For The Worst, Cara SATCF Merangkum Frustrasi dan Kepasrahan - Pophariini

calendar_today 21.08.2026 - person  - timer ~

Band punk rock asal Malang, SATCF, kembali dengan singel terbaru bertajuk “For The Worst” yang dirilis bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 2026. Lagu ini menjadi salah satu materi yang akan masuk ke album penuh terbaru mereka, sekaligus melanjutkan perjalanan SATCF yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade.

Diperkuat Adit pada vokal dan bas, Cahaya Acoy pada gitar dan vokal latar, Jefri pada gitar dan vokal latar, Oneding pada kibor dan vokal latar, serta Jaka pada drum, SATCF tetap membawa DNA musik yang selama ini mereka pertahankan: jujur, sederhana, tegas, sekaligus liar. Namun, “For The Worst” bergerak dengan pendekatan sedikit berbeda melalui sentuhan alternative rock dan grunge era 1990-an.

Dibangun dari riff gitar yang gritty, repetisi, distorsi, dan dinamika yang lugas, lagu ini tetap menyimpan energi agresif SATCF meski terasa lebih terkendali. Pendekatan tersebut memberi ruang bagi mereka untuk mengolah emosi tanpa kehilangan semangat punk rock yang selama ini menjadi bagian dari identitas musikalnya.

“For The Worst” ditulis oleh Adit dan dikerjakan bersamaan dengan “Keep It Moving (K.I.M)” yang dirilis pada Desember 2025. Secara lirik, lagu ini berangkat dari frustrasi, kehilangan, serta pengalaman menghadapi situasi yang terus berulang. Bagi Adit, keputusan merilisnya pada 17 Agustus juga tidak lepas dari berbagai situasi yang sedang dirasakan banyak orang, baik dalam kehidupan sosial maupun personal.

“Lagu ini sengaja kami rilis di momen 17 Agustus karena rasanya relevan dengan apa yang sedang banyak orang rasakan sekarang. Bukan cuma soal apa yang terjadi di sekitar kita, tapi juga hubungan, kehidupan personal, dan berbagai situasi yang kadang datang bersamaan,” ungkap Adit dalam siaran pers.

Semangat perlawanan tetap terasa di balik pendekatan musikal yang lebih condong ke alternative rock. Kontradiksi tersebut muncul melalui kalimat “We aim for the best, we gotta do it again, for the worst” yang menjadi salah satu pusat gagasan lagu. Harapan untuk mendapatkan yang terbaik berjalan beriringan dengan kesiapan menerima kemungkinan terburuk.

Bagi SATCF, “For The Worst” juga menjadi bagian dari rangkaian karya menuju album penuh terbaru mereka. Setelah lebih dari 20 tahun bermusik dan kini membawa identitas melalui tagar #DADROCKFORLIFE, mereka masih melanjutkan komitmen untuk menghasilkan karya baru bagi keluarga sekaligus pendengar yang telah mengikuti perjalanan mereka.

Beberapa singel lain dijadwalkan menyusul sebelum album penuh berisi 10 lagu tersebut dirampungkan pada kuartal pertama 2027. Jika sesuai rencana, album tersebut akan dirilis pada kuartal kedua tahun yang sama.

Untuk sementara, “For The Worst” menjadi penanda fase baru SATCF—tetap berangkat dari kegelisahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, tetapi dengan cara pengolahan musik yang memberi ruang lebih luas bagi mereka untuk bereksplorasi.