Kamis, 27 Agustus 2026 18:58 WIB
Petugas KAI Daop 6 Yogyakarta menutup perlintasan tanpa palang di wilayah Temon, Kabupaten Kulon Progo. ANTARA/HO-Humas Daop 6 Yogyakarta
Yogyakarta, DIY (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta menutup tiga perlintasan sebidang tidak terjaga di wilayah Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, guna menekan risiko kecelakaan lalu lintas serta menjamin keselamatan perjalanan kereta api (KA) dan masyarakat sekitar.
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih di Yogyakarta, Kamis, mengatakan penutupan perlintasan sebidang liar maupun tidak terjaga merupakan langkah preventif prioritas untuk meminimalkan potensi gangguan operasional.
Adapun titik yang ditutup meliputi Perlintasan Sebidang (JPL) 662 di KM 504+927, JPL 664 di KM 505+620, dan JPL 666 di KM 506+390 yang berada pada petak jalan Wojo–Kedundang.
"Keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat merupakan prioritas utama yang terus kami jaga. Penutupan perlintasan tak terjaga ini merupakan langkah preventif untuk meminimalkan potensi kecelakaan maupun gangguan perjalanan, khususnya di titik perpotongan antara jalur KA dengan aktivitas warga," kata Feni.
Ia mengatakan penutupan tiga lokasi tersebut menambah daftar perlintasan sebidang yang telah ditutup oleh KAI Daop 6 Yogyakarta sepanjang tahun 2026, yang kini totalnya mencapai 21 titik.
Sebelum penutupan dilakukan, KAI Daop 6 telah menempuh serangkaian prosedur legalitas dan pendekatan sosial. Koordinasi serta sosialisasi resmi bersama pemerintah dan warga Desa Temon Kulon, Temon Wetan, dan Kaligintung digelar pada 12 Agustus 2026.
Selanjutnya, sosialisasi lapangan bagi para pengguna jalan dan masyarakat yang kerap melintas di lokasi penutupan dilaksanakan pada 13 Agustus 2026.
Feni menekankan mewujudkan keselamatan perjalanan KA membutuhkan dukungan dan keterlibatan aktif dari seluruh pemangku kepentingan serta masyarakat.
Selain melakukan penertiban fisik dan pengamanan aset di sekitar jalur rel secara berkelanjutan, pihaknya mengimbau warga agar tidak melakukan aktivitas berisiko di sekitar rel.
"KAI Daop 6 Yogyakarta juga mengingatkan masyarakat untuk selalu menggunakan perlintasan sebidang resmi dan tidak membuka kembali titik-titik yang telah ditutup demi keselamatan bersama," katanya.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dian Eko Prasetio
| 27 Agustus 2026, 18:56 WIB

Duet petenis ganda campuran asal Republik Ceko, Karolina Muchova/Jakub Mensik, dengan trofi juara AS Terbuka 2026 di New York, Amerika Serikat, Kamis (27/8/2026). X/usopen.
AKURAT.CO, Pasangan ganda campuran tenis asal Ceko, Karolina Muchova/Jakub Mensik, sukses mengukir kisah manis mereka di panggung Grand Slam AS Terbuka 2026 di Arthur Ashe Stadium, New York, Kamis (27/8/2026).
Tampil solid usai melewati laga dramatis, Karolina Muchova/Jakub Mensik berhasil mengamankan gelar Grand Slam perdana dalam karier mereka sekaligus meraup hadiah uang tunai fantastis sebesar USD1 juta (sekitar Rp17,7 miliar) di AS Terbuka.
Di partai puncak AS Terbuka yang berlangsung sengit, Mensik menyegel kemenangan 6-3, 1-6, dan 10-6 atas pasangan Flavio Cobolli/Belinda Bencic lewat pukulan ace berkecepatan 131 mil per jam (210 kilometer/jam) pada kesempatan championship point ketiga.
Kemenangan di laga final ini melengkapi kebangkitan luar biasa mereka di New York. Sebelumnya, di babak semifinal Karolina Muchova/Jakub Mensik sempat berada di ujung tanduk saat berhasil menyelamatkan dua match point untuk menundukkan pasangan Rusia, Mirra Andreeva/Andrey Rublev, dengan skor 5-4 (8-6), 3-5, dan 11-9.
https://akurat.co/arena/885276/as-terbuka-2026-langkah-duet-serena-williams-carlos-alcaraz-terhenti-di-perempat-final
Bagi Muchova, gelar ini terasa sangat spesial karena menjadi ajang pembuktian usai absen enam pekan pasca-operasi kecil setelah melakoni final Wimbledon. Sementara bagi Mensik, ini merupakan pengalaman perdana bermain di nomor ganda campuran sepanjang karier profesionalnya.
"Gelar ini memberikan dorongan kepercayaan diri yang sangat besar. Yang terpenting bukan hanya trofi ini, tetapi kami berkesempatan melakoni laga-laga hebat dan mencoba banyak hal di lapangan," kata Mensik dikutip BBC.
Format baru ganda campuran AS Terbuka yang diselenggarakan di bawah sorotan lampu stadion pada sesi malam (night session) terbukti sukses besar menarik perhatian pemirsa global. Stadion tak lagi hanya diisi penonton pemegang grounds pass, melainkan dipadati ribuan pasang mata di lapangan utama.
Meski sempat diwarnai pengunduran diri sejumlah bintang tunggal seperti Iga Swiatek, Frances Tiafoe, dan Daniil Medvedev akibat alasan kebugaran, kehadiran nama-nama besar lain seperti Serena Williams/Carlos Alcaraz hingga Novak Djokovic/Aryna Sabalenka menjadikan turnamen ini sangat bergengsi.
Kemeriahan ganda campuran ini sekaligus menjadi bagian dari kesuksesan Fan Week AS Terbuka 2026 yang diramaikan laga eksibesi Roger Federer, penampakan bintang muda Amanda Anisimova dan Alexandra Eala, hingga konser megah band The Lumineers di Louis Armstrong Stadium menjelang bergulirnya babak utama tunggal pada Minggu mendatang.
Jakarta (ANTARA) - Oppo Find X10 Series terungkap akan menggunakan panel OLED terbaru dari Tianma menjelang peluncurannya di China pada September mendatang.
Dilansir dari laporan Gadgets 360 pada Rabu (26/8) waktu setempat, pembocor teknologi Digital Chat Station menyebut layar tersebut membawa sejumlah peningkatan, termasuk material pemancar cahaya N1 dan tingkat kecerahan global hingga 2.000 nit.
Panel itu juga disebut memiliki bezel yang lebih tipis dengan ukuran yang sama pada keempat sisi. Dari sisi warna, layar diklaim mampu mencakup 95 persen gamut warna BT.2020 serta menghasilkan 5,5 persen cahaya merah pada rentang tertentu.
Informasi terbaru tersebut memperkuat laporan sebelumnya yang menyebut Find X10 Series akan menggunakan teknologi layar Tiangong Screen 2.0 milik Tianma.
Baca juga: Oppo dikabarkan siapkan kamera depan 68 MP rasio 1:1 untuk Reno 18
Teknologi tersebut menggunakan material baru untuk komponen warna merah, hijau, dan biru dengan fokus mengurangi paparan cahaya biru sekaligus mempertahankan kualitas reproduksi warna.
Untuk komponen biru, Tianma menggunakan teknologi NFB fluorescent blue yang diklaim mampu meningkatkan efisiensi cahaya hingga 16 persen dan memperpanjang usia material sebesar 33 persen.
Teknologi tersebut juga diklaim menurunkan proporsi cahaya biru yang dianggap berbahaya menjadi 3,7 persen dari spektrum layar.
Sementara itu, komponen hijau menggunakan teknologi PSF yang disebut meningkatkan efisiensi cahaya sebesar 11 persen dan memperluas rentang warna hijau hingga 6,7 persen.
Untuk komponen merah, panel menggunakan teknologi deep-red pada rentang 650-670 nanometer. Tianma menyebut cahaya merah tersebut mencakup 5,5 persen dari keluaran layar.
Tiangong Screen 2.0 juga dirancang untuk bekerja pada tingkat kecerahan sangat rendah hingga 0,01 nit. Tianma menggunakan sistem AI De-Mura untuk menjaga keseragaman kecerahan pada kondisi tersebut, yang diklaim meningkat 30 persen dibandingkan generasi sebelumnya.
Dalam hal reproduksi warna, Tianma mengklaim panel tersebut mencakup 95 persen gamut warna BT.2020 dengan nilai Delta E di bawah 0,6. Layar tersebut juga disebut memiliki masa pakai 30 persen lebih panjang dibandingkan panel generasi sebelumnya.
Namun, bocoran terbaru belum mengungkap ukuran layar, resolusi, maupun refresh rate yang akan digunakan oleh masing-masing model Find X10.
Belum diketahui pula apakah tingkat kecerahan global 2.000 nit akan diterapkan pada seluruh model dalam seri tersebut, mengingat laporan sebelumnya menyebut Find X10 akan hadir dalam beberapa varian dengan spesifikasi layar yang berbeda.
Baca juga: Oppo jajaki ponsel berlayar lebar dengan pengaturan kamera kelas atas
Baca juga: Oppo dan vivo bantah rumor kolaborasi buat kamera gimbal "pocket"
Baca juga: Spesifikasi Oppo A7 Pro Max, HP dengan baterai jumbo 10.000 mAh
Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Program Tiga Juta Rumah bentukan pemerintah mendapat dukungan penuh dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) lewat gelaran Danantara Housing Expo 2026 yang berlangsung di NICE PIK 2, Tangerang pada 27-30 Agustus 2026.

Pameran ini mempertemukan calon pembeli rumah dengan BNI, bank-bank Himbara, Danantara Indonesia, serta para pengembang sektor komersial hingga rumah subsidi.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo mengatakan, sinergi ini menjadi bukti kuatnya kolaborasi industri perbankan dan properti untuk memperluas akses pembiayaan kepemilikan rumah bagi masyarakat.
“Sebagai BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia, BNI terus menghadirkan layanan pembiayaan yang mudah diakses. Danantara Housing Expo mempertemukan masyarakat dengan beragam pilihan hunian dan solusi KPR dalam satu lokasi,” ujar Okki dalam keterangannya, Kamis, 27 Agustus 2026.
Sederet pengembang raksasa nasional turut meramaikan ajang ini, di antaranya Ciputra Group, Sinar Mas Land, Agung Sedayu Group, Agung Podomoro Land, Summarecon, Alam Sutera, Modernland, Lippo Group, Metland, Sentul City, hingga Pakuwon Group.
Tak hanya menyasar kelas menengah atas, BNI juga menggandeng para pengembang rumah subsidi dari berbagai daerah. Hal ini dilakukan guna memberi ruang bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maupun pencari rumah pertama (first-time homebuyer).
“Dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, BNI ingin memperluas akses pembiayaan agar lebih banyak keluarga Indonesia memiliki hunian layak. Kami berharap kolaborasi ini mempercepat akselerasi Program Tiga Juta Rumah,” tambah Okki.
Melalui partisipasi di ekosistem Danantara Indonesia ini, BNI bertekad untuk terus memperkuat portofolio kredit pemilikan rumah sekaligus memacu pertumbuhan sektor properti dan roda perekonomian nasional.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
Kamis, 27 Agustus 2026 18:55 WIB
Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang menerima audiensi Kepala OJK Kaltim-Kaltara Misran Pasaribu di Ruang Pertemuan Gubernur Kaltara, Tanjung Selor, Kamis (27/8/2026). (ANTARA/HO-DKISP Kaltara)
Tanjung Selor (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur (Kaltim)-Kaltara bersinergi mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah dan memperluas akses pembiayaan bagi petani serta pelaku usaha.
Dorongan itu diperkuat dengan bertemunya Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang dengan Kepala OJK Kaltim-Kaltara Misran Pasaribu di Ruang Pertemuan Gubernur Kaltara, Tanjung Selor, Kamis.
“Dalam pertemuan ini sejumlah potensi ekonomi daerah menjadi pembahasan, di antaranya komoditas kelapa, cokelat dan rumput laut,” ujar Gubernur Zainal.
Selain itu, lanjutnya, soal pengelolaan limbah yang ramah lingkungan juga menjadi bagian dari pembahasan untuk mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Zainal mengatakan, Pemprov Kaltara terus menggali potensi unggulan daerah agar dapat dikembangkan secara lebih terarah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kita terus menggali keunggulan daerah. Komoditas seperti kelapa, cokelat, dan rumput laut akan kita dorong agar sesuai dengan kebutuhan dan arah pembangunan daerah,” katanya.
Menurutnya, pengembangan komoditas lokal perlu dibarengi dengan penguatan ekosistem pembiayaan dan itu merupakan hal yang penting. Karena, lanjutnya, keterbatasan modal masih menjadi salah satu kendala yang dihadapi petani dan pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya.
Sebab itu, Pemprov Kaltara mendorong adanya keterhubungan antara pelaku usaha dengan lembaga keuangan, penjamin, pasar dan asuransi dalam satu ekosistem pembiayaan yang lebih terintegrasi.
“Komoditas yang punya potensi tetapi terkendala modal perlu kita hubungkan dengan pengusaha, lembaga keuangan, penjamin, pasar dan asuransi agar pembiayaannya lebih mudah,” kata Zainal.
Kepala OJK Kaltim-Kaltara Misran Pasaribu mengapresiasi atas kesempatan untuk melakukan audiensi dengan Pemprov Kaltara, khususnya dengan Gubernur Kaltara.
Menurut Misran, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antara OJK dengan Pemprov Kaltara.
Melalui sinergi tersebut, diharapkan pengembangan komoditas unggulan dapat berjalan seiring dengan penguatan akses pembiayaan, sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur atas waktu dan kesempatan menerima audiensi kami. Pertemuan ini penting untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antara OJK dan Pemprov Kaltara,” ujar Misran.
Baca juga: Gubernur KaltaraTerima Aspirasi 10 Desa Terkait Persoalan MHA Desa Tujung
Baca juga: Kaltara dapat 23 titik revitalisasi satuan pendidikan Tahun 2026
Pewarta : Agus Salam
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Direktur Jenderal Saudia Airlines Ibrahim Al-Omar (kanan) dan Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan (kiri) disaksikan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Amoudi (tengah) dalam penandatanganan Joint Business Framework Agreement di Hotel Raffles, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saudia Airlines dan Garuda Indonesia menandatangani Joint Business Framework Agreement sebagai langkah memperkuat kerja sama dan konektivitas udara antara Arab Saudi dan Indonesia. Direktur Jenderal Saudia Airlines Ibrahim Al-Omar mengatakan kesepakatan tersebut menjadi tonggak baru dalam hubungan kedua maskapai.
"Kami senang berada di Jakarta dan membuat tonggak baru dalam kerja sama antara Saudia Arabia dan Garuda Indonesia," ujar Ibrahim dalam penandatanganan Joint Business Framework Agreement antara Saudia Airlines dengan Garuda Indonesia di Hotel Raffles, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Menurut Ibrahim, kesepakatan tersebut mencerminkan ambisi bersama kedua maskapai untuk meningkatkan kerja sama sekaligus memperkuat konektivitas udara antara Kerajaan Arab Saudi dan Indonesia. Ibrahim mengatakan hubungan Saudia dengan Indonesia sendiri telah terjalin sejak 1985 ketika maskapai tersebut memulai operasinya di Jakarta.
"Sejak saat itu, operasi kami terus berkembang dan menjawab permintaan perjalanan yang meningkat antara kedua negara," lanjt Ibrahim.
Ibrahim menyampaikan kemitraan Saudia dan Garuda Indonesia kini memasuki fase berikutnya yang dapat membuka akses yang lebih luas serta memberikan pengalaman perjalanan yang lebih lancar bagi penumpang. Ibrahim berharap kerja sama ini juga mampu memperkuat konektivitas Indonesia dengan Arab Saudi dan jaringan penerbangan internasional lainnya.
"Hari ini, kami menjadikan kemitraan dengan Garuda Indonesia menjadi fase berikutnya, membuat akses yang lebih besar, dan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih lancar antara Indonesia, Arab Saudi dan lainnya," sambung Ibrahim.
Ibrahim menegaskan Saudia berkomitmen membangun kemitraan global yang dapat meningkatkan akses menuju Arab Saudi dan menghubungkan kerajaan tersebut dengan berbagai pasar di seluruh dunia. Langkah tersebut, ucap Ibrahim juga sejalan dengan tujuan Visi Arab Saudi 2030.
"Di Saudia, kami tetap berkomitmen membangun kemitraan global yang meningkatkan akses dan menghubungkan Saudi Arabia dengan pasar lain di seluruh dunia, dan berpartisipasi dengan objektif Visi Saudi 2030," ucap Ibrahim.
Ibrahim turut menyampaikan penghargaan kepada Garuda Indonesia dan seluruh tim dari kedua pihak yang telah membawa kerja sama tersebut menuju tonggak penting. Ibrahim berharap kemitraan kedua maskapai dapat membuka babak baru kerja sama sekaligus menghasilkan keberhasilan bersama.
"Bersama-sama, kami menanti-nantikan chapter baru dalam kolaborasi ini," kata Ibrahim.
Liputan6.com, Jakarta - Memiliki hunian yang dekat dengan pusat aktivitas ekonomi kini menjadi salah satu pertimbangan masyarakat dalam memilih rumah. Selain harga, lokasi, aksesibilitas, hingga jarak menuju tempat kerja ikut menentukan kenyamanan dan kemampuan seseorang mempertahankan hunian dalam jangka panjang. Tren ini turut mendorong minat terhadap kawasan penyangga Jakarta, termasuk Bekasi dan Cikarang.
Riset Indonesia Property Watch yang dirilis pada awal 2026 menunjukkan Bekasi menjadi salah satu wilayah yang banyak diminati pencari hunian sepanjang 2025. Kondisi tersebut sejalan dengan semakin terbatasnya pilihan rumah dengan harga terjangkau di Jakarta.
Sementara itu, data 123 PropInsight yang menganalisis permintaan rumah tapak berdasarkan enquiry aktual di platform Rumah123 pada April 2025 hingga Juni 2026 menunjukkan adanya permintaan dari pekerja kawasan industri, khususnya di koridor Cikarang-Cibitung. Permintaan juga datang dari masyarakat yang bekerja di Jakarta dan membutuhkan akses dari kawasan penyangga.
Perkembangan kawasan industri dan pusat ekonomi membuat hunian yang berdekatan dengan tempat kerja semakin relevan. Bagi pekerja, lokasi tempat tinggal tidak hanya menentukan jarak, tetapi juga waktu tempuh dan biaya transportasi harian.
Cikarang menjadi salah satu kawasan utama di Koridor Timur Jakarta dengan aktivitas industri dan ekonomi yang tinggi. Kondisi ini menciptakan kebutuhan hunian bagi pekerja dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut maupun wilayah sekitarnya.
Presiden Direktur PT Mahkota Sentosa Utama, pengembang Meikarta, Indra Azwar menjelaskan, dalam memilih hunian, masyarakat tentu tidak hanya mempertimbangkan harga. Lokasi, akses menuju tempat kerja, serta kemampuan mengelola cicilan dalam jangka panjang juga menjadi faktor penting.
"Karena itu, kami melihat hunian di Koridor Timur Jakarta semakin relevan bagi masyarakat,” ujar dia dikutip Kamis (27/8/2026).
Pemerintah memilih memperluas basis pajak dan membenahi kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor perpajakan ketimbang menaikkan tarif pajak untuk mengejar target penerimaan negara pada 2027.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, pemerintah sejauh ini tidak memiliki rencana untuk menaikkan tarif pajak. Akan tetapi, optimalisasi penerimaan akan dilakukan melalui perluasan basis pajak serta perbaikan kinerja Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
"Kita memperbesar tax base, pemerintah sampai sekarang enggak ada rencana untuk menaikkan tax tariff. Utamanya, kita juga akan memperbaiki SDM di tax collection kita," ujar Purbaya dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Jakarta, Kamis 27 Agustus 2026.
Pemerintah merancang target penerimaan pajak sebesar Rp2.591,4 triliun pada 2027. Angka tersebut meningkat 9,91 persen dibandingkan target dalam APBN 2026 sebesar Rp2.357,7 triliun.
Jika dibandingkan dengan outlook penerimaan pajak 2026 yang diperkirakan mencapai Rp2.310,8 triliun, target 2027 tersebut juga tumbuh 12,14 persen.
Purbaya menilai, perluasan basis pajak harus diiringi dengan pembenahan SDM dan institusi yang bertugas mengumpulkan penerimaan negara. Untuk itu, reformasi di DJP serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menjadi salah satu perhatian pemerintah.
"Kita akan memperbaiki SDM di tax collection kita, sehingga ke depan pegawai-pegawai pajak maupun bea cukai akan lebih bersih, sehingga peningkatannya akan lebih optimal," ungkapnya.
Selain pembenahan SDM, pemerintah akan memperkuat administrasi perpajakan melalui penerapan Coretax System dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
Pemerintah juga tetap mendorong aktivitas ekonomi dan dunia usaha melalui pemberian insentif fiskal yang terarah dan terukur. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus menarik investasi ke Indonesia.
"APBN akan dijaga prudent dan sustainable dengan berbagai upaya, seperti terus mengoptimalkan pendapatan negara melalui peningkatan kepatuhan dan tax base, penguatan coretax, optimalisasi SDA, serta insentif fiskal yang terukur untuk mendorong investasi," tandasnya.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
Jakarta, CNBC Indonesia - Strategi ekonomi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menekan Iran menghadapi tantangan besar, yakni China. Negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu menjadi pembeli utama minyak Iran dan jalur penting bagi perdagangan Teheran.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent meluncurkan apa yang disebut "Operasi Ekonomi Outcast", dengan ancaman sanksi terhadap negara-negara yang tetap berbisnis dengan Iran. Namun, efektivitas kebijakan tersebut sangat bergantung pada apakah Washington mampu membatasi akses Iran ke pasar China.
China selama ini membeli sebagian besar ekspor minyak Iran yang nilainya diperkirakan mencapai puluhan miliar dolar AS per tahun. Beijing juga secara konsisten menolak sanksi sepihak AS dan menegaskan haknya untuk mempertahankan hubungan dagang dengan Iran maupun Rusia.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, mengatakan Beijing akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingannya. Ia juga memperingatkan kebijakan tersebut justru dapat meningkatkan ketegangan dan risiko terhadap perekonomian global.
Pilihan Redaksi
"Perang ekonomi dan tekanan maksimum tidak akan membantu menyelesaikan masalah ini," ujarnya, seperti dikutip CNN International, Kamis (27/8/2026).
Tekanan Washington datang menjelang rencana kunjungan Presiden China Xi Jinping ke AS bulan depan. Pertemuan tersebut dinilai penting untuk menjaga gencatan senjata perdagangan kedua negara, sehingga ancaman sanksi terhadap perusahaan China berpotensi memperumit hubungan Washington-Beijing.
Analis dari Shanghai Institutes for International Studies, Zhao Long, menilai ruang bagi China untuk memenuhi tuntutan AS sangat terbatas. China menurutnya tidak mungkin menerima situasi di mana Washington menentukan apa yang dapat diperdagangkan secara legal oleh perusahaan China dengan negara ketiga.
China sendiri selama bertahun-tahun menggunakan jaringan perdagangan yang relatif terisolasi dari sistem dolar AS untuk membeli minyak Iran. Kilang independen yang dikenal sebagai "teapot refinery", bersama jaringan pelabuhan, kapal tanker dan lembaga keuangan, memungkinkan perdagangan tersebut tetap berjalan meski berada di bawah tekanan sanksi.
Namun, AS tetap memiliki sejumlah titik tekanan. Max Meizlish dari Foundation for Defense of Democracies mengatakan sejumlah perusahaan yang terlibat memiliki hubungan langsung maupun tidak langsung dengan perusahaan milik negara China yang terintegrasi dengan sistem dolar AS, sehingga Washington dapat menargetkan anak usaha untuk menekan induknya.
Bessent sebelumnya juga mengungkapkan bahwa Washington telah memperingatkan dua bank China terkait transaksi dengan Iran. Ia bahkan menegaskan tidak ada pihak yang berada di luar jangkauan sanksi AS, termasuk bank maupun perusahaan pelayaran China.
Meski demikian, Beijing memiliki alat tawar yang kuat dan dapat membalas jika Washington menyasar bank-bank besar China. Di sisi lain, China masih membuka ruang untuk mendorong perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah, termasuk memulihkan jalur perdagangan di Selat Hormuz, tetapi menegaskan langkah tersebut bukan berarti membantu strategi tekanan maksimum Trump terhadap Iran.
"Jika Washington melewati ambang batas itu, Beijing hampir pasti akan merespons," kata Sun Chenghao dari Center for International Security and Strategy, Tsinghua University, seraya memperingatkan bahwa pertemuan Trump-Xi dapat berubah dari upaya stabilisasi menjadi pengendalian kerusakan.
(luc/sef)
[Gambas:Video CNBC]
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah anggapan bahwa kondisi perekonomian Indonesia sedang lesu. Menurutnya, ekonomi Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan yang tinggi pada semester I.
“Ini salah satu pertumbuhan ekonomi tertinggi dalam 13 tahun terakhir, jadi ekonominya (tumbuh) tinggi,” kata Airlangga saat ditemui di Kementerian Perdagangan, Kamis (27/8).
Airlangga mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 mencapai 5,45% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dia juga menggunakan perkembangan industri otomotif sebagai salah satu indikator bahwa perekonomian Indonesia masih berjalan positif. Menurut Airlangga, penjualan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) dan kendaraan hybrid meningkat 80% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Jadi kalau kami lihat sebetulnya (kondisi) perekonomian masih berjalan sesuai jalur dan indeks keyakinan konsumen juga masih di atas 100,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah tetap menyiapkan sejumlah program untuk menjaga dan mendorong daya beli masyarakat. Salah satunya melalui bantuan beras yang ditujukan bagi masyarakat desil 1-4.
Desil merupakan pembagian kelompok kesejahteraan masyarakat dari urutan 1 hingga 10 berdasarkan pemetaan Badan Pusat Statistik (BPS) dan verifikasi Kementerian Sosial. Desil 1 menunjukkan kelompok masyarakat paling rentan, sedangkan desil 10 merupakan kelompok paling sejahtera.
“Jadi sebetulnya dari segi pasar domestik kita semakin dalam dan semakin kuat,” kata Airlangga.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% secara tahunan pada kuartal II 2026. Pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan kuartal I 2026 yang mencapai 5,5%.
Realisasi pertumbuhan kuartal II juga berada di bawah proyeksi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebesar 5,4%.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Edy Mahmud mengatakan produk domestik bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku pada kuartal II 2026 mencapai Rp3.447,7 triliun.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 secara tahunan tumbuh 5,29%, sedangkan jika dibandingkan kuartal I atau q to q tumbuh 3,63%,” ujar Edy dalam konferensi pers, Rabu (5/8).
Secara semesteran, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45% pada semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Edy mengatakan pertumbuhan ekonomi secara kuartalan masih sejalan dengan pola musiman yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Adapun pertumbuhan pada kuartal II 2026 menunjukkan perbaikan dibandingkan capaian kuartal II 2025.
Dari sisi lapangan usaha, hampir seluruh sektor ekonomi mencatat pertumbuhan positif. Hanya sektor pertambangan dan musim yang mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Lima lapangan usaha utama yang menjadi penyumbang terbesar terhadap PDB nasional adalah industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, serta pertambangan. Kelima sektor ini menyumbang sekitar 63,73% terhadap total PDB Indonesia.