Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) mencatat omzet penjualan UMKM pada Karya Kreatif Indonesia (KKI) selama tiga hari atau pada 20-22 Agustus 2026 mencapai Rp144,2 miliar, naik 46 persen dibandingkan realisasi KKI 2025 selama empat hari penyelenggaraan sebesar Rp98,7 miliar.
“Tiga hari (pada 2026) dibandingkan empat hari 2025, itu saja sudah menghasilkan untuk penjualan naik 46 persen, Rp144,2 miliar. Nanti kalau ditutup (hingga 23 Agustus 2026), tentunya akan lebih tinggi lagi,” kata Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman dalam Closing Ceremony KKI 2026 di Jakarta, Minggu.
Selain itu, BI juga mengungkapkan nilai transaksi business matching ekspor oleh UMKM hingga Sabtu (22/8) mencapai Rp169,9 miliar atau naik sekitar 1 persen dibandingkan realisasi KKI 2025 selama empat hari penyelenggaraan.
Aida menilai, transaksi business matching ekspor yang tidak berbeda jauh dari tahun sebelumnya didorong oleh masih berlangsungnya ketidakpastian perekonomian global.
“Tahun ini kita punya geopolitik yang sangat susah. Tapi intinya, dengan angka yang terjaga tersebut, UMKM Indonesia ini berdaya saing. Itu juga melibatkan 16 negara dan 192 UMKM (dalam business matching ekspor),” kata Aida.
Sementara untuk business matching pembiayaan hingga Sabtu (22/8), nilai transaksinya mencapai Rp285 miliar.
Aida menyampaikan bahwa KKI 2026 menghadirkan lima aspek kebaruan yakni program berdampak nyata melalui Cangkir Barista dan Citra Nusa, perluasan kolaborasi, penguatan ekosistem rantai nilai, inovasi generasi muda untuk produk lokal, serta penerapan prinsip keberlanjutan.
“Pesan dari BI tentunya agar UMKM terus tumbuh, kembangkan potensi di daerahnya hingga mendukung ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan menyerap tenaga kerja,” kata Aida.
KKI 2026 melibatkan total mencapai 1.850 UMKM, termasuk 550 UMKM yang hadir secara fisik di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 20-23 Agustus 2026. Beragam produk UMKM hasil kurasi ditampilkan, mulai dari wastra, ready to wear, aksesori, home decor, kopi, makanan dan minuman olahan, hingga atraksi desa wisata.
Pada kesempatan tersebut, Aida menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan KKI 2026 tidak hanya masyarakat umum yang menjadi pengunjung tetapi juga kementerian dan lembaga, asosiasi, mitra industri, perbankan, akademisi, hingga kurator, desainer, komunitas, narasumber, serta secara khusus pemerintah daerah dan para UMKM.
“Ini adalah syukur dan apresiasi yang selalu kita lakukan. Untuk tahun depan, kita kembali lagi merencanakan KKI tahun 2027. Untuk apa? Supaya UMKM kita tumbuh, tangguh, dan berdaya saing,” kata Aida.
Baca juga: BI bidik Rp446,9 M dari omzet dan business matching ekspor UMKM di KKI
Baca juga: Nilai transaksi UMKM Sulsel di Pameran KKI 2026 mencapai Rp380,75 juta
Baca juga: BI Bali tingkatkan pangsa pasar UMKM wastra dan kerajinan di KKI
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.