Jambi (ANTARA) - Personel Unit III Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi bersama unsur gabungan menggelar patroli penertiban terhadap aksi Penambangan emas tanpa izin (Prtu) di kawasan UNESCO Global Geopark (UGGp) Kabupaten Merangin.
"Penertiban Peti di kawasan Geopark dipimpin langsung Bupati Merangin H. Muhammad Syukur serta personil gabungan," kata Dirreskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Taufik Nurmandia, di Jambi Jumat.
Hadir dalam kegiatan itu apel GM UGGp Kabupaten Merangin Dr. Agus Zainudin serta tim terpadu penanganan pertambangan rakyat Kabupaten Merangin.
Bupati Merangin H. M. Syukur menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap penertiban aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
"Kami berharap tidak ada lagi aktivitas pertambangan ilegal di wilayah kawasan UNESCO Global Geopark, seluruh kawasan harus steril, tidak ada lagi akses menuju lokasi pertambangan. Tujuan utama kegiatan ini adalah menyelamatkan kelestarian lingkungan dan menjaga kawasan Geopark," ujarnya.
Sementara itu pihak kepolisian menginstruksikan seluruh personel mengutamakan keselamatan, menjaga komunikasi, dan tidak berpencar mengingat lokasi berada di daerah jauh dengan keterbatasan jaringan.
Tim akan melakukan penyisiran pada titik-titik yang diperkirakan masih terdapat aktivitas pertambangan untuk dilakukan penertiban dan sterilisasi sesuai prosedur.
Dalam penyisiran di bantaran sungai, tim menemukan empat buah rakit yang diduga digunakan untuk aktivitas penambangan rakyat menggunakan mesin sedot atau kompresor di area Muara Karing. Namun para pekerja tidak berada di lokasi.
Tim yang dipimpin Kabag Ops bersama Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jambi AKP Syahril Haryono, Satreskrim Polres Merangin AKP Epy Koto, Polsek Sungai Manau IPTU Hari Prasetya, dan GM UGGp kemudian mengamankan barang bukti untuk dibawa ke Polres Merangin.
Petugas tidak menemukan aktivitas pertambangan menggunakan alat berat jenis ekskavator. Yang ditemukan hanya bekas aktivitas penambangan menggunakan rakit-rakit kecil.
Barang bukti yang diamankan hasil operasi tiga mesin kompresor, dua mesin genset dan dulang, enam karpet, empat selang berwarna biru dan selang air dan delapan buah tali panjang.
Selain penertiban, personel juga melakukan komunikasi dengan masyarakat sekitar. Warga diimbau tidak terlibat maupun mendukung kegiatan penambangan rakyat ilegal dalam bentuk apa pun.
Petugas juga menegaskan ancaman pidana bagi pelaku, penyedia peralatan, maupun pihak yang memfasilitasi PETI, serta mengajak masyarakat menjaga kamtibmas dan mendukung langkah pemerintah dan kepolisian dalam penertiban.
Pewarta: Rilis/Nanang Mairiadi
Editor : Nanang Mairiadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Laga Indonesia kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), menjadi pertandingan hidup-mati bagi kedua tim di Grup A Piala AFF 2026. Garuda datang dengan tekanan lebih besar karena hanya kemenangan yang bisa membawa mereka melangkah ke semifinal.
Meski begitu, catatan pertemuan di ajang Piala AFF justru masih berpihak kepada tuan rumah. Singapura lebih sering keluar sebagai pemenang saat bertemu Indonesia di kompetisi sepak bola terbesar Asia Tenggara tersebut.
Indonesia dan Singapura sudah 11 kali berhadapan di Piala AFF. Dari seluruh pertemuan itu, Singapura mengoleksi lima kemenangan, sedangkan Indonesia baru meraih tiga kemenangan. Tiga laga lainnya berakhir imbang.
Pertemuan pertama terjadi pada edisi 1998. Saat itu Singapura menang 2-1 atas Indonesia, sebelum akhirnya keluar sebagai juara turnamen.
Indonesia baru mampu memetik kemenangan perdana atas The Lions di Piala AFF pada edisi 2012. Gol tunggal Andik Vermansyah memastikan kemenangan 1-0 bagi Garuda. Ironisnya, Singapura kembali mengakhiri turnamen sebagai juara.
Sejak kemenangan tersebut, performa Indonesia saat menghadapi Singapura mulai membaik. Dalam empat pertemuan berikutnya di Piala AFF, Garuda mencatat dua kemenangan, sekali imbang, dan sekali kalah.
BACA JUGA:
Kemenangan terakhir Indonesia atas Singapura di turnamen ini terjadi pada leg kedua semifinal Piala AFF 2020. Saat itu Garuda menang 4-2 dan memastikan tiket menuju partai final.
Jika melihat seluruh ajang, Indonesia justru memiliki catatan yang lebih baik.
Sejak pertemuan pertama pada Turnamen Merdeka, 31 Agustus 1958, kedua negara telah bertemu sebanyak 59 kali. Indonesia membukukan 30 kemenangan, sedangkan Singapura meraih 19 kemenangan. Sepuluh pertandingan lainnya berakhir tanpa pemenang.
Namun statistik tersebut belum tentu menjadi jaminan di laga kali ini.
Singapura datang dengan modal lebih nyaman. Mereka menempati posisi kedua Grup A dengan tujuh poin dan hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke semifinal.
Sebaliknya, Indonesia berada di peringkat ketiga dengan enam poin setelah kalah dari Vietnam pada pertandingan sebelumnya. Situasi itu membuat Garuda tidak memiliki pilihan selain membawa pulang tiga poin dari markas Singapura.
Jadi intinya...
Liputan6.com, Jakarta - Sarwendah dikabarkan sempat mengalami gangguan dari sejumlah orang yang mengaku sebagai debt collector. Kuasa hukumnya, Mark Adrianus mengungkapkan adanya tagihan kendaraan yang menurut kliennya bukan merupakan miliknya.
Mark menjelaskan, salah satu alasan Sarwendah memutuskan meninggalkan rumah di kawasan BDN adalah karena sering didatangi pihak penagih utang. Selain persoalan rencana lelang rumah, kondisi tersebut dinilai sudah mengganggu kenyamanan anak-anak.
"Klien kami itu keluar dari rumah yang di BDN ke rumah yang sekarang, bukan hanya karena ada datang debt collector, tapi salah satunya ya tadi itu, karena rumah mau dilelang," ujar Mark Adrianus saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).
Mark kemudian memperlihatkan bukti percakapan beserta surat dari perusahaan pembiayaan yang terus menghubungi Sarwendah. Tagihan tersebut disebut berkaitan dengan sebuah mobil Mini Cooper.
"Ini dari Bank CIMB Niaga Finance. Ini terkait mobil apa? Mobil Mini Cooper. Yang pasti setelah kami tanyakan konfirmasi ke klien kami, klien kami merasa tidak pernah memiliki mobil Mini Cooper," jelas Mark.
Menurut Mark, Sarwendah mengaku tidak pernah membeli maupun memiliki kendaraan tersebut. Namun, ia tetap menerima berbagai pesan dari pihak penagih dalam beberapa bulan terakhir.
"Ini April tanggal 6 2026, ini tanggal 7 juga, ini juga Mei, yang terbaru itu bulan Mei juga kan dihubungi berkali-kali. Ditanya terkait mobil Mini Cooper," ungkapnya.
Mark juga menanggapi keraguan pihak lawan mengenai keberadaan debt collector tersebut. Ia menegaskan bahwa semua tudingannya disertai bukti yang dimiliki oleh tim kuasa hukum.
"Kalau dia bilang 'Masak media ini ya', faktanya ini kok. 'Masak debt collector nggak baca berita', ya faktanya ini. Ada buktinya," ucap Mark.
Seluruh bukti yang telah dikumpulkan, kata Mark, akan disampaikan pada waktu yang tepat di hadapan majelis hakim dalam proses persidangan.
"Cuman, kembali lagi seperti kami bilang, yang tepat bagi kami untuk menyampaikan bukti ini di mana? Di pengadilan. Bukan di sini, gitu loh," pungkasnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Tayang dalam Format IMAX, Simak 3 Faktanya
Jumat, 7 Agustus 2026 10:28 WIB
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni usai melakukan pengecekkan Indonesia Forest and Land Fire Management Center di Daerah Operasi Manggala Agni Sumatera XVII/OKI, Sumatera Selatan, Kamis (6/8/2026). (ANTARA/HO-Kemenhut RI)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah untuk melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi terjadi di musim kemarau.
“Perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto jelas, pemerintah siap melindungi warga negara kita dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Negara hadir untuk mencegah kebakaran hutan,” kata Menhut Raja Antoni dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Ia mengingatkan karhutla tidak hanya merusak hutan, tetapi juga mengganggu kehidupan masyarakat. Menurutnya, karhutla dapat memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), meliburkan sekolah, menghambat aktivitas ekonomi hingga mengganggu operasional bandara.
“Ini tidak boleh terjadi lagi,” ujar Menhut.
Lebih lanjut, Raja Antoni optimistis Indonesia mampu menekan angka karhutla meski El Nino tahun ini diperkirakan datang lebih cepat akibat perubahan iklim.
“Mudah-mudahan tahun ini angka karhutla jauh lebih rendah dibandingkan 2023, dengan dampak yang seminimal mungkin bagi masyarakat,” kata dia.
Selain itu, Menhut Raja Antoni juga mengapresiasi Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api yang menjadi garda terdepan dalam pengendalian karhutla. Menurutnya, para petugas telah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan nyawa untuk melindungi hutan dan masyarakat.
Raja Antoni juga menegaskan bahwa pengendalian karhutla hanya dapat berhasil melalui kolaborasi seluruh pihak.
“Terus jalin komunikasi dan kolaborasi yang baik. Hanya dengan kolaborasi, persoalan besar seperti karhutla dapat kita selesaikan bersama,” kata Menhut Raja Antoni.
Menhut Raja Antoni mengatakan, pengalaman Indonesia dalam menghadapi karhutla terus menunjukkan perbaikan dari tahun ke tahun.
Menurutnya, pemerintah menargetkan luas kebakaran hutan dan lahan tetap dapat ditekan meski tahun ini dihadapkan pada ancaman El Nino yang datang lebih cepat akibat perubahan iklim.
“Mudah-mudahan tahun ini kita bisa membuktikan bahwa meskipun El Nino datang lebih cepat, angka karhutla jauh lebih rendah dibandingkan 2023, dengan dampak yang seminimal mungkin bagi masyarakat,” katanya.
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Sejarah singkat kemerdekaan Korea Selatan – Halo, Grameds! Korea Selatan yang sekarang dikenal sebagai negara maju ternyata memiliki perjalanan sejarah yang panjang sebelum meraih kemerdekaan.
Selama kurang lebih 35 tahun, Semenanjung Korea berada di bawah penjajahan Jepang. Masa tersebut membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat, mulai dari politik, budaya, hingga ekonomi.
Lalu, bagaimana perjalanan sejarah kemerdekaan Korea Selatan? Yuk, simak pembahasannya berikut ini, Grameds!
Daftar Isi
Grameds, sebelum menjadi negara yang merdeka, Korea merupakan sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Dinasti Joseon. Namun, letaknya yang strategis membuat Korea menjadi sasaran perebutan pengaruh oleh negara-negara besar, termasuk Jepang.
| Tahun | Peristiwa |
| 1894–1895 | Perang Tiongkok–Jepang memperkuat pengaruh Jepang di Korea |
| 1905 | Korea menjadi negara protektorat Jepang |
| 1910 | Jepang resmi mencaplok Korea melalui Perjanjian Aneksasi |
Beberapa faktor yang menyebabkan Jepang berhasil menguasai Korea antara lain:
Korea berada di antara Tiongkok, Jepang, dan Rusia sehingga menjadi wilayah yang diperebutkan.
Kondisi politik yang kurang stabil membuat Jepang lebih mudah memperluas pengaruhnya.
Keberhasilan Jepang mengalahkan Tiongkok dan Rusia memperkuat posisinya di Asia Timur.
Grameds, selama masa penjajahan, kehidupan masyarakat Korea berubah cukup drastis. Pemerintah kolonial Jepang menerapkan berbagai kebijakan untuk memperkuat kekuasaannya.
| Bidang | Dampaknya |
| Politik | Kebebasan masyarakat dibatasi. |
| Pendidikan | Kurikulum diarahkan mengikuti kepentingan Jepang. |
| Budaya | Bahasa dan budaya Korea ditekan. |
| Ekonomi | Sumber daya dimanfaatkan untuk Jepang. |
| Sosial | Banyak rakyat mengalami kerja paksa. |
Beberapa kebijakan yang diterapkan Jepang, yaitu:
Organisasi yang dianggap menentang pemerintah kolonial dibubarkan.
Masyarakat didorong menggunakan nama dan bahasa Jepang.
Hasil pertanian dan industri banyak dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan Jepang.
Banyak warga Korea dikirim untuk bekerja di berbagai proyek dan industri.
Grameds, salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah kemerdekaan Korea adalah Gerakan 1 Maret atau Samil Movement. Gerakan ini menjadi simbol semangat rakyat Korea dalam memperjuangkan kemerdekaan.
Gerakan tersebut dipicu oleh keinginan masyarakat untuk terbebas dari penjajahan dan memperoleh hak menentukan masa depan negaranya sendiri.
Semakin banyak masyarakat yang mendukung perjuangan kemerdekaan.
Perjuangan rakyat Korea mulai dikenal oleh berbagai negara.
Pemerintahan ini dibentuk di Shanghai sebagai pusat perjuangan dari luar negeri.
Hingga kini, Gerakan 1 Maret masih diperingati sebagai salah satu momen penting dalam sejarah Korea.
Grameds, keberhasilan Korea memperoleh kemerdekaan nggak lepas dari peran para tokoh yang memiliki strategi perjuangan berbeda-beda.
| Tokoh | Peran |
| Kim Gu | Memimpin Pemerintahan Sementara Republik Korea. |
| Yu Gwan-sun | Memimpin aksi dalam Gerakan 1 Maret. |
| Ahn Jung-geun | Simbol perlawanan terhadap penjajahan Jepang. |
| Syngman Rhee | Memperjuangkan kemerdekaan melalui diplomasi. |
Mereka berjuang melalui berbagai cara, seperti:
Grameds, kemerdekaan Korea terjadi bersamaan dengan berakhirnya Perang Dunia II. Ketika Jepang mulai mengalami kekalahan, peluang Korea untuk memperoleh kemerdekaan semakin besar.
| Tahun | Peristiwa |
| 1945 | Jepang menyerah kepada Sekutu. |
| 15 Agustus 1945 | Korea memperoleh kemerdekaan. |
| 1948 | Berdiri Korea Selatan dan Korea Utara. |
Beberapa peristiwa penting menjelang kemerdekaan, yaitu:
Posisi Jepang semakin melemah setelah menghadapi Sekutu.
Penyerahan ini mengakhiri masa penjajahan di Korea.
Tanggal 15 Agustus kemudian diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Korea.
Grameds, setelah merdeka, Korea ternyata nggak langsung menjadi satu negara. Wilayah Korea dibagi menjadi dua zona pendudukan yang akhirnya berkembang menjadi dua negara berbeda.
| Korea Selatan | Korea Utara |
| Didukung Amerika Serikat | Didukung Uni Soviet |
| Beribu kota Seoul | Beribu kota Pyongyang |
| Menganut sistem demokrasi | Menganut sistem sosialis |
Beberapa penyebab pembagian Korea, yaitu:
Kemerdekaan menjadi awal perubahan besar bagi Korea Selatan dalam berbagai bidang kehidupan.
Korea Selatan mulai membangun sistem pemerintahannya secara mandiri.
Bahasa, tradisi, dan identitas nasional kembali digunakan secara luas.
Korea Selatan mulai menyusun berbagai program pembangunan nasional.
Sistem pendidikan dikembangkan sesuai kebutuhan bangsa Korea.
Korea Selatan mulai menjalin kerja sama dengan banyak negara.
Grameds, ada beberapa fakta menarik yang membuat sejarah kemerdekaan Korea semakin menarik untuk dipelajari.
| Fakta | Penjelasan |
| Lama penjajahan | Sekitar 35 tahun (1910–1945). |
| Hari Kemerdekaan | Diperingati setiap 15 Agustus. |
| Nama peringatannya | Gwangbokjeol atau Hari Kembalinya Cahaya. |
| Gerakan terbesar | Gerakan 1 Maret 1919. |
| Pemerintahan sementara | Berdiri di Shanghai, Tiongkok. |
Beberapa fakta lainnya:
Grameds, pendidikan menjadi salah satu cara masyarakat Korea mempertahankan identitas bangsa selama masa penjajahan Jepang. Meskipun menghadapi berbagai pembatasan, masyarakat tetap berusaha menjaga bahasa dan budaya Korea.
Beberapa bentuk perjuangan melalui pendidikan, yaitu:
Bahasa menjadi simbol identitas bangsa yang terus dijaga agar nggak hilang.
Pendidikan digunakan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa.
Beberapa kelompok berusaha menyediakan pendidikan bagi masyarakat Korea.
Setelah Jepang menyerah pada Perang Dunia II tahun 1945, Korea akhirnya terbebas dari penjajahan. Namun, masa setelah kemerdekaan menjadi periode yang penuh tantangan.
| Bidang | Kondisi Setelah Kemerdekaan |
| Pemerintahan | Mulai membangun sistem politik baru. |
| Ekonomi | Melakukan pemulihan setelah masa penjajahan. |
| Sosial | Masyarakat berusaha membangun kehidupan yang lebih stabil. |
Grameds, sejarah singkat kemerdekaan Korea Selatan merupakan perjalanan panjang yang dipenuhi perjuangan untuk mempertahankan identitas dan kebebasan bangsa.
Setelah mengalami penjajahan Jepang selama puluhan tahun, masyarakat Korea terus berusaha memperjuangkan kemerdekaan melalui berbagai cara, mulai dari gerakan nasional, pendidikan, hingga diplomasi internasional.
Kemerdekaan yang diraih pada tahun 1945 menjadi awal baru bagi Korea untuk membangun negaranya sendiri. Meskipun setelahnya Korea menghadapi berbagai tantangan hingga mengalami pembagian wilayah, semangat perjuangan para tokoh dan masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam sejarah Korea Selatan.


Belajar bahasa Korea akan terasa lebih menyenangkan bersama para idol K-Pop favorit. Sebelum mempelajari tata bahasa, buku ini terlebih dahulu mengajak chingu berkenalan dengan Hangeul (huruf Korea) beserta dasar-dasarnya sehingga proses belajar menjadi lebih mudah diikuti. Melalui sapaan hangat seperti “Annyeong, chingudeul! Jal jinaejyo? Deudieo uriga dasi mannayo,” pembaca diajak menikmati pengalaman belajar yang santai dan interaktif. Tidak hanya bisa ikut bernyanyi, berjoget, atau melakukan fan chant saat lagu boy group maupun girl group diputar, pembaca juga akan memahami arti lirik yang dinyanyikan oleh uri oppadeul dan eonnideul.
Buku ini dilengkapi lirik dalam Hangeul, romanisasi, beserta terjemahannya sehingga lebih mudah dipelajari. Selain itu, materi tata bahasa disusun secara lengkap mulai dari penjelasan, latihan soal, hingga kunci jawaban sehingga cocok digunakan oleh penggemar K-Pop yang ingin belajar bahasa Korea dengan cara yang lebih seru.


Buku ini merupakan hasil pengembangan tesis penulis di Program Studi Magister Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, yang telah disunting dan disesuaikan untuk kebutuhan penerbitan. Pembahasannya berfokus pada gerakan kemerdekaan Korea dan konflik ideologi yang terjadi di antara berbagai kelompok pejuang sejak 1919 ketika Korea masih berada di bawah penjajahan Jepang. Tekanan dari pemerintah Jepang membuat banyak pejuang melarikan diri ke berbagai negara seperti Tiongkok, Vladivostok, dan Amerika Serikat, tetapi semangat perjuangan tetap berlanjut melalui berbagai organisasi kemerdekaan. Penulis menyoroti dua kekuatan utama, yaitu Pemerintahan Provisional Korea dan Partai Komunis Korea, yang sama-sama memperjuangkan kemerdekaan tetapi memiliki landasan ideologi yang berbeda.
Perbedaan tersebut akhirnya memicu perebutan legitimasi setelah Korea merdeka dan melahirkan dua pemerintahan pada 1948 yang kemudian menjadi awal terbentuknya Korea Selatan dan Korea Utara serta memicu Perang Korea. Dengan menggunakan metode sejarah dan konsep “bangsa” dari Benedict Anderson, buku ini mengulas akar konflik kedua kubu sekaligus menghadirkan sumber-sumber dari Korea Utara yang masih jarang digunakan dalam kajian sejarah Korea sehingga memberikan sudut pandang yang lebih luas dan berbeda dibandingkan penelitian sejenis.


Meningkatnya popularitas budaya Korea di Indonesia membuat semakin banyak orang tertarik mempelajari bahasa Korea. Buku 30 Hari Mahir Bahasa Korea dari Nol hadir sebagai panduan praktis bagi siapa saja yang ingin belajar dari dasar tanpa merasa kesulitan. Materinya disusun secara bertahap dalam tiga bagian utama, yaitu pengenalan Hangeul sebagai fondasi membaca dan menulis, pembelajaran kosakata, ungkapan, serta percakapan yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, hingga materi tata bahasa yang dijelaskan secara sistematis dan dilengkapi latihan soal.
Dengan penyajian yang sederhana dan mudah dipahami, buku ini cocok menjadi teman belajar bagi pemula yang ingin menguasai bahasa Korea secara bertahap dalam waktu singkat.
4. Sejarah Korea: Semenanjung Korea dari Masa ke Masa


Buku ini menyajikan perjalanan panjang sejarah Korea selama lebih dari 5.000 tahun dengan pembahasan yang komprehensif mengenai perkembangan sosial, budaya, dan politik di Semenanjung Korea. Ditulis oleh seorang profesor yang memiliki kecintaan terhadap Indonesia, buku ini mengajak pembaca menelusuri asal-usul masyarakat Korea serta perkembangan budayanya sejak masa awal hingga terbentuknya dua negara Korea pada masa modern.
Berbagai periode penting dibahas secara runtut, mulai dari era Tiga Kerajaan, Silla Bersatu, Balhae, Goryeo, Joseon, masa imperialisme Jepang, hingga perjuangan kemerdekaan Korea. Melalui penyajian yang sistematis, pembaca dapat memahami bagaimana dinamika sejarah, tradisi, dan perubahan politik membentuk Korea menjadi salah satu negara yang memiliki pengaruh besar di dunia saat ini.
5. Nunchi: Seni Membaca Pikiran dan Perasaan Orang Lain–Rahasia Hidup Bahagia dan Sukses dari Korea


Buku Nunchi mengupas konsep nunchi, yaitu kemampuan khas masyarakat Korea dalam membaca situasi, memahami pikiran, serta menangkap perasaan orang lain. Buku ini menjelaskan apa itu nunchi, berbagai hambatan yang membuat kemampuan tersebut sulit diterapkan, filosofi “dua mata, dua telinga, satu mulut”, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun hubungan yang harmonis dan penuh kepercayaan. Menurut penulis, nunchi telah dipraktikkan masyarakat Korea selama lebih dari 5.000 tahun dan dipercaya menjadi salah satu faktor yang mendukung perkembangan Korea menjadi negara maju. Bahkan, para orang tua di Korea menganggap mengajarkan nunchi kepada anak sama pentingnya dengan mengajarkan keselamatan dasar dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui buku ini, pembaca diajak mengembangkan kecerdasan emosional dengan lebih banyak mengamati, mendengarkan, dan memahami orang lain sehingga mampu menjalin hubungan sosial yang lebih baik sekaligus meraih kehidupan yang lebih bahagia dan sukses.
Jumat, 7 Agustus 2026 10:27 WIB
Warga binaan pemasyarakatan Lapas Kolonodale memasarkan hasil pertanian kepada masyarakat lewat program Gerobak Sayur. ANTARA/HO-Humas Kanwil Ditjenpas Sulteng
Morowali, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kolonodale, Sulawesi Tengah, membekali warga binaan dengan keterampilan bertani dan berwirausaha melalui program Gerobak Sayur.
Kepala Lapas Kelas III Kolonodale Bambang Hari Widodo di Morowali, Jumat, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang mengajarkan warga binaan mengelola hasil pertanian hingga memasarkannya.
"Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya belajar mengelola lahan pertanian hingga menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memahami proses pemasaran hasil panen," katanya.
Ia berharap keterampilan tersebut dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat sekaligus mendukung program ketahanan pangan pemerintah.
Menurut ia, Gerobak Sayur dibuka setiap kali masa panen. Warga binaan memasarkan hasil pertanian dari lahan pembinaan yang dikelola bersama petugas.
Berbagai hasil panen dijual kepada masyarakat, seperti kangkung, bayam, sawi, terong, cabai, kacang panjang, dan aneka sayuran lainnya dengan harga mulai Rp5.000.
Sementara itu, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulteng Herman Mulawarman mengatakan pembinaan warga binaan tidak cukup hanya memberikan keterampilan produksi, tetapi juga perlu membangun kemampuan berwirausaha.
"Pembinaan harus menghasilkan perubahan yang nyata. Melalui program seperti Gerobak Sayur, warga binaan belajar mengelola usaha, memahami proses pemasaran, dan membangun rasa percaya diri," katanya.
Ia mengatakan pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal bagi warga binaan untuk hidup mandiri setelah kembali ke lingkungan sosialnya.
Menurut ia, program tersebut sejalan dengan arah kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan serta 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memperkuat pembinaan kemandirian sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kakanwil mendorong seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Sulawesi Tengah terus menghadirkan inovasi pembinaan yang produktif, adaptif, dan memiliki nilai ekonomi.
"Ketika warga binaan memperoleh keterampilan sekaligus pengalaman berwirausaha, peluang mereka untuk kembali produktif di tengah masyarakat akan semakin besar," ujarnya.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Di tengah meningkatnya tuntutan dunia terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan, penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) tidak lagi dipandang sebagai pelengkap strategi perusahaan, melainkan menjadi indikator penting dalam membangun daya saing, mengelola risiko, dan menarik investasi jangka panjang.
Untuk mendorong transformasi tersebut, Yayasan KEHATI kembali menyelenggarakan ESG Award 2026 by KEHATI, ajang penghargaan yang memasuki penyelenggaraan tahun keempat dan menjadi salah satu bentuk apresiasi bagi perusahaan, institusi keuangan, investor, hingga pelaku usaha yang menunjukkan kepemimpinan dalam penerapan prinsip ESG di Indonesia.
Puncak penghargaan diselenggarakan pada 6 Agustus 2026 di Soehanna Hall, Energy Building, Jakarta, dengan menghadirkan regulator, pelaku pasar modal, investor, asosiasi, korporasi, media, dan para pemangku kepentingan lainnya.
ESG Award by KEHATI merupakan bagian dari upaya panjang KEHATI dalam mendorong investasi berkelanjutan di Indonesia. Sejak meluncurkan indeks SRI-KEHATI bersama Bursa Efek Indonesia pada 2009, KEHATI terus mengembangkan ekosistem investasi berbasis ESG, termasuk menghadirkan indeks ESG Sector Leaders IDX KEHATI dan ESG Quality 45 IDX KEHATI pada 2021 yang kini menjadi salah satu referensi penting bagi investor.
Meski demikian, adopsi investasi berbasis ESG di Indonesia masih menghadapi tantangan. Jumlah produk investasi ESG masih relatif terbatas dibandingkan produk investasi konvensional, sementara pemahaman pelaku pasar dan masyarakat mengenai investasi berkelanjutan masih perlu diperkuat. Karena itu, ESG Award diharapkan dapat mempercepat lahirnya lebih banyak pelaku yang menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis.
Selama tiga tahun penyelenggaraannya, ESG Award by KEHATI telah diikuti sekitar 73 perusahaan dari berbagai sektor dan memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan dengan kinerja ESG terbaik. Tahun ini, penghargaan diberikan dalam empat lingkup utama, yaitu Capital Market, Impact Investment, Debt & Project Financing, serta Best Facilitator, dengan proses seleksi yang dilakukan secara independen melalui penilaian administratif, scoring, dan sidang pleno Dewan Juri.
Anggota Dewan Juri ESG Award 2026 by KEHATI, Ongki Kurniawan, mengatakan bahwa keberhasilan perusahaan di masa depan akan semakin ditentukan oleh kemampuannya menciptakan nilai ekonomi sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
"ESG bukan lagi sekadar memenuhi ekspektasi regulator atau investor. ESG telah menjadi fondasi bagi perusahaan untuk membangun bisnis yang tangguh, dipercaya, dan relevan dalam jangka panjang. Melalui ESG Award, kami ingin mengapresiasi organisasi yang tidak hanya menghasilkan kinerja bisnis yang baik, tetapi juga menunjukkan kepemimpinan dalam menciptakan dampak yang nyata bagi lingkungan, masyarakat, dan tata kelola yang bertanggung jawab."
Melalui penghargaan ini, KEHATI berharap semakin banyak perusahaan, investor, lembaga pembiayaan, maupun pelaku usaha yang terdorong mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam strategi bisnis dan keputusan investasinya. Semakin luas penerapan ESG, semakin besar pula kontribusi sektor keuangan dan dunia usaha dalam mendukung target pembangunan berkelanjutan serta transisi Indonesia menuju ekonomi yang lebih hijau, inklusif, dan berdaya saing.
Penerima ESG Award 2026 by KEHATI
Pada penyelenggaraan tahun ini, Dewan Juri menetapkan para penerima ESG Award 2026 by KEHATI berdasarkan proses seleksi yang mencakup penilaian administratif, evaluasi substansi, scoring sesuai kategori, serta Sidang Pleno Dewan Juri. Para penerima penghargaan dinilai berhasil menunjukkan kepemimpinan dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus memberikan dampak nyata terhadap pembangunan berkelanjutan.
A. Sektor Capital Market
Kategori Listed Company
PT Bank Central Asia Tbk
PT Unilever Indonesia Tbk
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Kategori Investor – Fund Manager
PT BNP Paribas Asset Management
PT Eastspring Investments Indonesia
Kategori Investor – Pension Fund
Dana Pensiun Lembaga Keuangan Bank Rakyat Indonesia
Dana Pensiun Telkom
Kategori Investor – Insurance Company
PT AXA Mandiri Financial Services
B. Sektor Impact Investment
Kategori Impact Entrepreneur
PT Ekonomi Sirkular Indonesia (Surplus Indonesia)
Pandawa Agri Indonesia
PT Berkah Inovasi Kreatif Indonesia (BIKI)
Kategori Investor on Impact Investment
East Ventures
C. Sektor Debt & Project Financing
Kategori Issuer/Borrower
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Kategori Investor/Creditor
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC)
Best Facilitator
PwC Indonesia
KUMPUL (PT Ruang Kreasi Berdaya)
Angin Dampak Jaya
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
Data BPS, per Mei 2026, jumlah pengangguran tercatat sebanyak 7,22 juta orang, atau berkurang sekitar 24 ribu orang, dibandingkan Februari 2026.
Anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani Aher, menilai capaian tersebut menjadi indikator positif bagi kondisi pasar kerja nasional yang mulai membaik.
"Penurunan angka pengangguran merupakan sinyal positif bahwa perekonomian dan pasar kerja terus bergerak ke arah yang lebih baik. Capaian ini patut diapresiasi sebagai hasil kerja bersama," kata Netty, dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).
Baca Juga: Tingkat Pengangguran Terbuka Turun per Mei 2026, Serapan Tenaga Kerja Naik 522 Ribu Orang
Meski demikian, politisi PKS itu menyebut keberhasilan pembangunan sektor ketenagakerjaan tidak cukup hanya diukur dari menurunnya angka pengangguran.
Menurut Netty, pemerintah perlu memastikan masyarakat memperoleh pekerjaan yang layak, produktif, memiliki kepastian penghasilan, serta mendapat perlindungan sosial.
"Kita tidak hanya membutuhkan lebih banyak lapangan kerja, tetapi juga pekerjaan yang layak, produktif, memiliki kepastian penghasilan, serta memberikan pelindungan sosial bagi para pekerja," ujarnya.
Netty juga menyoroti masih besarnya jumlah pekerja di sektor informal yang dinilai rentan karena belum seluruhnya memperoleh jaminan sosial maupun kepastian kerja.
Karena itu, ia mendorong pemerintah mempercepat transformasi menuju pekerjaan formal dengan memperluas akses perlindungan bagi pekerja.
Baca Juga: Penyerapan Tenaga Kerja Naik, Pengangguran Turun pada Februari 2026
"Transformasi menuju pekerjaan formal perlu terus didorong. Pekerja informal harus memperoleh akses jaminan sosial, termasuk BPJS Ketenagakerjaan, sehingga memiliki jaring pengaman saat menghadapi risiko kecelakaan kerja hingga usia lanjut," jelasnya.
Selain itu, Netty mengingatkan tingginya angka pengangguran usia muda masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.
Ia menilai diperlukan sinergi yang lebih kuat antara dunia pendidikan, pelatihan vokasi, dan industri agar kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
"Kita perlu memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri melalui pelatihan berbasis kompetensi, magang, hingga sertifikasi," kata Netty.
Jumat, 7 Agustus 2026 10:25 WIB
Wamen Pariwisata RI Ni Luh Enik Ermawati didampingi ibu bupati dan wakil bupati Jayawijaya melihat berbagai kerajinan masyarakat di Noken Street Fashion yang digelar di Halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Papua Pegunungan. ANTARA/Yudhi Efendi.
Wamena (ANTARA) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengakui potensi wisata alam, budaya dan kopi yang ada di wilayah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Wakil Menteri (Wamen) Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati di Wamena, Jumat mengatakan potensi wisata di Papua Pegunungan khususnya Kabupaten Jayawijaya sangat luar biasa.
"Kami tadi bersama dengan pak Menteri Koperasi, bupati dan wakil bupati Jayawijaya mengunjungi desa (kampung) wisata di Kumukima dan melihat Mumi di desa wisata Aikima, dan sangat senang sekali dengan kunjungan perdana ini di Wamena," katanya.
Menurut dia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan tahun ini menyelenggarakan konsep Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 sangat luar biasa karena selain ada atraksi budaya tetapi juga ada Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion.
"Kami sangat senang sekali bisa hadir di sini dan menyaksikan persiapan dan penyelenggaraan FBLB ke-34 tahun 2026 dengan adanya atraksi budaya dan Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion tahun 2026," ujarnya.
Dia menjelaskan potensi wisata alam, budaya dan kopi di Kabupaten Jayawijaya sangat luar biasa maka perlu didorong untuk menjadi pendapatan bagi daerah dan masyarakat
"Ada begitu besar potensi wisata utamanya kekayaan adat dan budaya yang ada di sini seperti di desa wisata Kumukima dan Aikima. Kami juga melihat potensi kopi di sini dan itu menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus dijahit bersama untuk meningkatkan kunjungan dan lama tinggal wisatawan yang datang ke sini," katanya.
Dia berharap dengan kolaborasi bersama antara pemerintah daerah dan Kemenpar RI, ke depan jumlah wisatawan yang datang menyaksikan FBLB maupun potensi wisata alam, budaya di tempat ini semakin baik.
"Dengan kolaborasi bersama maka dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan mensejahterakan masyarakat asli di Jayawijaya maupun Papua Pegunungan secara umum dari sektor pariwisata maupun agrowisata," ujarnya.
Potensi agrowisata, kata dia di Jayawijaya ada kopi, nenas yang sangat luar biasa maka perlu dukungan penuh pemerintah daerah dan pusat untuk mendorong berbagai potensi ini menjadi daya tarif wisatawan ke daerah ini.
"Kami berharap ke depan sektor pariwisata dapat terus bertumbuh dengan kekuatan akar budaya yang ada di sini maka perlu dijaga dan dirawat baik," katanya.
Dia menilai FBLB menjadi daya Tarik Utama wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara datang ke sini sehingga keunikan dan keunggulan ini perlu dijaga dan dirawat bersama-sama.
"Kami ajak wisatawan dapat hadir di tempat ini untuk menyaksikan FBLB secara langsung sehingga memberikan semangat bagi masyarakat untuk dapat mempertahankan adat dan budaya yang dimiliki. Kami berharap FBLB terus masuk 10 besar Karisma Event Nusantara (KEN) dan dapat meningkatkan kualitasnya sehingga menarik wisatawan untuk datang ke tempat ini," ujarnya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:22 WIB
Jakarta, VIVA – Pembangunan infrastruktur di Kepulauan Nias kembali menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mulai merealisasikan pembangunan dua ruas jalan strategis di Kabupaten Nias Utara yang selama puluhan tahun dinantikan masyarakat.
Baca Juga
Ruas Jalan Lotu-Lahewa dan Lotu-Tuhemberuwa mulai dikerjakan pada tahun ini menggunakan konstruksi hotmix. Kehadiran proyek tersebut disambut antusias warga karena jalan tersebut menjadi akses utama yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Apresiasi masyarakat disampaikan secara langsung kepada Bobby Nasution saat kegiatan Sapa Daerah (SADA) yang digelar di Kecamatan Lotu, Kabupaten Nias Utara, Kamis, 6 Agustus 2026.
Baca Juga
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengalokasikan anggaran lebih dari Rp17 miliar untuk peningkatan ruas Jalan Lotu-Lahewa sepanjang 2,5 kilometer.
Baca Juga
Sementara itu, pembangunan ruas Jalan Lotu-Tuhemberuwa sepanjang 4 kilometer dibiayai dengan anggaran sekitar Rp27 miliar.
Kedua proyek tersebut menggunakan konstruksi hotmix dan menjadi bagian dari program peningkatan infrastruktur yang dijalankan Pemprov Sumut di wilayah Kepulauan Nias.
Keberadaan jalan tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi di Nias Utara.
Salah seorang warga Desa Hilidunda, Jaswin Gea, mengaku pembangunan jalan tersebut merupakan harapan masyarakat yang telah lama dinantikan.
Menurutnya, ruas jalan itu selama ini menjadi jalur utama masyarakat, tetapi belum pernah mendapatkan pembangunan aspal selama puluhan tahun.
"Jalan ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Kami sangat bersyukur karena akhirnya bisa diaspal. Ini menjadi kebahagiaan bagi masyarakat Nias Utara," ujar Jaswin.
Ia menilai pembangunan jalan akan memberikan dampak besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat karena akses transportasi menjadi lebih baik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Harapan serupa juga disampaikan warga lainnya, Tarmizi Gea. Ia berharap pembangunan dapat dilanjutkan hingga seluruh ruas Jalan Lotu-Tuhemberuwa yang memiliki panjang sekitar 12 kilometer.
Selain penyelesaian jalan, masyarakat juga mengusulkan pembangunan drainase di sepanjang ruas tersebut agar kondisi jalan tetap terjaga dan tidak mudah rusak akibat genangan air.
Halaman Selanjutnya
Warga Sampaikan Beragam Aspirasi