Menjaga Tradisi Sulam Kasab Aceh di Tengah Modernisasi Bersama Holding Ultra Mikro BRI Group

calendar_today 20.09.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Di tengah modernisasi dan semakin masifnya produk hasil produksi industri, kerajinan tradisional menghadapi tantangan untuk tetap bertahan. Proses pengerjaan yang memerlukan waktu panjang, keterampilan khusus, dan ketelitian membuat tidak semua orang bersedia meneruskan tradisi tersebut.

Namun, bagi sebagian orang, menjaga kerajinan tradisional bukan hanya tentang mempertahankan mata pencaharian. Ada warisan budaya, keterampilan lokal, dan identitas daerah yang perlu dikenalkan kepada generasi berikutnya.

Semangat itulah yang dijaga Asra, perempuan berusia 63 tahun asal Kuala Baru, Aceh. Sejak 1990, ia konsisten menekuni usaha sulam kasab, kerajinan khas yang dibuat dengan tangan melalui proses rumit dan membutuhkan kesabaran.

“Awalnya usaha ini berangkat dari budaya sulam benang kasab yang memang sudah menjadi tradisi di daerah kami. Karena proses pembuatannya cukup lama dan membutuhkan ketelitian, lambat laun banyak warga yang lebih memilih membeli sulam manik-manik kasab daripada membuatnya sendiri,” ujar Asra.

Melihat kebutuhan tersebut, Asra mulai menawarkan keahliannya dengan menerima pesanan dari rumah ke rumah. Keterampilan menyulam yang semula ia jalankan di sela aktivitas sebagai ibu rumah tangga kemudian berkembang menjadi usaha yang membantu perekonomian keluarga.

Usaha yang awalnya hanya melayani pesanan masyarakat sekitar itu terus berkembang. Kini, hasil sulam manik-manik kasab buatan Asra telah dipasarkan ke berbagai daerah di seluruh Aceh.

Sulam manik-manik kasab memiliki proses pengerjaan yang tidak sederhana. Setiap produk dibuat dengan tangan dan membutuhkan keterampilan khusus. Tarikan benang harus dilakukan dengan hati-hati agar pola yang dihasilkan terlihat rapi.

Pengerjaannya juga tidak dapat diselesaikan secara terburu-buru. Ketelitian dan kesabaran menjadi bagian penting karena kesalahan pada satu bagian dapat memengaruhi keseluruhan hasil kerajinan.

“Keunikan usaha ini ada pada proses pembuatannya yang cukup rumit. Setiap tarikan benang membutuhkan ketelitian dan kesabaran ekstra. Tidak bisa dikerjakan terburu-buru karena setiap bagian harus dibuat dengan hati-hati supaya hasilnya rapi dan bagus,” jelasnya.

Perjalanan panjang usaha Asra sempat menghadapi kendala permodalan. Pada 2020, ia bergabung menjadi nasabah PNM Mekaar untuk memperoleh tambahan modal yang dibutuhkan dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya.

Pembiayaan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan produksi, termasuk membeli bahan dalam jumlah lebih banyak. Dengan ketersediaan modal yang lebih memadai, Asra dapat meningkatkan kapasitas produksi dan menerima lebih banyak pesanan.

“Alhamdulillah, tambahan modal tersebut membantu saya untuk tetap menjalankan usaha dan memenuhi kebutuhan produksi,” katanya.

Selain pembiayaan, Asra mendapatkan pendampingan berupa pelatihan mengenai benang kasab yang diselenggarakan di Kuala Baru. Pelatihan tersebut menambah pengetahuan dan keterampilannya dalam mengelola usaha kerajinan.

Seiring meningkatnya kapasitas produksi, dampak usaha turut dirasakan oleh masyarakat sekitar. Asra dapat membuka kesempatan kerja sehingga warga lain memperoleh tambahan penghasilan dari kegiatan produksi sulam manik-manik kasab.

Usaha yang mulanya dibangun untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga kini memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas. Pada saat yang sama, keberadaan para perajin turut membantu menjaga keterampilan menyulam agar tetap hidup di tengah masyarakat Kuala Baru.

Kisah Asra menggambarkan bagaimana akses pembiayaan yang disertai pemberdayaan dapat memberikan dampak lebih luas bagi pelaku usaha ultra mikro. Upaya tersebut sejalan dengan semangat Holding Ultra Mikro (UMi) yang mengintegrasikan kekuatan BRI sebagai induk holding bersama Pegadaian dan PNM. Sejak dibentuk pada 2021, Holding UMi dirancang untuk memperluas dan memperdalam akses layanan keuangan bagi masyarakat, khususnya segmen ultra mikro, melalui ekosistem yang menggabungkan pembiayaan, simpanan, transaksi, hingga pemberdayaan dan pendampingan usaha.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa pemberdayaan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ultra mikro yang berkelanjutan.

“Melalui Holding Ultra Mikro, kami ingin memastikan bahwa akses keuangan menjadi pintu masuk menuju pemberdayaan yang lebih luas. Pelaku usaha seperti Ibu Asra menunjukkan bahwa ketika akses pembiayaan dipadukan dengan pendampingan dan semangat untuk terus berkembang, usaha ultra mikro dapat memberikan manfaat yang jauh melampaui pemilik usahanya sendiri,” ujar Dhanny.

Bagi Asra, dukungan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya mempertahankan sulam kasab selama lebih dari tiga dekade. Di tengah perubahan zaman, setiap karya yang dihasilkan bukan hanya menjadi sumber penghidupan bagi keluarga dan masyarakat sekitar, tetapi juga menjaga keterampilan tradisional Aceh agar tetap hidup dan dapat terus dikenal oleh generasi berikutnya.

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

CdM Todotua jadikan medali Seraf Naro pemantik semangat kontingen

calendar_today 20.09.2026 - person  - timer ~

Nagoya, Jepang (ANTARA) -

Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia Todotua Pasaribu berharap medali perunggu yang diraih atlet wushu Seraf Naro Siregar dapat menjadi pemantik semangat bagi atlet Indonesia lainnya yang akan melanjutkan perjuangan pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

"Perjalanan kita masih panjang. Kami berharap medali ini menjadi penyemangat bagi seluruh atlet Indonesia yang akan bertanding di hari-hari berikutnya. Mari kita terus berjuang, menjaga semangat, dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia," ujar Todotua dalam keterangan di Nagoya, Minggu.

Naro membuka perolehan medali Indonesia setelah merebut perunggu nomor Men’s Changquan di Aichi Prefectural Martial Arts Hall, Minggu. Medali tersebut sekaligus menjadi medali pertama bagi kontingen Merah Putih pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Todotua menyampaikan apresiasi atas perjuangan Naro dan menilai pencapaian tersebut menunjukkan arti penting dari setiap perjuangan atlet Indonesia bagi kontingen secara keseluruhan.

Baca juga: Capai semifinal, pelatih soft tenis putra apresiasi kerja keras atlet

"Yang paling penting adalah perjuangan dan semangat untuk memberikan yang terbaik bagi Merah Putih. Medali ini kami dedikasikan untuk masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan kepada seluruh atlet kita yang sedang berjuang di Jepang," kata CdM.

Ia pun meminta para atlet dan ofisial untuk tetap fokus menghadapi pertandingan masing-masing karena rangkaian pertandingan Asian Games 2026 masih terus berlangsung.

Sementara itu, Naro mengaku lega dapat mempersembahkan medali pertama bagi Indonesia meski Changquan bukan nomor utamanya. Ia menyebut persaingan pada nomor tersebut berlangsung ketat dengan selisih penilaian yang tipis.

"Untuk performa hari ini, saya bisa menampilkan cukup baik, seperti latihan biasa. Dan saya sudah cukup bangga dengan hasil hari ini karena memang persaingan di nomor ini sangat-sangat ketat," ujar Naro.

Pada Asian Games Hangzhou 2022, Naro juga meraih medali perunggu untuk Indonesia, tetapi dari nomor Daoshu & Gunshu.

Baca juga: Voli putri Indonesia ke perebutan posisi lima usai kalah dari Thailand

Baca juga: Tim tenis meja putri Indonesia kalah 0-3 lawan India pada laga Grup F

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

MTI: Penyebab Tenggelamnya Virgo Transport 8 Harus Dibuktikan Secara Teknis |Republika Online

calendar_today 20.09.2026 - person  - timer ~

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alumnus Teknik Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Rakhmatika Ardianto meminta publik tidak mudah menyimpulkan penyebab kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Perairan Jawa, belum lama ini. Menurut dia, terlalu dini menyimpulkan alasan modifikasi kapal, riwayat lintasan di negara asal, serta kedalaman perairan menjadi pemicu kapal tenggelam.

Rakhmatika menekankan, perlunya kajian menyeluruh sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab kecelakaan seperti disampaikan seorang pakar. Menurut dia, perubahan desain KM Virgo memiliki mekanisme pengesahan dan pengawasan. Dia merujuk pada PM Nomor 54 Tahun 2021 tentang Pengesahan Gambar Rancang Bangun Kapal, Pelaksanaan dan Pengawasan Pembangunan dan Pengerjaan Kapal.

"Pemilik kapal tidak dibenarkan mengubah konstruksi sesuka hati. Ada gambar rancang bangun, perhitungan teknis, proses pengesahan, serta pengawasan pekerjaan yang dilakukan oleh Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Hubla serta Biro Klasifikasi Indonesia atau BKI," ujar Rakhmatika kepada awak media di Jakarta, Ahad (20/9/2026).

Wakil Ketua Forum Transportasi Laut Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) tersebut menjelaskan, praktik modifikasi atau perubahan desain kapal merupakan hal biasa dalam industri pelayaran. Menurut Rakhmatika, sejumlah kapal yang saat ini masih beroperasi juga telah mengalami perubahan desain maupun fungsi selama masa operasinya.

"Sebagai contoh Kapal Doulos Phos, yang dibangun pada 1914 di Amerika Serikat dengan nama SS Medina awalnya merupakan kapal barang, kemudian beralih fungsi menjadi kapal peziarah dan penumpang dengan nama SS Roma, selanjutnya menjadi kapal pesiar MS Franca, lalu beroperasi sebagai perpustakaan terapung MV Doulos pada 1977-2009, hingga akhirnya direvitalisasi menjadi Doulos Phos The Ship Hotel di Bintan sejak 2019 hingga sekarang," kata Rakhmatika.

Selain itu, lanjut dia, ada kapal Shinka Maru dikonversi dari kapal Ro-Ro barang menjadi kapal penumpang dengan nama Our Lady of Medjugorje. Demikian pula kapal Shinsei Maru yang berubah menjadi Our Lady of Sacred Heart. Di berbagai negara, pengubahan kapal itu merupakan praktik biasa.

"Ini menunjukkan bahwa perubahan desain maupun fungsi kapal merupakan hal lazim dalam industri pelayaran, sepanjang dilakukan melalui proses teknis dan memenuhi persyaratan keselamatan serta klasifikasi," ucap Rakhmatika.

KM Virgo Transport 8 dijelaskan telah terjadi modifikasi berupa penambahan ramp door samping kapal. Menurut Rakhmatika, apabila kapal tersebut tidak memenuhi perhitungan stabilitas, tentu kapal tidak akan memperoleh sertifikat kelas. Dia menilai, apabila perubahan konstruksi mengakibatkan stabilitas kapal menjadi negatif, kapal akan mengalami kemiringan sejak dalam kondisi kosong atau sebelum mengangkut muatan.

"Buktinya, kapal tersebut telah beroperasi lebih dari satu bulan dengan lebih dari 30 rit. Pada saat kejadian kecelakaan, kapal telah menempuh perjalanan sekitar 190 mil laut dari total jarak pelayaran 240 mil laut," jelas Rakhmatika.

Mahfud Bilang Mustahil Nusron Wahid Tak Tahu Suap HGB, KPK Jawab Begini

calendar_today 20.09.2026 - person  - timer ~

Minggu, 20 September 2026, 12:30 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Kasus dugaan suap pengurusan hak guna bangunan (HGB) Summarecon di lingkungan Kementerian ATR/BPN terus bergulir dan menyeret perhatian ke posisi Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.

Terlebih, Mantan Menko Polhukam Mahfud MD sebelumnya mempertanyakan kemungkinan Nusron tidak mengetahui perkara yang melibatkan sejumlah pejabat di bawah kementeriannya. 

Menanggapi hal itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan proses penyidikan masih berada pada tahap awal. Menurutnya, penyidik saat ini masih berfokus melengkapi alat bukti tambahan sebelum mengembangkan konstruksi perkara lebih jauh.

Baca Juga: Sebelum Kantornya Digeledah KPK, Nusron Wahid Ternyata Sudah Cabut sebagai Pengurus Golkar

"Saat ini masih tahap awal pasca peristiwa tertangkap tangan dalam tahap penyelidikan tersebut diputuskan naik ke tahap penyidikan. Penyidik masih terus fokus melengkapi alat bukti tambahan," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, dikutip dari Antara, Minggu (20/9/2026).

Karena itu, Budi meminta publik memberikan ruang kepada penyidik untuk mendalami kasus tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku. KPK belum memberikan kepastian mengenai pihak lain yang akan dipanggil dalam proses penyidikan.

"Kita berikan ruang bagi penyidik untuk terus melakukan pendalaman sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.

Budi juga meminta masyarakat mengikuti perkembangan penyidikan, khususnya mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang memiliki peran signifikan dalam perkara tersebut di luar para tersangka yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Prabowo Ngaku Bukan Pemimpin Omon-omon: Saya Kaget Begitu Banyak yang Telah Kita Capai

"Apakah kemudian nanti ada pihak-pihak lain yang diduga punya peran signifikan dalam konstruksi perkara tersebut? Kita sama-sama tunggu perkembangannya," ucap dia.

Pernyataan KPK tersebut merespons pandangan Mahfud MD yang sebelumnya menilai sulit bagi seorang menteri sama sekali tidak mengetahui perkara yang melibatkan sejumlah pejabat penting di bawah kementeriannya.

“Menurut saya hampir mustahil untuk tidak tahu,” kata Mahfud pada Jumat (18/9).

Mahfud bahkan meminta KPK terbuka mengenai kemungkinan memanggil atau setidaknya memeriksa Nusron dalam perkara tersebut. Menurutnya, pemeriksaan terhadap Nusron penting untuk menjelaskan posisi sang menteri kepada publik.

"Menurut saya, demi keterbukaan mestinya segera dijelaskan oleh KPK apakah sekarang ini ada niatan memanggil Nusron, minimal memeriksa Nusron. Tidak masuk di akal publik yang begini ini tidak diperiksa," ujar Mahfud.

Kasus ini bermula dari OTT KPK yang berkaitan dengan dugaan korupsi pengurusan HGB PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor.

Pada Kamis (17/9/2026), penyidik KPK kemudian melakukan penggeledahan di sejumlah ruangan di lingkungan Kementerian ATR/BPN untuk mencari alat bukti terkait perkara tersebut. KPK menyatakan ruang kerja Nusron tidak termasuk lokasi yang digeledah.

Dalam perkara tersebut, KPK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka. Empat di antaranya disebut sebagai orang kepercayaan Nusron Wahid.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Erin Ngaku Biayai Anak Sendiri Usai Cerai, Andre Taulany Gak Kasih Nafkah?

calendar_today 20.09.2026 - person  - timer ~

Minggu, 20 September 2026 - 12:30 WIB

VIVA – Erin, mantan istri Andre Taulany, mengungkap bahwa dirinya kini menanggung kebutuhan sehari-hari anak-anak mereka. Pengakuan tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai tanggung jawab nafkah Andre setelah keduanya resmi bercerai.

Baca Juga

Pernyataan Erin mencuat di media sosial ketika ia menanggapi komentar netizen yang membahas kehidupan anak-anak pascaperceraian. Ia menyebut anak-anak tinggal bersamanya dan kebutuhan harian mereka selama ini dibiayai olehnya, meski menurut Erin, hal tersebut semestinya menjadi tanggung jawab sang mantan suami.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Anak-anak alhamdulillah tinggal sama saya semua dirumah ini.. makan dan kebutuhan hari2an anak-anak juga saya yang biayain yg seharusnya tanggung jawab dia tapi yasudah lah yg penting anak2 bahagia lahir batin dirumah sama mamanya ? paling ketemu sama bapak nya klo diajak keluar dinner sekedarnya aja seminggu sekali,” tulis Erin di Threads yang dikutip pada Minggu, 20 September 2026.

Baca Juga

Dalam tanggapannya, Erin menjelaskan bahwa anak-anaknya saat ini tinggal bersama dirinya di rumah. Ia juga menggambarkan bahwa kebutuhan sehari-hari mereka, mulai dari makan hingga keperluan lainnya, ditanggung olehnya.

Erin turut menyinggung bahwa anak-anak masih bertemu dengan Andre, meski menurut keterangannya, pertemuan tersebut berlangsung ketika sang ayah mengajak mereka keluar untuk makan malam, kira-kira sekali dalam seminggu.

Baca Juga

Ucapan Erin mengenai biaya kebutuhan anak-anak memunculkan pertanyaan apakah Andre Taulany tidak memberikan nafkah setelah perceraian mereka.

Namun, pernyataan Erin tersebut belum merinci secara spesifik apakah Andre sama sekali tidak memberikan nafkah, atau terdapat bentuk tanggung jawab lain yang tidak dijelaskan dalam unggahannya. Belum ada pula keterangan lebih lanjut dari Andre dalam materi yang tersedia untuk mengonfirmasi ataupun menanggapi pernyataan tersebut.

Sebelum membahas kebutuhan anak-anak, Erin juga sempat merespons komentar netizen yang menyinggung hasil perceraiannya dengan Andre, termasuk soal pembagian harta gono-gini dan hak asuh anak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seorang netizen bahkan memuji Erin dan menilai dirinya unggul dalam proses perceraian tersebut.

“mba erin menang 85%, hak asuh kasih ke AT menurut gue pinter bgtt??? ini mahkotamu queen,” kata salah seorang netizen. 

Halaman Selanjutnya

Saat ditanya mengenai harta gono-gini dan nafkah iddah, Erin memberikan jawaban singkat yang kembali memancing rasa penasaran publik.

Basarnas Kerahkan 6 Penyelam BSG, Bagian Dalam KM Virgo Transport 8 Kini Disisir

calendar_today 20.09.2026 - person  - timer ~

Minggu, 20 September 2026 - 12:30 WIB

Banjarmasin, VIVA – Basarnas meningkatkan pencarian korban KM Virgo Transport 8 dengan menerjunkan enam personel Basarnas Special Group (BSG) untuk menyisir bagian dalam kapal yang terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.

Baca Juga

Penyelaman dilakukan pada Minggu, 20 September 2026, untuk mencari korban yang diduga masih terjebak di dalam badan kapal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, penyelaman dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel.

Baca Juga

"Kami kerahkan enam personel BSG untuk menyisir bagian dalam kapal. Fokus kami adalah menemukan korban. Kami akan terus berupaya maksimal, namun keselamatan penyelam tetap menjadi prioritas," kata Syafii dalamm keterangannya, Minggu.

Selain mengerahkan penyelam, Basarnas menyiapkan KN SAR Kamajaya untuk melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Kapal tersebut juga akan lego jangkar di dekat posisi KM Virgo Transport 8 guna mendukung proses penyelaman.

Baca Juga

Syafii mengatakan operasi pencarian masih terus dilakukan dengan melibatkan unsur laut dan tim penyelam. Fokus utama tim gabungan saat ini adalah menemukan korban yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Upaya penyelaman dilakukan setelah Basarnas memutuskan memperpanjang operasi SAR terhadap korban KM Virgo Transport 8.

Pada hari ketujuh operasi, Sabtu malam, 19 September 2026, Basarnas menyatakan pencarian diperpanjang selama tujuh hari ke depan.

Direktur Operasional Basarnas Laksma TNI Yudhi Bramantyo mengatakan keputusan tersebut diambil setelah berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan operasi SAR dan tim salvage yang dikoordinasikan pemilik kapal.

Hingga Sabtu malam pukul 21.00 Wita, sebanyak 117 orang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 108 orang dinyatakan selamat dan sembilan orang meninggal dunia.

Sementara itu, masih ada 126 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8.

Pada hari ketujuh pencarian, tim gabungan belum menemukan korban tambahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

KM Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 12 September 2026.

Namun, pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita, kapal dilaporkan mengalami cuaca buruk dan hilang kontak. Kapal kemudian ditemukan pada hari yang sama dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.

Polri Evakuasi 2 Jenazah Korban Kapal Virgo Transport 8

126 Penumpang Masih Dicari, DVI Minta Hal Ini ke Keluarga Korban KM Virgo

Pencarian korban KM Virgo Transport 8 masih berlanjut. Hingga hari ketujuh operasi SAR, sebanyak 126 orang dari total 243 penumpang kapal tersebut masih belum ditemukan.

VIVA.co.id

20 September 2026

Capai semifinal, pelatih soft tenis putra apresiasi kerja keras atlet

calendar_today 20.09.2026 - person  - timer ~

Nagoya, Jepang (ANTARA) - Pelatih soft tenis putra Indonesia Prima Simpatiaji tetap memberikan apresiasi atas kerja keras anak asuhnya yang meraih medali perunggu beregu putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah mampu mencapai babak semifinal sebelum dihentikan wakil tuan rumah, Jepang.

"Kita persiapan untuk Asian Games sangat minim sekali, hanya sekitar lima atau enam bulan. Tapi kami sudah bisa mencapai semifinal, itu sudah sangat luar biasa," tutur Prima saat ditemui setelah pertandingan di Higashiyama Park Tennis Center, Nagoya, Jepang, Minggu.

Soft tenis menjadi cabang olahraga ketiga yang menghasilkan medali bagi Kontingen Indonesia pada kompetisi multicabang olahraga terakbar di Asia ini.

Namun harus disayangkan, perolehan medali perunggu tidak sesuai target karena beregu putra soft tenis ditargetkan memboyong medali perak, bersama dengan nomor tunggal putri dan ganda campuran.

Merespons hasil tersebut, coach Prima mengakui bahwa anak-anak asuhnya memang kurang berpengalaman dan jam terbang.

Baca juga: Tim tenis meja putri Indonesia kalah 0-3 lawan India pada laga Grup F

Situasi tersebut diperburuk dengan menghadapi Jepang, yang menjadi tanah kelahiran cabang olahraga tersebut.

"Kita memang harus banyak perbaikan, harus banyak tryout lah untuk menghadapi negara-negara yang sudah dominan seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan," ungkap Prima.

Sebelumnya, tim soft tenis beregu putra Indonesia mengawali langkahnya pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 melalui fase grup yang dihelat pada Jumat (18/9).

Indonesia menempati Grup B bersama Nepal dan Korea Selatan. Indonesia mendulang kemenangan tunggal atas Nepal, sementara Korea Selatan berada di puncak klasemen grup dengan menorehkan dua keunggulan atas Nepal dan Indonesia.

Perjalanan beregu putra soft tenis Indonesia pun berlanjut ke perempat final dan bertemu India pada hari yang sama. Pada babak ini Indonesia unggul 2-0 dan mengamankan tiket ke semifinal hingga akhirnya dijamu tim tuan rumah.

Baca juga: Soft tenis sumbang perunggu bagi Indonesia dari beregu putra

Baca juga: Sepak takraw Indonesia menang 3-0 atas Laos dalam nomor tim regu putra

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Chris Sam Siwu Usai Dituding Merapat ke Pihak Ruben Onsu: Teman Cuma Ketemu

calendar_today 20.09.2026 - person  - timer ~

​AKURAT.CO Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, akhirnya memberikan klarifikasi tegas terkait rumor yang menyebut dirinya mulai berpihak atau merapat ke kubu Ruben Onsu. Narasi tersebut beredar usai unggahan foto kebersamaannya dengan sejumlah figur publik viral di media sosial.

​Chris secara tegas membantah spekulasi liar yang diembuskan oleh akun media sosial tertentu. Ia menegaskan bahwa momen pertemuannya dengan Sunan Kalijaga, Jhon LBF, dan Agustinus Nahak semata-mata dilandasi oleh hubungan persahabatan, tanpa ada kaitannya dengan urusan hukum yang tengah berjalan.

​“Pertemuan saya dengan Bang Sunan, Bang Jhon LBF, itu semua murni perkawanan. Tidak berbicara khusus perkara,” ujar Chris Sam Siwu saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (19/9/2026).

​Baca Juga: Sarwendah Soal Akses Pertemuan Ruben Onsu dan Anak, Syaratkan Koordinasi hingga Tes Kesehatan Valid

Lebih lanjut, Chris menilai narasi yang beredar di media sosial sangat tidak berdasar. Ia meluruskan status Sunan Kalijaga yang ikut diseret dalam isu tersebut.

​“Bang Sunan ini bukan kuasanya Ruben, ya. Hanya teman,” tegasnya.

​Melihat gejolak dan spekulasi yang makin liar di jagat maya, Chris merasa perlu mengambil sikap agar situasi tidak semakin memanas dan merugikan para pihak yang terlibat.

​“Melihat kegaduhan yang terjadi ini perlu diredam. Kegaduhan ini bukan untuk mendamaikan langsung di tempat, tidak ada agenda apa pun, hanya kegaduhan itu membuat lebih baik semua diselesaikan di persidangan,” terangnya.

​Dalam kesempatan yang sama, Chris imbau para pendukung kedua belah pihak untuk menahan diri dan tidak saling melempar tuduhan di ruang publik.

Fokus utama saat ini, menurutnya, adalah menjaga mental dan tumbuh kembang anak-anak.

​“Tidak perlu saling menyerang, termasuk para pendukungnya dua-dua gitu. Jadi itu sebenarnya untuk apa? Untuk kepentingan anak-anak, sekali lagi. Jadi jangan digoreng seperti itu,” kata Chris Sam Siwu.

​Chris juga secara khusus menyentil narasi yang diunggah oleh akun media sosial Dokter Cinta Ican yang dinilainya menggiring opini tidak benar terkait inisiatif pertemuan tersebut.

​“Lalu ada narasi bahwa saya yang meminta ketemu karena segala macam hal, ya. Itu akunnya adalah Dokter Cinta Ican ya? Dokter Cinta Ican. Itu akunnya,” ujarnya.

​Baca Juga: Betrand Peto Terseret Kasus Dugaan TPKS, Ruben Onsu Minta Publik Tak Langsung Ambil Kesimpulan

Ia pun memberikan peringatan terbuka agar tidak ada lagi pihak yang menyebarkan informasi menyesatkan demi memperkeruh suasana.

​“Saya memperingatkan bahwa jangan membuat narasi yang tidak pas, tidak benar, karena kami semuanya ini bersahabat. Kami tidak akan menjelekkan, dalam pertemuan itu pun tidak ada yang menjelekkan, semua saling memuji, semua membangun,” tutupnya.

Review Mazda CX-80: Seni Membuat PHEV Tetap Menyenangkan

calendar_today 20.09.2026 - person  - timer ~

Jakarta -

Di tengah semakin banyaknya mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang menawarkan efisiensi dan keheningan, Mazda CX-80 datang dengan pendekatan berbeda.

Mazda tidak cuma membuat SUV yang bisa berjalan menggunakan tenaga listrik. Mereka juga ingin mempertahankan sesuatu yang perlahan mulai hilang dari mobil modern yakni rasa ketika mengemudi.

Hal itu terasa sejak pertama kali membawa CX-80.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SUV premium ini memang menawarkan teknologi elektrifikasi, tetapi karakter berkendaranya masih terasa seperti mobil konvensional dengan mesin bensin berkapasitas besar.

Mazda CX-80 PHEVMazda CX-80 PHEV Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

Ketika PHEV Tak Mau Kehilangan Rasa Berkendara

Mobil PHEV sekarang umumnya mengejar efisiensi. Namun, pendekatan tersebut terkadang membuat rasa berkendaranya menjadi hambar.

Mazda CX-80 mengambil jalan berbeda. Mobil ini menggunakan mesin 2.500 cc empat silinder e-SKYACTIV PHEV yang menghasilkan tenaga 191 PS dan torsi 261 Nm.

Menariknya, Mazda tidak memasangkan mesin tersebut dengan e-CVT atau transmisi single-speed seperti yang lazim ditemukan pada mobil elektrifikasi. CX-80 menggunakan transmisi otomatis delapan percepatan.

Hasilnya, setiap kali pedal gas diinjak, masih terasa sensasi bahwa mesin dan transmisi benar-benar bekerja menggerakkan mobil. Masih ada perpindahan gigi, suara mesin ketika putaran naik, hingga sedikit hentakan yang membuat pengalaman berkendara terasa lebih hidup.

Bagi sebagian orang mungkin terasa kuno. Namun bagi mereka yang menikmati proses mengemudi, karakter seperti ini justru menjadi daya tarik.

Mazda CX-80 PHEVMazda CX-80 PHEV Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

Irit di Kota dan Gak Khawatir Diajak Jalan Jauh

Meski mempertahankan rasa mesin bensin, CX-80 tetap menawarkan keunggulan utama sebuah PHEV, irit.

Baterainya memungkinkan mobil melaju menggunakan tenaga listrik hingga sekitar 60 km dalam kondisi penuh. Jarak tersebut rasanya cukup untuk kebutuhan mobilitas harian sebagian pengguna.

Mobil bisa digunakan bekerja pada pagi hari, kemudian kembali diisi menggunakan wall charger ketika sampai rumah. Dengan pola seperti ini, mesin bensin tidak harus selalu bekerja dan BBM jarang terpakai.

Di kondisi lain, misal ketika perjalanan menjadi lebih jauh, mesin bensin mulai mengambil peran. CX-80 memiliki tangki bahan bakar 70 liter sehingga pengguna tidak perlu terlalu bergantung pada stasiun pengisian daya saat bepergian ke luar kota.

Inilah yang membuat CX-80 terasa seimbang. Dalam kota bisa efisien, sementara di luar kota tetap menawarkan performa dan fleksibilitas sebuah SUV bermesin bensin.

Bayangkan kita dapat menggunakan mobil mewah 2.500 cc dari Mazda, tapi tak perlu sering-sering mengeluarkan anggaran bensin untuk penggunaan harian.

Cuma perlu ada aktivitas tambahan ketika sampai di rumah usai menggunakan mobilnya, yaitu mengecas.

Namun catatan sekaligus menjadi kekurangan Mazda CX-80 adalah belum mendukung DC charging sehingga pengisian baterai ketika perjalanan jauh membutuhkan waktu lebih lama.

Mazda CX-80 PHEVMazda CX-80 PHEV Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

Besar, tapi Tak Sulit Dikendarai

Dengan panjang 4.990 mm dan wheelbase 3.120 mm, CX-80 jelas bukan SUV kecil. Namun dimensi tersebut tidak membuatnya terasa merepotkan ketika digunakan sehari-hari.

Setir menjadi salah satu bagian yang paling kami sukai. Responsnya nurut, komunikatif, dan memiliki bobot yang pas. Untuk putar balik maupun bermanuver di perkotaan, CX-80 masih terasa mudah dikendalikan.

Suspensinya memang tidak bisa disebut paling empuk di kelasnya. Ada sedikit karakter firm yang membuat body roll minim dan mobil terasa mantap ketika diajak melaju cepat.

Namun, ada beberapa catatan. Hentakan transmisi pada kondisi tertentu terkadang terasa cukup kasar.

Mazda CX-80 PHEVMazda CX-80 PHEV Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

Mewah Tanpa Harus Berlebihan

Pendekatan Mazda juga terasa pada interior. CX-80 tidak mencoba terlihat mewah dengan ornamen berlebihan. Material, bentuk, dan detail kabinnya justru dibuat sederhana tetapi berkelas.

Fitur yang diberikan juga cukup lengkap, mulai dari panoramic sunroof, audio Bose, ventilated seat, kamera 360 derajat, hingga ADAS.

Menariknya, Mazda masih mempertahankan banyak tombol fisik. Bahkan fitur ADAS bisa dimatikan dan pengaturannya tetap tersimpan. Pendekatan ini terasa sederhana, tetapi justru menunjukkan Mazda memahami kebutuhan penggunanya.

Sebagai SUV tiga baris, CX-80 juga menawarkan akomodasi yang fleksibel. Konfigurasi captain seat di baris kedua menjadi tempat paling nyaman, sementara baris ketiga masih cukup memadai untuk perjalanan tertentu.

Namun pada akhirnya, Mazda CX-80 bukan PHEV yang dibuat untuk semua orang. Dengan harga Rp 1.199.900.000, mobil ini menawarkan sesuatu yang lebih sulit dihitung dengan angka.

Ia tidak mencoba menjadi PHEV paling murah atau paling senyap. Mazda justru mempertahankan sesuatu yang menurut mereka masih penting: rasa ketika kita berada di balik kemudi.

Dan mungkin, itulah seni membuat sebuah PHEV tetap menyenangkan.

(mhg/rgr)

Pertamina-Jababeka perkuat kolaborasi menuju nol emisi bersih

calendar_today 20.09.2026 - person  - timer ~

Kami berkomitmen melanjutkan skema kerja sama sebagaimana yang telah dirintis dengan fokus pengembangan industri ramah lingkungan

Kabupaten Bekasi (ANTARA) - PT. Pertamina (Persero) bersama Jababeka Tbk (KIJA) memperkuat kolaborasi transformasi menuju kawasan hijau dan bersih sekaligus implementasi 'Net Zero Emmision' melalui pemanfaatan energi bersih, limbah menjadi energi maupun penggunaan hidrogen untuk industri dan transportasi.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT. Pertamina (Persero) Agung Wicaksono mengapresiasi visi industri hijau dan berkelanjutan Jababeka bersama para perusahaan di dalamnya yang telah menunjukkan komitmen maupun aksi nyata menuju industri hijau maupun dekarbonisasi.

"Kolaborasi ini telah dirintis sejak 2022 dalam event B-20 Summit dan World Economi Forum G-20 di Davos. Kami berkomitmen melanjutkan skema kerja sama sebagaimana yang telah dirintis dengan fokus pengembangan industri ramah lingkungan, terutama penyediaan energi hijau di Kawasan Industri Jababeka," katanya di Cikarang, Minggu.

Dia menjelaskan penguatan kerja sama tahun ini mencakup pemanfaatan gas pipa, biometana bersertifikat ISCC atau gas dari limbah organik yang dapat menggantikan gas bumi, panel surya dan baterai penyimpan listrik hingga kredit karbon, yaitu mekanisme yang memberi nilai ekonomi pada upaya mengurangi emisi.

Pihaknya juga akan menjajaki sektor hidrogen hijau untuk transportasi rendah karbon dalam konsep kota berbasis transportasi umum terintegrasi, sebagai perluasan jenis energi bersih lain, termasuk pengembangan biometana hingga potensi panas bumi.

Dirinya juga mengapresiasi komitmen para perusahaan atas keberhasilan mengimplementasikan bukti nyata menuju emisi nol bersih atau net zero emission. Seperti Unilever dengan mengembangkan biometana sebagai sumber gas ramah lingkungan bersama PT. Perusahaan Gas Negara (PGN), bagian grup Pertamina.

Contoh lain adalah Astemo yang sejak tiga tahun lalu mulai memasang panel surya atap berkapasitas 1,2 megawatt dan kini telah menjadi lebih dari 2 megawatt.

"Ini menunjukkan komitmen para tenan menjadi net zero industrial cluster dengan dukungan Jababeka Infrastruktur. Karena itu, Pertamina melalui Pertamina NRE dan PGN siap terus mengembangkan dan memenuhi kebutuhan para tenan dalam melakukan dekarbonisasi," ujarnya.

Pihaknya memastikan memberikan dukungan berupa penyelesaian masalah lingkungan seperti mengolah limbah menjadi energi serta pemanfaatan gas dari limbah menjadi hidrogen yang dapat digunakan di kawasan industri maupun sektor transportasi.

"Kami yakin dengan dukungan Jababeka Infrastruktur, komitmen para tenan ini dapat terwujud dan dapat mendorong pemerintah menyiapkan regulasi.sehingga tujuan itu bisa tercapai," katanya.

Direktur Utama Jababeka Infrastruktur Didik Purbadi menyebut penguatan kolaborasi ini bertujuan membantu perusahaan-perusahaan di kawasannya mengurangi emisi karbon, kawasan lebih bersih, hijau dan nyaman untuk bekerja, tinggal maupun beraktivitas.

Ia mengatakan perusahaan terus melakukan inovasi dan transformasi menuju nol emisi bersih salah satunya melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 230 kWp di instalasi pengolahan air kawasan industri setempat, hasil kerja sama Pertamina NRE.

Sejak beroperasi pada 2023, panel tersebut telah menghasilkan listrik sebesar 858,21 MWh. Menurut data pengelola, jumlah itu setara dengan pengurangan emisi karbon sebesar 734 ton CO2e.

Penggunaan panel surya atap kini juga diikuti perusahaan lain di satu kawasan tersebut. Hingga September 2026, tercatat 23 perusahaan di Kawasan Industri Jababeka telah melakukan instalasi dengan total kapasitas 14,5 MWp.

Sebagai pionir pengembang industri swasta pertama Indonesia yang didirikan tahun 1989 oleh 21 pengusaha Nasional di Cikarang, Kabupaten Bekasi, kawasan ini lahir dari konsep industri modern berwawasan lingkungan dan infrastruktur terintegrasi agar memiliki daya saing global untuk menarik investasi ke tanah air.

Pihaknya saat ini mengelola sekitar 2.000 perusahaan multinasional dari 36 negara yang sejak awal pembangunan disiapkan sebagai kawasan eko industri modern dan berkelanjutan melalui pengembangan bersama ProLH GTZ di bawah program kerja sama teknis Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia dan Republik Jerman.

"Menjadikan kawasan industri ini sebagai infrastruktur dasar terlengkap, terintegrasi dan semua didasarkan prinsip keberlanjutan seperti pembangkit listrik swasta pertama menggunakan gas, tidak memakai batu bara sejak 35 tahun lalu, membangun WTP dari air permukaan dan WWTP/IPAL terpadu pertama di tanah air," ujarnya.

Pihaknya berkomitmen terus menciptakan tata tertib kawasan agar industri yang masuk taat terhadap regulasi dan lingkungan, termasuk pelabuhan darat untuk efisiensi logistik dan pengurangan emisi maupun kendaraan ODOL melalui kereta api ke pelabuhan serta menyiapkan angkutan massal pekerja.

"Lewat sinergi infrastruktur modern dan konsep eko industri mandiri, kami turut berkontribusi menciptakan multiplier effect bagi lapangan kerja, UMKM dan pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Kawasan industri ini terus tumbuh dalam tiga dekade hingga menjadi pusat industri manufaktur nasional dan diikuti oleh kawasan industri lain dengan menciptakan 1,1 juta lowongan pekerjaan, pendapatan USD 35.000 per kapita sekaligus menjadikan Bekasi berkontribusi 22-45 persen ekspor manufaktur nasional.

Kawasan Industri Jababeka ditetapkan pemerintah sebagai Obyek Vital Nasional melalui Kepres 63/2004, Kepmenperin Nomor 620/2012 dan Nomor 973/2025 menyangkut infrastruktur vital seperti pembangkit listrik, pengolahan air bersih dan air limbah, gas, arus distribusi logistik pelabuhan darat yang tidak boleh terganggu operasional.

Baca juga: Komisi XII DPR sesalkan Jababeka hanya utus anak perusahaan saat RDP

Baca juga: Komisi XII DPR bakal tinjau Jababeka terkait dugaan masalah lingkungan

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.