Intelijen Keuangan dan Bantuan Hukum Timbal Balik Jadi Kunci Bongkar Sindikat Penipuan Daring |Republika Online

calendar_today 05.08.2026 - person  - timer ~

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Guru Besar Hukum Laut Internasional Universitas Indonesia (UI) Arie Afriansyah menegaskan bahwa intelijen keuangan dan bantuan hukum timbal balik atau Mutual Legal Assistance (MLA) merupakan kunci utama dalam investigasi bersama antara Indonesia dan Thailand untuk membongkar sindikat penipuan daring. Pertukaran intelijen semata dinilai tidak cukup karena belum tentu dapat digunakan sebagai alat bukti di pengadilan.

"Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan otoritas intelijen keuangan negara terkait harus menelusuri rekening, perusahaan cangkang, aset kripto, dan pemilik manfaat sejak awal,” kata Arie kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Indonesia sejatinya telah memiliki perjanjian MLA multilateral dengan seluruh negara anggota ASEAN melalui Treaty on Mutual Legal Assistance in Criminal Matters among Like-Minded ASEAN Member Countries atau ASEAN MLAT. Perjanjian ini mulai berlaku pada 20 Januari 2009 setelah diratifikasi melalui Undang-undang Nomor 15 Tahun 2008.

Perlunya Investigasi Paralel dan Pemetaan Jaringan

Arie menjelaskan bahwa satuan tugas bersama di bawah Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC) perlu memetakan sindikat sebagai satu jaringan utuh. Jaringan ini mencakup perekrut, pengelola scam compound, penyedia teknologi, rekening penampung, pemilik manfaat, hingga pelindungnya.

"Pertukaran data real-time harus diikuti investigasi paralel, operasi terkoordinasi, pembekuan aset, serta pelindungan korban berdasarkan prinsip non-punishment,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa ASEAN tidak memerlukan deklarasi baru, melainkan mekanisme operasional lintas negara yang lebih efektif.

Diplomasi Berlapis untuk Lindungi WNI

Profesor itu juga menilai Indonesia perlu menempuh diplomasi berlapis jika ingin memberikan pelindungan maksimal kepada warga negara Indonesia (WNI) dari jaringan sindikat penipuan daring. Menurut dia, Indonesia memiliki daya tawar yang cukup kuat karena besarnya jumlah korban, hubungan strategis dengan Thailand, dan posisi Indonesia di ASEAN.

Meski demikian, Thailand tidak dapat menindak pusat penipuan di Myanmar atau Kamboja tanpa kerja sama dari negara-negara setempat. “Indonesia perlu menempuh diplomasi berlapis, meminta akses konsuler dan menetapkan target waktu pemulangan, serta memastikan korban tidak diperlakukan sebagai pelaku. Pada saat yang sama, Indonesia harus menindak perekrut domestik,” tegasnya.

Pada 3 Agustus lalu, Indonesia dan Thailand sepakat memperkuat kerja sama penegakan hukum melalui pertukaran informasi, intelijen, dan investigasi bersama untuk memberantas kejahatan transnasional. Presiden Prabowo Subianto dalam pernyataan pers bersama PM Thailand Anutin Charnvirakul di Jakarta menyampaikan bahwa kedua negara sepakat memperkuat pelacakan aliran keuangan yang berkaitan dengan jaringan kejahatan transnasional serta meningkatkan koordinasi penegakan hukum untuk membongkar jaringan kejahatan lintas negara.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Menteri Kebudayaan siapkan Museum Musik Indonesia di Bandung

calendar_today 05.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan pihaknya tengah menyiapkan Museum Musik Indonesia di Kota Bandung, Jawa Barat, sebagai upaya mendokumentasikan perjalanan musik nasional sekaligus melestarikan warisan para musisi Indonesia.

“Kita di Kementerian Kebudayaan sedang merintis juga adanya Museum Musik Indonesia yang memang proper, yang paling tidak bisa memberikan gambaran musik Indonesia dari awal sampai akhir,” kata Fadli dalam konser “Sepanjang Jalan Kenangan: Sejuta Cerita Is Haryanto” di Jakarta, Rabu (5/8) malam.

Fadli Zon mengatakan museum tersebut direncanakan berlokasi di eks Gedung Jiwasraya, yakni di Jalan Asia Afrika, Bandung, yang merupakan bangunan cagar budaya dan telah lama tidak dimanfaatkan.

“Kita sudah dapat gedungnya, yaitu eks dari Jiwasraya. Itu gedung cagar budaya yang sudah lama mangkrak sebenarnya, nah kita mau gunakan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Menurut dia, museum itu nantinya akan menampilkan perjalanan musik Indonesia dari berbagai era, termasuk koleksi memorabilia para musisi dan komposer nasional.

Menbud mengatakan pihaknya telah menerima sejumlah memorabilia dari keluarga musisi, di antaranya penghargaan milik almarhum Titiek Puspa, serta koleksi dari musisi Idris Sardi.

Fadli menambahkan pemerintah juga tengah berdiskusi dengan musisi dan komposer untuk menyusun konsep museum, termasuk mendigitalisasi lagu-lagu Indonesia dengan tetap memperhatikan hak kekayaan intelektual.

“Tentu kita sudah diskusi dengan para musisi, para komposer, bagaimana ke depan tokoh-tokoh yang menjadi tonggak-tonggak di dalam musik Indonesia bisa tergambar di situ. Juga lagu-lagunya, digitalisasi lagu-lagunya dengan memperhatikan hak kekayaan intelektual,” katanya.

Konser ‘Sepanjang Jalan Kenangan: Sejuta Cerita Is Haryanto’ sendiri menghadirkan sejumlah penyanyi lintas generasi, seperti Yuni Shara, Vien Is Haryanto, Hedi Yunus, Ria Resty Fauzy, Dian Mayasari, Lies Meriawati, Johan Untung, Mario, Marco, dan Julian Dekiata yang membawakan lagu-lagu karya Is Haryanto, diiringi grup musik Audiensi.

Baca juga: Menbud apresiasi kontribusi Is Haryanto bagi musik Indonesia

Baca juga: Kemenbud manfaatkan aset Danantara untuk dijadikan museum

Baca juga: Menbud: Museum Sriwijaya disiapkan jadi laboratorium riset kebudayaan

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Akademisi nilai intelijen keuangan, MLA kunci bongkar sindikat daring

calendar_today 05.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Hukum Laut Internasional Universitas Indonesia Arie Afriansyah menilai intelijen keuangan dan bantuan hukum timbal balik (Mutual Legal Assistance/MLA) menjadi kunci investigasi bersama Indonesia-Thailand untuk membongkar sindikat penipuan daring.

Ia menuturkan pertukaran intelijen saja tidak cukup untuk membongkar sindikat penipuan daring karena belum tentu bisa digunakan sebagai alat bukti.

"Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan otoritas intelijen keuangan negara terkait harus menelusuri rekening, perusahaan cangkang, aset kripto, dan pemilik manfaat sejak awal,” kata Arie kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Indonesia telah memiliki perjanjian MLA multilateral dengan seluruh negara anggota ASEAN melalui Treaty on Mutual Legal Assistance in Criminal Matters among Like-Minded ASEAN Member Countries, yang lebih dikenal sebagai ASEAN Mutual Legal Assistance Treaty (ASEAN MLAT), yang mulai berlaku pada 20 Januari 2009 setelah ratifikasi.

Indonesia telah meratifikasi ASEAN MLAT tersebut dengan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2008 tentang Pengesahan Treaty on Mutual Legal Assistance in Criminal Matters among Like-Minded ASEAN Member Countries.

Selain itu, Arie mengatakan satuan tugas bersama di bawah Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC) perlu memetakan sindikat sebagai satu jaringan: perekrut, pengelola scam compound, penyedia teknologi, rekening penampung, pemilik manfaat, dan pelindungnya.

"Pertukaran data real-time harus diikuti investigasi paralel, operasi terkoordinasi, pembekuan aset, serta pelindungan korban berdasarkan prinsip non-punishment,” katanya, seraya menambahkan bahwa ASEAN tidak memerlukan deklarasi baru, melainkan mekanisme operasional lintas negara.

Baca juga: Prabowo apresiasi bantuan Thailand pulangkan korban penipuan daring

Profesor itu juga menilai Indonesia perlu menempuh diplomasi berlapis jika ingin memberikan pelindungan maksimal kepada warga negara Indonesia (WNI) dari jaringan sindikat penipuan daring.

Menurut dia, Indonesia memiliki daya tawar yang cukup kuat karena besarnya jumlah korban penipuan daring, hubungan strategis dengan Thailand, dan posisi Indonesia di ASEAN. Namun, Thailand tidak dapat menindak pusat penipuan di Myanmar atau Kamboja tanpa kerja sama dari negara-negara setempat.

“Indonesia perlu menempuh diplomasi berlapis, meminta akses konsuler dan menetapkan target waktu pemulangan, serta memastikan korban tidak diperlakukan sebagai pelaku. Pada saat yang sama, Indonesia harus menindak perekrut domestik,” ujarnya.

Pada 3 Agustus, Indonesia dan Thailand sepakat memperkuat kerja sama penegakan hukum melalui pertukaran informasi, intelijen, dan investigasi bersama untuk memberantas kejahatan transnasional.

“Ke depan kami sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam pertukaran informasi dan intelijen. Juga kerja sama investigasi bersama,” kata Prabowo dalam pernyataan pers bersama PM Thailand Anutin Charnvirakul di Jakarta.

Selain pertukaran informasi dan intelijen, kedua negara juga sepakat memperkuat pelacakan aliran keuangan yang berkaitan dengan jaringan kejahatan transnasional serta meningkatkan koordinasi penegakan hukum untuk membongkar jaringan kejahatan lintas negara.

Baca juga: Indonesia-Thailand bertukar informasi bongkar kejahatan transnasional

Baca juga: Indonesia-Thailand sepakat tingkatkan kerja sama pertahanan, keamanan

Baca juga: Indonesia-Thailand adopsi peta jalan kemitraan strategis

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Martha Herlinawati Simanjuntak
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Film SOLATA angkat realitas pendidikan dan nasionalisme di pelosok

calendar_today 05.08.2026 - person  - timer ~

Makassar (ANTARA) - Film SOLATA yang artinya dalam bahasa Toraja adalah "Teman sebagai keluarga yang kita pilih" mengangkat realitas pendidikan dan nasionalisme yang membawa apresiasi dan pengalaman baru dalam memperkenalkan Indonesia ke dunia internasional.

"Film SOLATA kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan rangkaian perjalanan internasional di Eropa Timur. Film ini membawa apresiasi dan pengalaman baru dalam memperkenalkan cerita Indonesia kepada publik dunia," kata Sutradara sekaligus produser Ichwan Persada di Makassar, Rabu.

Film SOLATA tersebut sebelumnya berhasil meraih penghargaan Special Award for Cinema from the Emerald of the Equator: Cultural Contribution and Humanism pada Golden FEMI Film Festival di Sofia, Bulgaria, pada 6 Juni 2026.

Setelah memenangkan penghargaan di Bulgaria, tim SOLATA melanjutkan tur ke lima kota di empat negara Eropa Timur, yakni Sofia di Bratislava di Slovakia pada 10 Juni 2026, Bulgaria pada 13 Juni 2026, Budapest di Hungaria, serta Ankara dan Istanbul di Turki pada pertengahan hingga akhir Juni 20206.

Perjalanan tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi film, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus membuka dialog mengenai pendidikan, kemanusiaan, persahabatan, dan nasionalisme.

Ichwan mengatakan SOLATA mengangkat realitas pendidikan melalui kisah seorang relawan guru asal Jakarta yang mengajar di Ollon, Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Di wilayah tersebut, sang guru berhadapan dengan kondisi pendidikan dan kehidupan anak-anak di daerah yang jauh dari pusat perkotaan.

Pengalaman itu kemudian berkembang menjadi kisah tentang hubungan guru yang diperankan Artis Rendy Kjaernett dan muridnya serta arti penting pendidikan dalam membangun masa depan.

Cerita semakin menarik ketika sang guru bertemu enam murid yang memiliki nama depan menyerupai nama-nama presiden Indonesia. Unsur tersebut menjadi simbol yang memperkuat pesan nasionalisme dalam film.

Selain persoalan pendidikan, film ini juga menghadirkan keindahan alam, kehidupan masyarakat Toraja, termasuk lingkungan sosial dan kekayaan budaya lokal sebagai bagian dari narasi yang memperkuat identitas Indonesia.

Dalam perjalanan di Eropa Timur, lanjut Ichwan, SOLATA mendapat kesempatan diputar di sejumlah kota dan mempertemukan tim film dengan komunitas perfilman, mahasiswa, diaspora Indonesia, serta masyarakat setempat.

Kini kembalinya SOLATA ke Indonesia menjadi momentum untuk membawa pengalaman dari perjalanan internasional tersebut sekaligus kembali mendekatkan film itu kepada penonton Tanah Air. Film ini menunjukkan bahwa cerita lokal dengan latar budaya Indonesia dapat memiliki daya tarik bagi penonton internasional.

"Setelah meraih penghargaan di Bulgaria dan menyelesaikan tur lima kota di empat negara Eropa Timur, SOLATA terus membawa pesan tentang pendidikan, persahabatan, kebudayaan, kemanusiaan, dan nasionalisme, sekaligus memperkenalkan wajah Indonesia melalui karya sinema," jelasnya.

Sutradara sekaligus Produser film SOLATA, Ichwan Persada yang mengangkat realitas dunia pendidikan di pelosok Toraja dan upaya warga tetap menjaga nasionalime di Sulawesi Selatan. ANTARA/Suriani Mappong

Pewarta: Suriani Mappong
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Ungu adopsi konsep MV lamanya di MV “Utara-Selatan”

calendar_today 05.08.2026 - person  - timer ~

...Kami benar-benar memikirkan karya ini

Jakarta (ANTARA) - Grup musik Ungu kembali mengadopsi konsep pertunjukan panggung dalam video musik (MV) terbaru mereka berjudul "Utara-Selatan" yang menghidupkan kembali memori kilas balik (flashback) penggemar ke masa awal karir mereka sebagai band panggung.

Penggunaan latar aksi panggung itu bukan yang pertama kali bagi Ungu, mengingat pendekatan visual serupa sebelumnya juga pernah mereka tampilkan dalam video musik lagu hit "Saat Indah Bersamamu" (2007).

"Mungkin karena 'nature'-nya lagu ini, sifatnya lagu ini memang lagu panggung banget, lagu yang cenderung 'nge-rock' itu buat kita kayak 'flashback' awal-awal kita memang kita band panggung banget," ujar gitaris Ungu, Franco Medjaya (Enda), selaku pencipta lagu kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Enda menjelaskan bahwa aransemen musik dan dinamika vokal Pasha dalam proses rekaman juga disesuaikan agar terasa lebih hidup (live) layaknya sebuah pertunjukan di atas panggung terbuka.

Keselarasan audio tersebut yang kemudian diterjemahkan ke dalam konsep visual video musik yang dipenuhi oleh adegan aksi panggung tersebut.

Penempatan tulisan cerita bersambung (to be continued) di akhir tayangan klip video tersebut sekaligus menjadi penanda terbukanya peluang tak terbatas untuk menggarap koleksi lagu-lagu Ungu berikutnya.

Baca juga: Ungu rilis MV lagu baru tanpa CGI, hindari pengaruh tren sesaat

"Ke depannya ya 'infinity' lah, kemungkinan bisa apa aja," tambah Enda mengenai potensi pengembangan karya mereka ke ranah visual yang lebih luas, termasuk film dan 'miniseries'.

Sementara itu, untuk kelanjutan dari narasi klip lagu tersebut, Ungu telah merampungkan dua lagu baru yang jalan ceritanya sengaja dirancang untuk mengikuti kisah dari video musik "Utara-Selatan".

Video musik itu sendiri diposisikan sebagai eksperimen pertama bagi Ungu dalam menunjukkan potensi personelnya sendiri untuk menggarap plot cerita dalam format audio-visual secara mandiri.

Vokalis Ungu sekaligus sutradara video musik "Utara-Selatan", Sigit Purnomo Syamsuddin Said (Pasha), merinci bahwa plot drama klip itu menyoroti pergolakan batin karakter anak muda di tengah arena konser panggung Ungu.

Narasi berfokus pada dilema tokoh perempuan yang diperankan Zara Leola saat menyusul tokoh pria yang diperankan Kiesha Alvaro demi menyelesaikan perdebatan mereka di telepon.

"Tapi kan kalau tadi teman-teman melihat di ujung video kan, di saat Kiesha meluk Zara, Zaranya enggak meluk Kiesha. Karena mungkin Zara juga merasa 'Ini bener enggak sih keputusan saya?' gitu loh, antara pendidikan dan kekasih, kira-kira gitu. Pendidikan penting, tapi perasaan juga harus nyaman," jelas Pasha membedah makna adegan robekan kertas dan pelukan sepihak di akhir klip.

Baca juga: Kahitna ungkap kunci tetap kompak selama 40 tahun berkarya

Kehadiran massa dalam set konser tersebut diakui Pasha menjadi elemen krusial yang menyukseskan jalannya cerita video musik.

Rekaman visual berlatar panggung tersebut menjadi sangat masif karena melibatkan sekitar 400 orang Cliquers asli yang bertindak sebagai pemeran figuran konser langsung.

"Cinta-cintanya Ungu ini, cliquers-cliquers Ungu, extras-extras yang kemarin hadir di konser itu juga sebagai salah satu poin penting suksesnya video klip ini, menurut saya. Itu jumlahnya kurang lebih 400," tambah Pasha.

Keseriusan Ungu dalam meramu karya ini secara keseluruhan bahkan ditunjukkan lewat proses pengerjaan aransemen musik yang mengalami beberapa kali perombakan total.

Gitaris Ungu lainnya, Arlonsy Miraldi (Oncy), memaparkan bahwa seluruh personel harus berdiskusi secara mendalam untuk memastikan lagu ini benar-benar matang sebelum dirilis ke platform digital.

"Kami benar-benar memikirkan karya ini. Musiknya beberapa kali kami rombak sampai akhirnya semua sepakat, 'ini dia'. Bahkan untuk music video-nya pun kami berkali-kali meeting. Jujur, baru kali ini kami seserius ini menggarap sebuah video musik," kata Oncy.

Baca juga: NCT 127 bersiap merilis album ketujuh

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Gubernur Sumut Bobby Nasution Ajak DPRD Awasi Langsung Pembangunan di Kepulauan Nias |Republika Online

calendar_today 05.08.2026 - person  - timer ~

REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNGSITOLI, – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengajak sejumlah anggota DPRD Sumut untuk melihat dan mengawasi langsung pelaksanaan program pembangunan di Kepulauan Nias. Kegiatan ini merupakan bagian dari program berkantor Gubernur di Nias yang berlangsung pada 5 hingga 9 Agustus 2026.

Bobby menegaskan bahwa kehadiran para wakil rakyat tersebut bukanlah atas perintahnya, melainkan inisiatif mereka sendiri untuk mendampinginya. Ia menyebut hal ini sebagai wujud semangat kolaborasi antara eksekutif dan legislatif untuk mempercepat pembangunan daerah.

"Bukan memboyong, tapi mereka ingin menemani saya. Kemarin mereka bertanya apa saja yang dilakukan selama berkantor di Nias," ujar Bobby di Kota Gunungsitoli, Rabu.

Tercatat ada tujuh anggota DPRD Sumut yang ikut dalam pengawasan ini. Di antaranya adalah Ketua Komisi D DPRD Sumut Timbul Jaya Hamonangan Sibarani dan Sekretaris Komisi D DPRD Sumut Defri Noval Pasaribu.

Gubernur menekankan bahwa ia siap diawasi secara langsung di lapangan. "Walaupun sudah saya sampaikan, mereka ingin melihat langsung di lapangan. Makanya, kita bawa mereka melihat bersama-sama. Mereka juga bisa mengawasi kerja kita di lapangan, dan kami siap diawasi. Inilah semangat kolaborasi," tegas Bobby.

Apresiasi untuk Terobosan Baru

Ketua Komisi D DPRD Sumut Timbul Jaya Hamonangan Sibarani mengapresiasi langkah Gubernur Bobby Nasution yang kembali berkantor di Kepulauan Nias. Menurutnya, ini adalah terobosan yang belum pernah dilakukan oleh gubernur sebelumnya.

"Ini Gubernur pertama berkantor di Nias. Selama ini hanya kunjungan biasa. Kami apresiasi semangat Gubernur membangun daerah tertinggal, seperti Nias dan Sipiongot. Ini harus kita akui, dan kami akan terus mendukung," jelas Timbul.

Sekretaris Komisi D DPRD Sumut Defri Noval Pasaribu menilai program ini sebagai model baru yang mendekatkan pemerintah provinsi dengan masyarakat. Kehadiran langsung Gubernur di lapangan dinilai memungkinkan penanganan lebih cepat terhadap berbagai persoalan, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga kesehatan.

"Ini model baru yang dilakukan oleh Gubernur agar lebih dekat dengan masyarakat. Gubernur ingin memangkas ketertinggalan Kepulauan Nias, sehingga masyarakat dapat merasakan langsung kehadiran pemerintah provinsi," kata Defri.

Dukungan Program Pendidikan Gratis

Defri menambahkan, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumut dan DPRD Sumut menjadi faktor penting dalam memastikan program pembangunan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Pihaknya memastikan DPRD Sumut terus mendukung program-program yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu program yang didukung adalah pendidikan gratis bagi siswa SMA dan SMK. "Program tersebut diharapkan dapat diperluas ke seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara seiring membaiknya kondisi keuangan daerah," tutur Defri.

Program berkantor di Kepulauan Nias ini sendiri telah dijalankan Bobby Nasution untuk kedua kalinya. Sebelumnya, ia berkantor di sana pada 15 sampai 20 Juli 2026.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Gubernur Sumut bawa anggota DPRD lihat langsung pembangunan di Nias

calendar_today 05.08.2026 - person  - timer ~

...Mereka juga bisa mengawasi kerja kita di lapangan dan kami siap diawasi. Inilah semangat kolaborasi

Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution membawa sejumlah anggota DPRD Sumut melihat langsung, dan sekaligus mengawasi pelaksanaan program pembangunan di Kepulauan Nias.

"Bukan memboyong, tapi mereka (anggota DPRD Sumut, red) ingin menemani saya. Kemarin mereka bertanya apa saja yang dilakukan selama berkantor di Nias," ucap Bobby di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Rabu.

Gubernur mengatakan, kehadiran anggota DPRD Sumut ini merupakan bagian dari semangat kolaborasi antara eksekutif dan legislatif untuk mempercepat pembangunan daerah.

Tercatat, tujuh anggota DPRD Sumut mendampingi Gubernur Sumatera Utara berkantor di Nias, di antaranya Ketua Komisi D DPRD Sumut Timbul Jaya Hamonangan Sibarani, dan Sekretaris Komisi D DPRD Sumut Defri Noval Pasaribu.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution kembali menjalankan program berkantor di Kepulauan Nias selama lima hari mulai 5 hingga 9 Agustus 2026 setelah sebelumnya pada 15 sampai 20 Juli 2026.

"Walaupun sudah saya sampaikan, mereka ingin melihat langsung di lapangan. Makanya, kita bawa mereka melihat bersama-sama. Mereka juga bisa mengawasi kerja kita di lapangan, dan kami siap diawasi. Inilah semangat kolaborasi," tegas Bobby.

Baca juga: Gubernur Sumut kembali berkantor di Nias guna percepat pembangunan

Ketua Komisi D DPRD Sumut Timbul Jaya Hamonangan Sibarani mengapresiasi langkah langkah Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution kembali berkantor di Kepulauan Nias.

Menurutnya, program berkantor di Kepulauan Nias ini menjadi terobosan yang belum pernah dilakukan oleh Gubernur Sumatera Utara sebelumnya.

"Ini Gubernur pertama berkantor di Nias. Selama ini hanya kunjungan biasa. Kami apresiasi semangat Gubernur membangun daerah tertinggal, seperti Nias dan Sipiongot. Ini harus kita akui, dan kami akan terus mendukung," jelas Timbul.

Sekretaris Komisi D DPRD Sumut Defri Noval Pasaribu menilai, program berkantor di Kepulauan Nias ini menjadi cara pemerintah provinsi lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memahami langsung persoalan yang dihadapi daerah.

Kehadiran Gubernur Sumatera Utara di lapangan, lanjut dia, memungkinkan berbagai persoalan mulai infrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga sektor lainnya ditangani lebih cepat.

Baca juga: Gubernur Sumut ajak generasi muda gelorakan semangat juang '45

"Ini model baru yang dilakukan oleh Gubernur agar lebih dekat dengan masyarakat. Gubernur ingin memangkas ketertinggalan Kepulauan Nias, sehingga masyarakat dapat merasakan langsung kehadiran pemerintah provinsi," kata Defri.

Ia menilai kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumut dan DPRD Sumut menjadi faktor penting dalam memastikan program pembangunan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pihaknya juga memastikan, DPRD Sumut terus mendukung program-program yang berdampak peningkatan kesejahteraan masyarakat, seperti pendidikan gratis bagi siswa SMA dan SMK.

"Program tersebut diharapkan dapat diperluas ke seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara seiring membaiknya kondisi keuangan daerah," tutur Defri.

Baca juga: Siswi SD peraih emas olimpiade Asia diganjar rumah oleh Gubernur Sumut

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Piala Presiden: Panpel Buka Suara soal Masa Rehat 48 Jam, Klub Sudah Sepakati Sejak Awal

calendar_today 05.08.2026 - person  - timer ~

Penegasan tersebut disampaikan oleh Risha Adi Widjaya selaku perwakilan Bidang Kompetisi Piala Presiden 2026.

Ia menyebut penyelenggaraan turnamen mengacu pada surat persetujuan AFC bernomor AFC/IDN/T2/7612-2026.

Surat tersebut berkaitan dengan penyelenggaraan Piala President Elite 2026 yang berlangsung pada 25 Juli hingga 6 Agustus 2026.

Dalam dokumen itu, AFC menyatakan tidak keberatan terhadap jadwal maupun lokasi pelaksanaan turnamen.

Risha mengatakan jadwal pertandingan, termasuk masa rehat selama 48 jam, telah disusun sesuai rekomendasi AFC.

https://www.akurat.co/bola/879630/piala-presiden-appi-soroti-jadwal-jeda-sehari-final-semifinal-ancam-keselamatan-pemain

Menurutnya, status turnamen sebagai kompetisi internasional tier 2 membuat panitia wajib mengikuti seluruh ketentuan yang ditetapkan AFC.

"Kami ingin menegaskan bahwa jadwal pertandingan, termasuk masa rehat 48 jam antarpertandingan, telah sesuai dengan persetujuan dan rekomendasi dari AFC terkait tanggal pelaksanaan turnamen," ujar Risha dalam jumpa pers Road to Final di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

"Sebagai kompetisi internasional tier 2, kami tunduk pada regulasi AFC, termasuk kewajiban pelaporan administratif maksimal 48 jam setelah pertandingan seperti yang tertuang dalam Pasal 13.2."

Ia menambahkan regulasi mengenai jadwal pertandingan maupun aturan skuad telah disampaikan kepada seluruh peserta sejak awal. Dengan demikian, setiap klub mengetahui ketentuan yang diterapkan sebelum memasuki babak semifinal.

Risha menjelaskan pembahasan tersebut dilakukan dalam Manager Competition Meeting. Pertemuan itu dihadiri oleh pelatih dan manajer dari seluruh tim peserta.

"Pada saat Manager Competition Meeting menjelang babak semifinal, seluruh pelatih dan manajer tim peserta sudah kami infokan secara detail. Semua pihak yang terlibat telah duduk bersama dan menyepakati aturan main yang ada," tegas Risha.

Untuk menjaga kondisi fisik pemain di tengah jadwal yang padat, panitia juga menerapkan kebijakan terkait pendaftaran pemain. Aturan tersebut memberikan ruang bagi klub melakukan rotasi skuad lebih leluasa.

Menurut Risha, setiap tim diperbolehkan mengganti lebih dari 12 pemain dari babak penyisihan menuju semifinal. Kebijakan itu dimaksudkan agar pelatih dapat menyesuaikan komposisi tim sesuai kebutuhan.

"Kami sangat memahami kondisi fisik para pemain. Oleh karena itu, dalam meeting tersebut juga sudah ditegaskan bahwa kami memberikan kebebasan bagi tim peserta untuk mengganti hingga lebih dari 12 pemain dari babak penyisihan menuju babak semifinal," katanya.

"Fleksibilitas ini diberikan agar pelatih bisa merotasi skuadnya dengan maksimal di tengah masa rehat yang ada."

Piala President Elite 2026 diikuti delapan peserta, yakni Persib Bandung, Arema FC, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, PSMS Medan, DPMM FC, Tampines Rovers, dan Port FC.

Turnamen tersebut dijadwalkan berakhir pada 6 Agustus 2026 dengan mengedepankan prinsip fair play serta perlindungan terhadap para pemain.

Bogor dukung percepatan pembangunan Tol Desari hingga Salabenda

calendar_today 05.08.2026 - person  - timer ~

...Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen membantu seluruh proses yang menjadi kewenangan daerah

Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mendukung percepatan pembangunan Jalan Tol Depok-Antasari (Desari) hingga Salabenda untuk memperkuat konektivitas wilayah dan mendorong investasi.

Bupati Bogor Rudy Susmanto di Cibinong, Rabu, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen membantu seluruh proses yang menjadi kewenangannya agar pembangunan ruas tol tersebut dapat berjalan sesuai target.

"Kami memberikan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan Jalan Tol Depok-Antasari. Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen membantu seluruh proses yang menjadi kewenangan daerah, baik dari aspek administratif maupun dukungan di lapangan, sehingga tahapan pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan lancar," kata Rudy.

Pernyataan itu disampaikan saat memimpin rapat koordinasi pembangunan Jalan Tol Depok-Antasari hingga Salabenda, Bogor bersama unsur DPRD Kabupaten Bogor, Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) Jusuf Hamka, dan perangkat daerah.

Jalan Tol Depok-Antasari merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menghubungkan Jakarta Selatan, Kota Depok, dan Kabupaten Bogor. Berdasarkan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), ruas tol tersebut memiliki panjang sekitar 27,9 kilometer setelah diperpanjang hingga Salabenda dan akan terhubung dengan jaringan Bogor Outer Ring Road (BORR).

Baca juga: Progres jalan tol Jogja-Solo capai 86 persen

Saat ini, ruas Antasari-Brigif dan Brigif-Sawangan telah beroperasi. Sementara itu, pembangunan dilanjutkan pada ruas berikutnya hingga mencapai Salabenda sebagai bagian dari peningkatan konektivitas kawasan selatan Jabodetabek.

Rudy menilai penyelesaian Tol Desari hingga Salabenda akan meningkatkan aksesibilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta membuka peluang investasi dan pertumbuhan kawasan ekonomi baru di Kabupaten Bogor.

Untuk mempercepat pelaksanaan proyek tersebut, Rudy menginstruksikan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) kembali diaktifkan mulai pekan depan guna mempercepat penyelesaian pengadaan tanah melalui koordinasi dengan BPN, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan terkait.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan pemerintah daerah menargetkan proses pengadaan tanah dapat diselesaikan pada 2026 sehingga pembangunan fisik dapat segera dipercepat.

"Harapannya tahun 2026 ini selesai tanah sehingga pembangunan bisa berjalan. Nanti 2028 beres dan dioperasikan," ujar Ajat.

Ia menjelaskan pemerintah daerah akan mendukung percepatan penyelesaian administrasi, sosialisasi kepada masyarakat, serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar proses pengadaan tanah berjalan sesuai jadwal.

Baca juga: WIKA Terus Kebut Pembangunan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan Paket 2A, Progres Capai 85,20%

Baca juga: Menanti efek Patimban

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Menbud Fadli Zon Apresiasi Kontribusi Is Haryanto bagi Musik Indonesia |Republika Online

calendar_today 05.08.2026 - person  - timer ~

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi mendiang musisi Is Haryanto terhadap perjalanan musik Indonesia. Apresiasi ini disampaikan langsung dalam konser bertajuk "Sepanjang Jalan Kenangan: Sejuta Cinta Is Haryanto" di Jakarta, Rabu malam.

Fadli Zon menyebut Is Haryanto sebagai seorang seniman dan musisi besar yang telah memberikan sumbangsih luar biasa bagi khazanah musik Tanah Air. "Selamat kepada keluarga Is Haryanto, kepada Is Haryanto seorang seniman besar, seorang musisi besar yang telah memberikan kontribusi besar bagi perjalanan musik Indonesia," kata Fadli dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut, anak-anak Is Haryanto, yakni Vien Adiyanti Haryanto, Alice Adiyanti, Anna Adiyanti, Lucy Adiyanti, dan Fris Adiyanto, menyerahkan gitar asli milik sang ayah kepada Fadli Zon. Penyerahan ini merupakan simbol pelestarian warisan musik mendiang.

Karya Lintas Generasi

Fadli Zon menekankan bahwa lagu-lagu ciptaan Is Haryanto telah dinyanyikan oleh banyak penyanyi hebat lintas generasi. Hal ini menjadikan karya-karyanya sebagai bagian tak terpisahkan dari sejarah musik Indonesia.

"Lagu-lagunya telah dinyanyikan oleh para musisi-musisi hebat, oleh penyanyi-penyanyi hebat," ujarnya. Menurut Fadli, kekayaan karya Is Haryanto lahir dari keberagaman budaya Indonesia yang mencerminkan akulturasi dari berbagai daerah.

Kementerian Kebudayaan, lanjut Fadli, terus berupaya menjaga keberlanjutan karya para musisi Indonesia melalui berbagai program. Salah satunya adalah program Harmoni Zaman yang memberikan penghargaan kepada penyanyi dan musisi dari berbagai generasi.

Program Berkelanjutan

Pemerintah saat ini tengah merancang kegiatan yang digelar secara berkelanjutan agar lagu-lagu Indonesia tetap dinyanyikan dan dinikmati masyarakat lintas generasi. "Kita akan bekerja sama untuk mengadakan kegiatan-kegiatan yang bisa rutin, sustainable, berkelanjutan," kata Fadli.

Ia mencontohkan lagu "Sepanjang Jalan Kenangan" sebagai salah satu karya yang tetap relevan hingga kini. Lagu tersebut terbukti mampu diterima oleh berbagai kalangan, termasuk generasi muda.

Konser ‘Sepanjang Jalan Kenangan: Sejuta Cerita Is Haryanto’ sendiri digelar sebagai bentuk penghormatan atas perjalanan karier dan dedikasi Is Haryanto di industri musik Indonesia. Sejumlah musisi lintas generasi turut membawakan lagu-lagu karya Is Haryanto, di antaranya Yuni Shara, Ria Resty Fauzy, Dian Mayasari, Lies Meriawati, Hedi Yunus, Johan Untung, Mario, Marco, dan Julian Dekiata, dengan iringan grup musik Audiensi band.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara