Kemensos terus perkuat penanganan kedaruratan gempa NTT - ANTARA News Jawa Timur

calendar_today 23.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) terus memperkuat penanganan kedaruratan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berdampak pada tujuh kabupaten, yaitu Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, dan Manggarai Barat.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono, dikutip dari keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu mengatakan sejak gempa terjadi pada 15 Agustus 2026, Kemensos bergerak bersama pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait untuk memastikan kebutuhan masyarakat di tujuh kabupaten terdampak dapat terpenuhi.

“Kebutuhan-kebutuhan yang kemudian kita mobilisasi adalah kebutuhan-kebutuhan darurat,” ujar dia.

Lebih lanjut, ia menyampaikan fokus penanganan kedaruratan usai bencana itu diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, percepatan distribusi logistik, pengoperasian dapur umum, serta pemberian dukungan psikososial bagi warga terdampak.

Penanganan di tujuh kabupaten dilakukan dengan mengutamakan kebutuhan masyarakat yang paling mendesak, terutama kebutuhan pangan. Sejalan dengan itu, hingga Jum'at (21/8), Kemensos telah menyalurkan 48 ton beras, 13.100 paket sembako yang berisi kebutuhan dasar seperti beras, telur, minyak goreng, dan bahan pangan lainnya, serta perlengkapan pengungsian dan dapur umum di tujuh kabupaten tersebut.

Lalu untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, Kemensos juga menyalurkan kebutuhan sandang yang meliputi sandang dewasa dan sandang anak.

Selain itu, Kemensos juga menambahkan persedian cadangan (bufferstock) logistik dari tiga gudang, yaitu Gudang Logistik di Bekasi, Gudang Logistik di Sentra Efata Kupang, dan Gudang Logistik Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penambahan tersebut berupa 8.000 paket makanan siap saji, 3.224 paket makanan anak, 5.700 lembar tenda gulung, 69 unit tenda keluarga, 38 unit tenda serba guna, 1.600 paket family kit, dan 1.096 paket kids ware.

Lalu, ada pula 1.000 lembar kasur, 3.900 selimut, 150 paket sandang dewasa, 800 paket sandang anak, 800 paket shower kit, 5 unit dumlap, 12 unit lampu emergency, 10 unit SHS 500, 4 unit toilet portable, 4 unit tenda induk dan 116 velbed.

Agus Jabo mengungkapkan bahwa selain bufferstock, Kementerian Sosial melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) bekerja sama dengan berbagai unsur di lapangan mencurahkan tenaga untuk memproduksi 22.000 porsi nasi bungkus per hari yang didistribusikan melalui dapur-dapur umum di tujuh kabupaten terdampak.

Keberadaan dapur umum menjadi bagian penting dari respons cepat Kemensos, terutama bagi masyarakat yang kehilangan akses terhadap sumber makanan akibat kerusakan rumah maupun terganggunya aktivitas ekonomi setelah bencana.

Meskipun demikian, Agus Jabo berpendapat pemenuhan kebutuhan pangan dan sandang belum cukup untuk memenuhi kebutuhan darurat masyarakat. Oleh karena itu, Kemensos juga bersinergi dengan berbagai lembaga dan untuk memenuhi kebutuhan air, listrik, bahan bakar minyak, jaringan komunikasi, hingga layanan kesehatan menjadi perhatian dalam penanganan di wilayah terdampak.

Kemensos pun memberikan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia sebesar Rp15 juta untuk masing-masing ahli waris dan Rp5 juta untuk korban luka. Layanan dukungan psikososial juga diberikan khususnya bagi anak-anak, lansia dan warga yang mengalami trauma akibat bencana.

Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.