Baku -
Pebalap Mercedes George Russell meraih pole position dalam sesi kualifikasi Formula 1 GP Azerbaijan 2026. Nasib berbeda dialami rekan setimnya, Kimi Antonelli yang harus memulai dari barisan belakang.
Russell selalu menjadi yang tercepat dalam tiga sesi yang berlangsung di Baku City Circuit, Jumat (25/9). Ia sukses mengunci posisi terdepan dengan catatan waktu 1 menit 42,526 detik. Ia unggul 0,837 detik dari Charles Leclerc (Ferrari) yang akan memulai balapan dari grid kedua.
Oscar Piastri menempati posisi ketiga setelah kalah tipis dari Leclerc. Ia hanya terpaut 0,01 detik dari pebalap asal Monako itu. Posisi empat diisi Isack Hadjar dari Red Bull dengan catatan waktu 1 menit 43,5 detik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juara bertahan Lando Norris berada di urutan lima setelah membukukan waktu 1 menit 43,672 detik. Lewis Hamilton dari Ferrari selanjutnya menempati posisi enam dengan 1 menit 43,858 detik. Pierre Gasly (Alpine) ada di peringkat tujuh dengan 1 menit 44,047 detik.
Max Verstappen (Red Bull) hanya berada di urutan delapan dengan 1 menit 44,081 detik. Melengkapi 10 besar ada Carlos Sainz (Williams) dengan 1 menit 44,566 detik dan Franco Colapinto (Alpine) dengan 1 menit 44,963 detik.
Nasib apes dialami Antonelli selaku pimpinan klasemen sementara F1 musim ini. Ia mengalami crash di sesi pertama dan akan memulai balapan dari grid 16.
Balapan F1 GP Azerbaijan akan berlangsung Sabtu (26/9) pukul 18.00 WIB. Berbeda dari biasanya, balapan digelar hari Sabtu karena akan ada peringatan Perang Patriotik di Azerbaijan yang jatuh pada Minggu (27/9).
Hasil Kualifikasi F1 GP Azerbaijan 2026:
| Pos | Driver | Team | Q1 | Q2 | Q3 |
| 1 | George Russell | Mercedes | 1m43.615s | 1m43.462s | 1m42.526s |
| 2 | Charles Leclerc | Ferrari | 1m44.360s | 1m43.780s | 1m43.363s |
| 3 | Oscar Piastri | McLaren | 1m45.014s | 1m43.814s | 1m43.364s |
| 4 | Isack Hadjar | Red Bull | 1m44.161s | 1m43.880s | 1m43.500s |
| 5 | Lando Norris | McLaren | 1m44.571s | 1m44.020s | 1m43.672s |
| 6 | Lewis Hamilton | Ferrari | 1m44.260s | 1m44.037s | 1m43.858s |
| 7 | Pierre Gasly | Alpine | 1m44.489s | 1m44.106s | 1m44.047s |
| 8 | Max Verstappen | Red Bull | 1m44.041s | 1m43.706s | 1m44.081s |
| 9 | Carlos Sainz | Williams | 1m45.104s | 1m44.629s | 1m44.566s |
| 10 | Franco Colapinto | Alpine | 1m45.106s | 1m44.683s | 1m44.963s |
| 11 | Oliver Bearman | Haas | 1m45.228s | 1m44.775s | |
| 12 | Liam Lawson | Racing Bulls | 1m45.535s | 1m44.860s | |
| 13 | Alex Albon | Williams | 1m45.031s | 1m45.001s | |
| 14 | Esteban Ocon | Haas | 1m45.039s | 1m45.016s | |
| 15 | Arvid Lindblad | Racing Bulls | 1m45.381s | 1m45.106s | |
| 16 | Kimi Antonelli | Mercedes | 1m45.504s | ||
| 17 | Gabriel Bortoleto | Audi | 1m45.799s | ||
| 18 | Nico Hulkenberg | Audi | 1m45.920s | ||
| 19 | Fernando Alonso | Aston Martin | 1m46.593s | ||
| 20 | Sergio Perez | Cadillac | 1m46.658s | ||
| 21 | Lance Stroll | Aston Martin | 1m47.337s | ||
| 22 | Valtteri Bottas | Cadillac | 1m48.290s |
(adp/adp)
Jum'at, 25 September 2026, 23:00 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, terus memperluas konektivitas pembayaran lintas negara melalui QRIS Cross Border. Terbaru, ia menyebut, Hong Kong dan Timor-Leste masuk dalam rencana kerja sama yang didorong BI.
Destry mengatakan, perluasan konektivitas pembayaran antarnegara menjadi bagian dari strategi BI untuk mendorong integrasi ekonomi digital Indonesia dengan negara mitra.
“Yang kami lakukan adalah terus memperluas konektivitas ekonomi keuangan daerah antarnegara untuk integrasi ekonomi global. Salah satunya adalah perluasan dari QRIS Cross Border yang kami terus integrasikan dengan sistem pembayaran di luar negeri,” kata Destry dalam acara FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Menurut Destry, integrasi tersebut ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan pembayaran ketika bertransaksi lintas negara.
“Tujuannya adalah juga untuk meningkatkan kemudahan pembayaran antarnegara. Strategi yang kami lakukan itu menjadi bagian penting juga untuk meningkatkan daya beli dan juga untuk mendukung program Asta Cita pemerintah,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Destry menyebut kerja sama QRIS Cross Border dengan mitra baru akan diperkuat, termasuk dengan Hong Kong dan Timor-Leste.
“Termasuk yang hari ini, di acara ini akan kita tandatangani bersama yaitu bersama dengan Hong Kong dan juga dengan Timor-Leste,” ucap Destry
Perluasan tersebut menambah langkah BI dalam membangun konektivitas sistem pembayaran Indonesia dengan negara lain. Sebelumnya, QRIS Cross Border telah dikembangkan dengan sejumlah negara mitra untuk memungkinkan transaksi pembayaran lintas negara menggunakan sistem yang terhubung.
Baca Juga: 67 Juta Orang Pakai QRIS, Bagaimana Nasib Uang Tunai?
Baca Juga: Kerugian Serangan Siber RI Capai US$6,2 Miliar, BI Pertebal Sistem Keamanan QRIS
Destry juga menyampaikan capaian QRIS Cross Border di tingkat internasional. Menurutnya, skema pembayaran tersebut baru saja memperoleh penghargaan 50-in-5 Awards dalam kategori Collaboration.
“Alhamdulillah bahwa QRIS Cross Border Indonesia dua hari yang lalu itu sudah mendapatkan penghargaan internasional. Mereka melihat bagaimana QRIS Cross Border itu terus dilakukan oleh Indonesia dengan pencapaiannya yang buat mereka itu dianggap cukup signifikan,” ujar Destry.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra
Warta Ekonomi, Jakarta -
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) berbasis agen mendorong perubahan dalam strategi keamanan siber perusahaan. Kemampuan agen AI untuk menjalankan tugas secara otonom di berbagai aplikasi pemrograman (application programming interface/API) dan sistem digital membuat organisasi perlu memperluas pengawasan, tidak hanya terhadap identitas pengguna manusia, tetapi juga entitas non-manusia yang beroperasi secara mandiri.
Hal tersebut menjadi sorotan Akamai Technologies (NASDAQ: AKAM) melalui laporan State of the Internet (SOTI) terbaru berjudul The Agentic Frontier: Speed, Scale, and Nonhuman Identity. Laporan tersebut mengulas tantangan keamanan yang muncul seiring meningkatnya penerapan AI berbasis agen, termasuk keterbatasan visibilitas, percepatan eksploitasi kerentanan, dan risiko penggunaan AI di lingkungan perusahaan.
Bagi Chief Information Security Officer (CISO), perubahan ini menuntut pendekatan keamanan yang tidak hanya berfokus pada pemberian akses, tetapi juga pada pemantauan perilaku, kewenangan, dan tindakan yang dilakukan oleh entitas digital secara otonom.
Akamai menyoroti dua tantangan utama, yakni kesulitan menetapkan batasan bagi agen otonom dan kemampuan model AI dalam mengidentifikasi serta menghubungkan kerentanan dengan kecepatan yang berpotensi melampaui siklus pembaruan keamanan secara manual.
Salah satu temuan dalam laporan tersebut berkaitan dengan kesenjangan visibilitas terhadap Model Context Protocol (MCP), yaitu protokol yang memungkinkan agen AI berinteraksi dengan berbagai sistem perangkat lunak. Meskipun MCP mendukung tindakan lintas sistem, pengawasan terhadap protokol ini disebut masih menjadi prioritas yang relatif rendah dalam agenda keamanan CISO.
Akamai menyebut kondisi tersebut mencerminkan kesenjangan pengawasan ketika organisasi mulai memberikan kemampuan otonom kepada sistem AI. Laporan itu juga mencatat bahwa para pemimpin keamanan memperkirakan agen AI yang tidak terkendali berpotensi menjadi salah satu ancaman siber utama pada 2030.
Risiko keamanan juga muncul dari penggunaan chatbot AI di lingkungan perusahaan. Berdasarkan temuan yang disampaikan Akamai, lebih dari 6% percakapan chatbot AI yang dianalisis mengandung informasi sensitif, terutama data yang dapat mengidentifikasi individu. Laporan tersebut juga menyebut 47% interaksi yang teridentifikasi berlangsung melalui akun pribadi yang tidak diawasi.
Temuan ini menyoroti pentingnya penguatan kebijakan penggunaan AI, pengawasan akun, serta pengendalian akses terhadap informasi perusahaan. Namun, interpretasi angka tersebut perlu mempertimbangkan cakupan sampel dan metodologi yang digunakan dalam laporan.
Selain risiko kebocoran data, Akamai menggarisbawahi peningkatan kemampuan AI dalam menemukan kerentanan sistem. Melalui inisiatif Frontier AI, model-model AI disebut mampu mengidentifikasi dan menghubungkan kelemahan sistem secara cepat, sehingga pendekatan penambalan yang hanya dilakukan setelah kerentanan ditemukan dinilai menghadapi tantangan.
Baca Juga: Akamai Luncurkan Workforce Protector, Perkuat Keamanan AI di Lingkungan Kerja
Akamai merekomendasikan perusahaan mempertimbangkan mekanisme mitigasi secara langsung pada lapisan edge untuk membantu mengurangi risiko selama proses penambalan sistem backend berlangsung. Pendekatan tersebut ditujukan sebagai pelengkap, bukan pengganti, pengelolaan kerentanan dan pembaruan keamanan.
Di sisi lain, browser menjadi salah satu titik perhatian dalam pengelolaan keamanan perusahaan. Akamai mencatat lebih dari 40% pengguna korporat telah memasang ekstensi browser berbasis AI, sementara 25% ekstensi tersebut disebut mengubah izin dalam periode 12 bulan.
Dalam laporan itu, ekstensi berbasis AI disebut memiliki kemungkinan 60% lebih besar untuk mengandung kerentanan dan paparan umum (Common Vulnerabilities and Exposures/CVE) yang telah diketahui dibandingkan ekstensi standar. Perbandingan tersebut perlu dibaca sesuai definisi dan cakupan data yang digunakan Akamai, termasuk jenis ekstensi yang dianalisis.
Temuan ini menunjukkan perlunya perusahaan memperkuat visibilitas dan kontrol terhadap perangkat lunak yang digunakan karyawan melalui browser, khususnya ketika ekstensi memiliki akses terhadap data atau sistem organisasi.
Chief Security Officer Akamai, Boaz Gelbord, mengatakan perkembangan AI menghadirkan tantangan keamanan di berbagai lapisan operasional perusahaan.
“AI menghadirkan momen ‘everything, everywhere, all at once’ atau situasi yang sangat merepotkan karena banyak hal muncul secara bersamaan bagi ekosistem keamanan secara keseluruhan,” ujar Boaz.
Ia menjelaskan, terdapat tiga area utama yang perlu diperhatikan organisasi, yakni penggunaan AI secara internal, integrasi AI ke dalam produk dan beban kerja cloud, serta serangan yang didorong AI untuk menargetkan perusahaan.
Menurut Boaz, perubahan tersebut mendorong program keamanan untuk beradaptasi dengan profil risiko yang berkembang cepat. Ia menilai isu keamanan AI akan semakin relevan bagi dewan direksi, pelanggan, dan regulator.
Advisory CISO Akamai, Steve Winterfeld, menambahkan bahwa perkembangan web berbasis agen membawa perubahan terhadap cara nilai bisnis dan logika operasional diciptakan.
“Seiring dengan perkembangan AI otonom dari sekadar menjawab pertanyaan menjadi pelaksanaan strategi bisnis bertahap, kepemimpinan di bidang keamanan harus berkembang sejalan dengan hal tersebut,” kata Steve.
Dalam laporan tersebut, Akamai merumuskan empat pendekatan strategis bagi pemimpin keamanan untuk menghadapi perkembangan AI berbasis agen.
Pertama, perusahaan disarankan menerapkan tata kelola edge yang adaptif melalui perlindungan runtime berbasis edge, penyaringan API, dan mekanisme isolasi. Langkah tersebut ditujukan untuk membantu menetralkan kerentanan secara cepat, sementara proses penambalan sistem backend tetap berjalan.
Kedua, pengamanan browser perlu diperkuat melalui visibilitas dan pengendalian perilaku terhadap ekstensi AI yang tidak dikelola serta model AI yang di-hosting di web dan digunakan tenaga kerja.
Ketiga, perusahaan perlu memperluas perlindungan terhadap informasi dan reputasi merek dalam ekosistem digital yang semakin dipengaruhi sistem AI. Akamai menyoroti pentingnya strategi Generative Engine Optimization (GEO), termasuk pemantauan kutipan, akurasi informasi, sentimen, dan pengelolaan bot.
Seiring meningkatnya penggunaan agen AI untuk menemukan informasi dan produk, perusahaan perlu memperhatikan bagaimana data merek diproses dan disajikan oleh sistem berbasis AI. Konsep pelanggan sintetis atau synthetic customers dalam laporan tersebut berkaitan dengan perubahan pola interaksi digital yang melibatkan agen AI dan lalu lintas otomatis.
Keempat, tingkat otonomi agen AI perlu disesuaikan dengan kemampuan organisasi dalam memverifikasi tindakan dan membalikkan dampak kegagalan. Akamai merekomendasikan penerapan keterlibatan manusia (human-in-the-loop) untuk tindakan yang memiliki risiko tinggi.
Pendekatan tersebut menempatkan kemampuan verifikasi, tingkat risiko, dan reversibilitas tindakan sebagai pertimbangan dalam pemberian kewenangan kepada agen AI. Dengan demikian, perusahaan dapat mengembangkan pemanfaatan AI sambil mempertahankan mekanisme pengawasan terhadap keputusan dan tindakan yang berpotensi memengaruhi operasional.
Memasuki tahun ke-12, laporan SOTI Akamai menyajikan analisis mengenai perkembangan keamanan siber dan performa web berdasarkan data serangan yang terdeteksi di infrastruktur keamanan siber perusahaan. Temuan terbaru ini menyoroti kebutuhan organisasi untuk memperkuat tata kelola perilaku, pengawasan identitas non-manusia, dan pengamanan AI berbasis agen sebagai bagian dari strategi keamanan digital di tengah perubahan teknologi yang berlangsung cepat.
Liputan6.com, Jakarta - Luke Vickery menandai debutnya bersama Timnas Indonesia dengan kontribusi langsung pada kemenangan atas Singapura di laga pertama Grup A Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026. Penyerang 20 tahun itu mengirim assist untuk gol Ragnar Oratmangoen pada menit ke-15.
Vickery dipercaya turun sebagai starter di posisi sayap kanan saat pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026) malam WIB. Keputusan itu dibayar dengan performa agresif di sektor kanan.
Gol pembuka lahir dari pergerakannya yang menusuk dari sisi kanan lalu mengirim umpan silang ke kotak penalti, yang diselesaikan Ragnar. Setelah itu, ia beberapa kali mengancam lewat tusukan dan crossing dari kanal yang sama.
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/9358452/original/049862500_1790344321-033A9389-Luke_Vickery_Ragnar_Oratmangoen.JPG)
Perbesar
Vickery bermain selama 78 menit sebelum digantikan Rizky Ridho. Kehadirannya memberi variasi serangan di lini depan Timnas Indonesia.
Sesaat setelah pertandingan, ia menyampaikan kebanggaannya karena akhirnya bisa menjalani pertandingan perdana bersama skuad Garuda.
"Tentu sangat bangga bisa melakoni debut yang sudah lama ditunggu-tunggu. Akhirnya saya ikut bermain, dan membantu memenangkan pertandingan," kata Luke Vickery, pemain Macarthur di kompetisi sepak bola Australia.
Vickery menambah kedalaman skuad racikan John Herdman, terutama sebagai opsi di sisi kanan berkat kemampuan menyisir flank dan akurasi umpan silang.
Berikutnya Timnas Indonesia akan berjumpa Malaysia, rival utama di Grup A. Kemenangan kembali dibidik, terlebih Malaysia sedang percaya diri usai menundukkan Bangladesh 3-0 pada pertandingan pembuka.
"Selanjutnya fokus untuk laga berikutnya melawan Malaysia. Tentu saya harus lebih memberikan kontribusi lebih. Masih ada hal yang perlu dikembangkan lagi, baik secara individu saya pribadi maupun secara tim," tandas Luke Vickery.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Nobar Timnas di Kantor Gubernur Jateng Meriah, Ahmad Luthfi: Mari Dukung Timnas Indonesia
Warta Ekonomi, Jakarta -
Perusahaan keamanan siber ESET resmi meluncurkan layanan Managed Detection and Response (MDR) di Indonesia. Layanan ini dirancang untuk membantu perusahaan menghadapi ancaman siber, keterbatasan talenta keamanan digital, serta tuntutan kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data dan keamanan siber.
ESET MDR menggabungkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan pemantauan dan analisis oleh pakar keamanan siber global ESET. Perusahaan mengklaim layanan tersebut mampu mencapai Mean Time to Respond (MTTR) rata-rata hingga enam menit, sehingga memungkinkan deteksi dan penanganan awal ancaman dilakukan secara lebih cepat.
Kehadiran layanan ini berlangsung di tengah meningkatnya tantangan keamanan siber di Indonesia. Berdasarkan laporan AwanPintar.id, ancaman siber di Indonesia disebut mencapai 16 serangan per detik. Di sisi lain, perusahaan juga menghadapi kewajiban perlindungan data pribadi berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), serta perkembangan regulasi keamanan dan ketahanan siber.
Bagi perusahaan, tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan potensi gangguan operasional, tetapi juga kebutuhan untuk memastikan keamanan data dan pemenuhan standar kepatuhan yang semakin kompleks.
CTO Prosperita Group, Yudhi Kukuh, mengatakan ancaman siber berkembang dengan cepat, sementara tim teknologi informasi (IT) perusahaan masih menghadapi keterbatasan sumber daya dalam melakukan pemantauan dan analisis secara berkelanjutan.
“Ancaman siber hari ini bergerak dalam hitungan detik, sementara banyak tim IT terjebak dalam rutinitas analisis manual yang melelahkan di luar jam operasional,” ujar Yudhi.
Baca Juga: ESET Perkuat Keamanan Siber Perusahaan dengan Platform ESET PROTECT Berbasis AI
Menurutnya, ESET MDR, dengan dukungan PT Prosperita Mitra Indonesia, mengombinasikan otomatisasi AI dan analisis pakar global untuk mempercepat waktu respons terhadap ancaman.
“ESET MDR, dengan support penuh PT Prosperita Mitra Indonesia, mengombinasikan otomatisasi AI dan analisis pakar global untuk memangkas waktu respons hingga 6 menit saja, sebuah kecepatan krusial untuk menghentikan serangan sebelum berdampak fatal pada bisnis,” katanya.
Layanan ESET MDR dirancang untuk mengurangi beban analisis manual yang selama ini harus ditangani tim internal perusahaan. Berbeda dari solusi keamanan yang hanya memberikan peringatan atau alert, ESET MDR menawarkan pemantauan, deteksi, dan isolasi ancaman secara otomatis selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam sepekan.
Teknologi tersebut didukung jaringan global ESET yang terdiri dari lebih dari 100 threat hunter atau pakar keamanan siber. Sistem ini memungkinkan proses mitigasi awal dilakukan secara otomatis, sementara analisis lebih lanjut didukung oleh tenaga ahli.
Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat mengurangi ketergantungan pada tim IT internal untuk melakukan pemantauan ancaman di luar jam operasional, termasuk analisis log dan penelusuran akar masalah (root cause).
ESET menyebutkan layanan MDR mampu mencapai MTTR rata-rata hingga enam menit. Sebagai pembanding, laporan 2025 Data Breach Investigations Report dari Verizon mencatat tantangan organisasi dalam mendeteksi dan menangani pelanggaran keamanan siber. Namun, angka waktu 24 hari dalam materi awal perlu diperiksa kembali terhadap konteks dan metrik yang digunakan dalam laporan Verizon sebelum digunakan sebagai perbandingan langsung dengan MTTR ESET MDR.
Di Indonesia, ESET MDR ditawarkan melalui dua tingkatan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. Pertama, ESET PROTECT MDR, yang ditujukan bagi usaha kecil dan menengah (UKM) dengan cakupan perlindungan endpoint, email, aplikasi cloud, serta pemantauan dan pengelolaan patch kerentanan secara otomatis.
Kedua, ESET PROTECT MDR Ultimate, yang menyasar perusahaan skala besar atau enterprise. Layanan ini mencakup customized threat hunting, investigasi forensik digital jarak jauh, serta dukungan ekosistem Extended Detection and Response (XDR) melalui ESET Inspect.
Selain fitur pemantauan dan respons ancaman, ESET MDR telah memperoleh sertifikasi SOC 2 Type 2. Sertifikasi tersebut berkaitan dengan evaluasi pengendalian organisasi atas aspek keamanan dan kriteria layanan yang relevan, serta dapat menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam menilai penyedia layanan keamanan siber.
Bagi sektor usaha yang memiliki tuntutan kepatuhan tinggi, seperti industri keuangan dan manufaktur, layanan keamanan terkelola dapat menjadi alternatif untuk memperkuat pengawasan keamanan tanpa harus membangun dan mengoperasikan Security Operations Center (SOC) internal secara mandiri. Kendati demikian, pemenuhan regulasi tetap bergantung pada kebutuhan, kontrol, dan kewajiban spesifik masing-masing organisasi.
Fitur patch management otomatis yang tersedia dalam layanan juga ditujukan untuk membantu perusahaan mengelola kerentanan sistem secara konsisten dan mengurangi risiko eksploitasi terhadap celah keamanan yang belum diperbarui.
Yudhi menambahkan, keamanan siber perlu dipandang sebagai bagian dari fondasi kepercayaan bisnis dan publik, bukan hanya sebagai investasi teknologi.
“Keamanan siber bukan sekadar produk teknologi, melainkan fondasi kepercayaan bisnis dan publik. ESET siap berdiri di garda terdepan mendampingi organisasi-organisasi di Indonesia, termasuk UKM, agar tidak hanya compliance tetapi juga memiliki resilience yang mutlak dalam menghadapi lanskap ancaman siber yang terus berkembang,” pungkasnya.
ILUSTRASI. Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Inhealth) (Dok Inhealth/Inhealth)
Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia memperkuat komitmennya dalam mendukung penanganan dan pencegahan kanker di Indonesia. Upaya ini dilakukan melalui penguatan akses layanan kesehatan, edukasi masyarakat, serta dorongan terhadap deteksi dini.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Inhealth untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan dan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Dengan deteksi lebih awal, penanganan kanker dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.
Melalui dukungan pada aspek promotif, preventif, dan kuratif, Inhealth terus mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Terbaru, perusahaan menyalurkan bantuan untuk mendukung penanganan kanker anak dan kanker payudara di 11 kota pada September 2026.
Direktur Operasional Inhealth Jenni Wihartini mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat, sekaligus mendorong upaya pencegahan serta deteksi dini kanker.
Baca Juga: Inhealth Ganti Logo, Fokus Perkuat Sinergi Grup
“Perlindungan kesehatan tidak hanya mencakup aspek kuratif dan rehabilitatif, tetapi juga upaya promotif dan preventif yang dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Jenni dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan 2025, sekitar 400.000 kasus baru kanker terdeteksi setiap tahun di Indonesia. Jumlah itu diproyeksikan meningkat lebih dari 70% pada 2050 jika pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat.
Bantuan disalurkan melalui sejumlah yayasan kanker di Jakarta, Bandung, Balikpapan, Tangerang, Solo, Palembang, Makassar, Denpasar, Surabaya, Medan, dan Pekanbaru.
Kegiatan ini menyasar sejumlah yayasan dan rumah singgah yang mendampingi pasien kanker. Aksi tersebut digelar di Yayasan Kanker Payudara Indonesia di Jakarta, Rumah Pejuang Kanker Ambu di Bandung, Yayasan Rumah Singgah Kanker Anak di Balikpapan, Yayasan Respon Cepat Badan Darurat Kemanusiaan di Tangerang, serta Yayasan Kanker Indonesia di Solo.
Baca Juga: Mandiri Inhealth Catat Kenaikan Laba 82% pada Kuartal I-2026
Selanjutnya, kegiatan juga berlangsung di Rumah Singgah Sehat Ceria Yayasan Kanker Anak Sumatera Selatan di Palembang, Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia di Makassar, Yayasan Peduli Kanker Anak di Denpasar, Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia di Surabaya, SmilingKids Foundation di Medan, dan Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia di Pekanbaru.
Pengurus Yayasan Peduli Kanker Anak Denpasar, Wahyu, menyampaikan apresiasi atas dukungan Inhealth. Menurut dia, dukungan tersebut membantu yayasan dalam menjalankan kegiatan pendampingan dan penanganan kanker.
“Dukungan ini sangat berarti bagi kami dalam menjalankan kegiatan pendampingan dan penanganan kanker. Semoga dukungan dan kolaborasi ini dapat terus terjalin serta memberikan manfaat,” ujar Wahyu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Tag
ILUSTRASI. Nilai Transaksi Gopay pada 2022 Capai Rp 360 Triliun (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)
Reporter: Secillia Hafifah | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. GoPay memperluas kemudahan transaksi bagi penggunanya melalui layanan QRIS Cross Border. Layanan ini memungkinkan pengguna GoPay melakukan pembayaran di luar negeri menggunakan saldo yang tersedia di aplikasi.
Kelvin Timotius, Head of GoPay Wallet mengatakan, kehadiran QRIS Cross Border membuka kesempatan bagi pengguna GoPay untuk tetap menggunakan layanan pembayaran tersebut ketika melakukan perjalanan ke luar negeri.
Baca Juga: Prospek TUGU Ditopang Investasi Migas
“Kami sangat senang karena ini juga membuka kesempatan bagi pengguna kami untuk bisa menggunakan GoPay di luar negeri. Pengguna kami banyak juga yang memang ke luar negeri membawa saldo GoPay-nya dan bertransaksi menggunakan QRIS di luar negeri,” ujar Kelvin kepada Kontan dalam acara Signing Ceremony ALTO Networks di FEKDI x IFSE 2026 di JICC Senayan, Jum'at (25/9/2026).
Melalui QRIS Cross Border, pengguna dapat melakukan pembayaran dengan memindai kode QR menggunakan GoPay di negara yang telah terhubung dengan sistem QRIS.
Transaksi tersebut juga memungkinkan pengguna tidak perlu menukarkan uang tunai terlebih dahulu selama berada di negara tujuan.
Saat ini, layanan QRIS lintas negara telah tersedia di Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China.
Adapun transaksi akan dilakukan dengan saldo rupiah di aplikasi, kemudian nilai pembayaran dikonversikan berdasarkan kurs yang berlaku.
Kelvin mengungkapkan, China menjadi salah satu negara dengan transaksi QRIS Cross Border yang cukup tinggi bagi pengguna GoPay.
Setelah China, Malaysia juga menjadi salah satu negara yang banyak digunakan untuk transaksi lintas negara tersebut.
Menurut Kelvin, penggunaan QRIS Cross Border memberikan alternatif pembayaran bagi pengguna GoPay yang bepergian ke luar negeri.
Dengan layanan tersebut, pengguna tetap dapat memanfaatkan saldo GoPay untuk memenuhi kebutuhan transaksi selama berada di negara yang telah mendukung QRIS Cross Border.
Baca Juga: Bank Aladin Perkuat Ekosistem Digital Syariah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Liputan6.com, Jakarta - Nomor perorangan bulu tangkis Asian Games 2026 berlanjut di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Sabtu (26/9/2026). Ada tujuh wakil Indonesia yang bertanding.
Seperti nomor ganda campuran sehari sebelumnya, andalan Garuda di tunggal putra dan tunggal putri mesti bertanding dua kali jika ingin terus melaju.
Jonatan Christie, Alwi Farhan, Putri Kusuma Wardani, dan Thalita Ramadhani Wiryawan pun harus pintar menjaga energi.
Turut beraksi duo ganda campuran Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin serta ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350130/original/075129600_1789563705-ChatGPT_Image_Sep_16__2026__07_54_40_PM.jpg)
Perbesar
Lapangan 1
Pertandingan 2: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Nguyen Thuy Linh (Vietnam)
Lapangan 2
Pertandingan 8: Alwi Farhan vs Kenta Nishimoto (Jepang)
Pertandingan 9: Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin vs Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul (Thailand)
Pertandingan 12: Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Baek Ha-na/Lee So-hee (Korea Selatan)
Lapangan 4
Pertandingan 1: Jonatan Christie vs Dzhumaboi Saidov (Tajikistan)
Pertandingan 2: Putri Kusuma Wardani vs Mahoor Shahzad (Pakistan)
Pertandingan 11: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri vs Cheung Sai Shing/Deng Chi Fai (Hong Kong)
Ket: Pertandingan pertama dimulai pukul 07.30 WIB
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355165/original/058495600_1790078150-WhatsApp_Image_2026-09-22_at_18.48.12.jpeg)
Perbesar
Ganda Putra
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri vs Hariharan Amsakarunan/Arjun Madathil Ramachandran (India) 21-14, 21-11
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin vs Iok Chong Leong/Kok Weng Vong (Macau) 21-8, 21-9
Ganda Putri
Febi Setianingrum/Rachel Allesya Rose vs Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia) 13-21, 11-21
Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Kavipriya Selvam/Simran Singhi (India) 21-9, 21-5
Ganda Campuran
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah vs Makhsut Tajibullayev/Nargiza Rakhmetullayeva (Kazakhstan) 21-7, 21-11
Nikolaus Joaquin/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Hussein Zayan Shaheed Zaki/Fathimath Nabaaha Abdul Razzaq (Maladewa) 21-8, 21-14
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah vs Yuta Watanabe/Maya Taguchi (Jepang) 9-21, 21-18, 21-15
Nikolaus Joaquin/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Ruttanapak Oupthong/Jhenicha Sudjaipraparat (Thailand) 24-26, 21-17, 18-21
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Nobar Timnas di Kantor Gubernur Jateng Meriah, Ahmad Luthfi: Mari Dukung Timnas Indonesia
Counter Masha Revamp Mobile Legends — Masha adalah Hero Fighter/Tank di Mobile Legends: Bang Bang yang kembali populer setelah pergantian Season 42. Eksistensinya terkadang terlihat dalam mode apapun, khususnya Ranked atau di turnamen tertentu.
Masha direvamp per-16 September, di mana efek pasifnya membuatnya jauh lebih mudah memulihkan HP dengan terus menyerang musuh baik dengan Basic Attack atau skill. Perubahan ini membuat Masha jadi lebih agresif dan kuat ketika bertarung jarak dekat, khususnya 1 lawan 1.
Meski begitu, Masha tetap punya kelemahan. Jika bisa memilih Hero yang tepat, maka kamu tak perlu takut lagi melawannya. Siapa sajakah Heronya? Ini dia!

Ini dia Hero-hero counter Masha revamp di Mobile Legends:

Hero counter Masha revamp pertama adalah Sun. Merupakan salah satu Hero klasik Mobile Legends yang bisa jadi senjata ampuh melawannya. Split-push dirinya bisa bikin Masha jadi kewalahan.
Ia dapat memanggil kloningnya lewat Ultimate yang makin lama jumlahnya makin banyak, ditambah daya serang menyakitkan jika bertemu 1 lawan 1 membuat Masha sulit bertindak agresif.
Belum lagi jika Sun gunakan Lifesteal, bikin Masha dengan HP berlapis akan takluk di tangan sang monyet legenda tersebut.

Counter Masha revamp kedua adalah Argus. Pasif Masha membuatnya agresif jika bertarung 1 lawan 1, dan itu adalah hal yang amat disukai Argus.
Demonic Grip milik Argus dapat mengejar Masha jika kabur dari jangkauannya. Belum lagi Ultimate-nya Eternal Evil adalah kombo mematikan yang menghilangkan seluruh debuff di dirinya sendiri, termasuk Mark dari Masha lewat pasifnya untuk aktifkan Feral mode.
Selain hilangkan debuff, Argus juga kebal selama 4 detik dan akan kembali aktif jika cooldown dan turun menjadi 3 detik. Argus jadi kebal, dan mudah baginya menyerang Masha hingga tereliminasi meski HP-nya berlapis tiga.

Hero ketiga sebagai counter Masha adalah Aulus. Hero ini adalah senjata andalan jika bertemu di Land of Dawn, karena hampir sama-sama agresif.
Pasif Fighting Spirit-nya membutuhkan stack agar semakin kuat, khususnya di late game. HP tiga lapis Masha adalah “santapan enak” Aulus agar stack-nya cepat terisi dalam bertarung, baik teamfight atau 1 lawan 1.
Dengan stack pasif maksimal, Aulus bisa melancarkan serangan ke musuh di mana hampir seluruh skill-nya AoE. Ini yang bikin Masha takkan berdaya melawannya meski HP-nya tebal sekalipun.

Hero counter Masha keempat adalah Dyrroth. Hampir sama dengan Aulus, Dyrroth punya gaya bertarung agresif dengan lifesteal yang mampu menembus HP Masha secara cepat di Land of Dawn.
Dyrroth memiliki serangan fisik yang sangat kuat, memiliki efek stun di skill-nya, serta dapat memulihkan HP diri sendiri dengan cepat membuatnya takkan mudah ditaklukkan.
Belum lagi jika dilengkapi item Lifesteal, membuat Masha dengan HP tiga lapis bisa tak berdaya jika bertemu Dyrroth yang HP-nya terus penuh setiap waktu saat menyerang.

Berikutnya adalah Paquito, Hero Mobile Legends terinspirasi dari petinju legenda Manny Pacquiao yang dikenal mematikan di Land of Dawn. Hampir keseluruhan atribut skill Paquito punya Burst damage tinggi.
Sebagai Fighter, ia juga terkenal akan mobilitas tinggi yang bisa mengejar Masha kapanpun. Pasifnya dapat memperkuat daya serangnya dengan shield tebal jika stack maksimal, bikin Paquito jadi senjata ampuh mendominasi pertarungan 1 lawan 1 meski HP tiga lapis Masha setebal mungkin.

Selanjutnya adalah Martis. Sang Ashura King bisa bikin Masha kewalahan jika bertemu dengannya di Land of Dawn.
Skill 2 bikin ia immune, dan Martis takkan bisa diserang dengan skill apapun tanpa takut terkena stun, bahkan kebal akan efek Crowd-control (CC) jika bertarung dengan Masha sekalipun baik di teamfight maupun 1 lawan 1.
Tentunya ini bikin Masha repot meski HP-nya tiga lapis dan tebal, atau dalam keadaan Feral mode. Karena dirinya jadi sasaran empuk Martis untuk dibabat habis di manapun dan kapanpun.

Terakhir adalah Terizla, Hero Mobile Legends sebagai counter Masha revamp untuk bertarung di Land of Dawn.
Terizla dapat menyergap Masha dengan Ultimate-nya, melancarkan Airborne dan membuatnya slow selama beberapa detik. Belum lagi Burst damage skill 2-nya bisa dilancarkan 3 kali dengan Physical Damage, senjata ampuh untuknya melawan Masha 1 lawan 1.
Tak hanya itu, skill 1 Terizla dapat menaikkan Movement Speed-nya jika Masha berusaha kabur. Ini yang buat Terizla bisa jadi jawaban menaklukkan Masha dalam sekali tebas.
Nah, itulah dia ke-7 Hero counter revamp Masha Mobile Legends. Semoga dengan ini, kamu bisa menaklukkan Masha versi baru tanpa perlu kesulitan lagi di Land of Dawn.
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Mobile Legends atau artikel lainnya dari Nadia Haudina. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].
Warta Ekonomi, Bandung -
Pemanfaatan teknologi monitoring mulai menjadi bagian dari pengelolaan operasional transportasi antarkota, termasuk untuk memantau kondisi kendaraan, pengemudi, hingga pergerakan armada selama perjalanan.
Model ini juga diterapkan TRAVL dalam mengelola layanan shuttle yang menghubungkan Bandung dengan Jakarta dan Tangerang Selatan.
Head of Unit Business TRAVL Syukron Fadillah Alkautsar mengatakan, teknologi digunakan sebagai lapisan pendukung dalam sistem keselamatan dan pemantauan operasional. Sejumlah sistem yang diterapkan antara lain Advanced Driver Assistance System (ADAS), Driver Monitoring System (DMS), serta GPS untuk memantau armada secara real-time.
“Teknologi seperti ADAS dan DMS menjadi supporting system bagi pengemudi dan command center,” ujar Alka di Bandung, Jumat (25/9/2026).
ADAS memanfaatkan sensor dan sistem pemantauan lingkungan sekitar kendaraan melalui dashcam. Sistem tersebut dapat memberikan peringatan kepada pengemudi terkait kondisi tertentu, seperti jarak kendaraan yang terlalu dekat atau potensi tabrakan.
Sementara itu, DMS digunakan untuk membantu memantau kondisi pengemudi selama perjalanan, termasuk indikasi mengantuk atau kehilangan fokus. Ketika sistem mendeteksi kondisi yang membutuhkan perhatian, peringatan dapat diberikan kepada pengemudi.
Menurut Alka, penggunaan teknologi tersebut ditujukan untuk menambah lapisan pemantauan dalam keselamatan operasional, bukan menggantikan peran pengemudi.
“Kami tidak ingin keselamatan hanya bergantung kepada satu faktor, misalnya kemampuan pengemudi saja. Kami ingin membangun sistem yang memberikan additional layer of monitoring and support,” katanya.
Selain teknologi yang berada di dalam kendaraan, TRAVL memanfaatkan GPS untuk memantau pergerakan armada secara real-time. Informasi tersebut memungkinkan tim operasional mengetahui posisi kendaraan selama perjalanan.
Data pergerakan armada dapat digunakan untuk membantu memperkirakan waktu kedatangan, memantau perjalanan, serta mendukung koordinasi apabila terjadi kondisi tertentu di lapangan. Pemantauan kecepatan juga menjadi bagian dari pengawasan operasional.
"Dengan sistem tersebut, tim operasional dapat memperoleh informasi mengenai perjalanan kendaraan tanpa harus menunggu armada tiba di titik tujuan,"ujarnya
Alka mengatakan, ke depan data yang dihasilkan dari ADAS, DMS, dan GPS dapat dikembangkan untuk mendukung penerapan data-driven safety management. Pengembangan tersebut akan semakin relevan seiring bertambahnya armada dan kebutuhan terhadap pemantauan secara terpusat.
“GPS tracker untuk monitoring armada secara real-time serta speed monitoring juga menjadi bagian dari pendekatan keselamatan operasional TRAVL,” ujarnya.
Pemanfaatan teknologi tidak hanya dilakukan pada aspek monitoring kendaraan. Proses pemesanan juga dilakukan secara digital melalui situs TRAVL.
Penumpang dapat mencari jadwal, melakukan pemesanan tiket, memilih kursi, melakukan pembayaran digital, hingga menerima electronic ticketing. Digitalisasi tersebut menempatkan proses sebelum keberangkatan dalam satu alur layanan berbasis sistem.
Di sisi operasional perjalanan, armada TRAVL dilengkapi sejumlah fasilitas seperti captain reclining seat, leg rest, headrest, USB Type-A dan Type-C charging, serta personal AC.
Menurut Alka, integrasi antara sistem pemesanan, pemantauan armada, dan teknologi pendukung keselamatan diarahkan untuk menjaga konsistensi proses perjalanan sejak penumpang melakukan reservasi hingga tiba di tujuan.
Pengembangan sistem operasional tersebut berjalan bersamaan dengan penambahan akses keberangkatan. TRAVL membuka TRAVL Point Diponegoro di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, sebagai alternatif bagi penumpang yang beraktivitas di kawasan pusat kota.
“Lokasi baru ini kami persiapkan sebagai alternatif keberangkatan dari pusat Kota Bandung, terutama bagi masyarakat yang tinggal, bekerja, maupun beraktivitas di kawasan pusat kota dan sekitarnya,” kata Alka.
Dari TRAVL Point Diponegoro, layanan tersedia menuju lima titik di Jakarta dan Tangerang Selatan, yakni Fatmawati, Blora (Dukuh Atas), Semanggi, Bintaro, dan BSD.
Baca Juga: Bahas AI di Elitery, Sandiaga Uno Dorong Teknologi Ciptakan Lapangan Kerja
Baca Juga: Hadirkan Pameran Outing dan Incentive Travel untuk Perusahaan, IOITE 2026 igelar di PIK 2
Keberangkatan tersedia setiap jam mulai pukul 04.00 hingga 22.00 WIB. Dalam perjalanan menuju Jakarta dan Tangerang Selatan, armada dari Diponegoro melewati TRAVL Point Pasteur sebelum melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir.
Sementara pada perjalanan menuju Bandung, penumpang dapat turun setelah pintu keluar tol Pasteur dalam perjalanan menuju TRAVL Point Diponegoro.
Bagi TRAVL, pengembangan titik keberangkatan dan teknologi monitoring berjalan dalam satu kebutuhan operasional, yakni menyesuaikan layanan dengan pola perjalanan sekaligus meningkatkan visibilitas terhadap kondisi perjalanan.
"Pengembangan teknologi tersebut juga membuka peluang pemanfaatan data operasional secara lebih luas untuk mendukung pengelolaan keselamatan dan pemantauan armada pada layanan shuttle antarkota,"pungkasnya