Siap-Siap! Prabowo Bakal Tertibkan Kepemilikan-Pengelolaan Tambang RI

calendar_today 23.10.2026 - person  - timer ~

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto dinilai bakal terus melanjutkan penertiban sistem kepemilikan dan pengelolaan sektor pertambangan nasional, salah satunya pada komoditas timah. Langkah penataan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh sumber daya alam dikuasai oleh negara serta mencegah berulangnya berbagai praktik kecurangan.

Eks Menteri Keuangan periode 1998 Fuad Bawazier menilai Prabowo tidak akan mundur dalam menegakkan hukum serta menata ulang tata kelola sumber daya alam di Indonesia. Ia menilai ketegasan sikap pemimpin negara menjadi kunci utama agar seluruh pihak mulai tertib dan mematuhi aturan hukum yang berlaku terutama berdasarkan Undang Undang Dasar 1945 Pasal 33.

"Oh ya saya yakin. Presiden akan mengambil langkah tegas. Jadi mendingan itu baik untuk kita bersama, orang-orang itu mulai pada tertib. Tapi tertib kalau diomong doang enggak pakai ada penegakan hukum yang tegas kan," ujar Fuad dalam Podcast Cuap Cuap Cuan CNBC Indonesia, dikutip Jumat (23/10/2026).

Fuad menjelaskan bahwa penertiban kepemilikan bukan berarti menutup pintu bagi investasi swasta, melainkan menerapkan skema yang ramah bisnis (business friendly) di mana kepemilikan utama aset tetap berada di tangan negara.

Menurutnya, konsep penguasaan negara yang transparan menjadi solusi mendasar untuk memberantas penambangan tanpa izin serta praktik kejahatan transaksi keuangan seperti transfer pricing dan under invoicing.

"Pertama, ini memang sumber daya alam kita harus kelola dengan baik. Kepemilikannya juga harus ditertibkan. Nanti menghindari macam-macam. Dan penegakan hukumnya juga digalakkan supaya tertib benar. Saya rasa ini yang sudah kelihatan Indonesia akan menjadi makmur, tertib, dan akan bisa betul-betul take off lagi dengan sumber daya alam," imbuhnya.

Keberhasilan penegakan hukum di era pemerintahan Presiden Prabowo dinilai telah dibuktikan lewat penataan sektor pertambangan timah di Bangka Belitung, di mana penutupan ribuan titik tambang ilegal mampu mendongkrak keuntungan BUMN hingga 9 kali lipat. Fuad optimis ketegasan dalam menertibkan kepemilikan dan tata kelola tambang akan mengembalikan kedaulatan ekonomi nasional serta membawa Indonesia tumbuh menjadi negara maju.

"Bangkitkan lagi sumber daya alam. Indonesia punya peluang lagi untuk menjadi negeri yang maju dan besar. Optimis saja," tandasnya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]