Mengenal Sayuti Melik dan Jasanya dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

calendar_today 12.08.2026 - person  - timer ~

Peran Sayuti Melik tidak sekadar mengetik naskah. Ia juga terlibat dalam pergerakan nasional sejak masa penjajahan dan menjadi bagian dari golongan muda yang mendorong agar kemerdekaan Indonesia segera diproklamasikan.

Baca Juga: Mensos Evakuasi Anak Sayuti Melik, Beri Layanan Kesehatan dan Bantuan

Mengenal Sosok Sayuti Melik

Sayuti Melik memiliki nama lengkap Mohamad Ibnu Sayuti. Ia lahir di Sleman, Yogyakarta, pada 25 November 1908. Ayahnya bernama Partoprawiro atau Dulmaini yang bekerja sebagai pamong praja tingkat desa, sedangkan ibunya, Sumilah, merupakan pedagang kain di pasar.

Sayuti menempuh pendidikan di Sekolah Ongko Loro di Srowolan, kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Guru di Solo. Sejak muda, ia memiliki ketertarikan terhadap dunia politik dan gagasan kebangsaan. Ketertarikan tersebut kemudian mendorongnya aktif menulis di berbagai surat kabar.

Melalui tulisan, Sayuti menyampaikan kritik terhadap pemerintahan kolonial Belanda. Aktivitas tersebut membuatnya beberapa kali berhadapan dengan aparat kolonial. Ia bahkan mengalami penahanan dan pembuangan karena aktivitas politiknya.

Nama "Melik" sendiri bukan bagian dari nama lahirnya. Nama tersebut merupakan nama samaran yang digunakannya ketika aktif dalam dunia jurnalistik di Semarang.

Perjuangan Sayuti Melik Sebelum Kemerdekaan

Sebelum terlibat dalam Proklamasi, Sayuti Melik telah lama aktif dalam perjuangan kebangsaan. Ia menggunakan kemampuan menulisnya sebagai sarana untuk menyebarkan gagasan dan kritik terhadap kolonialisme.

Perjuangannya membuat Sayuti mengalami berbagai penahanan. Ia pernah ditahan oleh polisi rahasia Belanda, dibuang ke Boven Digoel, ditahan di Singapura oleh pemerintah kolonial Inggris, serta kembali dipenjara oleh Belanda. Pada masa pendudukan Jepang, ia juga sempat ditangkap karena aktivitas politiknya.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa perjuangan Sayuti Melik untuk kemerdekaan telah berlangsung jauh sebelum 17 Agustus 1945.

Ia tidak hanya berperan sebagai juru ketik naskah Proklamasi, tetapi juga merupakan wartawan dan aktivis pergerakan yang menggunakan tulisan sebagai alat perjuangan.

Peran Sayuti Melik dalam Peristiwa Rengasdengklok

Menjelang Proklamasi, Sayuti Melik juga berada dalam kelompok pemuda yang mendesak Soekarno dan Mohammad Hatta agar segera menyatakan kemerdekaan.

Pada 16 Agustus 1945, terjadi Peristiwa Rengasdengklok ketika Soekarno dan Hatta dibawa oleh golongan muda ke Rengasdengklok.

Sayuti Melik termasuk pemuda yang terlibat dalam rangkaian peristiwa tersebut bersama tokoh seperti Chaerul Saleh, Sukarni, dan Wikana. Mereka berpendapat bahwa kemerdekaan harus segera diproklamasikan setelah Jepang menyerah kepada Sekutu.

Setelah perundingan antara golongan muda dan golongan tua, Soekarno dan Hatta akhirnya kembali ke Jakarta. Perjalanan tersebut kemudian dilanjutkan dengan perumusan naskah Proklamasi di rumah Laksamana Tadashi Maeda.

Jasa Sayuti Melik Mengetik Naskah Proklamasi

Jasa Sayuti Melik yang paling dikenal adalah mengetik naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Setelah Soekarno menulis konsep naskah dengan tangan berdasarkan pembicaraan bersama Mohammad Hatta dan Ahmad Soebardjo, naskah tersebut kemudian diketik oleh Sayuti Melik.

Dalam proses pengetikan, Sayuti tidak hanya memindahkan tulisan tangan ke mesin tik. Ia juga melakukan beberapa penyempurnaan terhadap redaksi naskah.

Salah satu perubahan yang terkenal adalah mengganti kalimat "wakil-wakil bangsa Indonesia" menjadi "Atas nama bangsa Indonesia." Ia juga mengubah kata "tempoh" menjadi "tempo" serta menyesuaikan penulisan tanggal.

Sayuti juga mengusulkan agar naskah ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Usulan tersebut diterima oleh peserta yang hadir. Naskah yang telah diketik kemudian ditandatangani Soekarno dan Hatta dan menjadi teks Proklamasi yang dibacakan pada 17 Agustus 1945.

Baca Juga: Tokoh-tokoh yang Hadir Saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan Perannya dalam Momen Bersejarah

Mengapa Peran Sayuti Melik Penting

Peran Sayuti Melik penting karena naskah Proklamasi menjadi dokumen utama yang menyatakan kemerdekaan Indonesia.

Ketelitian dalam proses pengetikan diperlukan agar konsep tulisan tangan yang telah disepakati dapat menjadi naskah yang siap digunakan dalam pembacaan Proklamasi.

Perubahan yang dilakukan Sayuti juga menunjukkan bahwa ia memiliki kemampuan bahasa dan ketelitian sebagai seorang wartawan. Ia membantu menyempurnakan bentuk naskah tanpa mengubah inti pesan kemerdekaan yang telah dirumuskan sebelumnya.

Dengan demikian, jasa Sayuti Melik tidak dapat dipandang hanya sebagai pekerjaan teknis. Ia menjadi salah satu tokoh yang memastikan konsep Proklamasi dapat diwujudkan menjadi dokumen resmi yang kemudian dibacakan di hadapan rakyat Indonesia.

Peran Sayuti Melik Setelah Indonesia Merdeka

Perjuangan Sayuti Melik tidak berhenti setelah Proklamasi. Setelah Indonesia merdeka, ia tetap aktif dalam kehidupan politik dan pemerintahan. Ia pernah menjadi anggota tambahan PPKI, anggota Komite Nasional Indonesia Pusat atau KNIP, serta anggota MPRS dan DPRS yang mewakili Angkatan '45.

Ia juga tetap aktif sebagai wartawan dan kolumnis. Kemampuannya dalam dunia jurnalistik membuat Sayuti terus menggunakan tulisan sebagai sarana menyampaikan pemikiran politiknya.

Dalam perjalanan politiknya, Sayuti tidak selalu memiliki pandangan yang sama dengan Soekarno. Ia bahkan pernah menyampaikan kritik terhadap sejumlah gagasan politik pada masa itu.

Hal tersebut menunjukkan bahwa hubungan Sayuti dengan tokoh nasional lainnya tidak menghilangkan sikap kritisnya sebagai seorang pemikir dan aktivis politik.

Sayuti Melik merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Ia dikenal sebagai juru ketik naskah Proklamasi, tetapi jasanya jauh lebih luas karena telah aktif dalam perjuangan kebangsaan melalui dunia jurnalistik dan politik sejak masa kolonial.

Peran Sayuti dalam mengetik dan menyempurnakan naskah Proklamasi menjadi bagian penting dari proses lahirnya dokumen kemerdekaan Indonesia. Ia juga terlibat dalam gerakan pemuda menjelang Proklamasi serta terus berkontribusi dalam kehidupan politik setelah Indonesia merdeka.

Melalui perjalanan hidupnya, Sayuti Melik menunjukkan bahwa perjuangan kemerdekaan tidak hanya dilakukan oleh tokoh yang berada di depan panggung. Tokoh yang bekerja di balik layar, termasuk dalam proses menyiapkan dokumen penting negara, juga memiliki jasa besar dalam sejarah Indonesia.

Amalia Febriyani (Magang)