Jakarta (ANTARA) - Liga minisoccer 7 lawan 7 di Indonesia dengan sistem liga penuh dan berjenjang (degradasi dan promosi) atau dikenal dengan nama Minisoccer Super League (MSL) memasuki seri kelima (Series 5) yang segera bergulir akhir pekan ini.
Mengusung semangat “Home of Football 7”, MSL Series 5 menghadirkan empat agenda kompetisi yang menjangkau klub elite, tim antarperusahaan, peserta kualifikasi, dan para juara regional.
Dikutip dari keterangan resmi mereka pada Jumat, empat agenda kompetisi MSL Series 5 yang diumumkan dalam sesi jumpa pers pada Jumat terdiri dari MSL Liga 1 (10 klub), CSL Divisi 2 (7 klub), Kualifikasi Liga 2 (16 klub), serta Piala MSL Nasional Series (16 klub) yang memperebutkan Piala Menkopolkam.
MSL Liga 1 menjadi panggung utama bagi klub-klub di tingkat elite, sementara CSL Divisi 2 disiapkan sebagai kompetisi tingkat kedua antarperusahaan untuk memberikan ruang bagi tim dan pemain dari lingkungan perusahaan dalam mengembangkan kemampuan mereka.
Lalu, Kualifikasi Liga 2 akan menjadi jalur bagi tim untuk memperebutkan tempat di kompetisi Liga 2 MSL. Selanjutnya, kompetisi di tingkat nasional, Piala MSL Nasional Series nantinya mempertemukan para juara regional untuk bersaing memperebutkan Piala Menkopolkam. Adapun, rangkaian kompetisi MSL regional saat ini sedang berlangsung di lebih dari 16 kota penyelenggaraan.
Baca juga: Undian Asian Minifootball 2026 digelar di Jakarta, laga di Palembang
Rangkaian kompetisi MSL Series 5 ini rencananya bergulir pada Oktober-November, dengan gameweek pertama yang memainkan pertandingan Liga 1 dan CSL Liga 2 berlangsung pada Minggu (11/10).
Untuk memperluas akses penonton, pertandingan liga di Brilian Stadium nantinya dapat disaksikan melalui kanal Sport77 dan Garuda TV. Kehadiran siaran tersebut diharapkan membuat kompetisi lebih mudah diikuti oleh masyarakat di berbagai wilayah.
Ketua Umum F7 Dudung Abdurachman menyampaikan pesan bahwa MSL menjadi ajang untuk secara konsisten menunjukkan bakat dan mengembangkan talenta terbaik dalam ranah olahraga turunan sepak bola, menuju persiapan Piala Asia 2027.
Pesan tersebut menekankan peran kompetisi sebagai ruang pembinaan yang berkelanjutan. Melalui pertandingan yang konsisten, pemain dapat mengasah kemampuan, membangun mental bertanding, dan menunjukkan perkembangan kualitasnya.
Dalam kesempatan yang sama, MSL juga memperkenalkan Oki Rengga sebagai Presiden MSL. Berbekal pengalaman di dunia sepak bola, hiburan, dan bisnis, Oki diharapkan dapat membantu mengembangkan ekosistem MSL serta memperluas kedekatan minisoccer dengan masyarakat.
"Pengalamannya sebagai penjaga gawang memberikan perspektif terhadap kebutuhan pemain dan dinamika kompetisi. Kiprahnya di dunia hiburan juga menjadi modal untuk memperluas komunikasi, membangun kolaborasi, dan membawa MSL menjangkau audiens yang lebih besar," tulis MSL.
Baca juga: ACL Minifootball 2025 dorong perluasan ekosistem sepak bola mini RI
Baca juga: Juan Sebastian Veron: Sepak bola Indonesia punya masa depan
Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - The Indonesian government is finalizing a presidential regulation to transfer shares of PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) — the local consortium behind the Jakarta–Bandung High-Speed Train, known as Whoosh — to the Ministry of Finance.The ministry’s Director General of State Assets, Evita Manthovani, said the regulation is being formulated jointly with relevant ministries and institutions, including the State-Owned Enterprises Management Agency (BP BUMN) and the sovereign wealth fund Danantara Indonesia.
"The government is currently drafting a legal framework in the form of a presidential regulation to support the long-term sustainability of the Jakarta–Bandung High-Speed Train through the transfer of PSBI shares to the government, specifically to the Ministry of Finance," Manthovani said here on Friday.
She explained that the regulation will govern a comprehensive and prudent restructuring of Whoosh’s financial liabilities while ensuring uninterrupted passenger service on the flagship railway line.
According to Manthovani, the drafting process is anchored by two core priorities: maintaining seamless day-to-day operations to support public mobility, and managing the project's financial obligations carefully to protect the fiscal health of the state budget.
Baca juga: Indonesia designs prudent 2027 State Budget amid global risks
She noted that the upcoming regulation is expected to provide legal certainty by clearly delineating the roles, rights, and responsibilities of all stakeholders involved in the equity transfer.
"Once this share transfer proceeds, it will be supported by sound, prudent, effective, integrated, and accountable governance in accordance with statutory provisions, thereby better guaranteeing the sustainability of the Jakarta–Bandung High-Speed Train," Manthovani emphasized.
The remaining 40 percent stake will continue to be held by the Chinese consortium, Beijing Yawan HSR Co. Ltd.
Going forward, the high-speed rail asset is slated to be managed via a Special Mission Vehicle (SMV) under the Finance Ministry, a structure intended to separate the project's commercial liabilities and prevent direct fiscal exposure to the state budget.
Pewarta : Bayu Saputra, Uyu Liman
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Jakarta (ANTARA) - Petenis Belgia Elise Mertens mengalahkan unggulan kedelapan Iga Swiatek dengan skor 7-6 (7-0), 6-3 untuk melaju ke semifinal China Open 2026 di Beijing, Jumat, setelah tampil dominan dalam pertandingan yang berlangsung selama satu jam 50 menit.
Kemenangan tersebut menjadi yang pertama bagi Mertens atas Swiatek dalam tiga pertemuan di tur WTA. Hasil itu sekaligus mengantarkan Mertens ke semifinal tunggal WTA 1000 untuk pertama kalinya sejak 2021 dan yang ketiga sepanjang kariernya.
"Kadang-kadang Anda mulai menemukan ritme permainan seiring berjalannya turnamen. Tidak ada pertandingan yang mudah," kata Mertens kepada wartawan, dikutip dari WTA.
Mertens menunjukkan penampilan efektif dengan memenangi 87 persen poin dari servis pertama, yakni 33 dari 38 poin. Ia juga membukukan 24 pukulan pemenang dengan hanya 11 kesalahan sendiri dan tidak memberikan satu pun peluang break point kepada Swiatek sepanjang pertandingan.
Pada set pertama, kedua petenis saling mempertahankan servis hingga harus memainkan tie-break. Mertens kemudian tampil tanpa cela dengan merebut seluruh tujuh poin untuk mengamankan set pembuka 7-6 (7-0).
Keunggulan tersebut menjadi modal penting bagi Mertens untuk mengendalikan permainan pada set kedua. Ia mematahkan servis Swiatek untuk memimpin 3-1 dan memperbesar keunggulan menjadi 4-1 setelah mempertahankan servis tanpa kehilangan poin.
Swiatek sempat mencoba memberikan perlawanan pada gim terakhir dengan unggul 0-30. Namun, Mertens mampu merebut empat poin berturut-turut untuk menutup pertandingan dengan skor 6-3 sekaligus memastikan tiket semifinal.
Baca juga: Petenis Ons Jabeur ke perempat final Wimbledon
Kemenangan atas Swiatek melengkapi catatan impresif Mertens di Beijing. Sebelum menghadapi petenis Polandia tersebut, ia juga menyingkirkan juara Grand Slam Jelena Ostapenko dan Coco Gauff.
Dengan hasil itu, Mertens untuk pertama kalinya dalam kariernya mengalahkan tiga juara Grand Slam dalam satu turnamen. Ia juga menjadi petenis pertama yang menundukkan lebih dari satu mantan juara China Open dalam satu edisi turnamen sejak Aryna Sabalenka pada 2018.
Pada semifinal, Mertens akan menghadapi petenis tuan rumah Zheng Qinwen, yang sebelumnya mengalahkan unggulan keenam Elina Svitolina dengan skor 6-3, 7-6 (8-6). Mertens dan Zheng baru sekali bertemu, yakni di Charleston musim lalu, ketika Zheng menang dalam pertandingan tiga set.
Baca juga: Atalanta mencegat upaya Napoli kembali ke puncak
"Dia pemain yang luar biasa dan pernah berada di 10 besar dunia. Dia sempat mengalami cedera, tetapi level permainannya tetap ada. Ini akan menjadi pertandingan yang bagus," ujar Mertens.
Selain di nomor tunggal, Mertens bersama pasangannya, Diana Shnaider, juga berhasil mencapai semifinal ganda dan dijadwalkan menghadapi unggulan kedua Gabriela Dabrowski dan Luisa Stefani pada Sabtu.
Pewarta : Arindra Meodia
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah mengkaji aturan tarif batas bawah (TBB) angkutan logistik di darat untuk menjaga keberlanjutan operasional perusahaan logistik serta mencegah perang harga yang berdampak pada aspek keselamatan.
Menurut Dudy, pendekatan utama dalam penyusunan tarif batas bawah adalah aspek keselamatan karena pengaturan tersebut bertujuan memastikan perusahaan memiliki kemampuan membiayai kebutuhan operasional kendaraan.
"Pengaturan mengenai keselamatan inilah yang menjadi dasar pertimbangan kita untuk mengeluarkan penetapan atau pemberlakuan tarif batas bawah (TBB) di angkutan darat. Pendekatannya kepada keselamatan," kata Menhub dalam bincang bersama awak media di Jakarta, Jumat.
Dudy menjelaskan penyiapan tarif batas bawah agar perusahaan angkutan barang tidak menurunkan harga layanan secara ekstrem hingga mengabaikan pemeliharaan kendaraan, termasuk penggantian komponen penting seperti ban.
Ia menilai persaingan harga yang tidak terkendali dapat mendorong praktik angkutan berisiko karena perusahaan berupaya menekan biaya operasional tanpa mempertimbangkan standar keselamatan dalam distribusi logistik di seluruh wilayah Indonesia.
Adapun komponen pembentukan tarif nantinya akan dihitung mencakup berbagai kebutuhan operasional seperti biaya perawatan kendaraan, asuransi, pegawai, hingga kebutuhan lain agar usaha angkutan berjalan berkelanjutan dengan memenuhi aspek keselamatan.
Menurut dia, tarif batas bawah bukan bertujuan mengatur keuntungan berlebihan, melainkan memberikan batas minimum agar pelaku usaha tidak mengorbankan keselamatan demi mendapatkan harga angkut murah di berbagai daerah Indonesia nantinya.
Dudy menggambarkan persaingan angkutan logistik darat melalui contoh pemilik barang dengan volume 1 juta ton yang mencari perusahaan angkutan untuk mengirimkan muatannya.
Tanpa pengaturan tarif batas bawah, perusahaan bisa saling menurunkan harga, misalnya pemilik barang menawarkan angkutan 20 ton dengan biaya Rp1 juta kepada jasa angkutan logistik A, namun perusahaan B menawarkan dengan biaya lebih murah, dipangkas menjadi Rp500 ribu.
Baca juga: Menhub Dudy menyiapkan tarif batas bawah angkutan pelayaran
Menurut Menhub, kondisi perang harga tersebut dapat mendorong praktik kelebihan muatan atau over dimension over loading (ODOL) karena perusahaan berupaya menekan biaya operasional agar tetap mendapatkan keuntungan.
"Yang ODOL itu kan karena enggak ada yang ngatur soal berapa (harga) per kilogramnya, per kilometernya, segala macam. Dan memang banyak barang dan sebagainya. Darat tuh agak sedikit complicated gitu," ucapnya.
Menhub mengatakan pemerintah juga akan berdiskusi dengan sektor lain melalui forum grup diskusi sebelum merumuskan kebijakan tarif batas bawah untuk angkutan barang berbasis darat sebelum kebijakan ditetapkan oleh pemerintah.
Meski begitu, Dudy menyebut pengaturan tarif batas bawah angkutan darat masih membutuhkan kajian Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan serta pembahasan bersama kementerian dan lembaga terkait.
"BKT lagi kaji. Lalu nanti ngobrol dulu sama sektor-sektor yang lain. Belum lagi kita mesti FGD (focus group discussion)," kata Menhub.
Selain angkutan darat, Dudy menyiapkan tarif batas bawah angkutan penyeberangan dan pelayaran guna menjaga keselamatan di sektor transportasi laut.. Terkait angkutan laut, pemerintah menilai pengawasan tarif relatif lebih mudah karena layanan memiliki sistem pencatatan perjalanan serta mekanisme tiket yang lebih jelas dibandingkan angkutan darat dalam sistem transportasi logistik nasional.
Pewarta : Muhammad Harianto
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Jakarta, CNN Indonesia --
Pembalap Indonesia, Mario Aji, tetap optimistis dalam Pertamina Moto2 Mandalika Grand Prix of Indonesia 2026 pada akhir pekan ini.
Mario mengalami kecelakaan dalam sesi latihan di Sirkuit Mandalika, Jumat (9/10). Pembalap Idemitsu Team Honda Asia ini percaya diri hasil yang diharapkan akan segera datang.
"Saya harus tetap fokus pada diri sendiri dan terus berupaya keras bersama tim. Kami akan mengevaluasi semuanya bersama-sama dan berusaha membuat kemajuan lebih lanjut pada sesi kualifikasi."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan Redaksi
"Hasil yang diharapkan pasti akan datang jika kami terus bekerja dengan arah yang tepat," kata Mario seusai sesi latihan hari pertama, sebagaimana rilis resmi Honda Team Asia.
Mario mengatakan, temperatur di Mandalika begitu lembab saat balapan. Itu tidak mudah baginya, meski sudah akrab dengan iklim Lombok. Pada satu sisi ini jadi keuntungan bagi Mario.
"Hari ini [Jumat, 9/10] terasa berat, terutama karena suhu dan kelembapan udara yang tinggi, namun saya sangat menikmati pengalaman membalap di Grand Prix kandang sendiri ini."
"Sebelum insiden kecelakaan, saya merasa cukup nyaman dengan motornya dan kami tampak mengalami kemajuan," ucap pembalap yang finis di urutan ke-26 dalam Moto2 Mandalika 2025 ini.
Mario pun membeberkan alasan mengapa ia crash dalam sesi latihan. Menurutnya, ada kesalahan teknik yang dilakukan di tikungan yang membuat keseimbangannya hilang.
"Saya melakukan kesalahan kecil saat kembali turun ke lintasan setelah pengibaran bendera merah. Saya memiringkan motor lebih ekstrem dari biasanya, kehilangan kendali pada roda depan, lalu terjatuh."
"Itu memang kesalahan saya, tetapi hal seperti ini bisa saja terjadi. Kini yang terpenting adalah tetap berpikir positif dan memahami apa yang bisa kami perbaiki untuk besok," ujarnya.
Satu yang pasti, Mario tidak berkecil hati dengan hasil latihan hari pertama. Ia akan mencoba hasil lebih baik pada latihan hari kedua agar bisa tampil optimal dalam balapan Minggu (11/10).
"Tentu saja, hasil hari ini bukanlah yang kami harapkan, namun saya merasa nyaman dengan motor sebelum kecelakaan terjadi, dan itu adalah modal positif bagi kami," kata Mario.
[Gambas:Video CNN]
(abs/abs)
Jakarta (ANTARA) - The failure of G20 trade ministers to reach agreement on tackling global industrial overcapacity at the G20 Trade Ministers' Meeting in Milwaukee, United States, in early October suggests that the pressure from excess goods will remain a challenge for individual countries.
Nearly all G20 members acknowledged the need to address the problem, but existing trade policy tools and responses were considered inadequate.For Indonesia, trade protection can buy time. What matters is how the government and industry use that time.
When production capacity in major manufacturing countries exceeds domestic demand, surplus goods can flow into other markets and drive down prices in destination countries.
The pressure is most visible in sectors that compete directly with imports, including steel, textiles, ceramics, plastics, and electronics.
The impact extends beyond manufacturers losing market share. When import prices become difficult to match, factory utilization can fall, investment can be delayed, and manufacturers' ability to retain workers can come under pressure.
Responses cannot stop at higher tariffs or import restrictions. Such measures may give domestic producers more room to compete, but their benefits depend on whether that space leads to higher productivity and stronger production capacity.
Protection measures also need regular evaluation to ensure they do not merely hold back import competition without improving competitiveness.
At the same time, domestic manufacturers that rely on imported inputs may face higher costs if local prices diverge too far from international prices.
Minister of Trade Budi Santoso has emphasized that assessments of excess capacity should consider supply and demand dynamics, capacity utilization rates, market behavior, and the underlying factors driving production.
Because each sector has a different production cycle, supply chain structure, market reach, and technology, overcapacity assessments should also be tailored to individual sectors.
Buying time
This principle matters when the government decides which sectors need protection.
Products that can already be manufactured domestically in sufficient quantities and at adequate quality warrant a different approach from raw materials or capital goods that still need to be imported.
The Indonesian Chamber of Commerce and Industry (Kadin) has taken a similar position.
Kadin Deputy Chair for Industry Saleh Husin said protection should be strengthened in a measured, selective, and data-driven manner, particularly for products that domestic industries can supply in sufficient quantities and at adequate quality.
He said policies should also be tailored to the characteristics of individual products.
Baca juga: Manufacturing industry drives Indonesia's trade surplus: minister
The principle matters because protection should build new capabilities. The government needs to establish whether import pressure genuinely threatens domestic production and whether manufacturers have room to expand their capacity.
The effectiveness of protection can then be monitored through capacity utilization, cost efficiency, labor productivity, machinery investment, and improvements in product quality.
If manufacturers are given room to recover, they need to use that opportunity to improve. Without gains in capacity and productivity, protection risks merely containing import pressure without strengthening competitiveness.
What matters is not how long the market remains protected, but whether protection helps strengthen industrial capacity and competitiveness.
These improvements do not depend on companies alone. Energy and logistics costs, regulatory certainty, raw material availability, financing, and market access all affect manufacturers' ability to turn temporary protection into lasting competitiveness.
Kadin has also stressed that import restrictions must not obstruct access to raw materials and capital goods that domestic industries cannot yet supply.
This distinction matters because protecting products that compete with domestic output serves a different purpose from restricting imports in ways that disrupt production.
Evaluations must also account for the effects on downstream industries. While protection can give domestic producers greater room in the market, manufacturers that use those products as inputs may face higher production costs.
Protection policies need to weigh both effects to ensure that strengthening one sector does not undermine the competitiveness of another.
Strengthening supply chains
Beyond sectors that need protection, other industries must ensure that global pressures do not restrict access to productive inputs.
Trade Ministry data show that raw materials and intermediate goods accounted for 71.45 percent of Indonesia's imports from January to July 2026, while capital goods accounted for 19.88 percent. Together, the two categories made up 91.33 percent of total imports.
Permata Bank Chief Economist Josua Pardede said rising imports should not automatically be viewed negatively, as some may reflect expanding production capacity and investment.
He said imports of machinery, production equipment, raw materials, and intermediate goods can be beneficial if they subsequently support higher value-added production and exports at home.
The key consideration, therefore, is not simply the volume of imports, but what they help produce. If imported machinery and raw materials only deepen dependence on overseas suppliers, their contribution to industrial development will remain limited.
By contrast, if imports are accompanied by greater use of domestic suppliers, technology transfer, workforce training, and the development of intermediate and finished goods, they can help strengthen national production capacity.
Industrial policy must therefore move beyond managing trade flows to strengthening the links between imports, production, and exports.
An increase in capital goods imports, for example, will be more meaningful if the machinery raises factory productivity, expands the ability to produce higher value-added goods, and opens up new markets.
The government also needs to ensure that companies benefiting from greater access to the domestic market have incentives to invest. Developing local suppliers, upgrading workforce skills, transferring technology, and expanding export networks can deepen the domestic industrial base.
Meanwhile, industries whose production capacity already exceeds domestic demand, such as cement and ceramics, need a different strategy. Alongside maintaining their domestic market share, they must focus on opening up export markets.
This approach matters because overcapacity cannot always be resolved by expanding domestic demand. When production capacity exceeds the size of the domestic market, companies need new markets to make better use of their existing capacity.
The government can help through trade promotion, efforts to resolve market access barriers, trade agreements, and stronger export logistics.
Trade Minister Budi has also called for broader export markets to create investment opportunities and strengthen Indonesia's position as a production base in global supply chains.
Indonesia cannot control global industrial overcapacity on its own. The failure to reach agreement at the G20 meeting shows that international coordination has yet to produce a sufficiently strong response.
However, Indonesia retains room to determine its own approach. Industries facing import pressure need targeted protection that gives them time to improve productivity.
Industries that still rely on imported raw materials and capital goods need continued access to productive imports, alongside stronger domestic suppliers. Industries with excess capacity, meanwhile, need broader export markets.
These three situations cannot be addressed with a single instrument. Protection, productive imports, and market expansion will deliver results only if they encourage investment, raise productivity, deepen supply chains, and open up wider markets.
With this approach, global industrial pressures need not remain a threat to the domestic market. They can instead provide an impetus for Indonesian industry to become more efficient and better equipped to compete.
*Martha Herlinawati Simanjuntak is a journalist at the ANTARA News Agency
Disclaimer: The views and opinions expressed here are those of the author and do not necessarily reflect the official policy or position of the ANTARA News Agency.
Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Jakarta (ANTARA) - Indonesian Basketball League (IBL) mengumumkan hasil pengundian (drawing) grup untuk penyelenggaraan All Indonesian 2026, dengan dua finalis edisi sebelumnya, Satria Muda Pertamina Bandung dan Dewa United Banten menempati grup berbeda.
"Hasil drawing sudah diketahui bersama semua klub," kata Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah di Jakarta, Jumat.
Dia menjelaskan, turnamen khusus pemain Indonesia yang bermain di IBL tersebut, dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober hingga 1 November di GOR Laga Tangkas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Sementara itu, proses drawing disiarkan secara daring melalui kanal YouTube IBL TV dengan menetapkan komposisi 10 tim peserta, setelah Tangerang Hawks Basketball memutuskan tidak melanjutkan partisipasi di liga bola basket profesional tersebut.
Laman IBL, menyatakan pengundian dilakukan oleh Rizky Effendi dan Dimas Mahendra. Pacific Caesar Surabaya dan Rajawali Medan menjadi dua tim pertama yang masuk Grup A, sedangkan Satya Wacana Salatiga mengawali komposisi di Grup B.
Kemudian, saat pengundian tim-tim unggulan, Satria Muda Pertamina Bandung bergabung dengan Grup A dan Dewa United Banten menempati Grup B. Juara bertahan Bogor Hornbills selanjutnya menempati Grup A, sedangkan Pelita Jaya Basketball Jakarta menjadi tim terakhir yang masuk Grup B.
Melalui komposisi tersebut, Satria Muda dan Dewa United berpeluang kembali bertemu pada partai puncak apabila mampu melewati persaingan di fase grup masing-masing dan babak selanjutnya. Namun, persaingan juga membuka kesempatan bagi tim lain untuk memberikan kejutan.
Baca juga: Pebasket Hans Abraham berpisah dengan Bogor Hornbills
Pada edisi 2025, Satria Muda keluar sebagai juara setelah mengalahkan Dewa United pada partai final.
IBL All Indonesian menjadi ajang kompetisi di luar musim reguler IBL yang memberikan kesempatan lebih besar kepada pemain lokal atau Indonesia untuk memperoleh menit bermain, mengambil tanggung jawab, dan berperan sebagai kekuatan utama tim di lapangan.
Hasil drawing IBL All Indonesian 2026:
Grup A
1. Bogor Hornbills
2. Satria Muda Pertamina Bandung
3. Pacific Caesar Surabaya
4. RANS Simba Bogor
5. Rajawali Medan
Grup B
1. Dewa United Banten
2. Pelita Jaya Jakarta
3. Hangtuah Jakarta
4. Satya Wacana Salatiga
5. Kesatria Bengawan Solo
Pewarta : Donny Aditra
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB
Jakarta, VIVA – Warga Jakarta perlu memperhatikan prakiraan cuaca sebelum beraktivitas pada Sabtu (10/10/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Jakarta berpotensi mengalami hujan ringan pada malam hari setelah cuaca cerah hingga cerah berawan pada pagi dan siang hari.
Baca Juga
Berdasarkan prakiraan BMKG yang disampaikan melalui akun Instagram @infobmkg, perubahan kondisi cuaca mulai berpotensi terjadi pada sore hari. Hujan ringan diperkirakan turun di sejumlah wilayah sebelum meluas ke hampir seluruh Jakarta pada malam hari.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, sebagian besar wilayah Jakarta diprakirakan cerah. Sementara itu, Kepulauan Seribu diprediksi mengalami cuaca cerah berawan.
Baca Juga
Menjelang siang, sekitar pukul 10.00 WIB, kondisi cuaca di hampir seluruh wilayah Jakarta diprakirakan cerah berawan. Pengecualian berlaku untuk Jakarta Pusat yang diprediksi tetap cerah.
Suhu udara pada pagi hari diperkirakan berkisar 27 hingga 32 derajat Celsius. Adapun kecepatan angin berada pada kisaran 2 hingga 13 kilometer per jam.
Baca Juga
Memasuki siang hari sekitar pukul 13.00 WIB, seluruh wilayah Jakarta diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan. Suhu udara diperkirakan meningkat hingga berkisar 29 sampai 34 derajat Celsius, dengan kecepatan angin sekitar 7 hingga 16 kilometer per jam.
Kondisi tersebut membuat suhu udara pada siang hari berpotensi terasa cukup panas. Warga yang beraktivitas di luar ruangan dapat menyesuaikan kegiatan dengan kondisi cuaca dan memperhatikan kebutuhan cairan tubuh.
Perubahan cuaca diperkirakan mulai terjadi pada sore hari. Sekitar pukul 16.00 WIB, sebagian wilayah Jakarta berpotensi mengalami hujan ringan.
Wilayah yang diprakirakan mengalami hujan ringan pada sore hari meliputi sejumlah kawasan di Jakarta. Sementara itu, Jakarta Pusat dan Kepulauan Seribu diperkirakan cerah berawan, sedangkan Jakarta Utara diprediksi berawan.
Suhu udara pada sore hari berkisar 29 hingga 31 derajat Celsius. Kecepatan angin diperkirakan mencapai 9 hingga 14 kilometer per jam.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Memasuki malam hari sekitar pukul 19.00 WIB, potensi hujan ringan diprakirakan terjadi di hampir seluruh wilayah Jakarta. Jakarta Selatan menjadi pengecualian karena diperkirakan mengalami cuaca berawan.
Pada periode tersebut, suhu udara diperkirakan lebih sejuk dibandingkan siang hari, yakni berkisar 26 hingga 28 derajat Celsius. Kecepatan angin juga diprakirakan melambat menjadi 4 hingga 9 kilometer per jam.
Halaman Selanjutnya
Dengan adanya potensi hujan ringan pada sore hingga malam hari, warga yang hendak bepergian di Jakarta disarankan menyiapkan payung atau jas hujan. Pengendara juga perlu memperhatikan kondisi jalan apabila hujan turun, terutama saat beraktivitas pada malam hari.
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:04 WIB
Jakarta, VIVA – Persaingan konsol game pada Oktober 2026 semakin menarik untuk diikuti. PlayStation 5 (PS5), Xbox Series X|S, dan Nintendo Switch 2 menawarkan pengalaman bermain yang berbeda, mulai dari game eksklusif berkualitas tinggi, layanan berlangganan, hingga fleksibilitas bermain di rumah maupun saat bepergian.
Baca Juga
Bagi gamer Indonesia yang berencana membeli konsol baru, memilih perangkat terbaik tidak cukup hanya dengan melihat spesifikasi. Harga di pasaran, koleksi game, biaya berlangganan, dan kemudahan mendapatkan perangkat resmi juga perlu dipertimbangkan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berikut VIVA telah merangkumnya Sabtu, (10/10/2026), petarungan game konsol yang makin menarik di Tanah Air.
Baca Juga
PS5 Masih Menarik Berkat Game Eksklusif
PlayStation 5 tetap menjadi pilihan menarik bagi gamer yang mengutamakan pengalaman bermain sinematik, grafis berkualitas tinggi, serta game eksklusif dari PlayStation Studios dan mitra pengembangnya.
Baca Juga
Sony menghadirkan dua model utama, yakni PS5 Digital Edition dan PS5 dengan Ultra HD Blu-ray Disc Drive. Versi digital mengandalkan pembelian game melalui toko digital, sedangkan versi dengan pembaca cakram memungkinkan pemain menggunakan game fisik yang kompatibel.
Keduanya menggunakan SSD berkecepatan tinggi dan mendukung pengalaman bermain dengan resolusi hingga 4K pada game yang kompatibel. Kontroler DualSense juga menjadi keunggulan melalui fitur haptic feedback dan adaptive triggers yang memberikan sensasi berbeda ketika bermain.
Untuk pasar Indonesia, harga PS5 perlu diperiksa berdasarkan model, garansi, dan toko penjual. Sebagai acuan, Sony pernah menetapkan harga ritel awal Rp7.299.000 untuk Digital Edition dan Rp8.799.000 untuk versi dengan disc drive. Angka tersebut merupakan harga peluncuran, bukan harga pasar terbaru Oktober 2026.
Xbox Menawarkan Alternatif Lewat Ekosistem Game
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Xbox Series X dan Series S memiliki daya tarik tersendiri, terutama bagi pemain yang ingin memanfaatkan layanan game digital dan ekosistem Microsoft.
Xbox Series X ditujukan bagi gamer yang menginginkan performa lebih tinggi, sedangkan Series S menjadi alternatif dengan ukuran lebih ringkas dan harga yang umumnya lebih rendah. Namun, Series S tidak dilengkapi pembaca cakram sehingga pemain perlu memperhatikan ketersediaan game digital dan kapasitas penyimpanan.
Halaman Selanjutnya
Layanan Xbox Game Pass juga menjadi salah satu pertimbangan penting. Melalui paket yang tersedia sesuai wilayah dan ketentuan masing-masing, pemain dapat mengakses katalog game dengan biaya berlangganan, alih-alih membeli setiap judul secara terpisah.
Jakarta (ANTARA) - The Indonesian government is preparing to replant 9,000 hectares of coconut plantations in 2027 to boost productivity and secure raw material supplies for the domestic processing industry.Coordinating Minister for Food Affairs Zulkifli Hasan said the program must be paired with the development of superior seed varieties that mature faster to lift smallholder yield.
"Standard tall coconut trees take six to seven years to bear fruit. We need new varieties that produce within three years so we do not fall behind Thailand," Zulkifli said in an official statement on Friday.
He made the remarks during the World Coconut Day 2026 event in Manado, North Sulawesi, on Thursday (Oct. 8).
Under the 2027 Coconut Area Development Plan, the Indonesian government aims to develop 51,721 hectares of land, comprising 42,721 hectares of expansion and 9,000 hectares of replanting.
The program will span several regions across the country, including Sumatra, Java, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, and Papua.
According to Zulkifli, boosting productivity is a top priority as many of Indonesia's coconut trees are aging while international demand continues to grow, driven by the food and beverage industry.
Therefore, the government is preparing a comprehensive development plan covering seed provision, enhanced plantation management, and expanded processing capacity.
He stressed that downstream industry development is critical to ensure Indonesia does not rely solely on raw coconut exports but can produce higher value-added goods.
Zulkifli noted that the push toward strengthening coconut production and downstream processing aligns with government policy prioritizing smallholder plantations in agricultural development.
Through tree replanting, high-yielding seed development, and enhanced processing capacity, the government aims to strengthen the competitiveness of Indonesian coconut while broadening economic benefits for farming communities.
Pewarta : Aria Ananda, Raka Adji
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026