Ambon (ANTARA) -
Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, menggandeng Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Pattimura (FST Unpatti) untuk mengembangkan inovasi teknologi dalam mengatasi berbagai persoalan perkotaan, khususnya pengelolaan sampah dan transportasi.
“MoU hari ini tidak saja sebatas memenuhi secara formal kerja sama dengan Fakultas Sains dan Teknologi, tetapi harus terimplementasi dalam banyak hal untuk memajukan Kota Ambon,” kata Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, di Ambon, Kamis.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan FST Unpatti bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan, Dinas Perhubungan, serta Dinas Pendidikan Kota Ambon di Balai Kota Ambon.
Wali Kota Bodewin mengatakan, kerja sama dengan perguruan tinggi harus menghasilkan program yang dapat membantu pemerintah menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, salah satu bidang yang membutuhkan dukungan inovasi teknologi adalah pengelolaan sampah.
Pemkot Ambon, kata dia, membutuhkan inovasi berupa mesin pengolah sampah berskala kecil yang dapat ditempatkan di tingkat rukun tetangga (RT) sehingga sampah dapat dikelola sejak dari sumbernya.
Bodewin menambahkan, penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat mengurangi beban pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah dari lingkungan masing-masing.
Selain pengelolaan sampah, kerja sama dengan FST Unpatti juga diarahkan untuk mendukung pengembangan sektor transportasi, termasuk pelaksanaan uji emisi kendaraan dan pemanfaatan teknologi dalam sistem transportasi perkotaan.
Kolaborasi tersebut juga mencakup pemanfaatan teknologi di bidang pendidikan serta mendukung pengembangan Ambon sebagai kota cerdas atau Smart City.
“Zaman ini kita tidak bisa lagi bekerja sendiri-sendiri. Kita butuh bekerja bersama, karena kita yakin satu pihak punya kemampuan, tetapi juga punya kelemahan. Karena itu, kita bisa saling mengisi satu dengan yang lain,” ujarnya.
Sementara itu, Guru Besar FST Unpatti Prof. Dr. Henry Junus Wattimanela mengatakan, kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut audiensi antara FST Unpatti dan Pemkot Ambon pada 3 Juni 2026.
Audiensi tersebut menghasilkan kesamaan pandangan mengenai berbagai persoalan pembangunan dan tantangan yang dihadapi Kota Ambon.
“Kami berharap penandatanganan ini bukan sekadar dokumentasi administratif maupun seremonial, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan kerja nyata, program yang nyata, dan dampak yang nyata bagi masyarakat Kota Ambon,” katanya.
Di sisi lain, pada kesempatan yang sama, Perumda Tirta Yapono menyerahkan bantuan paket sembako kepada Tim Penggerak PKK Kota Ambon untuk membantu anak-anak penderita stunting.
Wali Kota Bodewin mengapresiasi kontribusi Perumda Tirta Yapono yang dinilai tidak hanya berfokus pada pengelolaan perusahaan, tetapi juga mendukung program prioritas Pemerintah Kota Ambon.
Ia berharap Perumda Tirta Yapono terus mengoptimalkan pelayanan dan memperluas akses air bersih sehingga dapat menjangkau seluruh masyarakat Kota Ambon.
Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.