Dokter Forensik Dalami Buih Keluar dari Mulut Sutrimo

calendar_today 12.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta, CNN Indonesia --

Tim dokter forensik turut mendalami soal informasi yang menyebut bahwa mulut dan hidung Sutrimo mengeluarkan buih saat ditemukan tak sadarkan diri dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

"Memang informasi yang kami terima, jenazah Sutrimo ini mengeluarkan swab, mengeluarkan buih ya dari hidung dan mulutnya pada saat dia meninggal. Namun pada waktu kami ekshumasi tadi, sudah tidak ada," kata Ketua Tim Dokter Forensik, Prof. Yudi dalam konferensi pers, Rabu (12/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disampaikan Yudi, pihaknya tadi telah melakukan swab untuk mendalami apakah sempat ada buih yang keluar dari tubuh Sutrimo saat meninggal dunia.

"Tapi kami mencoba melakukan tadi, pemisahan laboratorium mengambil dengan cara men-swab ya, apakah di situ masih ada sisa-sisa dari yang terkandung dari ini," ucap dia.

"Kita tunggu dari hasil laboratorium tersebut, apakah itu dari toksikologi ataupun dari pemeriksaan DNA-nya ataupun dari pemeriksaan histopatologinya," sambungnya.

Sebelumnya, tim dokter forensik menyatakan tidak menemukan ada bekas luka benda tumpul maupun tajam berdasarkan pemeriksaan visual terhadap jenazah pria bernama Sutrimo.

"Dari hasil pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam, secara visual kami tidak mendapatkan tanda-tanda luka yang di mana diakibatkan oleh karena kekerasan tumpul maupun kekerasan tajam," kata Ketua Tim Dokter Forensik, Prof. Yudi dalam konferensi pers, Rabu (12/8).

Namun, disampaikan Yudi, pihaknya telah mengambil sejumlah sampel untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan guna mencari penyebab kematian Sutrimo.

Polda Metro Jaya melakukan proses ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Rabu (12/8) hari ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan ekshumasi dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan untuk memperoleh bukti medis dan ilmiah guna mengungkap penyebab kematian almarhum.

"Pelaksanaan ekshumasi hari ini merupakan bagian dari proses penyidikan. Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi Polda Metro Jaya dengan Polda Jawa Tengah dan Polresta Banyumas," kata Budi dalam keterangannya.

Di sisi lain, eks Jampidsus, Febrie Adriansyah telah membantah informasi yang menyebut bahwa Sutrimo berstatus sebagai kepala rumah tangga (Karumga).

Firman Wijaya, salah satu tim kuasa hukum Febrie menyebut Sutrimo lebih banyak bertugas menjaga rumah kosong dan tinggal di sana. Sutrimo juga sering pulang kampung atau mengambil pekerjaan lain sehingga dia tidak terus-terusan bekerja dengan Febrie.

"Jadi posisi almarhum bukan sebagai karumga seperti yang banyak disampaikan, namun lebih ke menjaga rumah yang kosong dan tinggal di sana," kata Firman dalam keterangannya, Rabu.

(dis/fra)

[Gambas:Video CNN]

263 Hari di Kapal Induk USS Lincoln, Tentara AS Disebut Stres dan Kelelahan hingga Berujung Maut

calendar_today 12.08.2026 - person  - timer ~

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Jakarta, VIVA – Sebanyak tujuh tentara Amerika Serikat dilaporkan tewas setelah terlibat baku hantam di atas kapal induk USS Abraham Lincoln. Peristiwa tersebut disebut terjadi di tengah tekanan berat yang dialami para awak selama menjalani penugasan panjang.

Baca Juga

Para tentara diketahui telah menjalani tugas selama 263 hari di kapal induk USS Abraham Lincoln. Durasi penugasan yang panjang dengan waktu istirahat terbatas diduga membuat sebagian awak mengalami stres dan kelelahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi kerja yang berat serta minimnya waktu untuk beristirahat menjadi sorotan dalam situasi yang dialami para kru kapal. Keluarga awak mengungkapkan bahwa sebagian personel harus menjalani shift kerja panjang dan jarang memperoleh hari libur selama berada di kapal.

Baca Juga

Hanya Dua Hari Libur Sejak Berangkat dari San Diego

Dikutip dari MS Snow, para kru USS Abraham Lincoln disebut hanya mendapatkan dua hari libur sejak kapal tersebut meninggalkan pelabuhan asalnya di San Diego pada November.

Baca Juga

Minimnya waktu istirahat tersebut menjadi salah satu kondisi yang disebut memperberat tekanan yang dirasakan para awak. Mereka harus tetap menjalankan tugas di tengah penugasan yang berlangsung selama berbulan-bulan.

Lamanya berada di kapal membuat para awak menjalani rutinitas kerja dalam ruang yang terbatas. Kondisi tersebut disebut turut memengaruhi tingkat stres dan kelelahan yang dialami sebagian personel.

Tekanan pekerjaan juga tidak hanya berasal dari durasi penugasan. Kondisi lingkungan di atas kapal induk yang padat dan bising serta memiliki risiko kecelakaan tinggi turut menjadi tantangan bagi para awak.

Fasilitas Kapal Ikut Dikeluhkan Keluarga Awak

Selain persoalan jam kerja dan waktu istirahat, keluarga para awak juga menyoroti berbagai kondisi fasilitas serta kebutuhan sehari-hari di USS Abraham Lincoln.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejumlah keluarga mengeluhkan kondisi kamar mandi yang disebut berjamur. Keterbatasan makanan serta antrean panjang di toko kapal juga menjadi persoalan yang disampaikan.

Bahkan, sejumlah kebutuhan dasar seperti pasta gigi, sabun, dan deodoran disebut kerap tidak tersedia. Situasi tersebut dinilai semakin menambah tekanan yang harus dihadapi para awak selama menjalani penugasan panjang.

Halaman Selanjutnya

Pada April, keluarga para awak juga membagikan foto yang menunjukkan porsi makanan di kapal. Mereka menilai jumlah makanan yang diberikan sangat sedikit dan tidak layak.

Sejarah Respon Internasional terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

calendar_today 12.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta -

Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-81 yang diperingati pada 17 Agustus 2026 bisa menjadi momen spesial untuk mengenalkan kepada anak-anak tentang perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Melalui cerita sejarah, Si Kecil dapat belajar mengenal keberanian dan semangat pantang menyerah yang dimiliki para pahlawan, Bunda.

Salah satu aktivitas yang bisa dilakukan bersama anak di HUT RI adalah membacakan cerita sejarah kemerdekaan Indonesia. Misalnya, Bunda dapat menceritakan sejarah respons internasional terhadap proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Nah, berikut telah HaiBunda rangkum, sejarah tentang proklamasi dan respons dunia terhadap kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus 1945!

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan pada hari Jumat, 17 Agustus 1945, pukul 10.00 pagi. Teks proklamasi dibacakan oleh Ir. Soekarno di teras depan rumahnya, di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta Pusat.

Meski telah merdeka, penyerahan kedaulatan Belanda kepada Indonesia baru terjadi pada 27 Desember 1949. Penyerahan ini dilangsungkan di Belanda, dipimpin oleh Moh. Hatta sebagai delegasi Indonesia.

Dilansir dari buku Sejarah 3 SMA Kelas XII: Program Ilmu Sosial karya Drs. Sardiman A.M, M.Pd., pernyataan tentang 'penyerahan kedaulatan' oleh pihak Indonesia diartikan sebagai 'pengakuan kedaulatan', meski pihak Belanda tidak menyetujui perkataan tersebut. Namun, dalam kenyataannya masyarakat internasional mengakui keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Walaupun Belanda sendiri tidak mengakui Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 dan yang diakui adalah tanggal 27 Desember 1949, tetapi oleh bangsa Indonesia keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia itu tetap terhitung sejak Proklamasi Kemerdekaan," demikian tulis Drs. Sardiman A.M, M.Pd.

Respons internasional terkait proklamasi kemerdekaaan Indonesia

Proklamasi kemerdekaan Indonesia yang dibacakan oleh Ir. Soekarno pada 17 Agustus 1945 menuai respons dari berbagai negara. Beberapa di antaranya memberikan respons positif, Bunda.

Dikutip dari buku Merawat Indonesia oleh Lukman Hakiem, dilansir laman detikcom, dan beberapa sumber, berikut respons internasional terhadap proklamasi kemerdekaan Indonesia:

1. Mesir

Negara Mesir mengakui kemerdekaan Indonesia secara de facto pada 22 Maret 1946. Dukungan muncul setelah lobi yang dilakukan oleh diplomat Republik Indonesia (RI) di Ibu Kota Kairo beberapa bulan setelah konsolidasi kabinet yang dilakukan Soekarno.

Setelah Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) menyetujui Perjanjian Linggarjati pada 6 Maret 1947, Konsul Jenderal Mesir di Mumbai, India, Mohammad Abdul Mun'im mendarat di Ibu Kota RI, yang saat itu berada di Yogyakarta. Saat itu, Mun'im menjadi utusan Liga Arab yang ingin mengakui kemerdekaan Indonesia. Pihaknya mengharapkan agar delegasi RI segera dikirim ke negara-negara Arab.

Kemudian, pada 16 Maret 1946, delegasi diplomatik Indonesia berangkat ke Mesir lewat Mumbai. Mereka adalah H. Agus Salim (Ketua), H.M. Rasjidi (Sekretaris merangkap Bendahara), dan tiga anggota lainnya, yaitu Nazir St. Pamuntjak, Abdul Kadir, dan A.R. Baswedan.

Setelah mengakui kedaulatan Indonesia, Mesir berusaha meyakinkan Suriah, Irak, Qatar, serta Kerajaan Arab Saudi untuk melakukan hal yang sama, Bunda.

Pada 10 Juni 1947, Mesir mengakui kedaulatan Indonesia secara de jure dengan menunjuk Rasjidi sebagai kuasa usaha RI. Negara ini juga membuka Kedutaan Besar Indonesia di Kairo.

2. India

Negara keuda yang mengakui kemerdekaan Indonesia adalah India. Perdana Menteri India kala itu, Jawaharlal Nehru, menyampaikan hal tersebut pada 2 September 1946.

Ada beberapa peran India dalam mendukung kemerdekaan Indonesia. Dilansir buku Modul Pembelajaran SMA Sejarah Kelas XII (2018) yang disusun oleh Nancy Rahman, berikut beberapa perannya:

  • Mendistribusikan obat-obatan ke Indonesia, sebagai balasan atas bantuan Indonesia mengirim kurang lebih 500.000 ton padi ke India
  • India dan Australia mengajukan masalah Indonesia-Belanda ke Dewan Keamanan PBB pada 31 Juli 1947. Akibatnya, PBB mengeluarkan resolusi pada 1 Agustus 1947 untuk menghentikan pertikaian antara Indonesia dan Belanda melalui arbitrase.
  • Pada 20-25 Januari 1949, diadakan konferensi Asia-Afrika di New Dehli. Konferensi ini dihadiri oleh negara-negara Asia, seperti Pakistan, Afghanistan, Libanon, Suriah, Saudi Arabia, Filipina, India, Myanmar, Yaman, dan Irak. Kemudian, delegasi dari Afrika berasal dari Mesir dan Ethiopia. Selain itu, konferensi ini juga dihadiri utusan dari Australia, serta Indonesia dalam ini diwakili oleh Dr. Sudarsono.

3. Lebanon

Delegasi diplomatik Indonesia lalu melanjutkan perjalanan ke Lebanon. Negara ini juga mengakui kemerdekaan Indonesia setelah proklamasi dibacakan, Bunda.

Pernyataan terkait kemerdekaan ini disampaikan pada 2 September 1946. Tokoh yang menyampaikannya adalah Perdana Menteri India yang saat itu menjabat, yakni Jawaharlal Nehru.

4. Vatikan

Otoritas Katolik di Vatikan memberikan respons positif terhadap proklamasi kemerdekaan Indonesia. Pada 6 Juli 1947, Vatikan secara resmi mengakui kemerdekaan Indonesia, Bunda.

Salah satu bentuk dukungan ini adalah dengan dibukanya kedutaan Vatikan, yang disebut Apostolic Delegate. Duta Besar Vatikan pertama yang ditugaskan di Indonesia saat itu adalah Georges-Marie Joseph-Hubert-Ghislain de Jonghe d'Ardoye. Ia menjadi Duta Besar dengan masa bakti 1947 hingga 1955.

5. Arab Saudi

Pada Juli 1947, Belanda melakukan agresi militer terhadap Indonesia. Saat itu, Sutan Syahrir yang sebelumnya menjabat sebagai Perdana Menteri bergegas ke markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Sutan Syahrir lalu meminta kepada Agus Salim untuk memperkuat delegasi RI di PBB. Kemudian, Agus Salim memerintahkan Rasjidi untuk melanjutkan misi pengakuan kemerdekaan ke Arab Saudi. Sementara itu, A.R. Baswedan dan anggota delegasi lainnya kembali ke Tanah Air untuk menyerahkan dokumen pengakuan kemerdekaan dari Mesir dan Lebanon.

Pada 24 November 1947, Raja Abdul Aziz yang menjabat Raja Arab Saudi saat itu memberikan surat yang berisi pengakuan Kerajaan Arab Saudi terhadap kemerdekaan RI. Setelah itu, beberapa negara lain juga memberikan respons terhadap proklamasi kemerdekaan Indonesia, seperti Suriah, Lebanon, Irak, Afghanistan, dan Yaman.

Peran PBB dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia

Setelah pembacaan proklamasi atau tepatnya pada tahun 1947, terjadi pembentukan Komisi beranggotakan Amerika Serikat, Australia, dan Belgia, yang dikenal sebagai Komisi Tiga Negara (KTN) di Indonesia. KTN berperan aktif dalam penyelenggaraan Perjanjian Renville.

Pada 19 Desember 1948, Agresi Militer Belanda II terjadi dan disaksikan oleh KTN. Mereka lalu membuat laporan pada Dewan Keamanan PBB bahwa Belanda banyak melakukan pelanggaran. Hal ini membuat Indonesia lebih banyak didukung negara-negara lain.

Setelah agresi, PBB sendiri membentuk United Nations Commissions for Indonesia (UNCI) Komisi PBB untuk Indonesia. UNCI memiliki kekuasaan lebih besar dibandingkan dengan KTN. Komisi ini berhak mengambil keputusan yang mengikat atas dasar suara mayoritas.

UNCI berperan besar dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, Bunda. Mereka memiliki beberapa tugas dan kekuasaan, seperti:

  • Memberi rekomendasi pada DK PBB dan pihak yang bersengketa (Indonesia dan Belanda).
  • Membantu Indonesia dan Belanda untuk mengambil keputusan dan melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB.
  • Mengajukan saran pada Dewan Keamanan PBB mengenai cara-cara yang dianggap terbaik agar pengalihan kekuasaan di Indonesia berlangsung aman dan tenteram.
  • Membantu pemulihan kekuasaan pemerintah RI dengan segera
  • Mengajukan rekomendasi pada Dewan Keamanan PBB mengenai bantuan yang dapat diberikan untuk membantu keadaan ekonomi penduduk di daerah-daerah yang diserahkan kembali pada RI.
  • Memberikan saran tentang pemakaian tentara Belanda di daerah-daerah yang dianggap perlu demi ketenteraman rakyat.
  • Mengawasi pemilihan umum bila di wilayah Indonesia diadakan pemilihan.

Itulah sejarah respons internasional terhadap kemerdekaan RI. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/fir)

Pajak Marketplace Berpeluang Ditunda Kembali, Ini Penjelasan Purbaya |Republika Online

calendar_today 12.08.2026 - person  - timer ~

Petugas melayani wajib pajak yang memiliki kendala terkait Coretax di Helpdesk Tempat Pelayanan Terpadu (TPT) Kantor Pajak Gedung Radjiman, Jakarta, Selasa (18/2/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang menunda kembali implementasi pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 atas transaksi pada platform lokapasar (marketplace). Purbaya menjelaskan kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, penerapan jenis pajak tersebut akan mempertimbangkan kondisi perekonomian nasional serta daya beli masyarakat.

Pemungutan pajak marketplace mulanya dijadwalkan berlaku efektif per 1 Agustus 2026. Namun, pada 5 Agustus 2026, Purbaya mengumumkan bahwa pemerintah menunda implementasi kebijakan tersebut.

“Prioritas saya, saya undur dulu. Nanti kita lihat keadaannya seperti apa, kondisi ekonomi dan masyarakat kita. Kalau kemarin bisa diundur kan, nanti kalau keadaan jelek bisa kita undur lagi. Tapi, sekarang (ditunda) sampai Oktober,” kata Purbaya.

Menurut Purbaya, keputusan pemerintah menunda penerapan pajak marketplace bertujuan untuk memberikan waktu kepada masyarakat meningkatkan kapasitas pendapatan sehingga mereka memiliki modal yang memadai untuk berbelanja.

Saat ini, kata dia, pertumbuhan ekonomi nasional menunjukkan perkembangan yang relatif stabil dengan level 5,29 persen (year-on-year/yoy) pada triwulan II-2026. Purbaya menyebut bakal mendorong pertumbuhan ekonomi hingga ke level 6 persen (yoy) pada akhir tahun.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan sebelumnya menyatakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 yang telah dipungut oleh marketplace dari Pedagang Dalam Negeri sehubungan dengan penunjukan yang telah diterbitkan sebelumnya akan dikembalikan oleh marketplace kepada Pedagang Dalam Negeri.

Pemberlakuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 37 Tahun 2025 sebagai payung hukum yang menaungi wacana pungutan pajak marketplace ditunda hingga 31 Oktober 2026. Adapun pemungutan PPh Pasal 22 berdasarkan ketentuan tersebut mulai berlaku pada 1 November 2026.

Dengan demikian, Keputusan Direktur Jenderal Pajak mengenai penunjukan marketplace sebagai pemungut PPh Pasal 22 yang telah diterbitkan akan dibatalkan dan dilakukan penunjukan kembali.

sumber : Antara

Dinasti Bisnis Presiden Mendadak Tumbang, Ternyata Ini Penyebabnya

calendar_today 12.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta, CNBC Indonesia - 'Kerajaan' bisnis media milik Donald Trump, Trump Media and Technology Group (TMTG), mencatatkan kinerja keuangan yang tertekan pada kuartal kedua (Q2) tahun 2026. Kerugian bersih perusahaan membengkak hingga US$238,1 juta (Rp4,2 triliun), dipicu kerugian non-kas dari penurunan nilai portofolio aset kripto, terutama Bitcoin.

Mengutip laporan keuangan perusahaan, penurunan drastis harga aset kripto sepanjang periode tersebut menggerus nilai portofolio digital TMTG.

Perusahaan yang melantai di bursa NYSE Texas dan Nasdaq dengan kode saham DJT ini tercatat memegang 9.477 Bitcoin senilai US$557,1 juta per 30 Juni 2026. Jumlah tersebut menyusut dibandingkan kepemilikan 9.542 Bitcoin pada akhir 2025. Nilai wajar (fair value) dari simpanan Bitcoin TMTG merosot tajam dari US$836 juta pada akhir tahun lalu, berdasarkan data CoinDesk.

Tak hanya Bitcoin, portofolio TMTG pada kripto Cronos (CRO) juga ikut menyumbang kejatuhan nilai aset digital perusahaan sepanjang semester pertama tahun ini.

Secara kumulatif selama Januari-Juni 2026, TMTG mengantongi kerugian terealisasi dan belum terealisasi (realized and unrealized losses) mencapai US$360,6 juta (Rp6,4 triliun) pada aset digital. Khusus Q2 2026 saja, kerugian di pos tersebut menembus US$116,7 juta seiring koreksi harga Bitcoin dan Cronos sepanjang rentang Maret hingga Juni, dikutip dari Quartz, Rabu (12/8/2026).

Bitcoin Jadi Jaminan Utang

Guna mendukung struktur pendanaannya, TMTG mengamankan sebagian besar Bitcoin miliknya sebagai jaminan. Per 30 Juni, sebanyak 4.260,73 BTC dijaminkan sebagai agunan convertible notes (utang konversi). Sementara itu, sebanyak 2.077,34 BTC lainnya dijadikan agunan untuk mendukung strategi opsi Bitcoin perusahaan.

Di sisi pendapatan (top line), TMTG sebenarnya mencatatkan pertumbuhan signifikan. Pendapatan Q2 2026 melonjak 89% secara tahunan (year-on-year) menjadi US$1,67 juta, dibandingkan US$883.000 pada periode yang sama tahun lalu.

Lonjakan pendapatan ini disokong oleh layanan iklan dari perjanjian barter, pertumbuhan pelanggan platform streaming Truth+, serta pendapatan biaya manajemen (management fees) dari produk ETF Truth.Fi.

Namun, kinerja operasional yang diukur lewat EBITDA Disesuaikan (Adjusted EBITDA) masih mencatatkan rugi US$223,5 juta. Manajemen menjelaskan mayoritas kerugian tersebut berasal dari beban non-kas, seperti:

  • Kerugian belum terealisasi pada aset digital dan efek ekuitas: US$190,4 juta
  • Akumulasi bunga (accreted interest): US$11,7 juta
  • Kompensasi berbasis saham (stock-based compensation): US$8,1 juta

Adapun arus kas keluar untuk aktivitas operasional tercatat sebesar US$13,7 juta, yang di dalamnya termasuk biaya penanganan kasus hukum (legacy litigation) senilai US$25,6 juta.

Hingga akhir Q2 2026, total aset TMTG berada di posisi US$2,0 miliar, dengan sekitar US$1,9 miliar di antaranya terkonsentrasi dalam bentuk aset keuangan-mulai dari kas, investasi jangka pendek, efek ekuitas, hingga aset digital.

Batal Bikin Proyek Kripto, Bidik Merger Energi

Rilis laporan keuangan ini datang di tengah keputusan mengejutkan TMTG bersama Crypto.com dan Yorkville Acquisition. Ketiga entitas tersebut sepakat membatalkan rencana pembentukan usaha patungan (joint venture) bertajuk Trump Media Group CRO Strategy, yang tadinya ditargetkan menjadi kendaraan publik pengumpul cadangan Cronos.

Manajemen mengutip "kondisi pasar saat ini serta pergeseran prioritas bisnis dan pemangku kepentingan" sebagai alasan utama pembatalan proyek tersebut, dikutip dari TheGuardian.

Interim CEO TMTG Kevin McGurn menegaskan perusahaan kini telah "mempertajam" strategi alokasi modalnya. TMTG kini mengalihkan fokus untuk merampungkan rencana merger dengan perusahaan teknologi energi TAE Technologies, yang ditargetkan rampung pada kuartal keempat tahun 2026.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Mengenal Sayuti Melik dan Jasanya dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

calendar_today 12.08.2026 - person  - timer ~

Peran Sayuti Melik tidak sekadar mengetik naskah. Ia juga terlibat dalam pergerakan nasional sejak masa penjajahan dan menjadi bagian dari golongan muda yang mendorong agar kemerdekaan Indonesia segera diproklamasikan.

Baca Juga: Mensos Evakuasi Anak Sayuti Melik, Beri Layanan Kesehatan dan Bantuan

Mengenal Sosok Sayuti Melik

Sayuti Melik memiliki nama lengkap Mohamad Ibnu Sayuti. Ia lahir di Sleman, Yogyakarta, pada 25 November 1908. Ayahnya bernama Partoprawiro atau Dulmaini yang bekerja sebagai pamong praja tingkat desa, sedangkan ibunya, Sumilah, merupakan pedagang kain di pasar.

Sayuti menempuh pendidikan di Sekolah Ongko Loro di Srowolan, kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Guru di Solo. Sejak muda, ia memiliki ketertarikan terhadap dunia politik dan gagasan kebangsaan. Ketertarikan tersebut kemudian mendorongnya aktif menulis di berbagai surat kabar.

Melalui tulisan, Sayuti menyampaikan kritik terhadap pemerintahan kolonial Belanda. Aktivitas tersebut membuatnya beberapa kali berhadapan dengan aparat kolonial. Ia bahkan mengalami penahanan dan pembuangan karena aktivitas politiknya.

Nama "Melik" sendiri bukan bagian dari nama lahirnya. Nama tersebut merupakan nama samaran yang digunakannya ketika aktif dalam dunia jurnalistik di Semarang.

Perjuangan Sayuti Melik Sebelum Kemerdekaan

Sebelum terlibat dalam Proklamasi, Sayuti Melik telah lama aktif dalam perjuangan kebangsaan. Ia menggunakan kemampuan menulisnya sebagai sarana untuk menyebarkan gagasan dan kritik terhadap kolonialisme.

Perjuangannya membuat Sayuti mengalami berbagai penahanan. Ia pernah ditahan oleh polisi rahasia Belanda, dibuang ke Boven Digoel, ditahan di Singapura oleh pemerintah kolonial Inggris, serta kembali dipenjara oleh Belanda. Pada masa pendudukan Jepang, ia juga sempat ditangkap karena aktivitas politiknya.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa perjuangan Sayuti Melik untuk kemerdekaan telah berlangsung jauh sebelum 17 Agustus 1945.

Ia tidak hanya berperan sebagai juru ketik naskah Proklamasi, tetapi juga merupakan wartawan dan aktivis pergerakan yang menggunakan tulisan sebagai alat perjuangan.

Peran Sayuti Melik dalam Peristiwa Rengasdengklok

Menjelang Proklamasi, Sayuti Melik juga berada dalam kelompok pemuda yang mendesak Soekarno dan Mohammad Hatta agar segera menyatakan kemerdekaan.

Pada 16 Agustus 1945, terjadi Peristiwa Rengasdengklok ketika Soekarno dan Hatta dibawa oleh golongan muda ke Rengasdengklok.

Sayuti Melik termasuk pemuda yang terlibat dalam rangkaian peristiwa tersebut bersama tokoh seperti Chaerul Saleh, Sukarni, dan Wikana. Mereka berpendapat bahwa kemerdekaan harus segera diproklamasikan setelah Jepang menyerah kepada Sekutu.

Setelah perundingan antara golongan muda dan golongan tua, Soekarno dan Hatta akhirnya kembali ke Jakarta. Perjalanan tersebut kemudian dilanjutkan dengan perumusan naskah Proklamasi di rumah Laksamana Tadashi Maeda.

Jasa Sayuti Melik Mengetik Naskah Proklamasi

Jasa Sayuti Melik yang paling dikenal adalah mengetik naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Setelah Soekarno menulis konsep naskah dengan tangan berdasarkan pembicaraan bersama Mohammad Hatta dan Ahmad Soebardjo, naskah tersebut kemudian diketik oleh Sayuti Melik.

Dalam proses pengetikan, Sayuti tidak hanya memindahkan tulisan tangan ke mesin tik. Ia juga melakukan beberapa penyempurnaan terhadap redaksi naskah.

Salah satu perubahan yang terkenal adalah mengganti kalimat "wakil-wakil bangsa Indonesia" menjadi "Atas nama bangsa Indonesia." Ia juga mengubah kata "tempoh" menjadi "tempo" serta menyesuaikan penulisan tanggal.

Sayuti juga mengusulkan agar naskah ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Usulan tersebut diterima oleh peserta yang hadir. Naskah yang telah diketik kemudian ditandatangani Soekarno dan Hatta dan menjadi teks Proklamasi yang dibacakan pada 17 Agustus 1945.

Baca Juga: Tokoh-tokoh yang Hadir Saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan Perannya dalam Momen Bersejarah

Mengapa Peran Sayuti Melik Penting

Peran Sayuti Melik penting karena naskah Proklamasi menjadi dokumen utama yang menyatakan kemerdekaan Indonesia.

Ketelitian dalam proses pengetikan diperlukan agar konsep tulisan tangan yang telah disepakati dapat menjadi naskah yang siap digunakan dalam pembacaan Proklamasi.

Perubahan yang dilakukan Sayuti juga menunjukkan bahwa ia memiliki kemampuan bahasa dan ketelitian sebagai seorang wartawan. Ia membantu menyempurnakan bentuk naskah tanpa mengubah inti pesan kemerdekaan yang telah dirumuskan sebelumnya.

Dengan demikian, jasa Sayuti Melik tidak dapat dipandang hanya sebagai pekerjaan teknis. Ia menjadi salah satu tokoh yang memastikan konsep Proklamasi dapat diwujudkan menjadi dokumen resmi yang kemudian dibacakan di hadapan rakyat Indonesia.

Peran Sayuti Melik Setelah Indonesia Merdeka

Perjuangan Sayuti Melik tidak berhenti setelah Proklamasi. Setelah Indonesia merdeka, ia tetap aktif dalam kehidupan politik dan pemerintahan. Ia pernah menjadi anggota tambahan PPKI, anggota Komite Nasional Indonesia Pusat atau KNIP, serta anggota MPRS dan DPRS yang mewakili Angkatan '45.

Ia juga tetap aktif sebagai wartawan dan kolumnis. Kemampuannya dalam dunia jurnalistik membuat Sayuti terus menggunakan tulisan sebagai sarana menyampaikan pemikiran politiknya.

Dalam perjalanan politiknya, Sayuti tidak selalu memiliki pandangan yang sama dengan Soekarno. Ia bahkan pernah menyampaikan kritik terhadap sejumlah gagasan politik pada masa itu.

Hal tersebut menunjukkan bahwa hubungan Sayuti dengan tokoh nasional lainnya tidak menghilangkan sikap kritisnya sebagai seorang pemikir dan aktivis politik.

Sayuti Melik merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Ia dikenal sebagai juru ketik naskah Proklamasi, tetapi jasanya jauh lebih luas karena telah aktif dalam perjuangan kebangsaan melalui dunia jurnalistik dan politik sejak masa kolonial.

Peran Sayuti dalam mengetik dan menyempurnakan naskah Proklamasi menjadi bagian penting dari proses lahirnya dokumen kemerdekaan Indonesia. Ia juga terlibat dalam gerakan pemuda menjelang Proklamasi serta terus berkontribusi dalam kehidupan politik setelah Indonesia merdeka.

Melalui perjalanan hidupnya, Sayuti Melik menunjukkan bahwa perjuangan kemerdekaan tidak hanya dilakukan oleh tokoh yang berada di depan panggung. Tokoh yang bekerja di balik layar, termasuk dalam proses menyiapkan dokumen penting negara, juga memiliki jasa besar dalam sejarah Indonesia.

Amalia Febriyani (Magang)

Hasil Ekshumasi dan Autopsi Jenazah Sutrimo

calendar_today 12.08.2026 - person  - timer ~

Liputan6.com, Jakarta - Penyebab kematian Sutrimo hingga kini masih menjadi misteri. Hasil pemeriksaan luar terhadap jenazah tidak menemukan tanda-tanda luka akibat kekerasan benda tumpul maupun senjata tajam.

Meski demikian, polisi dan tim dokter forensik belum dapat memastikan penyebab kematian Sutrimo. Puluhan sampel dari hampir seluruh bagian tubuhnya telah dibawa ke laboratorium untuk menjalani pemeriksaan toksikologi, jaringan, dan DNA.

Pemeriksaan autopsi dilakukan setelah makam Sutrimo diekshumasi tim gabungan di Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2026). Proses ekshumasi dan pemeriksaan berlangsung sekitar tiga setengah jam, mulai pukul 09.30 hingga 13.00 WIB.

Ketua Tim Forensik, Prof. Yudi mengatakan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh. Namun secara kasat mata, tidak ditemukan luka yang menunjukkan kekerasan.

“Dari hasil pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam, secara visual kami tidak mendapatkan tanda-tanda luka yang diakibatkan oleh karena kekerasan tumpul maupun kekerasan tajam,” ujar Yudi kepada wartawan, Rabu (12/8/2026).

Kondisi itu belum membuat penyidik berhenti. Sebab, jenazah Sutrimo telah dimakamkan sejak 23 Juli 2026 sehingga proses pembusukan sudah cukup lanjut.

“Jenazah ini telah dikubur pada tanggal 23, jadi sudah hampir tiga minggu. Di ilmu kedokteran forensik ini sudah masuk pada proses pembusukan lanjut,” katanya.

Karena itu, pemeriksaan laboratorium menjadi penting. Dokter mengambil sampel dari kepala hingga bagian tubuh bawah, termasuk kulit yang dicurigai mengalami kelainan, swab, serta isi sejumlah organ seperti lambung dan jantung.

“Kami mengupayakan semaksimal mungkin untuk mengungkap kasus ini, untuk menentukan sebab kematiannya secara scientific, secara ilmiah,” ujar Yudi.

Jumlah sampel yang dibawa pun tidak sedikit. Puluhan sampel akan diperiksa untuk mencari petunjuk yang tidak terlihat dari pemeriksaan fisik.

Sinopsis Spider-Man: Brand New Day & relevansi bagi Gen Z

calendar_today 11.08.2026 - person  - timer ~

Ada satu fase dalam hidup ketika kita mulai menyadari bahwa orang-orang di sekitar kita bergerak lebih maju. Ada yang mulai membangun karier, menjalin hubungan, dan menemukan arah hidupnya, sementara kita masih sibuk mencari tahu apa yang sebenarnya ingin kita capai. Perasaan tertinggal ini mungkin terdengar sederhana, tetapi dapat membuat seseorang mempertanyakan kembali posisi dan identitas dirinya. Konflik personal tersebut menjadi menarik untuk dilihat melalui sosok Peter Parker dalam film terbaru Spider-Man: Brand New Day.

“Apa yang terjadi ketika dunia di sekitar kita berubah, tetapi kita merasa masih berada di tempat yang sama?”

Pertanyaan tersebut tergambar dalam cerita Peter Parker, pahlawan penuh waktu Spider-Man yang hidup di dunia yang tak lagi mengingatnya. Melihat orang-orang di sekitarnya melanjutkan hidup tanpa dirinya memicu perubahan dalam diri Peter yang mungkin tidak mampu ia kendalikan. Namun, transformasi tersebut bisa jadi justru menjadi satu-satunya hal yang dapat menghentikan ancaman baru di kota yang dihuni oleh orang-orang yang ia cintai.

Konflik Peter dalam Brand New Day tidak hanya berhenti pada ancaman yang harus ia hadapi sebagai Spider-Man. Di balik perannya sebagai pahlawan, Peter juga harus berhadapan dengan kehidupan personal yang telah berubah. Situasi ini menghadirkan pertanyaan yang lebih mendalam: ketika kehidupan yang dulu membentuk dirinya sudah tidak lagi sama, masihkah Peter tahu siapa dirinya di balik topeng Spider-Man?

Sebagai Spider-Man, Peter dituntut untuk selalu menjadi sosok kuat yang mampu menyelamatkan orang lain. Tuntutan tersebut terasa semakin kompleks ketika kehidupan personalnya sendiri berada dalam kondisi yang tidak pasti. Ia harus berusaha memenuhi peran yang diharapkan orang lain, sembari kembali mencari dan memahami identitas dirinya sendiri.

Kondisi tersebut memiliki kedekatan dengan kehidupan Gen Z, meskipun hadir dalam bentuk yang berbeda. Ekspektasi untuk memiliki karier yang baik, mencapai sesuatu pada usia tertentu, atau terlihat berhasil di media sosial dapat membuat seseorang merasa harus terus memenuhi standar yang terbentuk di sekitarnya. Pada titik ini, konflik Peter bukan lagi sekadar tentang seorang superhero, tetapi juga tentang bagaimana menghadapi tekanan untuk menjadi versi diri yang diharapkan orang lain.

Pada akhirnya, konflik Peter Parker dalam Spider-Man: Brand New Day bukan hanya tentang seorang superhero yang menghadapi ancaman baru, tetapi juga tentang menemukan kembali dirinya ketika kehidupan di sekitarnya berubah. Bagi Gen Z yang kerap berhadapan dengan tekanan untuk memenuhi ekspektasi dan menentukan arah hidup di tengah pencapaian orang lain, Peter mengingatkan bahwa menjadi diri sendiri berarti berani memahami apa yang benar-benar ingin kita perjuangkan.

Sebanyak 174 Kodpes Merah Putih beroperasi gerai sembako - ANTARA News Bali

calendar_today 11.08.2026 - person  - timer ~

Denpasar (ANTARA) - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Bali mencatat dari 716 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Bali telah beroperasi, sebanyak 174 unit di antaranya membuka gerai sembako.

Kepala Diskop UKM Bali Tri Arya Dhyana Kubontubuh di Denpasar, Selasa, menyampaikan gerai sembako ini tersebar di seluruh kabupaten/kota, berbeda dengan unit usaha lain yang cenderung sesuai dengan kearifan daerah masing-masing.

“Jenis gerai KDKMP yang sudah beroperasi seperti gerai sembako ada di sembilan kabupaten kota,” kata Tri Arya mencermati data yang dikantongi hingga Agustus 2026.

Meski gerai sembako ada dimana-mana, terdapat jenis usaha lain yang cukup banyak tersebar di Bali seperti agen perbankan, unit simpan pinjam, apotek dan klinik, juga hasil perkebunan dan pertanian.

“Yang unik itu seperti perkebunan kakao di Jembrana, ada juga kopdes yang berdasarkan data presisi sesuai kebutuhan riil warga di Bongkasa Pertiwi, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Jika dilihat berdasarkan bangunan gerainya, Diskop UKM Bali mencatat baru 86 bangunan gerai yang rampung 100 persen, yaitu di Jembrana dengan 19 unit, Bangli 14 unit, Buleleng 13 unit, Gianyar 11 unit, Karangasem sembilan unit, Badung delapan, Klungkung tujuh, Tabanan lima, dan Denpasar masih nihil.

Meski gerai belum banyak, menurut dia bukan berarti koperasi lainnya tidak bisa berjalan.

Tri Arya menjelaskan percepatan pembangunan gedung fisik KDKMP tergantung pada ketersediaan lahan di desa/kelurahan setempat, serta pendanaan dan pihak yang membangun yaitu merupakan bagian dari pemerintah pusat.

Pemprov Bali dan Pemda kabupaten/kota mengupayakan agar di masing-masing koperasi terdapat setidaknya satu unit usaha bisnis yang aktif dengan usaha yang disesuaikan dengan potensi desa/kelurahan setempat, ataupun kebutuhan masyarakat setempat.

“Yang beroperasi itu versi kami adalah yang sudah punya setidaknya satu gerai usaha bisnis aktif, jadi sebenarnya tidak ada hubungan dengan gedung baru,” ucapnya.

Alih-alih mempersoalkan gedung untuk gerai, Diskop UKM Bali justru berharap pemerintah pusat membantu dalam hal SDM dan permodalan.

Ia memberi contoh di Kota Denpasar, meski belum memiliki gedung gerai, saat ini dari 174 kopdes yang aktif ada 39 unit di Denpasar, disusul Buleleng dan Tabanan 32 unit, Jembrana 26 unit, Gianyar 13 unit, Badung 12 unit, Karangasem 11 unit, Bangli tujuh unit, dan Klungkung dua unit.

Menurut Tri Arya, sumber daya manusia pengurus dan pengawas koperasi perlu dilatih agar memiliki kompetensi tentang tata cara mengelola koperasi dan jiwa kewirausahaan.

Selain itu bantuan permodalan dimana pola permodalan dan akses permodalan yang belum jelas dari pemerintah pusat, serta belum optimalnya dukungan modal dari anggota ataupun calon anggota KDKMP.

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Lampung Selatan gandeng Kantah percepat sertifikasi aset daerah

calendar_today 11.08.2026 - person  - timer ~

Lampung Selatan gandeng Kantah percepat sertifikasi aset daerah

Selasa, 11 Agustus 2026 20:33 WIB

Image Print

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan Muhammad Darmawan bersama Kepala Kantah setempat, Rizal Rasyuddin melakukan pembahasan rancangan kerja sama di Aula Rajabasa, Kalianda, Selasa. (ANTARA/HO/Kominfo Lampung Selatan)

Perlu untuk diadakan kesepakatan bersama antara pemkab dengan Kantor Pertanahan

Lampung Selatan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan bersama Kantor Pertanahan (Kantah) setempat mempercepat sertifikasi, sekaligus memperkuat pengamanan aset daerah melalui penyusunan kesepakatan bersama (MoU) yang mencakup pelayanan publik di bidang pertanahan.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Lampung Selatan Muhammad Darmawan mengatakan kerja sama itu diarahkan untuk mempercepat pendaftaran dan sertifikasi aset pemerintah daerah, sekaligus memperkuat integrasi layanan pertanahan dan perpajakan.

“Perlu untuk diadakan kesepakatan bersama antara pemkab dengan Kantor Pertanahan. Ini perlu kita cermati bersama dan disesuaikan dengan kondisi daerah kita,” kata Muhammad Darmawan di Kalianda, Selasa.

Ia menjelaskan ruang lingkup kerja sama meliputi integrasi data pertanahan dan perpajakan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, dukungan sarana dan prasarana, hingga asistensi dalam pencegahan dan penanganan persoalan pertanahan.

Selain itu kerja sama juga mencakup penguatan layanan pertanahan di Mal Pelayanan Publik (MPP), pemanfaatan data Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta data dan informasi Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

Dia menegaskan setiap poin dalam dokumen kesepakatan perlu dikaji secara menyeluruh agar kerja sama yang dibangun tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi dapat diterapkan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Jangan sampai ada hal-hal yang nantinya mengganggu jalannya kerja sama ini. Kita cermati, utamanya di isinya,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Kantah Lampung Selatan Rizal Rasyuddin mengatakan konsep kesepakatan bersama telah melalui beberapa kali revisi dengan mempelajari pola kerja sama yang diterapkan di daerah lain sebagai bahan pembanding.

“Konsepnya sudah ada beberapa revisi. Terkait konsep, kami mengambil dari Jambi dalam kesepakatan ini. Untuk yang lainnya bisa sambil jalan,” kata Rizal.

Pihaknya juga mendorong sinkronisasi data Nomor Identifikasi Bidang (NIB) dengan Nomor Objek Pajak (NOP), termasuk pemanfaatan Zona Nilai Tanah (ZNT) guna mendukung keterpaduan data pertanahan dan perpajakan.

Menurut Rizal, setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan berbeda sehingga konsep kerja sama perlu disesuaikan dengan kondisi faktual di Lampung Selatan.

“Memang kondisi tiap kabupaten berbeda-beda. Kondisi di Lampung Selatan seperti apa, itulah yang menjadi tantangan tersendiri bagi kami,” katanya.

Pembahasan MoU tersebut menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara Pemkab Lampung Selatan dan Kantah dalam mempercepat sertifikasi aset daerah, meningkatkan tertib administrasi pertanahan, serta menghadirkan layanan publik yang lebih mudah, cepat, dan terintegrasi.

Pewarta : Riadi Gunawan
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.