Jumat, 7 Agustus 2026 15:50 WIB
Sejumlah peserta mengikuti pagelaran budaya RI di Royal Kuching Cruise, di Sarawak, Malaysia, Kamis (6/8/2026). (ANTARA/HO-Pensosbud KJRI Kuching)
Kuala Lumpur (ANTARA) - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching memeriahkan Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dengan menyelenggarakan pagelaran budaya Indonesia di Royal Kuching Cruise yang berlayar di Sungai Sarawak.
KJRI Kuching dalam keterangannya, di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat, menyampaikan kegiatan yang bertajuk "Harmoni Kemerdekaan: Pagelaran Kebudayaan dalam Memeriahkan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia", diselenggarakan Kamis (6/8) di Sarawak.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan persahabatan Indonesia dengan Sarawak, Malaysia melalui diplomasi budaya, sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan tradisi Nusantara kepada masyarakat internasional.
"Kebudayaan merupakan salah satu kekuatan penting dalam mempererat hubungan antarmasyarakat dan membangun saling pengertian antarbangsa," ujar istri Konsul Jenderal RI Kuching Gusti Nirmala Zulkifli saat membuka acara tersebut.
Rangkaian acara diawali dengan fashion show yang menampilkan beragam busana khas Nusantara dari berbagai daerah di Indonesia. Peragaan busana tersebut menghadirkan kekayaan wastra Indonesia yang sarat akan nilai sejarah, filosofi, dan identitas budaya bangsa.
Penampilan para model mendapat apresiasi dari para tamu undangan sebagai wujud keberagaman budaya Indonesia yang tetap lestari dan relevan di tengah masyarakat global.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan Saung Akar Budaya yang membawakan pertunjukan musik angklung sebagai salah satu warisan budaya tak benda Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO.
Alunan harmoni angklung yang dipadukan dengan lagu-lagu Nusantara berhasil memukau para tamu undangan sekaligus menjadi media yang efektif dalam memperkenalkan seni budaya Indonesia kepada masyarakat internasional, khususnya di Sarawak.
Melalui pagelaran budaya ini, KJRI Kuching menyatakan komitmennya untuk terus mempromosikan kekayaan budaya Indonesia sebagai bagian dari diplomasi budaya yang mampu memperkuat citra positif Indonesia di tingkat internasional, khususnya di wilayah Sarawak.
KJRI Kuching berharap diplomasi budaya dapat terus menjadi jembatan yang mempererat hubungan persahabatan Indonesia dan Malaysia, khususnya dengan Sarawak, serta memperkuat kerja sama di bidang seni, budaya, dan pariwisata kedua wilayah.
Turut hadir dalam acara itu sejumlah tamu kehormatan dari Sarawak, antara lain Datin Patinggi Sri Datuk Wira Lorna Enan Muloon Chan, Datin Sri Zuraini Abdul Jabbar, Datin Dayang Mariani Abang Zain, CEO Sarawak Tourism Board Sharzede Datu Salleh Askor, serta diaspora dan friends of Indonesia di Sarawak.
KJRI menyampaikan kehadiran para tokoh tersebut mencerminkan eratnya hubungan persahabatan dan kerja sama yang terus terjalin antara Indonesia dan Sarawak, Malaysia.
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Jakarta (ANTARA) - Indonesia is strengthening post-consumer packaging management to accelerate manufacturing's transition to a green industry, aiming to improve competitiveness, expand the circular economy and support the sector's net-zero emissions target by 2050.
Industry Minister Agus Gumiwang Kartasasmita said the green industry is a cornerstone of Indonesia's industrial strategy to ensure long-term sustainability and strengthen global competitiveness.
He said the strategy extends beyond cutting emissions, creating added value through higher production efficiency, technological innovation and a stronger circular economy.
"The transition to a green industry is a strategic step to strengthen national industrial competitiveness as global demand for sustainable products continues to rise," Kartasasmita said in a statement released on Friday.
He said advancing the circular economy requires stronger collaboration among the government, businesses, academia and other stakeholders.
The Industry Ministry has prepared an industrial decarbonization roadmap for priority manufacturing subsectors, including food and beverages, which it sees as offering significant circular economy potential.
Acting Director General of Agro-Industry Putu Juli Ardika said effective post-consumer packaging management is a key element of sustainable industrial transformation.
A Sustainable Waste Indonesia study found polypropylene accounts for 36 percent of domestic plastic use, followed by low-density polyethylene at 17 percent and high-density polyethylene at 14 percent.
Polyethylene terephthalate, commonly used for beverage bottles, represents about 9 percent of Indonesia's total plastic consumption.
Despite its smaller share, PET bottles offer strong circular economy potential because of their relatively high collection and recycling rates.
Ministry Director of Beverage, Tobacco Products and Refreshments Industries Merrijantij Punguan Pintaria said Indonesia generates an estimated 435,000 metric tons of PET bottle waste annually, with 307,000 metric tons collected.
That translates into a PET bottle recycling rate of about 71 percent, underscoring the material's substantial economic value across the recycling supply chain.
The ministry has launched development programs to expand green industry and circular economy practices across the beverage industry.
The initiatives will assess current industry practices, identify implementation challenges and strengthen cooperation among government agencies, businesses, academia and environmental organizations.
The findings will support technical assistance for selected beverage companies, followed by policy recommendations and an industry action plan developed through a dedicated forum.
Pewarta: Ahmad Muzdaffar, Raka Adji
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Perbesar:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/9318176/original/007785300_1786088681-20260806_Budy_Santoso_Persib_vs_Persebaya_Final_Piala_Presiden_11.jpg)
Liputan6.com, Gianyar - Persebaya Surabaya menjuarai Piala Presiden 2026. Menyusul gelar tersebut, manajemen klub mengimbau Bonek tidak menggelar konvoi penyambutan di jalan raya.
Final di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (6/8/2026), berakhir 1-1 hingga perpanjangan waktu. Persebaya mengalahkan Persib Bandung 6-5 melalui adu penalti.
Trofi ini menjadi yang pertama untuk Persebaya di ajang Piala Presiden. Sebelumnya, capaian terbaik Bajul Ijo adalah final edisi 2019 ketika kalah agregat 2-4 dari Arema FC.
Turnamen musim ini juga digelar tanpa penonton sejak semifinal hingga partai puncak, sehingga suporter tak hadir langsung di stadion. Di Surabaya, dukungan mengalir lewat nonton bareng di berbagai titik.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317634/original/054040200_1786032324-0L5A1616.jpeg)
Perbesar
Sesaat setelah kepastian juara, beredar video di media sosial yang menampilkan kelompok Bonek melakukan konvoi di sejumlah ruas jalan Surabaya pada Kamis malam hingga Jumat (7/8/2026) dini hari. Di waktu bersamaan, ajakan menjemput skuad Persebaya yang akan tiba di Kota Pahlawan juga muncul.
Manajemen menegaskan tidak ada pengumuman resmi soal arak-arakan juara bersama para pemain. Manajer Persebaya, Sidik Tualeka, meminta agar perayaan dilakukan tanpa konvoi di jalan raya.
"Konvoi di jalan raya itu sebenarnya lebih banyak mudaratnya, berpotensi mengganggu arus lalu lintas. Pihak keamanan juga kerepotan. Jadi, sebaiknya tidak perlu ada konvoi penyambutan tim," ungkap pria yang akrab disapa Alek itu kepada Bola.com.
"Bisa jadi warga Surabaya memiliki kesibukan. Mungkin ada yang berangkat kerja, atau punya urusan yang genting. Kalau kita konvoi, tentu akan mengganggu," ujar Alek.
Usai menuntaskan turnamen, manajemen meliburkan skuad dari agenda resmi latihan selama beberapa hari. Kebijakan ini diambil agar pemain bisa beristirahat setelah sekitar dua pekan pelaksanaan Piala Presiden 2026.
Jadwal kompetisi pramusim tersebut terbilang padat. Persebaya memainkan lima pertandingan, dari fase grup hingga final, hanya dalam 12 hari.
Klub juga sudah menyiapkan agenda pramusim berikutnya. Persebaya dijadwalkan menjamu Penang FC dalam uji coba internasional di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (15/8/2026).
"Nanti perayaan bisa datang saja tanggal 15 Agustus di Stadion GBT. Marilah kita sama-sama merayakan dengan tertib di stadion. Kita akan menikmati momen bersama. Itu akan lebih baik bagi pemain juga," tutur pria asal Maluku tersebut.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Jelang Chelsea vs AC Milan di Jakarta, Ruben Amorim Puji Xabi Alonso
Banda Aceh (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar sepakat memperkuat sinergi perlindungan kekayaan intelektual (KI).
Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Aceh Meurah Budiman di Banda Aceh, Kamis, mengatakan pentingnya memproteksi kekayaan intelektual milik masyarakat Kabupaten Aceh Besar agar tidak diklaim pihak lain.
"Berdasarkan data, Kabupaten Aceh Besar merupakan daerah dengan potensi kekayaan intelektualnya cukup besar, butuh pelindungan hukum agar tetap terjaga dari klaim pihak lain," katanya.
Meurah Budiman menerangkan pentingnya langkah cepat dalam menginventarisasi dan mencatatkan potensi daerah. Kabupaten Aceh Besar memiliki kekayaan tradisi serta kriya dan kuliner khas indatu (leluhur) yang sangat beragam sehingga berisiko diklaim pihak lain jika tidak dilindungi.
"Kami juga mendorong pembentukan sentra kekayaan intelektual serta penyusunan regulasi kepala daerah guna memproteksi berbagai potensi kekayaan intelektual personal maupun komunal di Kabupaten Aceh Besar," kata Meurah Budiman.
Sementara itu, Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum Kemenkum Aceh M Ardiningrat Hidayat mengatakan pihaknya memberikan pendampingan teknis dan regulasi agar pembentukan sentra kekayaan intelektual maupun penyusunan aturan daerah berjalan optimal.
"Kami siap memberikan asistensi penuh Pemkab Aceh Besar, baik dalam legalitas pembentukan Sentra KI maupun penyusunan draf regulasinya. Ini krusial agar warisan budaya dan produk UMKM Aceh Besar memiliki kepastian hukum, terlindungi dari klaim, sekaligus mendorong nilai ekonomi masyarakat," katanya.
Bupati Aceh Besar Muharram Idris menyambut positif dan meminta jajarannya untuk bergerak cepat mencatat aset kekayaan intelektual di daerahnya, mulai dari sektor kerajinan, kuliner khas, hingga potensi pariwisata.
"Pemkab Aceh Besar berkomitmen melindungi potensi kekayaan intelektual serta mempercepat hadirnya regulasi daerah terkait perlindungan kekayaan intelektual," kata Muharram Idris.
Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Warta Ekonomi, Jakarta -
Industri pinjaman daring (pindar) Indonesia masih menghadapi persoalan kualitas pembiayaan meski minat lender luar negeri terus meningkat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat terdapat 16 penyelenggara pindar yang memiliki tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) di atas ambang batas 5% hingga Juni 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan tingginya risiko kredit macet dipengaruhi kemampuan bayar debitur serta kualitas penerapan manajemen risiko oleh masing-masing penyelenggara.
Karena itu, OJK meminta perusahaan pindar memperkuat credit scoring dan pengelolaan risiko dalam menyalurkan pendanaan.
"OJK telah meminta Penyelenggara dengan TWP90 di atas 5% untuk melaksanakan langkah-langkah perbaikan dan terus melakukan pengawasan secara ketat terhadap implementasinya," ujar Agusman, Jumat (7/8/2026).
OJK juga dapat menetapkan penyelenggara dengan tingkat risiko tinggi ke dalam status Pengawasan Intensif atau Pengawasan Khusus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perbaikan kualitas pembiayaan benar-benar dijalankan oleh perusahaan yang memiliki tingkat wanprestasi tinggi.
Di tengah persoalan tersebut, pendanaan dari lender luar negeri justru menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga Juni 2026, dana yang berasal dari lender asing mencapai Rp17,28 triliun atau meningkat 34,18% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Jumlah tersebut setara dengan 16,43% dari total outstanding pendanaan industri pindar yang pada periode yang sama mencapai Rp105,14 triliun. Menurut Agusman, pertumbuhan pendanaan dari luar negeri menunjukkan industri pindar Indonesia masih memiliki daya tarik bagi lender asing.
"Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa industri Pindar Indonesia masih menarik bagi lender luar negeri," jelasnya.
Pertumbuhan pendanaan asing tersebut sekaligus menunjukkan besarnya kepercayaan lender luar negeri terhadap pasar pinjaman daring Indonesia. Imbal balik yang ditawarkan industri pindar domestik juga dinilai cukup kompetitif sehingga menjadi salah satu faktor yang membuat pendanaan dari luar negeri terus meningkat.
Baca Juga: OJK Perketat Pengamanan Pinjol Saat Outstanding Tembus Rp105 Triliun
Namun, pertumbuhan pendanaan tidak serta-merta menghilangkan tantangan dari sisi kualitas kredit. Semakin besar dana yang disalurkan, semakin penting bagi penyelenggara pindar memastikan pembiayaan diberikan kepada debitur dengan kemampuan bayar yang memadai.
OJK menilai kemampuan bayar debitur dan penerapan manajemen risiko menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pendanaan. Penyelenggara juga diwajibkan melakukan perbaikan apabila tingkat TWP90 mereka sudah melewati batas yang ditetapkan.
Dengan outstanding pendanaan yang mencapai Rp105,14 triliun, pengelolaan risiko menjadi semakin penting bagi industri pindar. Pasalnya, pertumbuhan bisnis yang tidak diikuti penguatan credit scoring berpotensi meningkatkan risiko kredit bermasalah.
Kondisi ini membuat perkembangan industri pindar Indonesia menghadapi dua sisi sekaligus. Di satu sisi, masuknya dana asing menunjukkan pasar masih menarik, tetapi di sisi lain OJK tetap harus memastikan ekspansi tersebut berjalan dengan kualitas pembiayaan dan manajemen risiko yang sehat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Garut (ANTARA) - Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mendorong pengembangan destinasi wisata Curug Sanghyang Taraje sebagai wisata air terjun alami di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, Jawa Barat agar semakin menarik dan banyak dikunjungi wisatawan.
"Ini kita harus pelihara, jaga, dan kita kembangkan sehingga memberikan dampak yang baik buat masyarakat," kata Abdusy Syakur Amin di Garut, Jumat.
Bupati bersama jajarannya sudah meninjau langsung untuk mengetahui kondisi destinasi wisata alam air terjun tersebut di Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan, Sabtu (1/8), kemudian berdialog dengan pengelola wisata terkait yang dibutuhkan untuk menunjang kawasan wisata tersebut.
"Barangkali apa yang bisa dikerjakan oleh Pemkab untuk meningkatkan akses bagi masyarakat di sini. Semoga ada realisasi dalam waktu tidak terlalu lama," katanya.
Menurut dia, destinasi wisata Curug Sanghyang Taraje sudah cukup dikenal oleh wisatawan lokal Garut, maupun berbagai daerah, bahkan beberapa wisatawan asing juga pernah berkunjung ke tempat tersebut.
"Curug yang katanya salah satu yang tercantik di Jawa Barat, bahkan juga mungkin di Indonesia," katanya.
Kawasan wisata tersebut, kata dia, juga bisa dikaitkan sebagai wisata olahraga atau "sport tourism" yang diharapkan bisa mendatangkan banyak pengunjung.
Menurut dia, pariwisata memiliki peran strategis untuk menopang perekonomian lokal, untuk itu perlu kerja sama dengan semua pihak untuk menjaga kelestarian alam, dan kebersihan lingkungan.
"Kalau bisa membantu ekonomi masyarakat akan lebih bagus 'kan, ya, tetap harus dijaga kelestariannya," katanya.
Ia menyampaikan, Pemkab Garut akan mencari formulasi terbaik sesuai kapasitas anggaran daerah, kemudian membangun kolaborasi dan keterlibatan aktif masyarakat desa melalui skema timbal balik.
Pemkab Garut, lanjut dia, mendorong alokasi anggaran desa serta kepatuhan partisipasi masyarakat, termasuk untuk memenuhi kewajiban pajak agar pembangunan tidak sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah.
"Di situ ada kolaborasi antara masyarakat, desa dengan pemerintah," katanya.
Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jumat, 7 Agustus 2026 15:48 WIB
Para delegasi dalam pertemuan bersama Segitiga Pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand (IMT-GT) yang digelar di Satun, Thailand, pada 3-4 Agustus 2026. (ANTARA/HO-KRI Songkhla)
Jakarta (ANTARA) - Indonesia mendorong penguatan kerja sama pariwisata dan konektivitas regional yang menjadi motor penting untuk menggerakkan ekonomi dan daya saing di tingkat subkawasan Segitiga Pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand (IMT-GT).
“Melalui kolaborasi Indonesia, Malaysia, dan Thailand, kita tidak hanya membangun destinasi yang terhubung, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Winardi H. Lucky, Konsul RI di Songkhla, Thailand, sebagaimana pernyataan tertulis yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Ia mengungkapkan bahwa seruan tersebut disampaikan dalam rangkaian pertemuan bersama IMT-GT yang digelar di Satun, Thailand, pada 3-4 Agustus 2026, dengan delegasi Indonesia yang hadir dipimpin oleh asisten deputi hubungan antar lembaga internasional Kementerian Pariwisata.
Rangkaian pertemuan tersebut membahas berbagai upaya penguatan sektor pariwisata di kawasan IMT-GT, mulai dari peningkatan konektivitas transportasi, diversifikasi destinasi pariwisata, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Arah strategis Cetak Biru Implementasi IMT-GT periode 2027-2031 juga dibahas dalam rangkaian pertemuan yang sama.
Secara khusus, delegasi RI menegaskan perlunya memajukan pariwisata berkualitas melalui pemanfaatan platform digital, penjenamaan bersama (joint branding), serta fasilitasi investasi sektor wisata.
Winardi menilai partisipasi delegasi RI dalam forum tersebut mencerminkan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat diplomasi ekonomi melalui kerja sama regional dan pembukaan peluang kolaborasi baru.
Indonesia juga hendak mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang semakin terhubung, kompetitif, dan berkelanjutan, tambahnya.
Menurut catatan KRI Songkhla, negara-negara IMT-GT menargetkan kunjungan wisatawan internasional mencapai rata-rata 50 juta di tahun 2026, dengan dampak PDB per kapita dari industri wisata, perdagangan lintas batas, dan logistik halal diharap mencapai 17.895 dolar AS pada tahun yang sama.
Winardi juga memastikan bahwa KRI Songkhla akan terus mendukung berbagai inisiatif kerja sama di kawasan IMT-GT dalam rangka mempererat hubungan antara Indonesia dengan Malaysia dan Thailand sekaligus memperluas peluang ekonomi masyarakat di ketiga negara.
Pewarta : Nabil Ihsan
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Jumat, 7 Agustus 2026 15:48 WIB
Petugas PLN saat melakukan pemeliharaan pada PLTA Orya Genyem, Kabupaten Jayapura, Papua (ANTARA/HO- PLN UIK Papua)
Jayapura (ANTARA) - PT PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara melalui Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Papua dan Papua Barat bersama PT PLN Nusantara Power melakukan pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Orya Genyem untuk mendukung keandalan pasokan tenaga listrik di Papua.
Manajer PLN UPK Papua dan Papua Barat Nova Ardyanto di Jayapura, Jumat, mengatakan PLTA Orya Genyem memiliki peran penting dalam mendukung kontinuitas pasokan listrik di Sistem Jayapura karena menjadi salah satu pembangkit berbasis energi baru terbarukan.
"Pemeliharaan yang kami lakukan ini merupakan salah satu langkah untuk menjaga keandalan pembangkit sehingga masyarakat Papua memperoleh layanan kelistrikan yang optimal, terutama menjelang HUT Ke-81 Republik Indonesia," katanya.
Menurut Nova, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN untuk memastikan PLTA Orya Genyem tetap beroperasi secara optimal sebagai salah satu pembangkit yang memasok kebutuhan listrik di Sistem Jayapura.
"Seluruh pekerjaan pemeliharaan dilakukan melalui sinergi PLN Group dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja, kualitas pekerjaan dan ketepatan waktu," ujarnya.
Dia menjelaskan pemeliharaan diawali dengan inspeksi dan evaluasi teknis terhadap mesin pembangkit guna mengidentifikasi kondisi peralatan.
"Guna menjaga keandalan operasional maka pembangkit perlu terus dijaga melalui pemeliharaan berkala sehingga mampu memberikan pasokan listrik yang stabil dan andal bagi pelanggan," katanya lagi.
Dia menambahkan pemeliharaan PLTA Orya Genyem merupakan bagian dari upaya PLN dalam memastikan sistem kelistrikan di Papua tetap andal, sekaligus mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat secara berkelanjutan.
"Kapasitas PLTA Orya Genyem sendiri memiliki 20 MW yang terbagi dalam dua unit pembangkit atau sebesar 2x10 MW," ujarnya.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Banda Aceh (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) mampu merealisasikan tindakan intrathecal stem cell (sel punca) untuk pertama kalinya bagi pasien dengan kasus trauma Medulla Spinalis atau cedera tulang belakang.
“Pelaksanaan prosedur bersejarah ini terlaksana berkat kerja sama yang solid dari jajaran manajemen RSUDZA beserta tim medis. Keberhasilan tindakan klinis ini juga melibatkan kolaborasi dan pendampingan langsung dari tim Stem Cell RSUP dr. Sardjito, serta berada di bawah naungan PMK Stem Cell untuk Ortopedi dari Kementerian Kesehatan RI,” kata Ketua Tim Medis RSUDZA, Prof. dr. Azharuddin, Sp.OT, Subsp. O.T.B (K) di Banda Aceh, Kamis.
Ia menjelaskan, kelancaran tindakan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Prostem Prodia sebagai penyedia produk sel punca berkualitas tinggi. Total pemberian sel punca mencapai 80 juta sel (48 juta sel pada penyuntikan pertama, dan dilanjutkan pada tahap berikutnya) guna memberikan peluang pemulihan saraf yang optimal bagi pasien.
Menurut dia, cedera tulang belakang (spinal cord injury) merupakan salah satu kasus trauma terberat yang dapat menyebabkan hilangnya kemampuan motorik dan sensorik secara drastis.
Ia mengatakan dengan kemampuan regenerasi jaringan saraf yang sangat terbatas, pemanfaatan Umbilical Cord Mesenchymal Stem Cell (UC-MSCs) melalui metode intratekal (penyuntikan langsung ke ruang cairan pelindung saraf tulang belakang) diharapkan mampu menciptakan lingkungan kondusif bagi pemulihan sel saraf, mengurangi peradangan, serta memperbaiki kualitas hidup pasien secara menyeluruh.
"Stem cell bukanlah obat ajaib instan yang langsung menghilangkan kelumpuhan dalam sekali suntik, melainkan pendukung kuat proses penyembuhan alami tubuh yang harus dipadukan dengan operasi, rehabilitasi medis, serta standar etik kedokteran yang ketat," katanya.
Ia menambahkan, dengan terselenggaranya layanan perdana tersebut, manajemen RSUDZA dan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) berharap pelayanan terapi sel punca di Aceh dapat berjalan secara berkesinambungan, aman, serta menjadi mercusuar harapan baru bagi para pasien penderita cedera saraf tulang belakang.
Pewarta: M Ifdhal
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:47 WIB
Jakarta, VIVA - Limbah pertanian kerap dianggap sebagai persoalan lingkungan karena berakhir dibakar atau dibuang begitu saja. Namun, di tangan dua pelajar asal Bali, limbah sorgum justru dikembangkan menjadi bahan bakar alternatif berbentuk bio-briket.
Baca Juga
Inovasi tersebut diberi nama Bioghum dan dikembangkan oleh Ni Kadek Karina Dewi dan Putu Darma Yasa, pelajar SMA Negeri Bali Mandara. Keduanya merupakan peraih Juara I Toyota Eco Youth (TEY) ke-12.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bioghum memanfaatkan limbah sorgum sebagai bahan dasar bio-briket. Gagasan tersebut berangkat dari persoalan yang mereka temui di lingkungan sekitar, kemudian dikembangkan menjadi inovasi yang memiliki manfaat lebih luas.
Baca Juga
Pemanfaatan limbah menjadi bahan bakar alternatif menjadi menarik di tengah upaya mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil. Biomassa, termasuk limbah pertanian, dapat menjadi salah satu sumber energi alternatif apabila dikelola dengan teknologi dan proses yang tepat.
Dalam kasus Bioghum, bagian sorgum yang tidak lagi dimanfaatkan diolah sehingga memiliki nilai guna baru sebagai bio-briket. Konsep tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persoalan lingkungan di tingkat lokal dapat melahirkan solusi yang berkaitan dengan kebutuhan energi.
Baca Juga
Toyota Indonesia kembali mengangkat inovasi tersebut dalam peluncuran Toyota Eco Youth ke-14. Program tersebut tahun ini mengusung tema "Decarbonization, Lead The Change, Together for Earth" dengan tagline EcoPioneer.
Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) I Nyoman Winaya mengatakan, solusi pengurangan emisi dapat dimulai dari persoalan lingkungan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.
"Solusi untuk menguranginya dapat berawal dari persoalan lingkungan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari," ujar Nyoman.
Menurut dia, pengalaman dari program TEY menunjukkan bahwa persoalan sederhana di sekitar sekolah dapat dikembangkan menjadi inovasi yang memiliki dampak lebih luas.
Bioghum menjadi salah satu contohnya. Berawal dari pemanfaatan limbah sorgum, inovasi tersebut bahkan mendapat pengakuan di tingkat internasional.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Program Toyota Eco Youth sendiri telah berlangsung sejak 2005. Hingga penyelenggaraan ke-14, program tersebut telah melibatkan 2.033 sekolah dari 34 provinsi.
Dari rangkaian program tersebut, tercatat 9.972 proposal inovasi lingkungan telah dihasilkan dan 232 proyek telah diimplementasikan. Toyota Indonesia juga telah membangun 32 Eco Gallery di sejumlah sekolah sebagai ruang edukasi lingkungan.
Halaman Selanjutnya
Tema inovasi yang dikembangkan peserta tidak hanya berkaitan dengan energi. Sejumlah proyek sebelumnya menyentuh persoalan pengelolaan sampah, konservasi air, pemanfaatan energi hingga pengurangan emisi.