Pengusaha RI Rayu Investor Asing, Semua Hambatan Kini Cepat Beres!

calendar_today 21.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Widjaja Kamdani mengungkapkan bahwa pihaknya berhasil meyakinkan Uni Eropa untuk nyaman berinvestasi di Indonesia.

Menurutnya, pengusaha asal Benua Biru lebih yakin berinvestasi di Indonesia karena adanya satuan tugas (task force) debottlenecking untuk mengatasi masalah teknis dalam implementasi kerja sama Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Shinta mengatakan task force ini juga akan mencari solusi atau jalan keluar dari hambatan-hambatan teknis dalam kerja sama antar pelaku usaha dan pihak-pihak yang berkepentingan.

Menurutnya saat ini banyak isu teknis yang disoroti oleh investor, termasuk soal regulasi dan kemudahan usaha di Indonesia.

"Kami melihat memang banyak hal yang berkaitan dengan isu-isu juga kekhawatiran dari segi, mungkin investor juga mengenai kemudahan berusaha, isu regulasi dan isu perizinan," katanya kepada wartawan di Kantor Kemenko perekonomian, Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Selain itu, kata Shinta, task force juga bisa mengatasi isu-isu teknis di Indonesia dalam hal berusaha seperti isu registrasinya, sertifikasi, dan masalah standar.

"Makanya tadi kami juga sudah meyakinkan mereka bahwa kita sudah punya Double Connecting Task Force di pemerintahan, yang mengidentifikasi isu apa, bagaimana solusinya, jalan keluarnya, sehingga nantinya isu-isu hambatan yang ada di dalam bidik pun bisa diatasi, bisa dibantu untuk penyelesaiannya," ujar Shinta.

Menurut Shinta, hadirnya satgas dalam memudahkan investasi bukan hanya soal pencapaian target perdagangan dan investasi, tapi juga demi kepentingan kerjasama antara Indonesia dengan Uni Eropa.

Inisiasi APINDO tersebut mendapatkan apresiasi dari Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Denis Chaibi.

"Kami sangat senang APINDO mempromosikan satuan tugas untuk bisnis yang terlibat dalam pelaksanaan CEPA dalam tahap teknis dan bilateral dengan negara-negara," ujarnya.

(ras/mij) [Gambas:Video CNBC]