Rektor Untad: Perguruan Tinggi harus berdampak untuk kesejahteraan masyarakat

calendar_today 20.08.2026 - person  - timer ~

Rektor Untad: Perguruan Tinggi harus berdampak untuk kesejahteraan masyarakat

Kamis, 20 Agustus 2026 17:43 WIB

Image Print

Rektor Universitas Tadulako (Untad) Palu Amar. ANTARA/Fauzi Lamboka

Palu (ANTARA) - Rektor Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) Amar menegaskan bahwa kampus harus berdampak untuk kesejahteraan masyarakat.

"Universitas bukan hanya menghasilkan sarjana, tetapi juga menghasilkan solusi," katanya dalam kegiatan Dies Natalis Ke-45 dan Wisuda Universitas Tadulako periode ke-138 di Kampus Untad Palu, Kamis.

Rektor menyatakan Untad memiliki rekam jejak pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam penguatan produktivitas pertanian, melalui optimalisasi lahan, peningkatan produktivitas tani, pendampingan kelompok tani, pengembangan sayuran organik, kakao hingga komoditas unggulan lokal.

"Semua itu berangkat dari satu keyakinan bahwa ilmu pengetahuan tidak boleh berhenti di laboratorium. Ilmu dan teknologi harus sampai ke desa sampai ke petani. Hasil penelitian harus mampu meningkatkan kesejahteraan," katanya menegaskan.

Menurut dia, hal sangat penting terkait ketahanan pangan di Indonesia tidak hanya memerlukan lahan dan teknologi, tetapi juga membutuhkan generasi muda yang mau masuk ke sektor pertanian, dengan perspektif baru.

"Pertanian masa depan bukan hanya tentang mencangkul. Pertanian masa depan berbicara tentang Artificial Intelligence, Internet of things, drone, sensor, big data, smart farming, digital marketplace, dan precision agriculture," katanya.

Ia mengatakan, perguruan tinggi memiliki posisi yang sangat strategis. Contohnya, lulusan Fakultas Pertanian dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas, lulusan Fakultas Teknis dibutuhkan untuk mengembangkan teknologi dan mesin pertanian, lulusan Teknologi Informatika dibutuhkan untuk membangun sistem digital dan kecerdasan buatan.

Kemudian lulusan Fakultas Ekonomi dibutuhkan untuk membuat rantai pasok dan bisnis, lulusan Fakultas Hukum dibutuhkan untuk memperkuat tata kelola, lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dibutuhkan untuk menyiapkan petani masa depan, dan lulusan disiplin ilmu lainnya harus bekerja sama mendukung hal tersebut.

Rektor menegaskan Untad tidak hanya berfokus pada penguatan kapasitas akademik dan riset. Kampus juga terus mendorong lahirnya inovasi yang berdampak, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama di tengah transformasi digital.

“Kami berusaha untuk terus berbenah, agar sistem pendidikan di kampus menjadi lebih baik,” katanya.

Khusus para wisudawan, rektor mengingatkan bahwa kegagalan tidak selalu menjadi akhir dari sebuah perjuangan. Ia mencontohkan Thomas Alva Edison yang menjadikan kegagalan sebagai bagian dari proses untuk menemukan jalan yang lebih baik.

“Kegagalan itu bukan alasan untuk berhenti, tetapi kegagalan adalah informasi untuk menentukan jalan yang lebih baik di dalam setiap riset yang dilakukan,” katanya.

Menurut Amar, para lulusan bisa saja menghadapi penolakan, kegagalan maupun rencana yang tidak berjalan sesuai harapan setelah memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

“Jangan berhenti, belajar dari kegagalan, dan terus bergerak. Dunia tidak membutuhkan lulusan yang takut gagal, dunia membutuhkan manusia yang berani mencoba, mau belajar dan mau beradaptasi,” katanya.

Pewarta : Fauzi
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026