Selasa, 06 Oktober 2026, 15:49 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah mengingatkan adanya kemungkinan motif politik berbeda di balik bergabungnya sejumlah kelompok ke pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia meminta koalisi pemerintah tidak menjadi ruang bagi pihak yang justru berupaya mengganggu soliditas politik Prabowo dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Fahri mengaku memiliki kecurigaan karena menurutnya tidak semua pihak yang masuk pemerintahan datang dengan tujuan memperkuat persatuan. Ia bahkan menduga ada kelompok tertentu yang membawa agenda politik terselubung.
“Saya ada kecurigaan, kami ada kecurigaan terus terang. Banyak yang sekarang ini bergabung motifnya bukan untuk bersatu,” kata Fahri dikutip pada Selasa (6/10/2026).
Salah satu hal yang menjadi sorotan Fahri adalah kemungkinan adanya upaya merusak hubungan politik Prabowo dan Jokowi. Menurut dia, hubungan keduanya menjadi salah satu fondasi konfigurasi politik pemerintahan saat ini.
“Yang pertama adalah motif untuk memecah persatuan yang sudah muncul di antara Pak Prabowo dan Pak Jokowi,” ungkap dia.
Karena itu, Fahri menilai pemerintah perlu berhati-hati terhadap kelompok yang memiliki agenda berbeda dengan tujuan koalisi. “Menurut saya, kita tidak bisa berkoalisi dengan kelompok yang ingin memecah apa yang sudah solid,” kata Fahri.
Selain hubungan Prabowo-Jokowi, Fahri juga menyinggung kemungkinan adanya skenario untuk mengganggu kepemimpinan Prabowo dengan menyingkirkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di tengah masa pemerintahan.
“Ada yang ingin mengganggu kepemimpinan Pak Prabowo dengan menyingkirkan Mas Gibran terlebih dahulu misalnya di tengah jalan,” tutur Fahri.
Fahri menyebut situasi tersebut sebagai indikasi adanya pihak yang bergabung ke pemerintahan bukan semata-mata untuk membantu menjalankan pemerintahan. “Ini adalah niat-niat berkoalisi yang tidak ikhlas,” imbuhnya.
Di sisi lain, Fahri meminta seluruh pihak yang bergabung dalam pemerintahan menerima hasil Pemilu 2024 yang menghasilkan pasangan Prabowo-Gibran. Menurutnya, penerimaan terhadap hasil pemilu menjadi bagian penting dari sikap politik ketika memilih bergabung dengan pemerintah.
“Kalau mau ikhlas, terima hasil pemilu,” ujarnya. Ia juga meminta pihak-pihak tersebut mengakui peran Prabowo dan Jokowi dalam membangun konfigurasi politik saat ini.
Baca Juga: Kapolri Suyudi Ditantang Buktikan Hukum Tak Tebang Pilih, Jokowi Disinggung
“Nyatakan hasil pemilu, ungkapkan terima kasih kepada Pak Prabowo dan Pak Jokowi yang telah mempersatukan kita,” pungkas Fahri.
Pernyataan Fahri disampaikan ketika posisi Gibran kembali menjadi sorotan melalui polemik syarat pendidikan yang telah bergulir di Mahkamah Konstitusi. Bagi Fahri, bergabung dalam pemerintahan semestinya memperkuat mandat hasil Pemilu 2024, bukan menjadi pintu bagi manuver politik yang berpotensi mengganggu kepemimpinan Prabowo.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy