Kholidin/Noviera raih perak para panahan Asian Para Games 2026 - ANTARA News Bangka Belitung

calendar_today 23.10.2026 - person  - timer ~

Nagoya, Jepang (ANTARA) - Pasangan para panahan Indonesia Kholidin/Noviera Ross meraih medali perak nomor recurve beregu campuran Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari wakil China Wang Xueqian/Zhao Lixue dengan skor 1-5 pada final di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square, Jepang, Jumat.

Kholidin/Noviera harus mengakui keunggulan pasangan China Zhao Lixue/Wang Xueqian setelah melalui tiga set pertandingan yang berlangsung cukup ketat.

Pasangan Indonesia mengawali pertandingan dengan kekalahan 33-37 pada set pertama sehingga China lebih dahulu unggul 2-0.

Pada set kedua, Kholidin/Noviera mampu memberikan perlawanan dan mengimbangi permainan lawan hingga kedua pasangan mencatatkan skor sama kuat 33-33.

Hasil tersebut membuat Indonesia memperoleh satu poin sekaligus memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3.

Namun, China kembali menunjukkan keunggulannya pada set ketiga dengan meraih kemenangan 37-35 untuk memastikan medali emas dengan skor akhir 5-1.

Meski gagal meraih emas, hasil tersebut memastikan tambahan medali perak bagi kontingen Indonesia dari cabang olahraga para panahan.

Sebelumnya, Kholidin/Noviera melaju ke final setelah menyingkirkan pasangan Iran Gholamreza Rahimi/Somayeh Rahimi Ghahderijani dengan skor 5-1 pada semifinal.

Sementara pada perempat final, pasangan Indonesia mengalahkan wakil Mongolia Demberel Selengee/Purevsed Munkhbaatar melalui pertandingan ketat dengan skor 5-4.

Perjuangan Kholidin dan Noviera di Asian Para Games 2026 belum berakhir karena keduanya masih memiliki kesempatan menambah medali dari nomor individu pada Sabtu (24/10).

Kholidin dijadwalkan menghadapi wakil China Yun Duo pada perebutan medali perunggu recurve individu putra, sedangkan Noviera akan bertemu Wang Xueqian pada perebutan perunggu recurve individu putri.

Pewarta: Muhammad Ramdan
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.