Selular.ID – Dengan populasi mencapai lebih dari 165 juta, Indonesia adalah pasar ponsel terbesar ke empat di dunia, setelah China, India dan Amerika Serikat.
Tak tanggung-tanggung, menurut data lembaga riset terkemuka IDC, setiap tahunnya penjualan ponsel di tanah air mencapai sekitar 30 juta unit.
Bahkan dua hingga tiga dekade lalu, saat feature phone masih mendominasi pasar, jumlah permintaan menembus 50 – 60 juta unit.
Booming smartphone 4G yang mulai marak sejak akhir 2014, disertai terus membesarnya kelompok milenial dan Gen-Z yang doyan berganti ponsel, membuat banyak vendor tak surut bertarung memperebutkan konsumen, meski harus mengeluarkan segenap sumber daya yang dimiliki.
Namun pasar ponsel sejatinya tak hanya menyangkut merek, produk, layanan atau fasilitas yang ditawarkan. Mengingat Indonesia menganut pasar bebas (open market), maka peran distributor dan retailer juga sangat menentukan penetrasi sekaligus kesuksesan sebuah merek ponsel di pasar.
Tengok saja kisah yang ditorehkan Nokia. Vendor asal Finlandia itu pernah begitu tersohor pada periode 1999 hingga akhir 2011. Era di mana era feature phone masih mendominasi pasar ponsel Indonesia.
Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda
Di awal kehadirannya di Indonesia, Nokia bahkan mampu melibas nama-nama besar yang tengah berjaya saat itu, seperti Ericsson dan Siemens.
Dengan brand image yang sangat kuat, Nokia sukses mempertahankan posisi puncak sepanjang lebih dari satu dekade. Membuat para pesaing, seperti Samsung, LG, Philips, Alcatel, dan merek-merek lainnya seperti anak kemaren sore.
Pada masa jayanya, Nokia bahkan mampu menggenggam 60% pangsa pasar. Rekor yang rasanya sulit diulangi oleh vendor ponsel saat ini.
Semua pencapaian yang diraih Nokia, tentunya tak lepas dari peran para distributor yang mampu menghantarkan merek ikonik tersebut ke tengah masyarakat. Tidak saja di perkotaan namun juga ke wilayah pelosok dan pedesaan.
Saat itu Nokia memiliki lima distributor. Masing-masing Cipta Multi Usaha Perkasa (CMUP), Trikomsel, Parastar Echorindo, Selular Group, dan Erajaya Swasembada. Dari kelimanya, CMUP dan Trikomsel terbilang paling dominan.
Selain sebagai whole sale, masing-masing distributor juga mempunyai jaringan toko ritel sendiri. Yaitu Global Teleshop (CMUP), OkeShop (Trikomsel), Sentra Ponsel (Parastar), Selular Shop (Selular Group), dan Erafone (Erajaya Swasembada).
Di luar lima distributor dan jaringan toko retailnya, terdapat sejumlah pemain lain, seperti Grup Telesindo (Telesindo Shop) yang dimiliki Hengky Setiawan, pengusaha yang telah malang melintang di bisnis telekomunikasi sejak 1992.
Nama lain adalah Teletama Artha Mandiri (TAM), distributor besar yang akhirnya diakuisisi oleh Erajaya Group untuk memperkuat cengkeramannya di pasar ponsel tanah air pada 2011.
Keputusan Erajaya mengakuisisi TAM terbilang tepat. Dua dekade kemudian, dari kelima distributor/retailer Nokia itu, saat ini hanya satu yang masih berjaya bahkan semakin meraksasa di pasar domestik, yaitu Erafone.
Hingga April 2026, jaringan ritel Erafone di bawah naungan Erajaya Digital telah mengoperasikan lebih dari 1.103 toko yang tersebar di berbagai kota. Jumlah itu menjadikan Erafone sebagai raja retail ponsel di Indonesia.
Ironisnya para pesaingnya, yaitu Global Teleshop, OkeShop, Selular Shop, Sentra Ponsel, dan Telesindo Shop, malah redup.
Baca Juga: Pasar Smartphone 2026: Kelangkaan Memori Mempercepat Premiumisasi
Seiring dengan Nokia yang telah lenyap dari pasar ponsel Indonesia – kalah bersaing dengan Samsung, Vivo, Oppo, Huawei, Realme, Nubia, dan Xiaomi – para retailer ponsel yang sebelumnya berjaya khususnya di era feature phone dan pra smartphone itu, sekarang juga kedodoran.
Jumlah gerai fisik yang dimiliki oleh Global Teleshop dan OkeShop, berkurang sangat drastis dan hanya beroperasi di beberapa pusat perbelanjaan saja.
OkeShop masih menjual ponsel dan aksesoris resmi, baik melalui beberapa gerai fisik di pusat perbelanjaan maupun secara online di berbagai platform e-commerce.
Beberapa gerai OkeShop masih ada di mal besar, seperti di Jakarta (seperti di Daan Mogot dan Kota Kasablanka). Namun jumlahnya tidak lagi sebanyak dulu.
Begitu pun dengan Global Teleshop. Gerai fisik Global Teleshop masih ada, namun jumlahnya jauh menurun dibanding masa kejayaannya dulu.
Saat ini, salah satu gerai fisik yang terpantau masih beroperasi berada di Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan. Perusahaan banyak menutup cabang dalam beberapa tahun terakhir akibat kalah bersaing dan pergeseran tren pasar ke arah digital.
Lain dengan Telesindo yang masih tetap eksis, tetapi bentuk usahanya berubah. Perusahaan ini tidak lagi fokus sebagai gerai ritel fisik ponsel di pusat-pusat perbelanjaan seperti dulu, melainkan beralih menjadi distributor digital dan penyedia layanan voucher via omni channel melalui situs resmi Telesindo Shop serta toko online Telesindo Official Shop di Shopee.
Padahal pada dua dekade lalu, dengan puluhan hingga ratusan outlet yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia, kelima retailer tersebut telah memiliki brand image yang sangat kuat di benak masyarakat.
Sebagai pelopor toko modern (modern channel), mereka mampu menangkap kebutuhan konsumen yang tidak hanya menjadikan harga sebagai daya tarik utama.
Dengan membeli ponsel di toko-toko tersebut, konsumen bisa melihat dan memegang barang secara langsung (personal touch), mendapatkan garansi resmi yang aman, serta memperoleh bantuan langsung dari staf ahli untuk setup awal dan klaim kerusakan.
Tak dapat dipungkiri, meredupnya Global Teleshop, OkeShop, Selular Shop, Sentra Ponsel, dan Telesindo Shop, disebabkan oleh kegagalan beradaptasi di era smartphone.
Hal itu ditambah dengan beban utang yang besar akibat ekspansi agresif dan perubahan pola beli konsumen ke platform online.
Disrupsi langsung dari produsen smartphone yang memangkas jalur distribusi tradisional juga menjadi penyebab pudarnya kedigdayaan para distributor.
Tengok saja langkah Oppo dan Vivo. Alih-alih bekerjasama dengan distributor yang sudah mapan, dua brand di bawah BBK Group itu, justru membangun jaringan ritel sendiri.
Kedua brand yang berbasis di Shenzhen itu, memilih untuk tidak menggunakan distributor pihak ketiga yang independen, demi memegang kendali penuh dari ujung ke ujung (end-to-end control) atas rantai pasok dan pengalaman konsumen.
Menariknya meski banyak jaringan toko retail bertumbangan, namun hal itu tidak berlaku pada Erafone yang dimiliki Erajaya.
Padahal saat Global Teleshop, OkeShop, dan Telesindo Shop tengah berjaya, pilihan konsumen membeli ponsel di gerai Erafone masih sangat terbatas. Mengingat toko-toko Erafone tidak sebanyak para pesaingnya itu.
Faktanya, setelah tiga dekade, Erafone tetap survive. Sebagai pemenang sejati, tentu ada banyak rahasia sukses Erafone hingga mampu bertahan melintasi jaman.
Salah satunya terletak pada fokus yang kuat pada kepuasan pelanggan dan penerapan strategi omni-channel (gabungan online dan offline) yang matang.
Hal itu dibarengi dengan ekspansi jaringan toko yang agresif hingga mendekati pemukiman warga namun tetap terukur.
Perusahaan juga menyediakan layanan purna jual dan program inovatif seperti tukar tambah, serta jaminan perlindungan produk yang membuat konsumen semakin percaya dengan kuaitas produk dan layanan yang ditawarkan oleh Erafone.
Baca Juga: Omdia: Pasar Smartphone Tiongkok Turun, Huawei dan Apple Melesat
CNN Indonesia
Senin, 10 Agu 2026 05:00 WIB
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --
Twilite Orchestra akan menggelar konser bertajuk Twilite Orchestra Presents The Beatles & Queen pada Minggu, 1 November 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.
Konser tersebut akan menghadirkan Marcello Tahitoe (Ello) dan Sandhy Sondoro sebagai vokalis yang membawakan lagu-lagu ikonis The Beatles dan Queen bersama Twilite Orchestra di bawah arahan Addie MS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui pertunjukan ini, karya-karya legendaris The Beatles dan Queen akan dihadirkan kembali dalam balutan aransemen orkestra.
Addie MS mengatakan konser ini menjadi bentuk penghormatan terhadap karya-karya dua grup musik legendaris tersebut.
"Bagi saya, sebuah tribut bukanlah tentang mereplikasi sebuah karya, melainkan tentang merayakan warisan musikal yang telah menginspirasi dunia," ujar Addie MS dalam pernyataan yang diterima CNNIndonesia.com.
Ia berharap penampilan bersama Twilite Orchestra, Ello, dan Sandhy Sondoro dapat menghadirkan kembali emosi dan semangat dari lagu-lagu The Beatles maupun Queen.
Sementara itu, Ello menilai lagu-lagu The Beatles dan Queen memiliki daya tarik yang mampu dinikmati lintas generasi. Sandhy juga berharap acara ini jadi perayaan bagi para pencinta musik.
"Tidak banyak repertoar yang mampu merangkul begitu banyak generasi seperti lagu-lagu The Beatles dan Queen. Kami ingin mengajak penonton benar-benar merasakan kemegahan dan emosinya dalam sebuah pertunjukan yang berkesan," kata Ello.
"Musik yang hebat tidak pernah mengenal usia. Saya berharap konser ini menjadi sebuah perayaan, di mana nostalgia, musikalitas, dan energi bertemu dalam satu panggung," ujar Sandhy.
Tiket konser Twilite Orchestra Presents The Beatles & Queen dijual mulai Rp549 ribu untuk kategori Silver Tribune hingga Rp1,69 juta untuk kategori Front Orchestra.
Seluruh kursi menggunakan sistem assigned seating, dengan harga yang belum termasuk pajak dan biaya platform. Penjualan tiket dibuka pada 11 Agustus 2026 pukul 13.00 WIB melalui TipTip.id.
(van/end)
[Gambas:Video CNN]
Senin, 10 Agustus 2026 - 05:00 WIB
Jakarta, VIVA – Aksi seorang juru parkir (jukir) yang diduga memaksa pengendara membayar uang parkir Rp5.000 di kawasan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, berujung panjang.
Baca Juga
Video perselisihan antara jukir dengan seorang pengendara motor sempat viral di media sosial. Polisi yang menerima laporan melalui layanan 110 langsung bergerak dan mengamankan pria berinisial MS yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tak hanya mengamankan MS, polisi juga menemukan fakta lain saat melakukan pemeriksaan. Hasil tes urine menunjukkan pria tersebut positif mengonsumsi narkoba jenis amphetamin.
Baca Juga
Kapolsek Tambora, Ajun Komisaris Polisi Wahyu Hidayat mengatakan persoalan bermula ketika korban, Rendy Budiharto, memarkirkan sepeda motornya di area parkir Pasar Mitra, Jalan K.H.M. Mansyur, Jembatan Lima, Tambora, pada Sabtu, 8 Agustus 2026 sekitar pukul 4.00 WIB.
Saat hendak meninggalkan lokasi setelah berbelanja, korban didatangi MS yang meminta uang parkir. Korban sempat memberikan uang Rp2.000. Namun, uang tersebut ditolak dan MS disebut meminta bayaran Rp5.000.
Baca Juga
Belakangan diketahui, karcis yang digunakan MS juga bukan karcis untuk sepeda motor.
"Untuk tarif yang diminta oleh pelaku, itu senilai Rp5.000, yang di mana karcis yang diserahkan itu karcis untuk mobil. Namun, untuk korban pada saat di TKP dia menggunakan sepeda motor," ujar AKP Wahyu, dikutip Senin, 10 Agustus 2026.
Perselisihan kemudian terjadi karena korban merasa tarif parkir yang diminta tidak sesuai. Dalam video yang beredar, MS bahkan diduga mengajak korban berduel.
Korban yang keberatan kemudian mengunggah kejadian itu ke Instagram hingga viral. Ia juga menghubungi layanan kepolisian 110 dan diarahkan membuat pengaduan ke Polsek Tambora.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Tambora langsung menyisir kawasan Pasar Mitra, tempat lokasi kejadian.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
MS akhirnya ditemukan masih berada di sekitar lokasi kejadian dan langsung diamankan untuk menjalani pemeriksaan. Hal itu diungkap Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Tambora, Ajun Komisaris Polisi Sudrajat Jumantara.
"Kami langsung menindaklanjuti informasi dan laporan masyarakat. Setelah dilakukan penyisiran di sekitar lokasi, petugas menemukan yang bersangkutan masih berada di area parkir dan langsung diamankan untuk dilakukan pemeriksaan," kata Sudrajat.
Halaman Selanjutnya
Polisi juga menemukan fakta bahwa MS menggunakan karcis parkir yang sudah kedaluwarsa. Karcis tersebut sebelumnya disebut memiliki izin dari Dinas Perhubungan (Dishub), namun izin tersebut tidak lagi diperpanjang.
Perbesar:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360814/original/069450900_1758765244-alvarez_2.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Barcelona belum menyerah dalam perburuan Julian Alvarez pada bursa transfer musim panas 2026. Penyerang Atletico Madrid itu masih menjadi target utama untuk mengisi posisi nomor sembilan setelah era Robert Lewandowski.
Namun, Atletico Madrid tetap menutup pintu untuk kepindahan Alvarez. Klub ibu kota Spanyol itu tidak ingin kehilangan salah satu pemain pentingnya, terlebih kepada rival langsung di LaLiga.
Diego Simeone juga kembali menegaskan pentingnya Alvarez dalam proyek Atletico. Pernyataan tersebut tidak membuat Barcelona mengubah rencana untuk mengejar sang penyerang.
Barcelona kini menanti perkembangan setelah Alvarez kembali berlatih bersama Atletico. Jika sang pemain menyampaikan keinginan untuk pergi, situasi tersebut berpotensi membuka jalan bagi negosiasi baru.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5150933/original/063016700_1741128388-20250305-Real_Madrid_vs_Atl_Madrid-AFP_5.jpg)
Perbesar
Deco dan Hansi Flick masih menempatkan Alvarez sebagai target utama untuk posisi penyerang tengah. Karakter pemain Argentina tersebut dinilai sesuai dengan kebutuhan lini depan Barcelona.
Sikap Simeone tidak mengubah pendirian Barcelona. Sang pelatih Atletico tetap menganggap Alvarez sebagai bagian penting dari rencana taktisnya untuk musim baru.
Alvarez diyakini akan berbicara dengan Simeone setelah kembali ke klub. Barcelona berharap komunikasi tersebut dapat memberikan kejelasan mengenai keinginan sang pemain.
Namun, waktu menjadi faktor penting bagi Barcelona. Flick membutuhkan kepastian komposisi skuad sebelum musim baru dimulai sehingga klub tidak bisa menunggu terlalu lama.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360809/original/060347100_1758764547-alvarez.jpg)
Perbesar
Atletico memiliki alasan kuat mempertahankan Alvarez setelah merekrutnya dari Manchester City pada 2024. Penyerang Argentina itu masih menjadi bagian penting dari proyek Simeone.
Simeone bahkan menegaskan Atletico tetap ingin mengandalkan Alvarez. Sikap tersebut membuat Barcelona harus mencari formula yang bisa membuka ruang negosiasi dengan klub rivalnya.
Jika situasi tidak berubah, Barcelona harus mengaktifkan alternatif lain untuk posisi penyerang. Potensi perubahan komposisi lini depan juga membuat kebutuhan terhadap striker baru semakin mendesak.
Untuk saat ini, Alvarez masih menjadi prioritas Barcelona. Saga transfer ini akan sangat bergantung pada sikap sang pemain setelah kembali ke Atletico dan apakah klub bersedia membuka pintu negosiasi.
Sumber: Barca Universal
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Tempat Menonton Moto3 Inggris 2026 di Silverstone
Apa yang dikembangkan di sini menunjukkan bahwa dukungan yang diberikan dapat dimanfaatkan menjadi kegiatan produktif, sarana edukasi, sekaligus produk yang memiliki nilai tambah
Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga memperkuat pendampingan pengembangan dan pengolahan hasil laut melalui Program Community Involvement & Development (CID) Kampung Bahari Si Pelaut di Kampung Tua Terih, Batam, guna mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga Sabar Yudo Suroso mengatakan Kampung Bahari Si Pelaut memiliki potensi besar untuk terus berkembang karena mampu mengolah sumber daya pesisir menjadi kegiatan ekonomi yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Apa yang dikembangkan di sini menunjukkan bahwa dukungan yang diberikan dapat dimanfaatkan menjadi kegiatan produktif, sarana edukasi, sekaligus produk yang memiliki nilai tambah. Potensinya sangat baik dan perlu terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas,” kata Sabar dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Melalui program tersebut, nelayan dan kelompok perempuan didorong mengolah hasil laut menjadi sumber pangan, produk usaha, hingga tambahan penghasilan keluarga.
Dalam kunjungan yang dilakukan pada 5 Agustus 2026, pihaknya turut menyerahkan 1.000 bibit ikan kakap dan 500 bibit ikan nila kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Terihindo Jaya Lestari dan Kelompok Wanita Tani Warisan Lestari.
Menurut dia, Program Kampung Bahari Si Pelaut melibatkan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Terihindo Jaya Lestari, KUB Belian Tuah, Kelompok Wanita Tani Warisan Lestari, dan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Sukses Bersama.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga lestarikan warisan kuliner nusantara lewat BGCC
Baca juga: Pertamina Patra Niaga Kalimantan raih 10 Penghargaan ISRA 2026
Kelompok-kelompok tersebut mengembangkan budi daya ikan kakap, bawal dan kerapu, budi daya ikan air tawar dan sayuran melalui aquaponik, rehabilitasi mangrove, serta pengolahan hasil perikanan menjadi berbagai produk usaha.
Melalui program ini, pendapatan kelompok nelayan dan UMKM perempuan meningkat dari Rp27,56 juta menjadi Rp68,45 juta atau rata-rata sekitar 40 persen per anggota.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyampaikan Kampung Bahari Si Pelaut merupakan salah satu contoh program pemberdayaan yang dikembangkan perusahaan bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi dengan memanfaatkan potensi lokal setiap daerah.
Program Kampung Bahari Si Pelaut juga berkontribusi terhadap aspek lingkungan melalui pengelolaan 35,24 ton sampah per tahun, pengurangan emisi sekitar 113,5 ton CO₂-ekivalen per tahun, serta rehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman 1.000 bibit mangrove.
Program tersebut turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) 14 tentang Ekosistem Lautan melalui pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.
Ketua Poklahsar Sukses Bersama Dian mengatakan pendampingan yang diberikan membuat para anggota semakin percaya diri dalam mengembangkan usaha. Bagi kelompok perempuan, kegiatan tersebut juga membuka akses untuk terus berkarya sekaligus membantu menambah penghasilan keluarga.
Disampaikannya, berbagai produk unggulan yang dihasilkan berasal dari pemanfaatan seluruh bagian ikan, mulai dari kulit hingga tulang. Kelompok mengolahnya menjadi keripik kulit ikan tenggiri original dan pedas manis, kerupuk kulit ikan kakap, swiss roll abon ikan, abon ikan, serta penyedap rasa dari tulang ikan.
Selain itu, kepala udang yang sebelumnya tidak dimanfaatkan juga diolah menjadi penyedap rasa. Produk-produk tersebut kini telah dipasarkan hingga Malaysia dan Singapura.
Sementara itu, Ketua KUB Terihindo Jaya Lestari Seno mengatakan pembinaan dari perusahaan negara ini membantu kelompok nelayan mengembangkan budidaya ikan dalam skala yang lebih besar.
Melalui inovasi Budidaya Ikan Terintegrasi (BUDITA/Eco-Dita), masa pemeliharaan ikan dapat berkurang dari 240 hari menjadi sekitar 120 hari sehingga panen lebih cepat dan perputaran modal menjadi dua kali lebih cepat.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga salurkan alsintan listrik ke petani Bali
Baca juga: Pertamina Patra Niaga berkomitmen hadirkan produk UMKM berkelanjutan
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Minggu, 9 Agustus 2026 16:16 WIB
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro (tengah) berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (30/7/2026). KPK menahan empat orang tersangka yakni Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Lilik Budi Suprianto, Setya Budi Dias Oktavianto dan Mohamad Haris pascaoperasi tangkap tangan (OTT) pada (28/7) serta menyita barang bukti uang tunai sejumlah Rp 2 miliar terkait kasus dugaan korupsi di lingkungan pemerintahan Kabupaten Pemalang. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/wsj.
Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah dokumen seusai menggeledah 15 lokasi di empat wilayah selama 5-8 Agustus 2026 terkait kasus dugaan pemerasan yang menjerat Bupati Pemalang nonaktif Anom Widiyantoro.
“Dari penggeledahan itu, penyidik melakukan penyitaan atas beberapa dokumen, di antaranya dokumen terkait proyek yang sedang dan akan dilaksanakan di Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Kabupaten Pemalang,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Minggu.
Budi mengatakan KPK juga menyita barang bukti berupa telepon seluler atau HP hingga dokumen elektronik dari penggeledahan di 15 lokasi terkait kasus tersebut, yakni sepuluh rumah di Pemalang, dua rumah di Tegal, dua rumah di Pekalongan, serta satu rumah di Semarang.
Menurut dia, rumah-rumah tersebut milik pihak yang diduga terkait kasus tersebut.
“Selain itu, tim penyidik juga melakukan penyitaan rekaman CCTV di sebuah hotel yang berlokasi di Magelang,” katanya.
Selanjutnya, kata dia, barang bukti dari penggeledahan di 15 lokasi dan rekaman CCTV di salah satu hotel di Magelang akan dianalisis oleh penyidik KPK.
Pewarta: Rio Feisal
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) masih menunggu finalisasi pembiayaan keberangkatan kontingen tenis Indonesia ke Asian Games, menyusul belum ditetapkannya keputusan akhir terkait kontingen Indonesia oleh Komite Olimpiade Indonesia (KOI).
Sekretaris Jenderal PP Pelti Andi Fajar mengatakan telah mengusulkan 10 petenis, terdiri atas lima putra dan lima putri, untuk memperkuat Indonesia pada ajang olahraga tingkat Asia tersebut.
"Untuk Asian Games sebenarnya kita sudah mengunci lima nama untuk putra dan lima untuk putri. Namun sampai hari ini belum ada SK dari KOI, tentu ini adalah kewenangan KOI, sehingga kita masih menunggu finalisasi," kata Andi di sela laga final Liga Tenis Indonesia 2026 Seri 1 di Jakarta, Minggu.
Menurut Andi, kepastian pembiayaan menjadi salah satu hal yang masih ditunggu Pelti, terutama di tengah adanya informasi mengenai efisiensi anggaran yang berpotensi memengaruhi jumlah atlet yang dapat diberangkatkan.
Andi mengatakan Pelti pada prinsipnya berharap seluruh kuota tenis yang tersedia dapat terisi sehingga para atlet yang telah menjalani persiapan memiliki kesempatan untuk tampil di Asian Games.
Namun, apabila terdapat keterbatasan pembiayaan dari pemerintah, Pelti siap mencari alternatif agar atlet yang telah masuk dalam usulan tetap dapat diberangkatkan.
"Kalau misalnya ada efisiensi dari pemerintah tentu Pelti akan memberikan solusi juga. Mungkin menjadi bagian dalam pemberangkatan atlet," ujar Andi.
Baca juga: Pelti dorong kehadiran lebih banyak petenis di Liga Tenis Indonesia
Ia mengatakan pembiayaan secara mandiri menjadi salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan untuk memastikan atlet tetap tampil di Asian Games.
"Mandiri adalah pilihan yang tepat supaya semangat teman-teman yang sudah berlatih selama ini tidak sia-sia," kata Andi.
Menurut dia, keikutsertaan di Asian Games memiliki arti penting bagi para atlet karena selain menjadi bagian dari upaya meningkatkan prestasi olahraga Indonesia, ajang tersebut juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi atlet yang telah menjalani persiapan.
"Mereka bisa hadir di Asian Games. Tentu ini kebanggaan yang sangat luar biasa bagi mereka," ujar Andi.
Untuk komposisi tim, Andi menjelaskan lima petenis putri yang diusulkan merupakan bagian dari tim Indonesia pada SEA Games 2025 Thailand. Sementara itu, terdapat perubahan pada komposisi sektor putra. Salah satu atlet, Justin Barki, memberikan kesempatan kepada atlet lain untuk masuk dalam daftar usulan.
Andi menegaskan 10 nama tersebut masih berstatus usulan dari PP Pelti sehingga belum menjadi daftar final kontingen tenis Indonesia pada Asian Games.
"Minggu depan ada meeting lagi untuk finalisasi," kata Andi.
Adapun 10 petenis yang diusulkan Pelti ialah Janice Tjen, Aldila Sutjiadi, Priska Nugroho, Anjali Kirana Junarto, dan Meydiana Laviola Reinnamah. Sementara dari sektor putra terdapat Muhammad Rifqi Fitriadi, Christopher Rungkat, Lucky Candra Kurniawan, Anthony Susanto, dan Muhammad Gunawan Trismuwantara.
Baca juga: PELTI siapkan atlet Asian Games 2026 lewat “training on the road”
Baca juga: PELTI hadirkan Liga Tenis Indonesia 2026 untuk jaga regenerasi atlet
Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Warga menangkap ikan beramai-ramai saat tradisi Ngagurah Dano di aliran sungai Cidanau di Desa Cikolelet, Banten, Minggu (9/8/2026). Tradisi menangkap ikan secara massal menggunakan tangan kosong maupun alat tangkap tradisional yang biasa dilaksanakan saat musim kemarau tersebut merupakan wujud rasa syukur masyarakat setempat atas kelestarian alam dan melimpahnya sumber air sekaligus upaya pelestarian kearifan lokal yang menjadi daya tarik wisata budaya di desa itu. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/agr
Warga menangkap ikan beramai-ramai saat tradisi Ngagurah Dano di aliran sungai Cidanau di Desa Cikolelet, Banten, Minggu (9/8/2026). Tradisi menangkap ikan secara massal menggunakan tangan kosong maupun alat tangkap tradisional yang biasa dilaksanakan saat musim kemarau tersebut merupakan wujud rasa syukur masyarakat setempat atas kelestarian alam dan melimpahnya sumber air sekaligus upaya pelestarian kearifan lokal yang menjadi daya tarik wisata budaya di desa itu. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/agr
Foto udara warga menangkap ikan beramai-ramai saat tradisi Ngagurah Dano di aliran sungai Cidanau di Desa Cikolelet, Banten, Minggu (9/8/2026). Tradisi menangkap ikan secara massal menggunakan tangan kosong maupun alat tangkap tradisional yang biasa dilaksanakan saat musim kemarau tersebut merupakan wujud rasa syukur masyarakat setempat atas kelestarian alam dan melimpahnya sumber air sekaligus upaya pelestarian kearifan lokal yang menjadi daya tarik wisata budaya di desa itu. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/agr
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan Jatim sebagai gudangnya ulama dan mendorong gerakan tafaqquh fiddin dari berbagai profesi saat menyampaikan orasi ilmiah pada Wisuda Angkatan V Ma'had Aly Nurul Cholil, Bangkalan.
"Untuk bisa membangun tafaqquh fiddin dari berbagai profesi-profesi yang lain, Insya Allah di Jawa Timur ini gudangnya ulama. Dan banyaknya ulama ini memberikan manfaat yang luar biasa di Jawa Timur," kata Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Minggu.
Dalam wisuda yang diikuti 51 mahasantri itu, Khofifah juga menegaskan komitmen Pemprov Jatim mendukung pendidikan tinggi keagamaan melalui berbagai program beasiswa yang disalurkan lewat Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Provinsi Jatim.
Sepanjang 2019-2026, sebanyak 7.976 mahasiswa telah menerima manfaat program beasiswa tersebut.
Dukungan untuk pendidikan Ma'had Aly tercatat diberikan kepada 240 mahasiswa pada 2019, 425 mahasiswa pada 2021, 285 mahasiswa pada 2023, 45 mahasiswa pada 2024, 380 mahasiswa pada 2025, dan 105 mahasiswa pada 2026.
Baca juga: Jatim jajaki kerja sama industri-teknologi dengan perkapalan Tiongkok
"Tentu ini karena doa, ikhtiar, dan kerja keras kita semua, kita sudah bisa menambah beasiswa S2 dan mulai memasifkan beasiswa S3. Dan ada beasiswa Al-Azhar yang dulunya kita kirim S1, tapi kita mendiskusikan untuk meningkatkan ke S2 ," ujarnya.
Program beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk jenjang S1 dan S2 di Al-Azhar Kairo mencatat penerima sebanyak 30 mahasiswa pada 2021, 30 mahasiswa pada 2022, 30 mahasiswa pada 2023, 33 mahasiswa pada 2024, 35 mahasiswa pada 2025, dan 30 mahasiswa pada 2026.
"Saya ingin menyampaikan untuk mendapatkan beasiswa di Al-Azhar itu persetujuannya harus oleh Grand Sheikh Al-Azhar. Alhamdulillah waktu itu kami diterima langsung oleh beliau. Saya menyampaikan bahwa mereka yang pulang dari Al-Azhar bukan sarjana Al-Azhar, mereka yang pulang dari Al-Azhar adalah ulama Al-Azhar. Jadi beda standar," katanya.
Khofifah juga berpesan agar para wisudawan menjadi ahli pada bidang yang digeluti. Ia berharap Ma'had Aly mampu melahirkan ulama, kiai, dan tokoh agama yang cakap dalam sektor pembangunan, teknologi, serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
Selain itu, ia berharap Ma'had Aly Nurul Cholil Bangkalan tidak berhenti pada marhalah ula (S1), melainkan terus meningkatkan jenjang pendidikan hingga marhalah tsaniyah (S2) dan marhalah tsalitsah (S3).
Baca juga: Khofifah: Jatim siap jadi pusat pendidikan vokasi nasional
"Nurul Cholil insya Allah termasuk yang punya peluang besar meningkat pada marhalah tsaniyah. Semoga semua bisa berseiring dengan program di Ma'had Aly ini. Salam sukses berkah semuanya dan semoga ilmunya manfaat barakah. Amin," katanya.
Sementara itu, Mudir Ma'had Aly Nurul Cholil KH Ahmad Faqoth Zubair mengapresiasi dukungan Gubernur Khofifah terhadap pesantren dan berharap lebih banyak program yang dapat diakses para mahasantri.
Ia juga meminta para mahasantri memperhatikan orasi ilmiah dan wejangan yang disampaikan Gubernur Khofifah sebagai bekal saat terjun di tengah masyarakat.
"Oleh karena itu, saya berharap orasi ilmiah dan wejangan-wejangan beliau mohon didengarkan dan perlu dicatat sebagai bahan ilmu dan bekal untuk anak-anakku sekalian nanti berjuang di tengah-tengah masyarakat," kata KH Ahmad Faqoth Zubair.
Baca juga: Khofifah: MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi harus bebas perundungan
Baca juga: Khofifah ajak anak muda gunakan ilmu pengetahuan jadi alat perjuangan
Pewarta: Willi Irawan
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Bandung Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat, Jawa Barat, mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi 27 keluarga penyintas longsor di Kecamatan Cipongkor yang terjadi pada tahun 2024 sebagai tahapan pembangunan rumah relokasi.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkimtan) Kabupaten Bandung Barat Anni Roslianti katanya dalam keterangan di Bandung Barat, Minggu, mengatakan dokumen lelang pekerjaan cut and fill saat ini tengah disiapkan untuk lahan relokasi yang telah dibebaskan pemerintah daerah.
"Kan sudah dibeli sama Pemda, sekarang mau lelang cut and fill. Baru mau proses lelang. Targetnya penyelesaian tiga bulan," katanya.
Lahan seluas sekitar 3.600 meter persegi tersebut berada di Kampung Bojong Huni, RT 02, RW 02, Desa Cibenda, atau sekitar 1,5 kilometer dari Kampung Gintung yang tertimbun material longsor.
Anni menjelaskan pekerjaan cut and fill dilakukan untuk menyiapkan kontur lahan sebelum pembangunan rumah sehingga kawasan relokasi memiliki kondisi tanah yang lebih aman dan stabil.
Pengadaan lahan untuk huntap tersebut telah dilakukan Pemkab Bandung Barat pada 2025 melalui sejumlah tahapan, mulai dari studi kelayakan untuk memastikan keamanan lokasi hingga penyusunan dokumen pengadaan dan penilaian harga oleh tim appraisal.
Setelah cut and fill selesai, pembangunan 27 unit rumah akan dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sedangkan Pemkab Bandung Barat bertanggung jawab terhadap pengadaan lahan dan penyiapan lahan.
"Untuk relokasi rumahnya itu ada 27 KK (kepala keluarga). Kalau yang membangun itu nanti BNPB, kami bagian pengadaan lahan dan cut and fill," ujarnya.
Kepala Desa Cibenda Abdul Rohman mengatakan sebelumnya terdapat dua lahan milik pribadi yang diajukan sebagai lokasi relokasi warga terdampak longsor Kampung Gintung.
Berdasarkan kajian Badan Geologi, kedua lokasi tersebut dinyatakan aman untuk dijadikan kawasan permukiman. Pemerintah kemudian menetapkan lahan di Kampung Bojong Huni sebagai lokasi pembangunan huntap.
"Ada 27 rumah, sisa lahan untuk fasilitas umum seperti masjid, sarana pengajian, madrasah dan jalan. Pembebasan lahan sama Pemkab," kata Abdul.
Pembangunan huntap tersebut merupakan tindak lanjut penanganan bencana longsor yang menerjang Kampung Gintung pada 24 Maret 2024.
Bencana tersebut menyebabkan 25 rumah rusak berat dan sejumlah rumah lainnya terdampak sehingga warga harus direlokasi. Sebanyak 10 orang meninggal dunia setelah tertimbun material longsor.
Dengan segera dimulainya proses lelang cut and fill, Pemkab Bandung Barat menargetkan tahapan penyiapan lahan dapat diselesaikan sekitar tiga bulan sebelum dilanjutkan dengan pembangunan hunian bagi para penyintas.
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.