Banda Aceh (ANTARA) - Bupati Aceh Besar H Muharram Idris memberikan motivasi kepada peserta Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang akan bertugas pada peringatan HUT ke-81 RI pada 17 Agustus 2026 di Lapangan Bungong Jeumpa Kota Jantho.
“Menjadi anggota Paskibraka adalah kebanggaan, karena terpilih dari seleksi ketat mewakili generasi muda terbaik. Kalian juga merupakan figur-figur terbaik,” kata Muharram, Kamis.
Ia menjelaskan, pelaksanaan pelatihan Paskibraka menjadi ajang kesempatan belajar membentuk karakter, meningkatkan kedisplinan, kebersamaan, dan kebersamaan calon Paskibraka.
"Pesan saya kepada anak anak, jadilah karakter yang berguna sepanjang hidup, mampu menumbuhkan kebersamaan sebagai tim yang saling bantu, mengingatkan, dan menghargai. Serta menjaga kedisiplinan dan integritas dan kesehatan," katanya.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta untuk selalu menerapkan ke disiplin, memiliki integritas yang tinggi, dan tanggung jawab serta mengikuti latihan dengan serius, menjaga kesehatan, serta mematuhi instruksi pelatih.
Sementara itu, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Aceh Besar, Doddy Mulia menambahkan, para peserta pelatihan Paskibraka tersebut berjumlah 72 orang yang merupakan hasil seleksi dari siswa berbagai SMA di Aceh Besar.
“Kehadiran Pak Bupati dan Forkopimda tentu saja sangat menyemangati adik-adik Paskibraka yang sedang giat berlatih,” kata Doddy.
Pelatihan Paskibraka Aceh Besar itu bertujuan membentuk calon anggota Paskibraka yang memiliki kriteria fisik, mental, dan karakter kebangsaan yang baik, sehingga akan sukses dalam meniti masa depannya.
Pewarta: M Ifdhal
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jadi intinya...
Liputan6.com, Jakarta - Raline Shah membagikan momen liburannya yang syahdu saat menikmati matahari terbenam di Saint Tropez, Prancis. Lewat unggahan di akun media sosial pribadinya, aktris ini tampil dengan gaya kasual namun tetap elegan.
Dalam potret yang diunggah, Raline berdiri di tepi pantai berkerikil dengan latar belakang tebing karang tinggi dan laut yang tenang, dihiasi deretan pelampung serta kapal-kapal yang berlabuh di kejauhan. Langit senja bernuansa jingga keemasan berpadu dengan birunya laut menciptakan suasana yang begitu syahdu.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318344/original/073785000_1786092540-SaveClip.App_765928440_18610353589030750_5959996851265159926_n.jpg)
Perbesar
Raline memilih outer blazer berwarna navy yang dipadukan dengan rok midi satin kuning pastel bernuansa lembut. Ia melengkapi gayanya dengan scarf motif paisley yang diikat di kepala, kacamata hitam bulat, serta tas tangan anyaman berdetail kulit cokelat.
Sepatu heels bertali menjadi sentuhan akhir yang membuat penampilannya semakin effortless namun tetap elegan. Gayanya yang centil dan ceria menambah suasana menyenangkan saat ia menghabiskan waktu di tepi pantai.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318345/original/094861600_1786092540-SaveClip.App_768528916_18610353607030750_954762631606466290_n.jpg)
Perbesar
Momen menenangkan ini diabadikan Raline dengan keterangan singkat namun sarat makna. "Summer Sunsets," tulisnya sebagai caption dalam unggahan tersebut.
Gaya liburan Raline yang simpel namun tetap fashionable ini pun menjadi sorotan. Ia selalu tampil elegan dan berkelas dalam setiap kesempatan, menegaskan sentuhan khasnya dalam memadukan kenyamanan dan keanggunan meski hanya untuk momen santai menikmati senja di tepi laut.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
The Sounds Project Vol 9: Rizky Febian Buka MG Stage, Jadi Headliner 5 Tahun Berturut-turut
Jumat, 7 Agustus 2026 15:50 WIB
Arsip - Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyapa peserta didik di Sekolah Rakyat Palangka Raya (29/10/2025). (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)
Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melengkapi sarana dan prasarana pendukung internet di seluruh daerah untuk mewujudkan pemerataan akses hingga ke wilayah terpencil.
"Pemerataan pembangunan tak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga dengan memastikan seluruh masyarakat memiliki akses terhadap teknologi informasi dan komunikasi," kata Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di Palangka Raya, Jumat.
Pemprov mewujudkan pemerataan akses ini melalui penyaluran hibah perangkat internet berbasis satelit Starlink.
Tahap awal, Pemprov Kalteng menyalurkan hibah perangkat Starlink ke 14 kabupaten/kota yang dimanfaatkan oleh Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Puskesmas, khususnya di wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses internet.
Kabupaten Sukamara menerima 73 unit perangkat Starlink, Kotawaringin Timur 83 unit, Gunung Mas 72 unit, Kota Palangka Raya 14 unit, Kabupaten Katingan 287 unit, Barito Timur 70 unit, Seruyan 131 unit, Kotawaringin Barat 176 unit, Barito Selatan 93 unit, Murung Raya 104 unit, Kapuas 47 unit, dan Pulang Pisau 87 unit.
Seluruh perangkat tersebut dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan layanan pendidikan, mempercepat digitalisasi pembelajaran, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di masing-masing daerah.
Melalui dukungan teknologi satelit, layanan internet yang lebih stabil diharap mempercepat digitalisasi pelayanan publik, meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, serta memperlancar komunikasi pemerintahan di berbagai wilayah.
Selain itu, pemerataan akses internet juga diharap semakin membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa melalui pemanfaatan teknologi digital, mulai dari promosi produk unggulan daerah, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga perluasan akses ke pasar digital.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan pemerintah desa dalam pengimplementasian transformasi digital berjalan efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Baca juga: GP Ansor Kalteng siapkan kemandirian ekonomi hingga bantu penanggulangan karhutla
Baca juga: Kalimantan Tengah pacu penanganan terpadu tanggulangi karhutla
Baca juga: Bapenda pacu kinerja ASN dan sosialisasi pacu penerimaan pajak Kalimantan Tengah
Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (DJBC Kemenkeu) menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis ganja oleh warga negara asing di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar Bali pada Jumat (7/8/2026).
DJBC melalui Bea Cukai Bandara Ngurah Rai bersama Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika golongan I jenis Delta-9 Tetrahydrocannabinol (ganja) seberat lebih dari 10 kilogram yang dibawa oleh dua warga negara asing asal India.
Pengungkapan kasus bermula pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 10.30 WITA, ketika pesawat Scoot Air nomor penerbangan TR280 dengan rute Koh Samui (Thailand)-Singapura-Denpasar tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Seluruh penumpang kemudian menjalani pemeriksaan rutin oleh petugas Bea Cukai Ngurah Rai di area kedatangan internasional.
Sekitar pukul 11.25 WITA, berdasarkan hasil analisis citra mesin sinar X (X-Ray) dan manajemen risiko, petugas Bea Cukai mencurigai barang bawaan dua penumpang berkewarganegaraan India berinisial AR, seorang manajer, dan PC, seorang guru. Kecurigaan tersebut ditindaklanjuti dengan pemeriksaan mendalam terhadap koper milik keduanya.
Dari koper milik AR, petugas menemukan delapan kotak yang berisi total 62 kemasan serbuk tanaman kering berwarna hijau kecokelatan yang setelah dilakukan pengujian terbukti mengandung narkotika golongan I jenis Delta-9 Tetrahydrocannabinol atau ganja dengan berat 6.399 gram bruto atau 6.275 gram netto. Sementara itu, dari koper milik PC ditemukan enam kotak berisi 38 kemasan dengan jenis barang serupa, dengan berat mencapai 3.911 gram bruto atau 3.835 gram netto.
Secara keseluruhan, petugas mengamankan 100 kemasan narkotika jenis ganja dengan berat total 10.310 gram bruto atau 10.110 gram netto.
Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai Wawan Dharmawan mengatakan hasil pengujian Laboratorium Bea Cukai Ngurah Rai memastikan seluruh barang bukti tersebut positif mengandung ganja.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kedua terduga pelaku mengaku datang ke Bali untuk berlibur selama 3 hari bersama keluarga. Mereka juga mengakui memperoleh barang tersebut dari seseorang di Thailand sebelum membawanya ke Indonesia. Untuk mengelabui petugas, narkotika disamarkan sebagai oleh-oleh makanan yang dikemas dalam beberapa kardus dan dicampurkan bersama barang bawaan lainnya di dalam koper," kata Wawan dalam siaran persnya, dikutip Jumat (7/8/2026).
Segera setelah barang bukti ditemukan, Bea Cukai Ngurah Rai berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk dilakukan serah terima tersangka, barang bukti, dan penanganan perkara di Kantor Bea Cukai Ngurah Rai.
Tim gabungan kemudian dibentuk untuk melaksanakan controlled delivery sebagai bagian dari upaya pengembangan kasus dan pengungkapan jaringan yang lebih luas. Setelah itu, kedua pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.
Keberhasilan pengungkapan ini diperkirakan telah menyelamatkan lebih dari 2.076 jiwa dari dampak penyalahgunaan narkotika serta mencegah potensi kerugian ekonomi masyarakat yang diperkirakan mencapai Rp3,3 miliar.
Wawan menegaskan bahwa keberhasilan penindakan narkotika ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara Bea Cukai dan Kepolisian merupakan garda terdepan dalam menjaga pintu masuk negara dari ancaman penyelundupan narkotika.
"Kolaborasi antarpenegak hukum akan terus diperkuat melalui pertukaran informasi, pengawasan berbasis intelijen, serta operasi terpadu guna melindungi masyarakat dan menjaga Indonesia dari ancaman jaringan peredaran gelap narkotika internasional," tutupnya.
(arj/arj)
[Gambas:Video CNBC]
Jumat, 7 Agustus 2026 15:50 WIB
Sejumlah peserta mengikuti pagelaran budaya RI di Royal Kuching Cruise, di Sarawak, Malaysia, Kamis (6/8/2026). (ANTARA/HO-Pensosbud KJRI Kuching)
Kuala Lumpur (ANTARA) - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching memeriahkan Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dengan menyelenggarakan pagelaran budaya Indonesia di Royal Kuching Cruise yang berlayar di Sungai Sarawak.
KJRI Kuching dalam keterangannya, di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat, menyampaikan kegiatan yang bertajuk "Harmoni Kemerdekaan: Pagelaran Kebudayaan dalam Memeriahkan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia", diselenggarakan Kamis (6/8) di Sarawak.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan persahabatan Indonesia dengan Sarawak, Malaysia melalui diplomasi budaya, sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan tradisi Nusantara kepada masyarakat internasional.
"Kebudayaan merupakan salah satu kekuatan penting dalam mempererat hubungan antarmasyarakat dan membangun saling pengertian antarbangsa," ujar istri Konsul Jenderal RI Kuching Gusti Nirmala Zulkifli saat membuka acara tersebut.
Rangkaian acara diawali dengan fashion show yang menampilkan beragam busana khas Nusantara dari berbagai daerah di Indonesia. Peragaan busana tersebut menghadirkan kekayaan wastra Indonesia yang sarat akan nilai sejarah, filosofi, dan identitas budaya bangsa.
Penampilan para model mendapat apresiasi dari para tamu undangan sebagai wujud keberagaman budaya Indonesia yang tetap lestari dan relevan di tengah masyarakat global.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan Saung Akar Budaya yang membawakan pertunjukan musik angklung sebagai salah satu warisan budaya tak benda Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO.
Alunan harmoni angklung yang dipadukan dengan lagu-lagu Nusantara berhasil memukau para tamu undangan sekaligus menjadi media yang efektif dalam memperkenalkan seni budaya Indonesia kepada masyarakat internasional, khususnya di Sarawak.
Melalui pagelaran budaya ini, KJRI Kuching menyatakan komitmennya untuk terus mempromosikan kekayaan budaya Indonesia sebagai bagian dari diplomasi budaya yang mampu memperkuat citra positif Indonesia di tingkat internasional, khususnya di wilayah Sarawak.
KJRI Kuching berharap diplomasi budaya dapat terus menjadi jembatan yang mempererat hubungan persahabatan Indonesia dan Malaysia, khususnya dengan Sarawak, serta memperkuat kerja sama di bidang seni, budaya, dan pariwisata kedua wilayah.
Turut hadir dalam acara itu sejumlah tamu kehormatan dari Sarawak, antara lain Datin Patinggi Sri Datuk Wira Lorna Enan Muloon Chan, Datin Sri Zuraini Abdul Jabbar, Datin Dayang Mariani Abang Zain, CEO Sarawak Tourism Board Sharzede Datu Salleh Askor, serta diaspora dan friends of Indonesia di Sarawak.
KJRI menyampaikan kehadiran para tokoh tersebut mencerminkan eratnya hubungan persahabatan dan kerja sama yang terus terjalin antara Indonesia dan Sarawak, Malaysia.
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Jakarta (ANTARA) - Indonesia is strengthening post-consumer packaging management to accelerate manufacturing's transition to a green industry, aiming to improve competitiveness, expand the circular economy and support the sector's net-zero emissions target by 2050.
Industry Minister Agus Gumiwang Kartasasmita said the green industry is a cornerstone of Indonesia's industrial strategy to ensure long-term sustainability and strengthen global competitiveness.
He said the strategy extends beyond cutting emissions, creating added value through higher production efficiency, technological innovation and a stronger circular economy.
"The transition to a green industry is a strategic step to strengthen national industrial competitiveness as global demand for sustainable products continues to rise," Kartasasmita said in a statement released on Friday.
He said advancing the circular economy requires stronger collaboration among the government, businesses, academia and other stakeholders.
The Industry Ministry has prepared an industrial decarbonization roadmap for priority manufacturing subsectors, including food and beverages, which it sees as offering significant circular economy potential.
Acting Director General of Agro-Industry Putu Juli Ardika said effective post-consumer packaging management is a key element of sustainable industrial transformation.
A Sustainable Waste Indonesia study found polypropylene accounts for 36 percent of domestic plastic use, followed by low-density polyethylene at 17 percent and high-density polyethylene at 14 percent.
Polyethylene terephthalate, commonly used for beverage bottles, represents about 9 percent of Indonesia's total plastic consumption.
Despite its smaller share, PET bottles offer strong circular economy potential because of their relatively high collection and recycling rates.
Ministry Director of Beverage, Tobacco Products and Refreshments Industries Merrijantij Punguan Pintaria said Indonesia generates an estimated 435,000 metric tons of PET bottle waste annually, with 307,000 metric tons collected.
That translates into a PET bottle recycling rate of about 71 percent, underscoring the material's substantial economic value across the recycling supply chain.
The ministry has launched development programs to expand green industry and circular economy practices across the beverage industry.
The initiatives will assess current industry practices, identify implementation challenges and strengthen cooperation among government agencies, businesses, academia and environmental organizations.
The findings will support technical assistance for selected beverage companies, followed by policy recommendations and an industry action plan developed through a dedicated forum.
Pewarta: Ahmad Muzdaffar, Raka Adji
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Perbesar:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/9318176/original/007785300_1786088681-20260806_Budy_Santoso_Persib_vs_Persebaya_Final_Piala_Presiden_11.jpg)
Liputan6.com, Gianyar - Persebaya Surabaya menjuarai Piala Presiden 2026. Menyusul gelar tersebut, manajemen klub mengimbau Bonek tidak menggelar konvoi penyambutan di jalan raya.
Final di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (6/8/2026), berakhir 1-1 hingga perpanjangan waktu. Persebaya mengalahkan Persib Bandung 6-5 melalui adu penalti.
Trofi ini menjadi yang pertama untuk Persebaya di ajang Piala Presiden. Sebelumnya, capaian terbaik Bajul Ijo adalah final edisi 2019 ketika kalah agregat 2-4 dari Arema FC.
Turnamen musim ini juga digelar tanpa penonton sejak semifinal hingga partai puncak, sehingga suporter tak hadir langsung di stadion. Di Surabaya, dukungan mengalir lewat nonton bareng di berbagai titik.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317634/original/054040200_1786032324-0L5A1616.jpeg)
Perbesar
Sesaat setelah kepastian juara, beredar video di media sosial yang menampilkan kelompok Bonek melakukan konvoi di sejumlah ruas jalan Surabaya pada Kamis malam hingga Jumat (7/8/2026) dini hari. Di waktu bersamaan, ajakan menjemput skuad Persebaya yang akan tiba di Kota Pahlawan juga muncul.
Manajemen menegaskan tidak ada pengumuman resmi soal arak-arakan juara bersama para pemain. Manajer Persebaya, Sidik Tualeka, meminta agar perayaan dilakukan tanpa konvoi di jalan raya.
"Konvoi di jalan raya itu sebenarnya lebih banyak mudaratnya, berpotensi mengganggu arus lalu lintas. Pihak keamanan juga kerepotan. Jadi, sebaiknya tidak perlu ada konvoi penyambutan tim," ungkap pria yang akrab disapa Alek itu kepada Bola.com.
"Bisa jadi warga Surabaya memiliki kesibukan. Mungkin ada yang berangkat kerja, atau punya urusan yang genting. Kalau kita konvoi, tentu akan mengganggu," ujar Alek.
Usai menuntaskan turnamen, manajemen meliburkan skuad dari agenda resmi latihan selama beberapa hari. Kebijakan ini diambil agar pemain bisa beristirahat setelah sekitar dua pekan pelaksanaan Piala Presiden 2026.
Jadwal kompetisi pramusim tersebut terbilang padat. Persebaya memainkan lima pertandingan, dari fase grup hingga final, hanya dalam 12 hari.
Klub juga sudah menyiapkan agenda pramusim berikutnya. Persebaya dijadwalkan menjamu Penang FC dalam uji coba internasional di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (15/8/2026).
"Nanti perayaan bisa datang saja tanggal 15 Agustus di Stadion GBT. Marilah kita sama-sama merayakan dengan tertib di stadion. Kita akan menikmati momen bersama. Itu akan lebih baik bagi pemain juga," tutur pria asal Maluku tersebut.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Jelang Chelsea vs AC Milan di Jakarta, Ruben Amorim Puji Xabi Alonso
Banda Aceh (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar sepakat memperkuat sinergi perlindungan kekayaan intelektual (KI).
Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Aceh Meurah Budiman di Banda Aceh, Kamis, mengatakan pentingnya memproteksi kekayaan intelektual milik masyarakat Kabupaten Aceh Besar agar tidak diklaim pihak lain.
"Berdasarkan data, Kabupaten Aceh Besar merupakan daerah dengan potensi kekayaan intelektualnya cukup besar, butuh pelindungan hukum agar tetap terjaga dari klaim pihak lain," katanya.
Meurah Budiman menerangkan pentingnya langkah cepat dalam menginventarisasi dan mencatatkan potensi daerah. Kabupaten Aceh Besar memiliki kekayaan tradisi serta kriya dan kuliner khas indatu (leluhur) yang sangat beragam sehingga berisiko diklaim pihak lain jika tidak dilindungi.
"Kami juga mendorong pembentukan sentra kekayaan intelektual serta penyusunan regulasi kepala daerah guna memproteksi berbagai potensi kekayaan intelektual personal maupun komunal di Kabupaten Aceh Besar," kata Meurah Budiman.
Sementara itu, Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum Kemenkum Aceh M Ardiningrat Hidayat mengatakan pihaknya memberikan pendampingan teknis dan regulasi agar pembentukan sentra kekayaan intelektual maupun penyusunan aturan daerah berjalan optimal.
"Kami siap memberikan asistensi penuh Pemkab Aceh Besar, baik dalam legalitas pembentukan Sentra KI maupun penyusunan draf regulasinya. Ini krusial agar warisan budaya dan produk UMKM Aceh Besar memiliki kepastian hukum, terlindungi dari klaim, sekaligus mendorong nilai ekonomi masyarakat," katanya.
Bupati Aceh Besar Muharram Idris menyambut positif dan meminta jajarannya untuk bergerak cepat mencatat aset kekayaan intelektual di daerahnya, mulai dari sektor kerajinan, kuliner khas, hingga potensi pariwisata.
"Pemkab Aceh Besar berkomitmen melindungi potensi kekayaan intelektual serta mempercepat hadirnya regulasi daerah terkait perlindungan kekayaan intelektual," kata Muharram Idris.
Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Warta Ekonomi, Jakarta -
Industri pinjaman daring (pindar) Indonesia masih menghadapi persoalan kualitas pembiayaan meski minat lender luar negeri terus meningkat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat terdapat 16 penyelenggara pindar yang memiliki tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) di atas ambang batas 5% hingga Juni 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan tingginya risiko kredit macet dipengaruhi kemampuan bayar debitur serta kualitas penerapan manajemen risiko oleh masing-masing penyelenggara.
Karena itu, OJK meminta perusahaan pindar memperkuat credit scoring dan pengelolaan risiko dalam menyalurkan pendanaan.
"OJK telah meminta Penyelenggara dengan TWP90 di atas 5% untuk melaksanakan langkah-langkah perbaikan dan terus melakukan pengawasan secara ketat terhadap implementasinya," ujar Agusman, Jumat (7/8/2026).
OJK juga dapat menetapkan penyelenggara dengan tingkat risiko tinggi ke dalam status Pengawasan Intensif atau Pengawasan Khusus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perbaikan kualitas pembiayaan benar-benar dijalankan oleh perusahaan yang memiliki tingkat wanprestasi tinggi.
Di tengah persoalan tersebut, pendanaan dari lender luar negeri justru menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga Juni 2026, dana yang berasal dari lender asing mencapai Rp17,28 triliun atau meningkat 34,18% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Jumlah tersebut setara dengan 16,43% dari total outstanding pendanaan industri pindar yang pada periode yang sama mencapai Rp105,14 triliun. Menurut Agusman, pertumbuhan pendanaan dari luar negeri menunjukkan industri pindar Indonesia masih memiliki daya tarik bagi lender asing.
"Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa industri Pindar Indonesia masih menarik bagi lender luar negeri," jelasnya.
Pertumbuhan pendanaan asing tersebut sekaligus menunjukkan besarnya kepercayaan lender luar negeri terhadap pasar pinjaman daring Indonesia. Imbal balik yang ditawarkan industri pindar domestik juga dinilai cukup kompetitif sehingga menjadi salah satu faktor yang membuat pendanaan dari luar negeri terus meningkat.
Baca Juga: OJK Perketat Pengamanan Pinjol Saat Outstanding Tembus Rp105 Triliun
Namun, pertumbuhan pendanaan tidak serta-merta menghilangkan tantangan dari sisi kualitas kredit. Semakin besar dana yang disalurkan, semakin penting bagi penyelenggara pindar memastikan pembiayaan diberikan kepada debitur dengan kemampuan bayar yang memadai.
OJK menilai kemampuan bayar debitur dan penerapan manajemen risiko menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pendanaan. Penyelenggara juga diwajibkan melakukan perbaikan apabila tingkat TWP90 mereka sudah melewati batas yang ditetapkan.
Dengan outstanding pendanaan yang mencapai Rp105,14 triliun, pengelolaan risiko menjadi semakin penting bagi industri pindar. Pasalnya, pertumbuhan bisnis yang tidak diikuti penguatan credit scoring berpotensi meningkatkan risiko kredit bermasalah.
Kondisi ini membuat perkembangan industri pindar Indonesia menghadapi dua sisi sekaligus. Di satu sisi, masuknya dana asing menunjukkan pasar masih menarik, tetapi di sisi lain OJK tetap harus memastikan ekspansi tersebut berjalan dengan kualitas pembiayaan dan manajemen risiko yang sehat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Garut (ANTARA) - Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mendorong pengembangan destinasi wisata Curug Sanghyang Taraje sebagai wisata air terjun alami di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, Jawa Barat agar semakin menarik dan banyak dikunjungi wisatawan.
"Ini kita harus pelihara, jaga, dan kita kembangkan sehingga memberikan dampak yang baik buat masyarakat," kata Abdusy Syakur Amin di Garut, Jumat.
Bupati bersama jajarannya sudah meninjau langsung untuk mengetahui kondisi destinasi wisata alam air terjun tersebut di Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan, Sabtu (1/8), kemudian berdialog dengan pengelola wisata terkait yang dibutuhkan untuk menunjang kawasan wisata tersebut.
"Barangkali apa yang bisa dikerjakan oleh Pemkab untuk meningkatkan akses bagi masyarakat di sini. Semoga ada realisasi dalam waktu tidak terlalu lama," katanya.
Menurut dia, destinasi wisata Curug Sanghyang Taraje sudah cukup dikenal oleh wisatawan lokal Garut, maupun berbagai daerah, bahkan beberapa wisatawan asing juga pernah berkunjung ke tempat tersebut.
"Curug yang katanya salah satu yang tercantik di Jawa Barat, bahkan juga mungkin di Indonesia," katanya.
Kawasan wisata tersebut, kata dia, juga bisa dikaitkan sebagai wisata olahraga atau "sport tourism" yang diharapkan bisa mendatangkan banyak pengunjung.
Menurut dia, pariwisata memiliki peran strategis untuk menopang perekonomian lokal, untuk itu perlu kerja sama dengan semua pihak untuk menjaga kelestarian alam, dan kebersihan lingkungan.
"Kalau bisa membantu ekonomi masyarakat akan lebih bagus 'kan, ya, tetap harus dijaga kelestariannya," katanya.
Ia menyampaikan, Pemkab Garut akan mencari formulasi terbaik sesuai kapasitas anggaran daerah, kemudian membangun kolaborasi dan keterlibatan aktif masyarakat desa melalui skema timbal balik.
Pemkab Garut, lanjut dia, mendorong alokasi anggaran desa serta kepatuhan partisipasi masyarakat, termasuk untuk memenuhi kewajiban pajak agar pembangunan tidak sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah.
"Di situ ada kolaborasi antara masyarakat, desa dengan pemerintah," katanya.
Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.