segala rintangan. Kamu berharap dengan adanya cinta, kamu dan pasanganmu bisa bertahan menghadapi semua permasalahan. Namun kenyataannya, lebih rumit dari itu. Impian dan rencanamu mengenai hubungan mungkin saja tidak sejalan dengan keinginan pasangan. Meski begitu, yang terpenting adalah kamu bisa menghabiskan waktu bersama dengan penuh kasih sayang.

4. Gambar Langit

Kalau hal pertama yang kamu lihat adalah gambar langit, itu berarti kamu menginginkan kedekatan dan passion dalam hubungan. Namun sama halnya dengan hidup, hubungan asmara bisa saja mengalami pasang surut. Oleh karena itu, kamu perlu selalu siap menghadapi apa pun yang terjadi dalam hubungan itu.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

Pilihan Redaksi

  • Tes Kepribadian: Gambar Pertama yang Kamu Lihat Ungkap Apa yang Kamu Takutkan
  • 5 Kepribadian Kucing Dilihat dari Warna Bulunya, Kucing Hitam Paling Setia!
  • 4 Ciri Kepribadian Perempuan yang Miliki Kecantikan Luar dan Dalam

(dmh/dmh)

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

Transjakarta Buka Rute Khusus Senayan-Ancol Tarif Rp 3.500, Gratis Masuk Ancol - Industri Katadata.co.id

calendar_today 09.08.2026 - person  - timer ~

Transjakarta membuka layanan rute khusus yang menghubungkan kawasan Bundaran Senayan dengan Ancol, Jakarta Utara. Layanan rute tersebut beroperasi setiap pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) pada Minggu dengan tarif Rp3.500. 

Namun, masyarakat mendapatkan tarif khusus sebesar Rp1 pada peluncuran perdana pada Minggu (9/8) di Bundaran HI, Jakarta Pusat, 

"TransJakarta dari Bundaran Senayan sampai dengan Ancol untuk hari ini Rp1, tapi begitu nanti sudah berjalan, maka akan menggunakan tarif biasa, yaitu Rp3.500," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat peluncuran Transjakarta rute Senayan-Ancol di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (9/8).

Layanan tersebut dibuka untuk memberikan alternatif transportasi publik bagi masyarakat yang beraktivitas saat CFD. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan layanan Transjakarta rute khusus HBKB Ancol itu merupakan layanan satelit yang hanya beroperasi setiap Minggu saat pelaksanaan HBKB.

Waktu Operasi dan Titik Pemberhentian

Layanan tersebut beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB dengan menghubungkan Bundaran Senayan dan Bundaran Symphony of the Sea di kawasan Ancol.

Rute khusus itu memiliki panjang lintasan sekitar 34,9 kilometer dengan 18 titik pemberhentian serta waktu tempuh sekitar 142 menit untuk satu kali ritase. 

"Layanan ini menggunakan tujuh unit bus listrik tipe EV High-Deck dengan headway setiap 15 sampai dengan 20 menit," ujar Budi.

Dia menjelaskan dari Bundaran Senayan, bus tersebut melintasi sejumlah ruas jalan utama di Jakarta sebelum menuju kawasan Ancol.

Rute itu mencakup Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Ir. H Juanda, Jalan Gunung Sahari, Jalan RE Martadinata, hingga Jalan Ancol dan berakhir di Bundaran Symphony of the Sea.

Budi pun berharap kehadiran rute khusus tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat yang hendak menuju kawasan Ancol setelah maupun selama mengikuti kegiatan CFD. Masyarakat tidak perlu menggunakan kendaraan pribadi karena tersedia layanan langsung dari kawasan Bundaran Senayan.

Selain layanan transportasi khusus, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memberikan fasilitas berupa akses masuk gratis ke kawasan Ancol bagi penumpang yang menggunakan layanan Transjakarta tersebut.

Budi menuturkan penumpang Transjakarta yang tiba di Ancol tidak perlu membayar tiket masuk kawasan. Bus Transjakarta dapat langsung masuk ke kawasan Ancol sehingga penumpang dapat melanjutkan aktivitas di dalam kawasan wisata tersebut.

"Untuk di Ancol nanti itu gratis. Jadi, TransJakarta-nya langsung masuk ke Ancol dan tidak perlu lagi harus ditanya untuk tiketnya," ungkap Budi.

Setelah memasuki kawasan Ancol, kata dia, masyarakat juga dapat menggunakan kesempatan tersebut untuk berkeliling dan mengakses berbagai area di dalam kawasan tersebut. 

Tak Lagi Cuma Kejar Pelaku, Kemenhut Kini Bidik Keuntungan Kejahatan Hutan

calendar_today 09.08.2026 - person  - timer ~

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Jakarta, VIVA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menginisiasi perubahan paradigma penegakan hukum terpadu terkait kehutanan, tumbuhan, serta satwa liar (TSL) ilegal menghadapi perubahan tren kejahatan dan dampaknya yang semakin kompleks.  

Baca Juga

Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut Dwi Januanto Nugroho pentingnya penerapan pendekatan hukum multidisiplin (multidoor) guna bongkar kejahatan terorganisasi terkait kehutanan dan TSL. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pendekatan multidoor menjadi semakin penting. Berbagai instrumen hukum yang tersedia perlu dimanfaatkan secara optimal, termasuk tindak pidana korupsi, perpajakan, kepabeanan, hingga sektor jasa keuangan. Dengan pendekatan tersebut, kita dapat memperluas ruang penegakan hukum sekaligus meningkatkan daya ungkit dalam membongkar jaringan kejahatan yang lebih besar," katanya, Minggu, 9 Agustus 2026.

Baca Juga

Maka dari itu, lanjutnya, Ditjen Gakkum Kemenhut bersama program Law Enforcement for Sustainable Viable Ecosystems and Biodiversity Resilience through Multi-Sectors Engagement (LEVERAGE) menggelar Multistakeholder Meeting Penegakan Hukum Terpadu Kehutanan dan Tumbuhan dan Satwa Liar sebagai langkah strategis menanggulangi tindak pidana perdagangan tumbuhan dan satwa liar ilegal yang dilaksanakan 7-8 Agustus 2026 di Bogor, Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu, Januanto menyatakan pentingnya strategi penegakan hukum masa depan harus bertransformasi pada pembuktian berbasis sains dan pemutusan insentif ekonomi kejahatan.

Baca Juga

"Kita perlu menempatkan pemulihan aset (asset recovery), pemutusan keuntungan ekonomi hasil kejahatan, serta dukungan sains forensik (forensic science) sebagai bagian utama strategi," ujar dia.

Hal it karena penegakan hukum yang efektif tidak hanya diukur dari jumlah pelaku yang dipidana, melainkan dari kemampuan negara membangun pembuktian presisi berbasis ilmiah dan menghilangkan motivasi ekonomi kejahatan tersebut.

Forum itu kemudian merumuskan empat langkah strategis yaitu penguatan kelembagaan, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) terintegrasi, penguatan substansi regulasi dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Forum itu sendiri dihadiri oleh sejumlah tokoh terkait termasuk Direktur D Jampidum Kejagung RI Dwi Agus Arfianto, Direktur Penuntutan KPK Budhi Sarumpaet, Direktur Penegakan Hukum Ditjen Pajak Samingun, Hakim Tinggi Yustisial BSDK/Anggota Lingkungan Hidup Mahkamah Agung R. Heru Wibowo Sukaten.

Dalam diskusi tersebut, hadir juga Staf Khusus Menteri Kejutanan (Menhut) Bidang Penegakan Hukum Kehutanan Inspektur Jenderal Polisi K. Rahmadi dan Staf Khusus Menteri Kehutanan Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Konflik Tenurial Irjen Pol (Purn) Didik Agung Widjanarko sebagai Penanggap Utama. (Ant)

Gedung Bapenda DKI Jakarta pasca kebakaran

Kebakaran Gedung Bapenda DKI Bikin 1.000 ASN Direlokasi, Lokasi Barunya Terungkap

Gedung di kawasan Cikini disiapkan sebagai lokasi relokasi sementara ASN yang terdampak kebakaran gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta.

VIVA.co.id

9 Agustus 2026

Penjelasan PO soal Viral Klakson Bus Suara Jokowi ‘Saya Akan Lawan!’

calendar_today 09.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta, CNN Indonesia --

Manajemen Perusahaan Otobus (PO) MTrans memberikan klarifikasi terkait beredarnya video viral di media sosial yang memperlihatkan sejumlah bus membunyikan klakson berbunyi potongan suara pidato Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) "Saya akan lawan!".

Humas Resources Development (HRD) MTrans, Jhony Sasongko, memastikan bahwa suara klakson dalam video tersebut merupakan hasil rekayasa audio atau editan semata. Kepastian ini diperoleh setelah pihak manajemen melakukan pengecekan langsung terhadap armada yang muncul dalam video.

"Kami mohon maaf sebelumnya karena beredar video seperti itu. Kami pastikan video itu adalah editan. Kami sudah cek pada armada kami yang sesuai di video tersebut, bahwasannya aturan penggunaan klakson sudah dipatuhi oleh kru," kata Jhony kepada detikJatim, Kamis (6/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jhony menjelaskan, armada MTrans yang terseret dalam video viral tersebut merupakan bus yang melayani rute Blitar - Jakarta (Poris). Tidak hanya armada pada rute tersebut, pengecekan juga dilakukan ke seluruh armada MTrans lainnya untuk memastikan tidak ada modifikasi klakson yang melanggar aturan.

Ia menegaskan bahwa manajemen MTrans menerapkan regulasi dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat terkait standar operasional armada, termasuk masalah kelengkapan klakson.

"Armada kami ada regulasi tertentu mengenai penggunaan klakson. Jadi kami konfirmasi itu tidak 100 persen benar, sehingga kemungkinan besar itu adalah video editan," tegasnya.

Menyikapi maraknya konten rekayasa di media sosial yang melibatkan nama PO bus, Jhony mengimbau warganet dan masyarakat umum agar lebih bijak serta teliti dalam mencerna informasi digital.

"Untuk netizen atau viewer, kami berharap bisa lebih bijak melihat bahwasannya tidak semua video yang disebarkan itu benar adanya, terutama hal-hal yang viral mengenai pelanggaran peraturan maupun modifikasi klakson ini," pesannya.

Selain itu, Jhony memberi pesan khusus kepada komunitas pecinta bus (Busmania) untuk bersama-sama menciptakan suasana yang positif di industri transportasi publik Indonesia.

"Untuk Busmania, alangkah baiknya kita buat suasana yang lebih positif agar masyarakat awam bisa lebih menghargai dan menggunakan jasa transportasi bus. Karena pada dasarnya, transportasi bus selalu mengutamakan keselamatan dan kenyamanan," tandasnya.

Sebelumnya, sebuah video berdurasi singkat viral di media sosial memperlihatkan sejumlah armada bus dari beberapa PO-seperti PO Belvia Trans, MTrans, dan Aleena Trans-melintas di jalan raya. Dalam video tersebut, bus-bus itu tampak membunyikan suara klakson berulang kali berupa potongan pidato khas Joko Widodo yang mengucapkan kalimat "Saya akan lawan!" saat disapa para pecinta bus di pinggir jalan.

Unggahan itu memicu beragam reaksi warganet. Sebagian netizen merasa terhibur dengan kreativitas tersebut, namun tidak sedikit pula yang mempertanyakan keaslian suara serta aspek legalitas modifikasi klakson di jalan raya.

Selengkapnya di sini.

(tim)

[Gambas:Video CNN]

Mengapa Industri Migas Membutuhkan Asuransi dengan Kapasitas Sangat Besar? Ini Alasannya!

calendar_today 09.08.2026 - person  - timer ~

Mengapa industri migas membutuhkan asuransi dengan kapasitas sangat besar?

Industri migas membutuhkan asuransi dengan kapasitas sangat besar karena nilai aset dan investasinya tinggi, sementara risiko yang dihadapi dapat menimbulkan kerugian berskala masif. Kebakaran, ledakan, blowout, kerusakan mesin, pencemaran, gangguan usaha, hingga kecelakaan pada fasilitas offshore dapat menimbulkan kerugian yang tidak realistis jika seluruhnya ditanggung sendiri oleh pemilik aset maupun satu perusahaan asuransi.

Karena itu, asuransi berfungsi sebagai mekanisme transfer risiko finansial. Risiko tersebut kemudian dapat dibagi lebih lanjut melalui dukungan reasuransi, termasuk ke pasar internasional.

Persoalannya bukan sekadar apakah sebuah perusahaan migas memiliki polis. Pertanyaan yang lebih penting adalah: seberapa besar kapasitas perlindungan yang tersedia ketika risiko terbesar benar-benar terjadi?

Mengapa risiko industri migas berbeda dari industri biasa?

Ada alasan mengapa sektor minyak dan gas membutuhkan pendekatan pengelolaan risiko yang sangat spesifik. Industri ini memiliki sedikitnya lima karakteristik yang membuat eksposurnya berbeda.

Pertama, industri migas bersifat capital intensive. Eksplorasi, produksi, pengolahan, penyimpanan, dan distribusi membutuhkan investasi modal dalam jumlah besar. Ketika nilai aset yang dibangun semakin tinggi, potensi kerugian finansial yang harus diantisipasi juga ikut meningkat.

Kedua, sektor ini memiliki risiko yang dapat bersifat katastropik. Kebakaran atau ledakan pada fasilitas energi tidak selalu menghasilkan kerusakan lokal. Insiden dapat mengganggu sejumlah bagian operasi sekaligus.

Ketiga, aktivitas migas melibatkan teknologi kompleks dan material yang memiliki tingkat bahaya tertentu. Pengeboran sumur, pengolahan minyak, penyimpanan bahan bakar, hingga transportasi energi membutuhkan prosedur keselamatan dan mitigasi risiko yang berbeda-beda.

Keempat, kerugian tidak selalu berhenti pada aset yang mengalami kerusakan. Ketika sebuah fasilitas berhenti beroperasi, perusahaan juga dapat menghadapi business interruption, yaitu kerugian yang timbul karena terganggunya kegiatan usaha.

Kelima, industri energi memiliki eksposur terhadap faktor eksternal seperti kondisi geopolitik, regulasi, pasar global, cuaca ekstrem, hingga risiko rantai pasok.

Artinya, nilai sebuah polis tidak hanya ditentukan oleh harga aset yang diasuransikan. Kompleksitas risiko di belakang aset tersebut ikut menentukan kebutuhan perlindungannya.

Mengapa aset offshore memiliki tantangan risiko yang lebih kompleks?

Perbedaan risiko paling mudah terlihat ketika membandingkan fasilitas onshore dan offshore.

Pada aktivitas onshore, akses menuju fasilitas relatif lebih mudah dan biaya operasional umumnya lebih rendah. Namun, risikonya tetap signifikan. Kebakaran, ledakan, pencemaran, kerusakan fasilitas, dan gangguan operasi dapat terjadi pada berbagai titik, mulai dari sumur pengeboran hingga kilang, terminal BBM, dan jaringan pipa.

Sementara itu, fasilitas offshore menghadapi lapisan risiko tambahan. Investasi dan teknologi yang digunakan cenderung lebih besar dan kompleks. Kondisi cuaca ekstrem juga dapat menjadi faktor penting, sementara akses terhadap bantuan darurat lebih terbatas dibandingkan fasilitas yang berada di darat.

Konsekuensinya sederhana tetapi penting: risiko tidak hanya ditentukan oleh apa yang diasuransikan, melainkan juga di mana dan bagaimana aset tersebut beroperasi.

Pada fasilitas offshore, misalnya, insiden yang membutuhkan respons cepat dapat menghadapi hambatan geografis dan kondisi laut. Karena itu, pengelolaan risiko membutuhkan penilaian teknis sebelum polis diterbitkan.

Mengapa pertumbuhan investasi migas ikut meningkatkan kebutuhan asuransi?

Kebutuhan terhadap kapasitas asuransi tidak dapat dipisahkan dari perkembangan industri migas itu sendiri.

Materi Tugu Insurance mencatat bahwa wilayah kerja migas pada 2026 mencapai 110 blok, meningkat dari 75 blok pada 2025. Pada saat yang sama, rencana investasi hulu migas 2026 mencapai US$16 miliar, dengan target lifting minyak sebesar 610 ribu barel per hari.

Angka tersebut penting bukan semata-mata karena menunjukkan besarnya investasi. Ada konsekuensi lain yang sering luput diperhatikan: setiap proyek dan aset baru membawa eksposur risiko baru yang harus dikelola.

Semakin banyak sumur yang dieksplorasi, fasilitas yang dibangun, kapasitas pengolahan yang dikembangkan, atau infrastruktur energi yang dioperasikan, semakin banyak pula aset bernilai besar yang membutuhkan perlindungan.

Dengan kata lain, pertumbuhan investasi migas menciptakan dua kebutuhan secara bersamaan. Industri membutuhkan modal untuk membangun aset, tetapi juga membutuhkan mekanisme agar potensi kerugian dari aset tersebut tidak sepenuhnya kembali ke neraca perusahaan.

Di titik inilah asuransi bekerja sebagai bagian dari infrastruktur finansial sebuah proyek.

Mengapa asuransi menjadi mekanisme transfer risiko?

Secara sederhana, risk transfer berarti pemilik aset mengalihkan sebagian risiko finansial kepada perusahaan asuransi dengan membayar premi. Jika terjadi peristiwa yang dijamin polis, perusahaan asuransi memberikan ganti rugi sesuai syarat dan ketentuan yang telah disepakati.

Namun, dalam industri migas prosesnya tidak sesederhana membayar premi lalu menerima polis.

Tahap awal dimulai dengan identifikasi risiko. Perusahaan perlu memetakan kemungkinan kejadian yang dapat menimbulkan kerugian, mulai dari kebakaran, kerusakan mesin, gangguan usaha, hingga tanggung jawab terhadap pihak ketiga.

Selanjutnya terdapat risk survey dan valuasi. Tim risk engineering melakukan survei terhadap aset dan kondisi operasional, menilai nilai aset, serta memberikan rekomendasi mitigasi.

Setelah eksposur diketahui, persoalan berikutnya adalah kapasitas.

Untuk risiko bernilai sangat besar, perusahaan asuransi dapat menempatkan sebagian eksposur tersebut ke pasar reasuransi. Setelah struktur perlindungan disepakati, polis diterbitkan dengan cakupan, batasan, dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Artinya, proses asuransi migas sebenarnya dimulai jauh sebelum terjadi klaim.

Apa yang sebenarnya dibeli perusahaan migas ketika membeli asuransi?

Jawabannya bukan sekadar “ganti rugi ketika terjadi kecelakaan”.

Yang dibeli adalah kemampuan untuk mengelola konsekuensi finansial dari risiko yang tidak dapat sepenuhnya dihilangkan.

Sebuah perusahaan migas tetap harus melakukan mitigasi. Kebakaran tidak dapat dicegah hanya dengan membeli polis. Demikian pula kerusakan mesin tidak otomatis membuat operasi aman karena perusahaan memiliki perlindungan asuransi.

Asuransi bekerja pada lapisan berbeda: ketika risiko yang telah dimitigasi tetap terjadi, dampak finansialnya dapat dialihkan sesuai struktur perlindungan yang telah disepakati.

Inilah perbedaan penting antara risk prevention dan risk transfer.

Mitigasi berusaha menurunkan kemungkinan atau dampak suatu kejadian. Asuransi membantu mengelola konsekuensi finansial ketika kejadian tersebut tetap terjadi.

Karena itu, dalam industri migas, keduanya tidak dapat dipisahkan.

Mengapa satu insiden bisa menghasilkan lebih dari satu jenis kerugian?

Ambil ilustrasi sederhana.

Sebuah fasilitas pengolahan mengalami kebakaran. Kerugian pertama terlihat jelas: sebagian peralatan dan bangunan mengalami kerusakan.

Tetapi perusahaan mungkin menghadapi konsekuensi lain:

  • biaya memperbaiki atau mengganti aset;

  • terhentinya kegiatan produksi;

  • hilangnya pendapatan selama fasilitas tidak beroperasi;

  • kerusakan terhadap aset atau properti pihak lain;

  • kewajiban kepada pihak ketiga;

  • biaya tertentu yang timbul dalam proses penanganan insiden.

Inilah alasan perlindungan dalam sektor energi dapat terdiri atas berbagai jenis polis dan tidak berhenti pada property damage.

Semakin kompleks rantai operasi, semakin beragam pula potensi kerugiannya.

Dengan demikian, kapasitas asuransi yang dibutuhkan bukan hanya soal “berapa harga kilang” atau “berapa nilai rig”. Perusahaan perlu memperhitungkan berapa besar kerugian yang mungkin muncul ketika aset tersebut mengalami gangguan dan bagaimana dampaknya menjalar ke operasi.

Mengapa kapasitas asuransi menjadi persoalan tersendiri?

Di sinilah muncul paradoks dalam industri energi.

Perusahaan migas membutuhkan perlindungan karena nilai risikonya sangat besar. Tetapi perusahaan asuransi juga harus mempertimbangkan kemampuan finansialnya sendiri untuk membayar klaim apabila risiko tersebut benar-benar terjadi.

Jika satu perusahaan asuransi mengambil seluruh risiko dalam jumlah yang terlalu besar, konsentrasi eksposur tersebut dapat menjadi masalah.

Karena itu, kapasitas dalam asuransi energi tidak semata-mata berarti perusahaan asuransi memiliki modal besar. Kapasitas juga berkaitan dengan kemampuan melakukan underwriting, kualitas penilaian risiko, kekuatan permodalan, dan akses terhadap jaringan reasuransi.

Materi edukasi Tugu Insurance menekankan bahwa karena nilai risiko sektor energi umumnya sangat besar, industri asuransi bekerja sama dengan reasuradur global. Dengan demikian, sebagian risiko dapat ditempatkan ke pasar reasuransi domestik maupun internasional.

Dari sini terlihat bahwa perlindungan sebuah aset migas pada dasarnya dapat melibatkan lebih dari satu lapisan institusi keuangan.

Pemilik aset → perusahaan asuransi → reasuransi → pasar reasuransi global.

Rantai inilah yang memungkinkan risiko bernilai sangat besar tetap dapat dikelola tanpa seluruh beban finansial berada pada satu pihak.

Pertumbuhan asuransi energi menunjukkan sesuatu yang lebih besar

Data premi juga memberikan gambaran mengenai perkembangan kebutuhan tersebut.

Per Q3 2025, premi energi offshore di industri asuransi tercatat Rp1,18 triliun, tumbuh 18% yoy. Sementara premi energi onshore mencapai Rp225 miliar, meningkat 18,4% yoy.

Sebagai pembanding, pertumbuhan industri asuransi umum pada FY2025 tercatat 4,8%.

Perbedaan tersebut menarik. Pertumbuhan segmen energi sekitar empat kali lipat dibandingkan pertumbuhan industri asuransi umum menunjukkan bahwa aktivitas dan nilai risiko di sektor energi sedang menciptakan kebutuhan proteksi yang tumbuh lebih cepat.

Namun, angka tersebut tidak semestinya dibaca hanya sebagai kabar baik bagi penjualan produk asuransi.

Ada cerita yang lebih besar di belakangnya: ketika investasi energi bertambah, industri asuransi harus menyediakan kapasitas yang sepadan dengan pertumbuhan eksposur tersebut.

Pertumbuhan premi, dengan demikian, merupakan salah satu cerminan dari semakin besarnya kebutuhan untuk memindahkan risiko finansial dari pemilik aset kepada industri asuransi.

Dan ketika risikonya terlalu besar untuk ditanggung sendiri, cerita tersebut berlanjut ke satu lapisan yang jauh lebih penting: reasuransi.

Di sinilah pertanyaan berikutnya muncul. Jika perusahaan asuransi sendiri tidak menanggung seluruh risiko proyek migas, siapa yang sebenarnya berada di belakang kapasitas perlindungan tersebut, dan bagaimana risiko bernilai sangat besar dibagi ke pasar internasional?

Baca Juga: Lagi Paparkan Teknologi Energi Nuklir, Peneliti BRIN Diminta Matikan Mic oleh Prabowo

Baca Juga: B50 Jadi Penyangga Ketahanan Energi, Airlangga: Harga Pertalite Tak Akan Naik hingga Akhir Tahun

Mengapa reasuransi menjadi kunci dalam asuransi migas?

Jika perusahaan asuransi harus menanggung sendiri seluruh risiko dari sebuah proyek migas bernilai sangat besar, kapasitas finansial perusahaan akan menjadi salah satu batas utama. Karena itu, industri asuransi energi mengenal lapisan perlindungan lain yang disebut reasuransi.

Secara sederhana, reasuransi memungkinkan perusahaan asuransi mengalihkan sebagian eksposur yang telah diterimanya kepada perusahaan reasuransi. Mekanisme ini membuat risiko yang sangat besar dapat dibagi ke lebih banyak pihak.

Dalam materi paparannya, Strategic Business 1 Group Head (Pertamina Business) PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) Carolina Ledy Babbyana menjelaskan bahwa kebutuhan tersebut muncul karena karakteristik risiko sektor energi memang berbeda.

"Nilai risiko di sektor energi umumnya sangat besar, industri asuransi bekerja sama dengan reasuradur global," ujar Babbyana dalam acara Media Gathering di Jakarta beberapa waktu lalu.

Pernyataan tersebut menunjukkan satu hal penting: kapasitas asuransi migas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan perusahaan asuransi menerbitkan polis. Ada ekosistem reasuransi di belakangnya yang memungkinkan risiko dengan nilai sangat besar tetap dapat dikelola.

Dalam praktiknya, sebagian eksposur dapat ditempatkan ke pasar reasuransi domestik maupun internasional. Namun, akses ke pasar tersebut juga tidak otomatis dimiliki semua perusahaan.

Menurut materi paparan Tugu, rating keuangan yang kuat menjadi salah satu kunci untuk mengakses pasar reasuransi kelas dunia. Artinya, kemampuan perusahaan asuransi untuk menerima risiko besar juga berkaitan dengan kredibilitas finansialnya.

Di sinilah istilah kapasitas menjadi penting.

Kapasitas bukan hanya soal seberapa besar premi yang bisa dihimpun perusahaan asuransi. Kapasitas juga berkaitan dengan kemampuan perusahaan menyerap risiko, melakukan underwriting, menjaga permodalan, dan memperoleh dukungan reasuransi ketika eksposurnya semakin besar.

Mengapa perusahaan asuransi perlu melakukan risk survey sebelum menerbitkan polis?

Besarnya nilai aset migas membuat proses sebelum penerbitan polis menjadi sangat penting.

Perusahaan asuransi tidak cukup hanya mengetahui bahwa sebuah perusahaan memiliki kilang, rig, kapal, pipa, atau terminal. Mereka perlu memahami bagaimana aset tersebut beroperasi dan risiko apa yang melekat pada masing-masing fasilitas.

Karena itu terdapat proses risk survey dan valuasi.

Tim risk engineering melakukan survei lapangan, menilai nilai aset, sekaligus memberikan rekomendasi mitigasi. Informasi tersebut kemudian menjadi salah satu dasar bagi perusahaan asuransi untuk memahami eksposur yang akan ditanggung.

Pendekatan ini penting karena dua aset dengan nilai yang sama belum tentu menghasilkan profil risiko yang sama.

Sebuah fasilitas yang memiliki sistem proteksi kebakaran memadai, prosedur keselamatan ketat, dan akses darurat yang baik dapat memiliki karakter risiko berbeda dari fasilitas dengan kondisi operasional yang lebih rentan.

Dengan kata lain, harga atau nilai aset hanyalah salah satu bagian dari persoalan. Kualitas pengelolaan risiko ikut menentukan bagaimana sebuah risiko dinilai oleh industri asuransi.

Hal tersebut menjelaskan mengapa risk engineering menjadi bagian penting dalam asuransi energi.

Apa saja yang dilindungi dalam asuransi migas dari hulu hingga hilir?

Risiko migas tidak berada di satu tempat. Rantai industrinya membentang dari pencarian cadangan hingga produk energi sampai kepada konsumen.

Karena karakteristik setiap tahap berbeda, perlindungan asuransinya pun tidak seragam.

Upstream: melindungi aktivitas eksplorasi dan produksi

Pada sektor hulu, aktivitas utama meliputi eksplorasi dan produksi.

Aset yang dapat menjadi objek perlindungan antara lain anjungan lepas pantai, rig pengeboran, sumur, dan fasilitas produksi.

Materi Tugu mencantumkan sejumlah contoh perlindungan, seperti Property Damage, Operator's Extra Expense, Well Control, Business Interruption, dan Third Party Liability.

Risikonya juga beragam, mulai dari kebakaran, blowout, kerusakan mesin hingga kondisi laut ekstrem.

Khusus offshore, kompleksitasnya semakin tinggi karena aktivitas dilakukan di lingkungan yang memiliki keterbatasan akses dan dipengaruhi kondisi laut.

Midstream: melindungi pengangkutan dan penyimpanan

Setelah minyak dan gas diproduksi, risiko tidak berhenti.

Energi harus diangkut dan disimpan. Aset yang terlibat antara lain kapal tanker, jaringan pipa, terminal, dan depot penyimpanan.

Untuk tahap ini, materi Tugu mencantumkan perlindungan seperti Marine Hull & Machinery, Marine Cargo, Property All Risks, dan Pipeline Insurance.

Risiko yang dihadapi juga berbeda, misalnya kecelakaan pelayaran, tumpahan minyak, kebocoran pipa, hingga risiko geopolitik pada jalur perdagangan.

Ini menunjukkan mengapa konsep asuransi energi tidak bisa disederhanakan menjadi “asuransi untuk kilang”.

Rantai nilai energi memiliki banyak titik yang berpotensi menghasilkan kerugian.

Downstream: melindungi kilang hingga distribusi

Pada sektor hilir, minyak dan gas diproses, didistribusikan, dan dipasarkan.

Asetnya dapat berupa kilang minyak, kompleks petrokimia, depot bahan bakar, hingga fasilitas pengisian.

Jenis perlindungan yang disebut dalam materi antara lain Industrial All Risks, Machinery Breakdown, Business Interruption, serta Construction/Erection All Risks.

Risiko utamanya meliputi kebakaran, ledakan, kerusakan mesin, dan gangguan operasi, termasuk ketika fasilitas menjalani pemeliharaan besar.

Dengan demikian, satu ekosistem energi dapat membutuhkan beragam perlindungan sekaligus.

Mengapa gangguan operasi menjadi sama pentingnya dengan kerusakan aset?

Bagi pembaca awam, kerugian akibat insiden mungkin terlihat sederhana: aset rusak, lalu perusahaan asuransi membayar biaya perbaikan.

Namun, bagi perusahaan energi, persoalannya dapat jauh lebih panjang.

Jika sebuah fasilitas berhenti beroperasi, perusahaan bukan hanya harus memikirkan biaya memperbaiki fasilitas. Ada kemungkinan pendapatan terganggu karena produksi tidak berjalan seperti biasa.

Inilah alasan Business Interruption menjadi salah satu perlindungan yang penting dalam industri energi.

Ilustrasinya sederhana.

Sebuah fasilitas pengolahan mengalami insiden dan harus berhenti sementara. Mesin yang rusak mungkin bisa diperbaiki. Tetapi selama proses perbaikan berlangsung, kegiatan produksi juga dapat terganggu.

Maka terdapat dua persoalan yang berbeda:

kerugian atas aset dan kerugian akibat terhentinya bisnis.

Jika ditambah kemungkinan tuntutan pihak ketiga, tanggung jawab lingkungan, atau kerusakan pada fasilitas lain yang terkait, total eksposur menjadi semakin kompleks.

Inilah alasan perusahaan migas membutuhkan program perlindungan yang dirancang berdasarkan karakteristik risiko, bukan sekadar membeli satu produk asuransi.

Mengapa asuransi migas disebut sebagai kebutuhan absolut?

Dalam paparannya, Babbyana memberikan penekanan yang cukup tegas mengenai posisi asuransi dalam industri energi.

“Asuransi Migas bukan sekadar instrumen pelengkap, melainkan kebutuhan absolut (mandatory) yang menjadi prasyarat bagi keberlangsungan operasional dan investasi di sektor energi," ujarnya.

Pernyataan tersebut dapat dibaca dari dua sisi.

Pertama, asuransi memberikan perlindungan terhadap neraca keuangan perusahaan dari potensi kerugian besar.

Kedua, perlindungan tersebut berkaitan dengan keberlangsungan operasi. Ketika sebuah insiden terjadi, kemampuan untuk memulihkan aset dan operasi menjadi bagian penting dari keberlanjutan bisnis.

Dengan kata lain, fungsi asuransi tidak berhenti pada pembayaran klaim setelah kerugian terjadi.

Asuransi juga menjadi bagian dari perencanaan bagaimana sebuah perusahaan menghadapi skenario terburuk.

Mengapa asuransi ikut berhubungan dengan ketahanan energi?

Hubungan antara asuransi dan ketahanan energi mungkin tidak terlihat secara langsung.

Perusahaan asuransi tidak menghasilkan minyak. Mereka juga tidak mengoperasikan kilang atau jaringan distribusi bahan bakar.

Namun, perlindungan finansial dapat memengaruhi kemampuan pemilik aset untuk melakukan pemulihan setelah terjadi insiden.

Materi Tugu menjelaskan fungsi tersebut melalui tiga kepentingan utama: melindungi aset strategis nasional, menjamin keberlangsungan operasi, dan mendukung proyek strategis.

Ketika sebuah aset energi mengalami kerusakan, semakin cepat proses pemulihan dapat dilakukan, semakin kecil potensi gangguan berkepanjangan terhadap operasi.

Oleh karena itu, asuransi dapat menjadi salah satu lapisan pendukung ketahanan energi.

Babbyna juga menempatkan fungsi tersebut dalam konteks pembangunan nasional.

“Asuransi bukan sekadar memberikan ganti rugi, tetapi menjadi enabler pembangunan sektor energi yang aman, berkelanjutan, dan berdaya saing," paparnya.

Kalimat tersebut memperluas cara melihat industri asuransi. Perusahaan asuransi bukan hanya berada di belakang layar ketika terjadi kecelakaan, tetapi ikut menjadi bagian dari ekosistem yang memungkinkan investasi berisiko tinggi tetap dapat dilakukan.

Mengapa pertumbuhan premi energi lebih cepat daripada industri asuransi umum?

Data pasar memperkuat gambaran tersebut.

Per Q3 2025, premi energi offshore mencapai Rp1,18 triliun, tumbuh 18% yoy. Sementara premi energi onshore mencapai Rp225 miliar, tumbuh 18,4% yoy.

Sebagai pembanding, pertumbuhan industri asuransi umum pada FY2025 tercatat 4,8%.

Artinya, kedua segmen energi tersebut tumbuh sekitar empat kali lipat dibandingkan pertumbuhan industri asuransi umum.

Ada setidaknya tiga faktor yang disebut dalam materi Tugu sebagai pendorongnya, yakni meningkatnya nilai proyek energi, aktivitas investasi yang terus berlangsung, dan perbaikan disiplin underwriting.

Pertumbuhan ini juga tidak hanya berbicara mengenai migas konvensional.

Perluasan investasi ke energi baru dan terbarukan menciptakan segmen risiko baru yang membutuhkan perlindungan.

Maka, tantangan industri asuransi ke depan bukan sekadar menyediakan lebih banyak polis. Tantangannya adalah memastikan kapasitas, keahlian, dan struktur reasuransi mampu mengikuti perubahan skala serta karakter risiko energi.

Di titik inilah kekuatan perusahaan asuransi mulai menjadi faktor yang tidak kalah penting dari produk polis itu sendiri.

Mengapa pengalaman dan kekuatan finansial perusahaan asuransi menjadi penting?

Risiko energi membutuhkan kemampuan teknis yang tidak bisa dibangun secara instan.

Perusahaan asuransi perlu memahami karakter risiko upstream, midstream, downstream, hingga gas dan power. Di saat yang sama, perusahaan membutuhkan modal dan akses reasuransi agar dapat menangani risiko bernilai besar.

Tugu, misalnya, mencatat pengalaman di sektor energi sejak 1981. Materi yang dipaparkan juga mencantumkan rating AM Best A- (Excellent) dengan outlook stabil per Desember 2025, ekuitas Rp10,93 triliun, serta Risk-Based Capital 360,9% per 9M 2025.

Data tersebut penting bukan semata-mata untuk menunjukkan profil satu perusahaan.

Lebih jauh, data tersebut menggambarkan jenis fondasi yang dibutuhkan perusahaan asuransi ketika masuk ke segmen dengan risiko besar: pengalaman, permodalan, kemampuan teknis, dan kredibilitas yang memungkinkan akses terhadap pasar reasuransi.

Asuransi energi memiliki porsi sekitar 30% dari pendapatan premi Tugu. Semakin besar nilai pertanggungan, semakin penting pula kemampuan perusahaan untuk mengelola eksposur tersebut.

Berhubung industri energi terus berkembang, kebutuhan tersebut kemungkinan tidak berhenti pada minyak dan gas saja. Infrastruktur gas, pembangkit, proyek LNG, hingga energi terbarukan juga menghadirkan kebutuhan perlindungan dengan karakter masing-masing.

Seberapa besar posisi Tugu dalam industri asuransi energi?

Kebutuhan terhadap kapasitas besar membuat tidak semua perusahaan asuransi memiliki kemampuan yang sama untuk masuk jauh ke sektor energi.

Berdasarkan Laporan AAUI Triwulan IV 2025 yang tercantum dalam materi Tugu, perusahaan tersebut berada pada posisi teratas di sejumlah lini bisnis yang berkaitan dengan energi.

Tugu tercatat berada di posisi:

  • Marine Hull: peringkat #1 dari 50 perusahaan;

  • Aviation: peringkat #1 dari 21 perusahaan;

  • Fire/Property: peringkat #2 dari 71 perusahaan;

  • Energy Offshore: peringkat #2 dari 8 perusahaan.

Peringkat tersebut menggunakan indikator Gross Premium Written per Class of Business.

Data tersebut perlu dibaca secara proporsional. Peringkat berdasarkan premi bruto tidak otomatis berarti sebuah perusahaan unggul dalam seluruh aspek pengelolaan risiko. Namun, posisi tersebut memberikan gambaran mengenai skala keterlibatan Tugu pada sejumlah lini bisnis yang memiliki hubungan dengan sektor energi.

Khusus Energy Offshore, jumlah pemain yang tercantum hanya delapan perusahaan. Hal ini menggambarkan bahwa segmen tersebut memiliki hambatan masuk yang relatif tinggi karena membutuhkan kapabilitas teknis, underwriting, dan kapasitas perlindungan yang memadai.

Dengan karakter risiko offshore yang kompleks, kemampuan masuk ke segmen tersebut tidak cukup hanya dengan memiliki produk asuransi. Perusahaan perlu memahami risiko dan memiliki dukungan kapasitas yang memadai.

Apa yang membuat kapasitas asuransi energi sulit dibangun?

Ada perbedaan antara perusahaan yang mampu menjual polis dengan perusahaan yang mampu menangani risiko energi bernilai besar secara berkelanjutan.

Setidaknya ada lima fondasi yang terlihat dari materi Tugu.

Pertama adalah pengalaman sektor energi. Pemahaman terhadap karakter risiko tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh modal.

Kedua adalah rating internasional. Rating menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kredibilitas di pasar reasuransi global.

Ketiga adalah permodalan. Risiko besar membutuhkan fondasi finansial yang kuat.

Keempat adalah underwriting spesialis energi. Penilaian risiko migas membutuhkan pemahaman teknis mengenai upstream, midstream, downstream, gas, power, hingga proyek energi baru.

Kelima adalah risk engineering. Perusahaan asuransi perlu memahami risiko sebelum menentukan struktur perlindungan.

Dari kelima faktor tersebut terlihat bahwa kapasitas bukanlah satu angka tunggal.

Kapasitas merupakan hasil dari kombinasi antara modal, keahlian, pengalaman, kualitas underwriting, risk engineering, dan akses reasuransi.

Mengapa asuransi energi juga penting untuk proyek di luar migas?

Meskipun pembahasan utama berada pada industri minyak dan gas, kebutuhan perlindungan tidak berhenti pada sektor tersebut.

Materi Tugu juga mencantumkan pembangkit listrik, jaringan gas, panas bumi, dan energi baru sebagai bagian dari sektor energi yang membutuhkan pendekatan proteksi tersendiri.

Ini menjadi semakin relevan ketika investasi energi berkembang ke berbagai teknologi.

Setiap teknologi membawa profil risiko yang berbeda. Infrastruktur gas memiliki karakteristik berbeda dari kilang. Pembangkit memiliki risiko berbeda dari rig pengeboran. Proyek energi terbarukan juga memiliki eksposur yang berbeda dari fasilitas minyak konvensional.

Artinya, pertumbuhan sektor energi akan memperluas kebutuhan industri asuransi, tetapi sekaligus membuat pekerjaan underwriting menjadi semakin kompleks.

Apa risiko baru yang harus dihadapi industri energi?

Risiko energi tidak lagi terbatas pada kebakaran atau kerusakan mesin.

Materi Tugu mencatat sejumlah risiko yang perlu diantisipasi, termasuk bencana alam, perubahan iklim, risiko siber, gangguan rantai pasok, dan dinamika geopolitik.

Perubahan ini penting karena satu fasilitas energi semakin terhubung dengan sistem yang lebih luas.

Sebuah gangguan pada satu titik dapat berdampak terhadap distribusi, produksi, pengangkutan, atau kegiatan bisnis lainnya. Sementara itu, faktor eksternal seperti cuaca ekstrem dan geopolitik berada di luar kendali langsung perusahaan.

Karena itu, pendekatan pengelolaan risiko juga perlu berkembang.

Asuransi tidak dapat menghilangkan risiko tersebut. Namun, mekanisme transfer risiko dapat membantu perusahaan mengelola konsekuensi finansialnya.

Mengapa keberlangsungan operasi menjadi ukuran penting?

Ada kecenderungan melihat asuransi hanya dari berapa besar klaim yang dibayar setelah terjadi kerusakan.

Dalam industri energi, ukuran lain sama pentingnya: seberapa cepat operasi dapat dipulihkan?

Materi Tugu menempatkan business continuity sebagai salah satu fungsi utama asuransi migas.

Logikanya sederhana.

Jika sebuah fasilitas mengalami insiden, kerusakan aset adalah masalah pertama. Penghentian operasi menjadi masalah berikutnya.

Semakin lama operasi berhenti, semakin panjang pula dampak finansial yang harus ditanggung perusahaan.

Karena itu, struktur perlindungan harus memperhitungkan tidak hanya aset fisik, tetapi juga potensi gangguan terhadap bisnis.

Di sinilah perlindungan seperti Business Interruption menjadi relevan.

Perspektif ini juga menjelaskan mengapa asuransi dapat berhubungan dengan ketahanan energi. Pemulihan fasilitas yang lebih cepat membantu menjaga keberlangsungan kegiatan operasional dan, pada akhirnya, mendukung kesinambungan pasokan energi.

Apa arti kebutuhan kapasitas besar bagi industri asuransi Indonesia?

Pertumbuhan aktivitas energi menciptakan peluang sekaligus tantangan.

Peluangnya jelas: semakin besar investasi sektor energi, semakin besar pula kebutuhan perlindungan.

Namun, pertumbuhan tersebut menuntut industri asuransi melakukan investasi pada kapasitasnya sendiri.

Perusahaan membutuhkan tenaga underwriting yang memahami risiko energi. Mereka juga membutuhkan risk engineer, kemampuan valuasi, sistem klaim, permodalan, dan jaringan reasuransi.

Jika tidak, pertumbuhan aset energi justru dapat menciptakan kesenjangan antara kebutuhan perlindungan dan kapasitas yang tersedia.

Data pertumbuhan premi energi memperlihatkan arah kebutuhan tersebut. Ketika premi offshore dan onshore tumbuh sekitar 18% yoy, jauh di atas pertumbuhan industri asuransi umum sebesar 4,8%, industri asuransi menghadapi pasar yang berkembang sekaligus semakin kompleks.

Dengan demikian, pertumbuhan asuransi energi tidak seharusnya hanya dibaca sebagai peluang meningkatkan premi.

Lebih penting lagi, pertumbuhan tersebut menunjukkan kebutuhan untuk membangun kapasitas pengelolaan risiko yang mampu mengikuti ekspansi sektor energi.

Mengapa reasuransi internasional penting bagi ketahanan bisnis migas?

Kembali ke persoalan awal: mengapa kapasitasnya harus sangat besar?

Jawabannya terletak pada skala kerugian yang mungkin terjadi.

Satu perusahaan asuransi dapat memiliki modal yang kuat, tetapi bukan berarti seluruh risiko sebuah proyek energi harus berada di neracanya.

Melalui reasuransi, sebagian risiko dapat dibagi ke perusahaan reasuransi lainnya. Ketika jaringan tersebut mencakup pasar internasional, kapasitas yang tersedia untuk industri energi dapat menjadi lebih luas.

Inilah alasan rating dan kredibilitas perusahaan asuransi menjadi penting. Dalam konteks asuransi energi, rating juga berkaitan dengan kemampuan membangun kepercayaan dan mengakses ekosistem reasuransi yang dibutuhkan untuk menangani risiko bernilai besar.

Jadi, mengapa industri migas membutuhkan asuransi dengan kapasitas sangat besar?

Jawabannya kembali kepada karakter dasar sektor migas.

Nilai asetnya besar. Investasinya besar. Teknologinya kompleks. Risiko operasionalnya tinggi. Beberapa insiden dapat menimbulkan kerugian yang bukan hanya berupa kerusakan aset, tetapi juga gangguan operasi dan kewajiban terhadap pihak lain.

Karena itu, perusahaan membutuhkan mekanisme untuk mengalihkan sebagian risiko finansial tersebut.

Perusahaan asuransi kemudian menjadi salah satu lapisan dalam mekanisme tersebut. Tetapi karena nilai risikonya dapat sangat besar, perusahaan asuransi juga membutuhkan dukungan reasuransi.

Maka rantainya menjadi:

pemilik aset → asuransi → reasuransi → pasar reasuransi domestik dan internasional.

Semakin besar dan kompleks proyek energi, semakin penting pula kemampuan seluruh rantai tersebut.

Pada akhirnya, kapasitas asuransi bukan sekadar angka pertanggungan dalam polis. Kapasitas adalah kemampuan sebuah ekosistem untuk menyerap, membagi, dan mengelola risiko ketika skenario terburuk benar-benar terjadi.

Itulah alasan industri migas membutuhkan perusahaan asuransi yang tidak hanya mampu menerbitkan polis, tetapi juga memiliki permodalan, keahlian teknis, risk engineering, underwriting, dan akses reasuransi yang kuat.

Carolina Ledy Babbyana merangkumnya dengan menempatkan asuransi sebagai bagian dari ekosistem energi, bukan sekadar produk finansial.

“Asuransi menjadi fondasi pengelolaan risiko untuk mendukung ketahanan energi, investasi, dan pembangunan nasional sejalan dengan Asta Cita.”

Dalam konteks tersebut, keberadaan asuransi yang kuat bukan hanya soal melindungi neraca perusahaan migas. Perlindungan tersebut juga menjadi salah satu mekanisme untuk menjaga agar investasi energi tetap dapat berjalan dan pemulihan dapat dilakukan ketika risiko benar-benar terjadi.

FAQ

Mengapa industri migas membutuhkan asuransi dengan kapasitas besar?

Industri migas membutuhkan kapasitas asuransi besar karena nilai aset dan investasinya tinggi, sedangkan risiko yang dihadapi dapat menghasilkan kerugian masif. Kebakaran, ledakan, blowout, kerusakan fasilitas, pencemaran, hingga gangguan operasi dapat menimbulkan lebih dari satu jenis kerugian. Karena itu, perusahaan membutuhkan perlindungan yang mampu mengelola risiko aset sekaligus konsekuensi finansial dari gangguan bisnis.

Apa fungsi asuransi migas?

Asuransi migas berfungsi sebagai mekanisme transfer risiko finansial dari pemilik aset kepada perusahaan asuransi. Perlindungan dapat mencakup kerusakan properti, kerusakan mesin, business interruption, tanggung jawab pihak ketiga, hingga risiko khusus dalam kegiatan pengeboran dan produksi. Dalam sektor energi, asuransi juga mendukung keberlangsungan operasi dan proses pemulihan setelah terjadi insiden.

Apa peran reasuransi dalam industri migas?

Reasuransi memungkinkan perusahaan asuransi mengalihkan sebagian eksposur yang diterimanya kepada perusahaan reasuransi. Mekanisme ini penting karena nilai risiko sektor energi dapat sangat besar. Sebagian risiko dapat ditempatkan pada pasar reasuransi domestik maupun internasional sehingga beban risiko tidak sepenuhnya berada pada satu perusahaan asuransi.

Apa perbedaan risiko migas offshore dan onshore?

Risiko offshore umumnya lebih kompleks karena fasilitas berada di lingkungan laut, membutuhkan investasi dan teknologi besar, serta menghadapi cuaca ekstrem dan keterbatasan akses darurat. Sementara itu, fasilitas onshore memiliki aksesibilitas yang relatif lebih baik, tetapi tetap menghadapi risiko seperti kebakaran, ledakan, pencemaran, kerusakan mesin, dan gangguan operasi.

Apa saja yang dapat dilindungi dalam asuransi energi?

Perlindungan asuransi energi dapat mencakup aset dan aktivitas dari hulu hingga hilir. Di sektor upstream terdapat rig, sumur, anjungan dan fasilitas produksi. Midstream mencakup kapal, pipa, terminal dan depot. Downstream dapat mencakup kilang, kompleks petrokimia dan depot bahan bakar. Jenis perlindungan dapat meliputi Property Damage, Business Interruption, Marine Hull & Machinery, Marine Cargo, Machinery Breakdown, dan Third Party Liability.

Mengapa rating perusahaan asuransi penting dalam sektor energi?

Rating menjadi salah satu faktor yang mendukung kredibilitas perusahaan asuransi dan aksesnya terhadap pasar reasuransi internasional. Dalam sektor energi yang memiliki risiko bernilai sangat besar, perusahaan asuransi membutuhkan dukungan kapasitas yang lebih luas. Karena itu, kekuatan finansial, rating, pengalaman underwriting, dan jaringan reasuransi menjadi bagian penting dari kemampuan perusahaan menangani risiko energi.

Apakah asuransi dapat menjamin industri migas bebas dari risiko?

Tidak. Asuransi tidak menghilangkan kemungkinan kebakaran, ledakan, kerusakan mesin, bencana alam, atau gangguan operasi. Fungsi utamanya adalah mengalihkan sebagian konsekuensi finansial dari risiko yang terjadi sesuai cakupan polis. Karena itu, asuransi tetap harus berjalan bersama mitigasi risiko, risk engineering, pengawasan operasional, dan prosedur keselamatan.