Jakarta (ANTARA) - Bersepeda menjadi salah satu pilihan olahraga yang cukup mudah dilakukan untuk menjaga kebugaran. Selain melatih tubuh, aktivitas ini juga dapat membantu membakar energi dan mendukung program penurunan berat badan.
Bersepeda memang dapat membantu menurunkan berat badan, tetapi hasilnya tidak hanya bergantung pada olahraga. Pola makan, jumlah kalori yang dikonsumsi, durasi aktivitas, dan konsistensi juga turut menentukan keberhasilan penurunan berat badan.
Bersepeda bisa membantu menurunkan berat badan
Saat bersepeda, tubuh menggunakan energi untuk menggerakkan berbagai kelompok otot. Aktivitas aerobik seperti bersepeda dapat membantu meningkatkan jumlah kalori yang digunakan tubuh.
Penurunan berat badan terjadi ketika energi yang digunakan tubuh lebih besar dibandingkan energi yang diperoleh dari makanan dan minuman. Karena itu, olahraga akan lebih efektif jika disertai pola makan yang sesuai kebutuhan.
Bersepeda juga termasuk aktivitas yang dapat dimasukkan dalam program penurunan berat badan. Program pengelolaan berat badan umumnya menggabungkan aktivitas fisik secara rutin dengan pengaturan pola makan.
Baca juga: Studi ungkap manfaat bersepeda jangka panjang untuk kesehatan lansia
Berapa lama sebaiknya bersepeda?
Orang dewasa dianjurkan melakukan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang dalam sepekan. Bersepeda dengan intensitas sedang termasuk salah satu aktivitas yang dapat digunakan untuk mencapai target tersebut.
Bagi orang yang memiliki target menurunkan berat badan, aktivitas fisik yang lebih banyak dapat memberikan manfaat tambahan. Namun, durasi dan intensitas tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan serta kondisi kesehatan masing-masing.
Bagi pemula, tidak perlu langsung bersepeda dalam waktu lama. Aktivitas dapat dimulai secara bertahap, kemudian durasi dan intensitas ditingkatkan setelah tubuh mulai terbiasa.
Pola makan tetap penting
Rutin bersepeda bukan berarti seseorang bebas mengonsumsi makanan tinggi kalori. Asupan energi yang terlalu banyak dapat mengimbangi atau bahkan melebihi energi yang digunakan saat berolahraga.
Karena itu, pola makan tetap menjadi bagian penting dalam program penurunan berat badan. Pilih makanan bergizi seimbang, perhatikan ukuran porsi, serta batasi makanan dan minuman yang tinggi gula tambahan dan kalori.
Baca juga: Panduan aman bersepeda di jalan raya
Tips bersepeda untuk menurunkan berat badan
Latihan kekuatan setidaknya dua kali dalam sepekan juga direkomendasikan sebagai bagian dari aktivitas fisik untuk orang dewasa.
Jadi, apakah bersepeda bisa menurunkan berat badan?
Dengan demikian, bersepeda dapat membantu menurunkan berat badan karena meningkatkan penggunaan energi tubuh. Namun, olahraga ini bukan satu-satunya faktor yang menentukan perubahan berat badan.
Hasil yang lebih optimal dapat diperoleh dengan menggabungkan bersepeda secara rutin, pola makan sehat, pengaturan asupan kalori, serta kebiasaan hidup yang mendukung kesehatan.
Dengan demikian, bersepeda dapat menjadi pilihan olahraga yang efektif dan relatif mudah dilakukan untuk mendukung program penurunan berat badan selama dilakukan secara konsisten dan sesuai kemampuan, demikian mengutip WHO dan sumber-sumber lain.
Baca juga: 7 manfaat bersepeda untuk kesehatan, jaga jantung dan berat badan
Baca juga: Konsistensi Verri Sanovri, mudik bersepeda ke Palembang sejak 2018
Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Bagi sebagian orang, kopi sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Secangkir kopi pada pagi atau siang hari bisa membantu tubuh terasa lebih segar dan membuat aktivitas berjalan lebih fokus.
Namun, waktu minum kopi ternyata perlu diperhatikan, terutama jika kamu termasuk orang yang mudah sulit tidur. Kandungan kafein dalam kopi merupakan stimulan yang dapat bertahan cukup lama di dalam tubuh. Akibatnya, minum kopi terlalu sore atau malam bisa membuat waktu tidur menjadi lebih lama atau kualitas tidur terganggu.
Lantas, kapan waktu terbaik untuk minum kopi agar tidak mengganggu tidur?
Baca juga: Kopi sebelum olahraga, apa benar bisa bikin performa lebih optimal?
Sebaiknya minum kopi setidaknya 6 jam sebelum tidur
Salah satu patokan yang cukup aman adalah menghindari konsumsi kafein setidaknya enam jam sebelum waktu tidur.
Hal ini didukung penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Sleep Medicine. Penelitian tersebut menguji efek 400 miligram kafein yang dikonsumsi saat waktu tidur, tiga jam sebelum tidur, dan enam jam sebelum tidur.
Hasilnya menunjukkan bahwa kafein tetap dapat mengganggu tidur meskipun dikonsumsi enam jam sebelum seseorang tidur. Peneliti kemudian menyimpulkan bahwa menghindari konsumsi kafein dalam jumlah cukup besar setidaknya enam jam sebelum tidur dapat membantu mengurangi gangguan tidur.
Artinya, jika kamu biasanya tidur pukul 22.00, sebaiknya kopi terakhir dikonsumsi sekitar pukul 16.00. Bahkan, bagi orang yang sensitif terhadap kafein, memberi jarak yang lebih panjang bisa menjadi pilihan yang lebih baik.
Pagi hingga awal siang bisa menjadi waktu yang lebih ideal
Jika kamu ingin tetap menikmati kopi tanpa terlalu khawatir mengganggu tidur malam, pagi hingga awal siang merupakan pilihan yang lebih aman.
Misalnya, kamu bisa minum kopi setelah sarapan atau pada pertengahan pagi. Jika masih membutuhkan kopi pada siang hari, usahakan tidak terlalu dekat dengan waktu tidur.
Sebaliknya, kopi pada sore menjelang malam sebaiknya dibatasi. American Academy of Sleep Medicine juga menyebut konsumsi kafein pada sore dan awal malam dapat mengganggu tidur, bahkan ketika dikonsumsi sekitar enam jam sebelum waktu tidur.
Baca juga: Bukan cuma kopi, ini alasan kerja di kedai kopi bisa lebih produktif
Patokan enam jam bukan berarti semua orang akan mengalami gangguan tidur jika minum kopi setelah batas tersebut. Respons tubuh terhadap kafein bisa berbeda-beda.
Ada orang yang minum kopi pada sore hari dan tetap bisa tidur seperti biasa. Namun, ada pula yang langsung merasa lebih sulit mengantuk setelah minum kopi beberapa jam sebelumnya.
Karena itu, penting memperhatikan respons tubuh sendiri. Jika kamu sering merasa sudah mengantuk tetapi sulit tidur setelah minum kopi sore, cobalah memajukan waktu konsumsi kopi ke pagi atau awal siang.
Jumlah kafein juga perlu diperhatikan. Semakin banyak kafein yang dikonsumsi, semakin besar pula kemungkinan efeknya terhadap tidur. Penelitian menunjukkan bahwa dosis kafein yang lebih tinggi dapat memberikan gangguan tidur yang lebih nyata.
Jadi, kapan waktu terbaik minum kopi?
Secara umum, pagi hingga awal siang merupakan waktu yang lebih ideal untuk menikmati kopi jika ingin meminimalkan risiko gangguan tidur.
Sebagai patokan sederhana, beri jarak setidaknya enam jam antara konsumsi kopi dan waktu tidur. Jika biasanya tidur pukul 22.00, kopi terakhir sebaiknya sekitar pukul 16.00 atau lebih awal.
Namun, jika kamu termasuk orang yang sensitif terhadap kafein, tidak ada salahnya memberikan jarak yang lebih panjang. Dengan begitu, kamu tetap bisa menikmati kopi tanpa harus mengorbankan waktu dan kualitas tidur pada malam hari.
Baca juga: Benarkah kafein bisa bikin Anda lebih produktif? Ini fakta sebenarnya
Baca juga: Kopi hitam vs kopi susu, mana yang lebih baik dikonsumsi setiap hari?
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Kunci utama hidangan ini ada pada tekstur kentang. Merendam potongan kentang di air dingin sebelum digoreng membantu meluruhkan pati permukaan sehingga kentang tidak lengket, tidak cepat berubah warna, dan tidak mudah hancur saat ditumis.
Setelah itu, keringkan betul-betul karena air adalah musuh kerenyahan, baru goreng setengah matang agar bagian luarnya menutup rapat. Bumbui kentang dengan cukup garam supaya rasanya tidak hambar. Chef Robert Irvine, dikutip dari Chowhound, menyatakan, "Ini menambah rasa dan membantu kamu mendapatkan kulit yang renyah."
Untuk jamur, jangan menjejalkan terlalu banyak ke dalam wajan sekaligus. Jamur mengandung sekitar 80 hingga 90 persen air, sehingga bila wajan terlalu penuh, jamur akan mengukus dalam cairannya sendiri dan gagal kecokelatan. Chef Politte, dikutip dari Tasting Table, menyatakan, "Menumis jamur di wajan panas dengan sedikit minyak atau mentega meningkatkan cita rasa dan mencegahnya menjadi lembek."
Waktu penggaraman jamur juga menentukan. Menaburkan garam terlalu dini justru menarik keluar air sehingga jamur berubah liat dan berair. Chef Tim Lu dari Noisette, dikutip dari The Takeout, menyatakan, "Jika kamu membumbui terlalu awal, cairannya akan terus menguap dan hasil akhirnya menjadi terlalu asin." Senada, Rachel Lessenden, dikutip dari Foodie, menyatakan, "Waktu terbaik untuk menambahkan garam adalah setelah karamelisasi dimulai, mendekati akhir proses memasak."
Ringkasnya, perhatikan beberapa hal berikut:
Dengan bahan sederhana dan langkah yang ringkas, tumis kentang jamur sosis layak masuk daftar menu putar keluarga. Sekali kamu menguasai kunci teksturnya, tinggal berkreasi dengan tingkat pedas, jenis jamur, atau tambahan sayur. Kalau baru mulai belajar masak, resep ini juga cocok dijadikan latihan bersama panduan resep masakan mudah untuk pemula dan info seputar manfaat kentang agar makin percaya diri di dapur. Selamat mencoba.
Jakarta -
Liburan sendirian ke luar negeri atau solo traveling memang bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan. Namun, tidak semua negara memiliki kondisi yang aman untuk dikunjungi, Bunda.
Hal ini karena sejumlah wilayah masih menghadapi ketidakstabilan politik, gempa bumi, hingga tingginya angka kriminalitas. Risiko perjalanan juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, kerusuhan sipil, kondisi layanan kesehatan, hingga potensi bencana alam.
Untuk itu, sejumlah lembaga pemerintah menetapkan tingkat risiko perjalanan untuk membantu wisatawan mempertimbangkan keamanan destinasi. Lantas, negara mana saja yang masuk dalam daftar paling berisiko untuk liburan sendirian? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Travel and Leisure, Venezuela menduduki peringkat pertama sebagai negara tujuan liburan paling berisiko bagi pelancong solo, menurut laporan terbaru perusahaan asuransi perjalanan Square Mouth yang dirilis pada 30 Juni 2026. Negara di Amerika Selatan itu mencetak indeks risiko 9,74 dari 10 dengan kurang dari 10 persen penduduk di sana melaporkan merasa aman berjalan sendirian di malam hari.
"Tantangan keselamatan ini, dikombinasikan dengan akses perawatan kesehatan yang terbatas dan kendala infrastruktur, berkontribusi pada peningkatan tingkat risiko bagi pelancong solo," kata laporan tersebut.
Venezuela saat ini diklasifikasikan dalam Travel Advisory Level 3 oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS), merekomendasikan warga negara AS untuk "mempertimbangkan kembali perjalanan" di sana "karena risiko kejahatan, penculikan, terorisme, dan infrastruktur kesehatan yang buruk dan bencana alam."
Pada 24 Juni 2026, Venezuela dilanda serangkaian gempa bumi dahsyat. Sejak itu, jumlah korban tewas telah meningkat. Departemen Luar Negeri AS mencatat gempa bumi telah "menyebabkan kerusakan yang luas dan gangguan pada transportasi, infrastruktur, dan layanan darurat."
Setelah Venezuela, Peru menduduki peringkat kedua sebagai negara tujuan liburan paling berisiko bagi pelancong solo dengan skor 8,87 dari 10. Laporan itu mencatat kurang dari 25 persen penduduk merasa aman berjalan sendirian di malam hari di sana, dengan hampir 60 persen menyatakan "kekhawatiran tentang diserang."
Negara Gabon berada di peringkat ketiga dalam daftar, diikuti oleh Kolombia di tempat keempat, dan Bolivia di tempat kelima. Sementara itu, dalam membuat laporan ini, Square Mouth menganalisis kejahatan, akses perawatan kesehatan, kualitas infrastruktur, akses internet, dan lainnya untuk 113 negara yang berbeda, masing-masing diberi peringkat dengan skor risiko tertinggi.
Ini adalah daftar lengkap dari 10 tujuan paling berisiko untuk pelancong solo, dan skor risiko mereka dari 10.
Menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin, 10 Agustus 2026, pukul 07.34 waktu setempat, Kementerian Luar Negeri RI (Kemenlu RI) juga mengimbau WNI untuk tidak bepergian ke negara tersebut.
"Bagi WNI yang berencana melakukan perjalanan ke Kolombia dalam waktu dekat, disarankan untuk menunda perjalanan hingga situasi dinyatakan kondusif oleh otoritas setempat, mengingat masih adanya potensi gempa susulan dan gangguan operasional transportasi udara di beberapa bandara," tulis Kemenlu RI mengutip situs web safetravel.kemlu.go.id.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
Aqida Widya Kusmutiarani | Beautynesia
Sabtu, 15 Aug 2026 11:30 WIB
Menantu Sultan Brunei, Pengiran Raabi'atul Adawiyyah, kehilangan gelar kerajaannya/Foto: instagram.com/bruneiroyalfamily
Nama Pengiran Raabi'atul Adawiyyah tengah jadi sorotan setelah gelar kerajaannya dicopot oleh Istana Brunei Darussalam. Menantu Sultan Hassanal Bolkiah ini dinilai menunjukkan perilaku yang nggak pantas sebagai bagian dari keluarga kerajaan.
Istana bahkan menyebut tindakannya telah mencoreng nama baik monarki dan dianggap nggak menghormati Sultan. Meskipun begitu, sampai sekarang belum diketahui secara pasti apa yang sebenarnya dilakukan Raabi'atul hingga gelarnya dicabut.
Lantas, siapa sosok menantu Sultan Brunei ini? Yuk, simak fakta-fakta tentang Pengiran Raabi'atul Adawiyyah berikut ini.

Raabi'atul Adawiyyah/Foto: instagram.com/pengirananakraabiatul
Pengiran Raabi'atul Adawiyyah lahir pada 27 Oktober 1992. Ia merupakan anak kedua dari Pengiran Haji Bolkiah dan Pengiran Hajah Noor'aismah. Raabi'atul juga memiliki sembilan saudara, salah satunya Awangku Abd Aziz Hafizuddin yang diketahui bekerja di maskapai Royal Brunei Airlines.

Dinikahi putra kedua Sultan Hassanal Bolkiah secara mewah/Foto: instagram.com/pengirananakraabiatul
Pengiran Raabi'atul Adawiyyah resmi menjadi bagian dari keluarga kerajaan Brunei setelah menikah dengan Pangeran Abdul Malik, putra Sultan Hassanal Bolkiah dan Ratu Saleha. Pernikahan mereka digelar sangat mewah selama 11 hari, mulai 5 hingga 15 April, di Istana Nurul Iman, kediaman resmi Sultan Brunei.
Rangkaian acaranya juga nggak main-main. Jamuan pernikahan digelar di aula istana yang mampu menampung hingga 5.000 tamu, lengkap dengan prosesi para pengawal kerajaan. Adawiyyah dan Abdul Malik pun tampil dengan busana penuh berlian dan permata. Adawiyyah bahkan mengenakan tiara berlian dengan enam zamrud, kalung berlian dengan tiga zamrud besar, serta sepatu Christian Louboutin bertabur kristal Swarovski.
Kemewahan itu berlanjut saat keduanya berganti busana untuk acara malam. Abdul Malik mengenakan seragam upacara militer dengan hiasan bahu dan kerah bertabur berlian, sementara Adawiyyah tampil dalam gaun ungu yang dihiasi manik-manik dan sulaman benang perak. Bahkan, buket pengantin yang dibawanya bukan bunga segar, melainkan dibuat dari permata yang berkilauan.

Raabi'atul sudah memiliki pengalaman di bidang teknologi informasi/Foto: instagram.com/pengirananakraabiatul
Sebelum dikenal sebagai bagian dari keluarga kerajaan, Raabi'atul sudah memiliki pengalaman di bidang teknologi informasi. Ia disebut mengantongi sejumlah sertifikat ICT, seperti Internet and Computing Core Certification, Microsoft Office Specialist, dan Adobe Certified Certificate. Ia juga pernah mengikuti pelatihan ICT Youth Development Programme.

Raabi'atul sempat meniti karier di dunia profesional sebagai analisis data/Foto: instagram.com/pengirananakraabiatul
Raabi'atul ternyata sempat meniti karier di dunia profesional. Setelah lulus sekolah, ia bekerja sebagai System Data Analyst di BAG Networks, perusahaan konsultan IT di Brunei. Pada 2013, ia kemudian melanjutkan karier sebagai IT Instructor di HAD Technologies. Jadi, sebelum menjadi menantu Sultan Brunei, Raabi'atul sudah lebih dulu punya pengalaman di dunia kerja.

Raabi'atul Adawiyyah dikenal sebagai sosok yang aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan/Foto: instagram.com/dpm_paipra
Raabi'atul Adawiyyah dikenal sebagai sosok yang aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan, terutama kompetisi membaca Al-Qur'an. Saat masih berusia 13 tahun pada 2005, ia sudah mewakili sekolahnya dalam lomba membaca Al-Qur'an.
Pada 2008, ia kembali mengikuti Skim Tilawah Al-Qur'an Remaja serta kompetisi nasional Dikir Dabai'ie antarsekolah menengah di Brunei. Aktivitasnya di lingkungan sekolah juga membuat Raabi'atul dipercaya menjadi Ketua Prefek di Pengiran Anak Puteri Hafizah Sururul Bolkiah Religious School, Berakas.

Raabi'atul Adawiyyah dikenal sebagai sosok yang anggun dan selalu berpikiran positif/Foto: instagram.com/mr94ler15
Di mata keluarga dan teman-temannya, Raabi'atul Adawiyyah dikenal sebagai sosok yang anggun dan selalu berpikiran positif. Di waktu luang, ia disebut senang membaca buku tentang Islam, terutama yang membahas peran perempuan Muslim.
Selain membaca, ibu empat anak ini juga menikmati musik dan aktif berolahraga. Badminton dan squash menjadi beberapa olahraga yang digemarinya.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
Pilihan Redaksi
(dmh/dmh)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.
Jakarta (ANTARA) - Kopi menjadi salah satu minuman yang cukup dekat dengan keseharian banyak orang. Ada yang lebih suka kopi hitam karena rasa dan aroma bijinya lebih terasa, sementara sebagian lainnya memilih kopi susu karena rasanya lebih lembut dan mudah dinikmati.
Namun, ketika bicara soal kesehatan, muncul pertanyaan, "kopi hitam atau kopi susu, mana yang lebih baik jika dikonsumsi setiap hari?"
Jawabannya sebenarnya tidak sesederhana memilih salah satu. Yang perlu diperhatikan bukan hanya jenis kopinya, tetapi juga bahan tambahan seperti gula, sirup, krimer, serta jumlah kafein yang dikonsumsi.
Kopi hitam cenderung lebih sederhana
Kopi hitam pada dasarnya hanya terdiri dari seduhan biji kopi dan air. Karena tidak mendapatkan tambahan gula, susu, krimer atau sirup, jumlah kalorinya relatif rendah.
Kopi juga mengandung berbagai senyawa bioaktif dan antioksidan. Harvard T.H. Chan School of Public Health mencatat bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan, termasuk kemungkinan risiko yang lebih rendah terhadap diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
Selain itu, kopi hitam tanpa tambahan gula membuat seseorang lebih mudah mengontrol asupan gula tambahan dalam sehari.
Namun, bukan berarti kopi hitam otomatis lebih sehat dalam semua kondisi. Kandungan kafein tetap perlu diperhatikan karena kafein dapat menyebabkan beberapa orang mengalami jantung berdebar, gelisah atau sulit tidur.
Baca juga: 8 tanda kebanyakan minum kopi yang sering tidak disadari
Kopi susu tidak selalu berarti kurang sehat
Di sisi lain, kopi susu juga tidak otomatis menjadi pilihan yang buruk. Penambahan susu dapat memberikan protein, kalsium dan sejumlah zat gizi lainnya.
Masalahnya biasanya terletak pada apa yang ditambahkan ke dalam kopi susu.
Kopi susu yang dibuat dengan sedikit atau tanpa gula tentu berbeda dengan minuman kopi yang menggunakan banyak gula, sirup, krimer manis atau topping. Semakin banyak bahan tambahan tersebut, semakin besar pula asupan gula dan kalorinya.
Asupan gula tambahan yang terlalu tinggi memang perlu dibatasi. Pedoman gizi saat ini menganjurkan agar konsumsi gula tambahan tidak berlebihan karena dapat membuat seseorang lebih sulit memenuhi kebutuhan zat gizi tanpa melebihi kebutuhan kalori.
Jadi, bukan susu yang menjadi masalah utama. Justru jumlah gula dan bahan tambahan lainnya yang perlu diperhatikan.
Bagaimana perbandingannya?
Jika dibandingkan secara sederhana, kopi hitam tanpa gula biasanya menjadi pilihan yang lebih mudah dikontrol dari sisi kalori dan gula tambahan.
Namun, kopi susu juga bisa menjadi pilihan yang cukup baik apabila dibuat dengan komposisi sederhana, misalnya menggunakan susu tanpa banyak tambahan gula atau sirup.
Dengan kata lain, pilihan yang lebih baik bukan sekadar "hitam atau susu", melainkan seberapa banyak gula dan bahan tambahan yang ada di dalam minuman tersebut.
Sebagai contoh, kopi hitam tanpa gula dan kopi susu dengan sedikit gula tentu berbeda dengan kopi susu yang menggunakan beberapa tambahan pemanis. Begitu juga dengan kopi susu yang dikonsumsi sesekali dibandingkan minuman kopi manis yang dikonsumsi berkali-kali dalam sehari.
Baca juga: Kopi bikin dehidrasi atau tidak? Ini penjelasan faktanya
Perhatikan juga kandungan kafein
Selain gula, kandungan kafein merupakan hal penting yang tidak boleh dilupakan.
Bagi orang dewasa, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyebut konsumsi kafein hingga sekitar 400 miligram per hari sebagai jumlah yang umumnya tidak dikaitkan dengan efek negatif pada sebagian besar orang dewasa. Namun, sensitivitas setiap orang terhadap kafein bisa berbeda.
Kafein juga dapat bertahan cukup lama di dalam tubuh. Karena itu, minum kopi terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membuat sebagian orang lebih sulit terlelap.
Untuk remaja, persoalannya berbeda. American Academy of Child and Adolescent Psychiatry menyarankan agar anak dan remaja membatasi konsumsi kafein, dengan batas sekitar 100 miligram per hari untuk usia 12-18 tahun.
Karena itu, kopi sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan harian bagi remaja tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi tubuh. Minuman berkafein juga bukan pengganti tidur yang cukup.
Jadi, mana yang lebih baik?
Jika tujuannya adalah memilih minuman kopi dengan gula dan kalori tambahan yang lebih mudah dikontrol, kopi hitam tanpa gula menjadi pilihan yang lebih sederhana.
Namun, bukan berarti kopi susu harus dihindari. Kopi susu masih bisa menjadi pilihan selama jumlah gula, sirup dan bahan tambahan lainnya tidak berlebihan.
Hal yang paling penting adalah melihat keseluruhan pola konsumsi. Secangkir kopi susu dengan sedikit gula tidak serta-merta membuat pola makan menjadi tidak sehat. Sebaliknya, kopi hitam juga bukan alasan untuk mengabaikan jumlah kafein yang masuk ke tubuh.
Jadi, kalau kamu sudah dewasa dan memang terbiasa minum kopi, pilihlah jenis kopi yang sesuai dengan kebutuhan, batasi gula tambahan, dan perhatikan waktu konsumsinya agar tidak mengganggu tidur.
Sementara bagi remaja, lebih baik tidak menjadikan kopi sebagai minuman harian dan tetap mengutamakan tidur yang cukup serta pola makan yang seimbang.
Baca juga: Bukan cuma kopi, ini alasan kerja di kedai kopi bisa lebih produktif
Baca juga: Benarkah kafein bisa bikin Anda lebih produktif? Ini fakta sebenarnya
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Bagi banyak orang, secangkir kopi sudah menjadi teman untuk memulai aktivitas. Kafein di dalamnya dipercaya bisa membantu mengusir kantuk dan membuat pikiran lebih siap bekerja.
Namun, benarkah kafein bisa membuat seseorang lebih produktif?
Jawabannya, kafein memang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan beberapa kemampuan kognitif, tetapi bukan berarti otomatis membuat seseorang lebih produktif dalam semua hal.
Kafein bisa meningkatkan fokus dan kewaspadaan
Kafein bekerja dengan menghambat reseptor adenosin di otak. Adenosin merupakan senyawa yang berkaitan dengan munculnya rasa kantuk.
Ketika efek adenosin dihambat, seseorang dapat merasa lebih terjaga. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi kafein dalam dosis rendah hingga sedang dapat meningkatkan kewaspadaan, perhatian dan waktu reaksi.
Baca juga: Bahaya kopi sachet bagi yang terlalu sering meminumnya, ini risikonya!
Efek ini cukup terasa ketika seseorang sedang lelah atau kurang tidur. Sebuah tinjauan sistematis terhadap 45 publikasi menemukan bahwa kafein dapat meningkatkan perhatian, waktu reaksi dan beberapa aspek fungsi eksekutif pada orang yang mengalami kurang tidur.
Karena itu, tidak heran jika kopi sering dikonsumsi saat harus bekerja, belajar atau menyelesaikan tugas yang membutuhkan konsentrasi.
Meski dapat membantu fokus, kafein tidak otomatis meningkatkan seluruh kemampuan otak.
Penelitian menunjukkan efek kafein terhadap memori dan fungsi kognitif tingkat tinggi seperti pengambilan keputusan tidak selalu konsisten.
Artinya, minum kopi mungkin membuat Anda lebih terjaga saat mengerjakan tugas, tetapi bukan berarti secangkir kopi langsung membuat kemampuan berpikir atau hasil pekerjaan menjadi jauh lebih baik.
Produktivitas tetap dipengaruhi banyak faktor, termasuk kualitas tidur, kondisi tubuh, lingkungan kerja dan cara mengatur waktu.
Baca juga: 8 tanda kebanyakan minum kopi yang sering tidak disadari
Jangan sampai kopi mengorbankan tidur
Ada satu hal yang sering terlupakan. Kafein memang bisa membantu mengurangi rasa kantuk, tetapi efeknya dapat bertahan cukup lama dan mengganggu tidur jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu istirahat.
Meta-analisis terhadap 24 penelitian menemukan konsumsi kafein dapat mengurangi total waktu tidur dan meningkatkan waktu yang dibutuhkan untuk tertidur.
Masalahnya, kurang tidur pada hari berikutnya justru bisa membuat konsentrasi dan produktivitas menurun. Jadi, menggunakan kopi untuk terus menutupi rasa lelah bukanlah solusi jangka panjang.
Jadi, apakah kafein bisa bikin lebih produktif?
Bisa membantu, tetapi sifatnya lebih sebagai pendukung, bukan penentu utama produktivitas.
Kafein terutama bermanfaat untuk meningkatkan kewaspadaan dan perhatian, khususnya ketika tubuh sedang mengantuk atau kurang tidur. Namun, efek tersebut tidak bisa menggantikan tidur yang cukup.
Jadi, kalau ingin tetap produktif, jangan hanya mengandalkan kopi. Pastikan kebutuhan tidur terpenuhi dan gunakan kafein secara bijak agar manfaatnya tidak justru berbalik mengganggu waktu istirahat.
Baca juga: Kenapa saat stres kita ingin minum kopi? Ini alasannya
Baca juga: Kopi bikin dehidrasi atau tidak? Ini penjelasan faktanya
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Bekerja atau belajar di kedai kopi kini menjadi kebiasaan yang cukup umum. Laptop dibuka, kopi dipesan, lalu pekerjaan yang sebelumnya terasa sulit dikerjakan di rumah justru bisa selesai lebih cepat.
Bahkan, sampai-sampai ada istilah WFC atau Work From Cafe untuk penyebutan fenomena ini.
Menariknya, kondisi ini tidak selalu berkaitan dengan kopi atau kandungan kafein. Suasana kedai kopi, suara percakapan di sekitar, keberadaan orang lain, hingga perubahan tempat dari rumah ke ruang publik dapat ikut memengaruhi cara seseorang berkonsentrasi.
Lantas, kenapa kedai kopi bisa membuat sebagian orang merasa lebih produktif?
Suasana yang tidak terlalu sepi
Salah satu faktor yang mungkin berperan adalah suara latar atau ambient noise. Kedai kopi biasanya tidak benar-benar sunyi. Ada suara mesin kopi, percakapan pengunjung, musik, hingga aktivitas barista.
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Consumer Research menemukan bahwa tingkat kebisingan sedang sekitar 70 desibel dapat meningkatkan performa pada tugas yang membutuhkan kreativitas dibandingkan lingkungan yang lebih tenang. Namun, kebisingan yang terlalu tinggi justru dapat mengganggu kreativitas.
Hal ini bisa menjelaskan mengapa sebagian orang justru lebih nyaman bekerja dengan suara latar dibandingkan dalam ruangan yang benar-benar hening.
Tentu, efeknya tidak berlaku untuk semua orang. Ada orang yang bisa berkonsentrasi dengan suara ramai, tetapi ada pula yang justru membutuhkan suasana tenang.
Baca juga: Apa Itu dirty latte? Kopi susu dingin dengan espresso di atas
Berada di sekitar orang yang sedang bekerja
Pernah merasa lebih terdorong untuk mengerjakan tugas ketika melihat orang lain sibuk dengan laptopnya?
Kondisi tersebut bisa berkaitan dengan apa yang dikenal sebagai social facilitation, yaitu kecenderungan seseorang menunjukkan perubahan perilaku atau performa ketika berada di sekitar orang lain.
Penelitian mengenai penggunaan kedai kopi sebagai tempat bekerja menemukan bahwa sebagian pengunjung memang datang untuk bekerja atau belajar secara individual. Menariknya, mereka tetap dapat merasakan semacam kebersamaan karena berada di tengah orang-orang yang melakukan aktivitas serupa, meskipun tidak saling berinteraksi.
Sederhananya, ketika melihat orang lain fokus bekerja, kita bisa ikut terdorong untuk melakukan hal yang sama.
Kedai kopi memberi batas antara santai dan bekerja
Rumah biasanya identik dengan istirahat. Ada tempat tidur, televisi, kulkas, pekerjaan rumah, atau berbagai hal lain yang mudah mengalihkan perhatian.
Ketika berpindah ke kedai kopi, suasananya berubah. Perjalanan menuju tempat tersebut, memilih meja, membuka laptop dan menyiapkan pekerjaan bisa menjadi semacam tanda bagi otak bahwa sudah waktunya masuk ke mode produktif.
Penelitian tentang penggunaan kedai kopi sebagai ruang kerja juga menemukan bahwa orang memilih tempat tersebut antara lain untuk meningkatkan produktivitas, belajar, bekerja, dan mendapatkan perubahan suasana dari rumah.
Dengan kata lain, kadang yang dibutuhkan bukan meja kerja baru, melainkan perubahan suasana.
Baca juga: Bahaya kopi sachet bagi yang terlalu sering meminumnya, ini risikonya!
Ada sedikit dorongan untuk segera menyelesaikan pekerjaan
Kedai kopi juga memiliki batas waktu yang secara tidak langsung dapat membuat seseorang lebih fokus.
Misalnya, seseorang tahu bahwa ia hanya akan berada di kedai kopi selama beberapa jam. Kondisi tersebut dapat membuatnya lebih terdorong menentukan pekerjaan apa yang harus diselesaikan sebelum pulang.
Berbeda dengan bekerja di rumah yang terasa tidak memiliki batas waktu. Ketika masih ada waktu sepanjang hari, pekerjaan bisa lebih mudah ditunda dengan alasan "nanti saja".
Aroma dan suasana ikut membentuk pengalaman
Produktivitas juga tidak selalu berkaitan dengan faktor kognitif. Lingkungan yang terasa nyaman dapat memengaruhi pengalaman seseorang ketika bekerja.
Pencahayaan, suhu ruangan, suara latar, aroma kopi dan suasana tempat secara keseluruhan dapat membuat aktivitas bekerja terasa lebih menyenangkan. Penelitian mengenai lingkungan kerja juga menunjukkan bahwa kualitas pengalaman sensorik suatu ruang berkaitan dengan persepsi terhadap produktivitas.
Itulah sebabnya ada orang yang merasa lebih mudah mendapatkan ide ketika duduk di kedai kopi dibandingkan ketika berjam-jam berada di kamar.
Baca juga: 8 tanda kebanyakan minum kopi yang sering tidak disadari
Bukan berarti kedai kopi selalu lebih produktif
Meski begitu, efek "lebih produktif di kedai kopi" tidak berlaku untuk semua orang.
Kedai yang terlalu ramai, musik yang terlalu keras atau percakapan di sekitar justru dapat mengganggu konsentrasi. Terlebih jika pekerjaan membutuhkan fokus mendalam atau membaca materi yang rumit.
Jadi, tidak perlu memaksakan diri bekerja di kedai kopi hanya karena tren work from cafe sedang populer. Kalau justru lebih fokus di kamar, perpustakaan atau ruang kerja yang tenang, itu juga pilihan yang valid.
Jadi, kenapa kedai kopi bisa bikin lebih produktif?
Ada beberapa kemungkinan alasan, mulai dari suara latar yang pas, keberadaan orang lain yang sedang bekerja, perubahan suasana, batas waktu hingga rasa nyaman dari lingkungan tersebut.
Kopi sendiri mungkin ikut membantu kewaspadaan jika mengandung kafein, tetapi produktivitas di kedai kopi tampaknya tidak hanya soal minuman yang ada di atas meja.
Pada akhirnya, tempat kerja terbaik adalah tempat yang membuat seseorang bisa mempertahankan fokus tanpa terlalu banyak gangguan. Bagi sebagian orang, tempat itu mungkin kedai kopi. Bagi yang lain, bisa jadi justru kamar sendiri.
Baca juga: Kenapa saat stres kita ingin minum kopi? Ini alasannya
Baca juga: Kopi bikin dehidrasi atau tidak? Ini penjelasan faktanya
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Kopi kerap dianggap sebagai minuman yang bisa menyebabkan dehidrasi. Anggapan ini muncul karena kafein memiliki efek diuretik, yaitu dapat membuat tubuh lebih banyak mengeluarkan urine.
Karena itu, tidak sedikit orang yang menganggap minum kopi sama saja dengan mengurangi cairan tubuh. Namun, apakah anggapan tersebut benar?
Faktanya, hubungan antara kopi, kafein dan dehidrasi tidak sesederhana itu.
Kafein memiliki efek diuretik yang dapat meningkatkan produksi urine, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah cukup tinggi. Namun, peningkatan urine tersebut tidak otomatis berarti tubuh mengalami dehidrasi.
Sebuah tinjauan mengenai kafein dan keseimbangan cairan menemukan bahwa konsumsi kafein dalam dosis besar, sekitar 250-300 miligram atau setara dengan beberapa cangkir kopi, dapat meningkatkan produksi urine dalam jangka pendek. Efek tersebut lebih terlihat pada orang yang sebelumnya tidak terbiasa mengonsumsi kafein.
Sementara itu, orang yang rutin mengonsumsi kopi atau minuman berkafein cenderung mengalami toleransi terhadap efek diuretik tersebut.
Artinya, tubuh tidak serta-merta kehilangan cairan dalam jumlah yang lebih besar daripada cairan yang masuk melalui minuman kopi.
Baca juga: Bahaya kopi sachet bagi yang terlalu sering meminumnya, ini risikonya!
Kopi tetap menyumbang cairan bagi tubuh
Ini bagian yang sering disalahpahami. Kopi tetap merupakan minuman yang sebagian besar terdiri dari air sehingga ikut menyumbang asupan cairan harian.
Sebuah penelitian yang membandingkan konsumsi kopi dengan air pada peminum kopi rutin menemukan tidak ada perbedaan signifikan dalam jumlah total air tubuh maupun sejumlah indikator hidrasi. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang pada orang yang sudah terbiasa minum kopi memiliki efek hidrasi yang serupa dengan air.
Dengan kata lain, secangkir kopi tidak otomatis membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang diperoleh dari minuman tersebut.
Penelitian lain juga menemukan bahwa konsumsi kafein secara rutin tidak menyebabkan tanda-tanda kekurangan cairan pada peserta yang sehat.
Jadi, kopi tidak membuat tubuh dehidrasi?
Untuk konsumsi dalam jumlah sedang, kopi tidak terbukti menyebabkan dehidrasi pada orang sehat.
Meski kafein memiliki efek diuretik, efek tersebut tidak selalu cukup besar untuk membuat tubuh mengalami kehilangan cairan secara keseluruhan. Bahkan, penelitian menunjukkan kopi dapat berkontribusi terhadap kebutuhan cairan tubuh sehari-hari.
Namun, bukan berarti kopi bisa menggantikan air sepenuhnya.
Air tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Terlebih ketika tubuh sedang kehilangan banyak cairan akibat cuaca panas, aktivitas fisik atau kondisi tertentu, demikian merangkum dari sejumlah sumber.
Baca juga: 8 tanda kebanyakan minum kopi yang sering tidak disadari
Baca juga: Kenapa saat stres kita ingin minum kopi? Ini alasannya
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta -
Bagi penggemar Hot Wheels wajib hadir di Hot Wheels Car 2026 nih. Soalnya mobil mainan yang biasanya hanya bisa dikoleksi, kini bisa dilihat secara real dalam bentuk mobil.
Dijelaskan dalam siaran resminya, Mattel, Inc. (NASDAQ: MAT), perusahaan global terkemuka di bidang mainan dan hiburan keluarga yang menaungi portofolio merek-merek ikonik dunia, secara resmi mengumumkan akan ikut hadir pada ajang Hot Wheels Collectors Convention 2026 di Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2026 pada 9-11 Oktober 2026 di Hall 1, 2, dan 3 ICE BSD, Tangerang.
Bagi masyarakat dan para penggemar otomotif sudah bisa berkesempatan menyaksikan secara langsung wujud skala asli 1:1 mobil Hot Wheels Convention Car 2026, Nissan Skyline GTR V-Spec II dalam acara Pre-Event Hot Wheels Indonesia Collectors Convention 2026 yang berlangsung pada 14-30 Agustus 2026 di Atrium Bintaro Jaya Xchange Mall 2 (BXc Mall 2), Tangerang Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ajang perkenalan perdana ini dihadirkan untuk menyapa para penggemar yang menjadikan Hot Wheels sebagai bagian dari passion dan cerita mereka, sekaligus merayakan peluncuran Convention Car 2026 bermotif budaya Indonesia dalam sebuah wadah kebersamaan komunitas.
"IMX kali kedua dipercaya Mattel global untuk menjadi tuan rumah Hot Wheels Collector Convention, ini menjadi bukti bahwa industri otomotif dan lifestyle bisa berjalan seiring dan saling mendukung. Hal ini merupakan daya tarik serta kekuatan dimana IMX menjadi poros pameran otomotif dan lifestyle culture di Asia. IMX siap menyambut kolektor dari berbagai negara dan membawa collector culture Indonesia ke panggung global," ucap Project Director IMX, Andre Mulyadi.
Hot Wheels Convention Car merupakan agenda Hot Wheels Asia Pasifik, yang dihadirkan sangat terbatas di 6 Negara: Malaysia, Australia, Filipina, China, Singapura dan Indonesia.
Masyarakat bisa berkesempatan menyaksikan secara langsung wujud skala asli 1:1 mobil Hot Wheels Convention Car 2026, Nissan Skyline GTR V-Spec II dalam acara Pre-Event Hot Wheels Indonesia Collectors Convention 2026. Foto: dok. NMAA
Seluruh seri setiap negara identik dengan diecast yang sama, akan tetapi memiliki design blister yang berbeda sesuai dengan ikonik dari masing-masing Negara, sehingga koleksi ini akan menjadi koleksi Dunia, yang diincar oleh kolektor dari berbagai Negara untuk menggabungkan seluruh serie negara peluncurannya.
Hot Wheels Convention Car 2026 di Indonesia sendiri bakal hadir di IMX 2026 ekslusif menghadap kanan, serta hadap kiri yang bisa didapatkan kolektor melalui dua jalur utama: eksklusif pada sesi Hot Wheels Collectors Convention Dinner yang berlangsung di Hotel Trembesi BSD pada 8 Oktober atau selama gelaran acara puncak IMX 2026 9-11 Oktober di booth Hot Wheels.
Setiap pengunjung yang ingin membeli Hot Wheels Collectors Convention bisa membeli tiket IMX 2026 di platform tixen.id dan melalui mekanisme pembelian berikut:
1. Pengunjung dengan minimum pembelanjaan Rp 1.000.000 dalam satu transaksi berhak mendapatkan satu kesempatan untuk membeli Hot Wheels Convention Car. Kesempatan pembelian berlaku untuk setiap kelipatan Rp 1.000.000, dengan maksimum pembelanjaan yang diperhitungkan sebesar Rp 5.000.000 dalam satu transaksi.
2. Setelah menyelesaikan transaksi, pengunjung yang memenuhi syarat dan ingin membeli Hot Wheels Convention Car dapat mengunjungi Redemption Booth dengan menunjukkan bukti pembelanjaan yang valid.
3. Pengunjung yang memenuhi syarat akan mengikuti pengundian untuk menentukan varian Hot Wheels Convention Car yang dapat dibeli, yaitu Right Facing (menghadap kanan) atau Left Facing (menghadap kiri).
4. Pengunjung kemudian dapat membeli Hot Wheels Convention Car dengan varian yang didapat dengan nominal Rp 1.000.000.
5. Hot Wheels Convention Car tersedia dalam jumlah terbatas dan hanya berlaku selama persediaan masih ada.
Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, Mattel, Inc. (NASDAQ: MAT) secara resmi meluncurkan kolaborasi Hot Wheels dengan Turbo Bastard Wheel.wuih, keren nih.
Dalam rangka menyambut Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2026: "Next Gen Culture", Hot Wheels secara khusus menggandeng Turbo Bastard Wheel (TBW) sebagai brand lokal karya Gofar Hilman untuk melahirkan kolaborasi lintas dimensi.
Masyarakat bisa berkesempatan menyaksikan secara langsung wujud skala asli 1:1 mobil Hot Wheels Convention Car 2026, Nissan Skyline GTR V-Spec II dalam acara Pre-Event Hot Wheels Indonesia Collectors Convention 2026. Foto: dok. NMAA
Kerjasama ini mengangkat karakter kuat TBW dalam memadukan kultur diecast, gaya hidup streetwear, dan dunia modifikasi otomotif Indonesia.
Dalam proyek spesial edisi 2026 ini, Hot Wheels dan Turbo Bastard Wheel menghadirkan sederet produk kolaborasi terbaru yang merepresentasikan DNA kedua brand:
Velg + TurboDisc Edisi Khusus Hot Wheels: Velg + TurboDisc Edisi Khusus Hot Wheels melanjutkan kesuksesan tahun sebelumnya, warna Bronze pada velg memberikan nuansa sporty dipadukan dengan TurboDisc berwarna hitam dengan siluet emas yang memberikan kesan culture, serta logo Hot Wheels dan TBW berwarna putih memperkuat eksklusivitas. Perpaduan siluet warna ini baru pertama kali diterapkan di velg Turbo Bastard Wheel.
"Hot Wheels selalu merayakan kreativitas, orisinalitas, dan semangat budaya otomotif. Kami sangat antusias melanjutkan kolaborasi dengan Turbo Bastard Wheel untuk kembali menghadirkan semangat Hot Wheels melalui perspektif kreatif khas Indonesia. Kolaborasi ini menjadi salah satu cara kami untuk semakin dekat dengan para penggemar, sekaligus menghubungkan dunia die-cast dengan kultur otomotif dan gaya hidup. Kami berharap koleksi terbaru ini dapat menginspirasi para penggemar untuk terus mengekspresikan kreativitas dan kecintaan mereka terhadap Hot Wheels dan budaya otomotif," ujar Director of Marketing Activations, Asia Pacific, Mattel, Libby McEniry.
(lth/lth)