BMKG: Waspada hujan ringan di wilayah barat Indonesia pada Senin - ANTARA News Ambon, Maluku

calendar_today 17.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan berintensitas ringan di sejumlah kota besar bagian barat Indonesia pada Senin.

"Untuk bagian barat Indonesia diwaspadai terdapat potensi hujan ringan di Medan, Padang, Bengkulu, Bandarlampung, Pontianak, dan Tanjung Selor," kata Prakirawan BMKG, M. Rizky dalam siaran prakiraan cuaca di Jakarta, Senin.

Meskipun terdapat peringatan hujan ringan tersebut, BMKG memprakirakan sebagian kota lainnya di wilayah barat Indonesia akan lebih didominasi oleh tutupan awan.

M. Rizky menyebutkan bahwa potensi cuaca cerah berawan, berawan, hingga berawan tebal berpeluang menyelimuti Banda Aceh, Pekanbaru, Jambi, Tanjung Pinang, Pangkalpinang, sebagian besar wilayah Jawa, Samarinda, dan Banjarmasin.

Selain tutupan awan dan curah hujan, ia juga mengingatkan adanya kondisi cuaca berupa potensi udara kabur yang secara spesifik berpeluang terjadi di wilayah Palembang dan Palangka Raya.

Beralih ke pemantauan di kawasan timur Indonesia, BMKG mengeluarkan prakiraan cuaca yang cukup bervariasi, merentang dari curah hujan ringan hingga dominasi awan tebal di berbagai kota.

"Untuk bagian timur Indonesia diwaspadai terdapat potensi hujan ringan di Mamuju, Palu, Ambon, Nabire, dan Jayapura, dan potensi berawan hingga berawan tebal di Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayawijaya, dan Merauke," ujarnya menambahkan rincian cuaca untuk kawasan timur.

M. Rizky mengingatkan prakiraan tersebut adalah gambaran umum atas cuaca hari ini. Untuk informasi cuaca yang lebih lengkap dan diperbarui setiap jam, masyarakat dapat memantau aplikasi Info BMKG dan akun media sosial @infobmkg.

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.